#2 DIKLAT 38JP: PENGUATAN PERAN KEPALA PERPUS DAN PUSTAKAWAN DALAM OPTIMALISASI SARANA DAN PELAYANAN

#2 DIKLAT 38JP: PENGUATAN PERAN KEPALA PERPUS DAN PUSTAKAWAN DALAM OPTIMALISASI SARANA DAN PELAYANAN

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang penguatan peran kepala perpustakaan dan pustakawan dalam optimalisasi sarana dan pelayanan sesuai Standar Nasional Perpustakaan (SNP) terkini menuju akreditasi unggul. Beberapa poin utama yang dibahas meliputi:

  • Sistem layanan perpustakaan (terbuka dan tertutup)
  • Jenis-jenis layanan perpustakaan (layanan teknis dan layanan pemustaka)
  • Jam pelayanan perpustakaan sekolah sesuai jenjang pendidikan
  • Jenis-jenis layanan yang harus ada di perpustakaan sekolah (baca di tempat, sirkulasi, referensi, literasi informasi)
  • Layanan tambahan yang bisa disediakan (bercerita, pemutaran film edukasi, fotokopi, wajib kunjung)
  • Kerja sama perpustakaan dengan berbagai pihak (Dinas Perpustakaan Daerah, perpustakaan sekolah lain, komite sekolah, dll.)
  • Promosi perpustakaan untuk meningkatkan pemanfaatan koleksi.

Pembukaan

Acara diklat nasional dibuka dengan doa dan perkenalan moderator, Nanda, yang mengajak peserta untuk menuliskan nama dan asal instansi di kolom chat. Informasi tambahan diberikan mengenai cara bergabung kembali melalui YouTube e-Guru TV jika peserta terpental dari Zoom. Sesi materi akan disampaikan oleh Bapak Fajar Prastio selama 60 menit, diikuti diskusi selama 30 menit.

Layanan Perpustakaan Sekolah Berdasarkan SNP Kekinian

Bapak Fajar memulai materi tentang layanan perpustakaan sekolah berdasarkan Standar Nasional Perpustakaan (SNP) terbaru tahun 2024. Landasan hukum yang digunakan sebagai acuan adalah peraturan Perpusnas Nomor 4 Tahun 2024, yang menekankan integrasi perpustakaan dengan proses pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Tujuannya adalah memenuhi kebutuhan pemustaka secara adaptif dan membangun kemampuan intelektual siswa. Perpustakaan harus berorientasi pada layanan, bukan profit, dan memerlukan dukungan dari berbagai pihak melalui kolaborasi internal dan eksternal.

Sistem Layanan Perpustakaan: Terbuka vs. Tertutup

Perpustakaan memiliki dua sistem layanan, yaitu terbuka dan tertutup. Sistem terbuka memberikan kebebasan kepada pemustaka untuk memilih dan mengambil sendiri bahan perpustakaan dari ruang koleksi, dengan ruang baca dan koleksi berada dalam satu ruangan. Kelebihannya adalah pemustaka bisa langsung memilih buku dan meringankan kerja pengelola perpustakaan, bahkan memungkinkan peminjaman dan pengembalian mandiri melalui sistem otomasi. Sistem tertutup membatasi akses pemustaka ke ruang koleksi, sehingga pengambilan bahan perpustakaan dilakukan oleh pustakawan berdasarkan permintaan pemustaka yang telah mencari informasi melalui katalog. Kelebihannya adalah penataan buku lebih terjaga, namun kekurangannya adalah pekerjaan pengelola perpustakaan lebih kompleks dan memerlukan lebih banyak tenaga. Pemilihan sistem terbuka atau tertutup tidak mempengaruhi penilaian akreditasi.

Layanan Inti Perpustakaan: Teknis dan Pemustaka

Layanan inti perpustakaan terdiri dari layanan teknis dan layanan pemustaka. Layanan teknis berkaitan dengan penyiapan bahan perpustakaan, seperti pengadaan, inventarisasi, pelabelan, dan preservasi, yang bersifat administratif dan tidak bersentuhan langsung dengan pengunjung. Layanan pemustaka memberikan layanan langsung kepada pemustaka, seperti sirkulasi, referensi, dan bimbingan, yang bersentuhan langsung dengan pengunjung. Petugas layanan teknis sebaiknya memiliki karakter yang rutin dan teliti, sedangkan petugas layanan pemustaka sebaiknya memiliki karakter sebagai pelayan yang bisa menyesuaikan diri dengan berbagai karakter siswa.

Waktu Pelayanan Perpustakaan Sekolah

Waktu pelayanan perpustakaan sekolah umumnya menyesuaikan dengan jam operasional sekolah, namun standar minimal jam pelayanan yang diatur dalam peraturan Perpusnas Nomor 4 Tahun 2024 adalah 30 jam per minggu untuk SD/MI dan 35 jam per minggu untuk SMP/MTs dan SMA/SMK. Peraturan ini harus dituangkan dalam bentuk dokumen atau media publikasi yang disahkan oleh kepala perpustakaan. Jika jam pelayanan aktual kurang dari standar, perpustakaan bisa membuat dokumen pengesahan atau media publikasi sebagai bukti kepada asesor akreditasi.

Jenis-Jenis Layanan yang Harus Ada di Perpustakaan Sekolah

Jenis-jenis layanan yang harus ada di perpustakaan sekolah meliputi layanan baca di tempat, layanan sirkulasi (peminjaman dan pengembalian), layanan referensi (pemberian informasi dan bimbingan), dan layanan literasi informasi (mengajarkan cara mencari dan memanfaatkan informasi dengan tepat). Petugas perpustakaan harus memiliki wawasan yang luas agar bisa memberikan referensi yang dibutuhkan oleh pemustaka. Layanan literasi informasi penting untuk membimbing pengunjung agar tidak tersesat di tengah derasnya informasi digital.

Layanan Lain di Perpustakaan Sekolah

Layanan lain yang bisa disediakan di perpustakaan sekolah meliputi layanan bercerita (storytelling), layanan pemutaran film edukasi, layanan fotokopi (untuk koleksi referensi yang tidak boleh dipinjam keluar), dan layanan wajib kunjung (bekerja sama dengan wali kelas untuk menjadwalkan kunjungan rutin siswa ke perpustakaan). Layanan-layanan ini bertujuan untuk memperkenalkan koleksi perpustakaan dan mengajak pengunjung untuk memanfaatkan bahan perpustakaan.

Kerja Sama Perpustakaan

Kerja sama perpustakaan adalah kegiatan yang dilakukan oleh beberapa perpustakaan untuk mencapai tujuan bersama yang saling menguntungkan. Perpustakaan sekolah bisa bekerja sama dengan pihak internal (OSIS, dewan guru) maupun eksternal (perpustakaan sekolah lain, Dinas Perpustakaan Daerah) dalam rangka peningkatan layanan dan pengembangan perpustakaan. Kerja sama dibuktikan dengan adanya nota kesepahaman (MoU) atau perjanjian kerja sama dalam dokumen tertulis. Pihak-pihak yang bisa diajak bekerja sama antara lain Dinas Perpustakaan Daerah (pembinaan, pelatihan, penerapan otomasi, pengembangan media pendidikan), perpustakaan sekolah lain (silang layan, pengolahan, promosi, pengadaan), komite sekolah (dukungan dana), dan lembaga pendidikan/organisasi kepustakawanan (pelatihan, workshop).

Promosi Perpustakaan

Promosi perpustakaan adalah upaya untuk memperkenalkan perpustakaan sekolah kepada peserta didik dan tenaga kependidikan agar semua koleksi perpustakaan dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung proses belajar mengajar. Promosi bisa dilakukan melalui pengenalan perpustakaan saat MPLS, pembuatan pamflet/brosur, lomba-lomba berbasis pemanfaatan koleksi perpustakaan (resensi buku, review), pemberian apresiasi/penghargaan kepada siswa/guru yang aktif memanfaatkan perpustakaan, dan mengajak guru mata pelajaran untuk belajar di perpustakaan.

Sesi Tanya Jawab

Sesi tanya jawab membahas berbagai pertanyaan dari peserta, termasuk cara membagi segmen pembaca anak-anak dan dewasa di taman baca masyarakat, solusi untuk mengatasi CPU rusak saat menggunakan aplikasi otomasi perpustakaan (INDLine), cara mendapatkan sertifikat kepala perpustakaan gratis dari Perpustakaan Nasional RI, dan cara mengatasi siswa yang merasa tidak nyaman belajar di perpustakaan karena harus tenang.

Penutup

Acara ditutup dengan sesi dokumentasi dan closing statement dari Bapak Fajar, yang menekankan pentingnya layanan perpustakaan sekolah yang profesional dan terstandarisasi untuk mendukung pembelajaran di sekolah. Kenyamanan dan minat baca pengunjung tergantung pada pelayanan yang ada di perpustakaan.

Share

Summarize Anything ! Download Summ App

Download on the Apple Store
Get it on Google Play
© 2024 Summ