1:06 Ya. Baiklah, kepada Bapak dan Ibu peserta, kegiatan diklat nasional pada malam hari ini segera dimulai. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat malam, salam sejahtera untuk kita semua. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Yang terhormat Bapak Fajar Prastio selaku narasumber kita pada malam hari ini. Serta yang terhormat pula Bapak dan Ibu peserta diklat nasional pada malam hari ini yang berbahagia. Alhamdulillah, puji serta syukur marilah kita panjatkan karena berkat rahmat-Nya
1:51 pada malam hari ini kita masih bisa berkumpul di tap ruang Zoom meeting ini untuk kembali melanjutkan pembahasan materi pada pertemuan sebelumnya. Ya. Baiklah, Bapak dan Ibu peserta Diklat Nasional pada malam hari ini mengusung tema penguatan peran kepala perpustakaan dan pustakawan dalam optimalisasi sarana dan pelayanan sesuai SNP terkini menuju akreditasi unggul. Iya. Baiklah Bapak dan Ibu peserta sebelum kita beranjak pada kegiatan inti alangkah lebih baiknya apabila kita berdoa terlebih dahulu agar kegiatan pada malam hari ini bisa berjalan dengan lancar. Berdoa MTA agama dan kepercayaan masing-masing dipersilakan.
2:47 Berdoa dicukupkan. Iya. Ee baik Bapak dan Ibu peserta sebelumnya pada malam hari ini masih bersama saya Nanda selaku moderator yang akan memandu kegiatan pada malam hari ini. Selanjutnya silakan kepada Bapak dan Ibu peserta juga bisa untuk ikut berkenalan dengan menuliskan nama dan juga asal instansinya dari mana melalui kolom chat Zoom ataupun melalui live streaming YouTube Eguru TV. Untuk informasi tambahan kepada Bapak dan Ibu peserta yang mengalami kendala pada saat sesi materi berlangsung sehingga terpental dari ruang Zoom bisa untuk kembali bergabung melalui YouTube Eguru TV. Iya. Baik Bapak dan Ibu, untuk sesi selanjutnya yaitu sesi materi di mana sesi materi ini akan saya serahkan
3:32 langsung kepada narasumber yaitu untuk durasi penyampaian materi selama kurang lebih 60 menit dan kemudian akan dilanjut dengan sesi diskusi yang akan saya pandu selama kurang lebih 30 menit ya. Baik, langsung saja untuk sesi materi saya serahkan kepada Bapak Fajar. Kepada Bapak Fajar waktu dan layar dipersilakan. Oke, terima kasih Kak Nanda. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita semua. Selamat malam Bapak Ibu peserta ee Diklat Perpustakaan pada malam hari ini, Bapak, Ibu guru, Bapak, Ibu pengelola perpustakaan, atau mungkin ee rekan-rekan mahasiswa yang bergabung pada malam hari ini ya.
4:20 Ee kita sambung lagi untuk materi kemarin. Sebenarnya terbalik ya, kemarin itu harusnya layanan dulu baru sarpras. Tapi enggak apa-apa ee karena kan keduanya juga saling berhubungan ya, Bapak, Ibu ya. Hari ini kita masuk ke bab layanan perpustakaan sekolah. Nah, layanan itu adalah salah satu poin tertinggi ya, Bapak, Ibu, di dalam penilaian atau akreditasi perpustakaan. Ee karena kan perpustakaan itu sifatnya adalah memberikan layanan ya, Bapak, Ibu, ya. Jadi, ee bagian atau bab layanan itu mendapatkan scoring termasuk yang tertinggi untuk diakreditasi.
5:05 Ee pada malam hari ini ee kita akan mengupas tentang layanan-layanan apa atau jenis-jenis layanan yang ada di perpustakaan sekolah. Siapa tahu memang sudah diterapkan di perpustakaan Bapak, Ibu atau mungkin ada yang baru tahu, oh ternyata di perpustaka sekolah itu ada layanan seperti ini ya. atau nanti ee mungkin rekan-rekan mahasiswa di ilmu perpustakaan yang mengikuti malam hari ini bisa mengerti sedikit banyak ee tentang mungkin ada beberapa yang terlewat di ee mata kuliahnya. Jadi bisa dianggap pertemuan malam hari ini bisa setara 4 SKS ya, Bapak Ibu. dari beberapa layanan perpustakaan ee mungkin ada yang kurang familiar lah di
5:52 perpustakaan yang Bapak Ibu ee jalankan. Nah, pada malam hari ini ee kita coba kupas nih mulai yang paling kecil mulai paling mendasar sampai yang nanti ee bagian-bagian yang lebih berat. Oke, ee izin saya share screen. Oke. Layanan perpustakaan sekolah berdasarkan SNP kekinian. Ini layanan-layanan ini yang diatur di regulasi yang diterbitkan oleh lembaga pemerintah yang terbaru di tahun 2024 ya, Bapak, Ibu ya. Jadi kita basisnya ambil dari regulasi yang berlaku. Jadi
6:40 biar perpustakaan kita itu up to date sesuai dengan regulasi Bapak Ibu. Jadi mungkin ee karena kan perpustakaan juga harus mengikuti perkembangan ya. Entah itu ee update koleksinya atau update sarana prasarana, update layannya seperti apa sesuai regulasi yang distandarkan oleh pemerintah. Ini beberapa landasan hukum yang kita jadikan sebagai acuan untuk penyelenggaraan layanan di perpustakaan sekolah. Nanti Bapak Ibu mungkin bisa melihat sendiri ya di sini ee poin-poinnya poin apa aja yang diperbarui kebanyakan ada di peraturan Perpusnas Nomor nomor 4 tahun 2024. Jus di situ banyak sekali perubahan-perubahan.
7:27 Memang secara garis besar masih sama, cuma ada beberapa poin-poin yang diperbarui menyesuaikan dengan ee kondisi saat ini ya Bapak Ibu. Nanti bisa dilihat sendiri di JDIH. poin-poin apa aja yang menjadi titik berat ee di dalam layanan perpustakaan. Sebagai pendahuluan ee perpustakaan sekolah itu hadir sebagai pusat sumber belajar yang strategis dalam mengembangkan potensi jasmani dan rohani peserta didik khususnya melalui peningkatan literasi, kreativitas dan pembudayaan kegemaran membaca. Perpustakaan diselenggarakan secara terintegrasi dengan proses pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Layanan ini berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan pemustaka
8:13 secara adaptif guna membangun kemampuan intelektual siswa yang BL. Jadi di sini disebutkan ya jelas ya ee perpustakaan itu ee berjalan beriringan dengan ee kurikulum yang berlaku di sini pada intinya dan ee menyesuaikan dengan pergabangan teknologi informasi Bapak Ibu. Jadi pelayanan yang ada di perpustakaan pun saat ini ee baik di perpustakaan umum, perpustakaan sekolah, atau perpustakaan jenis lainnya itu juga ee menyesuaikan dengan perkembangan teknologi. Tujuannya apa? Tujuannya adalah untuk peningkatan layanan Bapak, Ibu. Entah itu kecepatan atau ketepatan pelayanan seperti apa. Terus kemudian proses penemuan informasi kembali itu juga menjadi titik
9:02 ee titik berat di sebagai di layanan perpustakaan. Karena perpustakaan adalah berorientasi kepada layanan Bapak, Ibu ya. Di sini kita tekankan perpustakaan adalah orientasi layanan. tadi bukan sebuah organisasi yang berorientasi pada profit. Jadi kita bisa konsen penuh di pemberian layanan. Tapi layanan itu juga perlu dukungan dari pihak-pihak terkait. Apagi di perpustakaan sekolah ee sekolah satu dengan yang lain memiliki ee kekuatan atau kemampuan yang berbeda. Oleh karena itu, ada beberapa kerja sama-kerja sama yang perlu kita ee laksanakan. Kolaborasi dengan ee pihak internal sekolah atau mungkin dari pihak eksternal atau mungkin dari komite seperti itu, Bapak, Ibu ya. Tujuannya
9:48 adalah untuk pengoptimalan layanan di perpustakaan. Nah, ini ee perpustakaan itu memiliki dua sistem layanan. Mungkin Bapak Ibu guru yang mengelola perpustakaan baru tahu ya. Ternyata sistemnya itu perpustakaan. Yang pertama ada sistem terbuka dan sistem tertutup. Perbedaannya bisa kita lihat nih di sini. Ee sistem terbuka memberikan kebebasan kepada pemustaka untuk memilih dan mengambil sendiri bahan perpustakaan yang diinginkan dari ruang koleksi. Ruang baca dan ruang koleksi tidak ada pemisah sehingga pengunjung leluasa
10:33 mengambil koleksi atau buku yang diperlukan dan membaca di ruang tersebut. Ruang baca dan tempat koleksi berada dalam satu ruangan yang sama. Nah, ini pada umumnya adalah ee sistem pelayanan terbuka itu yang ada di ee perpustakaan-perpustakaan saat ini ya, Bapak, Ibu ya. Kebanyakan di sekolah menggunakan sistem terbuka. Jadi, ee pemustaka itu bisa memilih secara langsung, bisa langsung menuju ke rak koleksi. Jadi, bisa tahu ee koleksi-koleksi ini di mana saja. Ee sistem terbuka memiliki beberapa ee kelebihan maupun kekurangan. Kelebihnya kelebihannya adalah itu tadi pemustaka bisa langsung memilih sendiri bukunya ee bisa mengetahui secara langsung dan itu
11:21 ee sedikit meringankan atau ee kerja dari pengelola perpustakaan tidak terlalu kompleks. Jadi bisa memilih sendiri atau bahkan ada perpustakaan yang sudah menerapkan ee sistem otomasi penuh itu si pemustaka bisa melakukan peminjaman sendiri secara mandiri, pengembalian secara mandiri tanpa melalui ee petugas yang ada di perpustakaan, yaitu menggunakan sistem otomasi perpustakaan. Bahkan ada yang seperti itu ee karena di sistem otomasi perpustakaan ada yang ada fitur tersebut ya Bapak, Ibu ya. Bahkan untuk pendaftaran sebagai anggota bisa melakukan secara mandiri Bapak Ibu. Jadi itu kelebihannya itu adalah kita
12:08 sebagai pengelola itu effortnya tidak terlalu kompleks. Ee bisa dikatakan sistem terbuka itu adalah si pemustaka swalayan atau ee bisa dikatakan seperti prasmanan lah. Bisa memilih sendiri, melihat sendiri secara leluasa seperti itu. Kemudian yang kedua adalah sistem tertutup. Ee layanan ini jenis pemustaka tidak boleh masuk ke dalam ruang koleksi. sehingga pengambilan bahan perpustakaan dilakukan oleh pustakawan. Nah, karena itu pemustaka harus mengetahui dahulu secara jelas nama pengarang, judul buku ee atau koleksi yang dibutuhkan sebelum mengajukan permintaan kepada petugas layanan. Kita bisa lihat di sini Bapak Ibu ya, untuk sistem tertutup memang tidak mungkin ee cuma ee kecil sekali ya
12:57 yang menggunakan sistem tertutup di perpustakaan sekolah. Jadi di sini pemustaka itu tidak bisa ee memilih secara langsung atau menyentuh buku secara langsung di rak koleksi. Nah, ee dan untuk ee untuk layanan tertutup ini ee pemustaka diharapkan benar-benar memanfaatkan sistem temu kembali yang ada di perpustakaan. Entah itu menggunakan katalog ee kartu atau menggunakan katalog digital. di sebelum meminjam buku atau sebelum membaca buku di ataupun membaca buku di ruangan ee baca itu si pemustaka harus mencari dulu di katalog atau di daftar buku.
13:44 Jadi kita bisa melihat dulu ee buku ini apakah tersedia melalui kartu katalog, kemudian judulnya apa, ee pengarangnya siapa. Setelah itu ee dari katalog tersebut kita serahkan ke petugas baru petugas mencarikan buku yang diinginkan oleh si pemustaka. Atau jika perpustakaan ini ee melakukan layanan tertutup biasanya itu ada ee satu tempat khusus atau seperti ee display khusus daftar buku yang tersedia. Jadi bisa melihat di situ bisa memanfaatkan daftar tersebut atau memanfaatkan katalog yang disediakan oleh perpustakaan. Nah, ee untuk kelebihannya memang ee untuk penataan
14:29 buku itu lebih terjaga ya, Bapak, Ibu ya. Karena untuk akses ke ruang koleksi itu adalah yang melakukan pengelola perpustakaan atau pustakawan. Jadi ee seperti buku berserakan atau tidak teratur di rak itu kemungkinannya sangat kecil karena kan kita sendiri ya yang menyentuh secara langsung, kita yang mengembalikan langsung ke ke rak koleksi. Jadi ee lebih rapi. Tidak mungkinlah nanti ee buku ini di klasifikasi fiksi akan tertukar di klasifikasi agama kan tidak mungkin. Karena kan kita sendiri yang menata, kita sendiri yang bisa mengakses. Jadi pemustaka tidak mempunyai akses. Sini gambarnya kan tertutup ya. Jadi ini si pemustaka mencari di katalog. Kemudian
15:15 katalog diserahkan ke petugas. Petugas baru mencarikan di ruang koleksi yang di belakangnya ini. Jadi tertutup. Nah, untuk kekurangannya apa? Kekurangannya ini di sini si pengelola perpustakaan akan ee mempunyai effort lebih atau pekerjaannya lebih kompleks, ya. Ee kekurangan lain juga untuk sistem tertutup ini perpustakaan memerlukan lebih banyak pengelola karena untuk akses untuk semua kegiatan ee pemustaka itu terpusat kepada si pengelola perpustakaan mulai peminjaman, pencarian ee atau yang lain itu terpusat di pengelola perpustakaan dan bahan pustaka yang bisa diakses secara langsung oleh
16:02 pemustaka itu mungkin mungkin hanya terbitan berseri seperti koran atau majalah itu bisa diakses secara langsung ya Bapak Ibu ya. Berbeda dengan ee sistem layanan terbuka. Jadi semua koleksi bisa diakses secara langsung Bapak Ibu. Seperti itu ya. Jadi kita tahu nih perbedaan ee layanan terbuka dan tertutup. Ee kalau Bapak Ibu mau menggunakan sistem yang mana terbuka atau tertutup, bagaimana perbedaan nilainya? sama aja tidak ada masalah Bapak Ibu mau menggunakan yang terbuka atau tertutup tidak masalah itu sama-sama sistem yang apa namanya ee terstandar dari Perpusnas seperti itu. Dulu waktu saya SMP itu kalau tidak salah seingat saya perpustakaan sekolah
16:49 ee saya dulu itu di SMP menggunakan sistem tertutup. Jadi kalau kita meminjam, kita membawa kartu peminjam ya, kartu peminjaman kita menulis dulu di ee daftar buku yang tersedia. Ee istirahat pertama kita serahkan ke petugas, nanti istirahat kedua buku sudah disiapkan petugas. Petugas tinggal kita mengambil di meja sirkulasi seperti itu, Bapak, Ibu. Jadi kelebihannya itu koleksi lebih terjaga kondisinya ee penataannya di rak lebih terjaga tapi ya kekurangannya memang kerja dari petugas lebih banyak karena semua terpusat kegiatan di tugas seperti itu ya. Ya, Bapak Ibu ya. Jadi bisa membedakan ya
17:37 menggunakan sistem terbuka atau menggunakan sistem tertutup. Tinggal nanti Bapak Ibu lebih nyaman yang mana menggunakan sistem terbuka ee lebih fleksibel tapi resikonya yaitu mungkin diak buku jadi tidak beraturan karena kan semua akses langsung tersentuh oleh siswa atau menggunakan sistem tertutup ee buku dikoleksi lebih ee lebih terjaga tapi kerja pengelola lebih lebih kompleks seperti itu Bapak Ibu. Dan ada dan berikutnya adalah di kegiatan layanan ee inti ya ini ya termasuk layanan inti di perpustakaan. Ee pada dasarnya kan memang perpustakaan itu adalah menghimpun ee koleksi yang akan dilayankan kepada pemustaka. Yang
18:23 pertama adalah layanan teknis. Layanan teknis merupakan pelayanan yang berkaitan dengan penyiapan yaitu pengadaan atau pengolahan bahan perpustakaan untuk keperluan pelayanan perpustakaan. Kegiatan ini ber ee bermaksud dari tugas ee tanggung jawab petugas layanan teknis yang bersifat administratif. Layanan teknis ini terdiri dari apa aja ya, Bapak, Ibu? Ya, layanan teknis ini terdiri dari awal kita pengadaan buku ee seperti kita melakukan pengadaan bahan pustaka, pengajuan, kemudian ee survei bahan pustaka, kemudian setelah buku datang kita inventarisasi seperti penomoran, pelabelan, memberikan stempel,
19:10 ee saving di rak buku atau mungkin kegiatan preservasi seperti perbaikan penjilitan itu masuk ke dalam layanan teknis. Jadi adalah layanan yang bersifat administratif atau layanan yang tidak bersentuhan langsung dengan pengunjung. Nah, itulah kemarin kenapa saya mengutarakan di minimal di perpustakaan sekolah itu ada petugas teknis, layanan perpustaka dan IT. Salah satunya ini tugasnya di sini. Layanan teknis adalah tugas tanggung jawab dari petugas teknis yang bersifat administratif, tidak bersentuhan langsung dengan pemustaka. Seperti ini ya gambarnya Bapak, Ibu ya. Ini kan si Bapak ini sedang menginput
19:56 buku di sistem. Kemudian si Ibu ini sedang menempel ee barcode. Nah, ini adalah layanan teknis. Jadi sebelum mulai buku itu diadakan sampai ee kemudian buku itu belum siap dilayankan sampai buku itu siap dilayankan adalah masuk ke dalam layanan teknis yang bertanggung jawab adalah petugas layanan teknis seperti ini ya. Ini sebagai ilustrasinya. Kemudian yang kedua adalah layanan pemustaka. Kegiatan yang memberikan layanan kepada pemustaka seperti sirkulasi ee referensi layanan pembaca. ee kegiatan ini dari ee adalah tanggung jawab dari petugas lain pemustaka yang bersentuhan langsung dengan pengunjung. Nah, ini kebalikannya dari layanan
20:42 teknis seperti ini ya. Kita ambil ilustrasi di sini. Ini si ibu sedang melakukan sirkulasi peminjaman buku dari siswa. Kemudian ini si Bapak ee sedang melayani siswa untuk ee mencari atau menemukan kembali koleksi menggunakan katalog kartu ini. Jadi sifatnya adalah kita sebagai petugas itu langsung bertemu dengan siswa, langsung melayani apa yang dibutuhkan siswa. ee seperti layanan referensi mungkin kan ee si pengunjung ini memerlukan informasi ya yang digunakan sebagai penunjang tugas ee sekolah, mencari ke perpustakaan,
21:27 membutuhkan referensi apa yang dibutuhkan ee lebih cepat bisa meminta bimbingan dari ee petugas layanan pemustaka. Entah itu nanti dicarikan menggunakan buku-buku referensi seperti ensiklopedi atau kamus atau atlas atau menggunakan referensi-referensi yang lainnya. Jadi intinya adalah layanan ini layanan yang langsung ee melayani apa sih kebutuhan pengunjung ee di perpustakaan dan ee untuk karakteristik petugas keduanya juga memiliki perbedaan ya. Untuk karakteristik di layanan teknis mungkin lebih berkarakter petugas yang ee
22:12 rutin lah. Dia rutin bekerja, dia yang lebih ee terampil ee lebih apa namanya itu lebih rajin, tidak mudah jenuh karena kan bersifat dengan teknis. Kemudian untuk petugas di lan ppustaka itu e mungkin lebih berkarakter sebagai pelayan. Jadi bisa mengetahui ee siswa ini karakternya seperti apa. Kita bisa ee menyesuaikan karena langsung bersentuhan dengan ee pengunjung perpustakaan seperti itu ya. Tapi kalau apakah petugas layanan teknis boleh melakukan ee layanan perpustaka tentu tidak masalah Bapak Ibu ya. Apalagi di perpustakaan sekolah ee sebagian besar tenaganya masih sangat terbatas atau bahkan malah hanya satu
22:59 atau dua petugas merangkap ya layanan teknis, layanan perpustaka juga atau bahkan juga merangkap sebagai kepala perpustakaan apakah boleh tidak masalah ya Bapak Ibu ya. Intinya adalah perpustakaan memberikan layanan yang terbaik untuk ee pengunjung perpustakaan. Seperti itu Bapak Ibu. Kemudian di waktu pelayanan umumnya layanan perpustakaan sekolah itu menyesuaikan dengan jam operasional sekolah ya sebagian besar seperti itu. Tetapi ee untuk ee gol-nya atau muaranya ke akreditasi jamen perpustakaan sekolah itu ada memiliki standar tersendiri ya dan itu diatur di peraturan perpus4 tahun 2024. Yang pertama untuk sekolah dasar atau MI menyediakan waktu pelayanan paling
23:46 sedikit 30 jam per minggu. Untuk jenjang SMP atau MTs adalah menyediakan waktu pelayanan paling sedikit 35 jam per minggu. Dan yang sama untuk di jejang SMA, SMK ee paling sedikit adalah 35 jam per minggu. Nah, dan peraturan itu dituangkan dalam bentuk dokumen Bapak Ibu. dalam bentuk dokumen atau media publikasi. Jadi didokumenkan ee dengan mengetahui kepala perpustakaan atau disahkan kepala perpustakaan atau dibuatkan media publikasi seperti ini. Ini saya buatkan ilustrasi. Dibuatkan ee seperti banner yang ditempel atau dipajang di ruang. Ee dan bagaimana nih kalau ternyata jam
24:35 kita secara aktual itu ee kurang dari 30 jam untuk SD atau kurang dari ini ya? Karena kan menyesuaikan jam operasional sekolah tidak mungkin ya mungkin sekolah sudah tutup perpustakaan buka. Nah, itu kan juga ee bertolak belakang kan nanti. Nah, oleh karena itu kenapa perlu dibuatkan yang namanya dokumen? Jadi, didokumenkan bukan hanya kita ee memberikan sosialisasi kita buka 30 jam nih, Pak, per minggu kepada asesor. Seperti itu. Kita menyajikan ee argumen kita sudah sesuai, Pak. Sesuai standar kita 35 jam per minggu kepada asesor. Nah, buktinya mana? Seperti itu kan. Jadi ini buktinya kita memiliki media
25:21 publikasi seperti ini. Nah, seperti ini banner yang dipajang di ruangan. Kemudian kita juga memiliki ee dokumen pengesahan yang disahkan oleh kepala perpustakaan yang menyatakan bahwa ee kita perpustakaan kita sudah ee memiliki paling sedikit jam layan jam layanan tersebut. Untuk SD 30 jam, SMP dan SMA 35 jam. Jadi ada dokumen atau bukti fisik yang kita sajikan kepada ee asesor nanti. Walaupun memang secara praktiknya kurang dari jam-jam tersebut, tapi kan kita sudah memiliki dokumen otentik ya seperti itu Bapak, Ibu. Jadi untuk jam layanan masih sedikit bisa kita ee siasatilah yaitu dengan media publikasi atau
26:08 dokumen yang disahkan oleh kepala perpustakaan. Seperti itu, Bapak, Ibu. Kemudian untuk jenis-jenis layanan yang ada di perpustakaan sekolah minimal ee nanti di borangnya juga ada kalau tidak salah ada 6 sampai ee 7 atau delan ya saya lupa untuk mencapai nilai optimal tapi minimal ada empat ini layanan yang disediakan di perpustakaan. Jika kita sudah memenuhi layanan ini, kita sudah mendapatkan poin C nanti. Nah, yang pertama adalah layanan baca di tempat. Ini tentunya wajib ada ya, Bapak, Ibu ya, layanan perpustakaan kepada para pemustaka dengan menyediakan ruang khusus untuk membaca atau belajar
26:55 yang dilengkapi dengan meja atau kursi baca. Nah, ini pasti layanan utama. Perpustakaan kalau tidak ada ruang baca tentu bukanlah perpustakaan ya. itu adalah sebuah gudang ya. Nah, ini wajib ada di sini. Ee tentu kalau kita buatkan dokumennya juga lebih baik. Jadi katakan kita mempunyai enam layanan. Kita dokumenkan nanti layanan kita apa aja di situ dengan mengetahui kepala perpustakaan. Kemudian tentunya adalah layanan sirkulasi. Layanan ini adalah kegiatan peminjaman pengembalian bahan pustaka Bapak Ibu. Entah nanti bisa ee layanan layanannya e sirkulasi secara mandiri atau secara terpusat di petugas
27:42 ee kita wajib memiliki layanan sirkulasi. Kemudian layanan referensi adalah jenis layanan perpustakaan berupa pemberian informasi, bimbingan dan pengajaran baik bersifat personal maupun kelompok untuk memenuhi kebutuhan informasi pemustaka atau penggunaan sumber informasi tertentu. Ini adalah layanan referensi atau layanan rujukan. Jadi mungkin ee si pengunjung mencari informasi tidak ketemu ya. itu langsung meminta ee bantuan kepada ee petugas yaitu petugas layanan pemustaka untuk mencari informasi nanti. Nah, inilah di sini petugas pentingnya ya ee memiliki wawasan yang luas. Jadi bisa memberikan referensi-referensi yang dibutuhkan oleh
28:28 pemustaka dan pengunjung pun itu bahkan siswa kita tidak jarang yang meminta ee referensi secara personal tanpa ee dia mencari ee buku atau sumber rujukan yang ada di perpustakaan. Ee maunya kan lebih cepat ya langsung tanya ke petugas, "Pak, saya untuk mencari ini gimana, Pak?" ee seperti mungkin ee planet ini namanya apa tak lah. Itu kan di situ petugas harus memiliki wawasan yang lebih ya. Jadi apa yang dicari atau yang dibutuhkan informasi oleh pemustaka ee kita sebagai petugas sudah siap. Jadi itulah pentingnya ee petugas perpustakaan atau pengolah perpustakaan itu bukan hanya menjalankan fungsi
29:14 administratif, tapi memiliki ee pengetahuan-pengetahuan atau ilmu-ilmu yang diperlukan oleh pustaka. Kemudian ee berikutnya adalah layanan literasi informasi. Layanan diberikan perpustakaan di tengah derasnya informasi. Mengajarkan pemustaka bagaimana mencari informasi, memanfaatkannya dengan tepat dan sumber yang ee relevan atau bertanggung jawab. di sini ya. Di sini kan ee apa namanya? Di tengah derasnya seperti sosial media itu kan informasi banyak sekali yang berseliwuran ya. Ee informasi-informasi itu sumbernya belum tentu ee ee apa namanya berkompeten atau ee relevan dengan keadaan yang sebenarnya. Nah,
30:01 itulah fungsinya dari petugas pengelola perpustakaan bisa membimbing pengunjung kita bukan hanya bisa menggunakan sosial media seperti TikTok, menggunakan Instagram seperti apa Facebook, tapi kita juga bisa ee memberikan ee edukasi kepada pemustaka seperti mencari di internet itu informasi carinya seperti apa sih baiknya atau AI nih AI kan yang lagi ee kencang-kencangnya nya ee bukan hanya menggunakan seperti chat GPT hanya untuk bertanya atau mencari referensi di chat GPT. Nah, tentu kan itu tidak bisa dipertanggungjawabkan ya Bapak, Ibu ya. Ee kita juga harus mengajarkan AI ini ee
30:46 cara penggunaannya seperti apa, dimanfaatkan seperti apa. Seperti ini saya kan menggunakan ee ini ya, ilustrasi-ilustrasi ini menggunakan AI ya. Jadi kita bisa mengedukasi siswa kita. AI bukan hanya untuk iseng-iseng, hanya untuk ee mencari contekan, mencari jawaban, bukan ya. Tapi bisa kita manfaatkan untuk e media-media pembelajaran yang lain seperti ini. Ini ilustrasi saya menggunakan AI 100% Bapak, Ibu. Karena kan mencari template ee seperti ini kan kita susah ya. Tinggal kita kalau menggunakan kita menggunakan prom kita masukkan kita membuat ee gambar yang kita inginkan. Jadi kita seperti itu ya, mengedukasi ke siswa kita agar tidak tersesat di tengah
31:32 ee derasnya informasi digital saat ini. Nah, ini adalah layanan yang lain. Layanan lain itu di luar layanan inti ya, Bapak, Ibu ya. Nanti di akreditasi juga ada untuk ee poin-poin ini yang masuk ke dalam penilaian. Yang pertama mungkin ada layanan bercerita atau storytelling. Layanan ini bertujuan memperkenalkan koleksi perpustakaan dengan menjadikan berita atau cerita sumber-sumber diambil dari buku-buku tersia di perpustakaan. Jadi, kita secara tidak langsung mengajak pengunjung kita untuk memanfaatkan ee bahan perpustakaan kita. mungkin ee bisa dijadwalkan ya, terutama
32:19 di ee jenjang sekolah dasar itu anak-anak usia SD itu masih senang mendengarkan cerita daripada membaca. Mungkin ee untuk usia kelas 1 sampai ee kelas 3 itu membacanya kan ada yang mungkin masih belum lancar. Nah, kita di di sini bisa ya menggunakan layanan cerita dan menggunakan bahan yang ada di perpustakaan. Selain itu kan kalau anak-anak mendengarkan cerita dia kan antusias ya. Jadi dia dan nanti senang nih berkunjung di perpustakaan ketemu sama ee petugasnya nanti diberikan cerita. Nah, besok cerita apaagi? Mungkin hari ini cerita dari ee cerita rakyat, besok cerita ee nabi atau apa kan mereka jadi
33:06 tertarik ya ke perpustakaan. Apalagi ee si pengelola perpustakaan itu memiliki skill ya yang bisa membawakan cerita dengan menjiwai. Jadi membuat si anak-anak ini tertarik seperti itu, Bapak Ibu. Kemudian layanan pemutaran film edukasi ini layanan berupa menonton ee film-film ilmu pengetahuan atau berkaitan dengan bidang studi maupun film-film dokumenter. Nah, ini juga salah satu ee ee teknik promosi ya yang bisa digunakan di perpustakaan. Jadi ke perpustakaan pengunjung bukan hanya ketemu buku, bukan hanya membaca, bukan hanya berdiskusi, tapi ee mungkin kita bisa jadwalkan entah sebulan sekali atau ee
33:54 sebulan dua kali kita menyediakan ee pemutaran film. Jadi ee dia kan sudah jenuh ya di kelas belajar ke perpustakaan, ternyata ada pemutaran film. Nah, itu jika tertarik nanti kita buatkan gantian. Ee setiap kelas kita buatkan jadwal untuk menonton film tentunya film-film yang ee mendukung pembelajaran ya Bapak Ibu ya. Bukan harus film yang tentang ee ilmu pengetahuan bukan tapi mungkin film-film yang menarik yang ee bersifat edukatif. ee filmnya boleh berupa film mungkin film animasi tapi tetap kita sesuaikan film itu tidak mengandung seperti unsur unsur pornografi, SARA atau yang lain seperti itu Bapak Ibu ya.
34:39 Kemudian layanan fotokopi. Nah, fotokopi ini berfungsi untuk koleksi referensi yang tidak boleh dipinjam keluar. Jadi pengunjung tetap dapat memanfaatkan ee koleksi tersebut tanpa membawa keluar dari perpustakaan. beberapa buku referensi seperti ensiklopedi ee kamus, terus ee undang-undang seperti itu kan ee tidak boleh dipinjam ya, Bapak, Ibu ya. Karena kan memang ee selain harganya mahal itu juga ee koleksi yang ee langka. Mungkin cuma satu judul cuma kita memiliki satu eksemplar. Nah, kalau si pengunjung atau siswa kita mau mengerjakan tugas nih dan ternyata ada di dalam buku referensi
35:25 tersebut atau buku ensiklopedi atau entah kampus ee kan tidak boleh dipinjam keluar. Salah satu solusinya adalah difotokopi. Jadi halaman tersebut mungkin yang memuat informasi yang dibutuhkan silakan difotokopi bisa dibawa pulang. Jadi tetap buku aslinya tetap di perpustakaan, tapi halaman yang tersebut yang dibutuhkan bisa difotokopy dan bisa dibawa keluar ke perpustakaan. Itu ada poinnya ya, Bapak, Ibu ya. Atau berikutnya layanan wajib kunjung. Waktu kegiatan perpustakaan yang disediakan bagi siswa untuk mengintensifkan penggunaan perpustakaan dengan tujuan belajar memperoleh informasi, kesenangan, dan rekasi ini kita bisa bekerja sama dengan wali kelas ya. dibuatkan ee jadwal wajib kunjung setiap
36:12 kelas mungkin 1 bulan sekali ee kalau mungkin rombelnya banyak ya. Jadi benar-benar bisa memanfaatkan perpustakaan. Jadi entah nanti di perpustakaan mungkin ee si guru pembimbingnya memberikan ee bimbingan yang yang lain tidak masalah. Tapi yang pastikan ee perpustakaan ini minimal atau ruangnya bisa dimanfaatkan oleh siswa secara optimal. Bapak, Ibu, jika kita mewajibkan kan secara tidak langsung kita ee memaksa untuk datang. Nah, ee diharapkan dengan memaksa tersebut siswa bisa terbiasa untuk berkunjung ke perpustakaan. Seperti itu, Bapak Ibu. Yang berikutnya adalah ee kerja sama
37:00 perpustakaan. Nah, kerja sama perpustakaan itu adalah kegiatan yang dilakukan oleh beberapa perpustakaan untuk mencapai tujuan bersama yang saling menguntungkan. Perpustakaan sekolah melakukan kerja sama dengan pihak lain baik internal maupun eksternal dalam rangka peningkatan layanan dan pengembangan perpustakaan. Kerja sama perpustakaan dibuktikan dengan adanya nota kesepahaman atau memory of understanding MOU atau perjanjian kerja sama dalam dokumen tertulis. perpustakaan itu bisa ya Bapak, Ibu ya, bekerja sama dengan pihak lain ya, mungkin dengan perpustakaan sekolah lain ee bekerja sama dengan apa namanya OSIS
37:45 mungkin juga bisa kan lembaga internal ya ee bekerja sama dengan ee perpustakaan daerah itu bisa. Tujuannya apa? Ya tujuannya adalah agar memperkaya khanah layanan di perpustakaan. Nah, pihak-pihak mana nih yang bisa kita ajak nih bekerja sama dengan perpustakaan kita? Yang pasti kerja sama itu bersifat saling menguntungkan, Bapak, Ibu ya. Tidak boleh menguntangkan menguntungkan salah satu pihak. Dan buktinya apa? Buktinya kita buatkan ee sebuah MoU. Moa rangkap. Jadi yang satu di bawah perpustakaan kita, yang satu adalah di bawah ee pihak yang kita ajak ee sebagai
38:31 kerja sama. Seperti ini saya buatkan ilustrasinya ini. Ini si Bapak ini ee mungkin ee melakukan kerja sama dengan perpustakaan lain dan ini sudah dibuatkan MOU-nya. Mo-nya seperti apa? Itu ee sesuai ya. Nanti Bapak Ibu mau membuat perjanjiannya seperti apa terserah nanti dituangkan di MOU ini. Nah, MOU ini jika bekerja sama dengan pihak eksternal atau pihak luar itu yang ee mengesahkan dari kepala sekolah ya Bapak, Ibu ya, bukan kepala perpustakaan ya. karena kan mewakili lembaga induk kita kalau mungkin bekerja sama dengan internal seperti ee OSIS atau dewan guru itu bisa
39:17 dari ee mengetahui dari kepala perpustakaan dan ini ada ya nanti kerja sama perpustakaan itu di poin akreditasi ada itu ada poin tersendiri kan untuk mencapai nilai optimal itu kalau tidak salah memiliki ee tiga atau empat kerja kerja sama perpustakaan baik itu dari pihak internal atau eksternal Bapak Ibu untuk di ee akreditasi kalau saya tidak salah ya tiga atau empat ya itu untuk poin optimalnya. Nah, ini pihak mana saja yang dapat diajak bekerja sama? Yang pertama dari Dinas Perpustakaan Daerah. Ee kerja sama-kerja samamanya ee berupa pembinaan
40:04 pengelolaan perpustakaan. Yang pertama, jadi kita meminta ee pembinaan langsung dari Dinas Perpustakaan Daerah mulai dari pengelolaan ee kemudian pembinaan teknis seperti itu Bapak Ibu ya atau mungkin ee silang layan itu bisa atau bahkan bisa meminta bantuan koleksi tapi itu mungkin tidak semua ya bisa ya karena kan ee Dinas Perpustakaan Sekolah dengan ee ee sekolah itu adalah lintas kedinasan. Itu mungkin ee sedikit lebih ee sulit. Tapi kalau untuk apa namanya silang layan itu bisa jadi Perpustakaan daerah meminjamkan beberapa
40:50 eksemplar ee buku untuk di jadikan koleksi di perpustakaan sekolah kita dalam jangka waktu tertentu. Mungkin 6 bulan akan ditarik akan diganti dengan ee buku lain seperti itu mungkin bisa. Kemudian berikutnya adalah pelatihan tenaga perpustakaan. Sebagai ee pengelola perpustakaan kan kita membutuhkan namanya kompetensi keterampilan dan ee lain sebagainya ya. Dan dan ee Dinas Perpustakaan Daerah adalah ee pihak terdekat atau dinas terdekat yang memiliki kompetensi untuk melakukan pelatihan tenaga perpustakaan. Bapak Ibu selain mungkin selain dari dinas bisa ya, seperti dikeklat-diklat pada malam hari ini juga akan menambah ee
41:37 kompetensi Bapak Ibu ya seperti itu. Jadi untuk pelatihan tenaga entah nanti itu seperti pengelolaan, pengadaan atau ee ee pelatihan teknis lainnya bisa meminta dari Dinas Perpustakaan Daerah. Tentu ee saya rasa pasti mereka akan welcome ya. Karena kan ee Dinas Perpustakaan Daerah itu sebagai pembina utama perpustakaan-perpustakaan di bawahnya. Termasuk perpustakaan sekolah itu di bawah binaan dari ee perpustakaan daerah. Kemudian penerapan otomasi perpustakaan. Ee tentu untuk penapan ee otomasi minimal kita memerlukan yang namanya perangkat lunak ya, Bapak, Ibu. Bisa kita konsultasikan ee ke dinas
42:23 perpustakaan perangkat lunak apa sih yang terbaik digunakan di perpustakaan sekolah mulai nanti ee pengadaannya seperti apa, terus kemudian pelatihan penggunaan otomasi seperti apa, itu yang paling kompeten adalah dari Dinas Perpustakaan Daerah. mereka memiliki ee juklis-juklisnya di situ. Kemudian pengembangan media pendidikan dan program pendidikan pemustaka, kunjungan rombel ke perpustakaan umum. Nah, ini ee kebetulan di sini di kabupaten saya di sini perpustakaan daerah itu melakukan kerja sama kepada perpustakaan-perpustakaan ee sekolah di kabupaten. Jadi diundang ya ee siswa-siswa dari sekolah diberikan ee surat edaran untuk
43:09 dapat melakukan kunjungan ke perpustakaan umum. Jadi biar tahu perpustakaan umum di daerahnya seperti apa. Selain itu untuk memasyaratkan memasyaratkan minat baca ya Bapak Ibu. Jadi bisa kita secara periodik mungkin membawa 30 ee siswa kita untuk berkunjung di perpustakaan daerah. Tapi tentunya juga dengan ee kita pemberitahuan dahulu ke ee Dinas Perpustakaan Daerah ya, Bapak, Ibu. Kemudian kerja sama dengan memanfaatkan perpustakaan keliling. Kita meminta dari perpustakaan daerah untuk melakukan perpustakaan keliling. Jadi bukan sebaliknya tadi kita kan membawa siswa ke perpustakaan daerah. Nah, ini perpustakaan daerah yang mengunjungi kita dengan membawa mobil perpustakaan
43:56 filing. Jadi ee koleksi-koleksi di perpustakaan daerah dibawa ke sekolah kita dan bisa dimanfaatkan di sekolah oleh siswa-siswa kita. Nah, ini beberapa ee kerja sama-kerja sama yang bisa kita jalin dengan Dinas Perpustakaan Daerah di ee kota kabupaten kita ya, Bapak, Ibu. Kemudian kerja sama dengan perpustakaan sekolah lain yang sejenis. Ee contohnya apa? Ee yang pertama adalah kerja sama silang layan. Nah, kerja sama silang layan ini gini. Jadi mungkin kita belum memiliki koleksi ee buku tertentu dan di sekolah perpustakaan sekolah lain yang kita ajak
44:43 kerja sama memiliki dan ternyata jumlahnya lebih dari satu eksemplar. Kita bisa ee melakukan sil silang layan. Jadi koleksi dari perpustakaan sekolah tersebut ee bisa dimanfaatkan di perpustakaan kita. Sebaliknya ee sekolah tersebut jika belum memiliki buku tertentu dan kita memiliki dan ee lebih dari satu eksemplar bisa kita silangkan ke perpustakaan tersebut. Jadi bersifat saling menguntungkan. Silang layan itu intinya yang pasti ee untuk koleksi yang satu judul memiliki lebih dari satu eksemplar. Kalau satu judul itu ternyata hanya satu eksemplar kan tentu tidak bisa ya kita silang layankan karena tidak ada cadangan di perpustakaan kita. Kemudian kerja sama
45:30 pengolahan. Nah ee seperti ini kita ada contohnya di sini ya. Di tempat saya itu ee kita memiliki komunitas yang cukup ee kuat ya Bapak Ibu ya. Komunitas antar ee pengelola perpustakaan. ee mungkin di salah satu perpustakaan ee rekanan kita ada yang belum penerapan otomasi dan ternyata ada pengadaan buku sekian ratus eksemplar. Nah, kebetulan juga di tempatnya pengelola perpustakaan dia cuma sendiri ini. Nah, kita dari komunitas bisa bekerja sama. Kita masuk ke ee mungkin kita membantu ya kita membantu ke perpustakaan tersebut untuk melakukan implementasi
46:16 otomasi. Ee kita sama-sama melakukan pengolahan, membantu jadi mempersingkat waktu. Ee selanjutnya jika mungkin kita juga memiliki ee hal tersebut dari ee rekanan kita bisa membantu juga di perpustakaan kita, apakah itu diperbolehkan? Boleh Bapak Ibu ya, asal kita sudah memiliki ee kerja sama atau MOU dengan perpustakaan tersebut. Jadi tidak menyali aturan, terdokumentasikan seperti itu, Bapak, Ibu. kerja sama promosi dan kerja sama pengadaan. Promosi pengadaan sama itu mungkin seperti nanti di silang layanan Bapak Ibu ya. Jadi tetap dikomunikasikan apa yang dibutuhkan di perpustakaan tersebut, apa yang dibutuhkan di
47:01 perpustakaan kita yang bersifat saling menguntungkan. Nah, itulah ee perlunya kita sesama pengelola perpustakaan itu membuat sebuah komunitas. Bapak, Ibu. Jadi bisa tahu mungkin di perpustakaan kita ada kekurangan ee di perpustakaan sekolah lain ada kekurangan, bisa saling membantu seperti itu. Ee itu yang sudah kita terapkan di ee daerah kita masing-masing ini. Di sini kita bisa saling membantu ya. Kemarin juga saya dari kebetulan kan dari ATUSI ee saya dengan satu rekan yang lain dimintai tolong untuk ee membantu pengelolaan di ee sekolah SMK yang ada di salah satu
47:46 kecamatan di Kabupaten Bora. di sini kita juga welcome. Tapi itu untuk keperluan ee dokumentasi atau ee apa namanya legalitas kita tetap meminta yang namanya seperti ee undangan tertulis atau permintaan tertulis ya kepada instansi karena itu sebagai dasar kita untuk jalan seperti itu Bapak Ibu. Kemudian di pihak lain ini dari komite sekolah ee bisa kita meminta dukungan dana ee memfasilitasi pengadaan sarana prasarana perpustakaan sekolah. Apalagi di sekolah negeri Bapak Ibu ya. Walaupun memang sudah tertulis secara ee ee secara pasti di Undang-Undang Nomor 43 2007 adalah 5% dari operasional
48:34 sekolah di luar belanja pegawai. Itu untuk perpustakaan sekolah. Tapi yang namanya perpustakaan kan kita tidak punya profit, kita tidak punya keuntungan yang bisa dimanfaatkan, kita memerlukan dana. Nah, dana sekolah satu sekolah dengan sekolah yang lain kan juga memiliki keterbatasan. Nah, itulah gunanya komite. Kita lewat komite kita bisa meminta dukungan dana biar komite yang berpikir untuk ee bagaimana mencari dana nih untuk membantu di perpustakaan. Kemudian dinas ee lembaga pendidikan dan organisasi kepustakawanan lainnya ini seperti IPI ee Dinas Pendidikan, ATMUSI atau ini e guru. Nah, ini bisa kita jadikan sarana pelatihan seperti
49:21 workshop di ee diklat seminar seperti itu ya Bapak, Ibu ya. ee bimbingan teknis ini adalah lembaga-lembaga yang ee bisa dikatakan ee berkompeten untuk meningkatkan kompetensi dari pengelola perpustakaan. Jadi itu beberapa ee kerja sama-kerja sama yang bisa di ee lakukan oleh perpustakaan sekolah. Kemudian di sini adalah promosi perpustakaan juga masuk ke dalam bab layanan ya Bapak Ibu ya. Promosi perpustakaan adalah upaya untuk memperkenalkan perpustakaan sekolah kepada peserta didik dan tenaga kependidikan dengan berbagai macam cara agar semua koleksi perpustakaan dimanfaatkan secara maksimal untuk
50:08 mendukung proses belajar mengajar atau pembelajaran. Perpustakaan sekolah diharapkan mengembangkan program inovasi dan atau kreativitas dalam penyelenggaraan perpustakaan dalam bidang teknologi layanan produk manajemen atau budaya organisasi. Ee seperti halnya ee lembaga atau unit yang lain, perpustakaan sekolah juga memerlukan sebuah promosi ya. Oh, maaf sebentar. Ee low baterai. Sebentar Bapak Ibu baterai lepas. Nah, ini
50:55 ee promosi adalah tujuannya untuk mengenalkan perpustakaan kita biar siswa tahu nih di dalam perpustakaan itu ada apa aja sih. Nah, salah satu yang paling mudah itu mungkin pengenalan kepada siswa kita ee waktu apa namanya itu MPLS. Nah, MPLS kan ada siswa-siswa baru ya, dari SD masuk ke SMP. Di dalam kegiatan MPLS ee diselipkan ee satu sesi untuk berkunjung di perpustakaan, mengenalkan perpustakaan yang ada di ee sekolahnya. Kemudian seperti membuat ee apa namanya? pamflet ee membuat brosur-brosur yang ditempatkan di mading itu juga jadi
51:42 salah satu ee promosi perpustakaan. Ee kemudian kegiatan-kegiatan lain promosi seperti ini bisa kita lihat. Nah, ini ee memperkenalkan memperkenalkan perpustakaan sekolah atau orientasi kepada siswa ee baru melalui ee pamflet lifit selebaran di Mading. Seperti itu tadi di awal saya utarakan. Kemudian juga membuat lomba-lomba yang berbasis pemanfaatan koleksi perpustakaan. Mungkin bisa membuat ee lomba resensi buku ee lomba review dan buku tersebut harus dari perpustakaan perpustakaan sekolah ya tentunya ya. Nah, itu kan mau tidak mau kalau membuat ee resensi itu pasti kan harus membaca bukunya ya. Otomatis siswa itu memanfaatkan koleksi
52:29 perpustakaan yang ada di sekolah kita. memberikan apresiasi atau penghargaan kepada siswa atau guru. ee siswa siapa aja yang ee atau siswa yang paling banyak paling sering berkunjung ke perpustakaan atau siswa yang ee paling banyak meminjam buku perpustakaan mungkin bisa 3 bulan sekali atau per satu semester atau atau mungkin lebih lebih baik 1 bulan sekali kalau mungkin ada dukungan operasional ya kita berikan hadiah ee berupa piagam atau alat tulis itu. Walaupun nilainya mungkin tidak seberapa, tapi itu bisa menjadi sebuah pemantik ya. siswa itu diberikan
53:15 penghargaan entah itu hanya dua buah buku, satu pulpen atau sebuah piagam dan itu diumumkan waktu apa namanya ee upacara di hari Senin. Nah, siswa itu pasti merasa ee bangga ya, dia senang ya, apalagi di ee di depan teman-temannya dia mendapatkan sebuah penghargaan walaupun hadiahnya tidak seberapa. itu juga pasti akan memantik siswa yang lain. Nah, biar dapat saya bulan depan mau dapat juga nih biar dapat penghargaan dari perpustakaan. Nah, itu juga akan memancing teman-teman yang lain ya Bapak, Ibu ya. Tau upaya-upaya lain yang bersifat mengundang dan memanfaatkan perpustakaan sebagai media pembelajaran siswa.
54:01 Salah satunya juga tadi itu guru mapel mengajak belajar di perpustakaan. Itu juga salah satu ee kegiatan promosi Bapak Ibu. Yah, sudah selesai ya pas ini 1 jam ee enggak kerasa ya Kanada ya. Ee itu ya Bapak, Ibu ya tadi beberapa materi-materi layanan yang ee bisa kita terapkan ya di perpustakaan sekolah. Ee mungkin kalau ada pertanyaan atau kurang jelas bisa nanti ditanyakan di sesi tanya jawab. Ee waktu saya kembalikan ke Kak Nanda. Silakan, Kak. Iya. Baik, terima kasih kepada Bapak Fajar selaku narasumber kita pada malam hari ini atas penyampaian materi yang sangat luar biasa sekali ya. Baiklah,
54:46 Bapak dan Ibu peserta untuk sesi selanjutnya yaitu sesi diskusi. Kepada Bapak dan Ibu peserta yang memiliki pertanyaan boleh dipersilakan bisa untuk merai terlebih dahulu karena nantinya akan saya berikan akses untuk mengaktifkan mikrofonnya. Kemudian apabila Bapak dan Ibu peserta terkendala pada mikrofon bisa untuk menuliskan pertanyaannya melalui kolom chat. Kepada Bapak dan Ibu peserta juga yang bergabung melalui YouTube apabila ada pertanyaan boleh dipersilakan bisa untuk menuliskan pertanyaannya melalui kolom chat ya. Baik, boleh dipersilakan Bapak dan Ibu.
55:34 Iya. Baiklah Bapak dan Ibu peserta, langsung saja untuk sesi diskusi pada malam hari ini akan saya pandu ya. Baik, di sini ada Bapak Andi Faisal yang sudah merai hand. Boleh dipersilakan Bapak bisa untuk diaktifkan terlebih dahulu mikrofonnya. Selamat malam. Iya, selamat malam Bapak bisa dipersilakan. Iya. Ee kasih untuk kesempatannya untuk bahan materinya sangat bagus, sangat edukatif. Kebetulan kalau saya sendiri bukan
56:21 ee perpustakaan sekolah, Mbak. Ya, saya taman baca masyarakat yang ikut dari awal sampai ini sesi apa pertemuan kedua yang saya ikuti. Alhamdulillah sangat bagus sekali ilmu-ilmunya. Nah, pertanyaan saya kepada Pak Fajar ee hambatan kami di perpustakaan digital dan taman baca masyarakat di tempat kami ini yaitu ee inovasi kami banyak. ee perluasan dan pengembangannya sudah sangat mumpuni karena kami mendapat anggaran dari pemerintah kota. Cuman kami ingin
57:06 mendapatkan advice atau saran dari Pak Fajar sebagai pemateri pada malam hari ini. bagaimana cara membagi atau men-deivide antara ee pembaca yang anak-anak dengan dewasa supaya ee kami sebagai pengelola ini tidak menonton pada ee anak-anak saja, tapi lebih ee ee ingin semuanya tercover gitu. baik dari sisi ee bahan bahan bacanya maupun ee metode yang harus kami gunakan dalam ee pendekatan supaya ee para pembaca yang datang bukan cuma anak-anak
57:53 di tempat kami. Begitu. Terima kasih. Iya. Baik, terima kasih kepada Bapak Andi atas pertanyaannya. Selanjutnya kepada Bapak Fajar bisa dipersilakan Bapak untuk menanggapi. Oke, terima kasih Bapak. Bapak dari Taman Baca Masyarakat ya, Bapak ya. Ee terima kasih sudah bergabung Bapak pada malam hari ini ee untuk pengembangan ee budaya membaca ini Pak Bapak termasuknya ya di sini ya untuk anak-anak atau dewasa. Nah, ee bagaimana sih untuk apaak ee bisa kita katakan membimbing ya membimbing ee anak atau dewasa biar ee secara optimal. Nah, ee seperti ini ya,
58:39 Bapak ya. Ee sebenarnya ini di luar ranah saya karena taman baca masyarakat itu ee pembina langsung dari Dinas Perpustakaan ya. Tapi tidak apa-apa, tetap saya mencoba membantu Bapak ee bagaimana sih untuk menarik ee dewasa dan anak-anak. Setahu saya untuk anak-anak sih mungkin masih bisa ya saya ee memberikan jawaban sedikit banyak untuk garis besarnya. mentak biasanya kan kalau untuk ee usia-usia SD sampai SMP itu seperti tadi saya awal di materi ee kita untuk memb untuk me
59:26 apa namanya ee menekankan minat baca itu memang harus tidak boleh tidak bisa langsung ee seketika ya harus kita mulai bertahap mungkin bisa dipancing dengan ee bercerita ee kemudian kemian apa namanya itu ee berkunjung untuk ee seperti apa tadi ee membuat lomba atau membuat karya dari memanfaatkan ee koleksi-koleksi di perpustakaan itu bisa seperti itu ya Bapak ya. Tapi di sini kan ee handicap-nya Bapak itu mungkin di segmen pembaca dewasa ya, apalagi dewasa dengan ee segala kesibukannya ee se masih beberapa kekompleksan karakternya seperti apa. Apalagi di ee
1:00:12 taman baca masyarakat adalah segmennya masyarakat umum atau mungkin di daerah pedesaan itu ee tingkat melek literasinya itu kan memang berbeda ya Bapak ya. Ee terus terang untuk kasus seperti itu kan memang saya tidak pernah menemui karena kan saya lebih bersentuhan dengan di ee anak-anak sekolah ya untuk taman baca masyarakat. Tapi biasanya itu dari beberapa diskusi yang lalu atau beberapa ee pertemuan-pertemuan yang pernah saya ikuti untuk taman baca masyarakat atau perpustakaan desa untuk menarik di segmen dewasa itu biasanya ee perpustakaan itu harus tahu ee
1:01:01 potensi apa yang ada di daerah tersebut. Nah, ee seperti saya contohkan di sini di perpustakaan desa di salah satu di Kabupaten Blora itu ada yang kemarin waktu mengikuti lomba sampai ke tingkat ee nasional itu memiliki karakteristik yang diunggulkan seperti gerabah, membuat keramik, membuat ee genteng seperti itu. Nah, ee perpustakaan itu ikut berperan aktif ke dalam kegiatan tersebut, Bapak. Jadi, ee salah satunya adalah perpustakaan desa tersebut itu menyediakan ee koleksi-koleksi atau referensi-referensi
1:01:46 atau alternatif-alternatif untuk memanfaatkan potensi tersebut. seperti mungkin koleksi membuat aneka ee apa namanya itu hasil dari tanah liat seperti itu. Kemudian metode-metode ee pembakaran yang bagus untuk membuat keramik seperti itu, Bapak ya mungkin ya untuk menarik segmen dari pembaca dewasa. Jadi perpustakaan ee tak harus tahu dulu nih daerah saya itu yang diunggulkan apa, mempunyai potensi apa yang menonjol yang mungkin bisa dimanfaatkan ee lebih-lebih potensi tersebut bisa memberikan dampak ee ekonomi kepada masyarakat.
1:02:33 Ee seperti tadi saya contohkan seperti itu ya, Bapak ya. mungkin bisa ee mencari dulu itu potensi di daerah Bapak itu apa. Nah, perpustakaan memberikan fasilitasnya karena kan perpustakaan atau taman baca itu bukan hanya menyediakan bahan baca ya, Bapak ya. Ee bisa memberikan pelatihan-pelatihan, memberikan metode-metode lain atau bisa menyediakan atau bisa dijadikan sarana ee riset atau penelitian untuk ee potensi apa yang ada di daerah tersebut. Seperti itu, Bapak. mungkin. Tapi ee itu mungkin yang bisa saya sedikit saya ee berikan jabarkan kepada Bapak karena memang ee terus terang saya belum pernah untuk ee
1:03:19 bertemu langsung seperti atau ee bersentuhan dengan taman baca masyarakat karena kan memang di sini saya lebih disiplinnya kepada perpustakaan sekolah ya, Bapak ya. Tapi untuk lebih ee jelasnya, Bapak kan ee langsung mendapatkan pembinaan dari Dinas Perpustakaan Daerah. Mungkin Bapak bisa berkoordinasi dengan Dinas Perpustakaan Daerah yang membina taman baca. Bapak ee pasti dari Dinas Perpustakaan Daerah tersebut tahu nih setiap daerah-daerah itu ee dipetakan daerah ini potensinya apa, ee daerah A ini mempunyai potensi ekonomis apa. Nanti Bapak bisa koordinasikan dengan ee Dinas Perpustakaan Daerah selaku pembina utama dari Taman Baca Masyarakat yang Bapak
1:04:05 kelola saat ini. Kalau saya sarannya seperti itu, Bapak. cari potensi apa yang ada di ee daerah Bapak, kemudian berkoordinasi atau meminta apa namanya sedikit ee literasi kepada Dinas Perpustakaan Daerah untuk bagaimana kita menarik terutama di segmen dewasa. Kalau segmen anak kan mungkin bisa ee diberikan seperti tadi bercerita seperti itu. Itu akan menarik ke ee minat berkunjung di perpustakaan. memberikan ee mainan-mainan edukatif di perpustakaan atau taman baca Bapak itu bisa seperti itu ya, Bapak ya. Ee bisa mungkin secepatnya berkoordinasi dengan Dinas Perpustakaan Daerah yang ee sebagai pembina utama dari Taman Baca
1:04:51 Masyarakat yang Bapak kelola. Seperti itu, Bapak, ya. Ee semoga ee sedikit ee bisa membantu, Bapak. Iya. Baik, terima kasih kepada Bapak Fajar atas penjelasannya. Semoga penjelasan dari Bapak Fajar bisa menjawab pertanyaan dari Bapak Andi ya. Baik untuk selanjutnya di sini ada Ibu Nining yang sudah merai hand. Boleh dipersilakan Ibu bisa untuk mengaktifkan mikrofonnya terlebih. Baik, terima kasih ee moderator maupun Pak Fajar atas kesempatan keduanya untuk bertanya di hari di malam ini. Ee baik ee asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
1:05:38 Ee untuk pertama yang masih berkaitan dengan perpustakaan sekolah Pak Fajar ya. Yang pertama itu berhubungan dengan ee layanan layanan perpustakaan salah satunya ee adalah untuk yang sekarang ya mungkin kita perlu yang namanya otomasi ee perpustakaan. Nah, ee kebetulan di sekolah saya sempat ee seperti yang kemarin saya sampaikan ee bahwasanya saya baru dan kami juga pustakawan juga baru ee dan sempat kami meraba tentang aplikasi IND Line. Nah, dari aplikasi IND SL Lide ini ee baru beberapa bulan ya kami meraba ee CPU kami rusak. Nah, itu CPU kami rusak. Nah, ee untuk
1:06:25 pertanyaan yang pertama, apakah kiranya untuk diklat nasional ke depan ini akan ada materi yang berhubungan dengan otomasi perpustakaan, digitalisasi perpustakaan, dan mungkin di dalamnya ada bimbingan yang berhubungan dengan otomasi perpustakaan ee baik dari aplikasi-aplikasi yang mungkin free ee atau bisa kami akses di server kami. salah satunya mungkin in eh in slide atau aplikasi lainnya. Ee untuk pertanyaan yang kedua masih juga berhubungan dengan layanan perpustakaan. Seperti yang Pak Fajar kemarin jelaskan bahwa di ee ee petugas perpustakaan itu terdiri dari empat dari kepala perpustakaan, ee yang kedua itu teknisi, yang ketiga mungkin ee pelayanan, dan
1:07:12 yang keempat itu IT. Ee yang saya pertanyakan di ee pertanyaan kedua saya ini adalah ee kiranya untuk kepala perpustakaan ee untuk mengoptimalkan nilai ya ee itu kan harus mempunyai sertifikat ya, Pak. Nah, di sertifikat ee bagaimana kami ee kepala perpustakaan ee kiranya bisa mendapat akses atau informasi di mana kami bisa ikut pelatihan yang kiranya mendapatkan sertifikat itu. Kira-kira kami mengakses informasi dari mana ee yang mungkin kalau bisa ee free dan mungkin langsung dari perpustakaan nasional. Itu saja, Pak. ee pertanyaan
1:07:58 saya. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Iya. Baik, terima kasih kepada Ibu Nining atas pertanyaannya. Selanjutnya kepada Bapak Fajar bisa dipersilakan Bapak untuk menanggapi. Oke, terima kasih Bu Nining bergabung kembali. Ee untuk pertanyaan Ibu Nining yang pertama mengenai sistem otomasi perpustakaan ya, Bapak ee untuk Ibu Nining ya. Ining sempat pernah apa namanya? Memanfaatkan ee sistem indis slide ya. Kemudian CPU-nya rusak. Nah, saat ini Ibu Nining bingung nih gimana nyaknya seperti itu kan Ibu Nining ya. Nah, ee memang IND slide itu aplikasi
1:08:43 yang gratis yang dikembangkan oleh ee Perpustakaan Nasional RI dan di mana kalau CPU-nya rusak. Nah, itulah yang salah satu kelemahan untuk penggunaan sistem otomasi ya atau yang terkomputerisasi. Jadi ee kita itu secara berkala harus melakuk back up ya Ibu Nining ya. itu untuk terjadi eh ada beberapa memang aplikasi otomasi seperti Indlight atau Slims. Nah, itu semuanya gratis Ibu eh slide itu dari Perpusas RI. Kemudian
1:09:29 eh untuk Slims itu dari dinas ee mohon maaf dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. mau menggunakan yang mana ee terserah Ibu yang nyaman di mana. Kemudian apakah di kemudian hari ada akan diadakan diklat otomasi ataukah ee kapan diadakan diklat otomasi. Ah, Ibu Nining ini terliwat ya. Beberapa waktu yang lalu saya sudah memberikan mulai dari instalasi inlist slid sampai ke backup in slide sampai bagaimana mengatasi trouble. yang biasanya terjadi di English slide. Bu Ining terlewat nih pasti sudah pernah. Apakah nanti akan di ee adakan
1:10:15 lagi ee diklat ini slide? Nah, itu sering Ibu yang meminta ya diklat ee English slide atau bint slide. Nah, itu sering sekali. Nah, Ibu mintanya jamor Kak Nanda ee kapan diadakan? Ya, bukan hanya ee Ibu ya, bahkan di sini juga ee yang mau otomasi perpustakaan itu banyak sekali. Kalau ee pelatihan-pelatihan tersebut pasti pesertanya juga banyak ya. Bukan hanya di online bahkan di offline di daerah saya juga seperti itu, Ibu. Nah, itu Ibu mintanya ke Kak Nanda nanti jangan ke saya ya, Bu ya. Kalau Kak Nanda nanti
1:11:01 memberikan mandat, "Pak Fajar nanti bulan depan diadakan di klate." Oke, siap. Pasti saya berikan. Ibu jangan terlewat lagi. Sudah dua atau tiga kali malah kalau tidak salah saya memberikan ee itu kebetulan saya yang mengisi bintek otomasi perpustakaan. Nah, itu nanti minta ke Kak Nanda ya setelah ini ya, Ibu ya. Setelah pertanyaan kedua saya jawab nanti Ibu minta ke Kak Nanda secara langsung. Kemudian untuk sumber daya perpustakaan ee kepala perpustakaan kan memang idealnya jika dijabat dari selain pustakawan itu adalah guru ee dengan ee kualifikasi pendidikan S1 selain ilmu perpustakaan dan memiliki sertifikat
1:11:48 kepala perpustakaan 121 jam yang diterbitkan oleh lembaga terakreditasi. ee lembaga atau lembaga pemerintah. Nah, bagaimana cara mendapatkannya? Apalagi yang gratis. Nah, ini ee Perpustakaan Nasional RI memiliki lembaga yang namanya adalah Pus Diklat Perpusnas RI. Nah, itu secara periodik setiap triwulan itu mengadakan yang namanya pelatihan mulai dari pelatihan teknis, pelatihan kepala perpustakaan, ee pelatihan karya ilmiah, pelatihan pengelolaan, dan pelatihan-pelatihan yang lain itu setiap 3 bulan sekali, Ibu itu ada dan itu gratis dilaksanakan
1:12:34 secara daring. Nah, Ibu bisa pantau nanti melalui ee sosial media di IG. Cari aja Pusdiklat Perpusas RI nanti melalui yang namanya Kantaka, Ibu. Nah, di situ nanti Ibu bisa cari persyaratannya seperti apa. Nanti ee Ibu bisa cek atau Ibu meminta jadwal secara langsung ke Dinas Perpustakaan Daerah. Di Dinas Perpustakaan Daerah itu ada jadwalnya. setiap periode akan dilaksanakan pelatihan Dinas Perpustakaan Daerah Daerah itu akan mendapatkan surat pemberitahuan dari ee Bus Diklat Perpusas RI yang akan melaksanakan pelatihan-pelatihan tersebut mulai kepala perpustakaan
1:13:19 sampai pelatihan-pelatihan teknis yang lain. Ibu itu gratis Ibu dan bernilai 121 jam. Nah, kalau Ibu belum memiliki sertifikat tersebut apakah bisa menjadi kepala perpustakaan? Tentu bisa, tidak masalah. Tapi tentu nilai penilaiannya nanti diakreditasi tentu juga akan terkoreksi seperti itu. Kemudian apakah diklat-diklat seperti daring pada malam hari ini ee bisa diakui sebagai sertifikat ee kepala perpustakaan untuk pemenuhan ee apa namanya akreditasi. ee bisa saya katakan yang diakui untuk ee sertifikat kepala perpustakaan adalah sertifikat yang diterbitkan atau
1:14:05 pelatihan yang dilaksanakan oleh lembaga yang ter ee akreditasi lembaga ee penaung yaitu Perpusnas RI. Bisa dari eksternal yang bekerja sama dengan Pusdiklat Perpusnas. Tapi biasanya kalau dari eksternal atau pihak ketiga itu berbayar, Ibu. Jadi, Ibu saya sarankan ikut yang dari Pusdiklat langsung itu gratis. Ee kalau sertifikat seperti ee diklat pada malam hari seperti ee online seperti ini apakah bisa? Bisa digunakan sebagai penambah kompetensi Ibu sebagai pengelola perpustakaan atau kepala perpustakaan. Tapi untuk standarisasi yang namanya akreditasi itu adalah mengukur standar atau tidaknya. Nah, jadi yang tetap sebagai standar acuan adalah ee sertifikat yang dikeluarkan
1:14:50 oleh Pusdiklat Perpusnas atau lembaga pihak ketiga lain yang terakreditasi seperti itu, Ibu. Jadi, Ibu nanti bisa pantau setelah ini di sospage-nya Instagram ee cari aja Pusdiklat Perpusnas RI ee atau Kantaka. Nah, di di situ Ibu bisa cari atau cari di website-nya. Ketik aja Perpusnas ee Pusdiklat Perpusnas RI. Nanti di situ ada jadwalnya per triwulan. Tapi ya itu Bu yang namanya gratis yang mendaftar seluruh Indonesia keroyokan ya, Ibu ya. Nanti ya tinggal mana nanti yang dipanggil ikut. Kalau mungkin di tripulan ini belum Ibu mendaftar belum terpanggil coba lagi di tripulan depan seperti itu Ibu ya. Mungkin bisa dicoba
1:15:36 ya Ibu ya. Heeh. Kemudian tadi untuk ee diklat ee otomasi minta ke Kak Nanda, Ibu ya. Seperti itu Ibu baik terima kasih kepada Bapak Fajar atas penjelasannya. Semoga penjelasan dari Bapak Fajar bisa menjawab pertanyaan dari Ibu Niling ya. Baik, sebelumnya saya juga izin untuk menjawab Ibu. Terima kasih kepada Ibu Nining dan juga Bapak dan Ibu peserta yang lainnya mengenai adanya diklat kepala perpustakaan. Selanjutnya untuk informasi selanjutnya akan segera kami informasikan kembali ya Bapak dan Ibu setelah acara selesai. Semoga Bapak dan Ibu peserta bisa untuk mengikuti kegiatan di kelat kepala perpustakaan yang akan datang. Terima kasih Bapak dan
1:16:22 Ibu ya. Baik untuk pertanyaan selanjutnya di sini ada Ibu Hanifah yang sudah merai. Boleh dipersilakan Ibu bisa untuk diaktifkan terlebih dahulu mikrofonnya. Baik, ee terima kasih moderator sudah memberikan kesempatan. Ee kebetulan saya dari perpustakaan sekolah luar biasa ya, dari SLB. Nah, ee izin bertanya ee ini untuk akreditasi waktu pelayanan apakah berbeda gitu? Kan kalau dari kalau SD itu 30 jam, kemudian SMP dan SMP 35 jam per minggu. Nah, kalau SLB apakah berbeda lagi atau
1:17:09 bagaimana? Ee terima kasih. Iya, baik. Terima kasih kepada Ibu Hanifa atas pertanyaannya yang sangat luar biasa sekali ya. Selanjutnya kepada Bapak Fajar bisa dipersilakan Bapak bisa untuk menanggap. Oke, terima kasih Bu Anifa. Bu Anifa dari Perpustakaan SLB ya, Ibu ya. Ee tadi di materi untuk jam layanan itu adalah standar untuk berbagai ee tingkatan mulai dari sekolah dasar sampai sekolah ee menengah atas ya, Ibu ya. Ee apakah untuk SLB ee jam layanannya jam layanan itu standarisasinya sama? Tinggal menyesuaikan saja, Ibu ee Ibu Hanifah.
1:17:58 Ee SLB kan ada ya SD, SLB untuk tingkatan SD, SLB untuk tingkatan SMP atau SLB untuk tingkatan SMA. Kalau Ibu dari SD tinggal menyesuaikan aja dengan tadi ee untuk ee jam layanan standarnya untuk sekolah dasar. Ee jadi yang di sebagai acuan itu adalah ee tingkatan ee level pendidikan ya Ibu ya. Entah itu ee SD atau MI atau ee SLB SD itu berarti bisa disamakan seperti itu, Ibu. Yang yang penting yang pasti ee Ibu harus mendokumkan atau memvisualkan apa namanya tadi itu jam layanannya bisa
1:18:44 berupa media publikasi atau dokumen ee yang disahkan oleh kepala perpustakaan seperti itu. Jadi kalau Ibu nanti dari dari perpustakaan SB-nya secara SD bisa disamakan dengan ee standarisasi dari ee perpustakaan SD. Begitu juga untuk ee untuk jenjang SMP atau SMA seperti itu ya, Ibu Anifah ya. Ee semoga membantu Ibu atau mungkin ada yang lain. Monggo, Ibu silakan.
1:19:32 Halo, Kak Nanda. Sepertinya sudah, Kak Nanda. Iya. Baik, terima kasih kepada Bapak Fajar atas penjelasannya. Semoga penjelasan dari Bapak Fajar bisa menjawab pertanyaan dari Ibu I. Baik, untuk selanjutnya di sini ada Bapak Jailani yang sudah merai hand. Boleh dipersilakan Bapak bisa untuk mengaktifkan mikrofonnya terlebih dahulu. Asalamualaikum Bapak Fajar. Selamat malam. Malam. Izin bertanya Pak Kak. Di sekolah saya kan banyak siswa yang kadang
1:20:19 jenuh di saat melakukan yang namanya pembelajaran di dalam kelas. Saya sama teman-teman diarahkan ke perpustakaan untuk belajar bersama. Tapi banyak anak-anak itu kadang merasa kurang enak seperti itu. Mungkin dari Bapak Fajar mungkin ada solusi. Iya. Baik, terima kasih kepada Bapak Jen atas pertanyaannya. Selanjutnya kepada Bapak Fajar bisa dipersilakan Bapak untuk menanggapi.
1:21:05 Oke, selamat malam Bapak Jilani. Ee sebelumnya mohon maaf mungkin bisa di ee lebih dijabarkan ya ee tidak enak seperti apa ya Bapak ya untuk ee anak-anak itu untuk belajar di perpustakaan ya atau mungkin ee tidak enak karena kurang tempatnya terlalu sempit atau ee gimana ya Bapak ya kan tidak kan banyak ya yang menyebab tidak enak itu apa kan banyak mungkin bisa di lebih dijelaskan ya Bapak Pak. Iya. Itu merasa tidak enaknya kadang anak itu kalau di perpustakaan kan tidak boleh ramai seperti itu mengganggu teman-teman
1:21:52 yang lain kayak gitu. Oh, seperti itu. Oke. Iya. Oke. Ya. I ya. Heeh. Bapak Jailani. Ya gini Bapak ee mungkin untuk ee kegiatan belajar di perpustakaan ee kan memang biasanya itu stigmanya di perpustakaan kan ee tempat yang sunyi, tidak boleh ramai. Nah, ee tapi kan setiap perpustakaan kemudian setiap apa namanya? Pemustaka, setiap pengolah perpustakaan, setiap jenis perpustakaan itu memiliki karakteristik yang berbeda, Bapak.
1:22:39 ee karakteristik perpustakaan, karakteristik pengunjung perpustakaan di sekolah dasar dengan SMP dengan SMA berbeda. Karakteristik pengunjung di ee perpustakaan sekolah dengan perpustakaan perguruan tinggi itu berbeda, Bapak. Jadi stigma di perpustakaan harus diam, enggak boleh ramai. Itu memang betul sebenarnya karena juga untuk apa namanya? Kenyamanan membaca. atau ee agar tidak mengganggu konsentrasi
…