22012026-Pelatihan Dasar hari Ke-4

22012026-Pelatihan Dasar hari Ke-4

Ringkasan Singkat

Video ini adalah rekaman pelatihan dasar mobilitas akademik yang berdampak dan berkelanjutan dari KAMPUS MERDEKA UNESA. Pelatihan ini mencakup beberapa materi penting, antara lain penguatan isu kekerasan dan kesehatan mental, pengenalan program magang internasional, dan penguatan pengenalan lapangan persekolahan (PLP).

  • Kekerasan seksual dan bullying di lingkungan kampus dan selama program mobilitas akademik.
  • Pentingnya menjaga kesehatan mental dan fisik selama program magang.
  • Peluang magang dan asistensi mengajar di luar negeri melalui program Global Talent dan Global Teacher dari AISEC.
  • Penerapan pembelajaran berbasis inkuiri untuk pemahaman yang mendalam di sekolah, khususnya dalam konteks PLP.

Pembukaan

MC membuka acara pelatihan dasar hari keempat dan membacakan susunan acara, termasuk penguatan isu kekerasan dan kesehatan mental oleh Direkturat PPIS Unesa, penguatan magang internasional oleh AISEC, dan penguatan pengenalan lapangan persekolahan oleh Sekolah Cikal.

Penguatan Isu Kekerasan dan Kesehatan Mental

Ibu Putri dari Direkturat PPIS UNESA menjelaskan tentang Permendikbud terbaru mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan di kampus, yang mencakup enam jenis kekerasan. Kekerasan seksual didefinisikan sebagai perbuatan yang merendahkan, menghina, atau menyerang tubuh dan fungsi reproduksi seseorang akibat relasi kuasa atau gender. Mahasiswa rentan menjadi pelaku atau korban kekerasan seksual selama KKN, magang, atau PPL karena adanya relasi kuasa.

Jenis-Jenis Kekerasan Seksual dan Bullying

Dijelaskan berbagai jenis kekerasan seksual, termasuk pelecehan non-fisik (verbal), pelecehan fisik, pemaksaan kontrasepsi, dan kekerasan berbasis elektronik. Kasus kekerasan seksual di UNESA menunjukkan bahwa mahasiswa bisa menjadi pelaku atau korban. Bullying dan pelanggaran etika sosial juga dibahas, dengan contoh kasus mahasiswa yang diusir dari desa karena komentar negatif.

Etika Sosial dan Pencegahan Bullying

Pentingnya menjaga etika sosial dan menghindari bullying selama KKN, PLP, dan magang. Mahasiswa diingatkan untuk berhati-hati dalam menggunakan media sosial dan tidak mengunggah konten yang merugikan atau melanggar norma setempat. Strategi untuk menempatkan diri secara bijak di tempat baru meliputi mempelajari budaya masyarakat setempat, menghormati nilai-nilai mereka, dan menghindari konsumsi barang haram.

Sesi Tanya Jawab dengan Direkturat PPIS

Sesi tanya jawab membahas tentang kampanye video dan poster anti kekerasan, yang dilakukan secara berkelompok. Mahasiswa yang magang di perusahaan diperbolehkan membuat poster edukasi saja. Materi edukasi akan disediakan, dan mahasiswa dapat mengemasnya sesuai kreativitas masing-masing.

Kesehatan Mental dan Fisik Selama MPKM

Bapak Agus Sifak membahas permasalahan kesehatan mental dan fisik selama MPKM, termasuk keselamatan fisik, miskomunikasi dengan anggota kelompok, dan kemampuan adaptasi terhadap tuntutan mitra. Regulasi diri penting untuk mengelola pikiran, perasaan, dan perilaku. Tantangan selama proses MPKM meliputi waktu pelaksanaan, budaya tempat magang, dan tuntutan pengalaman.

Strategi Mengatasi Stres dan Menjaga Keselamatan

Respon sistem saraf terhadap stres selama magang meliputi frustrasi, panik, dan takut. Keterlibatan sosial dan komunikasi dengan pihak-pihak terkait penting untuk mengurangi rasa takut dan risau. Kemampuan adaptasi, komunikasi, dan regulasi diri sangat penting untuk dikuasai. Keselamatan diri juga ditekankan, termasuk penggunaan K3 dan pengaturan waktu yang baik.

Dukungan Sosial dan Gaya Hidup Sehat

Dukungan sosial dari teman-teman dan pengelolaan waktu yang baik sangat penting. Gaya hidup sehat meliputi jalan-jalan, menjaga kebugaran tubuh, dan menghindari tempat-tempat ekstrem. Peningkatan keterampilan dan aktivitas fisik juga disarankan.

Penguatan Magang dan Asistensi Mengajar Internasional oleh AISEC

Kak Cesa dari AISEC memperkenalkan program Global Talent dan Global Teacher, yang membuka peluang magang dan mengajar di luar negeri. Program ini bertujuan untuk mengembangkan karir profesional dan memberikan dampak nyata melalui pengalaman lintas budaya. AISEC memberikan dukungan dalam persiapan dokumen, pemilihan bidang profesional, dan konversi program magang.

Manfaat dan Persyaratan Program AISEC

Pengalaman internasional memiliki nilai penting dalam dunia kerja yang kompetitif. Program AISEC memberikan manfaat seperti pengalaman kerja profesional di luar negeri, dukungan finansial, dan pengembangan keterampilan. Persyaratan meliputi pembayaran biaya administrasi dan persiapan dokumen.

Testimoni dan Negara Tujuan Program AISEC

Testimoni dari peserta program Global Teacher di Mesir dan Vietnam menunjukkan manfaat pengalaman lintas budaya dan perluasan jejaring global. Negara tujuan program meliputi Hong Kong, Vietnam, India, Jepang, Sri Lanka, Malaysia, dan Turki. AISEC memberikan dukungan logistik, informasi tentang akomodasi, dan persiapan untuk beradaptasi di negara tujuan.

Dukungan dan Informasi Tambahan dari AISEC

AISEC memberikan dukungan dalam bentuk CV Review dan Interview Simulation. Biaya administrasi sebesar 4 juta rupiah mencakup persiapan dokumen dan seminar. Informasi lebih lanjut dapat ditemukan di website isec.org dan melalui kontak person yang tersedia.

Penguatan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Berdampak

Ibu Dina Erdiana dari Sekolah Cikal menjelaskan tentang pembelajaran berbasis inkuiri untuk pemahaman yang mendalam. Pembelajaran ini bertujuan untuk membuat anak-anak memiliki proses belajarnya. Inkuiri dimulai dengan pertanyaan yang muncul dari kegiatan provokasi.

Inquiry Circle dan Tipe Pertanyaan

Inquiry circle meliputi questioning, investigating, sorting, sharing, dan taking action, dengan refleksi di setiap lingkaran. Empat tipe pertanyaan meliputi questions that hook, questions that lead, questions that guide, dan essential questions. Pertanyaan terbuka lebih baik daripada pertanyaan tertutup karena membuka banyak kemungkinan untuk perkembangan anak.

Contoh Penerapan Inquiry di Kelas

Contoh penerapan inkuiri di kelas meliputi nature walk, diskusi, dan proyek. Mahasiswa PLP diingatkan untuk membuat rancangan pembelajaran yang terarah dan menantang, dengan mempertimbangkan diferensiasi berdasarkan bakat, minat, dan kebutuhan anak.

Desain Pembelajaran dengan Where To

Where To adalah tool untuk merancang pembelajaran yang bermakna, terarah, dan menantang. Where To meliputi Where and Why (menjelaskan tujuan), Hook and Hold (aktivitas pemantik), Equip (membekali keterampilan dan pengetahuan), Rethink, Reflect, and Revise (refleksi dan revisi), Evaluate (evaluasi progres), Tailored (diferensiasi), dan Organize (alur pembelajaran yang optimal).

Contoh Kegiatan dan Refleksi dalam Pembelajaran Inkuiri

Contoh kegiatan meliputi eksplorasi benda-benda yang jarang ditemui, mengatur kartu angka, dan mengundang narasumber. Refleksi dilakukan di setiap akhir kegiatan untuk membantu anak menyadari perubahan dalam cara berpikir dan progres diri. Diferensiasi dilakukan berdasarkan minat dan kebutuhan anak.

Penutup

Sesi ditutup dengan dokumentasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pemateri dan peserta. Mahasiswa diingatkan untuk melanjutkan asinkronus melalui SIDIA dengan penyusunan proposal BKP.

Share

Summarize Anything ! Download Summ App

Download on the Apple Store
Get it on Google Play
© 2024 Summ