0:00 Allah menginginkan sekalipun waktunya terbatas, tapi dengan kasih dan sayangnya diinginkan oleh Allah setiap hambanya yang beriman itu punya peluang yang tinggi untuk mendapatkan rahmat Allah di akhirat berupa surga. Maka didatangkanlah setiap tahun 12 bulan itu dari sekian kesibukan 30 hari khusus untuk meningkatkan ketakwaan personal ini sehingga meningkatkan peluang-peluang untuk mendapatkan rahmat di akhirat. Lulus puasa jadilah pribadi yang lebih baik dekat dengan Allah. bersikap mulia terhadap sesama saat yang bersamaan. Mampu menata diri dari ujung kepala sampai ujung kaki menjadi pribadi yang lebih baik. [musik] Ayat-ayat paket puasa itu
0:48 turunnya bukan di bulan Ramadan. Turunnya di bulan Syakban di tahun ke-2 Hijrah. Saya sebut ayat-ayat karena sebagian umat Islam ketika disebutkan puasa Ramadan fokusnya hanya di ayat 183 saja. Padahal kurikulum Ramadan itu satu paket dari ayat 183 di surah Al-Baqarah sampai dengan ayat 187 di surah Al-Baqarah diturunkan di bulan Syakban di tahun ke-2 Hijrah. Dan sekarang kita sudah memasuki bulan Syakban di tanggal kedua di tahun 1444
1:34 Hijrah. Jadi berkesesuaian kurikulum ini dibahas saat ini dan sesuai dengan petunjuk atau sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam dari segi historis dan dari segi persiapan-persiapan spiritual. Pertama, kenapa turunnya bulan Syakban sebulan sebelum dilakukan? Secara singkat kata para ulama agar Nabi sallallahu alaihi wasallam memiliki kelapangan waktu untuk menjelaskan semua yang terkait dengan baik itu keistimewaan ataupun juga teknis pelaksanaan Ramadan yang sempurna sehingga menghasilkan kualitas Ramadan yang diinginkan oleh Allah. Nanti kita akan bedah apa yang diinginkan oleh Allah lewat Ramadan itu.
2:22 Nah, dengan pendidikan sebelum Ramadan ini langsung dari Nabi, pendidikan Nabawi, maka diharapkan semua orang Islam baik di masa itu ataupun diteruskan kini sampai dengan sekarang itu memiliki kelapangan hati dan kesiapan untuk menerima apapun yang diperintahkan saat Ramadan sehingga menghasilkan kualitas seperti yang diinginkan oleh Allah Subhanahu wa taala. Dalam bahasa Arab, seorang yang telah lapang sehingga menerima apapun dia siap melakukannya. Maka dalam bahasa Arab itu disebut dengan marhaban namanya. Dari kata rahiba yarhabu. Jadi kalau orang Arab mengatakan marhaban ya akhi. Selamat datang ya saudaraku. Menyambut tamu misalnya itu maksudnya
3:09 saya betul-betul lapang menerima Anda. Silakan apapun yang Anda inginkan di sini boleh mau duduk silakan, makan silakan. Maka mereka mengatakan nazaltum ahlan wa halaltum sahlan. Disingkat ahlan wasahlan. Nazaltum ahlan. Anda tiba di sini anggap rumah sendiri ya. Rumah sendiri kan juga tidak harus seperti yang punya rumah ya. Ya, silakan makan, minum, tapi kan ngepel enggak ya. Ya, nyapu enggak ya. Jadi silakan nikmati senyamannya. Halaltum ya. Dan apa yang Anda sekarang mau nikmati semua halal silakan. Itu orang mengatakan marhaban. Nah, kalau kita ingin melapangkan hati supaya apa yang datang,
3:54 apapun itu mudah kita terima, maka bahasa Arabnya tambahkan tasydid di kata kerja asal dari rahiba jadi rahhaba yurahbu sifatnya disebut dengan tarhib. Maka dari sini kenapa muncul istilah tarhib Ramadan? Tarhib itu asalnya usaha untuk melapangkan hati. seluas-luasnya sehingga siap menerima dan menyambut apapun yang akan dihadapi. Kemudian jika tarhib ini dilekatkan dengan Ramadan, maka memberikan kesan upaya untuk melapangkan keadaan hati dan jiwa. Sehingga ketika Ramadan datang sebagai tamu istimewa itu, apapun yang diperintahkan siap untuk dilakukan. Itu
4:40 gambarannya. Ah, sekarang apa materi tarhib Nabi sallallahu alaihi wasallam yang pernah beliau sampaikan kepada sahabatnya yang menjadi kurikulum untuk diwariskan sehingga dengan warisan ini setidaknya mendekati kualitas para sahabat-sahabat ataupun tabiin di era itu yang bisa kita capai di masa-masa yang berbeda. Yang pertama saya cepat di sini ada Ibu ya. Ah, jadi saya sapanya Bapak Ibu kan. Baik Bapak, Ibu hadirin sekalian. Yang pertama penting diketahui bahwa gol dari Ramadan itu ada tiga. Jadi, seseorang disebut berhasil melewati pendidikan Ramadan bila
5:27 setidaknya dia bisa mendapatkan tiga gol yang diharapkan yang langsung Allah tuangkan dalam Al-Qur'an. Yang pertama ada yang dinamakan dengan peningkatan ketakwaan personal. Itu yang ada di Albaqarah di ayat 183. Jadi Ramadan desainnya dihadirkan oleh Allah ibadah selama sebulan. Nanti harapan pertamanya ditujukan supaya membentuk karakteristik setiap muslim itu yang memiliki ketakwaan personal yang tinggi. Dalilnya Quran surah ke-2 ayat 183. Ya ayyuhalladzina amanu kutiba
6:14 alaikumusam kibaadina minqoblikum laallakum tattaquun. Nah ketika menunjuk tattaquun itu menggunakan kata kerja kedua. Nanti saya bedah. Ya. Jadi supaya kalian kalian kan ke kita. Jadi Allah mengkhitab kita secara personal. Aku siapkan puasa ini ya dan dipanggilnya nanti untuk semua tanpa kecuali. Nanti saya detailkan. Tujuan dasar pokoknya supaya membentuk karakteristik ketakwaan personal bagi setiap individu muslim. Satu. Dua, saya cepat. Ramadan juga disiapkan oleh Allah untuk membentuk ketakwaan sosial. Jadi bukan sekedar secara pribadinya menjadi lebih baik, tapi ternyata
7:00 kebaikan personal ini baru punya nilai optimal dalam pandangan Quran jika auranya sudah mampu ditebarkan ke lingkungannya. Karena itu puasa enggak biasa nanti desainnya ya. nanti akan melatih kita saat yang bersamaan untuk berinteraksi secara sosial dan mengoptimalkan semua karakter sosial kita sehingga goal-nya akan terlihat bukan hanya dengan Allah yang punya hubungan baik. Jadi kalau dengan Allahnya baik, dengan manusianya tidak baik, belum sempurna Ramadannya. Dan yang ketiga, membentuk karakteristik manusia yang bersyukur kepada Allah Subhanahu wa taala. ketakwaan personal, ketakwaan sosial. Ketakwaan sosialnya ada di ayat 187 dan karakter syukurnya ada di ayat 185.
7:49 Itu saja yang akan kita bedah di kesempatan kali ini. Saya akan coba optimalkan di 45 menit ke depan. 15 menitnya kalau ada sekiranya yang Anda ingin sampaikan untuk kita diskusikan, kita bisa optimalkan di sisa waktu itu. Saya bisa menulis ya. Baik, kita mulai sebentar. Bismillahirrahmanirrahim. pelan-pelan. Jadi yang pertama kita mulai dari segi ketakwaan personal ya. Takwa secara personal. Dalilnya Quran surah ke-2 ayat 183. Pelan-pelan ya. amikumakum
8:38 tattaquun. Apa yang dimaksud dengan ketakwaan personal ini? Dulu, Bapak, Ibu, teman-teman sekalian. Bila terdapat kata takwa di dalam Al-Qur'an itu setidaknya disebutkan derivasinya sebanyak 240 kali. Nah, desainnya terbagi pada tiga bagian. Nanti ada yang membimbing bagian jasmani kita, ada yang kedua membimbing akal atau intelektualitas kita, dan yang ketiga ada membimbing rohani kita, jiwa spiritual kita. Nah, hal yang terkait dengan bimbingan rohani ini yang membawakan atau memberikan bekal kepada kita untuk pulang kepada Allah saat meninggalkan dunia itu yang diistilahkan oleh ulama dengan ketakwaan personal.
9:26 Jadi babnya khusus kalau mau dirincikan secara singkatnya adalah bab tentang aspek ritual. Bahasa lainnya ibadah. Nah, sekarang dasar berpikirnya bagaimana? Kita itu kan tinggal bukan hanya di dunia kan. Baik ya. Setelah dunia kita meninggal makanya disebut meninggal dunia ya. Perginya ke mana? Baik. Berbahagianya di dalam Islam, bersyukurnya sebagai muslim, konsep kehidupan yang dijelaskan itu jelas sekali, enggak ada ambigunya. Ya, Anda bisa komparasikan untuk menambah wawasan kita. Misalnya di Islam itu dari bangun tidur sampai tidur dijelaskan dari bimbingannya, doanya, caranya. Meninggal
10:12 dunia sampai ke bab kematian dijelaskan mau wafat tuh silakan. Cara yang tenang seperti ini. Setelah meninggal diinfokan Anda kalau meninggal dunia tempat transitnya. Makanya disebut barzakh. Barzakh itu waiting room, tempat pemisah. Namanya kubur. Ada ayatnya, ada hadisnya, ada detailnya. Setelah itu ke mana? Dari dunia ke akhirat. Tempatnya cuma dua, ima di surga atau neraka. Ini tempat menunggunya disebut barzakh. Alam pemisah. Alamnya disebut barzakh. Tempatnya disebut dengan kubur. Jelas semua? Ayat, hadis, dalil lengkap. Nah, sekarang pertanyaannya kalau kita di
10:59 dunia saja berkehidupan butuh bekal, Anda enggak mungkin datang ke kantornya tanpa bekal. Dan di sini pun bekerja mencari bekal, kan? Dan kita kadang-kadang tugas apalagi di EP kan tugas misalnya keluar eksplorasi di setiap tempat kan punya aturannya sendiri ya. datang ke Amerika mata uangnya sudah beda, currencynya sudah lain, bekalnya sudah berbeda. Nah, sekarang kalau kita meninggalkan dunia bekalnya apa? Sedangkan yang kita kumpulkan di dunia itu enggak akan dibawa. Ke barzah aja enggak dibawa. Ya, ada di antara kita yang dikubur bawa handphone-nya. Kalau saya kangen nanti misol ajam kan enggak bisa kan ya? Pakaian aja kan ganti kan ganti loh, teman-teman. Masih pakai seragam tuh ya kan. Seragamnya
11:46 saat ke alam kubur kan beda kan ya kan? Enggak ada kantongnya loh Pak. Boleh dicek nanti tuh ya. Kainnya cuman dua. Perempuan tambah satu kerudungan, ya kan? Makanya yang belum berkerudung dipikir-pikir dulu ya supaya malaikat enggak aneh nanti nanya, "Kamu masuk kubur kok pakai kerudung di dunianya?" Enggak. [tertawa] Ini untuk latihan saja ya. Itu pertanyaan balikin. Jadi masuk ke alam kubur saja kita sudah meninggalkan semua yang kita kumpulkan di sini. Karena hukum mengatakan setiap pindah tempat, berpindah tempat itu pasti bekalnya tidak akan sama, pasti berbeda. Hukum ini berlaku fitrah saat berpindah ke manaun apalagi berpindah ke sini dan ke sini. Maka pertanyaannya, bekal apa yang kita bawa saat berpindah dari dunia?
12:32 Nah, inilah yang kita siapkan sejak berada di dunia supaya saat pindah ke sini sudah siap. Maka Allah kemudian menurunkan kepada kita usaha-usaha selain yang kita kerjakan dalam kesibukan dunia untuk menyiapkan bekal akhirat. Bekal inilah yang disebut dengan ibadah. Aspeknya masuk kepada aspek ritual dan spiritnya masuk pada ketakwaan personal. Inilah sebabnya kenapa Allah meminta kita salat, meminta kita baca Al-Qur'an, meminta kita haji, minta kita umrah. Ya, ada kaitan langsung dengan aspek-aspek keduniaan. Tapi sesungguhnya tujuan utamanya adalah penyiapan bekal menuju kehidupan setelah dunia. Ke sini ya. Setiap kita
13:18 menunaikan salat, maka perbuatan salat, baca Quran, puasa, dan yang lain sebagainya itu untuk mendukung menjadi bekal kehidupan akhirat, maka oleh Quran dinamakan dengan hasanah namanya. Ya, hasanah. Contoh salat itu di Quran disebut hasanah. Quran surah ke-11 Hud ayat 114. Aqimisata nahar waulat minil inal hasanati. Yudhibat. Salat yang kita kerjakan, kita kerjakan sehari lima waktu itu 17 rakaat plus dengan tambahan sunah yang lain itu oleh Quran disebut hasanah. Nah, setiap kita mengerjakan perbuatan hasanah maka konsep dasarnya akan melahirkan bekal.
14:05 Diberi nilai bekal untuk pulang ke akhirat. Ya, berapa bekalnya? Setiap hasanah itu 10 poin. Ada di Quran surah ke-6 ayat 160. Ya, ini jangan dianggap biasa ya. Nanti kita lihat nih. Nanti tahunya saat akan meninggal. Jadi akan meninggal semua hasanah dikonfirmasi. Makanya ada orang yang ketika akan meninggal kan senyum tenang. Panggilannya panggilan ketenangan hasil ibadah. Contoh dalam salat kan kita tadi ada tumakninah ya. Ya. Salat, ruku, tumakninah, sujud, tumakninah. itu tumakninah itu kalau terus dikerjakan memberikan sifat kepada jiwa. Sifatnya disebut mutmainah. Nanti jiwa mutmainah ini akan dipanggil saat akan meninggal. Dikonfirmasi dengan pahala hasanahnya. Makanya ketika
14:52 dipanggil Quran surah 89 ayat 27 sampai dengan 30, ya ayyatuhan nafsul mutmainnah. Irji'i ila rbiki ryatan mardhih. Kenapa ada yang tenang, senyum? Karena ditampakkan. Ya, dulu ada seorang kakek itu yang sangat saleh, ahli masjid hari Kamis itu ya. Beliau selalu merawat masjid hari Kamis bakda asar sedang puasa itu masyaallah ee itu cuma di belakang sandaran kemudian meremelekmerelek begini meninggal dalam keadaan yang sangat nyaman gitu. Ahli masjid wafatnya di masjid cuma meremelek-meremelek meninggal itu hati-hati belakang ya. Yang meremelek meremelek tuh ya sini. [tertawa] Oke
15:37 balik sini. Man jaa bil hasanati falahu asru amsaliha. Siapa yang mengerjakan satu perbuatan hasanah dia dapat 10 poinnya 10 kebaikan. Nah 10 ini itu detailnya disebut dengan ajrun. Lahum ajrun giru mamnun. Ajrun itu bahasa kitanya disebut dengan pahala namanya. Ini yang kita kumpulkan hasilnya berupa apa? Pahala. Ajrun. Jadi yang ikut tuh ininya hasanahnya. Dan satu kedua ngitungnya bukan 1 2 3 4. Bukan begitu cara menghitungnya. Contoh di hadis Muslim Anda baru masuk ke sini nih tempat ibadah mau salat misalnya itu baru datang sudah mendapatkan 25 jarak
16:23 satu keduanya 500 tahun dua ketiganya 500 tahun demikian seterusnya. Baca Quran setiap hurufnya itu 10 kebaikan ya. Nah, problemnya apa? Apa kaitan dengan pembahasan kita? Maaf sekali dengan bahasa ini. Setiap kita itu kan meyakini bahwa kita akan pulang, akan meninggal ya kan. Enggak ada satu pun apalagi kita yang beriman yang tidak meyakini bahwa satu saat kita akan meninggal. Ini kan sementara. Anda sesibuk apapun berada di sini pasti haakul yakin bila tiba waktunya pasti pulang kan? Pasti meninggal kan. Tapi pertanyaannya di antara sekian orang yang yakin akan meninggal ini sudahkah dia menyiapkan bekal yang cukup untuk pulangnya?
17:08 Coba perhatikan untuk yang sementara saja yang kita tinggali saat ini, betapa luar biasa seriusnya. kerjanya berangkat gelap, melewati banyak kemacetan, pulangnya gelap lagi, ya kan? Serius kita kerjakan tata kelolanya, aturannya dan sebagainya. Untuk mengumpulkan apa? Untuk mengumpulkan kenyamanan-kenyamanan dunia yang sifatnya sementara. Bila tiba waktunya, rumah yang sudah dikumpulkan jadi mewah itu kendaraan yang luar biasa, pakaian yang bagus-bagus. Pada akhirnya ketika pulang kan enggak bisa dibawa ke sini pun mau pindahan rumah cuma dua kali sat. Sementara yang ada sekarang sudah dikumpulkan begitu besar karena memang bekalnya berbeda. Jadi konsep Quran itu
17:54 ingat konsepnya itu sangat luar biasa. Hei kamu mesti sukses dunia akhirat pun bahagia juga. Makanya hasanah itu oleh Allah dibagi dua. Ada konsepsi dunia ada akhirat. Ya. Quran surah ke-2 Albaqarah ayat 2011. Waminhum yaqu rabbana atina fid dunya hasanah wafil akhirati hasanah. Jadi keseimbangan dalam Islam itu Allah enggak menginginkan kejar akhirat dunia lupakan. Tidak. Karena mencari akhirat itu tempatnya di dunia. Tapi jangan sampai juga terjadi maaf dunianya luar biasa, akhiratnya nestapa. Nanti kita akan temukan pengaruh-pengaruh ibadah ini. Ada yang terkait dengan dunia tapi pokoknya adalah akhirat. Ini gambaran pertama. Nah, kenapa puasa?
18:40 Kenapa puasa? Karena dari sekian kita beraktivitas, sekian lama diberikan waktu berkehidupan, kadang-kadang kebanyakan manusia lupa dengan tujuan berkehidupannya sehingga tidak siap untuk pulang. Contoh, kemarin di Pondok Indah saya sama-sama menghitung ini rata-rata usia berapa ya? Kita ambil 40 lah ya. Ya, entah ke atas atau ke bawah. 40 ya. Konsepnya begini aja 40. Ya, 40 tahun itu kalau kita potong sedikit untuk tidurnya kira-kira berapa tahun? Akumulasi setengahnya lah ya. Dari mulai berkehidupan, tidur siang, tidur malam, kurangi 20 tahun. Jadi yang digunakan aktivitas 20 tahun. Oke. Dari 20 tahun ini yang dipakai ibadah berapa tahun?
19:26 Kurangi kerja, makan, macam-macam. Ambil setengahnya ya. Hampi. 10. Jangan terlalu pesimislah. Ambil hamil 10 lah. Nah, ini yang dipakai salatnya. ibadahnya macam-macam. Dari yang 10 tahun ini yang ibadah yang ikhlas berapa tahun? Kan konsep diterimanya kalau ikhlas kan. Wama umiru illa liya'budullaha mukhlisin alahuddin. Ambil 5 tahun lah ya. Jadi usia 40 tahun itu amalan potensial yang dibawa untuk pulang 5 tahun potensial ya kan. Dan ingat energi potensial kan ada kaitan dengan H juga kan. MGH kan m * G * H kan. ya kan bukan cuman gravitasi dunia tapi harus ada keseimbangan akhirat kan. Halo. Betul ya? Baru jadi kinetik kalau ada itu baru kan
20:12 1/2 m dikalikan v^ kan tambah keduanya jadi mekanik kan. Baik kita balik ke sini dari 5 tahun yang ikhlas nih maksiatnya berapa tahun? Sudah kebayang ya sekarang ya. Dan harapannya kan ke sini surga firdaus kan bersama Nabi kan. Iya. Bekalnya mana? Itulah yang menjadikan sifat rahman dan rahimnya Allah diaktualisasikan kepada kita dalam wujud Ramadan itu. Allah menginginkan sekalipun waktunya terbatas tapi dengan kasih dan sayangnya diinginkan oleh Allah setiap hambnya yang beriman itu punya peluang yang tinggi untuk mendapatkan rahmat Allah di akhirat berupa surga. Maka didatangkanlah setiap tahun 12 bulan itu dari sekian kesibukan 30 hari khusus
20:59 untuk meningkatkan ketakwaan personal ini sehingga meningkatkan peluang-peluang untuk mendapatkan rahmat di akhirat. Kenapa wujudnya puasa? Karena puasa adalah desain satu-satunya yang menjadikan setiap manusia mudah meningkatkan amal saleh. Satu, Anda kalau tidak sedang puasa jangankan salat sunah, maaf salat fardu pun kadang terlambat dan kesannya biasa. Nanti lihat saat puasa, jangankan salat fardu, ketinggalan sunah, gelisah. Lihat awal pertama Ramadan nanti ya, para ibu bahkan sudah, maaf sekali ya, sudah mulai memesan tempat, membuk tempat-tempat [tertawa] saf pertama dengan sejarah itu. Dan itu bukan ngejar salat fardu, ngejar tarawih.
21:46 Dan tarawih sunah kan ya kan? Anda keluar dari sini ada yang minta belum tentu diberi. Tapi saat puasa yang tak kelihatan mata itu ditanya berapa fakirnya, berapa miskinnya, berapa yatimnya dikumpulkan. Jadi puasa itu dahsyatnya apalagi Ramadan bisa membuat seseorang itu mengakumulasikan semua potensi ibadah yang bisa dilakukan. Orang yang enggak pernah ke masjid itu Ramadan bisa sa pertama. Tapi saya tidak katakan setiap yang saf pertama enggak pernah ke masjid ya. Tapi bisa datang itu. Itu luar biasa ya. Quran yang enggak pernah jarang ngaji itu bisa tadarus. Itulah dahsyatnya Ramadan. Satu. Yang kedua, ketika seseorang sudah mulai mendapati Ramadan, apalagi dia serius dia bekerjakan itu,
22:32 maka potensi-potensi maksiat yang mengikis kebaikan-kebaikan itu, itu bisa dijaga bahkan ditekan dan dihilangkan saat Ramadan. Seorang yang pemarah sekalipun itu bisa libur marahnya, Pak. Ada pemarah jam 0.30 dicaci maki 30 menit lagi buka jam 0. buka .30 caci maki dia enggak balas, dia diam aja. Istrinya heran dia tanya, "Kok enggak balas, Pak?" "Entar habis magrib." K bisa tahan ya. Karena konsepnya demikian minimal dia takut batal puasanya. Dia melatih dirinya dari sejak awal. Korupsi bisa libur tuh ya. Sogok-menyogok bisa libur. Takut batal. Ya, itu konsep dasar pertama. Kenapa dimunculkan puasa?
23:20 Karena panggilannya ketakwaan personal. Ini bagian pertama. Jadi secara singkat begini, di balik kesibukan dunia yang kita kerjakan, sekali-kali Allah minta kita sadar, "Hei, ingat kamu akan pulang." Kalau memang belum bisa mendapatkan yang optimal, optimalkan Ramadan. Karena itulah saya cepat langsung ke ayatnya. Ini kalau waktunya panjang saya bisa detailkan dari setiap huruf Quran. Contoh, waktunya panjang cuman kesempatannya ini. [tertawa] Yuk ee masuk ke Albaqarah 183. Saya ambil contoh singkat saja. Ya ayyuhalladzina amanu. Saya ambil satu ini saja itu kalimat ya disebutkan 361 kali dalam Al-Qur'an itu menunjuk panggilan bisa panggilan
24:08 dekat, menengah, dan jauh. Nidaul qarib mutawassit wal ba'id. Huruf panggilan di gramatikal bahasa Arab itu ada 14 tapi yang di Quran digunakan hanya ya. memanggil dekat, menengah, dan jauh. Ayyuha disebutkan 150 kali dalam Al-Qur'an. Ayyunya berfungsi menguatkan pesan, hak-nya mengingatkan. Alladzina disebutkan sebanyak 1080 kali dalam Al-Qur'an. Panggilan mencakup semua tanpa kecuali, laki-laki, perempuan, besar, kecil, dan semua status keduniaannya. Perhatikan baik-baik betapa satu huruf ini kesannya luar biasa. Khusus untuk Ramadan. panggilannya dibuka dengan ya ayyuhalladzina amanu seakan-akan Allah ingin memberikan pesan yang kuat. Hei semua hambaku, laki-laki, perempuan,
24:55 besar, kecil yang merasa beriman terlepas dari tingkat keimanan kalian beda-beda. Ada yang imannya kuat sehingga merasa dekat dengan Allah. Konfirmasi iman kuat itu begini. ee kita kalau ingin ukur iman kita kuat atau lemah ya nanti ukurannya di Quran surah ke-8 ayat yang kedua contohnya. Innamal mukminunadina idza zukirallahu wajilat qulubuhum. Insan beriman yang sejati itu ukurannya kalau dipanggil disebutkan nama Allah itu ada getaran di hatinya mengonfirmasi. Karena itu diperdengarkan nama Allah setiap hari lima kali setiap pergantian waktu di telinga kita. Telinga itu bahasa Arabnya uzun. Jamaknya disebut azan. Maka diperdengarkan dalam azan
25:42 lafaz Allah. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Ah. Teman-teman merasakan enggak waktu ada panggilan itu di hati itu ada getaran kan? Allahu Akbar. Allahu Akbar. Ada getaran kan? Nah, itu konfirmasi iman. Kalau kemudian itu direspon dan sadar saat dipanggil misal subuh 435, 435 dipanggil Anda masih tidur Allahu Akbar, Allahu Akbar. Anda langsung bangun, "Ya Allah, sudah azan wudu, siap-siap salat." Nah, ini menunjukkan iman Anda standar. Masih charter tuh standar ya. Anda jam kerja jam 0.00 di sini masuk jam 0.00 standar kan? I kan? Tapi yang hebat tuh begini dipanggil 435
26:29 jam .30 sudah bangun. Ada yang begitu ya. Itu isyarat misal di Quran surah ke-4 ayat 103. Innata alal mukminina kitab maqua. Insan beriman itu tahu waktu salat karena tahu dia siap-siap sebelum dipanggil. Itu yang hebat. Nah, maka orang-orang yang standar itu yang menengah jaraknya ya. Hei yang menengah yang kalau dipanggil baru datang ya. Atau yang merasa imannya kuat sebelum dipanggil sudah siap-siap. Ada yang lemah dipanggil 435 dia baru bangun 534. Itu pun belum ingat salat ya. Tapi dahsyatnya dalam Ramadan di hari pertama dipanggil Allah tidak melihat semua tingkat keimanan itu. Allah panggil semua dengan satu huruf yang sama. Seakan-akan mengatakan begini, "Aku
27:15 tidak peduli betapa tingkat iman kalian. Maka di detik ini aku panggil semua tanpa kecuali. Yang lemah aku kuatkan, yang menengah aku dekatkan, yang dekat pun aku tambahkan kekuatan kembali." Itulah yang menjadikan semua kita tanpa peduli karakteristik imannya, parameter tingkat rendah dan tingginya. Coba lihat bukti ayat ini. Di awal Ramadan semua semangat. Lihat nanti hari pertama Ramadan ya. E kita insyaallah tanggal berapa nanti? Tanggal 1 Ramadan ya. 1 Ramadan yang kemungkinan masehinya nanti saya sampaikan ee belakangan saja ya. Belakangan saja. Tapi insyaallah sama 1 Ramadan. Pas 1 Ramadan, malam tarawih itu semua akan kumpul di masjid.
28:01 Terlihat enggak peduli apakah dia jarang ke masjid, apakah dia jarang berjamaah, itu bisa kumpul semua. Tapi problemnya adalah Allah turunkan rahmat itu hanya di awal untuk memberikan sebuah bekal dasar. Nah, apakah kita mampu menjaga itu atau tidak sampai akhir itu kembali kepada manusia yang masing-masing. Itulah sebabnya butuh tarhib. Kalau enggak disampaikan dari tarhib itu bisa terjadi kemajuan. Anda awal sampai 10 sap, hari kedua maju 9 3 8 ya. Terus sampai dekat mudi kosong kan ya. Dan itu selalu diingatkan sebelum Ramadan tapi kejadian terus gitu. Coba lihat nanti ya. Karena apa? Motivasinya berbeda. Motivasinya berbeda. Nah, ini poinnya. Jadi di awal
28:47 Ramadan ya sudah diingatkan dalam ayat yang pertama turun Allah berikan perangkat kemudahan bagi setiap personal untuk mendekat kepada Allah supaya terjadi peningkatan-peningkatan ketakwaan. Dahsyatnya apa? Ini motivasi pertamanya. Satu, saya langsung kembali ke hadis di Albukhari. Perhatikan baik-baik. Manoma ramadana imanan wtisaban gfira lahu ma taqadama min dambbih. Masuk malamnya hadis yang sama beda diksinya. Manqama ramadana imanan wtisabanfirahu ma taqadamaambih. Karena pertama kali masuk Ramadan kita ibadah malam salat disebut dengan qiam. Pekerjaannya disebut dengan q.
29:32 Perhatikan anugerah besarnya saat Ramadan dari alladzina dipersonifikasi jadi man. Kalau man itu sudah kepersonalnya. Kalau alladzina masih umum. Siapapun dari yang banyak ini malamnya memulai dengan menyiapkan diri untuk menunaikan tarawih. Manama ramadana khusus Ramadan bukan yang lain. Imanan karena panggilan imannya merespon seruan Allah. J Allah panggil ya ayyuhalladzina amanu. Anda datang dengan iman itu. Jadi bukan karena orang lain tarawih Anda ikut. Bukan karena imamnya bagus saya ke situ gitu. Bukan karena kesadaran bahwa selama ini saya sibuk, jarang nyari akhirat. Selama ini orang sudah menghafal Quran, saya baca aja belum punya waktu. Selama ini orang tahajud, saya masih kejar, kerja lagi, kerja
30:19 lagi. Dapat meninggal, bekal belum siap. Maka ketika diberikan Ramadan, saya sadar ini peluang saya. Maka dia datang dengan imannya. Begitu datang dengan imannya, dia mengoreksi dirinya. Dia sadar, "Ya Allah, selama ini saya sibuk. Engkau berikan aku kesempatan sekarang untuk mendekat kepadamu. Lalu dia bacakan kalimat yang Nabi ajarkan kepada Sayidah Aisyah Ummul Mukminin. Allahumma innaka afwun karim. Tuhibbul afwa fa'fu anni. Ya Allah, Engkau mencintai orang-orang yang mendekat kepadamu. Engkau maha mulia yang memaafkan. Selama ini hamba sibuk, hamba banyak berbuat maksiat. Malam ini hamba menenggadah kepadamu untuk memohon ampunanmu. Itu yang disebut ihtisaban. Begitu keluar kalimat itu memohon ampun kepada Allah
31:04 maka gufir lahu ma taqaddama min dambambih sambil ingat dia dosa-dosa yang pernah dia kerjakan semua kesalahan yang pernah dilakukan gugur. Ini dahsyatnya Ramadan gugur. Makanya sering oleh Bilal itu saat Ramadan sering diingatkan kan ya yang mengingatkan kadang-kadang saat Ramadan ada di samping imam itu. Allahumma innaka afuun karim tuhibbula faanni. Diingatkan supaya menghadirkan rasa-rasa kenikmatan bertobat kepada Allah. Itu ketika Anda mengucapkan kalimat itu, maaf sekali disertai dengan keimanan bukan kalimat biasa. Anda ingat dosa yang lampau, ingat koreksi diri memohon kemuliaan Allah, gufir lahu ma taqaddama min dambi. Semua dosa-dosa yang pernah dikerjakan ditobati di malam itu gugur langsung. Kecuali hutang ya maaf. Hutang tetap
31:50 berlaku. Ya, hutang itu harus lunas bukan bukan dengan tobat jadi lunas. Tidak ya. Apa faedahnya? Begitu selesai dosa diampuni, Anda bangkit misalnya baru takbir kemudian meninggal itu masyaallah meninggal di malam itu dengan tobat gugur semua. Dapat satu amalan sudah faqad waq ajru alallah. Dosanya hilang amalannya tumbuh. Jadi peluang mendapatkan rahmat Allah di akhirat ke surga ini jadi lebih besar. Hisabnya ringan itu enggak ditemukan di waktu-waktu lain kecuali Ramadan. Kalau bersamaan itu dengan malam al-Qadar, bersamaan, maka salat yang pertama ditunaikan itu langsung pahalanya lebih dari 1000 bulan, bukan sama dengan 1000 bulan. Ingat ayatnya mengatakan lailatul
32:37 qadri khairum min khair min itu lebih dari bukan sama. 1000 bulan itu kurang lebih 83 tahun lah kalau dikonversi. Lebih dari itu lebih banyak. Jadi kalau ada misalnya Anda ngaji tuh selepas tarawih cuman baca satu ayat misalnya nun pas malam al-Qadar itu nilai nunnya lebih daripada 83 tahun. Ada yang seharian bisa baca nun nun nun nun ya. Ya. Dan ingat di hadis Muslim konsepsi pahala itu kan menutup dosa ya. Pahala tutupin dosa. Pahala tutupin dosa. Ini salat nih ya. Misal selesai salat ada yang menggibah. dan enggak tanggung imamnya misalnya ya gitu amat ya bacaannya si Ahmad aja enggak begitu dia keluar tuh dibicarakan
33:25 itu di hadis Muslim pahala salatnya langsung ditransferkan kepada orang yang digibahkan itu. Wasatama waqfa h waba h wasafa had yang berselisih difitnah itu langsung pindah. Jadi konsepnya yang saleh menutup yang salah. Nah sekarang berapa banyak yang dikumpulkan yang saleh itu? Sementara dari ujung kepala sampai ujung kaki maksiat seringkiali terjadi setiap detik. Sekarang mata sudah salah lihat tuh baru bangun sudah salah lihat. Cek WA kan. Hah? Niatnya pengin lihat YouTube ceramah yang keluar iklan yang tak pantas ya kan? Dilihat apa dilewat ya? Dilewat sayang gitu kan. Dilihat dosa ya. Tapi kan iman yang menguatkan. Lewat ya istigfar lisan astagfirullah ya. Ingat meninggalkan maksiat itu ada pahalanya. J ketika Anda skip atau Anda
34:11 palingkan, Anda istigfar dicatat pahala. Bukan cuman tinggalkan biasa itu nahi mungkar. Nahi mungkar itu ada pahala seperti amar makruf. Tapi harus bersamaan. Palingkan istigfar. Bukan istigfar enggak berpaling. Astagfirullah. [tertawa] Apalagi sini ini nutup nih. Jadi itu enggak ada kecuali Ramadan. Maka tumbuhkan motivasi. Maaf sekali, maaf sekali dengan bahasa ini. Tumbuhkan motivasi bahwa Ramadan itu adalah momentum kita untuk mengejar husnul khatimah. Itu poinnya. Maka di ujung ditutup dengan kalimat kama kutiba alalladina minqoblikum laallakum tattaquun. Diharapkan dengan meningkatnya ibadah di bulan puasa ini ada kesadaran personal dalam diri kita bahwa kita suatu saat akan pulang dan bekal pulang itu cuman
34:57 takwa. Cuma takwa. Karena saat kita roh ditanamkan pada jiwa itu membawa potensi takwa. Jadi begitu roh masuk ke dalam jiwa kita menjadi nafas diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi nafas bisa bernafas tanda kehidupan. Nafas itu kalau sudah masuk ada takwanya. Di mana ditemukan? Quran surah 91 ayat 7 sampai 10. Wafsin w sawaha faalhamaha fujuraha wa taqwaha. Makanya potensi takwa itu dioptimalkan dalam bentuk ibadah. Setiap ibadah itu pasti ada takwanya. Kita salat barusan salat itu dibuka dengan kata iman dan takwa. Dalikal kitabu laba fi hudil muttaqin. Siapa orang takwa di situ? Alladina yminuna bil gaib wauqimun. Puasa jelas. Haji nanti mau haji itu takwa ujungnya. Albaqarah 197. Watazwadu
35:45 fnairadit takwa. Itu poinnya. Jara singkat kalau kita dengar kata Ramadan, Ramadan, Ramadan sandingkan kalimat itu dengan kata pulang. Yuk. Jadi kalau sekarang masih kita abai dengan Ramadan, tanyakan aja kalau meninggal siap enggak bekalnya? Ya, saya tutup dengan satu bagian pertama ini dengan satu kalimat dari Jibril Alaih Salam yang Nabi langsung like. Kita wajib share, enggak usah komen lagi ya. Perhatikan komentar Jibril alaihi salam. Ketika Nabi akan naik ke mimbarnya, mimbar Nabi itu ada tiga gundakan. Step 1 2 3. Begitu naik kata Jibril Alaih Salam, ini ada di Almustadrak karya Al Imam Alhakim Naaburi. Kata Jibril Alaih Salam, "Ragima anfajulin
36:31 au buan." Celaka seseorang dan akan jauh dari rahmat Allah. Liman adrak ramadanaam yfir lahu. Yang sudah disampaikan ke Ramadan tapi tak mampu mengonversi Ramadan itu sebagai rahmat untuk meningkatkan ketakwaan dirinya sehingga tak mampu diampuni oleh Allah subhanahu wa taala. Dikasih sehari Anda enggak tobat ada kedua. Hari kedua Anda enggak tobat ada ketiga. Tapi 30 hari dikasih enggak tobat-tobat. Berapa lama lagi yang waktu yang dibutuhkan oleh Anda untuk mendapatkan rahmat Allah Subhanahu wa taala? Itu poin satu pengingatnya saat selesai id nanti dari kata ada yaudu tempatnya disebut maad waktunya disebut dengan miad.
37:17 Innallaha la yukhliful miad waktunya. Innalladzi fard alikal quranauka maad tempatnya. Id itu sifatnya. Kenapa di ujung Ramadan disebut dengan Idul Fitr bukan hanya mengembalikan ke waktu kita makan lagi Idul Fitri, tapi mengingatkan bahwa satu saat kita akan pulang dan pulangnya membawa jiwa yang suci yang penuh dengan nilai ibadah. Ya illa man atallah biqalbin salim. Nah itu ditunjukkan setiap kali selesai puasa. Berbahagianya di Indonesia ini kebiasaan Id ini muncul mudik kan ya kan? Mudik itu kan pulang ke Udi kan pulang ke kampung kan. Dan yang pulang itu berani pulang kalau punya bekal. Saya pernah tanya pada seseorang yang enggak mudik, "Kenapa Anda enggak mudik?" "Enggak punya bukal, Ustaz." "Enggak punya bekal." Tapi yang punya
38:04 bekal itu semangat pulangnya luar biasa. 3 4 hari sebelum pulang sudah siap-siap dan dia telepon ke tempat yang akan pulang. Maka di tempat itu ibunya, saudaranya sudah siap-siap ngecat rumah, makanan diada-adakan, siap penyambutan. Kadang-kadang kan terjadi yang luar biasa ya, luarnya seperti kaleng biskuit, dalamnya rangginang kan. Saya enggak sebut nama produk supaya enggak endorse ya. UMKM enggak apa-apa gitu ya. Itu semua disiapkan dan yang akan pulangnya itu saking bangganya walaupun kendaraannya kecil, bekalnya banyak. Motornya kan bebek kan, tapi bekalnya singa kan. Coba lihat dusnya ditambah lagi pakai pelepah kurma, sampingin lagi pelepah pisang tuh. Ya, kalau di sini ya pelepah pisang tambahin dus, tambah lagi. Dan dia tuliskan, "Aku pulang, sayang.
38:50 Kenapa? Karena siap. Di akhirat tuh begitu. Ketakwaan personal ini wujudnya dari salat, puasa, Quran, haji. Ini yang menjadikan pintu-pintu surga bergantung dengan amalan ini. Di surga itu ada delapan pintunya dan delapan itulah amalan pokok kita. Makanya nanti ada yang dipanggil dari pintu puasa yang rajin puasa. Pintunya arrayan ada pintu babus salah, pintu tahajud, pintu sodekah. Pastikan Anda menekuni ketakwaan personal itu di sisi yang mana sehingga punya kebanggaan saat pulang. Kalau belum sempat baca Quran, saya kasih kabarnya dari sekarang. Saya keliling-keliling Indonesia. Sekarang di setiap tempat tuh berburu Quran. Dari mulai anak-anak kecil yang 3 tahun, 4 tahun, 5 tahun, bahkan yang kata orang
39:35 enggak bisa melihat matanya buta. Saya selalu katakan Allah tutup peluang matanya untuk melihat maksiat. itu mereka pun sudah mulai menghafal Quran dan banyak di antara mereka juga punya kesibukan. Anda yang tempat beracaman, tenang, enak, dengan semua fasilitas belum mampu mendekat kepada Allah, maka bandingkan dengan orang-orang yang kerja di lapangan. Ada satu tempat istrinya itu suka ngambil suluh, suaminya kerja serabutan. Tapi kalau orang datang ke situ itu masyaallah semua yang terbaik dihidangkan. Makanan, ikan, dan sebagainya. Dan istrinya akan mengatakan, "Alhamdulillah Abi itu kalau pulang Allah kasih uang banyak sekali. Berapa sebulan?" Ya, kalau enggak 500 R700.000. Tapi tahukah Anda, istrinya hafal Quran 30 juz dan suaminya 7uh riwayat
40:22 dan mereka bekerja dalam diam. Dunianya hasanah dan mereka menyiapkan akhirat yang sangat dahsyat untuk pulangnya. Karena di antara yang diparadekan oleh Allah untuk pulang itu dan diperintahkan malaikat berjejer di setiap pintu surga menyambut itu ahli Al-Qur'an. Makanya Ramadan kita punya kebiasaan mendalami Al-Qur'an salah satunya untuk itu. Nah, jadi ee kita lihat spirit pertamanya itu. Jadi nanti saat akan ke Ramadan siapkan agendanya dari sekarang. Ini kurikulum yang Nabi ajarkan ya. Mohon maaf, mohon maaf dari sekarang. Mau rencana mau berapa juz khatam nanti? Mau berapa juz hafal? Jangan tanggung. 30 juz pasang target hafal Quran. Maksud saya begini, kalau target 30 nyangkutnya kan jelas 28 27 ya kan? 3 juz ya. Kalau
41:07 cuma 1 juz kan targetnya nanti nyangkutnya kan enggak jelas tuh ke bawahnya. Dari sekarang siapkan satu sedekahnya ya. Kemudian salatnya, salat sunahnya dari sekarang bikin menunya keluarkan semua nanti ceklis minimal salah satu pernah dilakukan ya. Ceklis 1 2 3 selesai Ramadan. Demi Allah saya katakan, rasakan pasca Ramadan apakah ada perubahan, peningkatan ketakwaan personal ini setelah selesai menunaikan puasanya. Nanti cirinya pada bagian ketiga. Saya cepat, saya punya 5 menit lagi. Dua, ada jenis kedua disebut dengan ketakwaan sosial. Ayatnya ke-187. Lihat ujungnya. La'allahum yattaquun. Dari ta ke ya.
41:55 Kalau ta itu Anda, kalian personal. Kalau ya dibicarakan dia. Kalau dijamakkan tambah un di ujungnya yattaqun mereka. Jadi bukan hanya membentuk secara pribadi untuk kita, tapi interaksi dengan lingkungan sosial kita. Habdlum minannas, hablum minal makhluqat. Maka ciri orang yang berhasil puasanya bukan hanya baik secara personal, tapi implementasi kebaikan personal itu bisa dilihat dari perbuatan baiknya dengan sesama. Makanya saat puasa anjurannya bukan sekedar meningkatkan ibadah pribadi. Pernah dengar hadis ini di at-Tirmidzi? Siapa yang memfasilitasi bukaan untuk orang puasa walaupun satu biji kurma saja, satu kurma ataupun sehirup air saja maka dia mendapatkan pahala yang
42:41 sama dengan yang berpuasa itu tanpa dikurangi sedikit pun. Pernah dengar hadisnya? Hadisnya sahih. Tapi jangan salah menyimpulkan ya. Bacanya pakai ilmu hadis. Ya enggak usah enggak usah puasa. Fasilitasin aja. kurma, kurma, kurma ya. Enggak begitu ya. Ya, Anda fasilitasin, Anda enggak puasa, Anda dosa, anda batal. Jadi ruginya dua kali ya. Maksudnya apa? Saking tingginya ibadah sosial itu, itu Nabi menginformasikan dengan tingginya tingkat apresiasi yang Allah berikan. Jadi, kalau di Quran itu atau di hadis ada motivasi dengan pahala yang tinggi, ini menunjukkan kualitas amalan itu dahsyat tinggi ya. Dan banyak sekali terkait dengan puasa itu amalan-amalan sosial. sedekah, infak,
43:27 memuliakan yatim, zakat. Ini kan sosial semua. Tapi pernah enggak teman-teman kita semua rincikan itu formulasinya ke mana? Contoh misalnya kan ada zakat, ada infak kan. Baik. Zakat itu untuk siapa? Infak untuk siapa? Ternyata skema infak itu dia ada dua tuh. Ada infak wajib, ada infak sunah. Yang wajib itu untuk keluarga. disebut dengan nafkah namanya ya. Maka kewajiban kita memuliakan istri, memuliakan anak, cari sekolah yang mendekatkan dia dengan Allah, cari pakaian yang menutup aurat supaya Allah senang. Ya, gambarannya itu wajib dan ada pahala. Kalau antum kerja sekarang berangkat ke sini diniatkan untuk nafkah karena menaati perintah Allah, Quran surah 4 ayat 34 ya kan. Itu setiap langkahnya ada pahalanya teman-teman.
44:14 Jangan dikira biasa. Dan kalau antum rajin tahajud itu dibimbing untuk meningkat karirnya. Quran surah 17 ayat 79 sampai 80. Ini agak cepat aja karena kita sedikit lompat-lompat. Saya balikkan itu nafkah pertama. Niatkan sebagai ibadah dan antum pun akan terjaga. Kalau diniatkan ibadah antum enggak akan terjebak korupsi. Malulah masa ibadah berbuat kotor. Ada orang minum bir misalnya pakai bismillah. Bismillahirrahmanirrahim. Berkurang dikit dah dosanya gitu kan. Enggak enggak ada ya. Orang kalau mau korupsi juga kalau sedang merasa ibadah enggak mungkin dilakukan dia akan terjaga. Nah, tapi yang terkait dengan Ramadan ini saya mau tarik ya nih ke infak sunah. Saya perhatikan banyak mencarinya keluar dulu. Padahal konsep dasar utamanya adalah ke dalam dulu. Quran surah ke-2
45:02 ayat 215 mungkin ini agak baru. Yasalunaka maza yunfiquun. Mereka bertanya kepadamu Muhammad sallallahu alaihi wasallam apa yang akan diinfakkan dan kepada siapa. Kata Allah qul mafa minhair. Katakan kalau mereka ingin infaq. Berikan kualitas yang baik, yang terbaik. Pertama, lil walidain. Orang tua ini dulu coba jauh-jauh infak bahkan sampai ke luar negeri dan sebagainya. Enggak dilarang. Tapi lihat orang tua sendiri sudah diinfaki belum? Berapa di antara anak-anak yang mengirimkan bukaan pada orang tuanya yang mentransfer untuk persiapan Ramadannya? Itu disindir keras oleh Al-Qur'an di Quran surah 46 ayat ke-15. Bahkan kata Quran, kalaupun Anda sudah sukses dan menikmati kesuksesan itu,
45:50 mungkin maaf ya, ini isyarat Qurannya, kesuksesan itu didapatkan bukan hanya kerja-kerja keras Anda. Saham Anda mungkin 30%, 70%-nya ibu yang sering tahajud minta sama Allah nangis. Ayah yang dengan peluh keringatnya luar biasa. Enggak apa-apa, ya Allah, saya mencangkul anak saya, yang penting jadi direktur. Enggak apa-apa, ya Allah, saya tidur di amparan-amparan, yang penting anak saya bahagia di kemudian hari. Itu disidir keras. Makanya ketika Anda sukses, doa pertamanya menyertakan orang tua. Rbi asmat waidya. Maka ketika Anda menyiapkan pos infak saat Ramadan nanti, yang paling prioritas pertama orang tua ini dulu. Nah, ini desain pertama akan memperbaiki hubungan-hubungan sosial yang tingkat pertemai dengan orang tua.
46:36 Mungkin hebat salatnya, ternyata dengan ibunya bermasalah. Ya, hebat puasanya, sunah dikerjakan dengan ayahnya belum selesai masalahnya. Tuntaskan dulu ini skemanya. Wal aqrabin kerabat terdekat nomor dua. Wal yatama baru naik ke anak yatim. Wal masakin baru orang miskin. Wabnisabil orang-orang yang kesulitan. Setelah itu baru nanti yang umum yang fisabilillah. Banyak sekali cabangnya bisa kita kumpulkan. Nah, singkatnya adalah mumpung sekarang kita masih di bulan Syakban, dari sekarang disiapkan. Nabung dari sekarang berapa anggaran infaknya nih untuk skema sosial untuk Ramadan setiap hari keluarkan misalnya 1 2 3 support A, support B, support C karena yakin Ramadan itu dengan sendirinya pasti akan meningkat. Pasti disiapkan
47:23 oleh Allah. Pandai-pandai melihat berapa yang Allah siapkan untuk kita. Kalau sudah cukup di dalam rumah, Anda dapat gaji misal Rp20 juta, kebutuhan di rumah R10 juta, tabungan R5 juta untuk ke depan untuk anak-anak, berarti 5 juta itu peluang ibadah Anda lewat harta. Optimalkan tinggal diatur nanti bagaimana penyalurannya saat Ramadan. Dan yang paling dahsyat ada nanti skema yang ketiga, yang terakhir sedekah yang sifatnya lebih luas lagi. Bukan hanya muslim tapi sampai nonmuslim. Sampai nonmuslim. Anda bekerja kan di sini enggak semuanya muslim tuh. pasti ada nonmuslimnya. Nah, tebarkan aura Ramadan kepada teman-teman juga ya. Jadi, begitu datang nanti bulan Ramadan bisa dibikin skemanya untuk sedekah itu lebih luas sifatnya. Mungkin anak di antara anak
48:09 mereka ada yang kesulitan bisa diberikan bantuan SPP-nya. Itu kan ada di antara mereka yang tertarik dengan Islam berikan kemudian pendalaman dengan buku-buku keislaman. Biayanya boleh dari skema ini. Bahkan nanti bisa dari zakat yang muallafatiubuhum ya. Anda mau buka, berbagi. Makanan kan banyak tuh kata Nabi, "Berbagi sampingnya mungkin tetangga nonmuslim." Ajak Anda mau buka bersama bareng-bareng nih ya jangan yang muslim saja. Mungkin ada nonmuslim tertarik ajak ya. Ketika dia bertanya, "Ya, kok saya boleh ikutan?" Sampaikan, sampaikan Islam atau Quran yang mengajarkan saya untuk berbagi. Ya, nanti hari kedua dia tanya lagi, "Hari ini Quran ngajarin lagi berbagi?" [tertawa] Nah, ini poinnya yang terakhir. Yang ketiga, ya. kita akhiri.
48:55 Jika semua ini sudah bisa kita lakukan, maka semua latihan ini akan merubah kepribadian kita dan membentuk karakteristik yang baru pasca Ramadan. Gambarannya begini, maaf sekali kalau teman-teman biasa makan pakai ayam, pakai kerupuk, ayam, pakai kerupuk. Ya, ini Ustaz Mubarak waktu pesantren tuh capruk kecap kerupuk kecap kerupuk. Ya, saya satu pesantren dengan beliau. [tertawa] Kecap, kerupuk, kecap, kerupuk. ya. Nah, setelah 30 hari, hari ke-31 ayamnya dikasih, kerupuknya enggak dikasih. Kira-kira komentar pertama apa? Mana kerupuknya? Karena sudah terbiasa kan. Baik, Ramadan kan kita dilatih, kebiasaan salat, biasa baca Quran, biasa berbagi, biasa mendekat, biasa evaluasi.
49:43 Masa 30 hari melakukan itu enggak merubah karakter. Pasti akan ada perubahan. Ya, hal pertama yang didapatkan Pasca itu yang pertama ketenangan. Itu dulu. Jadi Allah itu kalau ingin merubah seorang hamba jadi lebih baik, hatinya ditenangkan dulu. Karena tenang ini kunci sejalanya. Hidup tenang. Di rumah tangga kan tenang ya. Samarah itu kan sakinah dulu. Sakinah kan tenang ya. Di kaya pun kalau enggak tenang enggak enak. Coba pilih mana? Kaya tapi gelisah atau miskin tapi tenang? Enggak ada pilihan ketiga? Jangan maksa. Saya tahu kaya dan tenang ya. kaya tapi gelisah atau miskin tapi tenang. Tu jadi Allah itu kalau ingin merubah seorang hamba menjadi lebih baik itu diberikan ketenangan dulu. Setelah tenang nanti baru diinstal dia pengin
50:28 apa. Apakah ilmu, apakah harta atau kedudukan baru diarahkan. Anda kalau salat yang didapatkan kan bukan solusi dulu kan sebelum tanha anil faksyi wal munkar. Ketenangan dulu. Makanya kalau orang itu kalau sudah salat salatnya bagus hatinya lebih tenang. Baca Quran juga begitu ya. J. Kalau Anda sedang gelisah, ibu-ibu tuh jangan bikin status, enggak menyelesaikan persoalan. Ya, ini mendung nih sekitaran bikin status mendung ya. Ya, enggak menghentikan mendung kok ya. Kalau sedang gelisah, ambil wudu, ngadap kiblat, ambil mushaf, baca Quran. Tenang hati walaupun solusi belum datang. Nah, Ramadan pun begitu. Ketika Allah ingin tanamkan hidayah pada seorang hamba yang diberikan pertama ketenangan lebih tenang pribadinya. Kedua,
51:14 lebih nikmat dalam beribadah, lebih berkualitas merasakan peningkatan kualitas dalam ibadah. Jadi, ada kecenderungan ingin nambah, ada mulai rindu dengan tarawih padahal mau berakhir ya kan. Maka saat itulah kemudian tanda awal dari Allah bahwa hidayah telah ditanamkan dalam diri kita. Ketika ditanamkan pada diri itu maka wujud yang terakhir yang Allah inginkan walitukabbirullaha ala ma hadakum w'allakum taskurun. Membentuk pribadi yang lebih bersyukur. Apa itu syukur? Secara singkat, syukur adalah mampu mengonversi semua nikmat yang Allah berikan pada setiap tempat yang Allah kehendaki. Maaf, lisan ini fungsinya untuk bicara. Tapi Allah menginginkan bukan sekedar bicara.
52:00 Bicara yang baik-baik. Itulah syukur. Syukur dengan mata melihat yang baik-baik. Syukur dengan tangan menulis menggerakkan yang baik-baik. Maka orang yang lulus puasanya, puasa itu akan merubah kepribadian dirinya menjadi lebih baik sebagai syukur kepada Allah Subhanahu wa taala setelah menyelesaikan pelatihan selama 1 bulan itu. Karena dia mendapatkan syukur itu maka dia coba mengekspresikannya dengan bertakbir. Itulah sebabnya hari pertama di bulan Syawal kita bertakbir Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar. Takbir itu ada dua jenisnya ya. Ada takbir perjuangan, ada takbir sebagai syukur. Nanti ada yang menambahkan ulama dengan takbir ibadah seperti dalam salat. Takbir perjuangan itu saat berjuang Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Bung Tomo teriak Allahu Akbar. Yang lain Allahu Akbar. Sampai di
52:46 undang-undang kita nama Allah masuk atas berkat rahmat Allah yang maha kuasa sebagai wujud perjuangan kita. Ada takbir dari syukur sebagai wujud Allah telah memberikan hidayah kepada kita. Itu boleh bertakbir ya. Anda misalnya puasa. Kalau saya dapat sesuatu, saya pengin puasa. Begitu dapat diberikan Anda puasa. Anda bertakbir misalnya, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Itu sunah boleh untuk dilakukan. Nah, jadi secara singkat lulus puasa. Jadilah pribadi yang lebih baik dekat dengan Allah. Bersikap mulia terhadap sesama saat yang bersamaan. Mampu menata diri dari ujung kepala sampai ujung kaki menjadi pribadi yang lebih baik. Itulah esensi Ramadan yang Allah perintahkan lewat Rasulullah untuk berlatih selama kita menunaikannya.