【A】108.05.24國立金門大學通識領袖講堂(僑領講座)-亞薩卡達羅曼校長(R. Asep Kadarohman)

【A】108.05.24國立金門大學通識領袖講堂(僑領講座)-亞薩卡達羅曼校長(R. Asep Kadarohman)

Ringkasan Singkat

Video ini adalah kuliah umum dari Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., yang membahas tentang sistem pendidikan di Indonesia dan tantangan yang dihadapi di era revolusi industri 4.0. Kuliah ini juga memperkenalkan UPI sebagai salah satu universitas terkemuka di Indonesia yang memiliki kerjasama dengan berbagai universitas di luar negeri, termasuk Universitas Kinmen.

Poin-poin utama:

  • Sistem pendidikan di Indonesia dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
  • Tantangan pendidikan di era industri 4.0 dan bagaimana UPI beradaptasi.
  • Profil UPI sebagai universitas yang unggul dalam pendidikan dan penelitian.
  • Kesempatan kerjasama antara UPI dan universitas lain, termasuk pertukaran pelajar dan dosen.

Sambutan dan Perkenalan

Wakil Rektor Universitas Kinmen menyambut kedatangan Rektor UPI, Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., dan menyampaikan apresiasi atas kerjasama antara kedua universitas. Beliau juga memperkenalkan profil singkat Prof. Solehuddin sebagai ahli di bidang kimia dan pendidikan sains, serta menekankan bahwa UPI merupakan salah satu universitas terbaik di Indonesia. Wakil Rektor berharap kerjasama ini dapat terus ditingkatkan melalui pertukaran mahasiswa dan dosen, serta pengembangan bersama di bidang pendidikan dan penelitian.

Pendidikan Kontemporer di Indonesia

Prof. Solehuddin memulai presentasinya dengan memperkenalkan Indonesia secara geografis dan demografis. Indonesia memiliki lebih dari 17.504 pulau dan 1.331 kelompok etnis dengan 668 bahasa daerah yang berbeda. Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa resmi untuk komunikasi nasional. Beliau juga menyoroti potensi Indonesia sebagai negara besar dengan populasi produktif yang besar, yang diharapkan dapat menjadi kekuatan ekonomi dunia pada tahun 2030.

Struktur Sistem Pendidikan

Sistem pendidikan di Indonesia dikelola oleh dua kementerian: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk pendidikan dasar dan menengah, serta Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk pendidikan tinggi. Pendidikan dasar terdiri dari sekolah dasar (6 tahun) dan sekolah menengah pertama (3 tahun), yang merupakan pendidikan wajib. Pendidikan menengah terdiri dari sekolah menengah atas umum dan sekolah menengah kejuruan (SMK), keduanya berlangsung selama 3 tahun. Setelah lulus, siswa dapat melanjutkan ke pendidikan tinggi.

Penerimaan di Universitas Negeri

Untuk masuk ke universitas negeri di Indonesia, terdapat tiga jalur seleksi: Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) berdasarkan nilai rapor dan portofolio, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) melalui ujian tulis, dan Ujian Mandiri yang diselenggarakan oleh masing-masing universitas. Karena jumlah universitas negeri yang terbatas, persaingan untuk masuk sangat ketat.

Jenis Pendidikan Tinggi

Pendidikan tinggi di Indonesia terdiri dari pendidikan akademik (sarjana, magister, doktor), pendidikan profesi (misalnya, guru, akuntan, dokter), dan pendidikan vokasi (diploma). Untuk menjadi guru, misalnya, seseorang harus menyelesaikan pendidikan akademik, pendidikan dasar, dan pendidikan profesi, serta lulus ujian sertifikasi nasional.

Tantangan Pendidikan di Era Industri 4.0

Prof. Solehuddin membahas tantangan pendidikan di era revolusi industri 4.0, termasuk otomatisasi, ekonomi digital, dan perubahan kebutuhan tenaga kerja. Pendidikan harus mampu menghasilkan lulusan yang berpikir kritis, kreatif, komunikatif, kolaboratif, melek informasi dan teknologi, serta memiliki tanggung jawab sosial dan kesadaran budaya. Selain itu, pendidikan juga harus mempersiapkan siswa untuk mobilitas di era ASEAN dan globalisasi.

Sistem Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Prof. Solehuddin memperkenalkan UPI sebagai universitas yang didirikan pada tahun 1954 dan telah mengalami beberapa kali perubahan nama dan fokus. UPI memiliki status sebagai universitas otonom, yang memberikan keleluasaan dalam pengelolaan akademik dan non-akademik. UPI memiliki dua fokus utama: pendidikan guru dan bidang ilmu lainnya. Untuk mengelola kedua fokus ini, UPI menerapkan prinsip-prinsip seperti fertilisasi silang, berbagi sumber daya, dan menjadikan pendidikan sebagai inti.

Nilai-nilai dan Hasil Pembelajaran di UPI

UPI menekankan nilai-nilai ilmiah, edukatif, dan religius dalam pendidikan. Lulusan UPI diharapkan memiliki sikap ilmiah, perilaku sopan, dan taat beragama. Selain itu, mereka juga diharapkan memiliki kemampuan berbagi, peduli, beradaptasi, menjadi warga negara yang baik dengan pandangan nasional, regional, dan global, serta menguasai keterampilan belajar, inovasi, informasi, media, dan teknologi.

Program dan Prestasi UPI

UPI mendorong mahasiswa dan dosen untuk mengikuti program pertukaran pelajar dan dosen, serta berpartisipasi dalam berbagai kompetisi di tingkat nasional dan internasional. UPI telah meraih berbagai prestasi, termasuk juara dalam kompetisi mobil hemat energi Shell Eco-marathon dan kontes drama Jepang. UPI juga menjalin kerjasama dengan berbagai universitas di luar negeri, termasuk Universitas Kinmen.

Fasilitas dan Statistik UPI

UPI memiliki berbagai fasilitas, termasuk museum, taman, pusat kebugaran, hotel, asrama mahasiswa, lapangan olahraga, dan gereja. UPI memiliki delapan fakultas dan lima kampus regional. Pada tahun 2018, UPI menawarkan 140 program studi. UPI memiliki sekitar 1.397 dosen dan 37.000 mahasiswa, termasuk 170 mahasiswa asing dari 30 negara.

Visi dan Misi UPI

Visi UPI adalah menjadi universitas yang unggul dan terkemuka. Misi UPI adalah menyediakan pendidikan berkualitas, mengembangkan penelitian berbasis kearifan lokal, dan menyebarkan pengetahuan, pengalaman, dan inovasi untuk kemajuan masyarakat. UPI juga berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui sertifikasi ISO dan akreditasi internasional.

Sesi Tanya Jawab

Sesi tanya jawab membahas berbagai topik, termasuk kerjasama UPI dengan industri, tingkat pekerjaan lulusan, persyaratan bahasa asing, dan kesan Prof. Solehuddin tentang Taiwan. Prof. Solehuddin menjelaskan bahwa UPI memiliki kerjasama yang baik dengan industri dan mewajibkan mahasiswa untuk melakukan magang. Beliau juga menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing, tidak hanya bahasa Inggris, tetapi juga bahasa-bahasa lain yang diakui oleh PBB. Beliau juga menyampaikan kesan positif tentang Taiwan, terutama keramahan masyarakat dan pengelolaan lalu lintas yang baik.

Share

Summarize Anything ! Download Summ App

Download on the Apple Store
Get it on Google Play
© 2024 Summ