AKAR MASALAH TERLALU DALAM, MAMAT ADU ARGUMEN DENGAN FERRY IRWANDI SOAL KEMUNDURUAN LIGA ITALIA !!

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang mengapa klub-klub Serie A Italia gagal mendominasi Eropa dalam 15 tahun terakhir. Ferry Irwandi dan Mamad Alkatiri berdebat tentang penyebab masalah ini, mulai dari masalah pendanaan, pajak, hingga masalah struktural di federasi sepak bola Italia (FIGC). Mereka juga membahas cara klub-klub Italia dapat bangkit kembali dan berjaya di Eropa, termasuk regenerasi pemain muda, manajemen finansial yang baik, dan brand marketing yang kuat.

  • Penyebab kegagalan klub Italia mendominasi Eropa: masalah pendanaan, pajak, Italian proud, federasi biadab.
  • Cara klub Italia bangkit kembali: regenerasi pemain muda, strukturisasi finansial, brand marketing.
  • Peran federasi sangat penting dalam menciptakan kebijakan yang bisa diikuti klub.

Pembukaan

Ferry Irwandi dan Mamad Alkatiri diperkenalkan sebagai bintang tamu yang akan berdebat tentang sepak bola Italia. Keduanya merupakan penggemar Juventus, meskipun Mamad sempat mendukung Inter Milan di final Champions League, yang membuat Ferry kecewa. Mereka membahas tentang alasan masing-masing menyukai Juventus, termasuk kenangan menonton final Liga Champions 1998 dan era kehebatan Juventus di masa lalu. Ferry menekankan bahwa sebagai Juventini sejati, haram hukumnya mendukung tim rival seperti Inter Milan.

Tema Debat: Dominasi Serie A di Eropa

Tema debat kali ini adalah "Klub Serie A Masih Jadi Raja Eropa atau Cuma Tinggal Kenangan?". Data-data tentang sejarah Serie A di Eropa dipaparkan, termasuk fakta bahwa klub-klub Italia telah meraih 12 trofi Liga Champions. Namun, sejak 2010, klub Italia belum berhasil lagi meraih gelar juara Liga Champions. Pertanyaan utama yang diajukan adalah mengapa klub Italia gagal mendominasi Eropa dalam 15 tahun terakhir dan bagaimana cara mereka bisa bangkit kembali.

Penyebab Kegagalan Klub Italia Mendominasi Eropa

Mamad Alkatiri berpendapat bahwa penyebab utama kegagalan klub Italia adalah pendanaan yang tidak seimbang dibandingkan klub-klub Eropa lain. Ia juga menyoroti Italian proud yang membuat klub-klub Italia enggan menggunakan pelatih asing dan federasi yang tidak bisa menjadi jembatan bagi klub untuk berdiri sendiri. Ferry Irwandi menyanggah argumen Mamad, dengan mengatakan bahwa masalah pendanaan hanyalah akibat dari masalah yang lebih mendasar, yaitu pajak yang tinggi dan intervensi politik dalam sepak bola Italia.

Pajak dan Intervensi Politik di Sepak Bola Italia

Ferry menjelaskan bahwa kebijakan fiskal pemerintah Italia pada tahun 2000-an menyebabkan pajak penghasilan pemain menjadi sangat tinggi, sehingga klub-klub Italia kesulitan bersaing dengan klub-klub dari negara lain. Ia juga menyoroti intervensi politik dalam sepak bola Italia, di mana perdana menteri bisa memiliki klub dan kebijakan politik mempengaruhi sepak bola. Mamad mengakui bahwa pajak memang menjadi masalah, tetapi seharusnya tidak menjadi masalah jika FIGC dan klub-klub Italia bisa mengelola keuangan dengan baik.

Pendapatan vs. Pendanaan

Perdebatan semakin memanas ketika Mamad dan Ferry berbeda pendapat tentang definisi pendapatan dan pendanaan. Mamad berpendapat bahwa pendapatan klub (dari hak siar, sponsorship, tiket stadion) adalah bagian dari pendanaan, sementara Ferry berpendapat bahwa keduanya adalah hal yang berbeda. Ferry menjelaskan bahwa pendapatan klub di Italia suram karena politik yang terjadi di FIGC, yang membuat klub kesulitan mendapatkan pendapatan yang besar.

Cara Klub Italia Bangkit Kembali: Regenerasi dan Strukturisasi Finansial

Ferry Irwandi berpendapat bahwa cara klub-klub Italia bangkit kembali adalah dengan melakukan regenerasi pemain muda dan strukturisasi finansial yang baik. Ia mencontohkan Bologna dan Atalanta sebagai klub yang berhasil melakukan regenerasi pemain muda. Ferry juga menyoroti masalah manajemen finansial di Inter Milan dan Juventus, yang membuat mereka kesulitan bersaing dengan klub-klub Eropa lain.

Brand Marketing dan Peran Federasi

Ferry menekankan pentingnya brand marketing yang kuat untuk klub-klub Italia. Ia mencontohkan F1 dan Liga Spanyol sebagai contoh brand marketing yang sukses. Ferry juga menyoroti Venezia sebagai klub yang berhasil meningkatkan pendapatan melalui penjualan jersey yang keren. Mamad Alkatiri berpendapat bahwa federasi (FIGC) harus berbenah terlebih dahulu untuk menciptakan kebijakan yang bisa diikuti klub. Ia juga menyoroti pentingnya klub untuk mendunia, tetapi Juventus terlalu Italiano sehingga sulit untuk menarik penggemar dari luar Italia.

Debat Bottom-Up vs. Top-Down

Mamad mengajukan pertanyaan apakah klub-klub yang harus berbenah duluan dan mendesak federasi, ataukah federasi yang membuat kebijakan yang akan membawa dampak bagus. Ia berpendapat bahwa federasi Italia harus berbenah dan menghasilkan kebijakan yang bisa diikuti klub. Ferry menyanggah dengan mengatakan bahwa tradisi Juventus yang terlalu Italiano membuat klub sulit untuk berkembang.

Water Break: Kuis Sepak Bola Italia

Sesi water break diisi dengan kuis tentang sepak bola Italia. Ferry dan Mamad saling bersaing untuk menjawab pertanyaan tentang pemain dengan caps terbanyak di Liga Italia dan pemain Italia paling populer sepanjang masa. Ferry berhasil memenangkan kuis ini, meskipun Mamad sempat memberikan sedekah poin kepada Ferry.

Kesimpulan dan Penutup

Ferry dan Mamad menyimpulkan bahwa ada banyak masalah yang menyebabkan Serie A tertinggal dari liga-liga lain di Eropa. Ferry berpendapat bahwa masalah utamanya adalah pajak, politik, dan calciopoli, sementara Mamad menekankan pentingnya federasi untuk berbenah. Mereka juga membahas tentang faktor jam tayang siaran langsung Serie A dan generasi muda yang kurang tertarik dengan sepak bola.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:01 [Musik] pendapatan tiket stadion karena politiknya itu milik pemerintah daerah. Dia harus bayar sewa. Itu kan pendapatan. Iya kan? Revenue daripada stadion itu. Benar dong. Nah, maksud saya adalah ini tidak bisa dalam akuntansi revenue itu sama dengan pendanaan. Hm. Itu dua hal yang berbeda karena dalam bukunya ini secara [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] pakai bukan F. Selamat datang di versus debat sampai mampus. Ye ye ye. Oke, hari ini sangat

0:51 spesial karena kita sudah kedatangan ee katanya nih ya mantan karyawan, lalu juga ada content kreator atau mungkin bisa disebut youtuber dan aktivis. Siapa lagi kalau bukan Ferry Irwandis. Aktivis. Aktivis. Aktivis. Benar. Aktivis kagak. Iya. Yang aktivis itu kan di Twitter diburu di Twitter. Ah, sebelah kiri saya saya enggak usah kenalin lah Muhammad Alkatiri. Enggak usah lah ya. Interisti Wi. Oh, iya iya interisti kamu. Bukan tangan dan mulut Anda. Ya. Asal menunjuk saya interisti. Mari kita sambut Mamad Alkatiri. Wuh. Pembelot. Pembeloktivis

1:37 sama pembelan apa dong teman-teman? Tetapi yang menarik nih, bintang tamu kita dua-duanya ini adalah Juventi. Enggak, enggak, enggak, enggak. Guaak enggak setuju. Yang satu enggak, yang satu mendukung di final champion itu haram, Br. Saya gua juga bingung, Pak. Enggak bisa itu. Itu bisa itu alasan saya di sini nih. Oh, jadi mengcounter kita pulang. Besok ya beliau ini nge-chat, Mat, aku kecewa banget. Patah hati lah. Kenapa ini tiba-tiba di chat patah hati? Kau kenapa dukung inter? Laporan netizen-netizen selalu yang giringkan Anda. Saya padahal saya bikin selebrasi 50 kan saya bikin di sini. Saya bahagia

2:23 banget Bapak tahulah. Jadi, Bang jadi gua tuh waktu pagi itu kan bangun tahu Inter kan enggak nonton. Ngapain Gu nonton pertandingan Inter Duh gitu kan ya. Pezo di merda gitu. Ngapain ya? Kan untuk nonton pun bahkan itu final champion pun ogah ogah ogah gitu segitunya. Bangun pagi 5-0. Wah, merayakan selebrasi hari yang sempurna. Gua bilang apalagi yang lebih sempurna dari tribel runner up. Jangan sok asik. D anda inter runner up ya. Ben runner up benar. Nyari semua super kopi enggak dihitunglah itu. Wopa kan dia semifinal doang dia runner up. Oh iya dia ya nyari semuah nyaris ya. Runner. Oh super koba enggak dapat pula. Dapat. Iya kan Milan dia juara. Oh di Arab

3:08 Saudi itu kan. Iya iya. Iara pokoknya sama berarti prestasi Inter terbaik sama Juve terburuk sama kan sama-sama champion gitu senang-senang masuklah DM tapi ada yang ngaku Juvent ini dukung Inter Bang langsung cari tahu langsung enggak perlu cari tahu masuk lagi masuk langsung masuk lagi. Itu si Kartel itu, Bang katanya kayak ada bisnis itu, Bang. K dia bisa dukung Inter Bang. Biasanya kan tak bercandain Mamad ini kan di Instagram, di Twitter enggak ada bercanda itu langsung langsung mak saya bilang biar klarifikasi ke sini. Oke, nanti kita dengarin ya pendapat dari dua narasumber kita, pendapat dari dua thebatters kita ini akan seperti apa. Tapi kan Bang Ibnu dengar sendiri

3:53 tadi cerita sebelumnya dia pindah dari Lazio kan Mbak itu jadi memungkinkan. Gini klarifikasi dikit saya cuma ingin menengahkan di mana Mamad itu pertama kali nonton sepak bola seri A berangkat dari seorang Mario Salas dan fans Lazio katanya. Enggak, enggak. Saya enggak bilang ver Lazio. Saya nontonnya Lazio karena ada salas di situ. Cuma saya merasa bahwa saya tuh enggak suka tim ini nih. Saya tuh suka salasnya doang. Ternyata ketika ketemu Juve, Juve kalah 4-0. Bayangin saya satu-satunya orang yang mendukung Juve ketika kalah 4-0 lawan Lazi. Tapi Anda juga satu-satunya Juventung Inenduk di final Champions. Ada rekamannya, ada saksi ada saksi. Ada saksi, ada saksi. Tolong posisikan. Oke.

4:40 Partnerku enggak gini aja sekarang. Kenapa Feri suka Juve? Nanti kita tanya dia. Oke. Kenapa suka Juve itu? Oh ini tadi belum dicerita ya. Iya. Jadi di final 98 pertama kali nonton bola itu. Itu kan Juve 90 menit menekan itu '8. Iya waktu lawan Real Madrid itu Mijja Taufik itu. Iya sedih betul ngelihat tim yang benar-benar dominan ini. Dominan kalah itu. Juventinis sejati yang tahu itu tuh tahu Juventinis sejatias seorang fans iyahard gitu kan. Wah di sini gua suka nih enggak ketemu pula kan namanya Alessandro Del Piero ini kan enggak enggak Zamuran Zamuran enggak enggak enggak salah salah anda Zamoran Zamuran. itu

5:27 menurut Ferry era kapan Juventus adalah tim yang paling hebat selamanya? Semua era. Semua era loh. Calsio wait itu itu biru hitam itu enggak Csoo Juve. Juve tapi kita mencintai Juve hitam dan putihnya itu Juventus. Ada seorang fans Juventus yang bilang bahwa itu Juventus benar terlibat. Benar terlibat kan sudah ada keputusannya bahwa Juve tidak terlibat. Dan walaupun Juve kayak gitu, gua enggak akan dukung Intar di final Champion. Ya, saya bawa radio ya, SMA saya bawa radio ya. Kenapa enggak terlibat? Ya itu udah ada keputusannya 2011 itu udah keputusan bahwa Juve tidak terlibat. Yang terlibat atas itu adalah Luciano Mogi. Jadi, sehingga Juve membanding ulang tapi alasannya FGC atau pengadilan di Itali bahwa kasusnya kadar

6:14 luarsa karena mereka punya batasan kasus. sehingga Juven menuntut ganti rugi atas pelepasan Skud itu dan turun ke seri B. Dibujuklah sehingga pertandingan Inggris lawan Itali itu digelar di Juventus Stadium dan pemasukannya untuk Juventus Stadium. Silakan. Jadi diganti duit doang. Enggak enggak setahu gua itu konspirasi story gitu. Benar benar benar. Iya kalaupun bersalah Juve kita kan enggak seenak itu pindah klub ya. Betul tetap dukung pindah klub nih. Eh saya juga nih mu lagi terpuruk saya tetap dukung. Enggak mungkin saya tiba-tiba belain Arnak. Mungkin enggak, Bang. Bang, Bang kalau Arsenal masuk masuk champion ya. Kalau finalnya Arsenal gua lebih dukung Arsenal untuk untuk kehormatan Inggris. Enggak mungkin. Enggak mungkin. Enggak mungkin. Enggak mungkin. Saya tidak

7:01 dukung Inter. Anda dengar netizen. Oh, Anda sekarang netizen banget ya. Bahasa ada rekamannya gua gua gua tonton. Ya Allah, seorang Feri Irwan sudah suka banget dia adu domba. Jadi teman-teman di sini di mana seorang Ferry, seorang Juventini asli merasa itu adalah hal yang haram ketika lu mendukung sesama tim syariah terutama di sini inter inter di sini. Sedangkan untuk Mamat sebagai pundit, pengamat dan interisti dan itu tidak apa-apa dirtek Persipura. Selagi memang yang partai final saat itu adalah PSG lawan Inter. Iya. Iya. Inter ini versi. Oh. I, Bapak Ibnu Jamil kita sama-sama nonton kan semuanya sama Bapak

7:46 Ibnu Jamil kita sama-sama nonton L di sini saya menjadi saksi dia memang saat itu mendukung Inter ketimbang PSG ketimbang PSG ketimbang PSG kan saya bilang Mat kita nonton di sini loh I Mat pegang siapa di partai ini kayaknya feeling aku sih inter bukan pegang siapa eh waktu itu Panji Suro Panji Suryono enggak yang pas live reaction live reaction iya saya kan Anda tanya sebagai profesional betul kan bukan sebagai subjektif saya. Saya tanya balik, Bapak mau jawaban objektif apa subjektif? Iya. Objektif dulu. Objektif dulu. Saya bilang saya mengunggulkan inter. Ah sudah selesai. Mau objektif, mau subjektif. Terus ditanya sebentar dulu. Anda tanya kalau subjektifnya mudah-mudahan dibanta. Saya bilang

8:31 begitu. Dan kejadian dan kejadian. Saya prediksi berapa? Babak pertama dua gol, dua gol, babak, babak kedua tiga gol. Terjadi. Ini emang orang aneh. Hitam ilmu hitam ilmu hitam agak-agak itu Anda percaya ilmu hitam sekarang sejak ada Allegri bisa menang 2-0 lawan Arsenal tanpa shoot on goal. Ah di situ goyah semua kayaknya kayak gitu. Oke teman-teman oyo tepuk tangan dulu lah untuk dua narasumber kita. Gila ini padahal ini gua baru penginnya opening doang tapi udah sebegitu kerasnya korek itu Bang agak kalau emosi itu kita butuh butuh ini ya enggak bisa perdebatan kita udah semakin panas tapi padahal belum masuk ke tema bentar Bang jangan bakar ban dong enggak ada demo-demo atau apa di sini jangan bakar ban oh iya belum cair ya

9:18 nanti belum cair seolah-olah akan cair gitu seolah-olah akan cair pantas mamat satu kode nih Iya. Tungguan. Astagfirullah. Saya dihimpit di sini. Dark jok-nya luar biasa di sini. Gokil. Oke, kita masuk ke tema, Teman-teman. Temanya ini adalah klub Seri A masih jadi raja Eropa atau cuma tinggal kenangan? Oke. Oke. Nih saya bacain data-data dulu ya atau fakta-fakta yang memang sudah terjadi untuk ee Seri A. Liga Italia telah konsisten masuk ke dalam daftar lima besar Liga Eropa selama beberapa dekade. Serie A bahkan pernah memuncak peringkat UFA. Iya kan? Pada periode 86 lalu 86 sampai 88 991

10:04 dan sekarang pada musim 2004-25 enggak memuncak tapi berada di posisi dua di bawah Liga Inggris. Itu itu datanya itu diupdate karena 2024 Italia koefisien tertinggi. Iya. Di satu musim kalau itu koefisien rata-rata. Koefisien rata-rata. Nah, jika berbicara soal sejarah Italia memiliki catatan manis di kanca Eropa mereka itu klub-klubnya kalau dikumpulkan sudah menorehkan 12 trofi Liga Champion. Anjir. 12 doang masih kalama Madrid ya? Iya. Iya benar. Satu liga ini kalah sama Madrid. Ya Allah. Ace Milan punya lima itu. Iya. Terus Juventus lalu juga Inter Milan. Nah, gelar terakhir diraih pada tahun 2010 saat Interel bersama Jose Mourinho. Iya kan? Inter. Iya. Pasti dia pasti dia gini. Hah? Mana enggak tadi

10:52 lihat enggak senyumnya Abang? Itu kan kayak gitu. Iya. Itu kan kayak kayak Abang ingat 99 gitu trelor kan itu fakta. Fakta. Oke. Nah, sejak terakhir meraih gelar pada tahun 2010, klub-klub asal Ital belum pernah berhasil lagi membawa si kuping besar dan mereka hanya mampu sebagai runner up itu sebanyak empat kali, yaitu pada saat Juventus Barcelona 2000 berapa 14 15, Juventus Real Madrid 1617, Inter Milan Manchester City 2022-2023, Inter Milan sama Paris Saint German yang baru saja kita saksikan kemarin ini ya. Jadi di ajang Liga Eropa sejak tahun 2000, hanya satu klub Italia yang berhasil meraih gelar juara prestasi

11:39 tersebut diraih oleh Atalanta yang sukses menaklukkan Bayern Leverkusen pada musim 2023-224. I. Nah, sekarang ya kickof-nya adalah pertanyaannya buat kalian. Silakan buka papan kalian masing-masing. Oke, tolong jelaskan mengapa klub Italia gagal mendominasi Eropa dalam 15 tahun terakhir. Nah, apakah gara-gara Seri A ini kualitasnya menurun? Bisa kalian menuliskan lima alasan atau mungkin lebih juga boleh, tapi minimal lima lah. Atau mungkin kalian juga punya cuma tiga, it's ok, enggak masalah. Dan kita mau satu-satu atau langsung gebres dua? Kita sikat langsung dua ya. Dan yang kedua adalah bagaimana cara ini.

12:25 Ada dua di sini. Iya. Oh, ada dua. Bentar. Oke. Selanjutnya bagaimana cara klub-klub Italia bangkit dan kembali berjaya di Eropa? Inter Milan lolos dua kali final UCL tapi selalu gagal. Juventus bahkan tidak pernah lagi merasakan final Liga Champion. sebutkan alasannya tiga ya, bagaimana cara klub-klub Italia ini supaya bisa bangkit dan berjaya lagi di level Eropa seperti itu. Dosen kita tes ya sekarang. Wis boleh dong. Ayo langsung. Nah, dosen nih kita tes nih. Sudah tos tos coin dulu sebelum ini ada benar salahnya nih. Enggak adaak ini opini opini berdebat masalah opini. Kalau memang nanti ee Feri enggak setuju

13:13 dengan pendapatnya Mamat, bisa dicounter. Begitu juga dengan Mamad bisa mengcounter fans Inter. Oh, enggak ya? Oh, harus harus harus harus. Oke, kita masih menunggu yang pertama dulu atau langsung kedua? Langsung dua. Yang pertama dulu. Oke, yang pertama. Kalau sudah kasih aba-aba silakan kalian taruh papannya. Oh, pertama dulu. Iya. Oh, udah pertama sudah. Sudah. Hi sambil isi yang kedua. It's ok. Silakan. Luar biasa ini kedua narasumber kita ini. Juveni ini ternyata meskipun yang satu diragukan sama Feri Juventini dan warga warga dan warga ternyata. Coba teman-teman di sini yang lagi nonton video ini, apakah kalian meragukan

13:58 masalah juventininya dari seorang Mammad Alkatiri? Kalau ia kasih kolom komentar dan bagian mana yang menyatakan kalau dia telah pembelot. Ya Allah. Pembelot ke Inter. Iya saya bisa muntah, Bang. 3 hari 3 malam. Hah? Mat kasih nilai, Mat. Kemarin partai final Liga Champion berapa nilainya? Pertandingan dari sisi value objektif apa subjektif? Ya. Eh, objektif loh. Objektifnya. Objektif. Objektifnya secara value 1 sampai 10 ya. 1 sampai 10 berapa? Lima. Lima. Ferry berapa? Fer 10 to 10 lah. Apalagi kalau Juventini sejati. Itu pasti 10/10 final champion inter dibantai 5-0. Mimpi

14:43 indah seperti apa itu objektif. Subjektifnya 11 dari 100. Wah ngeles. Tidak 11 ngeles di depan lu lah. Gimana cukup? Cukup cukup cukup. Yang penting kita sudah tahu nilainya. dia masih mempertimbjek itu objek itu dia itu utilitas Mas dalam utilitas dalam ekonomi itu sebagai penonton sebagai penonton kita pengin dong finalnya seru juga karena kita begadang kan akan saya siapkan waktu untuk klarifikasi oke ya kita pilih dulu ada Manchester ada Andy saya saya oke Bapak Mu kalau menang berarti berarti Oh parah berarti berhak untuk menjelaskan terlebih dahulu Oke,

15:30 Go. Oke, kasih ya. Kasih. Silakan Mamad. Saya ya. Yang pertama, kenapa kalau Pital gagal dominasi Eropa lagi? Iya, sejak 15 bahkan ini bukan 15 tahun terakhir aja dari 2006 bahkan ya. Kebetulan aja tim itu 2010 masuk final dan juara ya. Iya. Yang disukai Bang Mamad ya. Ya Allah. Saya suka Bologna sekarang. Saya suka Bologna. Oh, enggak Venezia. Iya. Karena satu menurut saya sudah pasti adalah pendanaan yang tidak seimbang. Pendanaan tidak seimbang antara Itali dan klub-klub Eropa lain. Bahkan data terakhir aja tim biru hitam ular itu itu aja dapatnya tidak lebih banyak bahkan dari tim yang peringkat berapa Liga Inggris gitu misalnya Tottenham Ospur gitu. Secara data

16:16 persentasi dia meemang paling tinggi pendanaannya di Itali yang didapat tahun ini ya. Tapi untuk keseluruhan bahkan tim-tim degradasi Liga Inggris itu dapatnya jauh lebih banyak lebih besar ketimbang klub Ital ini lebi Itali yang juara yang juara misalnya Napoli. Faktor karena pendapatan dari tiketnya menurun atau merchandise tidak begitu laku? Hak siar sih hakar. Iya karena itu kan dibagi oleh FE-nya kan. Iya. Nah, yang kedua adalah karena pendanaan ini biar runut ini ya, Bapak Feri Irwandi. Karena pendanaan yang terbatas di klub-klub Itali sehingga pemain itu akan sulit mau ke sana. Ya, ya. Ya. Pemain-pemain besar itu akan tidak ke sana. Ini guram argumen. Tapi oke. Terus, terus nanti gua nanti baru ini Muhammad Alkatiri

17:03 argumennya digur ini udah tahu ya. Ini kan dua ini kan dua. Iya. Umumnya ini lebih spesifik lagi nih. Oke oke oke. Dengar. Itali masih setia dengan Italian proud. Juventus proud. Proud. Proud of the ya. It's ok sor. Ah ini guram vocabulari ini boleh guram vocabulari. It's ok man. Oke brother. Italian proud. Bahkan Juventus itu belum bisa meninggalkan teori pelatih harus Itali atau yang pernah bermain untuk tim itu. Heeh. Sejak Descam pelatih luar Itali baru ditudor. Itu pun dua-duanya mantan pemain Juve. Dan masih sampai saat ini. Dan masih sampai saat ini sehingga pemilihan pelatihnya itu hanya berkutat di situ-situ doang gitu. Padahal sepak

17:49 bola sekarang sudah berkembang sangat. Iya. Lihat aja Inggris boleh pelatih dari Portugal lah, dari Jerman lah, dari Belanda lah, semua ada di situ gitu. Dan akhirnya menyebabkan negatif football itu bertahan. Sementara klub-klub lain itu akan keluar dengan ya kita sempat tahu Allegri kayak apa ya Allegri lah. Terus misalnya tipikal yang kayak konte mirip-mirip konte lah Simoni Inzagi pun sedikit gitu. Itu tuh tidak tidak bisa keluar gitu tidak bisa keluar dari Italian protein ini sehingga menyebabkan permainannya pun cenderung kayak begitu rata gitu. Itu peraturannya atau memang rasa di dalam percaya dirinya mereka? Italian pert itu klub itu rasa di klubnya itu klubnya kebanggaan. kebanggaan itu kebanggaan karena Juve itu selalu mempresentasikan bahwa mereka adalah ee representasi Itali. Maaf, tapi

18:35 dari sisi federasi tidak memberikan aturan itu bebas kan Sergio Konsenswa AC Milan kemarin Portugal gitu. Tapi misalnya tim yang kita harapkan kan hanya Juventus nih dari segi sebuah faktor ya. Nah, itu pun belum bisa meninggalkan itu. Nah, yang kelima federasi biadabnya. federasinya. Betul. Itu pun termasuk siaran langsung perizinan pembangunan stadion dan lain sebagainya. Mereka tidak bisa menjadi jembatan untuk klub-klub itu berdiri sendiri gitu. Sehingga yang punya kalau enggak salah cuma dua klub ya, Udinese itu setengah kalau enggak salah kepemilikannya Udinese sama Juventus tuh yang full 100% punya Juventus. Figc itu hanya ya pengatur doang udah dan teman Inter Milan doang udah. Sudah. Iya. Ada yang mau disangga? semuanya sih. We jadi

19:21 Mamad itu enggak berangkat dari helikopter view dan problem intinya dari problem ee masalah ini selesai atau masalah ini terjadi gitu loh. Jadi dia cuma dia dalam dalam hukum kausalitas dia cuma bicara soal akibat bukan penyebab. Yang ditanya adalah akibat. Enggak dong. Kenapa ya penyebabnya kan? Mengapa penyebab. Kalau pendanaan itu bukan penyebab lalu apa penyebabnya? Bapak yang Anda bilang itu adalah resultnya outputnya. Pendana itu bukan ris itu awal. Nah, Anda harus mendengarkan argumen saya supaya tahu kenapa pendanaan itu bermasalah. Silakan. Benar. As tolong gedein dong. Panas. Panas nih. Nah, dan satu sih Mamad kelihatan kurang kurang Juventus juga di situ. Kurang memahami Ital. Saya jadi Franklin dulu.

20:08 Franklin karena supaya diketahui pembagian hakiah di Italia itu unik. H. Jadi orang Jadi makanya fans Italia itu senang ketika Italia yang lain tersingkir. Hm. Karena semua hak cipta akhirnya untuk tim terakhir yang tersingkir. Beda dengan itu. Kurangin pengetahuan kita harus memahami itu memang makanya FEGC sebagai pembaginya dia itu tidak bisa. Iya itu terakhir poinnya. Bang Ibnu dengar argumen yang itu lebih clear dari Oke. Sekarang gimana pembagian? Kalau Inggris gimana? Kalau Inggris rata. Inggris bersih. Inggris lebih fair. Lebih fair. Lebih fair. Lebih profesional lebih profesional karena pendekatan mereka emang pendekatan private. Oh. Di Inggris itu emang bisnis as usual. Contohnya seperti apa tuh? Misal stadion, stadion, pengaturan tiket, tempat latihan,

20:54 sponsor, investor. Di Itali kan enggak seperti itu. Dan itu boleh ngelola sendiri. Iya, ngelola sendiri. Nah, yang dibilang oleh Mamad itu semua adalah result dari kekacauan itu. Pendanaan enggak jelas. Tapi penyebab kenapa pendanaan mereka jadi berantakan? pertama pajak keren. Oh, jadi tahu nyampe mat. Bentar burem. Buram bukan burem. Kalau burem mah kulit. Burem mah kulit. Bapak mau ngatain saya apa meneruskan sih tujuannya mana nih Bapak? Betul. Pajak itu sepakat saya tapi itu kan hal yang lebih detail. Nah, makanya saya jelaskan pajak Inggris itu gede banget. Kagak makanya saya jelaskan. Makanya saya jelaskan dan Anda belajar sambil cari ya, jangan langsung di menta-mentah. Jangan langsung diambil menta-menta

21:40 sambil cari pajak pemain di Inggris. Gini bukan pajak sekarang kita kan bicara titik kehancurannya Liga Italia di tahun 2000 itu pemerintah Italia itu mengeluarkan kebijakan-kebijakan fiskal yang emang agak ekstrem. Salah satunya progresif pajak penghasilan kalau di Indonesia ini. Jadi bisa potongan pemain itu 25% sampai 30%. Akhirnya terjadi prakk yang namanya tak tax effion di situ. Nah, Italia bertahan sampai 2004-25 karena itu masih liga yang paling glamor dengan sponsorship paling banyak dengan hak hak siar yang paling mahal. Nah, eh for your information kalian di Indonesia Iya. FY F your information orang di ini juga menjadi penyebab dan menjadi apa ya

22:25 menjadi alasan kenapa kultural sepak bola Itali melekat banget di Indonesia. Karena satu-satunya negara di dunia ini yang bisa nonton Liga Italia gratis di masa itu hanya Indonesia. Indonesia. Wah, benar. Serius? Serius. Semuanya OTD, Pak. Pinjam korek mau bakar fl. Wah, jangan. Ini bukan stadium ya, bukan saya berasa di stadio. Iya. Karena permasalahan pajak. Kenapa pajak ini bermasalah? Karena ketika ketika Itali merasa di situ enggak ada kompetitor sama sekali, mereka ya kan santai. Kenapa? Kenapa? Kenapa gua harus e regulate ini? Kenapa gua harus berbenah? Inggris masih liga yang suram sekali waktu itu. Kick and r sekali kan. Kita bisa ngelihat hari Fergo, ingat Bang E Newcastle bantai MU tiba-tiba 3-0 waktu itu tahun 99 gitu. Iya. Alan Sirer,

23:11 Leower, Le Fro karena waktu itu aku nonton ya Juventini kan. Jadi biasanya di jam 11.00 malam tuh Premier League jam satunya seri A. Enak banget ya jam Anda ya? Iya saya tinggalnya masih di barat. Saya harus tunggu ada acara angin malam baru tuh ada Syria apa enggak ya gitu. Benar, benar, benar, benar. Benar. Karena masalah pajak ini akar pertama nih dari masalah Liga Italia tahun 2000 itu karena perubahan aturan dan regulasi di pemerintahan Italia, akhirnya politikalnya itu bermain juga. Oh, political will. Karena di Ital iya benar kebijakan politiknya mereka gini di Itali di Inggris intervensi antara pemerintah pemerintah parlemen anggota atau anggota kerajaan ke liga

23:57 itu kan enggak boleh ada regulasi jelas nah di Itali perdana menteri bisa punya klub wah berlusing FC iya betul betul kan betul nah jadi banyak sekali b pengaruh-pengaruhnya yang mana mereka udah udah status kuo dipegang sama Itali politikal mereka mainin karena sepak bola itu Itu kan aset salah satu dari lima aset paling besar Itali waktu itu kan. Iya. Karena kultural kultural di manaun akhirnya politikal terlalu bermain pajak masih jadi masalah. Akhirnya pemain-pemain itu masih melihat Itali itu the land of apa ya tanah yang dijanjikan lah. The land of promise. Bayangin Julio Ricardo Cruz itu lebih milih pindah ke Bolokna daripada ke MU. Betul. Kenapa? Ya karena Itali lebih glamor. Even tim middle-nya pemain-pemain Brazil juga lebih memilih

24:42 Itali. Mungkin itu tadi urutan belakangnya adalah proud Italian proudak ujungnya dia ujungnya dia enggak komprehensif bedan it klub-klub itu sendiri keluarga-keluarga ini gitu loh nah Italian Mamad itu bisa masuk di dalam political spektrum ini. Kenapa demikian? Karena keluarga itu punya punya bergaining politik bergaining politik right apa keluarga itu tadi mama cuma tidak bisa bapak kasih saya singkat bapak kasih dia setengah jam gimana enggak dia kan moderator usir moderator dari kampung ini. Nah, akhirnya akhirnya itu tadi dan eh type of iceberg-nya semua problem ini 2006 ketika semuanya hancur semua ketika semuanya ini sponsor sudah masuk pada

25:28 akhirnya orang mulai berpikir ke mana ke mana duit ini ke mana ke mana funding ini dan yang dilakukan dialin itu masuk ke supply demen nih dalam teori ekonomi ada elastisitas dan elastisitas nyambung tuh kebolak ada tiganya berpengaruh juga ambil satu ekonomi di mana Mau ambil besok mau ambil ambil. Karena karena gini itu tidak akan terjadi kalau La Liga atau IPL tidak berbenah. Oh iya betul pasti. Nah, tapi termasuk IPL karena IPL kan juga cukup suram ya dengan federasinya ya. Tapi di tahun 2004, 2004, 2005, 2006 itu semua regulasi itu dibenar-benar dibenerin di IPL. benar-benar dibenerin. Terus kita tahu bahkan mereka waktu itu untuk

26:13 ngebenerinnya itu dari tahun dari sejak Hel sampai tahun. Kalau kalau boleh kasih tahu sebenarnya tragedi Hessel itu juga sangat besar mempengaruhi atau perubahan di Liga Inggris. Salah satu yang paling nyata adalah e kedekatan stadion dengan penonton. Jadi, jadi didekatin lagi. Padahal dia dulu punya tragedi sangat takut ketika penonton dengan pemainnya itu terjadi kerusuhan dan mengakibatkan korban banyak dan itu yang ditakutkan. Tapi Inggris dengan IPL-nya itu membuat batasan sedekat mungkin supaya ternyata Liga Inggris sangat aman, sangat nyaman dan diundanglah keluar keluarga kerajaan bahkan wanita-wanita cantik. Jadi olahraga sepak bola yang dulunya terkenal dengan olahraga laki-laki yang sangat keras dianjurkan

26:59 stigma ya stigma itu. Iya. Dan satu lagi di Inggris yang signifikan sekali enggak ada tribun berdiri, enggak ada jata berdiri. Nah, itu semua harus duduk semua modernisasi sepak bola itu benar-benar dilakukan waktu di Ital masih ada ya tim kecil itu dan bahkan untuk lari gitu kan running-running track itu Mas tim kecil itu rata-rata tribun selatan tribun utara berdiri semua berdiri tribun berdiri karena karena akhirnya pengelolaannya itu benar-benar private. E jadi bisnis-bisnis sektornya itu jalan banget karena tiket itu bisa dikalkulasi dengan presisi kan dan habis dan habis karena mereka mulai mengenalkan konsep tiket terusan. I. Nah, itu dari dari IPL dan waktu itu don't a ngapain? Ngapain kita Itali. Itali kita Itali. Luis Ronaldo di sini, Ronaldo Nazaro, Del Piero di sini. Bahkan bahkan

27:47 bolok bahkan di Itali di zaman itu bahkan tim kayak e Piacenza Dario Humnar top skor lagi anj eh Kalon F Martin Ventola, Reoba haal banget ya pemain-pemain inter ya eh kok tahu pemain inter lah anda tadi sebut iya kan namanya musuh kan memancing ya kalau tadi yang disebut Tacinardi Tori Chelli sama Juventus itu fans Arsenal juga tahu kalau Kalon sama Martin Bang, Bang Ibnu enggak enggak terlalu ngahituin, kan, Bro. PS Bro, Bro. Generasi PS 200 sampai kapan sih mau ngeles-ngeles ya. Nah, Ventola aja saya sudah lupa tuh Bapak Nikola Ventola. Nikola Ventola 78 masa kemasannya tuh di Atlanta. Nomor 78. Nomor 78 Nicola Ventola. Nah, tahun

28:34 2000 dia itu top ular sejati. Ular sejati nih. Enggak kalau Juvent ini kita harus memetahkan tuh semua pemainnya. Giliran saya memetahkan enggak boleh. Giliran saya petakan dari PS enggak boleh tuh. Tapi, tapi enggak karena dia enggak pernah bersina di Inter. Ventola itu paling di Euro 2000 dia du sama Doni. Doni, Doni iya ada e era setelahnya tuh kan. Oke. Eh, yang terakhir ya. Nah, akhirnya semua itu menimbulkan apa yang tadi dijelaskan sama Mamad. Masalah finansial. Buntutnya di sini, buntutnya di situ. Iya, ada penyebab. Jadi, ya Mamad cuma ngejelasin ya ini. Iya. Kenapa masalah itu muncul? Tidak muncul itu dari penjelasan Mamad tadi. Iya. Karena ditanyanya Bapak kan jelasin sebelum ditanya beliau 15 tahun terakhir berarti sudah risal gini loh

29:21 pertanyaan dia tanya 15 tahun terakhir dari 2010 mengapa mengapa klub Italia gagal mendominasi Eropa dalam 15 tahun terakhir? Mengapa Mamat demam? Iya karena saya merasa tidak baik-baik saja. Enggak. Itu karena Mamad demam dia tidak merasa baik-baik saja. P1-nya mengapa Mamad demam? Karena imunitas saya lagi bekerja. Betul. Adakah Anda beker menjelaskan imunitas Anda tidak bekerja? Oh tidak. Nah, itu dia. Iya. Tidak. Karena ditanya ketika demam kan ini lebih gejala-gejala yang dihasilkan ya. Mengapa klub Itali G A G gagal dalam mendominasi 15 tahun. 15 tahun terakhir saya jelasin hal yang sudah terjadi di 15 tahun terakhir Bapak ini dari 30 tahun belakangan. Tapi dari antara

30:06 faktor-faktor ini menurut Feri mana yang paling besar peranannya Pak yang bikin Liga Italia ini sekarang kalau sebenarnya tidak ada masalah pajak ini dan tidak ada masalah. Tapi bentar soal yang pajak ya, yang pajak ini ya. Ini bertanya ini lebih ke bertanya setahu saya ya semenjak Inggris itu Brexit, Inggris menetapkan aturan sendiri dong dengan pajaknya dinaikkan dan bla bla bla mata uangnya juga melejit dan lain sebagainya ya. Sehingga itu berefek kepada pemain juga. Memang dia tidak langsung masuk kepada political will yang sepak bola, tapi kan negara berhubungan dong. Kita tahu Abramovic diusir daripada Chelsea juga itu hal politik yang terjadi di negara, bukan di sepak bolanya. Itu geopolitik tuh. Iya dong. I artinya bukan karena faktor olahraganya gitu. Nah, setahu saya Inggris juga menetapkan batasan pajak yang tinggi luar biasa. Oke, saya akan

30:54 dengan sangat gampang menjawab pertanyaan Mamad. Kalau Mamad punya hutang R10 juta, tapi keuangan Mamad cuma R juta, sedangkan saya punya hutang R juta, tapi keuangan saya 1 triliun, siapa yang berat? Eh, R triliun. Enggak dong. Apa kalau Anda yang lebih berat luang lu R juta, duit lu cuma R juta. Oh, utang gua R juta, uang saya cuma R juta, tapi 3 triliun penghasilan. Yang lebih berat saya, yang lebih ringan Anda. Nah, itu menjawab. Iya, makanya faktor pendanaan misal nih pajak tinggi Itali dihasilkan FIGC okelah dia bagus nih I politikalnya bagus nih FGC. Oke kita ee meeting sama pemerintah daerah bikin stadion sendiri hakar kita tidak kayak kemarin lagi kita bagi dengan segala macamnya. Pajak

31:40 tinggi Ital itu tidak akan seberapa dibandingkan pajak tinggi di Inggris. Oh ini tadi simpelnya kalau boleh saya terjemahkan. Jadi gini Mat ya Mat ya. Gini nih, Mat. Nah, kan di Itali ya pemainnya itu gajinya enggak tinggi, enggak gede. Betul. Kenapa? Iya, karena pendapatannya dia kecil. Itu dia. Nah, udah gitu kalau di Inggris pendapatan pemainnya gede, pajaknya gede. Wajar. Jadi enggak begitu beban. Gede. Betul. Itu dia. Maksud saya adalah pendapatan. Saya ngobrolnya adalah tadi pendapatan. Emang begitu? Eh, mencoba mem kan jangan tanya di situ, tanya di saya apa-apa dong. Kan saya bilang tadi pendapatannya pendapatan di Itali ini suram karena politik yang terjadi di FGC. Jadi menurut Mamad pajak itu seharusnya tidak masalah. Pajak itu seharusnya tidak jadi masalah di italak. Kalau yang lain benar

32:27 berarti Mama tidak menjelas tidak mendengarkan masalah politikal supply dem finansial kalsiopoli ini tadi yang tadi dijelaskan. Iya benar itu ada pengaruhnya. Iya. Saya mendengarkan dengan seksama Bapak Feri. Iya. Terus karena karena pajak ini naik dalam posisi Inggris dengan pajak naik ketika semua tata birokrasinya sudah benar. Benar. Iya. Itu kan poin nomor satu Anda. Maksud saya poin nomor satu saya adalah pendapatan. Jadi masalah utamanya poin nomor satunya apa tadi? Pendapatan. Pendanaan dan pendapatan. Pendenaan pendanaan dan pendapatan berbeda, Mas. Iya. Enggak. Maksud saya tadi kan ada penjelasan saya pendapatan klub pendapatan pendapatan itu revenue. Iya. Pendanaan. Iya. Iya. masuk sponsorship dan lain-a enggak enggak Bapak mau lihat yang tulisan saya apa penjelasan saya tadi moderator ke

33:15 tengah Bapak silakan dia menikmati sekali di sini konsepnya menikmati kan begini Bapak Fer bentar saya jelasin dulu kan di sini tuh kita tulis singkat-singkat maaf ya saya kasih waktu 2 menit aja betul kita tulis misalnya Bapak tulis pajak tapi tidak tulis berapa persen kan saya juga dan tidak menjelaskan beberapa persen betul betul betul ini pendanaan dan di penjelasan saya itu termasuk kedua-duanya pendapatan yang masuk ke klub dan juga adalah pendana sponsorship. Terus kemudian perusahaan itu sendiri sehat apa tidak. Nah, itu tuh tadi saya jelaskan. Jadi pendapatan itu bagian dari penjelasan saya. Memang tidak tertulis di sini tapi saya tadi jelaskan pendapatan kasiar, pendapatan sponsorship macam-macam yang tidak bisa tinggi-tinggi banget. Pendapatan tiket

34:00 stadion karena politiknya itu milik pemerintah daerah. Dia harus bayar sewa. Itu kan pendapatan. Iya kan? revenue daripada stadion itu. Benar dong. Nah, maksud saya adalah ini tidak bisa dalam akuntansi revenue itu sama dengan pendanaan. Itu dua hal yang berbeda, Mat. Karena dalam bukunya ini ini secara istil Bang, ini secara istilah pakai yang tadi saya jelas saya bukan orang ekonomi yang tulis ini supaya penonton juga paham. Betul. Itu tugas Anda. Maksud saya ini kan itu tugas Anda sebagai pakar ekonomi. Saya oke ini masih berdebat masalah pendapatan dan juga pendak. Tapi saya pengin tahu juga menurut pendapat kalian, pendapat siapa yang lebih sependapat dengan kalian? Iya. Kalau soal istilah mah saya keliru semua. Ini

34:47 FigC politik maksud saya di sini saya tulis FIGC sudah kita cukupi untuk segmen yang ini ya. Tapi perdebatan itu akan selalu tetap ada dan kita biarkan buat para penonton. Wah, Anda tidak adil dong penonton ya. Karena penjelasan Anda tadi sudah muter-muter. Betul kan? Bukan muter-muter. Ya Allah, kenapa saya salah terus di sini? Lanjut ya. Kita balikin. Tadi gimana ee Sobat Sporty, apakah kalian setuju dengan pendapatnya Feri atau justru pendapatnya Mamad? Tapi saya curiga, kayaknya pendapat Mamad kali ini tidak begitu bermutu ya. Gurem. Gurem tadi. Kacau. Kacau emang kacau. Ada sentimen kedua. Yang kedua adalah bagaimana cara nih perhatikan baik-baik lagi ya. Bagaimana cara klub-klub Ital bangkit dan kembali berjaya di Eropa caranya ya. Oke. Tadi Mamad Udain

35:33 pertama sekarang Feri. Pertama. Yes. Karena kan ketika kita membangun company itu enggak bisa instan. Jelas kita harus menghandalkan input dan resource yang kita punya. Artinya tim-tim Itali itu harus berangkat dari regenerasi pemain mudanya. Dan nanti bilang saya ngikut nih. Saya lah kalau setelah gua ngomong dia ngomong lagi itu ngikut enggak sih? Ngikut. Makanya lihat tulisan aja Bapak moderator. Dia kan punya ilmu hitam. Bisa tulisan itu baru ada. Ini bisa ada tadi kosong anjing semua. Anjing semua. Benar. Tadi kosong. Tadi kosong. Dari mana sekarang? Ada isi. Saya juga kaget. Saya juga kaget kok. Tiba-tiba ada isi. Aduh. Oke lanjut ya. Setelah regenerasi udah benar nih kayak itu itu semua dipraktikkan boloknya. Nah, Bolokna Atlanta mereka melakukan regenerasi

36:19 dengan baik. Solo paling Solo ee terus Juventus di era 2011-2012 mereka mulai mereka mainnya The Cegle, Marcisio, beberapa pemain-pemain Lamasia eh Lamasianya beberapa pemain-pemain membelot ke Barcelona yang itu kepleset lidah. Iya kalau itu kepleset lidah mascisi masa lama slip tong slip song enggak karena ingat lamasia karena sebagai yod akadem kalau di situ sliptong kalau bisa salah tuh pendapatan enggak bisa ditulis pendanaan ya siapa yang mengerti istilah ekonomi yang penting penjelasan saya pendapatan iya intinya seperti itulah banyak tim yang melakukan hal seperti itu. Jadi muncullah dan ini bisa dibuktikan kalau itu secara kultural sepak bola masih sangat kuat. masih juara mereka masih

37:06 masih sangat menyulitkan dunia dua kali tapi 2012 mereka itu hampir juara juga sangat kompetitif sekali ya masuk Piala dunia oke itu sesuatu tapi juara euro itu something juga kan dan masih ada pemain kayak Enrico Ciesa Milan masih ngasilin Donaruma artinya Federico Enrico bapaknya oh iya Federico slipong Federico Enrico Sliptong Federico Enrico itu Sliptong ingatnya Enrico Ciesa gitu kan iya karena itu yang ngegolin tig kali waktu itu lawan Allstar. Oke, masih ada C. Enggak tahu Allstar apa nih? Italia lawan World Allstar 62 yang Allstar tahun 62 eh tahun '98 enggak tahu enggak Pak serius ya? Saya jujur-jujur aja pertandingan gurem

37:51 enggak enggak Bang Ibnu bukan nyutinnya ke MU sih kalau finalisima nonton saya tapi Bang Hemno kan penggemar IPL tahu kan pertandingan itu jujur jujur jujur ada tadi sudah mulai tidak tahu ada tadi tidak tahu tidak tahu tidak tahu jujur jujur kalau mau bohong-bohong banyak nih bohong saya bisa ni nah setelah regenerasi yang yang kurang dilakukan oleh tim kalau bohong-bohong saya bisa bohong bohong nih yang kurang dilakukan tim Itali itu adalah strukturisasi finansial mereka. Oh. Masalah manajemen finansial mereka. Masalah manajemen finansial mereka dan itu harus dilakukan. Jadi saya tuh riset itu benar-benar dari saya ya. Saya enggak baru tahu kalau inter sekarang ada masalah itu tuh. Oh dia punya masalah. Iya. Masalah-masalah strukturisasi finansialnya buruk. Itu

38:37 saya riset sendiri kemarin ya. Saya enggak baru tahu. Jadi itu ada bajingan orang gini ya. Sumpah ya. Sumpah. Pantas Anda dimarah-marahin di Twitter ya. Saya akan suruh dukun semua santanda. Iya kan inter yang juara champion ini kan. Oh iya tadi tuh. Oh iya. Oh aku belum update tuh. Enggak dari Oke gua jujur itu gua bohong. Gua tahu dari teman interisti gua dia update banget inform. Anda enggak boleh tahu informan saya. Iya benar. Enggak boleh. Sekarang saya tanya info tadi saya dapat dari siapa? dari Mamat. Nah, sekarang aku sendiri kan barusan itu penjebakan itu jebak. Kalau jebak-jebak kayak begini negara enggak jalan sumpah. Sumpah kalau saling

39:23 menjebaknya langsung lurus begitu. Jadi strukturisasi finansial itu bahkan bahkan juga kurang dilakukan oleh Juventus yang tim yang paling stable waktu itu. Karena mereka kurang melakukan itu karena tergiur itu untuk mendatangkan Ronaldo 108 juta euro. Padahal secara bisnis it's not bisnis wise secara brand oke. Tapi pada akhirnya kan itu gagal bisa ngasilin profit yang lebih besar tuh karena itu mengguncang ekonomi dan finansial mereka. Mungkin kegagalan mendatangkan profit yang besar untuk Juventusnya memang gagal, tapi mungkin mendatangkan penonton atau engagement dari dunia secara short berhasil Ronaldo. Iya, short berhasil, merch berhasil, tapi akhirnya jadi expense karena karena gajinya, karena harus maotangati pemain lain atau segala macam ya karena prematur seharusnya seharusnya nunggu

40:09 beberapa musim lagi padahal manajemen klubnya itu belum terlalu siap dengan keuangan seperti itu. Iya. Ya biasa beli Pogba kosong, Pirlo kosong kan tiba-tiba saya ya beda pandangan ekonomi lah ya di antara petinggi. Mereka mikir ini waktunya nih ternyata itu bukan keputusan yang bagus. Akhirnya ya udah itu jadi masalah yang sampai sekarang masih masih dipotong 10 poin waktu itu. Nah, terakhir brand marketing Itali sangat-sangat kurang brand marketing ya. Iya. Masalah Itali dan itu yang harus di Italia coba untuk buat dan build dan sebenarnya bisa dilakukan siapa kalau aku boleh boleh enggak sih? Boleh. Boleh. Tugasnya apa? Federasi. Federasi. K. Federasi. Federasi. Wah. Aduh. Tapi kalau brand apa brand marketing saya setuju banget nih kalau kita ngambil contoh ee F1. Hm. F1

40:57 katanya nih menurut berita yang saya dapat ini sekarang sudah diambil Ali oleh perusahaan Amerika untuk dari sisi penayangan dan hasilnya wow luar biasa. Untungnya berkali-kali lipat. Pas begitu saya lihat memang tampilan dari F1 itu baik di media sosial bahkan di tayangan itu beda banget. bikinan Amerika kemasannya itu benar-benar entertaining terus seru gitu loh kayak benar-benar main games grafis-grafisnya luar biasa kan itu kan jadi sebuah tugasnya federasi federasi termasuk kalau kita bisa berangkat pertama acuannya itu lig kita bisa lihat ee liga liga Spanyol lah mereka melakukan rebranding yang luar biasa mereka tahu kekuatan mereka cuma di Madrid dan Barcelona the end of the day mereka mulai ngerasa ini enggak cukup nih akhirnya kalau kita lihat tayangan teknologi kamera paling yang

41:42 canggih itu di Liga Sp. Bahkan sambil main ada slide tambahan di samping secara taktikal. Iya. Dan kadang kita tuh bisa stay walaupun kita enggak tahu itu klubnya apa karena enak ya ditonton bolanya. Nah, itu salah satu bentuk di brandy ee brand marketing yang bagus sama lampunya terang spanjol. Sumpah kalau digital lampunya Anda sampai tahu lampu berapa watt lampunya kok bisa terang dan caranya tuh kayak kok stadionya lampunya terang kayak pas balik misalnya empoli lawan apa gitu kok rada-rada ya rada-rada redup. teknologi mereka tuh emang mereka invest di situ kan salah satu bentuknya. Nah, kalau di level sebenarnya Itali itu punya bench eh apa ya? Punya benchmark yang bagus. Salah satu klub yang melakukan itu dengan baik kan Venea. Veneia merch itu kan nyawa nyawa nyawa revenue. Revenue

42:28 means pendapatan ya, bukan pendanaan. Merge is pendapatan ya. Istilah Masilah doang udah udah. Oke. Jadi, jadi karena ada pendapatan kita orang kalau beli jersey biasanya kan nilai sejarahnya historical segala macam. Orang beli jersey Venezia bagus karena keren doang. Keren. Iya. Walaupun bukan fans Venezia itu. Betul. Iya. Dan sales venezia itu 90% keluar keluar keluar dan club itu iya struktur finansialnya itu paling ma jersey. Artinya 10% cuma dari fans Italinya. Iya. 90% berapa sel yang dia hasilkan dari wah dari baju dan emang tiap musim bajunya bagus semua tapi harus dibandingin dengan klub-klub besar ya yang punya branding internasional ya yang kayak Juventus hilang kalau kita ngitung pendapatan atau income kan

43:14 enggak bisa juga mereka bukan pemain mereka bukan pemain internasional kayak Adidas Nike dan segala macamnya relnya tapi at the end of the day kalau ngelihat secara kualitas sales-nya ngebayangin satu tim di Venis yang emang dikerjain sama desainer dan bisa jadi produk fashion Iya, karena more than sport ya sudah jadi dan sekarang itu tuh berkembang dan benar-benar diseriusin dan itu kan satu break through di sepak bola ya. Betul. Betul. Dan pemainnya lokal gitu. Nah, kalau menurut lo ee kota mana yang lebih apa ya mendominasi ee masalah yang tadi kita sebut dengan jual jersynya datang duitnya lebih banyak apa karena dia jumlah penduduknya lebih banyak atau memang jumlah fansnya jauh lebih banyak? Nah, biasanya jersey

44:00 itu sales-nya itu kan bukan karena itu bagus ya, poin pertama ya, tapi fan base-nya sebesar apa gitu. Makanya selalu MU kan. Iya betul. Karena ya emang orang bodoh di bukan bukan bukan enggak apa-apa enggak apa-apa enggak apa-apa enggak apa-apa. Aman dukung aja tuh balik kan enggak apa-apa enggak buka, buka buka gini mending tidak daripada dukung saya ya orang ini ya. Engak. Tapi memang itu itu yang dinamakan cinta. Mau dibilang pas lagi. Nah, Bang Ibnu langsung nangkap dia karena enggak ada jiwa pengkhianat. Iya, saya ituat mau mu lagi di bawah maupun di atas saya tetap dibilang bodoh. Dibilang kalopoli. Emang enggak masalah enggak kan dukung Arsenal enggak akan Liverpool mau itu dia respect dukung tim ular itu.

44:51 Nah, itu itu argumen dari saya. argumen dari Mamat. Mamat silakan Mat. Oke. Ee kalau Mamat apa yang pertama ya? Yang pertama adalah sebenarnya pertama kita bisa debatin nih sebenarnya adalah ya tergantung statementnya berkualitas atau enggak. Kalau misalnya statementnya enggak berkualitas ngapain kita perlihatkan? Kita debatin dari apa namanya? Dari telur duluan telur apa ayam gitu. Oh iya boleh. Oh maksudnya debatable ya. Betul itu debatable. Dia langsung bikin disclaimer sekarang ya. I oke. Jadi kalau saya apakah klub-klub ini yang harus berbenah duluan Heeh ee dan mendesak ke federasi ataukah federasi ini yang membuat sebuah kebijakan yang dibawa akan jadi bagus gitu mau bottom up dulu atau top down dulu. itu ee yang pertama yang harus kita

45:38 pikirkan sebenarnya dan itu bisa didebat sih, bisa didebat tapi kalau engak kita setuju kok ya setuju itu benar kan kita enggak mau debat kita berdebat itu enggak enggak ada yang mau berdebat enggak ada tapi kalau dari saya sendiri ya menurut Mamad lebih bagus mana federasi ini branksek federasi Itali kayaknya Mamad cuma pengin bilang federasi branksek doang deh dari kalimat itu. Federasi Italia iya bukan kita. Iya saya enggak bilang kita kita enggak bilang kita juga enggak ada. Enggak ada. Iya i hidup Pak Erik. Federal. Oh, iya benar benar. Kenapa jadi kayak sayaut? Enggak ada yang bilang tadi kita kita enggak ada kita enggak nanya Italia atau Indonesia enggak adaak federasi Itali itu. Jadi kenapa dengan Pak Erik bukan Itali jelas-jelas saya bilang Itali federasi Itali itu yang harus berbenah

46:25 luar biasa menghasilkan sebuah kebijakan-kebijakan yang bisa diikuti klub. Iya. Oke, sebagai penengah antara klub dan pemerintah itu federasi harus harus masuk di situ gitu. Walaupun pemerintahnya enggak terlibat di sepak bola ya, tetapi izin itu sudah pasti pemerintah setempat dong. Sebenarnya ini pertanyaan di federasi di federasi Italia itu boleh enggak menteri menjabat di situ? Ya secara aturan kan boleh di Italia ya itu Bu Bluskoni perdana menteri dia kan enggak enggak mimpin federasinya dia punya klub bolanya dia sempat masuk Galiani itu sempat masuk juga di dalam Galiani jadi PSSI-nya berlusoni PS-nya sorang pemerintah iya pemimpin federasi saya tidak tahu ya tapi kayaknya boleh deh oh iya kayaknya ya apa apa acuan mama ini biasanya ada tim informasi kita

47:10 nih coba tolong dicari tahu apakah ada atau boleh boleh orang politik statut FC FIGC atau PSS-nya Italia. Oke, lanjut Mat sambil dicari. Lanjut karena penasaran juga itu di Itali apa kalau ternyata di Itali boleh. Memang Indonesia itu Itali sekali semuanya kecuali skill. Ben tahu saya saya belum pernah menelaat tapi setahu saya boleh sih. Oh iya gua malah jadi penasaran sendiri tadi. Oke. Karena itu itu turunan dari FIFA Bang. Mereka tuh pakai ee statunya FIFA. Hm. Statusnya FIFA itu kalau berlaku di Indonesia ya berlaku juga dong di seluruh dunia. Artinya siapap pun boleh tapi dia tidak boleh campurin. Dicampurin mungkin orangnya boleh tapi untuk mengelola klub bolanya

47:57 atau federasinya tidak boleh. Adaul mau pimpin itu enggak dia sudah ambil lisensi kemarin. Kemarin tuh banyak desakan biar it sama sebenarnya kayak kita biar Italia itu dipimpin oleh mantan-mantan pemain. Iya sori Bang karena saking penasaran Bang coba chat GPT aja Bang. Jadi lebih teruk gitu gitu. Yes. Politikan can becc. Oh iya boleh boleh itu Gravina. Nah Grafina kan benar tuh pernah Gravina election. Iya with menarik sih. Menarik benar berarti ketika ada benar Itali Indonesia banget ya atau Indonesia Itali banget ya. Kecuali di skill kecuali di skill. Eh sekarang skillnya mirip-mirip bisa tanding loh. Bisa bisa percaya buktinya kan ada klub yang dibela. Nah, kalau menurut saya ini tuh harus

48:43 berbenah 100% sih federasinya tuh harus berbenah 100%. Federasi ini itu sudah jadi bom waktu dari zaman dulu ya sebelum Kalisopol federasi itu sudah menjadi masalah lah masalah di Itali sendiri. Walaupun labor banget itu liganya tapi federasi itu selalu jadi masalah problem. Bahkan kan kenapa Agneli begitu fight lawan ee federasi kayaknya karena menurut dia federasi ini enggak beres gitu. Iya, berantakan banget. Sehingga selalu berbeda pendapat tuh ee Agneli maunya Itali itu dikelola begini, federasi bikin aturan sebaliknya gitu-gitu selalu ribut lah. Nah, ini tuh akan otomatis itu membantu klub-klub Spanyol misalnya kita ambil Spanyol, dia mau menciptakan klub sehat gimana ya? Dia bikin batas

49:28 selari salary. Dia bikin juga batas ee pemasukan, pengeluaran dan lain sebagainya. Pembelanjaan pemain. Betul. sehingga Barcelona selalu tiap musim tuh ribut sama federasi. Tapi tujuan dia adalah bukan dua klub ini. Tujuan dia adalah klub-klub kecil ini sehat juga. Karena kalau klub yang sehat cuma Madrid sama Barca ya liga ini tinggal tunggu waktu. Iya. I rontok semua tuh pasti. Betul. Nah di Itali pun seperti itu kan. Klub yang sehat itu kan kita bisa hitunglah. Bahkan sampai saat ini klub yang sehat itu ya hanya karena keluarga Agneli yang di apa namanya? Cipin sama or terus gitu-gitu. Nah, jadi eh FGC-nya harus berbang. Yang kedua, klubnya sekarang nih. Klub itu menurut saya ya ini sebenarnya subjektif karena Juventus ya. Saya tuh pengin banget dia itu

50:15 mendunia. Mendunia itu bukan berarti brandnya disukai banyak orang, tapi kalau makin ke sini itu makin kelihatan Italiano banget gitu berdasarkan keluarga. Dia enggak mau lepas sama mayoritas. Terus kemudian secara strukturnya harus Italiano, secara pelatihnya harus ee apa? Visi misi klub itu harus sesuai Italia banget gitu-gitu. Itu tuh membuat yang dari tadi melebar itu lama-lama mengecil tuh ngerucut lagi. Iya. Karena kan problemnya itu tadi yang kayak dijelasin kenapa mereka tidak mau melepas karena bergening politiknya sangat kuat di Italia ketika lu punya klub itu. Makanya gua bilang tadi kausalitasnya. Iya secara klubnya ya. Iya. Berarti kan memang benar-benar politiknya tuh harus bersih dulu sebelum ini terjadi. Kalau enggak orang-orang Itali enggak akan ngelepas klubnya. Enggak akan pernah. enggak akan pernah karena mereka mau

51:02 kontestasi politik mau jadi walikota, mau jadi major ya mirip banget lagi kayak kita ya. Eh ya iya bener kita. Iya tapi kalau kita berkaca ke Juve sendiri ya Juve itu kan murni kebanggaan. Murni kebanggaan keluarga ini. He ini kan hal yang diwariskan turun-menurun dan dan tidak mungkin dilepas gitu loh. Juventus is Agneli. Agneli. Iya kan? Agnel is Juventus gitu. Udah enggak bisa tuh. Sama kayak kita bilang Agneli mau lepas Fiat atau Ferrari, enggak bakal mungkin tuh tiga ini kesatuan tuh trinitasnya keluarga Agnel itu Juventus, Ferrari, Viat. Udah. Nah, menarik nih karena Agnel itu salah satu keluarga yang justru paling moderat dibanding keluarga lain. Betul. Tapi bahkan dia segitunya kan karena dia membagi banget semua lini bisnisnya. Enggak akan ada crossover

51:47 finance gitu. I bagus dong. Iya, which is bagus. Tapi ke Juventusnya itu kan udah udah di saat-saat yang genting genting. Selama ini kan Fiat Ferrari enggak pernah ada urusannya sama Juventus. Uh tapi dari 2011 berdiri sendiri-sendiri ya dari lama mat dari 90-an itu dari 2011 itu si Elkan selalu tuh selalu dari or yang cipin karena rugi Juventus itu tuh di di di ditambel sama ini cuman ketika mereka berbenah Juventus Stadium berdiri itu sudah mulai lagi tuh batasan jelasnya. Iya. Nah, ini diciptin lagi nih. Makanya dia rubah struktur lagi. Makanya tadi aku bilang restrukturisasi finansial mau siapapun investornya sebenarnya enggak masalah tapi sehat atau tidak? Dan dan secara pemegang saham bukan keluarga tapi PT eksornya. Gini kalau kalau gue lebih

52:33 kontra gini mau keluarga atau enggak gini deh ee kita kita sebutlah keluarga-keluarga yang terkenal di Indonesia. Perlu enggak nyebut? Enggak. Anggaplah keluarga A B kelama dia ngelola bisnisnya dengan benar. Betul. Betul. Kenapa dia lempar keluar? setuju. Nah, sekarang karena bisnis dia itu enggak pernah benar karena pada akhirnya keluarga lain. Kalau Akneli dia enggak punya tuh enggak punya drive ke political move kepentingan lain untuk Iya. Kayak berlusoni itu enggak punya atau yang orang gila dari Naples itu siapa? Eh, The Laurentius. The Laurentius. Dia enggak pernah The Lauren. Ya, itulah dia enggak pernah punya itu tuh. Jadi penyebabnya tuh bukan keluarganya tapi drive-nya. Drive-nya. Karena pada akhirnya ketika sebelum kegilaan itu terjadi, keluarga family yang pegang pun jalan gitu loh. Jalan ya karena profesional semuanya

53:19 sudah. Tapi itu menurut saya ya, ini pendapat pribadi saya. Ketika itu keluarga berarti kan ada hal-hal yang harus dipegang turun-menurun tuh. Betul. Seperti Juventus ya kita tahu sendirilah uh Italinya tuh terlalu kuat gitu. Dia tidak akan biarkan tuh. Bukan nih ini yang gua bantah ini. Serius ini yang gua bataman. Mereka tidak membiarkan karena mereka enggak punya kebutuhan untuk itu. Bukan karena mereka biarkan karena proud Italia. Enggak. Gua bisa ngelola ini dengan baik. Misalnya pengambilan mota apa menurut Abang itu murni kan dia pengin berubah ke sepak bola progresif. Ah ketika dia mau meninggalkan Kenao ala Juventusnya ee apa namanya cara bermain Juventus banget grinta dan lain sebagainya. Dia pengin beralih tapi tujuan beralinya bisnis. Iya. Karena secara data ee klub-klub yang banyak

54:06 penontonnya adalah yang bermainan sep bermain bermain bermain enakkanya ketika Allegri tidak ber out tuh stadium diganti Allegri walaupun kita enggak tahu maota kayak apa. Tiket terusnya habis. Iya. Karena sepak bolanya menjual kalau karena investmentnya bagus gitu. Betul. Tapi pelatih yang dia ambil pelatih yang dia ambil harus yang progresif dari Itali juga padahal secara iya makanya sari makanya kenapa bakal ada keterbatasan dong kalau kayak gitu. Betul. I iniaknya kalau diaang dari It mungkin di di secara secara budgetrain secara secara dia ngelihat secara bisnis secara keseluruhan memang bakal lebih untung kalau gua ngambil pelatih Itali. Enggak, Bang. Itu tuh ininya Juve. Juve itu ngambil pelatih kalau enggak mantan pemain orang Ital. Enggak. Oke, itu bisa by asumsi Mat. Tapi bukti-bukti konkret

54:53 ada enggak dokumen Juve kayak Bilbao misalnya? L kalau kalau Bilbao tapi kan saya orang eksor emang kalau Bilbao itu jelas. Kita cuma mau ngambil orang Balkan hanya boleh satu. Iya. Itu itu jelas tuh dalam AD Basque. Basqu bas dalam ADR dalam ADRT-nya itu jelas tuh pemain itu hal yang tidak tertulis dan maksudnya enggak bisa enggak bisa kita ngedebatin hal yang tidak tertulis. Pelatih dari luar tidak ada Bang. Iya bukan berarti itu memang diatur Mat. Tapi itu tradisi itu tradisi. Maksud saya itu tradisi Itali itu rahasia umum tidak tertulis tapi umum tuh. Tapi itu enggak bisa dibawa dalam perdebatan. Iya. Lu punya bukti apa? Itu subjektivitas soalnya itu punya kayak

55:39 ijazah palsu. Allahu akbar. Ijazah palsu. Ijazah palsu sampai ke sini. Ijazah aslinya. Tapi itu tradisi yang sangat tidak tertulis itu, Bang. Sangat tidak tertulis. Tu gimana? Maksudnya tidak tertulis. Oke. Baik. Saya tengahin di sini baik tertulis maupun tidak tertulis tapi mungkin kenyataannya sepak bola Itali itu sedang mengalami penuh. Oke, Bang. Gua satu satu metahin argumen Mamat. Semua pelatih Juve Itali enggak kecuali mantan pemain. Ah, itu udah patah. Tadi kan saya bilang begitu berarti udah udah udah ada dua variabel Mat yang sebenarnya enggak ada acuannya nih. Nah, enggak gua enggak mau temen dari awal saya bilang J itu hanya mengambil pelatih Itali. Kalau tidak pelatih Itali, pelatih luar tapi pernah

56:24 bermain di Juve. Iya, itu interisti biasanya. Itu yang disebut tradisi Juventus. Dia hanya bisa dari keluarga Juventus. Bang W aku pertanyakan Juventusnya Anda sih mulai sekarang itu tuh kita semua tahu. Iya kita semua tahu. Nah, cari deh tradisi Juventus apa itu memang begitu emang begitu. Grintanya Juventus itu dibikin sebagai tradisi. Tradisinya Juventus yang bikin siapa? Iya. Keluarga Agneli. Memang ada mau mamat infonya dari mana? Tuh tuh mana? Bukan itu C tulis tradisi merasa tradisi itu ya ee dari turuntemurun. Jangan jangan ini kosong pelatih nih. Iya nominasinya Itali pasti Itali. Makanya kembali lagi Allegri dulu. Anceloti, Lipi, Trapatoni, Anceloti,

57:10 Lipi, trapatoni muter aja di situ. Iya. Kapelo kosong penyembarnya bukan tradisi kayak tadi nih. Ini nih ini nih struktur berpikir yang benar nih. I oke, maaf ya saya kasih waktu 2 menit lagi. Oke, struktur berpikir yang benar. Kita kita ketemu semua evidence nih. Tapi selama itu tidak direkatkan dalam satu formalitas yang benar untuk nyebut itu tradisi dan itu bermasalah, enggak mungkin lu bikin lu menuntut perusahaan untuk berubah karena tradisinya seperti itu. Tradisi siapa? Siapa yang buat? H. Kalau lugai yang menurut Aneli bilang kita enggak pernah buat tradisi kayak gitu. Nah, kalau dia ya pilih dong pelatih dari luar. Iya. Kita ngerasa enggak ada untungnya ngambil dari luar secara bisnis wise ini enggak untung secara apa bisnis wise terus dibandingkan ambil Andre Pelo yang enggak pernah melatih. Iya mungkin menurut hitungan mereka harganya lebih

57:55 murah. Bisa Pocetino baru habis final macam-macam dari sisi keuangan lebih murah. Kenapa Juventus tidak pernah cari aja? I kenapaentus Igor toor kan dari luar ya dari Kroasia itu mantan saya sudah pengecualian tadi descam juga begitu udah ada pengecualian tadi kata Feri variabel udah patah berarti iya dia itu udah bagian dari Juventus ketika main buat Juve siapa pemain yang bukan negaranya Itali tapi pernah bermain di Juve ya oke oke oke oke oke ok sampai sekarang belum ketemu tradisinya lihat aja pelatih-pelatih ini lebih data-data yang mungkin ya ee kalau menurut versi Mamat itu sudah menjadi tradisi. berharap Zakaroni itu diambil karena enggak ada pelatih luar

58:41 karena finansialnya cukup hanya cukup kemampuannya sebagai klub hanya cukup untuk menarik Zakaroni dia pengin mungkin punya pelatih Sintayong mungkin apa astagfirullahalazim astagfirullahalazim siapa pelatih Senegal 2002 itu yang dari Prancis Bruno Alio CC e itu pemainnya ee Bruno Meetsu kan Bruno ya mungkin dia mau narik mungkin dia mau narik gus hiiding iya tapi dananya enggak ada ini dananya enggak ada dan buat apa the yang lain karena balik lagi tadi keuangan klubnya kan masih dikit nah sekali kita debat kalau kalau tertulis ya udah semuanya tertulis aja kalau gitu ya memang kayak gitu mat ya udah fc juga kita enggak bisa bantah ya bisa orang enggak ada political tertulis entar tapi ada evidence-nya regulas ini apa ya buktinya semua bukti

59:30 itu bahwa hanya pemain Juve atau orang Itali stop Allah ini akan tetap menjadi perdebatan di antara Feri dan kita sama-sama tahu ini loh, Bang. Jangan hanya biar debat loh, Bang. Jangan hanya biar debat ini. Ya Allah tadi kok bukan hanya biar debat ini objek episode ini versus Mamad nangis. Bukan nangis bukan nangis tapi enggak mau mengakui hal yang memang kita tahu sama-sama. Mungkin enggak ya kalau bers kita lepaskan lepaskan lepaskan ilmu kita lepaskan ilmu depan kita sebagai sesama Juventus bangkit atau hal ini kan tidak dari teman memang dari teman berarti memang Juventus anjingang oke biar enggak anjing-anjingan di sini

1:00:16 kita masuk ke water break dulu ya oh biar biar tenang biar tenang makin panas nih biar tenang habis habis angelous Persij ngapain ya? Jadi pelatih kalau gak harus Italia atau Juventus. Oke ya habis dari Juve ke Persija dia Bang Zaker Roni. Iya makanya Delner masuk ke waterbreak. Nah cara mainnya adalah Fer. Nanti tebak ee nama atau mungkin siapa yang nanti disebutkan berdasarkan Coin Tos. Misalnya kalau Feri duluan yang ee punya kesempatan jawab. Kalau salah nanti kita lempar. Oke. Seperti sebuah kuis. Oke. Sebuah kuis apa? Family 100. Family 100. Oke. Oke. Harus ada tombol. Pilih dulu.

1:01:02 Enggak dong. Kan pakai koin tos coin. Iya. Nanti sebut apa ee siapa kesempatan duluan baru soalnya main ni. Kayaknya kalau misalnya kalah pakai baju Inter ada yang berani? Oh iya ada yang kalah. Berani enggak? Kalau saya sih saya sih enggak takut berani. Saya mah tergantung lawan aja. Tapiak, Bang. Bang Mamad enggak berani. Enggak berani. Aku enggak berani. Kenapa? Kan udah ek aku bukan enggak berani. Enggak s dia mau cuci dia. Saya tidak pernah punya ataupun tertarik dengan baju itu walaupun retro. Oh iya iya i Andi dong. Iya. Muu. Andy. Ulang ulang ulang. E miring miring tadi. Miring tadi. Miring miring. Nanti masuk gelas. Ulang

1:01:49 Andy. Cool. Ulang lagi. Enggak usah udah enggak apa-apa. Oke, water break adalah sebutkan lima pesepak bola dengan caps terbanyak di Liga Italia sejak 90 sampai 2025. Gian Luigi Buffon caps terbanyak. Wah, survei membuktikan survei salah lah. Ada dong Buffon lah. Nomor satu. Uh, wah bener poinnya 50. Lanjut Mat. Kalau salah nanti dilempar ke V. Anjing. Udah ada satu. Udah dapat Francesco Toti. Francesco Toti. Apakah ada survei membuktikan? Wus. Ih. Ih. Alro. Alessandro Del Piero. Apakah ada survei

1:02:36 membukti nomor dua? Enggak. Enggak. Tidak ada. Pao. Kita lempar ke Feri. Silakan Fer. Paulo Maldini. Paulo Maldini. Apakah ada? Saya sudah unggul. Survei membuktikan. Enggak ada. Hah? Masih punya kesempatan. Tidak ada. Caps terbanyak. Caps terbanyak. Caps itu nasional ya? Enggak. Caps enggak. Liga Itali. Liga Itali. Palum Maldi ini enggak ada. Tidak ada. Berarti masih kalah sama Buffon sama Toki. Kalah. Kalah. Jauh. Buffon nomor satu. Ayo Mama. 3 2 1 lempar nih. Kan waktu di situ. Ya udah saya yang hitung kan. Masa 5 kan 30 detik kita dikasih. Woi, begini-begini yang netizen marah-marah Anda sama Oki nih. Begini nih. Terlalu tidak tidak berpihak. Betul. Cepat tuh.

1:03:24 Lima empat t dua Roberto Bagio apakah ada Roberto Bajio? Survei membuktikan. Tidak ada. Feri masih punya kesempatan. W ini agak Maldini enggak masuk ya. Maldini enggak masuk ya, Bang. Gila, ini di Natale, di Natale apakah ada survei membuktikan. Oh, Habis kesempatannya kita buka. Siapakah pemain sepak bola Liga Italia? Aneti, Samir, Hanovic dan juga Fabio Quaglier. Cie menolak sebut Zareti. Cie. Iya. Iya. Gua mending gua kalah daripada gua nyebut Zaneti dari tadi. Saya juga tidak sebut tuh. Dia kan tadi C kan

1:04:11 sejati fan sejati. Saya juga tidak sebut. Kenapa jadi saya yang salah? Lah kan Anda yang mengcengcengin pertama tadi Cie enggak nyebut sumpah. Besok ya saya saya enggak mau debat lagi. K panggil Andre Rosiade debat sama Pak Andre. Nah biar siap udah siap udah gitu. Lanjut pertanyaan kedua ini untuk Feri pertama ya Fer. Jawaban pertama. Iya. Sebutkan lima pesepak bola Italia paling populer sepanjang masa. Alessandro Del Piero. Apakah ada survei membuktikan Del Piero? Ini masa bersih bajingan. Oke. Paulo Maldini. Paulo Maldini apakah ada di peringkat berapa Paulo Maldini? Survei membuktikan. W mantap. Siapa bersih ini? Mantap. Sudah. Siapakah lagi? Gian Luigi Buffon.

1:04:59 Jiji Buffong. Survei membuktikan. Gokil. Kalah dia nih. K masih lanjut banget ini. Oke, pemain sepak bola Italia ya. H agak-agak tricky little tricky. Francisco Toti. Eh, El Capitano. Francesco Toti survei membuktikan itu dia one man one club ya. Oke. Nomor empat itu agak tricky tapi Filipo Inzagi. Wis Filipo Inzagi. Kalau enggak Alessandro Nesta between oke lah ya. Sat. Iya. Inzagi, Inzagi, Inzagi, Inzagi. Apakah ada survei membuktikan? Oh, Ada satu ini. Fabio Ganafaro. Canvaro. Apakah ada survei membuktikan? Enggak,

1:05:44 gua menang. Roberto Bajio. Roberto Bajio. Apakah ada survei membuktikan? Oh tidak ada. Habis kesempatan Ferry, sisa kesempatan Mamad. Mat, apakah sedekah 20 poin akan menjadi milik Mamad dari Feri? Mau, Mat. Apa itu? 20 poin sedekah itu dari Feri. Sebentar diam bisa enggak? Tiga, dua, po siapa? Yo gua mau kasih enggak, B? Gua mau kasih enggak? Anda udah habis kan? Iya, tapi buat poin lu. Enggak usah. Iya, Bu. Iya, buat lu enggak apa-apa. Mat kasih aja. Siapa enggak usahak? Siapa? Hah? Siapa? Jawab. Udah habis itu. Ya udah, habis ya saya. Heeh.

1:06:29 Anjinglah. Ah, sama ada banyak banget nama di kepala ini. Ya Allah. Ya Allah. 3 2 1 habis. Ya Allah, masa kalian enggak tahu sih? Balotelev Baloteli dia bermain di banyak klub. Di banyak klub. Di beberapa klub Dinozov terlalu tua Anda apakah ada survei membuktikan? Tidak ada. Dia bermain di banyak PL. Andrea Apilu anjir. Itu dia kan gua udah kasih tahu ya bermain di banyak klub cuma tiga itu. Oh iya maksudnya dia berganti-ganti. Lanjut ya. Pertanyaan ketiga ini akan menentukan berapa-berapa skor. Eh jangan tanya jangan jangan jangan dikasih tahu nanti aja terakhir. Jangan nanti dia nge-fur nih. Apa bisa jadi dia ngebut? Ya iyalah memang ngebut

1:07:17 intinya enggak bisa iniak bisa biar penonton di sini juga semakin degdegan. Kira-kira siapa nih yang ini yang ada biding-bidingan juga. Tapi ini tergantung moderator. Jangan salahin saya dong moderator. Oh iya. Sebutkan lima penjaga gawang Italia paling populer sepanjang masa. Buvon. Buvon. Apakah ada survei membuktikan? Udah terlalu gila ini. Eh berarti tadi harusnya dua pertanyaan aja sudah habis ya. Waktunya enggak cukup. Enak aja lu. Lu enak aja mau podcast lagi soalnya habis. Iya soalnya mau podcast lagi Mat. Mau bintang tamu lagi Mat. Mau

…

Share

Ringkasan Video YouTube