0:00 Barang siapa menjual BBM yang di luar standar dan spesifikasi yang ditentukan itu pidana. Oke. Jadi jangan main-main dengan isu pangan dan energi karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Sementara kita ini kalau dari komposisi impor BBM itu 53% itu dari Singapura. Iya. Dan itu telah berlangsung puluhan tahun, Mas. Bukan hanya puluhan tahun. Saya kira kalau kita baca dari buku saya itu ratusan tahun, Mas, itu bahkan World Bank itu ya World Bank itu nulis surat kepada Menteri Keuangan. Nanti bisa dilacak menteri keuangannya pada saat itu siapa. Yang intinya pemerintah enggak usah bangun kilat. Bisa dibayangkan dan itu sekarang lagi diresavel, dikosok ulang permainannya oleh pemerintah baru
0:45 sehingga kan pasti ada efek samping itu. Negara kapitalis tidak mengakui kita sebagai negara kapitalis. Negara sosialis tidak mengaku kita sebagai negara sosialis. Iya. Ya, sifat kita kata Gus Dur dulu. Kita bukan negara agama, bukan negara sekuler. Terus negara apa, Gus? Negara bukan-bukan. [Musik] To the point aja. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kembali lagi di To the Point aja, Sind News. Kita beberapa hari ini banyak menghadapi situasi terkait dengan persoalan energi, migas dan lain-lain. Kemarin tiba-tiba pertolight
1:31 diisukan mengandung atau tercampur dengan air. Sebelumnya ada ee BBM swasta yang apa? SPB swasta yang kehabisan bahan bakar ee bahan baku. Ee sebenarnya apa sih yang terjadi dalam situasi sekarang ini? Dan kita akan membahas lebih dalam soal itu termasuk soal ee tulang dan dagingnya ee industri atau energi ee nasional. Saya bersama Mas Pung Bung Purwanto sudah ada narasumber yang merupakan cendikiawan muda muslim ya, Mas ya. Iya. Beliau adalah direktur Center for Energy Policy. Policy. Nah, beliau adalah Muhammad
2:16 Khalid Syahrezi. Sahirazi sor. Aduh namanya agak sulit namanya. Apa kabar, Mas? Alhamdulillah baik, Mas Gali. Mas Bung ini doktor ya, Mas? Ya, doktor barusan. Eh, tahun lalu ya, Mas? Tahun lalu. Tahun lalu. Asli dari UI. Oh, ada ijazahnya. Ada. Ada. Asli. Asli. disertasinya top. Nah, seperti itu saya sudah dikasih bukunya soalnya kemarin. Oke, berarti cocok ya kita ngomongin Iya. ee A sampai Z soal energi nih, Mas. Siap. Tepat. Karena ini urusan energi ini urusan perut rakyat Indonesia dan urusan bangsa juga. Kalau enggak ada energi kita, waduh bahaya ini. Bisa terjadi perang panjang kalau urusan energi. Bahkan di dunia itu kalau urusan energi bisa jadi
3:03 perang saudara, Mas. Iya. Ada Pak Presiden Parbowo kan selalu pesan ada food, energy and water. Nah, gitu. Itu yang sekarang dari ininya Pak Prabowo ya. Oke. Jadi gini Mas Khalid. Mungkin yang pertama ini kita mulai dari ramai-ramai di Jawa Timur ya. Iya. ada isu ee di ee katanya di sebuah SPBU ada apa namanya ee produknya Pertamina dicampur air gitu dan itu di di disebarkan oleh pejabat publik lagi ya. Nah, ternyata ternyata itu tidak benar gitu. Nah, apa yang kalau Mas Khalid melihat fenomena begini nih kan apa yang dibenak Mas Khalid ee ini kan
3:51 menimbulkan keresaan ya. Seperti apa seharusnya yang harus dilakukan? Ya, saya kira ee isu ini ekor dari masalah pembatasan impor oleh SPBU swasta. Jadi ekornya banyak sekali. Jadi masih panjang itu ya? Masih panjang dan masih 2 bulan terakhir nih K nih. Masih terus ya? masih terus. Jadi intinya ada orang yang mungkin sebel sama Pertamina sehingga kemudian bikin isu yang macam-macam yang ternyata setelah diinvestigasi yang melibatkan aparat penegak hukum itu tidak benar. Iya benar. Jadi tidak mungkin kalau secara kimia itu air kemudian nyampur dengan bensin itu enggak mungkin apalagi seperti yang ditampilkan oleh Pak Wakilwalikota ini. Enggak mungkin. Iya. Iya. I. Jadi kalau ingin
4:37 membuktikan bahwa BBM itu mengandung air atau mengandung zat lain, enggak bisa lewat ee botol air mineral ya ditaruh di situ ya. Tidak bisa. itu kalau menguji satu kualitas BBM sesuai dengan standar dan spesifikasi yang ditetapkan oleh pemerintah dan migas itu perlu alat yang canggih. Bahkan menurut saya itu tidak cukup dengan alat portable sebagaimana yang sering kita lihat di konten-konten itu. Oh, itu ada satu alat itu yang produk Amerika ee CVR namanya. Itu collaborative fuel research itu harganya 10 miliar gitu. Dan proses untuk memastikan BBM itu sesuai spek atau enggak itu 2 jam. Jadi enggak cukup Mas seperti yang dikonten-konten YouTube itu kita lihat
5:24 ya angka oktanyaah itu ada ee 20 parameter untuk memastikan BBM itu sesuai spek atau enggak. Ada kandungan sulfurnya, oksidasinya. Oh. diukur semua. Jadi enggak cukup hanya satu parameter gitu ya. Dan itu standar yang ditetapkan oleh pemerintah. Jadi secara saintifik itu enggak mungkinlah kalau seperti tampilan satu botol itu kemudian ada air ada itu kalaupun misalnya ee itu kan kemungkinan kalau misalnya BBM yang tambahan etanol karena etanol itu punya sifat namanya higroskopis. Jadi dia ngikat air, narik air. Jadi lembab udara itu ditarik kemudian menjadi campuran air. Itu kalau etanol. Tapi kan pertalight itu kan belum ada yang etanol. Kandungan etanol itu yang
6:11 sudah dimiliki oleh produk Pertamina itu kan pertama Greens 95 Mas. 95 95 itu yang ada kandungan etanol mandator itu 5%. Tapi kalau pertalet kan enggak ada. Enggak ada. Enggak ada. Jadi enggak ada. Jadi komposisi itu yang campuran itu itu ada berarti kalau ada pejabat publik yang mempertontonkan aksi yang terkesan heroik di awal itu apa maksudnya Mas? Ya saya kira beliau mungkin sudah menarik ya dengan menyatakan saya tidak tahu ini sumbernya dari mana, cuma ada orang datang dan kemudian membawa botol ini ya saya sampaikan. Tapi beliau ternyata kurang hati-hati sehingga tidak memastikan itu sumbernya itu dari mana. Itu kok tiba-tiba ada satu cairan di dalam botol isinya itu campuran bensin
6:58 dengan air. Itu kalau standar dari SPBU sendiri sebenarnya mereka sudah ada uji petik gitu ya. Itu salah satu uji laboratorium Mas. Oh gitu. Uji laboratorium terutama ya terutama kalau melalui proses kilang. Jadi blending yang saentifik. yang mengikuti kaidah ilmiah. Jadi ee racikan komposisi kimianya itu ee presisi itu ya dari produk kilang dan itu semua BBM yang diproduksi di kilang Pertamina itu setahu saya termasuk saya pernah di mendapatkan materi presentasi mereka saya diajak untuk langsung melihat bagaimana proses produksi BBM itu sangat ketat sekali sangat ketat sekali
7:43 bukan kayak itu campur-campuran cat ya bukan ya kayak gitu ya enggak bisa. Karena itu namanya ngoplos. Itu namanya kalau ngoplos dalam pengertian blending itu benar. Semua produk BBM itu hasil oploss quote unquote blending. Karena apa? Produk BBM itu bahan mentahnya namanya nafta. Nafta itu dengan kadar dengan angka oktan yang rendah ya sekitar 60-an ya 60. Kemudian agar dia menjadi produk yang layak jual sesuai dengan produk yang di apa namanya yang mau dijual sesuai dengan spesifikasi itu harus dinaikkan oktanya. Heeh. Lah itu nanti ada campuran aditifnya nanti ada HUMC-nya ada high oktan mogas komponen. Jadi biar apa namanya oktan
8:28 boosternya. Heeh. Ee kemudian macam-macam ada campuran pewarnanya itu untuk menentukan ini jenis BPM apa dan itu saya kira sangat ketat. Jadi tidak mudah bagi pemain ya operator sebesar Pertamina untuk mengkhianati proses saentifik seperti itu. Hm. Iya. I ya. I hampir tidak mungkin itu terjadi misalnya di luar kilang ya katakan kilang terus ketika diangkat tangki terus kemudian dicampur di sebuah tempat itu enggak mungkin. Enggak mungkin. Enggak mungkin kecuali pengoplos ya. sendiri tanpa kaidah mungkin saja. Hm. Dan itu kan sudah fraud kan itu sudah pidana ya sudah pidana karena sudah melanggar undang-undang migas. Barang siapa yang menjual undang-undang migas barang siapa menjual BBM yang di luar standar dan spesifikasi
9:16 yang ditentukan itu pidana. Oke. Itu termasuk pemilih SPBU akan kena sanksi. kena sanksi. Kalau dia kena sanksi dan artinya kalau pemilik SPBU melakukan itu berarti kebodohan. Karena kebodohan karena dibunuh diri. Dan pasti ketahuan. Ketahuan. Oke. Ketahuan. Dan memang ketika di diuju 300 SPBU di Jawa Timur tidak ada satuun yang ee dianggap melakukan pelanggaran ee dengan mencampurkan pertalet dengan air oleh I kebodohan dan bunuh diri. Saya kira kalau itu secara sengaja dilakukan. ya, kecuali misalnya ada ee campuran air sedikit karena misalnya ya ee ee tangki timbun itu kan harus dibersihkan secara periodik gitu kan. Mungkin ada korosi ya rembes
10:03 kemudian ada campuran air tapi itu pun tidak seperti komposisi yang ditunjukkan oleh Pak Walikota itu. Itu secara saintifik itu enggak masuk akal. Mungkin dia belum ketemu Mas Solid nih. Jadi mesti dikasih tahu sebenarnya. Tapi kalau orang yang sengaja membuat isu itu dengan memasukkan ee kair di dalam ee apa pertalet itu, itu pidana enggak? Pidana itu kena juga itu kena juga. Oke. Kena juga. Berarti bisa diproses hukum ya? Bisa diproses hukum. Makanya menurut saya tidak boleh orang ee dibiarkan tanpa efek jera untuk hanya demi konten misalnya. Itu enggak boleh. Karena sekali lagi seperti tadi yang disebut oleh Mas Galb itu
10:50 energi itu hajat hidup orang banyak. Hidup matinya suatu bangsa. Kalau kita misalnya mengalami shortage energi itu BBM itu misalnya 2 hari saja collek kita collek enggak mungkin karena kita belum bisa puasa BBM. Jadi jadi buat buat kita jangan bermain-main dengan isu energi ini ya karena itu sangat berbahaya dan membuat kepercayaan publik jadi makin menurun menurun. Kalau terjadi pembelian besar-besaran atau masyarakat marah, SPBU-nya dibakar segala macam kan jadi masalah besar sebenarnya. Saya kira. Iya. Jadi jangan main-main dengan isu pangan dan energi karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Jadi saya kira kita percayakan kepada pemerintah yang sudah membuat standar sedemikian rum rupa ya, termasuk sertifikasi
11:36 ada kan ya, ada Lemigas ya. Kalau misalnya kilang itu ada sertifikasi dari kan ya. Ee kemudian untuk produknya itu ada sertifikasi dari Lemigas itu kita percaya kepada otoritas yang punya wewenang untuk menetapkan bahwa itu sesuai dengan standar. Hm. Jika misalnya itu didiskreditkan, orang enggak percaya, kemudian bahaya sekali. Saya kira bahaya orang nanti mau percaya siapa kalau begitu gitu ya. Iya. kan ya saya kira mau enggak mau orang boleh misalnya ya ee kecewa dengan Pertamina ee terkait dengan isu tata kelola ya, ada isu oposan itu. Tetapi kita tidak bisa mengingkari fakta bahwa Pertamina adalah state arm, alat
12:21 negara untuk memastikan energi security. Iya. I coba bayangkan, Mas. Pertamina itu punya 7.000 SPBU ya. Tentu saja di antara itu kan tidak semuanya punya langsung dikendalikan oleh Pertamina ya. Namanya Koko ada kodo. Yang kodo itu yang e dealer operated itu kan kadang mungkin ya ada pengusaha yang kurang teliti atau memang ada yang nakal itu kan kalau banyak kan pasti ada yang itu ya gitu yang itu aja yang ditindak tapi jangan kemudian ee quote unquote e reputasi Pertamina itu dihancurkan karena itu bahaya. bahaya sekali yang bisa mendistribusikan BBM satu harga sampai ke pelosok itu kan sampai ke Kamina sampai ke Jawijaya sampai ke Pulau Selayar sampai Mentawa kan
13:06 ini banyak publik yang enggak tahu bahwa tidak semua SPBU itu walaupun produknya dari Pertamina cuman pengelolaannya ada yang swasta iya kan mereka ada Hiswana Migas ya jadi mereka dapat barangnya dari Pertamina bekerja sama dengan Pertamina tapi dikelola oleh dealer ya ada juga yang dikelola oleh Pertamina sendiri itu namanya SPBU kalau di Jakarta 31 Mas Koko ya kode yang swasta berapa? E 34 Jakarta 3 ada dua itu ya? Iya 31 sama 34 31 34 kalau di luar Jakarta ada yang 44 ya. Oh ada 44 44 kalau kalau ya sesuai dengan kode ya kode daerah kalian ini penonton mesti ngerti ini membedakan itu ya. I. Oke, Mas. Ee ini terkait dengan yang
13:53 masih ramai juga sekarang ee SPBU swasta yang BBM-nya langka. Heeh. He. Dan orang kembali ujung-ujungnya menyalahkan Pertamina lagi tuh ya. Iya. I dia katanya mau monopoli segala macam. Nah, sebenarnya sih duduk persoalannya di mana sih, Mas? soal soal ee itu karena kok isunya jadi beralih kepada tiba-tiba ada orang jualan ee apa jualan kopi di duren. Jadi sebenarnya apa sih ee problemnya? Inti masalahnya gitu. Inti masalahnya kinerja SPPU swasta itu bagus. Ee jadi sales mereka meningkat sehingga penjualan mereka itu melampaui
14:38 dari rka 2025. Nah, jadi mereka sudah mengajukan kepada pemerintah rencana impor BBM sekian ya. Misalnya 100.000 KL. He itu itu untuk 1 tahun ya. Ada yang 400.000 KL untuk 1 tahun. Oh. Jadi mereka 2025 ini untung ya. Mau minta lagi naik minta. Jadi September sudah habis kuota itu kayak Shell itu sudah 99% realisasi impor sehingga mereka sudah tidak punya kuota untuk impor lagi. Oh. lah pemerintah di sisi lain ingin membatasi impor. Jadi impor jangan sampai lebih daripada rencana ya setahun yang sudah ditetapkan itu. Oh gitu. Nah sementara Pertamina itu masih punya
15:24 kuota impor. Jadi realisasi impor Pertamina Patraniaga itu sekitar sampai September 2025 itu baru 66%. Oh, kenapa enggak pakai kuotanya Pertamina sehingga secara agregat tidak menambah impor? Kuotanya terjaga gitu ya. Kuotanya terjaga dan itu kan kewenangan pemerintah untuk membatasi impor. Karena apa? Impor BBM itu terkait dengan macam-macam ya terkait dengan kurs juga. untuk BBM itu sekitar 26 bilun setahun ya sekitar 450an triliun kan itu menguras cadangan devisa yang dampaknya tentu saja ee pelemahan nilai tukar
16:09 rupiah karena menambah defisit neraca perdagangan itu tadi menjaga neraca perdagangan betul dan itu kan jadi tidak sembarangan impor tidak sembarangan tapi bukannya sudah dibahas tuh di DPR di kementerian juga sudah mulai di jembatan itu. Iya. Ada yang sudah ngambil? Sudah. Sudah. Ada yang belum. Ada yang belum. Cuma ya awalnya kan saya mengikuti proses itu ya sudah ada kesepakatan ee tripartit ya. Ada pemerintah sebagai fasilitator mengundang dari pihak Pertamina dan SPBU swasta. Intinya deal. Waktu itu kan mereka oke kita akan mengambil ee base fuel ya. Base fuel itu sudah dijelaskan ya. Base fuel itu minyak murni ya. Belum. Belum ada campuran apun.
16:55 Iya, belum ada campuran apapun. Oke. Eh, tiba-tiba kargo sudah masuk. Kargo sudah masuk, tiba-tiba mereka menolak. Oh, kalau persyaratan-persyaratan lain kan sudah diikuti itu ada join surveyor ya. Jadi bareng-bareng ini memastikan ee kualitasnya ya sudah diikuti. Tapi ternyata kemudian setelah sampai di Merak itu ya ada kargu yang tertahan. Mereka enggak mau beli karena ada kandungan etanol 3 pers 3% 3,5% ya. Jadi mereka menolak kan kesepakatannya base fue. Oke. Saya kira kita juga tidak bisa menyalahkan Pertamina Patraniaga karena waktu itu kan pemerintah minta pokoknya 7 sampai 10 hari barang itu sudah ada. Jadi, SPB swata bisa ngambil barang itu. Oke.
17:40 Dan kan enggak mungkin proses untuk importase pengadaan itu kan paling enggak kan ya seminggu 2 minggu kan ya itu. Jadi mungkin itu dari kontrak sebelumnya yang sudah ada ee request khusus dari Patra Niaga tambahan etanol 3,5%. H. Nah, sekarang kemudian mereka mengimpor lagi nih Pertamina Patranegah khusus mengimpor yang betul-betul base viw murni dan itu swasta kan sudah kita baca ya di berita ya sudah ada yang clear sudah ada yang mengambil sekarang sudah mulai terisi lagi stoknya ya BPR sudah kemudian AKR sudah eh Vivo ya BP BP AKR sama Vivo yang sudah ya sudah yang masih belum kan saya kira mungkin kita tunggu saja Mas kalau produk di BBM dicampur etanol
18:27 memang sebenarnya itu jadi bagaimana sih? Kok banyak orang menolak? Enggak masalah, Mas. Jadi, etanol ini kan e green energy ya, green fuel dia BBM yang diambil dari minyak nabati ya. Oh, dari campuran ya. Iya. Jadi minyak nabati itu bisa dari molases itu dari ampas tebu ya. Bisa dari singkong, bisa dari sarkum ya. Nah, itu kan bersih ya. Oke, itu. Dan yang kedua e etanol itu oktanya tinggi di atas 100, ronnya itu di atas 100. Oke. Cuma isunya itu memang di sebagian pengguna yang teliti itu densitas. H ya. Saya kira bukan hanya etanol, semua green energy kalau di compare dengan tingkat kepadatan
19:12 energinya itu pasti fosil. Pasti fosil. Cuma ada kelebihan pembakarannya lebih sempurna karena apa? Dia rohnya tinggi. Hm. Itu itu kan sudah dijelaskan oleh just sebenarnya kalau campuran etanol tuh dia pro green energi sebenarnya itu yang murni itu justru yang malah fosilnya bisa yang bisa berkurang Mas jadi ketergantungan terhadap BBM impor berkurang karena kita kan cukup melimpah bahan baku untuk etanol itu ya kan di luar negeri itu ya sudah banyak dan spesifikasi apa pabrikan mobil itu kan sudah sudah mendesain ya sejak tahun 2006 kalau enggak salah itu ee sudah kompatibel dengan etanol sampai 10 sampai 20%. Oh, di semua negara itu saya kira ee Brazil
19:58 itu bahkan sudah E1 itu jadi murni BBM itu dari etanol. Loh, kenapa ini kita isu jadi negatif banget ya etanol itu? Iya, karena itu Mas buntut dari ee keterbatasan stok BPM swasta dan kemudian mereka menolak karena ada campuran etanolnya. Sebenarnya bukan etanol yang yang ditolak, mereka mau bas fu yang murni yang murni. Kalaupun mereka misalnya ee ada etanolnya, mereka sendiri yang nyampur sesuai dengan komposisi racikan mereka. Nanti kalau misalnya pemerintah ya mandatori sudah menetapkan tahun 2026 eh 10 misalnya swasta harus ikut. Mereka akan mencampur juga 10% fosil fuel itu dengan etanol. kayaknya pihak
20:43 swasta juga menikmati isu ini deh karena dia mendapat keuntungan dari ee sentimen negatif publik terkait dengan Pertamina dan etanol menurut saya ya menurut saya betul betul betul mereka dapat bola muntahan konsumen ya jadi sebagian konsumen yang kecewa dengan isu oplosan BBM Pertamina itu pindah ya dan kemudian itu cukup ya mengena di publik jadi publik itu kecewalah ee dengan Pertamina akhirnya apapun yang terkait terkait dengan Pertamina jadi sensitif. Jadi sensitif dan saya kira ya ada dugaan banyak orang ini memang didesain ya didesain ee merekayasa isu diviral-viralkan sehingga orang distras terhadap Pertamina.
21:28 Tapi sekali lagi kalau kita main-main dengan soal ee alat negara ini kan Pertamina ini state up. Iya. I kalau misalnya ada kesalahan kan pasti tidak seluruhnya. ada isu tata keluar tangkap proses dan ini sedang dikerjakan oleh pemerintah yang proses sekarang ya. Yang proses sekarang itu. Oke. Dan kemudian ya ternyata banyak ya serangan-serangan yang belum berhenti itu. Hm. Belum berhenti. Mas kalau di beberapa negara ya itu kan ada SPBU BUMN-nya mereka. Heeh. Tapi ada juga apa milik swasta. Tapi keberadaannya itu bukan cuma di tengah kota, tapi dia di remot-remut area. Di remot-remote area. Di kota kabupaten pun ada yang swasta. Nah, cuman kalau di
22:14 Indonesia kan justru yang di daerah-daerah terpencil yang kota itu hanya Pertamina. Sebentar yang swasta hanya ada di kota-kota besar. Iyalah kalau semua pebisnis kan maunya dagingnya, Mas. Enggak mau ngerikiti tulang lah ya bahasa jawanya itu. Tapi apakah itu bisa diatur di peraturan, Mas? Kalau pemerintah mau saya kira bisa. Jadi kalau Anda mau ya operat bisa lebih ketat lagi, Mas kalau kayak di Malaysia itu. Jadi kalau you mau main di bisnis hilir migas, oke you juga membangun infrastruktur dong. Ada pengolahan pengolahan ya fasilitas pengolahan namanya kilang. You bikin juga dong. You bikin di sini nanti kamu jualan BBM di sini. Tapi kan berarti ada nilai tambah karena industri pengolahan kan jalan itu ada tenaga kerja, ada pajak dan
23:00 seterusnya. Heeh. Cuma kan yang di tempat kita kan mereka maunya ngambil yang yang iniaga saja. Sebenarnya mereka jualan aja ya, jualan saja, trading saja. Mereka bikin minyak enggak di sini produksi BBM enggak. Enggak. Mereka impor semua. Eh, SPBU swasta itu ya semuanya impor dari Singapura. Dan ini yang juga ingin dibaurkan komposisinya oleh pemerintah. Karena pemerintah kan ada komitmen politik tuh dengan Presiden Trump ya. Oh, iya. AM kan ada kesepakatan untuk tarif itu. Kemudian kompensasinya ee membeli produk energi Amerika senilai 15 miliar dolar. H ya. Sementara kita ini kalau dari komposisi impor BBM itu 53% itu dari Singapura.
23:45 Iya. Dan itu telah berlangsung puluhan tahun, Mas. Bukan hanya puluhan tahun. Saya kira kalau kita baca dari buku saya itu ratusan tahun Mas. Kita mengimpor BBM itu dari Singapura itu sejak sebelum kita merdeka. Sementara Singapura tidak memproduksi, tidak punya lapangan resources. Tidak punya resources dulu. Jadi mereka hanya energi hub. Iya. Energi hub mereka lalu lintas perdagangan media. Kenapa kita dari dulu sampai sekarang beli sama Singapura? Ya karena Singapura punya kapasitas kilang yang gede banget ya. Kapasitas kilang mereka itu sekitar 1,3 juta barel per day. Sementara konsumsinya itu kalau enggak salah ya sekitar 300-an.000 barel per day. Waduh, siapa offakernya itu kelebihan itu? Kalau bukan kita
24:31 kita 1 juta barel kebutuhannya. 1 juta barel. Jadi Singapura sangat mengandalkan market share dari Indonesia. H sehingga kalau Pak Menko kemarin rameai-ramai ya rameai-ramai Pertamina malas. Ya, bukan sekedar itu. Ini kan ada faktor geopolitik ya. Ada faktor geopolitik. Saya ini mempelajari isu ini lama sekali. Oke. Sejak sebelum reformasi ya. Sebelum reformasi sampai reformasi itu bahkan World Bank itu ya. World Bank itu nulis surat kepada Menteri Keuangan. Nanti bisa dilacak menteri keuangannya pada saat itu siapa. Yang intinya pemerintah enggak usah bangun kilang. Wah. Wih, serius nih. Serius. Enggak usah valid. Dan itu saya tuangkan
25:17 di buku saya yang pertama itu, Mas. Yang di bawah bendera ada dokumennya. Wah. Dan Worldbank menulis surat agar pemerintah Indonesia ngapain membangun kilang? Karena kilang itu mahal sekali. Oh, gitu. Kenapa Anda memproduksi sesuatu yang mahal sementara Anda tinggal beli murah? Oke. Itu ya. Itu kan ada faktor geopolitik. Tahun berapa itu kira-kira? Tahun ya menjelang reformasi, Pak. Awal-awal reformasi. awal-awal reformasi sehingga sampai sekarang kita ini enggak bisa mendirikan kilang, Mas. Karena banyak sekali campur tangan asing asing yang tidak menghendaki Indonesia ini punya kilang baru. Karena kilang itu simbol kemandirian energi. Simbol kemandirian energi. Anggap saja
26:03 kita hulunya ya produksi hulunya itu naik. Tapi kalau kapasitas kilang kita seperti sekarang tetap kita harus impor dalam bentuk produk kilang. Oke. Sementara di negeri di tetangga itu negara di negeri jiran itu mereka punya stok BBM. Iya. Kapasitasnya gede, berlebih. Marketnya siapa? Ya, kita dan itu dipelihara. Ketergantungan itu dipelihara. Hm. Agar kita tetap tergantung dengan impor produk. Apalagi kita pasarnya cukup besar ya. Bukan hanya cukup besar, Pak. 1 juta barel per hari. Besar 1 juta barel per hari itu dirupiahkan berapa itu? Ya, itu tadi, Mas. Kalau kita sekitar 26 bilun. 26 bilun total impor. Iya. Sekitar 450-an triliun untuk
26:51 impor BBM. Impor BBM dan RPJ. Siapa aja yang menikmati? Mas tahu itu media kan tahu itu ya. Siapa guys apa namanya? E Godfather G online kita kan sudah tahu semua. Karena ini bisnis gede yang tidak mungkin ya pemain receh-receh itu ikut ini kelas kakap ini teri-teri itu minggir dulu lah 450 triliun 450 triliun kalau Mas Gale punya 1% saham aja di bisnis itu, Mas, sudah ongkang-kang kaki Mas Aduh. Aduh saya bisa biayai pemilu berapa kali ya? Ya, bisa dibayangkan dan itu sekarang lagi diresavel dikocok ulang permainannya oleh pemerintah baru sehingga kan pasti ada efek samping itu. Oke.
27:36 Ada reaksi-reaksi goncangan-goncangan pasti terjadi. Wajar. Wajar. Tapi kalau menuju ee kita sepakat sih mendorong agar kita tidak terlalu mengindahkan kepentingan asing ya di situ. Artinya ini momentum untuk bagaimana kemandirian energi itu dibangun melalui kita punya kilang sendiri gitu. Iya. Saya kira kan ada dua mazhab, Mas, ya. Ada mazhab energi sovere, ada mazhab energi security. Oke. Kalau energi soverein berarti kita mengandalkan resources yang kita punya. Oke. Kalau resources yang kita punya, terus terang kita itu lebih banyak energi hijunya. Oh, ya kan? Jadi kita itu bukan negeri kayak, tapi kita itu negeri energi mix, negeri bauran energi. Energi. Green energi kita itu melimpah potensinya. Tapi menuju ke sana ada jembatannya,
28:23 Mas. Jadi migas ini tidak boleh dibiarkan karena ketergantungan kita terhadap migas itu masih sangat tinggi. Bukan hanya kita, saya kira secara global juga sama. Oke. Semua proyeksi lembaga dunia sampai tahun 2060 bauran ee energi migas itu masih sekitar separuhnya ya 50%-an. Itu jadi energi migas fosil fuel ini tetap harus kita urus itu karena masih 50%. masih 50% sehingga meskipun kita ini sedang transisi energi tetap kita penting untuk membangun kilang ya kan kita kan gugreen ini nanti ya nanti akan disulap semua menjadi listrik ya ee mobil jadi listrik motor jadi listrik semua listrik ya kan tapi kan transisi Mas tidak ujuk-ujuk karena di
29:09 hulunya listrik itu juga sumber energi pembangkitnya kan masih batu bara yang itu yang masih affordable kan yang masih murah itu lah kalau di Migas kan kita punya jembatan ada gas bumi yang lebih bersih ya enggak gas bumi yang lebih bersih tapi di BBM sendiri tetap harus diurus i dalam rangka apa ya tadi menopang ketahanan energyeksi ke depannya kan swas sembada energ berdiri di atas kaki kita sendiri tapi kan susah oke karena apa misalnya kalau kita mau mengejar konsumsi kita 1,6 juta barel per dewas untuk minyak saja ya iya iya ee konsumsi kita R,6 juta, kapasitas produksi lifting kita itu kan 580.000 barel, anggap saja sekarang naik
29:56 600.000 barel. Itu bukan semuanya punya pemerintah, Mas. Oke. Kan kita ada production sharing kontrak, ada kontrak kerja sama. Oke. Dengan swasta, ya. Dengan swasta. Jadi yang masuk di ee jatahnya pemerintah itu sekitar 300-an.000 barel per DLC ya. Segitu. Itu yang bisa di-absorb di kilangnya Pertamina. Oke. Rp300.000. R000, Mas. Oke. R.000 kebutuhan kita 1,6, kapasitas kilang kita 1,1, kapasitas operasional hanya 900.000 barel. Iya. Jadi tanpa kita melakukan ee peningkatan ya kapasitas, kita tetap akan impor. Andai kata misalnya hulunya kita naik, misalnya hulu nih target pemerintah R
30:41 juta barel. Oke. Kan tetap masih kurang kurang ya masih kurang 600 R00.000 ya. Kemudian kilangnya tetap Rp900.000 kita tetap akan impor, Mas. Tetap impor. Tetap akan impor. Jadi tidak ada satu solusi misalnya kilang aja enggak cukup ya. Enggak cukup, Mas. Itu harus hulu dan hilir. Harus ada hulu dan hilir harus bersamaan bersamaan. Produksi hulu dinaikkan, lifting kita naikkan, kapasitas kilang juga dinaikkan. Oke, itu baru kalau sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik kita suasembada energi. Berarti masih mungkin enggak sem energi itu? Mungkin, Mas. Tidak ada yang tidak mungkin cuma kita perlu revolusi tata kelola. Ah, ini penting ini. Karena kalau di hulu kita ini kan terkenal ya negara yang sangat ribet
31:28 untuk investasi hulu migas. Oke. Oke. Jadi is of doing bisnis migas itu di kita ini kan terkenal enggak terlalu atraktif, enggak menarik ya. soal kelembagaannya ya terlalu birokratis, kemudian rezim fiskalnya terlalu kaku, ya. Kemudian kita tahu secara makro ekonomi kita tahu ikor kita itu tinggi ya kan 6,8 kalau enggak salah ya ada ya macam-macamlah biaya-biaya belum lagi perizinan lah itu itu termasuk ekor Mas preman. Jadi kapasitas birokrasi itu masuk di situ, premanisme masuk di situ, kualitas SDM tenaga kerja masuk di situ. Kenapa? Kalau di negara lain tuh yang kita tahu kayak di Malaysia misalkan itu kalau ada orang ingin ngebor itu semua fasilitas itu disediain sama negara.
32:14 Nah, dia dulu niru kita, Mas. Dia itu kan dulu Undang-Undang Petroleum Development Act eh Malaysia itu niru niru Undang-Undang 8 tahun '1. Jadi mereka tahun '4, kita tahun niru persis. Production sharing contract itu niru persis. Itu tapi Mas ya tapi konsisten mereka ya. Mereka konsisten karena kapasitas birokrasinya Mas. Mas kita memang mulai agak produksi mulai agak berkurang justru ketika Undang-Undang Mig Undang-Undang Migas diberlakukan. Betul. Padahal sebelum itu justru malah lebih bagus begitu undang-undang liberalasi migas sudah diberlakukan malah turun. Malah turun. Iya. Pertamina jadi kayak pemain swasta lain di mata ee BP Migas waktu namanya
33:01 itu gitu. Justru malah Undang-Undang Migas itu malah membuat IMF juga yang nyuruh tuh kalau enggak salah ya. Iya memang betul. Dan itu saya ungkap di dalam buku saya juga itu use itu, Mas. Draftnya yang bikin USE add. Waduh. Gimana ini artinya memang yang ee enggak pengin kita maju kayaknya memang ada yang yang enggak pengin kita maju di di tata kelola ini ya. karena yang diserang tata kelola ternyata. Ya, betul. Aturan-aturan itu. Makanya sekarang ee apa namanya pertentangan tentang tela tentang Undang-Undang Migas itu juga jadi sampai sekarang kan masih jadi isu yang krusial kan. Iya. Sebenarnya kan lembaga-lembaga internasional itu kan sebenarnya ingin menerapkan resep resep umum Mas. Resep umum yang itu untuk memulihkan ya penyakit-penyakit inefisiensi korupsi
33:47 itu mereka sudah punya template Mas. Ada SA namanya structural adjustment program. Engih. itu kalau di tata kelola migas biasanya rujukannya itu Norwegian model. Kalau kalau Anda mau maju ya jangan rangkap fungsi. Jadi kalau BUMN NOC ya sudah dia komersial saja regulator ya di luar itu pemerintah. Itu karena rangka fungsi itu ya sumber inefisiensi korupsi ya kan. Nah itu mereka terapkan di Indonesia tapi yang mereka enggak perkirakan ternyata Indonesia itu kapasitas birokrasinya itu belum cukup. Hm. Sehingga itu berhasil di Norwegia, tapi gagal di Aljazair, gagal di Indonesia, ada gagal di beberapa negara kecil lain yang belum siap. Inilah yang
34:35 ee menjadi pelajaran penting bagi kita bahwa model itu tidak pasti tidak bisa one size doesn't exist. Jadi, saat apapun masalah, apapun makanannya, teh botol minumannya itu enggak bisa diberlakukan. Betul. Apapun masalahnya ini solusinya itu enggak bisa diperlakukan. Apalagi mereka memaksakan ee cara-cara mereka untuk kita terapkan di sini. Iya. Itu sangat tidak kompatibel sebenarnya. Iya. Dan kita juga tidak boleh mengadopsi mentah-mentah. Jadi meskipun kita misalnya dimentor ya oleh entah itu MF entah itu Wordband bukan adob tapi adept. Jadi bukan mengadopsi tapi mengadaptasi. Kalau mengadaptasi kan sesuai dengan kondisi kita sendiri kan. itu kita sudah
35:22 siap belum sih dengan skema misalnya tadi ya istilahnya itu tiga kaki separation of power model. Jadi ada institusi wasit seperti BP Migas yang ternyata oleh Mekah dinyatakan inkonstitusional. Kemudian ada regulatornya ya ada regulator nanti ada operator itu dipisah-pisah ya. Tidak ada rangka fungsi operator dan regulator ternyata kan gagal. Tadi Mas G sudah menyebut puncak produksi minyak kita itu justru ketika dikelola dengan Undang-Undang 8 tahun 71 kita menjadi eksportir minyak tergabung di dalam OPEC OPEC sampai kita begitu undang-undang Migas kita sign out itu kita keluar kita suspended dari angkutan ada yang bilang ya bahkan Petronas saja atau siapapun disuruh datang ke
36:08 Indonesia menggantikan Pertamina enggak akan sanggup bisa mengolah enggak sanggup Mas Karena Pertamina itu menghadapi kompleksitas ya. Kompleksitas secara geografi dulu deh ya. Secara geografi kita ya jauhlah. Lebih rumit ya pola distribusi ya dibanding ee Malaysia. Malaysia kan cuma berapa? Rp0 juta Mas ya. Kita 200 e 300 juta ya hampir 300 juta kita negara kepoloan. Iya. Itu kalau enggak merdeka Mas enggak mungkin kita itu bisa BBM satu harga. Kalau misalnya hanya pakai murni kalkulasi ekonomi mekanis pasar, enggak mungkin harga BB di Papua itu sama dengan di Jawa. Sama yang di sini. Enggak mungkin, Mas. Iya. Iak mungkin karena begitu rumitnya itu. Dan sekali
36:55 lagi tadi, SPB swasta mau enggak jualan BBM buka SPBU misalnya di Jayapura? Enggak mau. Di Mentawai, di Selayar. Jangan jauh-jauh lah di Demak lah. Enggak mau mereka ngambil yang ceruk-ceruk market yang gede-gede. I yang ini konsumen kita kan kata Pak Dede itu kan profesional complainer ya. Kelas menar di kota-kota itu ada keluhan sedikit sudah langsung itu berontak. Tapi mereka tidak melihat ya kompleksitas perusahaan negara ini yang dia disuruh untung sisi lain mengemban PSU yang sangat berat. Iya. Itu iya. Iya. ada beban public service obligation yang sangat berat dan itu tidak ee dibebankan kepada operator swasta ya enggak? Jadi pemerintah ee Pertamina itu harus mengonsol Mas biaya
37:41 ee apa cost ya cost distribusi di Jawa dan di luar Jawa dan kadang dibayarnya juga telat sama pemerintah. Iya ada mekanisme kompensasi. Kompensasi belum lagi urusan politik Mas. Heeh. Dipanggil DPR. Waktu saya ke Petronas, mereka bilang, "Kita enggak pernah dipanggil sama parlemennya Malaysia karena mereka murni ya bisnis saja." Mereka di bawah perdana menteri, Mas. Jadi enggak bisa langsung ya karena beda kan sistem politiknya ya. Jadi mereka misalnya kalau mau minta keterangan harus izin dulu kepada PM karena ee direktur utama Petronas itu langsung di bawah perdana menteri. Iya. E jadi tidak misalnya berhubungan langsung dengan parlemen kan mereka parlementer kan. Iya. Parment. Tapi kalau di sini setelah mereka ikut
38:27 Danantara berarti mereka DPR manggilnya Danantara ya, enggak langsung Pertamina gitu ya mungkin ya. Mulai masih masih tapi mungkin apa namanya mereka CC-nya mungkin ya ke Danantara. Iya ya tidak harus juga nyatanya waktu kemarin mereka manggil pertamina juga langsung tidak harus izin Menteri BUMN kan sama aja itu ada yang minta sarung juga kan buat CSR. Oke, ini e tadi kan disinggung soal sovereinity energy ya. Kalau security gimana tadi ya? Kalau kalau pendekatan security energy. Kalau security Mas yang penting availability ada ketersediaan ya. Kemudian accessibility
39:13 bisa dijangkau. Oke ya. Kemudian ada affordability terjangkau. Ada dan terjangkau harganya. Kalau ada kalau ada mahal kan enggak affordable rakyat enggak bisa beli. Kalau ada ya harganya mahal enggak terbeli. Oke. Tapi kalau mahal barangnya enggak ada juga buat apa? Yang terakhir acceptility itu secara lingkungan itu BBM ini kan harus semakin gugreen ya. Paling enggak standar euro. Standar euro kita harus naik kelas dari Euro 2, Euro 3, 4 ya. Sudah bertahap kan unleaded ya kita sudah timbal sudah dilarang ya kan. I kemudian angkaan ya menurut saya ya itu si ee Pertamak itu sebaiknya ya itu dihapus saja kan itu oktanya 92 ya. Heeh. 92 itu sebaiknya ya
39:59 langsung 95 ya. Paling enggak transisi dululah ya 93 ya 93 atau 94 kan green sudah ada nih. Iya green kan green sudah campuran etanol ya 95. He. Kalau misalnya mau tetap gol ya tanpa yang etanol boleh juga sama-sama yang ini pertama green yang ini e namanya apa tapi sama-sama Ron 95 yang tanpa etanol misalnya. Karena apa ya? Pertama ini kan sebagai produk kan sudah tercemar ya quotqu ya ada isu pertalet dijual dengan harga pertama gitu kan ya. I ya. Ya. Itu saya sih sebagai apa ee pengamat, sebagai pemerhati, sebagai sekolar ya, ada baiknya ee sebagaimana dulu kita pernah menghapus premium premium. Kemudian Pertalet, kemudian
40:45 Pertalet punya tempat sekarang ee kesadaran masyarakat terhadap ee kualitas BBM yang lebih baik itu mereka bahkan Pertalet ya konsumsinya masih tetap tertinggi tetapi di kota-kota besar mereka sudah enggak mau itu. Iya. I ya mereka sudah naik kelas lah. Ada yang pertama green, ada pertama turbo. Saya bahkan banyak menemui di SPB itu motor itu bahkan turbo itu. I itu udah overspek itu. W udah tinggi banget ya otaknya. Tinggi banget otaknya. Artinya saatnya pertamak ini rebranding lah ya. Ganti saya kira rebranding ya. Angka oktanya dinaikin. Itu 93 atau 94 namanya lah. Ya harga kan selisihnya dikit Mas. Oke, coba kita lihat pertama green sama pertama turbo. Kita lihat di SPP srinya berapa?
41:31 Iya, Rp100. Enggak material lah ya. Enggak material. Kalau misalnya mereka motor ngisi 10 liter itu ee tambah misalnya R.000 ya tambah eh 1000 ya. Iya 1000. 1000 enggak material 1.000 parkir aja sudah enggak dapat sekarang. Iya iya iya iya. Mas, bagus juga ini idenya ee usulannya bagaimana kita mengukur ee energi dengan tingkat ee kesejahteraan masyarakat. Ya, inilah Mas ee semakin maju sebuah negara semakin tinggi konsumsi energinya. H itu jadi konsumsi energi itu salah satu indikator maju tidaknya sebuah negara. Jadi semakin tinggi konsumsi energi,
42:17 semakin efisien konsumsi energi semakin e biasanya semakin maju negara itu ya. Kita lihat negara-negara maju seperti Singapura, Korea Selatan, ya, Amerika, negara-negara di Eropa itu konsumsi energi per kapitanya tinggi sekali. Hm. Sehingga tidak ada orang yang tidak mengonsumsi listrik misalnya ya, enggak? Jadi kebutuhan listriknya makin tinggi, Mas, untuk ngecas HP, ngecas laptop. Iya, enggak misalnya kalau pengguna BF ya ee motor listrik, mobil listrik untuk transportasi ya enggak? Karena enggak mungkin kita ini bisa menjadi bangsa beradab tanpa konsumsi energi. Kita enggak mungkin omon-omon di sini tanpa ada AC, tanpa ada lampu, tanpa ada
43:03 energi. Enggak mungkin kita ini kemudian kembali ke zaman batu misalnya pakai cemplek kan enggak mungkin. Enggak mungkin. Eeah sekarang ini alhamdulillah rasio elektrifikasi ee menurut pemerintah sudah 99% ya meskipun masih ada sisa 1% hmm yang belum menikmati terangnya kue pembangunan 1% tuh kalau dikalikan penduduk kalau diekstrapolasi R00 juta misalnya R3 juta ya Rp3 juta Mas lumayan itu ya lumayan gede ya gede sekali untuk ukuran negara yang sudah mau naik kelas Iya iya iya itu kenapa mereka belum terelektrifikasi sih. Iya. Remote ya mungkin ya. Remote area infrastruktur infrastrukturnya belum terjangkau ya. Pulau-pulau terluar kali ya. Pulau-pulau terluar. Iya. I sebenarnya bukan hanya terluar Mas. Di
43:49 Bekasi itu saya dapat masih ada yang rumah-rumah gedek itu belum dapat sambungan listrik. Oke. Enggak usah jauh-jauh Mas. Di sekitar Jawa itu masih ada yang belum menikmati listrik karena apa? Kemampuan ekonomi. Iya. Iya. Iya. Iya. Jadi syarat untuk menjadi negara maju itu harus 100%. Oh, 100% dan bukan hanya sekedar 100% dan konsumsinya tingkat konsumsinya kita berapa ya kita kalau secara agregat ya ee konsumsi per kapita kalau di setara barel ya per kapita itu en barel per kapita per tahun per kapita per tahun. Jadi kalau per harinya kira-kira konsumsi energi kita itu 2,6 L
44:35 per 2,6 L per hari. Per hari konsumsi energi kita semuanya nih, Mas. Bukan hanya untuk BBM ya, tapi semua ya kita listrik itu konsumsi energi kendaraan BBM semuanya itu setara dengan 2,6 L itu masih rendah? Sangat rendah dibanding dengan negara ASEAN ya. Ya sangat rendah Mas. Singapura. Singapura tinggi sekali tadi 101 ya 101 barel. 100 101 barel setara minyak per kapita. Per kapita per tahun. Wow. Apa yang membuat mereka tinggi dan kita rendah? Ya karena memang ekonominya tumbuh kan. Konsumsi energi itu terkait dengan pembangunan. Oke. Ya kan? Misalnya ada industri, industri
45:21 butuh listrik ya enggak? I konsumsinya naik. Orang kemampuan ekonominya tinggi, konsumnya naik. Misalnya tadinya hanya untuk setrika, sekarang untuk untuk AC, konsumsinya naik. Kenapa? Bisa bayar tak bisa bayar untuk listrik. Orang sudah soal kenyamanan ya kan. Sekarang saya kira kalau di Jakarta hampir semuanya pakai AC. Itu kan berarti kenaikan konsumsi konsumnya naik itu karena kemampuan ekonominya, willingness to power-nya itu naik. Sehingga ini kayak lingkaran setan, Mas. Ini kita ini suplly sama demand itu mulat itu. Mau kita suplly dulu atau kita rekayasa demand dulu. Nah, itu bulat. Hm. Itu sesuai dengan mazhab ekonomi lah. Kalau mazhab ekonomi pasar kan sudah
46:07 nanti supply creates its own demand ya. Jadi padahal enggak begitu ya. Ya, ternyata kan enggak. Ternyata kan enggak begitu. Kalau suplly terus dimanya enggak direkayasa, enggak ada upaya. ya kan over supply kayak PLM sekarang ini kan over supply itu overly ya kan misalnya ada program crash program dulu 10.000 MW kemudian 35.000 1000 MW asumsi pertumbuhan ekonomi kita itu 7%. Itu kan berarti konsumsi listrik naik itu ternyata flat. Rata-rata konsumsi ekonomi zaman Pak SBY kan 5,6% atau apa kan ya kalau dihitung secara time series 10 tahun itu Pak Jokowi lebih rendah lagi 5,2%. Iya. Meleset itu akhirnya kan over supply Mas. Iya. Iya. Sementara per ee PLN dulu
46:54 sudah diperintahkan untuk menggenjot ini dalam rangka apa? Mengantisipasi kenaikan demand. Hm. Karena proyeksi pertumbuhan ekonomi. Begitu pertumbuhan ekonomi meleset, ya sudah konsumsi meleset, over supply. Berarti kelas menengah kita enggak tumbuh dong, Mas. Ya, itu kelas menengah kita ini kan ee expiring middle class sebenarnya bukan betul-betul kelas menengah. Middle class itu middle class wonabi yang ingin ingin menjadi middle class yang rentan sekali jatuh miskin ya. Kayak misalnya jatuh miskin ya misalnya kan kelas menengah kita itu kan bukan seperti kelas burjuasi di Eropa Mas. Ha. Kelas menengah kita ini kelas terpelajar ya anak-anak ya. Ya mungkin sudah pakai
47:40 dasi kayak Mas Galib ini ya. Penampilannya sudah oke ya. Tapi isi dompetnya enggak dompetnya enggak berubah. Dompetnya enggak berubah. Itu begitu kena PHk. Wah, salam. Itu gini, penampilan kelas menengah, dompet terengah-engah. Iya, terengah. Dan itu ternyata banyak loh, Mas. Banyak, Mas. Itu kalau menurut Wank itu kan yang expiring middle class itu kan 200-an juta itu. Wow. Expiring middle class. Heeh. Tapi mereka tetap ke kafe, Mas. ke kafe meskipun pakai kartu kredit numpuk itu kan peter ya kan peter semua begitu gajian duitnya buat bayar semua jadi hidup mereka tuh udah dari ini aja gesek ke gesek itu. Iya iya iya iya. Oke sekarang kembali ke tadi Mas kan ee ternyata kemandirian
48:28 energi itu tidak tidak bisa satu resep kalau di Indonesia ya. Karena Indonesia itu harus imbang antara yang fosil dengan energi baru terbarukan lah ya gitu ya. I itu sebenarnya gimana itu nanti pada ee apa namanya ee skema ee atau arsitekturnya seperti apa mestinya? Saya kira Mas ada 5050 atau pada tahun berapa itu akan ideal itu nanti. Iya. Kalau kita mengikuti KEN ya ada PP Kebijakan Energi Nasional. Iya. Tapi itu meleset terus, Mas. Meleset terus. Jadi kalau menurut PPKEN mestinya tahun 2025 kita ini ee bauran energi hijaunya itu sudah 23%. Sekarang baru sekarang baru 15%.
49:14 15 15% ya 15%. Tahun 2050 mestinya 31%. 2050 20nya 31%. Oke. Yaitu kalau dengan bisnis as usual seperti biasa itu juga berat. Oke. Apalagi kita kena interupsi Trump itu punya dampak loh, Mas. Secara geopolitik. Trump ini kan pro fossil views. Oh, jargon kampanye dia itu kan drill baby, drill baby, bor terus sayang, bor terus sayang. Bor terus sayang. Oke. Dan itu kan mempengaruhi pasar, energi hijau. Oke. Dulu energi hijau itu di zaman anu presiden sebelumnya Joiden. Joe Biden itu kan dientif ya, dikasih karpet merah. Sekarang dihabisi.
49:59 Ah, sekarang dihabisi. Enggak ada lagi insentif energi hijau. Omon-omon aja itu. Tapi negara-negara barat tuh memaksa kita untuk segera melakukan diversifasi energi. Batubara dilarang semu jangan pakai fosil kelamaan. Kan agak kontradiktif gitu. Iya. Ya kan mereka kan sudah mengotori lebih dulu, Mas. Jadi negara-negara korbannya kita kita yang masih baru mau tumbuh sudah dilarang. Padahal mereka sudah tumbuh menjadi kaya, menjadi negara maju setelah mengeksploitasi energi habis-habisan. Habis sudah habisan ngabisin hutan juga mereka. Rugi dong kita kalau kayak gitu. Ya, kalau pakai teori dependensi, teori teori ketergantungan ya selamanya negara maju itu tidak ingin ada negara berkembang yang maju. Berkembang yang maju
50:45 jadikan pasar doang ya, jadikan market dengan berbagai jebakan kan ada jebakan utang macam-macam itulah kalau teori. Betul. Dan itu memang terjadi ya terjadi di sektor energi sudah terbukti surat Menteri Keuangan itu yang dari Bank Dunia itu. Iya. Iya. Iya. Ya, saya kira itu bagian dari intervensi lah ya. Intervensi ada ketergantungan kita terhadap negara lain atau mungkin pendekatannya hanya murni market ya. Iya. Secara ekonomi ngapain kalian bikin kilang yang mahal sekali 200 bilionun? Iya. 300 triliun Anda beli aja ternyata beli kan kita w boncos juga devisa kita tiap tahun 450 triliun. Triliun kalau total semua dengan migas itu saya hitung itu 36 bilun. Karena memang ketergantungan itu
51:31 diciptakan ya. Ya, kalau kita Mas Pung dulu HI tahu teori Andre Gunder Frank ya kan teori depend teori ya ketergantungan itu ada ketimbangan struktural yang memang diciptakan Mas. Nah, kalau kita baca bukunya ekonom yang bekas yang di ee Stiglit Yosef Stiglis bukan yang satunya lagi yang economic Hickman. Oh, itu itu itu kan kesaksian pelaku ya bahwa dia itu menjebak sebuah negara dengan cara utang itu loh. Iya. Iya. Iya. Termasuk nanti ee itu di Amerika Latin ya. Heeh. Nah, itu ternyata memang sampai hari ini terjadi. I. Dan itu sebenarnya pelakunya tidak hanya Barat ya, artinya negara lain yang punya kapital gede negara negara yang mau jadi imperium baru melakukan Mas dulu kan satu-satunya
52:17 kan the only actor, the only one kan Amerika. Sekarang sekarang Cina rule the world. Wus. I kan. Iya iya. I. Saya kira kalau kita jadi negara maju juga akan melakukan hal yang sama, Mas. Oke. Dan itu teori realis lah itu. Iya. Iya. Realis banget. Mungkin Asia ee baru sekarang ya mungkin ya beberapa tapi kalau kayak di Afrika kayaknya sudah cukup lama ya dilakukan eksploitasi kayak gitu ya. Iya makanya ada teori soal resource curse ya. Kutukan sumber daya alam itu studi kasusnya itu banyak di Afrika. Iya. Afrika sampai hari ini masih begitu. Iya. SDM-nya rendah, dibiarkan bodoh, enggak bisa mengulas, dikasih senjata untuk perang sendiri untuk perangk sudah dan elitnya yang menguasai itu elit-elit itu aja
53:02 hanya orang segelintir orang bahkan kalau untuk diadu domba antar suku. Betul. Betul. Dan itu yang paling mudah di exploit itu kan memang sektor ekstraktif, Mas. Oke. Kenapa sektor ekstraktif itu rentan menjadi kutukan? Karena memang sifatnya itu ekstraktif. Oke. Ya kan ini modal besar. I kalau di industri namanya enklaf industri. Kant melibatkan sedikit pihak misalnya host country. Host country elit penguasa deal dengan kompador dengan pemilik modal. Selesai. Kemudian mereka pakai kekuatan ee kekerasan ya apa koersif aparatus untuk menekan masyarakat ee termasuk host society yang di situ ada sumber daya alam agar tidak berontak ditekan dengan kekuatan bersenjata sehingga kemudian menjadi
53:50 kutukan di situ sebenarnya bukan minyaknya ansih bukan mineralnya ansihuksi tapi tata kelola yang membuat sumber daya alam itu menjadi kutukan kutuk ya itu harusnya kan remedinya apa ya? Kita harus mandiri dalam pengertian kapasitas SDM. Kita bisa kelola sendiri ya. Teknologi bisa kita kuasi sendiri selagi kita bergantung ya teknologi dari negara lain. Misalnya kita punya minyak ini. Oh minyak Anda itu hanya ini sen oil ini. Ini ee CO2-nya tinggi nih. Kita enggak punya teknologi, Mas. Terpaksa kita pakai teknologi mereka. Ya, mereka tentu saja punya prasyarat kan. I kalau you mau kita bantu ya ayo kita konsesinya harus jelas gitu semua ya
54:35 gitu semua jualan semua ya ini iya jadi kalau kita misalnya Mas punya kekayaan sumber daya alam tapi kita tidak menguasai teknologi itu rentan jadi kutukan nah teknologi ini terkait dengan input ya SDM kita ya pola pendidikan kita ya iya langsung elitnya Mas termasuk elitnya elit ini kan juga refleksi kan ya elit ini kan refleksi dari keadaan secara umum masyarakat kalau masyarakat begini ya elitnya begitu kan ya karena yang dipilih oleh masyarakat kan dari antara mereka juga di antara mereka jangan-jangan mereka senang ya kalau melihat kita elitnya banyak korupsi karena semakin banyak korupsi semakin mudah dikooptasi kalau teori apa namanya pengusaha hitam itu semakin kotor semakin senang Mas semakin senang kan semakin senang
55:20 karena untung mereka semakin banyak tapi sekarang itu kan banyak mazhab ya Heeh ya itu hanya menguntungkan sesaat tapi tidak berkelanjutan Hm. Makanya sekarang kan ada istilahnya kan ee apa e pembangunan berkelanjutan ya, sustainable development. Oke. Itu kan pembangunan berkelanjutan itu syaratnya kan ada transparansi, ada partisipasi, ada akuntabilitas. Oke, kita cari duit tapi bagaimana nilai keuntungan kita itu bisa kita perpanjang durasinya. Jangan kita keruk sekarang usianya 10 tahun, untung kita cuma 10 tahun. Oke. Kenapa tidak kita kelola secara baik sehingga dalam waktu abad kita ini masih untung? Dapat untung terus. Dapat untung. Jadi mereka tetap kalau kapitalis ya tetap nyari untung, Mas.
56:05 Tetap nyari untung. Intinya cuma ada yang nyari untung dengan cara kotor langsung bola pendek, ada yang ingin bola panjang. Nah, dan yang bola-bola panjang ini yang bisa sinergi, Mas. Oke, makanya mereka menuntut, oke, kita akan impor ya barang ee produksi dari negara Anda, tapi kita mau energinya itu R100, renewable 100, itu jadi tidak merusak ee lingkungan ya. Nah, itu mereka sekarang ada yang begitu-begitu. Asal itu konsisten, tidak hipokrit. Kita setuju, Mas. Masalahnya kan mereka seringkiali standar ganda. Enggak. Iya. I ya, ya. Mereka boleh merusak negara berkembang enggak boleh. Kan itu yang repot. Kalau semuanya konsisten,
56:51 Iya. Ayo negara-negara anek satu itu yang paling banyak mencemari lingkungan itu yang harus berdiri di depan. Iya. Iya. Iya. Kan mereka ternyata enggak juga. Tapi gini, Indonesia kan negara yang dikenal non blok ya, artinya tidak blok kanan, tidak blok kiri. Nah, ini secara geopolitik sebenarnya ini kelebihan atau kekurangan? Bisa dua-duanya, Mas. Nah, gimana? Karena gini, kan kita bisa memainkan peran di dua kutub sekaligus ya. Iya. Antara Cina sama Amerika lah kira-kira gitu ya. Iya. Iya. Terutama dalam kemandirian energi tadi. Iya. Gimana ya? Kayak misalnya ini Mas Galeb kok komplotan nih sama saya ya. Mas bilang, "As Mas Galib ini orangnya Mas Khalid ini." Nah, sudahlah itu dia abaikan saja. I. Oke.
57:37 Ya kan sisi lain. Terus kemudian ternyata ee Mas Galib ini sama saya itu ternyata enggak oke-oke juga. Ah akhirnya tidak diaku oleh siapapun. Jadi Mas Bro tidak mengakui Mas Gar sebagai sekutunya. Saya juga tidak mengakui sebagai sekutunya. Sebenarnya saya merasa sudah dekat sudah dekat banget sama Mas sudah merasa dekat tapi ternyata Galip ini cuma ee antek-anteknya Mas Bong yang disusupkan ke saya misalnya kan gitu. Iya. Iya. Iya. dalam diplomasi hubungan internasional itu kan plus minus bisa terjadi Mas jenis kelamin itu kan kadang harus jelas dalam situasi ekstrem loh ya kadang orang yang bisa ngayun-ngayun itu ya enggak di enggak enggak dikenal sebagai orangnya siapa
58:22 hmm ok negara kapitalis tidak mengakui kita sebagai negara kapitalis ng negara sosialis tidak mengakui kita sebagai negara sosialis iya ya kita sifat kita apa kata Gus Dur dulu kita bukan negara agama bukan negara sekuler Iya. Terusara apa, Gus? Negara bukan-bukan. Makanya ada istilah posisi menentukan prestasi. Ah, itu dia. Jadi, kita bukan negara kapitalis, bukan negara sosialis. Itu negatifnya. Kalau positifnya gimana? Iya, kita bisa ngayun-ngayun, Mas. Oh, ngayun-ngayun itu ngayon-ngayun. Tergantung ini siapa nih yang cuan nih? Amerika cuan. Ya sudah kita ya merapat ke Amerika. Wah, Amerika Amsong ini. Kita merapat ke Cina. Oke. Jadi ya memang dalam strategi hubungan internasional kadang kita perlu oportunistik ya.
59:07 Iya. I opportunistik itu yang sesuai dengan nasional interest. Nasional interest kunci itu yang paling pokok itu Mas. Oke. Nah itu kan yang kita pelajari dari ideologinya denguping. Iya. I ya. Ya kan dia bilang kan waktu menjabat itu setelah masa kelam Mauzedong yang menerapkan etatisme komunisnya dengan ketat. Diubah semua diubah. Saya enggak peduli mau kucing hitam mau kucing putih yang penting bisa nangkap tikus. Iya. Iya. Iya. Saya enggak peduli kapitalis atau sosialis. Yang penting bisa menyejahterakan rakyat. Iya. Iya. Iya. Iya. Ideologi sosialis cara hidupnya kapitalis. Kapitalis. Jadi itu jadi kapitalisme negara kan. Iya. Benar. Sampai sekarang diterapkan tuh sama Cingping ya. Ditapkan ada yang bilang, "Mas, jangan percaya sama negara lain karena negara lain tetap akan lebih mementingkan kepentingan negaranya sendiri."
59:54 Mas Pung tahu ya ada teori tidak ada altruisme dalam hubungan internasional. Enggak ada. Tidak ada. Maksudnya apa itu, Mas? Alttrisme itu mementingkan negara lain. Pada dasarnya negara itu yang mementingkan kepentingannya. Kepentingannya sendiri. Termasuk semua presiden Amerika itu ya national interest number one. Walaupun dia muji-muji gitu bukan berarti dia sayang sama kita itu ya. Iya muji-muji sebagai politisi mah untuk anu panggung depan ya. Gimik. Iya. Jadi artinya selama kepentingan dia, national interest dia itu cocok dengan kita di satu sisi itu bisa jalan gitu ya. Bisa jalan. Tapi begitu berseberangan akan bisa juga gitu. Bisa kan disatukan dan dipisahkan oleh kepentingan Mas. Iya iya iya iya. Jadi braks itu juga begitu ya. Saya kira iya. Hm. Dan kita juga enggak terlalu kaku.
1:00:40 Makanya kan doktrin apa namanya ee bebas aktif. Iya. I ya bebas aktif itu dalam rangka ya tadi dalam bahasa kasarnya itu oportunistik ya. Oportunistik bahwa kita memang berdiri di antara negara-negara berkembang tapi dengan negara-negara maju yang paling menguntungkan mana deh gitu aja. Itu aja ya. Iyalah sederhana ya. Kalau misalnya Amerika menguntungkan, ya sudah kita bersahabat dengan Amerika. Kalau Cina menguntungkan ya kita bersahabat dengan Cina. Cina yang ada duitnya mana kan gitu ya. Yang mau invest ke kita siapa? Yang mau bantu ada pabrik bukan sekedar invest hot money tapi mau invest ee buka pabrik di sini menciptakan lapangan pekerjaan. Itu kan berarti mau bersahabat dalam jangka panjang, Mas. I ya kan kalau orang bikin pabrik kan
1:01:26 berarti mau tinggal lama di sini. Iya. I sehingga mereka ya ingin berteman agak lama lah itu. Tapi kalau hot-hot man itu ya mereka enggak mau berteman lama lah. Iya. Iya. Hit and run aja. Hit and run. Kalau energi terbarukan EBT tadi syaratnya apa, Mas? Biar kita bisa keekonomian, Mas. Nah, gimana itu? Ini masalah pengembangan energi hijau itu kan soal keekonomian kan. sementara ini ee belum bisa bersaing quut dengan fosil fal harganya ya mahal lebih mahal lebih mahal karena apa biaya teknologi belum bisa ditanggung oleh keterbatasan jumlah penggunanya kecuali nanti market share-nya sudah membesar itu sudah bisa di-share bebannya itu menjadi murah
1:02:11 kayak PLTS itu kan dulu mahal itu ya sekarang sudah ee bisa ya secara global itu 4 sen per kWh heeh ya, PLTS. Tapi kalau PLTA yang PLTA skala besar, PLTA skala kecil itu kan masih 7 sen per kWh 7 sen per kkwh ee PLTP yang panas bumi itu masih kalau listrik ya itu masih sekitar 10 sen per kWH. Heeh. Itu sementara yang skalanya besar bisa menjadi baselot batu bara itu 6 sampai 7 sen per KWH. murah sekali dan itu skalanya baselot bukan kecil loh ya skalanya baselot baselot itu ya menjadi tulang punggung untuk ee mengelektrifikasi
1:02:56 ya kebutuhan listrik nasional tapi kalau biofiel bukannya kita sudah agak lebih maju Mas karena kita penghasil sawit terbesar di dunia salah satunya iya cuma ada B50 cuma kan mahal Mas Faminnya kan mahal faminya mahal Mas oke. Fami itu mahal itu. Jadi, jadi harganya masih belum marketable ya? Kalau kalau sudah marketable, bersaing tidak perlu kompensasi, Mas. Iya, betul betul betul. Namanya kompensasi itu kan karena ee ada biaya yang lebih rendah yang harus ditanggung oleh operator yang kemudian akan diganti oleh pemerintah. Oke. Itu itu kompensasi. Jadi, ya e kalau pertalet ya mungkin ya segitu ya segitu. Cuma nanti kalau ada ya biodiesel sudah
1:03:44 jalan ya. Biodiesel sudah jalan. Cuma FAME itu sekarang harganya lagi naik ya. Oh iya ya benar. Sekarang B40. Jadi ada biaya energi hijau yang ditanggung Mas. Oke. Itu yang disebut dengan green flashion tadi itu. Green flash ya. Inflasi hijau yang harus ditanggung oleh pemerintah ya. Itu yang nanggung siapa? itu sampai sekarang dunia belum ketemu. Belum ketemu kayak Pak Jokowi di Glasgo. Oke, kita akan green energi cuma biaya kemahalan energi itu siapa yang nanggung? Oke, nanti kita sengkuyung bareng-bareng dibentuk jetp yang itu yang pakai itu apa namanya emisi itu ya? Iya, itu Jetp, Mas. Itu belum jelas juga itu. Iya, Jetp kan kata Pak Hasyim Joyo Hadikuusma kan cuma omon-omon saja itu mereka punya komitmen 100 bilion ya
1:04:30 belum ada itu pinjaman. Kalaupun ada itu pinjaman komersial ada artinya lebih realistis meningkatkan produksi fosil dong daripada EBT. Jadi fosil dengan hijau ini paralel, Mas. H. Jadi sembari ya sembari kita go green e fosil yang sudah mapan infrastrukturnya affordabilitas keekonomiannya diperbaiki dan kemudian ini ee subsidinya secara perlahan Mas. Subsidi fosil itu dicabut dialihkan untuk pengembangan energi hijau. Oke. Jangan terus-terusan fosil itu disubsidi. Ini pasti enggak bisa bersaing, Mas. Oke. Oke. Itu andai kata kita boleh berandai-andai. Kita dulu sudah transisi energi sejak
1:05:15 tahun 0-an. Heeh. Ya. Sebagian duit minyak ya diinvestasikan untuk membangun jaringan infrastruktur gas bumi misalnya sehingga kita tidak menggunakan LPG semuanya pakai C gas ya. City gas ya. Kita akan lebih cepat Mas transisi energinya melalui gas bumi kan. Di antara minyak dan gas yang paling bersih kan gas bumi. Gas bumi. Betul. Cuma masalah kita karena enggak ada infrastruktur ya dari sumur ke user akhirnya diekspor. Dan itu mahal biayanya ya untuk infrastruktur itu ya. Iya Mas. Dan itu kan dulu kita punya winfall profit ya ketika kita surplus kita punya iya dur durian runtuh itu diinvestasi untuk transisi energi. Mas eh terus terang nih salah satu perbincangan
1:06:03 pembahasan energi yang menurut saya paling mudah untuk dicerna dan ternyata Gus Kholid ini sangat piawa ya menceritakan sangat menguasai cocok untuk e tata kelola energi Heeh masuk kabinet Pak Prabowo. Oke Mas terima kasih banyak waktunya kita masih bakal ngobrol-ngobrol lagi nanti. Siap. Karena urusan energi panjang. Panjang. Ini ini belum semua yang kita bahas. Ini baru kulit-kulitnya aja ini. Iya. I nanti kita preteli satu-satu. Satu. Oke, terima kasih Mas Salim. Terima kasih kembali. Sukses di mana pun nanti berada. Iya. Ya, demikian teman-teman to the point aja kali ini. Semoga menginspirasi Anda terkait dengan energi nasional. Saya Gib
1:06:50 Morto Sigit. Saya Bung Purwanto. Sampai jumpa minggu depan. Bye bye. Bye [Tepuk tangan] [Musik] to the point aja. Yeah.