Apa itu Balance Sheet? Ini Komponen yang Harus Kamu Ketahui | feat. Brenda Andrina

Apa itu Balance Sheet? Ini Komponen yang Harus Kamu Ketahui | feat. Brenda Andrina

Ringkasan Singkat

Video ini membahas laporan posisi keuangan (neraca) dan komponen-komponennya, termasuk aset, liabilitas, dan ekuitas. Dijelaskan juga prinsip pencatatan laporan keuangan, yaitu biaya historis dan nilai wajar.

  • Aset adalah sumber daya perusahaan yang diperoleh dari liabilitas dan ekuitas.
  • Liabilitas adalah kewajiban finansial perusahaan yang harus dibayarkan.
  • Ekuitas adalah kontribusi modal dari pemilik perusahaan.

Pendahuluan

Video ini akan membahas tentang laporan posisi keuangan atau neraca (balance sheet) beserta komponen-komponennya. Selain itu, akan diulas juga mengenai prinsip pencatatan laporan keuangan. Neraca terdiri dari tiga komponen utama: aset, liabilitas, dan ekuitas. Konsep dasarnya adalah aset merupakan penjumlahan dari liabilitas dan ekuitas yang dimiliki perusahaan.

Aset: Sumber Daya Perusahaan

Aset adalah sumber daya fisik dan nonfisik yang bermanfaat untuk menunjang operasional perusahaan. Terdapat dua tipe aset, yaitu aset lancar dan aset tidak lancar. Aset lancar mudah dikonversi menjadi uang tunai dalam waktu kurang dari setahun, contohnya kas, setara kas, persediaan, piutang dagang, dan beban dibayar dimuka. Aset tidak lancar relatif lebih sulit dikonversi menjadi kas dan memiliki masa manfaat lebih dari setahun, contohnya aset tetap, aset tak berwujud, dan investasi jangka panjang. Aset tetap adalah aset fisik yang dipakai untuk menunjang operasional jangka panjang perusahaan. Dalam aset tetap terdapat depresiasi atau turunnya nilai suatu aset seiring waktu. Aset tak berwujud tidak memiliki wujud fisik tetapi tetap memiliki manfaat dan nilai ekonomi, contohnya goodwill, hak cipta, hak paten, hak guna merek dagang, dan hak penambangan. Goodwill muncul ketika suatu perusahaan mengakuisisi perusahaan lain di harga yang lebih mahal daripada harga bukunya.

Liabilitas: Kewajiban Perusahaan

Liabilitas adalah utang atau kewajiban finansial yang harus dibayarkan oleh perusahaan. Contohnya utang dagang, utang gaji, utang dividen, utang pajak, dan utang bank. Berdasarkan kurun waktunya, liabilitas dibagi menjadi dua tipe, yaitu liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang. Liabilitas jangka pendek adalah utang yang jatuh temponya kurang dari satu tahun, sedangkan liabilitas jangka panjang adalah liabilitas yang masa pelunasannya lebih dari satu tahun. Berdasarkan karakteristiknya, liabilitas dibagi menjadi interest-bearing debt (liabilitas yang memiliki bunga) dan non-interest bearing debt (liabilitas yang tidak memiliki bunga).

Ekuitas: Modal Perusahaan

Ekuitas adalah kontribusi modal dari pemilik perusahaan atau pemegang saham atas aset perusahaannya. Contohnya modal disetor, tambahan modal disetor, saham treasuri, dan saldo laba ditahan. Modal disetor menunjukkan berapa modal pemegang saham yang disetor ke perusahaan. Tambahan modal disetor muncul ketika perusahaan memenuhi kebutuhannya dengan penambahan modal. Saham treasuri muncul ketika perusahaan melakukan pembelian kembali (buyback) terhadap sahamnya yang beredar di masyarakat. Saldo laba ditahan diperoleh dari hasil operasional perusahaan yang tidak dibagikan ke pemegang saham dalam bentuk dividen.

Prinsip Pencatatan Laporan Keuangan

Ada dua prinsip yang digunakan untuk pencatatan laporan keuangan, yaitu biaya historis dan nilai wajar. Prinsip biaya historis mencatat semua komponen laporan keuangan sesuai dengan harga perolehannya di masa lalu. Prinsip nilai wajar menyesuaikan nilai komponen dengan nilai pasar saat ini. Penilaian kembali ini dilakukan oleh kantor jasa penilai publik (KJPP).

Kesimpulan

Neraca memberikan gambaran tentang kondisi keuangan suatu perusahaan di satu waktu dan bagaimana aset diperoleh, apakah dari liabilitas atau dari ekuitas pemegang saham.

Share

Summarize Anything ! Download Summ App

Download on the Apple Store
Get it on Google Play
© 2024 Summ