ASN Belajar Seri 10 | 2026 - Start Smarter – Serve Better

ASN Belajar Seri 10 | 2026 - Start Smarter – Serve Better

Ringkasan Singkat

Video ini adalah rekaman webinar ASN Belajar seri ke-10 yang diselenggarakan oleh BPSDM Provinsi Jawa Timur. Webinar ini membahas tentang bagaimana mengembalikan semangat pengabdian ASN setelah Hari Raya Idul Fitri, dengan tema "Start Smarter Serve Better: Kembali ke Fitrah Menuju Pelayanan Penuh Berkah". Beberapa poin utama yang dibahas meliputi:

  • Hikmah Idul Fitri sebagai sumber semangat baru bagi ASN.
  • Pentingnya spiritualitas sebagai fondasi moral dalam melaksanakan tugas.
  • Dampak spirit Idul Fitri terhadap motivasi kerja dan kinerja pegawai dari sudut pandang psikologi.
  • Konsep pribadi stoik dalam pelayanan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Pembukaan

Video dimulai dengan visualisasi yang menggambarkan semangat ASN dalam melayani bangsa dengan sepenuh hati, menjunjung tinggi nilai-nilai Marhaenisme, akuntabilitas, kompetensi, harmoni, loyalitas, adaptasi, dan kolaborasi untuk mewujudkan ASN yang berakhlak dan tulus membantu sesama.

Sambutan Kepala BPSDM Jatim

Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Dr. Ramlianto, menyampaikan bahwa tema webinar ini adalah refleksi komprehensif tentang momentum Idul Fitri untuk menata semangat dan etos kerja ASN setelah bulan Ramadan. Idul Fitri dimaknai sebagai momentum kembali ke fitrah, yaitu nilai-nilai dasar pelayanan publik seperti integritas, keikhlasan, tanggung jawab, dan keberpihakan kepada masyarakat. Ramadan melatih ASN untuk menahan diri, mengendalikan hawa nafsu, dan menumbuhkan empati sosial, yang seharusnya berdampak pada etos kerja yang lebih baik. Kinerja ASN tidak hanya ditentukan oleh kompetensi teknis, tetapi juga oleh keseimbangan antara kapasitas intelektual dan kedewasaan spiritual.

Hikmah Idul Fitri untuk Semangat Baru ASN

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Ahmad Serruji Bakhtiar, menjelaskan bahwa Idul Fitri adalah ikrar bahwa ASN telah melalui jalan panjang pendidikan, latihan, motivasi, dan semangat ibadah selama sebulan penuh, yang seharusnya melahirkan kesucian hati. ASN harus memberikan layanan dengan suci, tanpa pamrih, dan ikhlas, sesuai dengan ikrar dalam salat. ASN juga harus terus membangun komitmen untuk memperbaiki diri dan menyadari bahwa semua kekuatan dan kemampuan adalah milik Allah. Puasa Ramadan melatih kesabaran, kejujuran, disiplin, dan kepedulian sosial, yang harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. ASN harus melayani masyarakat dengan ikhlas tanpa pamrih, menjadi birokrat yang bersih dari korupsi, gratifikasi, dan pungli, serta bekerja dengan profesional dan berintegritas.

Urgensi Spiritualitas dalam Tugas Pekerjaan

Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniah Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. H. Abdul Halim Subhar, menjelaskan bahwa Allah menciptakan anugerah fisik, akal, kalbu, dan hayat yang menjadi satu kesatuan potensi spiritualitas manusia. Anugerah kalbu memungkinkan manusia merasakan nikmatnya iman, beribadah, kekhusyukan, dan kebahagiaan dalam bekerja. Puasa Ramadan adalah pendidikan samawi yang melatih kejujuran dan berpikir, dengan tujuan membawa orang beriman menjadi orang bertakwa. Anugerah hayat membuat anugerah fisik, akal, dan kalbu berfungsi. Anugerah Allah wajib dipelihara dengan makan minum yang halal dan tidak berlebihan, menjaga kesehatan, membaca, menulis, berdiskusi, memperbanyak ibadah, zikir, dan selawat. ASN diharapkan memiliki motivasi kerja yang lebih tinggi pasca Idul Fitri, bekerja dengan semangat pengabdian, dan menjadi teladan bagi masyarakat.

Spirit Idul Fitri dan Kinerja Karyawan dari Tinjauan Psikologi

Dekan Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Surabaya, Dr. Dewi Retno Suminar, menjelaskan bahwa proses psikologis saat Idul Fitri memunculkan emosi positif, kebahagiaan berkumpul, saling memaafkan, dan perilaku positif seperti bersilaturahmi dan berwisata. Namun, hal ini seringkali tidak bertahan lama karena kembali ke rutinitas. Nilai-nilai psikologis dalam puasa dan lebaran seperti kontrol diri, toleransi, menghargai, dan lapang dada seringkali dilupakan. Oleh karena itu, ASN perlu mengembangkan diri menjadi pribadi stoik, yaitu pribadi yang berusaha menjadi lebih baik dengan mengendalikan persepsinya, menjaga pikiran tenang dan rasional, serta menghadapi kesulitan tanpa mengeluh. Pribadi stoik fokus pada nilai moral dan ketenangan berpikir, memiliki perspektif hidup yang lebih baik, dan memiliki kendali internal. Langkah-langkah menjadi pribadi stoik dalam pelayanan adalah bersyukur, menerima kesulitan, selalu bangkit, tidak menyalahkan siapapun, fokus pada solusi, tidak mengeluh, dan mengubah persepsi melalui kontrol diri.

Share

Summarize Anything ! Download Summ App

Download on the Apple Store
Get it on Google Play
© 2024 Summ