ASN Belajar Seri 15 | 2026 - From Budget Constraints to Creative Financing

Ringkasan Singkat

Webinar ini membahas strategi pembiayaan inovatif untuk pembangunan daerah berkelanjutan di tengah keterbatasan anggaran. Para pembicara menekankan pentingnya kemandirian fiskal daerah, optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD), pengelolaan aset yang efektif, dan pemanfaatan sumber pembiayaan alternatif seperti KPBU, CSR, dan obligasi daerah. Peningkatan kualitas SDM dan tata kelola yang baik juga menjadi kunci keberhasilan.

  • Pentingnya kemandirian fiskal daerah dan optimalisasi PAD.
  • Pemanfaatan sumber pembiayaan alternatif seperti KPBU dan CSR.
  • Peningkatan kualitas SDM dan tata kelola yang baik.

Pembukaan

Acara dibuka dengan sapaan semangat dan pantun yang menekankan pentingnya berkembang dari keterbatasan anggaran menuju pembiayaan kreatif untuk pembangunan berkelanjutan. Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramianto, S.P., MP., menyampaikan opening speech yang menyoroti tantangan efisiensi anggaran dan kebutuhan strategi inovatif dan akuntabel dalam pembiayaan pembangunan daerah. Beliau menekankan bahwa keterbatasan harus memicu inovasi dan kolaborasi, serta peran ASN sebagai arsitek pembiayaan pembangunan yang kreatif dan inovatif.

Kondisi dan Tantangan Ekonomi Indonesia

Prof. Dr. Candra Fajri Ananda, S., M.Sc., menjelaskan bahwa ekonomi Indonesia tidak lepas dari pengaruh global, seperti perang Amerika-Iran yang memengaruhi harga komoditas dan biaya logistik. Beban APBN semakin berat akibat asumsi makroekonomi yang tidak sesuai dengan realitas, seperti harga kurs dan minyak dunia yang lebih tinggi. Kebijakan efisiensi pemerintah pusat berdampak pada penurunan transfer ke daerah (TKDD), terutama untuk belanja infrastruktur.

Struktur APBD dan Ketimpangan Antar Wilayah

Prof. Candra menyoroti struktur APBD di Jawa Timur, di mana TKDD didominasi oleh Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Belanja daerah juga didominasi oleh belanja pegawai, yang melebihi batas maksimal 30% sesuai Undang-Undang HKPD. Hal ini menimbulkan permasalahan dalam alokasi anggaran untuk pembangunan. Selain itu, perlu dicek apakah kebijakan efisiensi memperlebar ketimpangan antar wilayah setelah otonomi daerah.

Solusi Permasalahan Keuangan Daerah

Solusi untuk permasalahan keuangan daerah meliputi penambahan pendapatan melalui optimalisasi pajak dan retribusi daerah, pengelolaan aset yang produktif, dan optimalisasi BUMD. BUMD harus dikelola dengan tata kelola yang baik agar menghasilkan tambahan pendapatan daerah. Pemerintah perlu membangun perspektif positif dan memanfaatkan dana yang ada secara lebih efektif.

Rekomendasi Kebijakan

Rekomendasi kebijakan meliputi penetapan right sizing jumlah pegawai oleh Kementerian Dalam Negeri, sinkronisasi perencanaan dan penganggaran, perbaikan proses lelang, fokus pada visi misi kepala daerah, perbaikan pola penyerapan anggaran, dan transparansi pengelolaan APBD.

Penguatan Creative Financing

Penguatan creative financing meliputi pengkajian KPBU, CSR, sinergi dengan kementerian dan lembaga lain, serta peningkatan kualitas SDM. Pemerintah pusat telah menyiapkan seperangkat aturan, namun pengelola di daerah harus memahami risiko dan mencari titik temu antara tujuan swasta (profit oriented) dan pemerintah (kesejahteraan rakyat).

Persyaratan dan Tantangan Creative Financing

Persyaratan creative financing meliputi kelayakan proyek, kesiapan lahan, regulasi dan kepastian hukum, serta mitigasi risiko. Daerah yang layak adalah daerah dengan kapasitas fiskal tinggi atau memiliki bank ability project. Tantangan meliputi kesiapan lahan, aspek lingkungan dan sosial, kepastian hukum, komitmen kepala daerah, dukungan DPRD, dan pemahaman pemangku kepentingan.

Kondisi dan Tantangan Kapasitas Fiskal Daerah

Direktur Pemerintahan Keuangan Daerah dan Transfer ke Daerah Bappenas RI, Bapak Anang B. Gunawan, S. M. PhD., menyampaikan bahwa untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8%, dibutuhkan investasi sebesar 47.000 triliun, termasuk 10.000 triliun untuk infrastruktur. APBN dan APBD memiliki keterbatasan, sehingga perlu optimalisasi pendanaan dari sumber lain seperti BUMN, BUMD, dan swasta. Rata-rata daerah masih tergantung pada transfer ke daerah, dengan rasio pajak daerah terhadap PDRB yang rendah.

Isu Strategis Pengelolaan Keuangan Daerah

Isu strategis meliputi peningkatan pendapatan daerah melalui inovasi pajak dan retribusi, optimalisasi BUMD dan BMD, serta pembiayaan daerah lainnya. Dengan kondisi yang ada, daerah membutuhkan strategi pembiayaan yang baru dan inovatif.

Arah Kebijakan Keuangan Daerah dalam RPJMN 2025-2029

RPJMN 2025-2029 mengamanatkan penataan keuangan daerah, intensifikasi pendapatan daerah, peningkatan peran aktor pembangunan dalam pendanaan, dan peningkatan kualitas belanja daerah. Pemerintah daerah perlu mengoptimalkan pajak daerah dan retribusi daerah, meningkatkan belanja yang memberikan stimulus bagi pembangunan, dan memperluas sumber pendanaan alternatif.

Sinergi Pendanaan dan Pembiayaan

Sinergi pendanaan dan pembiayaan meliputi integrasi sumber pendanaan dari APBN, APBD, dan swasta, serta pemanfaatan tahapan strategis untuk memanfaatkan sumber pendanaan yang ada. Pemerintah daerah perlu menyiapkan kapasitas kelembagaan dan perencanaan sektor, serta memitigasi risiko dan melakukan perlindungan dari tata kelola yang dilakukan.

Optimalisasi Pemanfaatan Strategi Pendanaan

Untuk mengoptimalkan pemanfaatan strategi pendanaan, rencana proyek harus selaras dari sisi perencanaan pusat dan daerah, struktur pembiayaan harus aman dan risiko terantisipasi, serta keberlanjutan proyek harus dijamin. Bappenas sedang menyiapkan buku saku pendanaan alternatif untuk pemerintah daerah.

Potensi Pendanaan Alternatif dan Catatan Penutup

Bappenas memetakan potensi pendanaan alternatif berdasarkan kapasitas fiskal daerah, dukungan DPRD, ketersediaan aset, dan riwayat portofolio utang. Daerah dengan fiskal tinggi dapat fokus pada KPBU dan pinjaman daerah, sedangkan daerah dengan fiskal rendah dapat mengeksplorasi pendanaan berbasis hibah. Pemerintah daerah perlu mengkolaborasikan pemangku kepentingan, mensinergikan sumber pendanaan, dan memastikan kualitas belanja.

Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Daerah

Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Bapak Alfa Toni menjelaskan bahwa kekuasaan pengelolaan keuangan daerah sepenuhnya ada di kepala daerah. Kementerian Dalam Negeri selaku pembina dan pengawas pemerintahan daerah bertanggung jawab untuk terus mendorong agar daerah semakin mandiri.

Upaya Creative Financing

Upaya creative financing meliputi inovasi pengelolaan pajak dan retribusi daerah, pengelolaan BUMD dan BLUD, pengelolaan barang milik daerah, penerapan KPDBU, kebijakan pembiayaan utang, kolaborasi dengan perusahaan melalui CSR, dan kerja sama dengan Basnas.

Inovasi Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah

Inovasi pengelolaan pajak dan retribusi daerah dapat dilakukan melalui intensifikasi, ekstensifikasi, peningkatan sumber daya manusia, digitalisasi, dan terobosan cara-cara baru.

Pengelolaan BUMD dan BLUD

Pengelolaan BUMD perlu dioptimalkan dengan penguatan tata kelola, penataan personil, dan penerapan manajemen risiko. BLUD perlu dikelola dengan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan agar dapat membiayai diri sendiri dan mengurangi beban pemerintah daerah.

Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD)

Pemanfaatan BMD dapat dilakukan dengan sewa, pinjam pakai, kerja sama pemanfaatan, BGS atau BSG, dan KSPI. Peningkatan sumber daya manusia dalam pengelolaan BMD juga penting, terutama penambahan penilai barang milik daerah.

Kerja Sama Pemerintah Daerah dengan Badan Usaha (KPDBU)

KPDBU merupakan upaya yang dioptimalkan dengan melakukan kerja sama pemerintah daerah dengan badan usaha untuk mengatasi keterbatasan sumber daya manusia dan keuangan.

Strategi Creative Financing Lainnya

Strategi creative financing lainnya meliputi kebijakan pembiayaan utang (obligasi dan suku), kolaborasi dengan perusahaan melalui CSR, dan kerja sama dengan Basnas.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:14 Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Marlah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas ke bangga negeri siti bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Hindi. Tugas dengan hati tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Layani bangsa loyal tanpa batasannya

1:02 sangat naif dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan menjadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa Kami dari sini tugas dengan hati tujuhkan kompetensi dalam harmoni.

1:49 loyal tanpa batasannya adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih beragung mengerjas penuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani dengan bangan kami melayani dengan Kami melayani bangsa H

2:51 bla telah membangun asa menuju cita yang mulia. Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti mengikuti zaman dengan semangat pembaruan, ilmu dedikasi dan harapan mencari bekal masa depan. PPS Jatim Pusat unggulan tempat lahirnya insan berkualitas mencetak STM berkompetensi tangguh cerdas tangguh inovasi bersatu dalam visi yang terang menjawab

3:39 tantangan jangan gemilang PPSDM Jawa Timur Center of Exens masa depan danil bersama membangun asa menuju cipta yang mulia. Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti mengiti zaman dengan semangat pembaruan

4:27 ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. BPSM Jatim pusat unggulan tempat lahirnya insan berkualitas mencetak STM berkompetensi tangguh cerdas penuh inovasi bersatu dalam visi yang terang menjawab tantangan jangan demiang PPS SDN Jawa Timur Center ofans masa depan

8:51 Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan rahayu dan salam sehat untuk kita semua. Selamat pagi dan selamat datang sobat ASN di webinar ASN seri ke-15 pada hari ini. Jumpa kembali minggu ini bersama saya Fanny Patriia. Dan tentunya sebelum mengawali sesi kita pada ASN belajar seri yang ke-15 hari ini di penghujung akhir bulan April, sekali lagi saya ingin memberikan semangat dengan pantun. Air mengalir ke hilir tenang. Cep menyuburkan sawah sepanjang jalan. Cep dari budget constraints kita berkembang. Menuju creative financing demi pembangunan berkelanjutan.

9:38 Yang terhormat, kami ingin sapa terlebih dahulu kepada Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramianto, S.P., MP. Yang kami hormati pula para narasumber yang telah hadir secara online di tempatnya masing-masing. Yang kami hormati guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang, Prof. Dr. Candra Fajri Ananda, S., M.Sc. Yang kami hormati Direktur Pemerintahan Keuangan Daerah dan Transfer ke Daerah BAPENAS Republik Indonesia Bapak Anang B Gunawan, S. M. KON, PhD. Yang kami hormati Dirjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Bapak Dr. Dres Agus Fatuni, M.Si., GRCE. Serta Bapak, Ibu, Sobat ASN di mana pun Anda berada mulai dari Sabang sampai Merako yang telah mengikuti awal pagi hari ini bersama

10:25 dengan kami sampai kurang lebih 3 jam ke depan. Puji syukur kita haturkan kehadirat Tuhan yang maha kuasa. Berkat perkenanannya di hari ini kita dapat berjumpa dalam kondisi sehat hadir di tempat kerja sobat ASN masing-masing dalam kondisi semangat. Apalagi di hari Kamis ini sebelum kita akan beranjak ke bulan baru, kita akan belajar lagi ya dengan tema yang luar biasa pada hari ini disiapkan oleh BPSDM Provinsi Jawa Timur pada tanggal 30 April 2026 dengan tema From Budget Constraints to Creative Financing strategi pembiayaan inovatif untuk pembangunan daerah berkelanjutan. Berbicara mengenai materi ini, Sobat ASN tentunya sangat amat lekat dan juga relate dengan apa yang telah terjadi di

11:12 awal bulan ini bahkan di tahun ini. Begitu ya. Menyoroti pentingnya pembiayaan inovatif untuk mendukung pembangunan daerah berkelanjutan di tengah keterbatasan anggaran dan kapasitas fiskal. Seperti yang kita tahu memang sedang terjadi efisiensi pada kurang lebih 4 bulan ini di awal tahun. Pemerintah daerah didorong untuk tidak hanya bergantung pada APBD, tetapi juga memanfaatkan sumber pembiayaan alternatif secara kreatif dan adaptif. Melalui strategi seperti kemitraan dengan sektor swasta, pembiayaan berbasis kinerja, optimalisasi aset daerah. Diharapkan pembangunan dapat berjalan dengan lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan. itu yang penting serta memberikan dampak yang nyata dan

11:57 inklusif bagi masyarakat. Dan selengkapnya akan dibahas dalam ASN Belajar seri ke-15 tahun 2026. Bapak, Ibu, Sobat ASN di mana pun berada tentunya mengawali ASN belajar seri kita kali ini akan kita simak terlebih dahulu opening speech yang akan disampaikan oleh Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur Bapak Dr. Ramlianto, S.P,MP. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam

12:45 sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air. Selamat bertemu kembali dalam ruang belajar bersama webinar series ASN belajar persembahan JATIM Corporate University Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Forum Pengembangan Kompetensi ASN ini merupakan sebuah ikhtiar kolektif untuk menjaga semangat pembelajaran ASN agar tetap menyala dan berkelanjutan di tengah arus pengabdian yang semakin kompleks. Sobat TSN tema yang kita angkat pada seri ke-15 tahun 2026 ini dirancang sebagai ajang diskusi produktif dalam

13:30 menjawab tantangan efisiensi anggaran yang beberapa tahun terakhir kita rasakan. Karenanya tema yang kita angkat adalah from budget content to creative financing. Strategi pembiayaan inovatif untuk pembangunan daerah berkelanjutan. Tema ini merupakan sebuah refleksi atas realitas yang kita hadapi bersama. Bahwa di tengah keterbatasan fiskal, kebutuhan pembangunan justru terus meningkat sehingga dibutuhkan strategi yang inovatif dan akuntabel. Safat ASN di seluruh tanah air kita berada di era di mana ruang fiskal semakin terbatas. Sementara ekspektasi

14:17 masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik dan percepatan pembangunan semakin tinggi. APBD yang kita kelola seringki tidak lagi cukup untuk menjawab seluruh kebutuhan pembangunan daerah. Namun di sinilah letak tantangannya dan sekaligus peluangnya. Keterbatasan tidak sepatutnya melahirkan stagnasi. Keterbatasan justru harus membangkitkan inovasi. Karena pembangunan dan pelayanan publik tidak boleh berhenti hanya karena keterbatasan. Sobat ASN, selama ini paradigma pengelolaan keuangan daerah seringki masih didominasi oleh pendekatan budgeting bagaimana mengalokasikan

15:03 anggaran yang tersedia. Padahal ke depan kita harus mulai bergerak menuju paradigma yang lebih maju, yaitu financing strategy. Bagaimana menghadirkan sumber-sumber pembiayaan yang kreatif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Creative financing bukan sekedar alternatif. Ia adalah kebutuhan aktual saat ini yang menuntut kita untuk berpikir beyond APBD, melampaui APBD, membangun kolaborasi dengan sektor swasta, mengoptimalkan skema pembiayaan inovatif seperti KPBU, investasi hingga berbagai bentuk blended finance yang lain. Di sinilah ASN dituntut untuk tidak hanya

15:49 mampu mengelola anggaran, tetapi harus menjadi arsitek pembiayaan pembangunan yang kreatif dan inovatif. Namun tentu dengan tetap memegang teguh ketentuan-ketentuan yang berlaku. Sobat TSN, kita sebenarnya telah memiliki cukup contoh nyata. Beberapa daerah telah mulai bergerak menunjukkan bahwa keterbatasan fiskal bukanlah hambatan, melainkan pemicu inovasi. Ada beberapa daerah misalnya telah menunjukkan bagaimana pembiayaan bangunan dapat dipercepat melalui kerja sama dengan lembaga pembiayaan sehingga pembangunan tidak harus menunggu kesiapan anggaran APBD semata, tetapi dapat mendorong melalui skema yang

16:36 terstruktur dan bertanggung jawab. Ini menegaskan satu hal penting bahwa masa depan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi oleh kecerdasan dalam mengelola dan membiayainya. Shabat ASN, namun kita juga harus memahami bahwa creative financing bukan tanpa risiko yang membutuhkan perencanaan yang matang, tata kelola yang kuat akuntabilitasnya, serta kapasitas SDM yang mewadai. Karena itu, inovasi pembiayaan harus tetap berada dalam koridor good governance transparan akuntabel dan berorientasi pada kepentingan publik. Di sinilah peran ASN menjadi sangat strategis. Melalui ASN belajar hari ini,

17:24 kita ingin menegaskan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti, tetapi alasan untuk berubah lebih baik. dari keterbatasan menuju inovasi, dari ketergantungan menuju kemandirian, dan dari pengelolaan anggaran menuju strategi pembiayaan yang berkelanjutan. Saat ASN di seluruh tanah air, pada kesempatan yang sangat berharga ini, perkenankan kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para narasumber yang telah berkenan hadir dan berbagi informasi strategis kepada Sobat TSN di seluruh tanah air. Yang pertama kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Dr. Dres Agus Fatoni, M.Si. SI.

18:09 Beliau adalah Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri yang akan memberikan perspektif kebijakan terkait arah pengelolaan keuangan daerah di tengah tuntutan efisiensi anggaran dan peluang pengembangan pembiayaan inovatif. Kedua, kita akan mendapatkan insight dari perspektif perencanaan dari Bapak Anang B. Gunawan, S. M. KON, PhD. Beliau adalah direktur pemerintahan keuangan daerah dan transfer ke daerah Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Dan ketiga, kita akan mendapatkan penguatan perspektif akademik dari Bapak Prof. Dr. Candra Fajri Ananda, S. M.Si. Beliau adalah guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

18:56 Malang yang akan menguraikan kerangka konseptual dan analitis terkait pembiayaan inovatif dalam pembangunan daerah berkelanjutan. Kehadiran para narasumber hebat hari ini menegaskan bahwa ASN belajar bukan sekedar forum diskusi, tetapi ruang strategis untuk menyatukan visi, menyelaraskan kebijakan, dan memastikan bahwa pembelajaran benar-benar bertransformasi menjadi kinerja dan dampak nyata. Nah, Sobat ASN, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ke-15 tahun 2026. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

19:44 Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih atas opening speech yang telah disampaikan oleh Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramianto, SPMP. telah jelas sekali tadi disampaikan melalui highlight beliau bahwa masing-masing narasumber nanti akan memberikan informasi dan juga point of view serta insight dari bidang dan keahlian dari masing-masing narasumber. Untuk itu kami harapkan sobat ASN yang sudah tergabung di Zoom meeting maupun di YouTube BPSDM Jatim TV untuk tidak meninggalkan ASN belajar ini sampai dengan selesai siang hari nanti. Sebelum kami akan menyapa dan juga mempersilakan narasumber pertama untuk dapat memberikan materinya, ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan terlebih dahulu untuk Sobat ASN. Yang pertama, sesi tanya jawab diskusi ini akan dilakukan setelah setiap narasumber

20:30 menyampaikan materinya. Kemudian yang kedua, mohon kepada penanya nanti akan kami pilih untuk bisa berinteraksi dengan langsung dengan para narasumber hanya rais hand saja. Nanti tim IT kami akan menghubungkan. Mohon sertakan nama dan instansi sobat ASN dengan lengkap. Kemudian lima orang yang nanti beruntung kami pilih sebagai penanya untuk bisa berinteraksi secara langsung akan mendapatkan hadiah spesial dari BPSDM Provinsi Jawa Timur. Dan yang ketiga, link absensi peserta ini harap diisi melalui aplikasi Semesta Bangkok. Di awal tadi sudah kami tunjukkan tutorialnya bagaimana mengisi link semesta Bangkok. Nanti di tengah-tengah juga sebelum perpindahan ke narasumber berikutnya akan kami tunjukkan pula

21:17 tutorial untuk mengisi semesta Bangkom agar Sobat SN dapat lebih mudah dalam melakukan presensi dan juga mengunduh e-sertifikat. Demikian informasi yang kami sampaikan untuk dapat memulai pemateri yang pertama yang akan disampaikan oleh narasumber kita yang pertama yaitu guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang Prof. Dr. Candra Fajri Ananda, S. M.Sc. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, Prof. Selamat pagi. Bagaimana kabarnya? Terima kasih, Mbak Fani. Sama-sama. Ee saya agak sedikit flu ee cuma moga-moga suara saya bisa didengar

22:02 dengan baik. Masih oke dan terdengar dengan jelas, Prof. dan semangatnya juga menular sampai ke sini dan kami harapkan juga menular ke sat lain. Baik, tentunya pada tema kali ini memang cukup krusial ya begitu, Prof. from budget to constraint to creative financing. Nah, ini butuh sekali informasi dan juga ilmu dari Prof. untuk dapat disampaikan kepada Sobat ASN di seluruh Indonesia. Untuk waktu dan tempat kami persilakan, Prof. Oke. Ee terima kasih ee sobat-sobat ee ASN yang saya hormati dan saya muliakan. Ee pertama yang saya hormati para narasumber, Pak Dirjen ee Bapak Pak Toni dan Pak Anang Budi eh Pak Deputi di

22:49 Bappenas. Sekali lagi terima kasih untuk undangannya untuk Pak ee Kepala BPSDM Bapak Ramlianto. Jadi hari ini kita akan berbicara tentang ee pembiayaan inovatif ee daerah dan sebelumnya saya disclaimer dulu ya. Jadi kebetulan ee saya dapat ee apa ya? Ee jadi kemarin ee cucu saya itu meninggal di Malang. Ee kebetulan posisi saya sekarang ada di Jakarta. Ee sehingga saya harus balik ke Malang nanti. Ee pesawat yang ee satu-satunya ke Malang hari ini dari Halim itu sekitar jam 10.30-an gitu ya. Jadi

23:35 mungkin ee saya tidak bisa berlama-lama untuk menuju Halim dari ee tempat saya di Jakarta sekarang di daerah ee Grogol gitu. Oke. Ee jadi saya mohon maaf untuk Pak Fatoni dan Pak Anang tidak bisa membersamai sampai akhir dari acara. Jadi saya di dalam ee next ya. Jadi kita tahu bahwa apa yang terjadi dengan ekonomi Indonesia sebenarnya tidak pernah lepas dengan apa yang terjadi di luaran sana. Jadi ee kita sebagai negara sudah merupakan bagian dari ee sistem perekonomian dunia yang memang akan saling terkait, akan saling terpengaruhi

24:20 dari kejadian satu dan kejadian yang lain kepada kondisi ekonomi dalam negeri. Yang pertama, adanya perang Amerika dengan Iran itu tentu membuat ee pergerakan harga terutama harga komoditi yang akan ee naik dan turun yang tentu akan mempengaruhi penerimaan negara kita termasuk dengan meningkatnya biaya logistik atas barang-barang kita yang terutama ekspor ke beberapa negara. Yang kedua, beban APBN konsekuensi dari perubahan ini tentu menjadi berat ya. Karena APBN itu punya standar yang namanya asumsi makroekonomi di mana di dalam asumsinya itu APBN sudah mencanangkan misalkan harga kurs itu

25:06 Rp16.000 ee kemudian ee inflasi itu sekitar 3 ee plus minus ee ee persen ya 3%-an. Kemudian kita juga mencanangkan ee harga minyak dunia itu sekitar 65 70 US Dollar per barel gitu ya. Nah, kalau dalam praktiknya gara-gara kejadian ini kemudian pemerintah harus menanggung itu karena harganya ternyata di atas itu gitu ya. Karena kita sudah bukan lagi net eksportir dari minyak maka tentu ee pilihannya cuma dua kan. Apakah pemerintah membebankan kepada masyarakat dengan membiarkan harga naik atau pemerintah kemudian menanggung sebagian

25:52 dari naiknya itu gitu ya. Yang kemudian sepertinya pemerintah mengambil ee fase yang kedua. Jadi ee pemerintah mengambil dan itu terbukti ya. Jadi harga barang-barang untuk kolongan menengah atas itu tidak ada subsidi lagi terutama ee bensin ya yang ee pertama ke atas itu. Kemudian untuk pertolite pemerintah masih menahan tentu beban APBN-nya akan sangat bertambah sekitar hampir sekitar 90 triliunan gitu. Nah, oleh karena itu ee beban kurs yang juga semakin melemah sekarang 17.300. Maka artinya karena sebagian besar utang kita dalam bentuk US Dollar, tentu pembiayaan utang juga akan semakin berat. Nah, oleh karena itu ee

26:38 pemerintah di awal tahun 2025 saat Presiden Prabowo dilantik, gebrakan pertama adalah kebijakan efisiensi yang kemudian berdampak pada tahun 2025 TKDD kepada daerah itu turun hampir R triliun dan kemudian di tahun 2026 ini hampir 200 lebih ee triliun gitu ya. Nah, ini kita tunggu tahun 2027 bagaimana. Tapi pada intinya adalah ee konsepsi efisiensi itu dianggap sebagai pengurangan transfer ke daerah. Tapi dananya sebenarnya tidak ditransfer ee artinya tidak hilang gitu ya. Dananya kemudian dikelola oleh pemerintah pusat dalam hal ini kementerian-kementerian terkait terutama di aspek ee ee

27:25 belanja-belanja infrastruktur yang kemudian diambil alih oleh pemerintah pusat. Kita perlu tahu ya, bahwa dalam banyak kajian itu yang paling berpengaruh terhadap pembangunan ekonomi daerah, terutama di pertumbuhan ekonomi penciptaan lapangan kerja itu adalah belanja-belanja infrastruktur. Jadi seharusnya kalau menurut saya pribadi ee yang harusnya tetap dijalankan di daerah itu adalah belanja-belanja infrastruktur. Terutama kalau kita lihat Indonesia tidak bisa hanya dilihat dari Jawa, terutama yang luar Jawa, terutama ee kebutuhan akan basic infrastructure, jalan-jalan desa, kemudian pasar, termasuk juga ee rumah sakit gitu ya, mungkin air bersih itu atau pengelolaan

28:13 sampah itu seharusnya memang tetap harusnya tetap harus ada dana-dana itu untuk daerah. Tapi sementara ini seluruh dak untuk fisik itu terutama ee di-hold dan diberikan kepada kementerian dan lembaga. Nah, dampak dari penyesuaian-penyesuaian ini tentunya menjadi beban yang cukup berat bagi daerah. satu sisi seperti itu dan kita juga akan nanti membedah ya mungkin ini dari kasus Jawa Timur untuk melihat bagaimana sih sebenarnya struktur APBD daerah selama ini. Yang kedua dulu ee saya masih ingat bahwa inti dari desentralisasi itu adalah sebenarnya bagaimana pembangunan antar wilayah itu semakin berimbang. Jadi ketimpangan antar wilayah itu seharusnya sudah makin

28:59 ee convergence gitu. Jadi semakin mendekati antar daerah. Nah, sepertinya ini perlu kita cek dalam 2 tahun terakhir setelah ada kebijakan efisiensi ini efeknya bagaimana. Dalam kajian terakhir selama otonomi daerah hampir sekitar 25 tahun diang berjalan kita mulai tahun 2001 kan itu kita melihat bahwa kondisi antar wilayah sebenarnya sudah membaik. kita sudah mulai ada perbaikan ee ketimpangan antara wilayah sudah membaik walaupun perjalanannya masih lambat dibandingkan dengan beberapa ee daerah di negara lain terutama dengan Vietnam misalkan yang kecepatan konvergensinya sudah lebih baik daripada kita. Nah, ini tentu menjadi catatan apakah dengan kebijakan efisiensi yang ada ini kemudian ee

29:47 ketimpangan antar wilayah itu jadi melebar kembali gitu. Tapi perlu bukti data dan ee empirisnya bagaimana. Next. Ini sekarang saya ambil ee Jawa Timur ya. Jadi kalau kita melihat di Jawa Timur, kita lihat bahwa ee komposisi TKDD itu sebagian besar yang paling besar adalah DA yang kemudian dak ee terutama dak fisik dan nonfisik ya itu menguasai tertama yang nonfisik lumayan lebih besar untuk tahun 2026 ini. Sementara yang fisik memang hampir sebagian besar sudah ditahan ee atau dihold, dialihkan oleh pemerintah pusat. dan yang lain adalah hibah ee kemudian dana desa dan DPH. Nah, kalau kita

30:34 melihat komposisi ini sebenarnya berlaku umum ya hampir di sebagian besar daerah. Jadi majority itu besar di dana alokasi umum yang sebagian besar ee kalau kita dalam konsepsi akademik DAU dan DAK itu sebenarnya perbedaannya adalah yang satunya blockrand. Artinya block bahwa penggunaan DAU betul-betul diserahkan sepenuhnya kepada daerah. Tetapi sejak 45 tahun terakhir sebenarnya DAU sudah ada istilahnya DAU ormar yang itu juga untuk infrastructure. Ini juga menggambarkan sebenarnya dari awal pemerintah sudah tahu bahwa sebagian dana transfer ini seharusnya memang untuk memperbaiki ee kualitas dari infrastruktur yang ada di daerah gitu ya. Nah, jadi komposisi

31:20 yang ada ini dengan DAU yang makin besar ternyata itu berpengaruh juga nanti di dalam konsepsi belanjanya. Karena DAU seperti kita ketahui yang tadi saya sampaikan itu adalah ee blocken. Next. Nah, bagaimana dengan belanja? Nah, kalau kita lihat dengan belanja, komposisi terbesar ternyata juga masih didominasi untuk belanja ini dengan belanja pegawai. Ini untuk kasus Jawa Timur ya, dari tahun 2026 berdasarkan pagu yang ee ee ada itu sekitar belanja pegawai itu sudah 37%. Next ya, slide-nya berjalan. Jadi belanja pegawaian 37% ini ee kalau kita lihat tahun ee berdasarkan undang-undang,

32:07 jadi Undang-Undang HKPD, belanja pegawai ee diharapkan maksimal itu 30%. Tentu dengan belanja yang 37 ini perlu ada upaya-upaya yang harus dilakukan oleh daerah. pertama kalau mau ee menurunkan salah satunya misalkan dengan volume yang tetap, pegawai yang tetap dengan nominal rate-nya yang tetap maka penerimaan daerahnya harus naik. Nah, ini dalam situasi seperti sekarang sepertinya agak berat daerah itu untuk meningkatkan ee penerimaan daerah dengan ee TKDD yang menurun, kemudian kondisi perekonomian yang mungkin tidak terlalu bagus saat ini yang tentu PAD juga mungkin tidak bisa kita push naik ke atas gitu ya. Nah, ee problemnya belanja

32:54 pegawai yang cukup besar ini perlu ada upaya-upaya. Nah, nanti mungkin Pak Dirjen itu bisa menjelaskan bahwa ee Pak Dirjen membuat kebijakan untuk mendampingi daerah gitu ya. Bagaimana mengatur ee pola belanja ini supaya tidak sampai melebihi 30% dan tentu ini menjadi cukup berat karena ada yang di tempat lain ya di provinsi lain bahkan ada yang sampai mendekati 6070%. Nah, ini memang salah satunya kalau kita perhatikan belum ada aturan pasti dari pemerintah itu seberapa besar misalkan kalau jumlah penduduknya sekian maka jumlah pegawainya harusnya sekian. Jadi right sizing jadi ukuran yang tepat bagi pemda itu berapa dengan jumlah penduduk

33:41 yang sekian dan seterusnya. Misalkan ee kalau penduduknya Rp50.000, pegawainya harusnya misalkan ee 100 gitu ya atau bagaimana. Nah, standar-standar itu mungkin ke depan perlu diupayakan supaya ee jumlah pegawai tidak menjadi beban yang cukup berat. Karena ee kita juga tahu bahwa kadang-kadang kebutuhan daerah ee cukup penting, tapi kalau melihat empirisnya ee jumlah bagai lumayan besar ini menjadi beban ee tidak sebaliknya malah menjadi support untuk ee percepatan pembangunan di daerah. Yang kedua tarifnya gitu ya. salah satu kota ee di Jawa Timur ini saya kebetulan ee kapan hari itu ee presentasi bareng

34:27 Pak Dirjen ee di Surabaya juga gitu. Nah, itu salah satu direktur ya, saya enggak sebut aja dah. Itu ternyata ada satu sekretaris daerah di salah satu kota di Jawa Timur itu ee gajinya tertinggi se-Indonesia gitu ya. Jadi saya melihat angkanya itu saya ditunjukin gitu ee oh kok sampai segitu ya. Itu bisa jadi pegawai BUMN juga kalah sama gaji itu. Dan itu kayaknya mungkin perlu kita review. Jadi antara jumlah dan juga nominal rate-nya dalam bentuk TPP ya. Ee TPP yang ee mungkin kadang-kadang sangat berlebihan itu mungkin juga perlu di dievaluasi oleh kementerian terutama Kementerian Dalam Negeri atau Kementerian Keuangan. Next.

35:16 Nah, sehingga permasalahan di daerah itu tadi yang saya sampaikan solusi tentu menambah pendapatan. Nah, tapi dalam situasi yang tadi seperti saya sampaikan di data itu bahwa sebagian besar penerimaan daerah ya dari DAU gitu ya yang kita harapkan juga untuk DAK itu mungkin ada perubahan kebijakan tapi sampai tahun 2026 ini sepertinya tidak ada ee banyak ee perubahan maka harusnya kita mulai melihat dengan pajak dan retribusi daerah yang bisa kita optimalkan. tentu ee tidak mudah ya kadang-kadang kita terlalu membuat kebijakan dan sudah ramai seperti di satu daerah ee tertentu di Jawa Tengah gitu misalkan pada waktu mau menaikkan ee pajak bumi dan bangunan ternyata

36:03 kemudian menjadikan heboh gitu ya. Dan ini memang ee kita perlu bijak untuk mengelola ee bagaimana kita menaikkan ee tarif ee pajak maupun tarif retribusi. Dan ini harus diperhatikan juga dampak negatifnya bagaimana dan itu bisa disimulasi gitu ya. Kemudian yang kedua, pengelolaan aset. Banyak daerah yang memiliki lahan-lahan yang tidak produktif, aset yang tidak produktif. Nah, tentu bagaimana pengelolaan aset ini kemudian tanda petik misalkan dikerjamakan gitu ya, dikerjamakan oleh pihak ketiga yang mengelola dan ada ee mekanisme juga untuk bagaimana ee pengelolaan ini dilakukan oleh pihak ketiga ini bisa saling menguntungkan. Nah, kadang-kadang risikonya jadi kalau

36:50 kita sudah masuk yang namanya isu bisnis ya di dalam pengelolaan aset misalkan, please itu harusnya Bapak-bapak, Ibu-ibu harus perhatikan adalah risikonya apa. Jadi memang pengelola-pengelola aset, pengelola aset, pengelola keuangan itu harus paham tentang risiko. Jadi risiko di dalam kerja sama itu pasti banyak. kita sudah dengar banyak kasus dari teman-teman kita yang mungkin kena kasus hukum. Salah satunya adalah tidak mampu mengendalikan risiko-risiko yang ada itu. Nah, oleh karena itu ada sertifikasi untuk ee memahami tentang risk management ya untuk bisa menjadi pengelola. Ini mungkin perlu ada sertifikasi yang dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri supaya tidak

37:36 asal kerja sama gitu. yang kemudian akan menjadi korban adalah para pelaksana yang kemudian pada akhirnya orang-orang pada takut gitu sehingga tidak ada ee berani mengeluarkan gebrakan dalam pengelolaan aset ini. Kemudian yang ketiga adalah BUMN atau BUMD dalam hal ini. Nah, BUMD di banyak hal itu kalau di Jawa Timur tuh yang paling mentereng ya bank Jatim. Jadi di sektor keuangan sebenarnya. Tapi kalau kita perhatikan dari struktur karena memang kalau bank itu diawasi oleh OJK, kemudian ada juga dari ee Inspektorat atau internal ee kontrol mereka juga itu juga sangat kuat. Nah, artinya sebenarnya yang lemah dari BUMD BUMD yang ee sudah ada itu

38:24 rata-rata adalah tata kelola. Nah, tata kelolanya yang harusnya kita perbaiki agar BUMD itu menghasilkan gitu. Jangan kemudian BUMD itu tempatnya orang-orang atau sahabat-sahabat dari ee kepala daerah atau mungkin dari kekuatan atau elit politik yang ada di daerah itu. Sehingga BUMD hanya menjadi CESCO. Jadi hanya semacam ee diperas saja gitu ya. Jadi harusnya memang harusnya ee BUMD harusnya menjadi salah satu pilar untuk bisa menghasilkan tambahan pendapatan daerah di wilayahnya masing-masing. Kemudian ada kesan memang permasalahan ini ee ada kesan bahwa ee beberapa pertanyaan sudah mulai muncul.

39:09 Apakah kita kembali ke sentralisasi kembali atau kita kemudian ada salah arah dalam kebijakan desentralisasi kita. Maka saya pikir pemerintah punya argumen untuk melakukan kebijakan efisiensi ini. Kita mungkin harusnya perlu kita bangun perspektif yang lebih positif di dalam ee pola kerja kita. Bagaimana kita dengan dana yang ada itu bisa mampu menghasilkan lebih daripada yang selama ini sudah kita lakukan. Next. Nah, sehingga kalau kita lihat bahwa ee kita simpulkan gitu ya, jadi memang belanja pegawai ini jadi catatan penting. Saya usulan saya sebenarnya yang tadi mungkin perlu mulai diusahakan ada semacam penetapan right sizing gitu,

39:57 penetapan jumlah yang tepat dari ee ukuran pemda itu seberapa gitu. Ada satu daerah kemudian ada mekar daerah itu menjadi dua gitu ya. yang dulunya misalkan 4.000 pegawainya, maka pemekaran itu menghasilkan juga 4.000 juga. Jadi bukan kemudian yang 4.000 yang di induk itu kemudian turun gitu ya. Ee karena kan bahwa jumlah penduduknya sudah dipisah tapi ternyata juga sama jumlahnya. Jadi 4.000 4.000. Jadi ini memang belanja pegawai ini ee masih perlu kita review terus-menerus bagaimana kita ini dan itu saya pikir bisa dipotong dengan tadi penetapan right sizing oleh eh Kementerian Dalam Negeri seharusnya gitu. Kemudian yang kedua, sinkronisasi perencanaan dan

40:43 penganggaran. Jadi saya ee menilai bahwa apa yang terjadi saat ini seharusnya memang dimulai dari perencanaan. Maka saat menyusun perencanaan di daerah mulai dari Musren Bank gitu ya, mulai daerah itu sudah mulai menghubungi BAPENAS gitu ya atau provinsi kalau dari kabupaten kota dengan provinsi maupun dengan BAPENAS terus berkomunikasi atau melihat apa sebenarnya RKP pemerintah, rencana kerja pemerintah ini mau ke mana nih gitu. kemudian provinsi bagaimana, kemudian daerah harus mengikuti dan ee hal-hal yang semacam ini berarti proses perencanaan itu sebenarnya menjadi kunci dari penetapan anggaran di masing-masing daerah. Jadi jangan sampai kemudian kita bikin perencanaan sendiri yang tidak

41:31 terkoneksi dengan kepentingan provinsi maupun pusat gitu. maka ee saya pikir akan sangat berat bagi daerah dengan keterbatasan anggaran kemudian semua harus dibiayai oleh APBD sendiri. Jadi itu akan sangat tidak mungkin. Jadi perlu memperbaiki mekanisme ee perencanaan yang sudah dilakukan baik dari mulai Musren Bank maupun dari provinsi dan ee nasional. Yang ketiga adalah proses lelang. Jadi lelang ini kadang-kadang masih tetap ee cukup menghambat ya sehingga ee proses lelang yang rata-rata ee berjalan 3 bulan beberapa case yang saya temui itu malah bisa lebih ya saat ada yang protes dari ee pihak ketiga yang mau mengerjakan dan diulangi dari awal lagi. Sehingga

42:17 mungkin ini perlu review ulang untuk program-program strategis. Seharusnya proses lelangnya mungkin ada jalur khusus atau ada ada mekanisme tersendiri gitu. kemudian tidak fokus ya. Jadi anggaran di daerah sering-sering itu memang tidak terlalu fokus ee dengan ee visi misi kepala daerah gitu. Ada salah satu daerah di Jawa Timur juga itu bagaimana anggaran daerahnya itu kalah anggaran visi misi kepala daerah yang terpilih itu kalah dengan anggaran yang ditetapkan oleh pokir oleh DPRD gitu ya. Yang itu kata mereka juga aspirasi. Tapi saya pikir seharusnya yang paling utama adalah kepala daerah. Program-programnya harus di bisa direalisasikan. Karena di

43:03 dalam RPJMD, kepala daerah sudah menyatakan beberapa isu dan punya legal gitu. Sampai kalau tidak programnya itu tidak terbukti di akhir tahun, maka di LKPJ akan jadi masalah tentunya. ee tapi daerah bisa juga berkomunikasi dengan DPRD ee untuk bisa menselaraskan pokir-pirulkan itu sejalan dengan kepentingan visi misi kepala daerah itu gitu yang harusnya bisa disuarakan. maka ee leadership kepala daerah yang terpilih itu menjadi kunci juga kunci untuk bagaimana ee kepala daerah itu mampu mem-manage ya kepentingan-kepentingan politik yang ada di DPRD juga kepentingan masyarakat. Jadi ini memang ee cukup berat bagi

43:51 kepala daerah tetapi ee tipe leadership yang ada yang harus dimunculkan dan dimiliki oleh daerah saat ini berarti berubah. tadi kepala dinas misalkan itu tidak bisa lagi kerja hanya di mejanya gitu ya, dia juga harus berkomunikasi dengan tanda petik kepentingan provinsi maka dia harus dengan ee dinas vertikalnya maupun dengan kementerian mungkin bisa mendapatkan informasi-informasi terkait dengan pembiayaan sektor atau bidang-bidang yang dia atau beliau tangani gitu. Yang kelima, pola penyerapan anggaran masih tetap ya ee seperti dulu. Jadi ee besar di akhir-akhir tahun. Nah, ini biasanya memang akan menjadi krusial kalau kemudian daerah itu memang sudah enggak

44:37 banyak lagi gitu ee duitnya. Maka kalau hanya di TW4 saja muncul ya artinya ee kegiatan perekonomian kontraktor-kontraktor lokal itu semuanya tidak hidup gitu ya. Maka kalau Bapak, Ibu perhatikan saat ini misalkan kenapa pemerintah ee ngpush untuk pembangunan koperasi ya ee ee kemudian pembangunan ee MBG dan seterusnya itu salah satunya adalah pemerintah mengajar mengejar ee pertumbuhan ekonomi di kuarter pertama Indonesia itu Menteri Keuangan sudah menyatakan beliau berharap dengan dipercepatnya pembangunan koperasi itu harapannya pertumbuhan ekonomi nasional zona itu bisa sampai 5,5 di kuarter pertama. Nah,

45:24 artinya kalau kita semua belanjanya di TW4, tribulan keempat, maka tentu pertumbuhan ekonomi daerah di kuarter pertama, kuarter kedua itu jadi lemah gitu. Jadi ini memang ee satu sisi itu sisi yang lain memang kita enggak ada duitnya dan ini tentu ee akan jadi permasalahan yang lebih ee besar lagi seandainya dua-duanya itu terjadi. Kemudian ee yang keenam kita perlu tahu juga bahwa ee APBD ini memang realisasi janji-janji pemerintah yang melalui APBD. Jadi kalau kita hanya melihat janji-janji politik saja tanpa melihat bagaimana kepala daerah itu membelanjakan struktur belanjanya gitu

46:09 ya. Jadi janjinya A B C D kita perlu ngecek tuh kita perlu ngecek apakah dananya cukup untuk membiayai janji-janji politik itu. ee pemerintah atau masyarakat memang ee perlu tahu ya tentang bagaimana pengelolaan APBD ini dan itu ee mungkin nanti ee kita perlu ada ee melihat gitu ya inovasi daerah bagaimana daerah selalu misalkan ee menyampaikan pada publik ee belanja kita untuk sektor A ini sudah sekian persen atau sekian persen mungkin di dalam ada running tex kalau misalkan di videoon-nya ee ee pemda yang di pinggir alun-alun misalkan begitu ya. Itu ee membuat transparasi kebijakan, membuat

46:56 transparasi anggaran itu sangat krusial di era-era ee saat ini di mana masyarakat ee sudah menjadi lebih sadar ya akan bagaimana ee pemerintah daerahnya mengelola APBD-nya. Next. Nah, oleh karena itu ee cara solusinya pertama yang 1 2 3 saya pikir tadi sudah saya sampaikan optimalisasi pajak daerah, retribusi daerah, optimalisasi AT dan optimalisasi BUMD. Saya sudah memberitahu kalau BUMD kalau bisa perbaiki tata kelolanya, pilih orang-orang yang tepat, meritokrasi gitu ya. Jangan sampai asal saja menaruh orang. Otomatis aset, pilih tata kelola yang benar gitu. ee terutama di ee aspek

47:43 kerja sama-kerja sama. Jangan sampai harga yang ditetapkan di dalam pengelolaan baik berupa revenue sharing-nya atau berupa gaji dan honor dan dari pihak ketiga itu dan seterusnya itu kita perlu hati-hati dan perlu mungkin didampingi ahli hukum yang cukup baik gitu ya. Kemudian yang keempat yang kita bahas hari ini yaitu bagaimana kita kemudian kreatif di dalam mengusahakan ee DAK dan ee DID misalkan gitu ya. Tentunya dengan kerja sama dengan pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi. Tadi dalam beberapa pertemuan teman-teman pemerintahan provinsi selalu mengatakan gimana saya mau bantu daerah sana atau daerah A atau daerah B kalau saya enggak pernah tahu tuh programnya mereka apa saja gitu. Nah, ini ee

48:30 komunikasi atau leadership bagi kepala dinas yang ada itu memang perlu dirubah. Next. Sehingga kalau kita boleh usul pertama sinkronisasi ee perencanaan ya, dokumen-dokumen perencanaan dan penganggarannya kita coba review ulang lagi. Kemudian yang kedua, fokus kepada prioritas. Jadi memang visi misi kepala daerah itu yang biasanya adalah bahasa-bahasa normatif. bagaimana kita rubah menjadi bahasa-bahasa teknokratis yang terukur. Nah, ini supaya fokusnya lebih jelas gitu. Jadi, kalau ee salah satu daerah misalkan ee ingin meningkatkan dia menang dengan visi ee meningkatkan moral ee dan perilaku masyarakatnya. Nah, pertanyaannya kan

49:16 teman-teman BWEDA harus merumuskan itu menjadi bahasa-bahasa yang lebih ee teknis, kemudian bahasa-bahasa yang lebih ee bisa dipraktikkan dan bisa dibiayai. Jadi ini memang ee tadi salah satu nanti yang saya minta adalah perbaikan kualitas SDM di pemerintahan daerah. Jadi yang ketiga peningkatan kualitas SDM dan pengawasan. Jadi ee sekarang ini saya pikir ee teman-teman pemda yang mau sekolah ada banyak fasilitas ya. Jadi ada RPL gitu di beberapa kampus sudah ditawarkan. Nah, itu saya pikir sangat penting bagi teman-teman di pemerintahan untuk bisa melanjutkan sekolah ee melanjutkan sekolahnya di bidang hal-hal yang memang

50:02 difokuskan. Misalkan keuangan daerah, mungkin di bidang perencanaan gitu ya. yang itu dengan perbaikan kualitas SDM saya yakin apa yang menjadi hambatan tadi selalu bisa mendapatkan solusi yang ada. Next. Satu, penguatan creative financing. Yang pertama adalah pembiayaan ini perlu dikaji dengan KPPDU kemudian CSR maupun sinergi dengan kementerian dan lembaga yang lain serta peningkatan kualitas. Jadi, creative financing itu secara kelembagaan, undang-undang, aturan dan bagaimananya ee pemerintah pusat dalam hal ini ee Kemendagri, BAPENAS itu sudah menyiapkan seperangkat aturan. Tetapi yang paling penting adalah nanti

50:48 pengelola di daerahnya. Jadi pada saat kenapa misalkan ee municipal bond ya atau ee obligasi daerah saya sempat ee ee apa ya membantulah pemerintah untuk bisa sosialisasi obligasi daerah itu sejak tahun 2004-25 ya jadi hampir sekitar 20 tahun yang lalu. Tapi sampai sekarang kan belum ada satuun daerah yang berani ee menerbitkan obligasi daerah walaupun itu sebenarnya baik. Nah, dengan risiko-risiko yang macam-macam itu, pemerintah sudah menyiapkan semua perangkatnya. Tapi sampai saat ini kita belum bisa melihat ada daerah yang berani ee menerbitkan obligasi daerah. Kemudian yang kedua, penguatan kerja sama daerah. Ini saya pikir yang paling mungkin bisa dilakukan

51:34 oleh daerah. Jadi, daerah mulai membangun bareng-bareng lah gitu ya, baik dengan provinsi atau dengan horizontal dengan kepala daerah atau daerah ee sebelah-sebelahnya. karena ada banyak ee daerah-daerah yang berdampingan yang itu ee di mana pembangunan ee infrastrukturnya membutuhkan juga daerah lainnya. Kemudian alternatif pembiayaan bisa juga sekarang ke perbankan, bisa ke PTSMI, bisa PPI, kemudian juga ee lembaga donor internasional kemudian dengan kemitraan dengan NGO. Jadi ada ada banyak mekanisme gitu yang bisa dilakukan. Tetapi perlu catatan penting begini. Pada saat kita kemudian mau kerja sama dengan swasta, swasta itu adalah satu

52:20 lembaga atau institusi yang di kepalanya adalah profit oriented. Sehingga pada waktu kita bicara creative financing, jadi creative financing ini pertama mereka masuk dengan tujuan satu ya. Mereka tujuannya adalah mendapatkan keuntungan. enggak ada yang lain. Nah, sementara pemerintah itu adalah mensejerakan rakyatnya, memberikan layanan, bukan profit kalau pemerintah. Nah, ini tentu pertemuan dua hal yang berbeda ini perlu dicari titik temunya. Nah, di situlah kuncinya di dalam ee perjanjian kerja samamanya di PKS-nya itu. Maka seringki yang terjadi kerja sama-kerja sama dengan swasta ini kemudian membawa ke dampak hukum karena PKS-nya ternyata tanda petik. itu

53:06 mengarah kepada kerugian negara misalkan gitu ya. Dan ada beberapa daerah yang sudah mengalami kejadian semacam itu. Next. Kalau ini yang dilakukan oleh pemerintah ya. Jadi ada penjaminan BUMD, BUMN, suk, sustainable development goals. Ini pembiayaan beberapa ee barang atau projek di pemerintah pusat itu sudah memulai dengan kegiatan-kegiatan dengan melakukan kerja sama ee termasuk di contoh-contoh yang sudah ada di dalam slide yang ada. Next. Next. Nah, oleh karena itu persyaratan ini ee

53:52 untuk creative financing itu pertama adalah kelayaan dari project itu sendiri. Jadi, tetap kelayaan atau project yang akan dibiayai yang atau kita tawarkan kepada swasta tentu adalah yang bisa menghasilkan. Jadi, dia revenue generation, menghasilkan penerimaan. Nah, swasta enggak maulah ee mau menangani misalkan yang tadi saya sampaikan kegiatan yang tidak menghasilkan apa-apa, menangani kemiskinan kita swasta pasti enggak mau. Yang harus dilakukan adalah menangani program yang memang bisa menghasilkan. Oleh karena itu biasanya swasta ee memiliki berdasarkan keputusan mereka itu atas e visibility study yang sudah ada. Nah, ini juga kadang-kadang visibility study itu bisa ada yang

54:37 main-main gitu ya. Jadi ada yang ee beberapa kasus yang pernah saya dampingi. Kita punya pengalaman. Saya juga cukup lama mendampingi ee proyek umbulan dulu ee di Jawa Timur ya. Ee karena saya dulu banyak bantu Pak Gubernur saat itu. Jadi ini memang perlu hati-hati di dalam studi kelayaan yang ada gitu ya. Kemudian yang kedua lahan-lahan yang tersedia project readness-nya itu jadi kesiapan projectnya memang harus clear gitu. Jadi mulai dari masalah tenaga kerja kalau bisa, kemudian perizinannya, ketersediaan lahan, yang ketiga regulasi dan kepastian hukum. Jadi skemanya tuh bagaimana? Jadi yang tadi saya bilang ee PKS-nya ya, perjanjian kerja samamanya jangan sampai PKS-nya ini kemudian

55:24 merugikan kita. Salah satu project yang saya enggak sebutkan namanya ini projectnya PKS-nya itu in English gitu ya. Karena memang yang terlibat itu dari swasta. ee dia swasta nasional yang juga koin internasional juga. Kemudian pemerintah Provinsi Jawa Timur ee kemudian beberapa kabupaten kota dan ee ee itu dilakukan dalam bentuk ee KPBU gitu ya. Dan ternyata ee dalam perjalanannya ee pemerintah provinsi keberatan dan ternyata mereka swastanya enggak mau sama sekali untuk menurunkan ee apa tarifnya gitu ya. Dan ini karena sudah tertulis di dalam PKS itu dan lucunya lagi PKS-nya itu tebal dalam bahasa Inggris lagi gitu. Jadi ini

56:11 memang tidak mudah ya kebiasaan kita di birokrasi berhadapan dengan ee swasta yang memang mereka terbiasa dengan semuanya tadi. Kemudian yang keempat, setiap aktivitas bisnis apapun kalau nanti kita anggap bahwa project yang creative financing ini adalah bisnis, maka kita perlu ee memahami mitigasi risikonya apa. Risikonya apa? Risikonya apa? Risikonya apa? sehingga kita selalu siapkan apa-apa yang terjadi seandainya ada risiko-resiko yang memang harus ee kita ee jalani gitu ya. Jadi risiko itu tidak bisa kita hindari makanya perlu kita manage gitu how to meminimalkan, meminimize eh risiko yang akan kita hadapi. Next, sehingga darah yang layak

57:00 eh untuk creative financing pertama kapasitas fiskalnya memang harus tinggi gitu ya. atau yang kedua ada eh bank ability project. Jadi bank itu atau pihak ketiga ee itu pasti mudah memiliki gitu. Ada sektor yang mungkin belum dikelola sama sekali oleh daerah itu. Misalkan ada sektor tertentu gitu ya yang kemudian ee swasta tertarik untuk mengelolanya ya. Kayak di di Kota Batu misalkan banyak area-area yang memang menguntungkan untuk bisnis pariwisata misalkan gitu. Dan itu kemudian swasta masuk sana dan pada saat kalau tidak ada koordinasi gitu ya, swasta melihat ini keuntungan tapi daerah belum siap sehingga perizinan belum ada. Nah, salah satu ada

57:47 objek wisata di Batu yang terakhir itu ternyata konflik dengan pemdanya karena izinnya belum selesai. Makanya tadi yang saya sibat ee sebut dengan readiness gitu, kesiapan daerah itu salah satunya di sana. Kemudian komitmennya ya. Jadi komitmen untuk ee pembiayaan in case terjadi apa-apa dan ini biasanya kenapa ada muncul komitmen ini penting. Maka ee DPRD harus menyetujui seluruh program-program seperti ini gitu untuk bisa menjaga ee sustainability di ee jangka panjangnya. Kemudian daerah itu memiliki daya saing yang tinggi. Jadi daerah yang memang ee tinggi itu ee pasti akan didatangin kayak Jakarta itu swasta pasti masuk semua. Pasti mau Surabaya pasti mereka mau ee Kota Batu

58:35 untuk wisata pasti mereka mau. Jadi ini memang kita perlu memiliki ee angel-angel di mana ee swasta bisa tertarik untuk masuk ke dalam bisnis itu. Next. Ini yang terakhir ya. Nah, tantangannya biasanya dalam beberapa case ya. Ee ini yang saya dapatkan. Pertama, kesiapan lahan. Jadi, kadang-kadang lahan masih menjadi konflik karena lahan biasanya tidak bisa kecil ya, harusnya gede gitu. Nah, biasanya konflik dengan pemilik-pemilik atau masyarakat kita sendiri. Kemudian aspek lingkungan dan sosial ya. Ee beberapa hotel yang dibangun di Kota Batu misalkan itu pada waktu mau di ground eh grounding ya. ee penetapan

59:21 bangunan awal diprotes oleh masyarakat karena ee sumber mata air dan seterusnya. Jadi kepastian hukum, kemudian komitmen kepala daerah, dukungan di PSD, kemudian eksekutif legislatifnya sudah harus tahu terutama pada waktu pergantian ya di Pilkada berikutnya. Kemudian ee pemahaman pemangku kepentingan itu siapa? Terutama di ee masyarakatnya ee kemudian ee kapasitas fiskal mereka, kemudian projjectnya itu ee gimana supaya menarik. Jadi beberapa tantangan ini bukan hal yang semuanya sulit gitu ya, tapi setidaknya beberapa isu ini memang harus menjadi bagian yang harus dipikirkan pada waktu kita memulai untuk berpikir ee melakukan

1:00:07 creative financing. Saya pikir itu ee Mbak untuk presentasi awal. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Baik, Prof. Terima kasih banyak untuk waktunya. Singkat namun sangat luar biasa sekali apa yang disampaikan ilmunya sangat bermanfaat. Dan izin mungkin ee masih ada waktukah Prof untuk menjawab satu pertanyaan dari Sobat ASN yang sudah masuk ataukah Prof harus segera meninggalkan boleh bolehlah satu atau dua pertanyaan. Baik, terima kasih banyak Prof. Yang sudah tergabung dalam Zoom meeting. Pertanyaannya dari Pak Satya Pradana. DLH Kota Malang. Pertanyaannya selamat pagi terlebih dahulu untuk Prof. Candra.

1:00:53 Bagaimana ASN dapat memastikan akuntabilitas dan transparansi dalam penggunaan instrumen pembiayaan inovatif, terutama ketika melibatkan investor swasta, CSR dalam hal ini dan masyarakat? Itu pertanyaannya, Dok. Ee maaf Prof. Oke. Ee terima kasih Mbak Fanti. Jadi sebenarnya ee yang paling penting kalau kita bicara saya mau transparan, saya mau jujur gitu ya. Kita kan kadang-kadang selalu dihadapkan dengan statement-statement semacam itu oleh ee pihak luar gitu ya. Nah, yang paling penting gunakan aja standar-standar laporan keuangan yang memang harus disepakati. Jadi misalkan di dalam laporan keuangan ee teman-teman IAI itu akuntan itu sudah mencanangkan

1:01:40 standar laporan keuangan itu seperti A, seperti B dan seterusnya. Kita follow aja the rule itu. Jadi kita compli dengan dasar-dasar semacam itu. Nah, saya pikir dengan dasar-dasar semacam itu kan kayak kita ee pemerintah daerah membuat LKPJ itu kan salah satunya juga punya standar-standar akuntansi yang memang harus diikutin gitu. Nah, jangan sampai ada salah satu lakis ya, saya enggak nyebutin daerahnya, dia bikin laporan keuangan semaunya saja gitu yang kemudian banyak pertanyaan dari masyarakat, ini gimana ini kok gak seperti itu. Yang kedua, ada standar-standar yang memang harus diikuti selama ee dana-dana itu dikelola oleh daerah. Jadi ada undang-undang keuangan negara yang memang harus di

1:02:27 diikuti. Misalkan standar SBU-nya ininya berapa, perjalanan dinas, kemudian penggunaan untuk ee perjalanan dinas bagaimana dan seterusnya. Jadi aturan-aturan di penggunaan ee dana di pemerintahan atau di negara ya itu sudah ditetapkan. Jadi saya pikir selama diikuti semua aturan itu maka transparansi, akuntabilitas dan semuanya itu bisa dipenuhi. Saya pikir itu. Oke. Baik, terima kasih banyak untuk jawabannya Prof. dan Pak Satya. Semoga ini juga menjawab apa yang telah disampaikan. Namun waktunya memang terbatas. Sebelumnya kami mengucapkan turut berbela sungkawa untuk Prof. Candra semoga sampai di Malang dalam kondisi sehat dan selamat dan salam untuk keluarga Prof. Amin. Amin.

1:03:12 Terima kasih untuk waktunya, Prof. Terima kasih semuanya. Mohon izin kalau Pak Aneng dan Pak Fatoni sudah hadir, mohon maaf saya tidak bisa meneman. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Baik, sesi pertama telah disampaikan oleh narasumber kita yang pertama yaitu guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang Prof. Dr. Chandra Fajri Ananda, S., M.Sc. tadi walaupun cukup singkat begitu, namun lengkap sekali apa yang telah disampaikan membuka sesi kita pada ASN belajar seri kali ini dan masih akan dilanjutkan oleh dua narasumber lainnya. Tentunya ini sangat bermanfaat sekali bagi kita terkait dengan tema kita yaitu mengenai from budget constraints to creative

1:03:57 financing strategi pembiayaan inovatif untuk pembangunan daerah berkelanjutan. Dan selanjutnya nanti akan disampaikan oleh Dirjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Bapak Dr. Dres Agus Fatuni, M.Si. Namun sebelumnya kita akan jeda terlebih dahulu. Hasen bua semangat membara

1:04:46 di era digital terus berkarya berkolaborasi Inisiatif tinggi, inovasi cemelak, Jawa Timur terus melaju. Bersama BPSDN Jatim, kita terus melesat. Untuk Indonesia emas prestasi hebat ASNU. Tiada yang tertinggal. No one left behind. Kita terus melangkah. Berkolaborasi inisiatif tinggi, inovasi cemerlang. Jawa Timur terus

1:05:32 melaju. Bersama BPSDM Jatim kita terus melesat. Untuk Indonesia emas prestasi hebat aset unggul tiada yang tertinggal. No one left behind. Kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi. Inovasi cemalah Jawa Timur terus melaju. Bersama BPSDM Jatim kita terus melesar. Untuk Indonesia emas prestasi hebat bersama

1:06:18 kampus satelit PPSM Jatim. No one left behind. I unggul dan berkualitas. Melesa tinggi Indonesia jaya. Kami mencoba menjadi yang terbaik,

1:07:05 melayani bangsa Dengan sepenuh hati marahlah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas kebanggaan negeri berentas melayani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Ham di sini dengan hati tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Layani bangsa loyal tanpa batasannya selalu adaptif dan berkolaborasi

1:07:52 bergandeng tangga tujuan menjadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa Kami dari sini tegas dengan hati tujuh kata dalam harmoni. loyal tanpa batasannya

1:08:39 adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih beragama mengerjas penuh hati tulus membantu sesama dibangan kami melayani bang kami melayani dengan Kami melayani Masa H

1:09:39 Membangun asa menuju cita yang mulia. Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti mengiti zaman dengan semangat pembaruan, ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. PPS Jing Pusat unggulan tempat lahirnya insan berkualitas mencetak STM berkompetensi tangguh cerdas tangguh inovasi bersatu dalam visi yang terang menjawab

1:10:26 tantangan jangan gemilang PPSDM Jawa Timur Center of Sans masa depan demil bersama membangun asa menuju cipta yang mulia. Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti meniti zaman dengan semangat pembaharuan,

1:11:15 ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. BPSDM Jatim Pusat unggulan tempat lahirnya insan berkualitas. Mencetak STM berkompetensi. Tangguh cerdas penuh inovasi bersatu dalam visi yang terang. Menjawab tantangan jangan demiang. P SDM Jawa Timur Center of Exens masa depan gemilang L

1:12:25 Hasen bua semangat membara di era digital terus berkarya berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemelak Jawa Timur terus melaju bersama BPSN Jatim kita terus melesat Untuk Indonesia emas prestasi hebat ASN tiada yang tertinggal no one left behind. Kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi

1:13:12 inovasi cemerlang Jawa Timur terus melaju bersama BPSD. Jatim kita terus melesat untuk Indonesia emas prestasi her aset unggur tiada yang tertinggal no one left behind kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemelah Jawa Timur terus melay Maju bersama PPSDM Jatim. Kita terus melesar untuk

1:13:57 Indonesia emas prestasi hebat bersama kampus satelit PPSM Jatim. No one left behind. ASN umbul dan berkualitas melesa tinggi Indonesia jaya.

1:14:45 kami mencoba menj Jadi yang terbaik melayani bangsa dengan sepenuh hati. Mudahlah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas kebanggaan negeri berentas melayani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. H kami dari sini tugas dengan hati tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Layani bangsa loyal tanpa batasannya

1:15:33 selalu adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan tujuan menjadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa Kami dari sini tegas dengan hati tujuh kata kompetensi dalam harmoni.

1:16:20 loyal tanpa batasannya adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih beragam mengerjas penuh hati tulus membantu sesama dibangan kami melayani dengan Kami melayani dengan mana kami melayani bangsa

1:17:22 bersama membangun asa menuju cita yang mulia. Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti mengiti zaman dengan semangat pembaharuan. Ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. PPS Jing Pusat unggulan tempat lahirnya insan berkualitas mencetak STM berkompetensi tangguh cerdas inovasi bersatu dalam visi yang terang menjawab

1:18:10 tantangan jangan genial PPSDM Jawa Timur Center of Exance masa depan bersama membangun asa menuju cita yang mulia. Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti meniti zaman dengan semangat pembaruan

1:18:59 ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. Berp Jim pusat unggulan tempat lahirnya insan berkualitas. Mencetak STM berkompetensi. Tangguh cerdas penuh inovasi bersatu dalam visi yang terang. Menjawab tantangan jangan gemilang. PSDM Jawa Timur Center ofans masa depan gila.

1:23:07 Yeah.

1:28:03 kami mencoba menja Jadi yang terbaik melayani bangsa dengan sepenuh hati. Marlah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas ke bangga negeri. Situt melainkani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Hong bereda di sini tugas dengan hati. Tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Melayani bangsa loyal tanpa batasannya

1:28:51 selalu adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih berakhlak. bekerja sepenuh hati, tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa. Kami dari sini tugas dengan hati tujuhkan kompetensi dalam harmoni.

1:29:38 loyal tanpa batasnya adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih beragama mengerjas penuh hati tulus membantu sesama dengan mengang kami melayani dengan bangan kami melayani dengan mengang kami melayani H

1:30:40 bam Membangun asa menuju cita yang mulia. Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti mengikuti zaman dengan semangat pembaharuan. Ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. PPSM Jim Pusat unggulan tempat lahirnya insan berkualitas mencetak STM berkompetensi tangguh cerdas tangguh inovasi bersatu dalam visi yang terang menjawab

1:31:28 tantangan jangan gemilang PPSDM Jawa Timur Center of Exens masa depan demilah bersama membangun asa menuju cita yang mulia. Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti meniti zaman dengan semangat pembaruan

1:32:16 ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan berpat pusat unggulan tempat lahirnya insan berkualitas mencetak STM berkompetensi tangguh cerdas penuh Inovasi bersatu dalam visi yang terang menjawab tantangan jangan gemilang PPSDM Jawa Timur Center Roksans masa depan gemilang

1:34:52 Yeah.

1:36:37 Selamat pagi. Terima kasih sudah menunggu dan selamat datang kembali dalam ASN belajar persembahan BPSDM Jatim dengan tema From Budget Constraints to Creative Financing strategi pembiayaan inovatif untuk pembangunan daerah berkelanjutan. Jika tadi Sobat SN sudah menyimak pemaparan materi yang pertama dari narasumber kita yaitu guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang Prof. Dr. Candra Fajri Ananda, S. M.Sc. Maka sekarang kita akan menyimak dan juga akan menyapa narasumber kita selanjutnya yaitu Direktur Pemerintahan Keuangan Daerah dan Transfer ke Daerah Bappenas Republik Indonesia Bapak Anang B. Gunawan, S. M. PhD.

1:37:25 Asalamualaikum, Pak Anang. Waalaikumsalam, Mbak Fani. Bagaimana kabarnya hari Kamis ini? Alhamdulillah baik. Terima kasih banyak, Pak Anang berkenan untuk dapat bersedia memberikan banyak sekali ilmu terkait dengan tema ASN belajar kita pada hari ini. Dan tanpa berlama-lama lagi karena tadi sudah banyak request, ayo segera ingin begitu kan untuk dapat menyimak materi dari narasumber selanjutnya. Untuk itu Pak Anang disilakan. Baik ee terima kasih Mbak Fani sebagai moderator. Bapak Ibu sekalian, asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ee selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua. Om swastiastu, namo buddhaya, salam kebajikan Bapak Ibu sekalian ASN Jawa

1:38:11 Timur. ee kami ee diundang dan ini menjadi ee kehormatan bagi kami untuk bisa ee berbagi informasi apa yang ee kita pikirkan ee terkait dengan strategi pembiayaan inovatif untuk pembangunan daerah yang berkelanjutan. tadi sudah diperkenalkan kami dari BAPENAS. kebetulan ee kami ditugaskan sebagai ee direktur pemerintahan keuangan daerah dan transfer ke daerah yang saya kira dalam konteks apa yang kita diskusikan pada pagi hari ini sangat ee menjadi isu yang ee utama dan juga ee krusial untuk kita dorong

1:38:58 pemerintah daerah ee mengembangkan strategi-strategi kaitannya dengan pembiayaan inovatif dalam rangka bagaimana mendorong ee pembangunan yang ada di daerah. Bapak, Ibu sekalian yang kami hormati. Ee dalam pemaparan ini kami akan menyampaikan beberapa ee poin hal yang akan kami sampaikan di slide berikutnya. kami akan menyampaikan ee tentunya mengawali ee pembahasan ee diskusi kita pada pagi hari ini, kami ingin menggambarkan memaparkan kaitannya dengan kondisi dan tantangan kapasitas fiskal daerah. Saya kira ini Bapak, Ibu sekalian ee sudah ee cukup memahami.

1:39:44 Tadi Profesor Candra juga menjelaskan dengan ee sangat ee komprehensif apa saja ee tantangan kapasitas fiskal daerah yang dihadapi terutama di 2025 dan juga 2026 ini. Lalu meskipun tadi Pak ee Prof. Candra juga sudah ee menyampaikan kami sedikit juga akan mungkin menyinggung soal potret keuangan daerah di Provinsi Jawa Timur. Lalu kami juga akan melanjutkan dengan ee memaparkan bagaimana arah kebijakan keuangan daerah yang tertuang di dalam ee rencana pembangunan jangka menengah 2025-2029 dan bagaimana kita juga di dalam dokumen

1:40:30 tersebut mendorong pengembangan inovasi pendanaan pembangunan ee baik itu di ee pemerintah daerah. Lalu yang terakhir kami akhiri dengan ee beberapa catatan penutup. Baik, di poin pertama Bapak, Ibu sekalian terkait dengan kondisi dan tantangan kapasitas fiskal ee yang ada di dalam RPJMN 2025-2029 yang sudah kita ee miliki, kita memiliki visi misi yang sebenarnya cukup ee apa? optimis ke depan di mana kita ingin mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi ee sebesar 8%. Dan saya kira pertumbuhan ekonomi yang

1:41:16 tinggi ini sebenarnya di beberapa tahun kalau kita lihat dari masa ke masa pertumbuhan ekonomi yang tinggi bahkan di atas 10% pernah kita ee apa ee capai. Nah, kami di e Bappenas bersama dengan ee apa bekerja sama dengan ee tim konsultan Kiat melakukan exercise berapa kebutuhan investasi ketika kita berbicara nanti 5 tahun ke depan kita ingin mencapai beberapa sasaran pembangunan. Kami menghitung kebutuhan investasi selama 5 tahun ke depan adalah sekitar 47.000 triliun. Nah, dari 47 triliun ribu triliun ini,

1:42:02 Bapak, Ibu sekalian tentunya ada kebutuhan-kebutuhan kaitannya dengan investasi untuk sumber daya manusia, investasi untuk ee bidang sumber daya untuk lingkungan dan sebagainya. Namun juga ada kebutuhan-kebutuhan investasi dalam konteks infrastruktur. Dan saya kira ini yang ee menjadi ee topik penting ee untuk kita bisa diskusikan di mana di 5 tahun ke depan kebutuhan investasi infrastruktur berdasarkan perhitungan kami untuk kita mengasumsikan kita bisa mencapai pertumbuhan ekonomi 8% maka kebutuhannya adalah sekitar 10.000 triliun. Nah, tentunya 10.000 triliun ini uang yang tidak sedikit. kita juga perlu memetakan dari mana sumber-sumber ee

1:42:49 pembiayaan untuk kita bisa memenuhi kebutuhan investasi ini sehingga dapat mendorong pertumbuhan ee yang lebih tinggi lagi. Nah, tentunya kalau kita bergantung pada ABBN dan APBD ini sangat ee terbatas anggarannya. Tentunya kita harus memikirkan bagaimana kita mengoptimalkan pendanaan dari sumber-sumber yang lain. Bagaimana dengan BUMN? Bagaimana dengan BUMD? Lalu juga melibatkan swasta dalam konteks pembangunan yang ada. Kita perlu memfokuskan misalnya APBN, APBD tentunya untuk infrastruktur pelayanan dasar yang ada di daerah. Sementara untuk infrastruktur yang sifatnya mungkin ee apa ee lintas ee wilayah yang ee apa

1:43:37 skalanya mungkin besar tentunya kita perlu berkolaborasi bersinergi dengan bagaimana kita mengupayakan ee pembiayaan-pembiayaan lain melalui BUMN, BUMD, melalui KPBU, melalui swasta dan sebagainya. Nah, ini gambaran yang ada Bapak, Ibu sekalian ketika kita berbicara mengenai kebutuhan ee pembangunan terutama untuk kebutuhan investasi infrastruktur. Nah, selanjutnya berbicara mengenai APBN APBD tentunya juga memiliki keterbatasan. Di slide berikutnya kalau kita melihat dari kapasitas fiskal daerah ABBN di mana saat kondisi ini ee akhir-akhir ini kita juga mendapatkan beberapa tantangan baik lagi dari

1:44:24 dinamika global yang ada maupun juga tantangan secara domestik di daerah saya lihat juga tidak kalah juga tantangannya kalau kita melihat potret yang ada Bapak Ibu sekalian ini kami mengambil potret dari seluruh Indonesia. Rata-rata daerah itu masih banyak tergantung pada transfer ke daerah. Saya kira Prof. Candra tadi juga sudah me me apa namanya menyampaikan hal ini. Tapi kalau kita lihat dari proporsinya ee tingkat provinsi 60% ee sebelumnya maaf 60% ee proporsi TKD di tingkat provinsi masih banyak di pendapatan masih banyak

1:45:09 dikontribusikan oleh TKD dalam konteks kabupaten kota sekitar 80%. Nah, dalam konteks rasio kapasitas fiskal di tahun 2025 dari 38 provinsi 22 daerah masih kategori rendah. Dari 514 300 daerah kategori rendah. Ini 2025, 2026 mungkin akan ada dinamika. Di sisi lain kita ingin daerah bisa mendorong pendapatan asli daerah meningkatkan PAD-nya. Tapi ternyata kalau kita lihat rata-rata rasio pajak daerah terhadap PDRB local tax ratio hanya cukup rendah, hanya 1,16%. Nah, ini yang harus kita dorong ke

1:45:54 depannya. Di sisi lain, belanja daerah masih didominasi oleh belanja yang sifatnya rutin, belanja pegawai dan belanja operasi hampir 6070% di tingkat provinsi dan tingkat kabupaten kota. Saya kira ini menjadi tantangan kita dalam konteks kapasitas fiskal. Nah, di 2026 dengan adanya penurunan transfer ke daerah saya kira tantangannya ee menjadi lebih besar. Kalau kita mencoba membaca dari ee data yang ada, ada potensi memang ketika ada apa pengalihan transfer ke daerah ee ke belanja impres dan belanja kementerian lembaga maka postur dari apa ee

1:46:44 pendapatan ini juga tentunya akan menurun karena tadi lagi-lagi porsi TKD ini cukup besar. Tapi dari sisi belanja daerah ini kami melihat juga ada beberapa belanja yang sebenarnya memang tidak bisa diturunkan secara signifikan seperti belanja pegawai, belanja operasi mungkin masih bisa diefisienkan, mungkin tidak besar dan yang banyak tergerus adalah sebenarnya belanja modal. Nah, ketika kita belanja berbicara belanja modal yang kemudian ee mengecil, maka tentunya ini akan berpengaruh terhadap ee ee rencana

…

Share

Ringkasan Video YouTube