Ringkasan Singkat
Webinar ASN Belajar seri ke-16 membahas tentang pentingnya pendidikan bermutu sebagai fondasi Indonesia maju. Pendidikan harus menghasilkan manusia yang berpikir kritis, adaptif, kreatif, dan berkarakter. Peningkatan mutu pendidikan memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat.
- Pendidikan bermutu adalah fondasi kemajuan bangsa.
- Pendidikan harus inklusif, adaptif, dan inovatif.
- Kolaborasi dari berbagai pihak diperlukan untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Pembukaan
Lukman Ali membuka webinar ASN Belajar seri ke-16, menyoroti relevansi pendidikan dalam menghadapi tantangan masa depan. Kompetensi seperti berpikir kritis, kreativitas, dan problem solving sangat penting untuk bertahan di era modern. Pendidikan harus menghasilkan manusia yang mampu berpikir kritis, beradaptasi, dan memberi solusi, bukan hanya orang pintar. Webinar ini bertujuan mencari jawaban tentang bagaimana kebijakan, implementasi, dan kolaborasi ekosistem pendidikan dapat menyalakan ilmu pengetahuan dan membangun peradaban.
Sambutan Kepala BPSDM Jatim
Dr. Ramlianto, Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, menyampaikan sambutan pembuka. Forum pengembangan kompetensi ASN ini adalah ikhtiar kolektif untuk menjaga semangat pembelajaran ASN. Tema webinar kali ini adalah "Menyalakan Ilmu Pengetahuan, Membangun Peradaban Melalui Pendidikan Bermutu sebagai Fondasi Indonesia Maju". Sejarah peradaban manusia selalu dimulai dari pendidikan yang bermutu. Pendidikan harus mampu melahirkan manusia yang berpikir kritis, adaptif, kreatif, berkarakter, dan mampu memberi solusi. Membangun pendidikan adalah membangun peradaban, dan ilmu pengetahuan adalah kompas untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Pendidikan harus relevan dengan zamannya dan melahirkan generasi yang berkarakter, beretika, memiliki daya juang, kreativitas, empati sosial, dan kemampuan berpikir kritis.
Peta Jalan Pembangunan Pendidikan Indonesia
Dr. Marimandarto, Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta Kemendikbudristek, menyampaikan materi tentang peta jalan pendidikan di Indonesia. Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia, dan tidak ada peradaban yang lahir tanpa pendidikan. Peradaban lahir dari penguasaan teknologi, tatanan hukum yang mengedepankan kesetaraan, dan pemikiran yang mendalam. Indonesia memiliki sistem kepercayaan dan infrastruktur moral yang ideal, namun tantangan terletak di area pendidikan. Pendidikan menjadi mekanisme transmisi DNA peradaban. Transformasi pendidikan harus mencakup inovasi intelektual, etika dan hukum, serta pemilihan pemimpin berdasarkan kapasitas. Pendidikan harus mampu melahirkan karakter yang memadai dan menegakkan infrastruktur moral.
Strategi Penguatan Pendidikan Jatim
Dr. Mustaqim, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, menyampaikan strategi penguatan pendidikan di Jawa Timur. Perekonomian Indonesia diprediksi akan menduduki peringkat kelima dunia pada tahun 2030 dan peringkat keempat pada tahun 2050. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur mengangkat tema "Jatim Cerdas, Pendidikan Berdampak Mewujudkan SDM yang Unggul dan Berdaya Saing". Pendidikan harus inklusif, adaptif, dan inovatif. Tantangan pendidikan saat ini meliputi disrupsi teknologi, perubahan kompetensi masa depan, persaingan SDM global, kesenjangan kualitas pendidikan, tantangan literasi dan numerasi, serta motivasi belajar murid. Kebijakan yang dilakukan meliputi pemerataan akses pendidikan, penguatan mutu pembelajaran, penguatan karakter murid, transformasi digital pendidikan, dan pengembangan talenta murid.
Peran Dewan Pendidikan dalam Membangun Pendidikan Bermutu
Prof. Dr. Warsono, Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Timur, mengajak untuk berdiskusi tentang pendidikan sebagai tanggung jawab bersama. Kekuatan utama pembangunan abad 21 adalah sumber daya manusia yang beradab, ditopang oleh pendidikan dan budaya. Pendidikan bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar mampu survive dan mengambil peran di masa depan. Proses pendidikan meliputi input, proses, output, dan outcome. Kualitas pendidikan tergantung pada pemerintah, budaya sekolah, guru, dan siswa. Guru dan siswa adalah esensi pendidikan, dengan faktor-faktor seperti motivasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru, serta motivasi dan potensi intelektual siswa. Pilar pendidikan meliputi sekolah, keluarga, dan masyarakat yang harus berkomunikasi, berkolaborasi, dan berkoordinasi.

