0:09 Oke teman -teman kita mulai untuk penjelasan siklus krebs atau siklus asam sitrat ini. Nah sebelumnya saya ingin menyampaikan bahwa penjelasan saya di video ini akan ada dua versi, versi singkat dan versi lengkap. Versi singkatnya yaitu melalui tahapan -tahapan yang sudah tercantum 1, 2, 3, 4, sampai 8 tahapan. Akan tetapi ada versi lengkapnya yang itu membentuk senyawa -senyawa antarlah terlebih dahulu sebelum terbentuk senyawa yang berjumlah 8 tahapan ini. Nah hal itu sudah saya cantumkan di kotak -kotak seperti ini. Ini adalah penjelasan untuk versi lengkapnya. Nah kita mulai dari tahap yang pertama yaitu disini sudah ada
0:54 acetylkonjima yang merupakan hasil dari tahapan respirasi aerob yang sebelumnya yaitu dekarboksilasi oksidatif. Nah terbentuk dua acetylkonjima kemudian acetylkonjima ini akan masuk pada siklus krebs. Oke tahap yang pertama dari siklus krebs akan dimulai dengan kondensasi antara oksaloacetat yang memiliki 4 atom karbon. Kita lihat jumlah atom karbonnya 1, 2, 3, 4, jadi ada 4 atom karbon. Kondensasi oksaloacetat dengan gugus acetyl yang ini. Dari acetylkonjima yang memiliki 2 atom karbon. 1, 2, berarti kalau kondensasi itu akan membentuk ikatan antara oksaloacetat dengan
1:41 gugus acetyl. Dari acetylkonjima membentuk citrat. Ini adalah asam citrat yang atom karbonnya berjumlah 6. Kita lihat 1, 2, ini dari gugus acetyl, acetylkonjima, sedangkan ini dari oksaloacetat. Jadi 1, 2, 3, 4, 5, 6, terbentuk 6 atom karbon atau terbentuk senyawa yang berjumlah 6 atom karbon yang disebut dengan asam citrat. Nah versi lengkapnya bahwa oksaloacetat itu akan mengalami kondensasi dengan acetylkonjima akan membentuk citrilkonjima terlebih dahulu. Jadi terbentuk ikatan antara asetil dan oksaloacetat yang masih memiliki ikatan gugus
2:26 acetylkonjima yang ini. Nah kemudian citrilkonjima ini kemudian dihidrolisis sehingga ada air H2O. Jadi sebenarnya ada kalau kita lihat kembali di sini ya, akan ada air yang masuk dalam reaksi ini. Yang berfungsi untuk menghidrolisis citrilkonjima sehingga ikatan koenzima ini akan lepas. Yang tersisa adalah senyawa yang disebut dengan asam citrat yang memiliki jumlah atom karbon sebanyak 6. Jadi asam citrat itu sudah tidak memiliki lagi koenzima yang sebelumnya terdapat pada asetilkoenzima. Jadi ini adalah tahap pertama. Nah yang perlu juga bahwa enzim yang terlibat pada
3:11 tahapan yang pertama ini adalah citrat sintase. Jadi hasil airnya adalah citrat. Nama enzim yang terlibat adalah citrat sintase. Oke ini adalah tahap yang pertama. Kita masuk pada tahap kedua dari siklus krepsi ini yaitu pengubahan citrat menjadi isositrat. Nah apa yang terjadi? Reaksi yang terjadi pada tahap kedua ini yaitu isomerisasi. Masih ingat apa itu isomerisasi? adalah pengubahan dari suatu senyawa menjadi senyawa lain yang masih memiliki rumus senyawa yang sama. Akan tetapi rumus strukturnya yang berbeda. Itu yang dimaksud dengan
3:59 isomerisasi. citrat ini dilakukan dengan dua langkah. Yang pertama adalah dehidrasi terlebih dahulu yaitu penghilangan air yang kemudian diikuti dengan langkah hidrasi selanjutnya. Berarti ada penambahan air lagi yang kemudian terbentuk senyawa yang disebut dengan isositrat. Nah reaksi lengkapnya seperti ini. adalah rumus dari citrat. Nah kita lihat pada karbon nomor dua dan karbon nomor tiga ada atom hidrogen dan ada gugus hidroksil. Pada langkah pertama ini, ini akan dilepas satu atom hidrogen dan satu gugus hidroksil dilepas sehingga yang dilepaskan dalam bentuk air. Langkah ini disebut dengan
4:46 dehidrasi. Nah langkah dehidrasi ini menghasilkan suatu senyawa antara yang disebut dengan cis akunitat. Jadi bukan langsung menjadi isositrat, agar tetapi dehidrasi terlebih dahulu kemudian membantuk cis akunitat. ini kemudian mengalami hidrasi. Ada penambahan satu molekul air ke dalam struktur dari cis akunitat ini yang kemudian menghasilkan isositrat. Kita lihat gugus hidroksil terikat di karbon nomor dua, sedangkan atom hidrogen terikat pada karbon nomor tiga. Jadi sebenarnya antara sitrat dan isositrat itu hanya bertukar tempat untuk atom hidrogen dan gugus hidroksil. Kita lihat ini
5:32 sama yang di sitrat, hanya bertukar tempat saja. Jadi ini adalah tahap kedua dari siklus kreps, pengubahan sitrat menjadi isositrat. Untuk nama enzimnya atau reaksi ini dikatalisasi oleh enzim yang disebut dengan akunitase. Kenapa akunitase? Karena terbentuk cis akunitat sebagai zat antara di sitrat dan isositrat pada langkah kedua dari siklus kreps ini. Sekarang kita masuk pada tahap ketiga dari siklus kreps, yaitu pengubahan isositrat menjadi alpha -ketoglutarat. Nah kita lihat pada tahap ketiga ini terbentuk NADH dan
6:18 juga melepaskan karbon dioksida. Nah reaksi apa yang terjadi? Reaksi yang terjadi di sini dikatalisasi oleh enzim yang disebut dengan isositrat dehidrogenase. Jadi enzim yang berperan dalam tahap ketiga dari siklus kreps adalah isositrat dehidrogenase. Kita lihat isositrat yang tadi masih memiliki 6 atom karbon, 1, 2, 3, 4, 5, 6. Nah pada alpha -ketoglutarat itu tersisa 5 atom karbon, 1, 2, 3, 4, 5. Berarti terjadi pengurangan 1 atom karbon pada tahap ketiga ini. Kita lihat untuk reaksi lebih lengkapnya. Ini adalah isositrat kemudian terbentuk
7:08 oksalosuksinat terlebih dahulu. Jadi oksalosuksinat ini sebagai senyawa antara isositrat dan alpha -ketoglutarat. Jadi dari isositrat belum langsung menjadi alpha -ketoglutarat, tapi terbentuk oksalosuksinat terlebih dahulu kemudian terbentuk alpha -ketoglutarat pada tahap ketiga ini. Pada tahap yang pertama, yaitu isositrat akan melepaskan 2 atom hidrogen. 1, 2. Yang kemudian NAD sebagai akseptor elektron dari pelepasan hidrogen pada isositrat ini, kemudian terbentuk NADH sebagai hasil oksidasi pada tahap ketiga. Jadi juga terbentuk
7:54 NADH. Nah isositrat yang kehilangan 2 atom hidrogen tersebut kini menjadi satu senyawa yang disebut dengan oksalosuksinat. Barulah pada langkah yang kedua ini, oksalosuksinat mengalami dekarboksilasi. Jadi pengurangan 1 atom karbon yaitu pada langkah terbentuk oksalosuksinat. Bagaimana prosesnya? Di sini, oksalosuksinat mengalami dekarboksilasi dengan melepaskan 1 atom karbon dan 2 atom oksigen, sehingga dalam bentuk karbon dioksida. Jadi, ini langkah pertama. Ini adalah langkah yang kedua. Oksalosuksinat mengalami dekarboksilasi dengan melepaskan 1 atom
8:40 karbon dalam bentuk karbon dioksida, sehingga hasilnya adalah alpha -ketoglutarat yang memiliki 5 atom karbon. 1, 2, 3, 4, 5. Jadi terjadi pengurangan 1 atom karbon pada tahap ketiga ini dengan hasil air senyawanya adalah alpha -ketoglutarat. Tahap keempat dari siklus kreps, kita lihat bahwa alpha -ketoglutarat yang tadi merupakan hasil dari pengubahan isositrat, memiliki 5 atom karbon. 1, 2, 3, 4, 5. Sekarang, alpha -ketoglutarat tersebut pada tahap keempat akan diubah menjadi suksinil koenjim A. Nah, suksinil koenjim A itu
9:26 adalah senyawa yang memiliki 4 atom karbon. 1, 2, 3, dan 4. Berarti juga terjadi pengurangan 1 atom karbon. Kalau tadi pada tahap ketiga dari 6 atom karbon menjadi suatu senyawa yang memiliki 5 atom karbon, pada tahap keempat ini dari suatu senyawa yaitu alpha -ketoglutarat yang memiliki 5 atom karbon diubah menjadi suksinil koenjim A yang memiliki 4 atom karbon. Jadi, sekali lagi terjadi pengurangan 1 atom karbon. Sehingga di sini dengan melepaskan 1 atom karbon dalam bentuk karbon dioksida. Artinya, mengalami dekarboksilasi. Teman -teman, yang perlu diperhatikan juga pada tahap keempat ini terbentuk NADH yang merupakan hasil oksidasi di mana NADH ini sebagai akseptor
10:17 elektron. Nah, kita lihat pada pengubahan alpha -ketoglutarat menjadi suksinil koenjim A, ada kata koenjim A di sini. Berarti ada senyawa koenjim A yang masuk dalam reaksi ini yang kemudian hasil akhirnya adalah suatu senyawa suksinil yang berikatan dengan koenjim A sehingga disebut dengan suksinil koenjim A. Pertama, yaitu alpha -ketoglutarat, ini reaksi yang pertama, akan mengalami dekarboksilasi. Kalau pada tahap ketiga tadi, mengalami dekarboksilasi, juga pada tahap keempat mengalami dekarboksilasi. Artinya, dari 5 atom karbon menjadi 4 atom karbon. Nah, yang dilepaskan yaitu pada ikatan ini, 1 atom karbon dan 2 atom oksigen
11:03 sehingga dilepaskan karbon dioksida. Setelah terlepas karbon dioksida, kemudian terbentuk ikatan dengan koenjim A. Nah, jadi ikatan tadi digantikan oleh koenjim A sehingga terbentuk suatu senyawa yang disebut dengan suksinil koenjim A. Saya ulangi, yang pertama, mengalami dekarboksilasi, melepaskan karbon dioksida, kemudian terbentuk ikatan dengan koenjim A. Ini hampir mirip dengan ikatan saat terbentuk asetil koenjim A. Nah, koenjim A menggantikan posisi karbon dioksida tadi, berikatan dengan suksinil, sehingga membentuk
11:49 suksinil koenjim A sebagai hasil akhir dari tahap yang keempat. Enzim yang berperan di sini adalah alpha -ketoglutarat -dehidrogenase. Jadi, inilah enzim yang berperan pada tahap yang keempat. Oke, teman -teman, kita masuk pada tahap kelima dari siklus krebs. Nah, di sini ada suksinil koenjim A, yang merupakan hasil dari tahap keempat tadi, pengubahan alpha -ketoglutarat menjadi suksinil koenjim A. ini memiliki 4 atom karbon. Sedangkan, suksinat juga memiliki 4 atom karbon. Jadi, pada tahap
12:37 kelima dari siklus krebs ini, tidak terjadi pengurangan atom karbon seperti pada langkah ketiga atau tahap ketiga dan tahap keempat dari siklus krebs. Sekarang kita lihat apa saja reaksi yang terjadi pada tahap kelima ini. Ada PI, ini adalah fosfat inorganik atau inorganik fosfat dalam bentuk ortofosfat. Sering juga dikatakan ortofosfat, kemudian inorganik fosfat itu sama saja. Nah, inorganik fosfat ini tujuannya untuk apa? Untuk melepaskan ikatan dengan koenjim A. Jadi, suksinil koenjim A ini, kemudian ortofosfat masuk, fosfat inorganik ini masuk, akan melepas ikatan, sehingga terbentuk suksinat.
13:23 Fosfat ini kemudian akan ditransfer lagi ke GTP, membentuk GTP. Nah, teman -teman lihat, ada juga ADP dan ATP. Jadi, pada beberapa sel, fosfat yang terikat pada GTP tadi akan ditransfer lagi ke ADP, sehingga hasil akhirnya terbentuk ATP. Oke, saya ingin menjelaskan lebih lengkap lagi dari tahap kelima ini. Kita mulai dari suatu enjim yang terlibat, yaitu suksinil koenjim A sintetase. Jadi, inilah enjim yang terlibat pada tahap kelima ini. Kalau kita lihat, di sini saya sudah memiliki gambar. Nah, yang perlu
14:08 diperhatikan, bahwa suksinil koenjim A sintetase ini memiliki dua subunit, yaitu subunit alpha dan subunit beta. Ini nanti akan berhubungan dengan bagaimana sih fosfat tersebut menggantikan ikatan dengan koenjim A dari suksinil koenjim A, kemudian fosfat tadi akan ditransfer ke GDP sehingga membentuk GTP. Yang terlibat di sini ini, yaitu enjim suksinil koenjim A sintetase. Selain subunit alpha dan subunit beta, suksinil koenjim A sintetase, enjim ini juga memiliki residu histidin. Apa itu residu? itu kan monomer dari enjim. Misalnya, protein terdiri atas 118 residu asam amino. Artinya, enjim itu terdiri atas
14:58 118 asam amino. Jadi, residu itu adalah monomer pada enjim. Jadi, subunit alpha, subunit beta, dan residu histidin. Sekarang kita pada reaksi yang pertama. Nah, yang kuning -kuning ini adalah suksinil koenjim A sintetase. Lihat, di sini ada residu histidin. Jadi, struktur yang ini, adalah residu histidin dari suksinil koenjim A sintetase. Nah, ini adalah suksinil koenjim A. Lihat, kita fokus pada ikatan ini, yaitu suksinil koenjim A. Pertama, reaksi yang pertama adalah, pospatin organik ini akan masuk, kemudian akan
15:44 melepaskan koenjim A. Jadi, ikatan dari suksinil koenjim A ketika pospat ini masuk, akan terlepas. Sehingga reaksi pertama ini akan melepaskan koenjim A. pada suksinil koenjim A ini sebenarnya terikat pada subunit alpha dari suksinil koenjim A sintetase. Ketika pospat masuk, kemudian koenjim A tersebut akan lepas. Berarti, pada tahap kedua, terbentuk suatu senyawa yang disebut dengan suksinil pospat. Kenapa? Koenjim A yang tadi digantikan oleh pospat. Nah, yang ini. Sekarang, yang terjadi pada tahap yang
16:30 kedua, residu Terima kasih.