0:00 Oke, Doter Tirta. Ini banyak banget yang request. Banyak banget request. Aduh, ini deg-degan ya ke sini banget, coy. Gede, coy. Gede gede. Gede banget. Dan enggak kira di tempat segede ini isinya cuma satu orang ya. Waduh, kadang satu kadang bisa rame-rame lah. Oh, ya gitu ya. Eh, tapi benar nih asli plotwist. K pikir kau tuh pendek. Oh, tadi pasu di depan kaget loh begitu ketemu. Halo T cerita anjir gede banget coy. Aslinya tetap 186 ya 181. 18 181 gede coy asli gedegede gede. Kalau itu banyak yang bilang gitu loh. Banyak yang bilang pas ketemu di ASI kok lebih gede dibanding Iya gede dan enggak kelihatan kalau di kamera tuh kayak kurus kecil pas di sini. Oh iya ya. Oke. Saya takut
0:45 main-main kalau digebok ini pertanyaan jangan susah-susah ya Pak ya. I am karena secara saldo kita berbeda jauh. Saya mengakui dulu itu. Ya, ini kali ini gua tuh podcastnya unik karena satu gua jarang undang bintang tamu ke podcast. Gua hampir enggak pernah podcastin orang. Jadi gua cuman podcastin orang yang gua benar-benar tertarik. Misalnya kayak Bang Sandi tentang investasi. Gua kayaknya podcast kayaknya enggak nyampai 10 ya gua ya. Gua enggak nyampai 10 ngpodcastin orang. Biasa mau noolok ya. Mau nolog karena gua enggak pernah gua jarang tertarik sama orang n kok susu nih gua tertarik sebenarnya dari dulu cuman baru ada kesempatan. Heeh. Dan baru ada waktunya. Jadi, thank you banget nih waktunya di sini. Nah, mungkin kita sebelum mulai, gua tuh pengen ngulik sedikit. Lu kan dulu awalnya dokter kan. Benar. Benar. Sampai sekarang. Nah, tapi sejarah lu
1:31 untuk jadi seorang pedagang kan waktu gua sempat dengar-dengar ya di beberapa podcast lu bilang dulu sempat susah, sempat makan mie juga dibagi juga pernah. Benar. Ya, itu kenapa awalnya jadi pedagang waktu itu dagangnya apa aja waktu awal-awalnya? Gua penasaran sisi bisnisnya dulu nih. J kalau fakta itu adalah langsung straight to the point. Bisnis pertama kali aku umur semester 1 berarti 18 seteng tahun. Itu real itu 18 tahun. Iya. Jadi usia 18 ke 19 di tahun 2009 akhir saat itu. In fact ee aku ngerasa pada waktu aku masuk dokter ego ya ego dong kayak wah ini jurusan dengan nilai tertinggi. Jadi kalau kita pada waktu itu kedokteran umum tuh adalah jurusan dengan nilai paling tinggi kalau ujian masuk. I jadi
2:17 masih gua akademik ursulin soalnya kan SMA tahu Regina Pacis. Jadi pengin masuk situ. Nah begitu masuk kita dibrief. kita dibrief di kuliah pertama dan aku baru ngerti ternyata jalannya tuh maraton panjang banget. Oke. Jadi S1 harus 3,5 tahun terus harus koas 2 tahun belum kita harus internship dan harus spesialis. Aku anak tunggal nih. Bapak, Ibu, papah mamaku tuh orang bank perbankan. Itu privilege pertama. Itu yang enggak semua orang tahu ya. Aku ngomong di sini nih. Papa mamaku tuh orang keuangan dan sangat straight. Apalagi papahu tuh dosen ekonomi. Oke. Jadi orang bank dan juga dosen. Iya, dosen ekonomi. Jadi privilegu di situ. Jadi akhirnya aku ngerasa aduh nih kayaknya kalau maraton kayak gini keburu orang tuaku mati aku belum kelar-kelular. F itu realistis tuh. Oke.
3:03 Jadi di semester 2 aku mulai dagang dan hal yang pertama aku jual itu power balance, Pak. Yang ini yang dipakai di tangan itu ya? Iya. Dan aku malah jadi distributor di Jawa Tengah. Nah, itu gua pengin nanya nih. Ini baru juga sekali gua nanya ya. Power balance kan zaman-zaman kayaknya gua zaman SMP atau SMA waktu itu ada ya? Lu umur berapa sih? Ee sekarang 24 gua 2 anjir 10 tahun di bawahu. Iya 10 tahun lah. Udah kaya kita mau ngapain di sisa hidup ya? Ya ya panteslah gabut banget. Aduh itu power balance itu beneran untuk hoak kan lu kuliah dokter kanak. Enggak enggak itu soalnya gua juga pas ditawarin teman gua tuh gua tuh kayak apa sih ini katanya bisa apa kan lebih sehat ya katanya. Sebenarnya saat itu kan kalau enggak salah yang jual itu adalah di official kalau enggak aku sebut merek itu Point Break sama Planet Surf dan aku ingat banget itu jualnya
3:48 sekitar R00600.000 dan itu viral gara-gara Oh berarti gua kayaknya ditawarnya yang KW waktu itu maluc dan ternyata itu tuh viral gara-gara yang makai mulai pebasket. Oke. Nah, P basket mulai makai nih. Terus viral kan karena aku kan kaskusan. Aku kaskus jadi siototo Andrew Derwis aku kaskus. Ternyata di forum pada mendebatkan itu. Aku beli ori satu di Point break dan aku beli yang dari Kaskus. Enggak ada bedanya, Pak. Oh, bedanya itu cuman hologram. Oke. Jadi akhirnya aku berpikir, "Ah, ini ori semua nih bagiku nih. Aku nyari supplier terus aku juallah di kampus. Wih, viral, Pak. Kampus tuh pada beli semua. sehari aku bisa jual dari 10, 50, 1.000. Ya udah itu dagang pertamaku cuan di situ setengah tahun baru di bulan keet7 ee di tahun 2010 teng sudah mulai
4:37 laba banyak tuh sudah bisa. Jadi aku ditanya kapan kamu dapat cepek ee cepek Tiao Rp100 juta pertama itu adalah di 19 tahun. 19 tahun berarti itu zaman waktu itu kaskus lu berarti jualan dari kaskus. Iya kaskus belum jual kaskus. Iya. Jual kaskus tuh aku pert no no no no no no no fakta no apa previlence-nya adalah karena aku tidak tidak tidak begitu kesulitan karena basic papahu adalah bank jadi aku muterin uang saku jadi modal gitu terus jadi cepek. Nah uang 100 ini jadi jual berikutnya jual tren setelah power balance aku melihat kayaknya trennya mulai redup aku jual jam nol. Oke. Jam nol tuh yang kecil-kecil. Tahu tahu. Tahu kan warnanya beda-beda. Sama kejadiannya itu. Gua juga jualan jam loh dulu. Ori kw-nya enggak ada beda. Iya. Udah di situ triple aku dari 100 jadi 150-an apa
5:24 160. Oke. Nah, habis itu di tahun 2011 aku jualan yang di situ aku kenal Mas Untung Store aku jual Blackberry. Oke. Oke. Jadi 2011 lucu kan? Tapi masih kuliah kita apa kita sama ya? Gua pernah jualan jam ini juga teman-teman enggak tahu nih. Gua enggak perah cerita. Gua pernah jual Blackberry tapi bukan Blackberry-nya, baterainya gua jual karena baterai Blackberry itu gampang meleduk kan dia. Iya benar. Aku pernah jualan baterainya di jual Blackberry. Jadi zaman 2011 saat itu aku punya teman sekarang dia jadi sekolah spesialis namanya Dr. Alvin. Saat itu kan Blackberry itu belum menjadi sesuatu yang ada distributor utama. Saat itu baru Tam ya kan. Nah, akhirnya ya kita tuh order sendiri dari Alvin ini. Alvin itu order banyak dia juga jual suplemen fitness. Aku bertugas menjualkan dari jual 1 2 3 5 sampai 25. Dan yang paling
6:09 laris tuh Jeffelin, Gemini sama Bolt sampai apel aku. Iya itu laba terus. Gemini paling murah kan. Iya dan itu laba terus. Senang dong. Usia masih belum sampai 20, tiga kali usaha benar semua. IP kan masih aman. Eoku tinggi banget. Itu belum pernah gagal. Failku tuh malah menjual barang yang aku suka. Jual sepatu. Oke menarik gitu. Nah ini berarti berarti banyak yang hidupnya berubah karena kaskus ya bro ya. Iya jualan memang. Jadi shoutoutin untuk Andrew Darwis. Kemarin tuh gua sempat main ke klub dia kan. Dia bikin klub kan di pick dua tuh dia. Iya dia bikin klub. Gua ketemu dia. Dia foto sama gua. Tapi gua enggak sadar dari waktu itu dia lu cewek ngover gua enggak salah itu dia minta foto sama gua kan terus gua ini ini kayaknya bikin kaskus ya gua bilang eh bro hidup gua berubah karena lu gua bilang sama benar gu akuin tuh kalau enggak ada kaskus kayaknya aku sampai
6:55 sekarang tetap menjadi dokter spesialis dalam hidup biasa kasus itu ngubah hidup karena aku belajar ilmu dagang komunikasi sama sharing di sana dulu kan kalau kita dagang maksimal dibatasin sundul tiga kali enggak boleh kita nyepang terus supaya aman harus ngumpulin sendol cendol itu enggak boleh komen pertama, kedua, ketua harus komen rapi satu-satu. Dan di situ aku mulai kenal Mas Untung. Mas Untung dulu di Jogja, sekarang sudah gede banget dia. Dia punya toko handphone. Saat itu ada tiga. Aku kecil-kecil lah jual handphone. Jual kecil aja masih kayak gitu. Iya. Dan si Mas Untung ini seangkatan sama Renan Store sama P Store. Oke. Nah, itu tapi gimana caranya waktu itu lu balance antara jadi pedagang? Kita ngomongnya pedagang ya waktu itu ya mungkin ya belum pengusaha sampai sekarang. Pedagang sama jadi seorang dokter waktu masih kuliah posisinya kan. Dan dokter kan salah satu
7:42 kuliah yang orang bilang paling sulit, lebih sulit dari hukum. Kan banyak yang bilang ee ini yang mungkin teman-teman enggak tahu. Jadi di sistem kuliah kedokteran itu sekarang enggak paket SKS. Dia pakainya blok. Jadi kayak kita sudah dipaketkan dan kita sudah tahu jamnya tuh dari jam 07. H. Dan bagiku saat itu aku ngitung enggak enggak tahu aku baca buku. Ada satu buku yang aku baca ini terpengaruh. Jadi pas kecil aku tuh baca buku namanya A Child C dan itu yang yang ngarang Dev Pelzer. Nah, di hari itu aku tahu bahwa kalau orang mau kaya ini aku ya, aku enggak tahu kalau pendapat kita berbeda, tapi kalau sama ya puji Tuhan. Jadi kalau orang mau kaya itu dia harus mengeluarkan effort yang lebih daripada orang lain. Oke ya. Nah, orang normal saat itu melihat bahwa habis kuliah yang 9 to5 pulang garap tugas tidur. Dan aku
8:28 merasa saat itu hidupku kalau mau berubah ya aku harus mengeluarkan effort yang lebih dan effort lebih itu ku gunakan buat dagang. Jadi ya 7 jam kuliah, 5 jam itu dagang, 2 jam itu bisa buat belajar, sisanya tidur. Jadi aku praktis tuh bisa setahun enggak pulang Solo. Padahal mudikku cuma Solo. Solo Jogja tuh dekat, kampungku Solo. Bisa enggak pulang? Setahun aku bisa enggak pulang. Tahun cuman sekali, pulang cuman sekali karena ngurusin dagang COD sana sini. Oke. Nah, itu kan waktu itu sempat lu transisi ke usaha cuci sepatu kalau gua enggak salah sampai beberapa 2013. 2013. Nah, apa yang bikin pertama kali idenya usaha cuci sepatu itu inspirasin dari mana? inspirasinya. Jadi ini kan tadi aku bilang tiga kali usaha aku laba terus. I. Nah, yang keempat ini ego. Jadi, aku berpikir, "Ah, aku laba terus nih." Tiganya aku enggak suka. Aku suka
9:13 sepatu. Dan saat itu aku bertugas pengin menjualkan barang yang aku suka, yaitu sepatu. Kebetulan sepatunya brandnya namanya Mcbet. Dan saat itu Macbet viral banget. Belum. Sekarang sudah comeback tapi enggak seviral. Dulu. Dulu ada band-bandan namanya Blink 182 sampai sekarang masih ada. Jadi aku ngeborong magbet semua. Ternyata poovku sebagai penghobi dan poovku sebagai customer tuh berbeda. Jadi aku cenderung kulak kalau orang bilang pedagang ya kulak itu yang menurutku suka keren. Ternyata ya enggak enggak works enggak laku. Nah itu titik rugi pertama akhirnya kenal di kaskus ada sebuah forum lagi. Nah ini nyelametin tuh kita nyebur forum ternyata forum itu namanya sneaker edic dan itu jual beli selain dia ngobrol
9:58 tentang sneakers dia jual beli sepatu bekas. Oke. Nah, pas jual beli sepatu bekas, aku dapat nih customer painpint-nya. Ternyata kalau jual beli sepatu bekas, sepatunya itu enggak dibersihin. Oke. Dan saat itu pembersih masih mahal. Terkenal di Jakarta. Dikembang doang yang bersihin sepatu. Ya udah di Jogja aku bersihin dari cost ke cos. COD masih ingat aku COD. Dan COD-nya itu masih ada di depan 3 second di Jalan Kaliurang. Nah, awal puncaknya itu ya makanya kalau kita berusaha lebih pasti akan ada alam yang membantu. Gunung Kelut itu meletus di 14 Februari 2014 ya. Jadi aku nyuci di kos tuh dari 2011 udah penghasilan biasa dua kali UMR lah. Dua kali UMR Jogja saat itu berarti 3.000-an cukuplah buat nambah-nambah. Gunung Klut meletus abunya tuh ke Jogja. Aku post aku tuh
10:45 post foto before after di Instagram sama Twitter. Oh viral viral viral fotonya viral. Ya udah deres history. Habis itu aku September buat toko pertama, buat toko kedua, toko ketiga. Dan aku sama setuju sama statementmu yang bilang ee kalau bisnis belum menjamin tet bongek jangan ngajuin dep. Ya, sampai sekarang aku belum punya dep. Oke, itu setuju. Itu setuju dulu. Itu setuju. Aku suka statementmu itu. Itu aku enggak punya dep dan aku hanya muterin equity, equity laba dari equity. K puterin, K laba K putterin yang karena Bapakku dosen ya, aku loris ya. Jadi equity dari toko satu jadi toko dua, toko 1 du jadi toko 3 gitu. terus sampai sekarang. Oke, itu berarti yang cuci sepatu. Berarti lu pernah juga punya kalau gua enggak salah titip sneakers. Nah, gua pengin nanya kenapa bikin bisnis yang titip sepatu? Oh, titip jual sepatu. Karena gini, ini
11:30 pengalaman gua ya. Dan gua lumayan kenal banyak orang yang di industri ini juga yang besar-besar. Dan itu sebenarnya kan banyak yang enggak tahu itu sebenarnya bisnis yang tidak terlalu menguntungkan kan sebenarnya karena satu lu enggak bisa kontrol stoknya, lu enggak bisa kontrol pricing itu sepatunya orang lu mesti ada beban autentikasi, lu mesti ada shipping dan segala macam. He, logistiknya berat dengan margin cuma 10 sampai 30%. Betul. Iya, betul, tepat sekali. Enggak ada bedanya tapi salah satunya jadi gede di Kake Avenue. Iya. Ini menarik nih. Sudah diriset karena data. Oke. Jadi di Instagram itu aku titip jualnya itu lewat Instagram namanya dulu Cipeng Store. Itu julukan awalku terus Jeng Store itu yang membuat awal mula Instagramnya Tirta dari 10.000 menjadi Rp150.000 itu Cipeng Store. Alasannya simpel karena aku punya industri cuci sepatu. Aku tuh saat itu kan belum ada AI masif ini, belum ada
12:17 sumber data. Aku juga belum tahu cara analis data, belum bisa connect engineer. Aku hanya pakai cara bodon kalau sepatu yang paling sering dititip jual itu adalah sepatu yang paling sering demand-nya paling tinggi. Oke, relate ya. Jadi aku enggak peduli tuh karena costnya kan cuman markap Rp100.000 sehari paling laku 10 itu cukup bisa buat bayar pulsa atau gaji admin. Tapi kita tahu misalkan di bulan Oktober yang titip jual tertinggi fans autentik saat itu. Berarti aku akan buat konten YouTube fans autentik dan aku akan ngebuat promo cuci sepatu khusus fans. Oke. Jadi aku mempelajari bahwa titip jual itu kita akan bisa mempredik tren apa yang lagi tren sepatu apa yang lagi dicari sama market saat itu. Oke. Tapi memang enggak ada labanya itu. Betul. Labanya itu sangat boncos dan aku termasuk angkatan pertama sebelum laki
13:02 cat unbranded dan kawan-kawan. Oke. Dan gara-gara itu bisa nebak yang paling sering dititip jual di 18 17 tuh fans. Oke. Terus 2019 tuh peralihan ke Jordan Chicago Offwide semua. Sampai akhirnya aku sudah tutup ee karena sudah enggak ada waktu. Sekarang datanya kan sudah aku sudah punya CTO kan yang bisa mengolah. Ya dari situ kita bisa mempredik oh ternyata hari ini yang demand tertinggi sepatu lari maka kita akan membuat movement lari desit. Oke menarik. Jadi itu memang awalnya sepatu berarti karena kecintaan kan. Tapi kalau sekarang gua tanya bisnis dokter Tirta ini ada apa aja dokter yang sekarang digeluti itu apa aja dan apakah personal brandnya ini termasuk dalam bisnisnya? Ini pertanyaan menarik nih. SPTku tinggi itu semprel.
13:50 Aduh ya nyetor pajak bukannya bagus SPT tinggi? Betul penyetor tertinggi ya kan? Penyetor termasuk tinggi. Jadi senanglah ee bisnis utamaku yang enggak semua orang tua aku adalah aku tuh konsultan beberapa perusahaan. Oke itu yang pertama ya. Jadi aku menjual ee intelektual yang aku punya itu untuk konsultan beberapa perusahaan di bidang fashion dan FMCGs. Oke. Jadi strateg manajement consulting lah. Iya strategis lah. Itu yang pertama dan itu memang ya karena bayarannya aw ya dan itu karena pemberi ya itu alasan kenapa pajaknya jadi progresif gede banget. Jadi yang pertama adalah aku konsultan strategis manajemen di beberapa perusahaan dan itu real. Ada perjalanan sudah 4 tahun. Oke, yang kedua itu adalah justru susen care-nya itu bisnis yang harus tetap akan ada karena itu bisnis yang settle lebih dari
14:36 12 tahun di aku. Iya. Oh, udah udah 12 tahun ya. 12 tahun ini tahun 13 dan itu enggak bisa ku apa-apain gitu. Enggak bisa kueskalasi itu yang mentoknya segitu kut turunin enggak bisa. Jadi dia growth-nya paling 2% 5% tapi harus tetap ada karena itu sejarah historical. Oke. Historical bayi lah itu bayi itu enggak bisa. Itu ibarat kau punya anak, anak pertama kau jual enggak mungkin. Oke, itu harus ada. Terus yang ketiga itu aku ada yang namanya forwave eh dia itu marketing consultant. Jadi beda sama yang pertama ya. Kalau aku yang personal-personal ini marketing consultant. Dia khusus ngurusi bisnis itu personal atau ada banyak konsultan lain? Kalau ini banyak konsultan lain. Itu khusus untuk skala bisnis yang di bawah 15 m per tahun. Oke. Karena kan banyak UMKM yang small medium enterprise kalau bayar aku langsung enggak kuat dia bayar perusahaan-perusaha. Ya itu si for wave. Terus yang keempat itu adalah ee
15:24 aku jual beli aparel. Jadi aparel brand lokal itu idealis, itu bisnis rugi. Oke. Semua orang tuh, semua orang pengusaha pasti punya satu bisnis idealis yang rugi. Oke. Nah, itu aku punya nih. Ini aku suka karena aku masih suka sepatu, aku masih suka koleksi outfit. Itu tokonya di postlok itu boncos. Tapi aku akan hidupkan terus karena aku bisa senang aja ketemu customer memilih sepatu. Yang terakhir itu bisnis terkait profesi utama. Tidak aku suka tapi harus aku lakukan. Oke. Itu clinic wellness dan dermatologist. Oke, karena aku suka sport, partnerku banyak dermatologist, kita membuat bareng itu di Yogyakarta. Itu lima. Kalau personal brand, apakah masuk ke situ? Apakah lu take endorsement dari luar untuk semacam media placementnya atau gimana? Jujur boncos, semua konten yang aku buat ee
16:10 itu rata-rata kayak contoh di Instagram dan YouTube itu adalah personally dari Opexku sendiri, pribadi berarti post pribadi. Dan itu memang dibuat untuk mendekatkan aku pada si customer. Oke. Dah, itu jadi ibaratnya aku hanya saat itu aku menirunya gini. Aku melihat bahwa Mark sama Jeff Besos itu kenapa ngonten saat itu aku melihatnya. Terus kenapa mereka atletis? Jeff Besos itu bahkan latihan MMA terus Mark itu kemarin 5K-nya aja di bawah 20 kilo. Jadi aku melihat kenapa orang ini ngonten gitu. Terus akhirnya aku lihat oh berarti mereka menjadi ba perusahaannya sendiri. Nah itu yang aku lakuin. Oke. Jadi nanti ada pertanyaan tentang JBSOS ni di belakang. Iya kan? Ini ini menarik. Jadi aku tuh menganggap orang-orang ini aneh ya. Kenapa Elon Mas tuh sampai membeli medsos? Jadi aku melihat oke berarti CEO yang jadi personal brandnya di-maintain itu dia
16:56 akan menjadi BA perusahaannya. Cuman ada plus minusnya kalau kita menjadi BA perusahaan sendiri kita salah statement habis itu perusahaannya. I kepleset habis. Kepleset habis. Dan aku pernah kejadian gitu berkali-kali. Oke. Pas Covid. Oke. Rontok tuh. Rontok tuh aku pas COVID tuh. Rontok aku dari di situ aku belajar berharga banget. Jadi aku melakukan personal brand itu untuk pure mendekatkan diri pada customer. Nah kedua. Nah, ini yang lucu. Apakah dapat duit dari endors? Rata-rata brand yang masuk ke aku itu justru akhirnya menawarkan kolaborasi dan bulking konsultan. Jadi kalau itu kan kayak gini, "Kamu buatin konten ya, terus nanti bla bla bla bla." Mereka tuh enggak, mereka ngelempar, aku punya isu ini menurutmu apa yang bisa K lakuin biar ininya selesai? Jadi akhirnya aku
17:42 menjual solusi. Nah, itu ternyata dari beberapa hal yang K lakuin di MSOS. Oke, ya. Kayak contoh aku ee memperlihatkan kemarin ee di YouTube aku edukasi mengenai mitos fakta kesehatan. Endingnya tuh ada brand yang datang menurutmu gimana nih deliver message-nya ke masyarakat biar campaign ini berhasil. I nah itu yang K lakuin. Oke. Jadi kalau dibilang endors endingnya adalah dia meningkatkan portofolio untuk ee konsultan fe-nya. I ya sudah berarti ada duitnya. Menarik. Nah, lu kan sekarang seorang bapak ya. Iya. Nah, apa perspektif yang berubah? Kan tadi dokter T s bilang dokter Tita yang dulu ketika masih kuliah itu egonya tinggi sekali, pride-nya tinggi sekali. Nah, perspektif apa nih yang berubah ketika lu jadi seorang bapak? Ee sangat beda jauh
18:29 sekali sih. Oh, kamu belum punya anak ya? Belum. Oh, iya. 24. Ya, benar. Aku melihat diriku yang dulu tuh kayak kamu. Hm. Persis. Jadi mirip-mirip anak muda tapi uangnya enggak sebanyak kau. Ya, itu disclaimer dulu ya. Disclaimer dulu. Nolnya itu beda dua ya. Jadi sangat ruwet itu. Jadi bayangkan anak muda saat itu yang saldonya enggak sebanyak kamu dan aku belum pernah failer. Aku selalu menerutkan prestasi. Jadi aku tuh tidak bisa dengerin opini orang. Sangat fatal dulu. Aku sangat fatal dulu enggak bisa dengerin opini orang. Dan aku merasa sampai sekarang pun masih sulit tapi sudah bisa terkontrol. Kalau dulu tuh uncontrol karena aku anak tunggal. Aku anak tunggal. Aku enggak biasa nerima salah. Ini benar bedanya. Aku enggak bisa nerima salah di akademik selah
19:15 nomor satu. Jadi aku merasa diriku harus nomor satu terus. Oke. Itu yang dulu dan benar itu benar kejadian. Oke. Yang berubah adalah ketika anakku membesar e itu golnya berubah semua. Oke. Golnya berubah. Dan yang paling kelihatan tuh adalah jika di dulu aku mengejar uang itu beneran aku ngejar uang. Ngejar uang karir karir pet. uang, saldo dan kankaan yang kjar sekarang adalah legacy. Itu agak berbeda ya. Nah, legacy di sini maksudku adalah ee aku merasa kalau aku mati some some eh kayak sometimes atau suatu saat nanti aku akan mati terus uang itu akan ya udah that's it. Anakku akan dapat warisan, anakku akan selesai kelar. Dia enggak akan mengenal aku
20:01 sebagai ee yang menelurkan apal ya. Ya, aku merasa harus ada legasy biar dia itu ketika dia nanti gede, dia tahu aku siapa. Nah, itu yang ku lakuin sekarang. Oh, bapaknya itu ternyata membuat usaha. Oh, bapaknya itu tetap kuliah lagi. Bapaknya akhirnya membuat health. Jadi, dia tuh nanti akan struggle. Yang ku takutin kalau dia itu hanya dapat uang besar banyak banget, dia akan menjadi sosok yang sangat ee tidak mau untuk berusaha keras karena dia sudah tahu dapat warisan gede kan. Iya. Nah, itu akhirnya aku fokus untuk membangun legasi biar anakku itu tidak menjadi seperti aku yang zaman muda. Itu yang aku takutin banget. Oke. Tapi apa value utama yang lu pengin tanamin justru di anak lu ini? Proses sih. Oke. Proses dan proses tuh semua orang tuh sekarang pengin result itu
20:47 terjadi gara-gara jadi orang tuh pengin cepat-cepat merasakan kepuasan dan kekayaan. Terutama cowok-cowok usia 17 sampai 24 ya. Dan mereka tuh enggak bisa sabar. kayak contoh, "Wah, kita enggak bisa sabar." Tiba-tiba di usia 24 dia ngerasa gini-gini doang terus nyerah gitu aja. Jadi, aku merasa mereka harus punya proses. Nah, itu yang value yang pengin ku tanamin ke dia. Dan dia tuh pada waktu anak-anak anakku tuh pada waktu sekarang sudah mulai sudah mulai paham mengenai aset. Ya, enak ya. Apa? Aku enggak mau dia ngerendahin orang lain yang asetnya di bawah dia. Jadi aku selalu menerangkan, "Kamu tuh bisa kayak gini karena privilege. Karena aku tuh, karena aku dan mammu juga dokter spesialis. Jadi kamu harus tahu kita privilege kan kita
21:33 divorce ya. Tapi masih akrab aku. Aku sudah punya keluarga baru, tapi aku harus rutin ke Jogja. Jadi aset mammu aja gede. Asetku gede. Jadi jangan sampai kamu terjebak dalam itu." Ya itu yang ajarin terus. Aku takut kalau nanti dia gede malah memanfaatkan asetku jadi arogan ke mana-mana malah jadi tukang bully repot aku tadi kan. Jadi aku enggak mau dia menjadi seperti Tirta yang pas muda karena itu sangat dangerous sih. Oke menarik banget. Ini akan masuk ke pertanyaan yang gua sekarang beneran pengin tanya nih. Gua dari dulu udah lama pengin ketemu dan gua pengin tanya nih. Ngopi dulu ya. Ngopi dulu karena ini pasti pertanyaan spontan ini. Kan tadi lu sempat bilang soal COVID. Nah ini juga sesuatu yang sangat menarik buat gua. COVID itu adalah fenomena yang sangat menarik kalau gua lihat secara sosial dan juga secara keuangan. Nah, bagaimana
22:20 tanggapan lu terhadap statement gua ini? Ya menurut gua COVID itu real virusnya itu ada, tapi itu social engineering yang ada di belakangnya dan orkestrasi itu luar biasa untuk tebarfir. Hm. Statementmu ini sebenarnya enggak ada bedanya sama statementku zaman dulu. H cuman aku berakhir di ruja. Oke, habis itu aku ingat banget ee COVID-nya tuh ada jelas pandeminya itu ada itu jelas. Dan aku masih ingat banget videonya itu masih beredar bahwa solusi saat itu adalah kalau misalkan COVID itu masuk di lingkungan yang masih kecil itu bisa di-lockdown. Dengan kita men-lockdown satu tempat itu akan memerangi potensi efek domino di tempat lain. Itu itu habisku pertama karena aku dituduh ee sok tahu saat itu. Hm.
23:09 Enggak kita akuin lah kalau misal kita masuk nih satu daerah, daerah ini kita lockdown, dia enggak akan nyebar kan. That's it. Tapi faktanya kan enggak. Itu aku habis tuh pertama di rujak tuh. Yang kedua adalah ketika aku mengatakan bahwa reaksi kita itu ee paniknya memang luar biasa, berlebihan ya. At the end kita tuh enggak bisa ngapa-ngapain. I aku sudah ngomong itu. Aku mengeluarkan edukasi yang sangat kontroversial saat itu. Aku masih ingat yaitu edukasinya bahasa Jawa ya. Mangan-mangan masker. Aku ingat banget aku aku ngeluarin edukasi itu ya. Kita tuh solusinya mangan mangan masker, makan makan masker. Aku tuh diketawain ngeluarin edukasi itu. H karena saat itu dikatakan, "Ya kamu tuh meremehkan COVID. Aku akhirnya mengcounter ya kita
23:54 bisa ngapain saat itu vaksin belum keluar." Iya. Terus kita di dalam rumah enggak ngapa-ngapain ya kita akan mati coy kelaparan. Iya. EDN RKU mengatakan, "Ya, kita hanya bisa menjaga daya tubuh kalau enggak olahraga ya makan-makanannya bergizi. Itu yang pertama dirujak karena clock ddnown. Yang kedua dirujak sejawat. Oke. Dan yang ketiga aku tuh mengkritik soal APD karena mahal banget. Saat itu aku ingat banget aku membantu menyumbang APD dan itu boncos cuk. Masa satu APD bisa R,5 juta dan malah dinaikin harganya. Padahal orang-orang butuh N95 saat itu yang dapat apresiasi dah. Jadi satu apresiasi dua boncos. Nah, yang terakhir ini di 2021 ingat kan saat
24:40 itu ada Delta ya. Terus ada new normal. Saat itu bilang adalah kita harus mulai terbiasa sama virus ini. Kalau enggak ya kita enggak akan bisa survive. Itu berakhir aku dirujak lagi. Oke. Jadi aku akhirnya melempar balik ke teman-teman sejawatku. Aku tuh selalu di titik garis tengah. Oke. Garis tengah itu adalah kita tuh kan negara dengan jumlah penduduk yang sangat besar dan kita itu kan mobilitasnya tinggi. Jadi kita tidak bisa itu saat itu kalau kita pure social distancing. Jadi akhirnya orkestrasi itu ya virusnya ada, kepanikannya ada, tapi memang itu akhirnya membuat kerontokan ekonomi yang sangat luar biasa. Tapi muncul orang kaya baru dari situ. Nah, ini kita ngomongin soal kerontokan ekonomi karena ini yang gua pengin tanyain. Karena COVID itu gua melihat sebagai salah satu agenda untuk meriset dunia ini. Karena dengan COVID bisnis kecil tuh banyak
25:27 yang hancur berantakan. Ini kita ngomong di Amerika aja deh, enggak usah di sini ya. Sini juga mungkin mirip ya. Tapi bisnis yang besar apalagi seperti bisnis-bisnis yang Tbk kalau di Amerika Fortune 500 itu naiknya tiga kali sampai empat kali lipat sampai sekarang. Apalagi kalau kita ngomong Big Pharma itu Pizer dan lain-lain itu teman-teman itu luar biasa ya untungnya ya. Iya. Tapi apakah itu sebuah orkestrasi? Karena yang pertama gua lihat tuh seperti ini. Awalnya gua pas pertama dengar COVID 2019 itu gua takut juga ya kan. Gua takut gua jual semua saham gua. Gua kan dulu pemain saham di Indonesia, gua jual semua saham, gua tukar mata uang gua ke Swiss Frank waktu itu dan kebetulan naik tinggi sekali. Tapi itu karena gua takut sebenarnya karena gua takut ini ada sesuatu yang luar biasa. Karena conditioning medianya tuh luar biasa. Iya benar. Di shot dari helikopter ada kuburan kebakar. Iya.
26:12 Pertanyaan kayak gua itu lu kan sebagai dokter kan pasti banyak teman-teman dokter itu beneran ada enggak sih tempatnya atau itu waktu karena enggak pernah ketemu lagi loh gua sekarang gua gua coba cari kemarin sebelum podcast ini gua coba cari di YouTube dan coba di source lain di luar YouTube di Rumble di berbagai macam web sampai di dark web itu gua enggak ketemu lagi yang ditayangin di TV yang shot dari helikopter terus kuburannya kebakar dengan api-api semua tu enggak pernah kalau itu aku enggak tahu kalau yang itu aku udah enggak tahu tu tapi gua lihat dengan mata kepala gua sendiri di TV itu waktu itu itu shotnya tuh makanya orang takut kalau kalau kuburan massal yang di Indonesia tuh yang wafat karena COVID itu jelas real. Itu real ya, real. Yang wafat karena COVID itu real. Jadi ini bisa diterangin kan itu orang akan bertanya ini harus dijawab ya. Jadi orang yang meninggal karena COVID mayoritas itu memang mereka ada komorbid itu betul. Jadi ini kan pasti dulu dihujat aku sama
27:00 beberapa sejawat. Jadi bukan tiba-tiba COVID terus misal amit-amit kena ke dokter Tirta atau Timoti terus besoknya 5 hari 14 hari mati. Rata-rata ini harus real juga dari data pun menunjukkan orang yang wafat karena COVID itu rata-rata punya tiga komobit dari tiga penyakit ini. Kalau enggak penyakit terkait jantung, penyakit terkait diabetes, satunya penyakit terkait autoimun itu rata-rata wafat. Jadi makanya kalau kita lihat dia tuh sudah ada riwayat penyakit jantung sudah ya cepat atau lambat COVID ini mempercepat iya kayak jalan tolnya untuk menuju maut ya. Tapi kan akhirnya ketika didata wafanya pasti karena COVID. Oke, clear ya. Jadi ini clear nih. Ini ini meluruskan dan ini pertanyaanmu kan kok bisa tinggi banget.
27:47 Bayangin ada orang dia sudah stroke terus gejala penyakit jantung banyak dan kena virus ini. Nah, kan kalau didata meninggalnya bukan karena jantung tuh. Iya, karena COVID. Iya dong pasti. Karena kan dia datang ke rumah sakit dalam keadaan demam dan panas. I iya kan? Tapi komorbid pemberatnya adalah jantung. Desit loh. Terus kok bisa kok komorbitnya jantung? Karena 80 ee 60 sampai 80% orang itu tuh enggak sadar akan jantungnya. I dia enggak tahu jantung ini sehat apa enggak. Dah clear dulu ke jawab. Jadi yang wafat karena COVID itu p real tapi memang mayoritas disertai komorbit dan itu benar. Oke, ini kita ngomongin soal data clear dulu ya nomor satu ya. Terus yang nomor dua, apakah riset? Nah, jadi dari berbagai ee pembicaraan memang pandemi
28:32 itu merontokkan sistem dan riset dari awal karena yang terdampak salah satunya adalah usahaku. Di 2020-2001 susen care itu 80% payment-nya cash ya, sisanya tuh debit ya dan hanya 5% yang menggunakan Cris atau GOP Shopee Shopee Pay itu real ya. Itu real dan enggak ada yang delivery sama sekali. 2021-2022 tuh rontok aku rontok terus habis itu 100% itu enggak ada yang pakai cash ini fakta nih baru tadi baru mau gua tanya at all ini at all sampai sekarang jadi semua susen care itu sekarang enggak ada yang pakai cash iya enggak ada dan 50% itu delivery servic nah kenapa kok dokter tita viral keluar-keluar di COVID karena di Maret 2020 itu aku ingat
29:18 banget Susen care tuh bingung mau buka apa enggak dan di April 2020 Susen care tebet itu buka besoknya dirahasil sapul PB. Oke. Nah, itu yang membuat akhirnya aku nge-live kayak ini kebijakannya mau gimana nih saat ini? Mau mau lockdown atau mau enggak? Jangan tengah-tengah nih. Karena pegawaiku harus dikasih makan dan aku enggak pernah ngekut saat itu. Jadi clear aja lost terus. Cuman setelah riset itu bisnisnya itu jadi beda. Model bisnisnya beda semua. Oke. Dan itu benar riset. Jadi ee di satu sisi memang si COVID ini merontokan, tapi dia memang merriset sistem dan membuat bisnis model kanvas yang kita pelajari di S1 karena aku kuliah dan S2 itu sangat berbeda. Itu real. Nah, ini gua pengin tany lah. Gua bukan dokter, ini disclaimer juga. Gua bukan dokter. Gua enggak punya ilmu sama
30:03 sekali tentang kesehatan. Ya, gua ilmunya keuangan ya, bukan kesehatan. Tapi ini sesuatu yang gua ngobrolin sama berbagai macam dokter, bukan cuma dari Indonesia. He. Jadi di komunitas keuangan kan banyak yang dokter-dokter senior dari luar negeri juga. Heh, gua pernah bahas tentang tes data PCR ini. Kenapa ini adalah narrative social engineering? PCR itu kan tes yang hyper sensitif sebenarnya. Iya, betul. Nah, ini gua pernah ngobrol sama salah satu dokter, dia bilang kayak gini ke gua. Itu kalau lu flu ya, lu flu 2 minggu lalu, sekarang sudah sembuh virusnya udah mati nih hidung lu. Tapi lu tesnya dengan PCR itu bisa kena positif virus yang sudah mati. Jadi PCR itu kalau digunakan untuk seperti white spread massal gini itu pasti yang plus tuh banyak sekali dan datanya itu pasti ngawur satu dunia itu tentang jumlah COVID-nya. Jadi ketika ada yang mati bahkan virus COVID-nya sudah mati dia kena api siar dia COVID palemang sudahudah mau mati aja orangnya
30:49 di data orangnya mati sama COVID. Iya makanya disebutnya itu adalah hypersensitive but not specific. Iya. Jadi ini kan semacam social engineering muscle bukan ee ini beda pendapatnya kalau penyakit yang luar biasa berbahaya sebenarnya kan sebenarnya kalau dibilang dangerous menurutku tetap dangerous ya h karena segala sesuatu yang merontokkan apalagi sistem pergerakan ekonomi dunia itu tetap menurutku danger itu dijadikan alasan atau enggak karena kan di 2025 ini heeh direktur zaman c zaman Joe Biden baru keluarin statement kan COVID ini kemungkinan besar tuh di lab yang dulu diketahuin sama orang dulu dibilang ini kan memang penyakit yang ada. Aku termasuk baru dikeluarin nih 2025 nih. Aku termasuk yang setuju ya soal itu ya dan itu membuat aku diujat. Makanya kan
31:36 bio weapon kan sebenarnya aku enggak bisa bilang itu kamu ya. Iya ya. Karena karena gini nih ini situasian ini mungkin penontonmu kok suka. Jadi ee kan Barak kemarin teman-temanku pada bilang akhirnya keluar bahwa ini bukan dari kelelawar tapi dari lab gara-gara statement beliau kan itu statementnya aku direktor C iya baru tapi statement baru ya 2021 kan enggak begitu gak 2021 kan aku ngomongnya masa sih itu picru gara-gara kelelawar kan dihujat oke saat itu aku dihujat aku malah dituduh wah dokter tirta gara-gara ngobrol sama teman-teman yang pro konspirasi malah percaya enggak kita kan tetap berusaha kritis ya kan Tapi sekarang kenapa enggak mau ngomong karena capek ya? Karena aku saat itu diujat kanan kiri gitu loh. Oke. Menjadi tengah tuh enggak enak tim ya. Aku aku enggak tahu kamu
32:22 rasanya gimana. Tapi saat itu aku tuh tengah tengah tuh jadi kayak aku percaya virusnya ada, tapi aku berusaha kritis gitu loh. Kayak to good to be true. Masa sih dari kelelawar tiba-tiba semasif ini gitu loh. Udah saat itu aku percaya itu dan saat itu saranku adalah kita kan we can do nothing. Kita tuh enggak bisa ngapa-ngapain selain kita cuman pakai masker, cuci tangan. That's it. Dan itu kan cara mencegah untuk penularan virus pada umumnya. Yes. Yang berujung diujat lagi. Aku edukasi mangan-mangan masker berujung diujat lagi. Nah, terus kamu tanya nih, terus gimana pendapatmu social engineering? Aku enggak tahu tuh social engineering apa enggak, tapi yang jelas ee semua yang solusi yang kemarin terjadi itu adalah terlalu cepat. Oke. Dan menurutku malah akan plot twist kalau endingnya itu adalah justru vaksin sinofag yang menurutku resikonya paling kecil.
33:07 Oke. Oke. Nah, ini kan soal vaksin ini kan juga banyak perdebatan lah. Tapi gua enggak mau masuk ke perdebatan vaksin. Tapi maksudnya gini, lu adalah dokter yang punya keilmuan di bidangnya waktu ngomong COVID tapi dihujatkan secara sistematis kan. Tapi ini bukan cuman lu yang ngalamin, Dok. Ini semua dokter-dokter senior di dunia yang ngalamin. Virologis terhebat di dunia, Nobel Press winner itu banyak yang kena hujat ketika mereka coba speak up mengenai ini. Jadi, ini konsensusnya terjadi secara global sebenarnya. Oh, ya. Jadi orang dipaksa untuk jadi tidak kritis kan terhadap hal ini. Seolah-olah ada kuasa yang pengin dunia ini mengamini ini sebagai apa yang mereka mau kan. Iya betul. Dan sebenarnya kalau kalau lu sadar kenapa kok tren olahraga itu akhirnya naik sekarang? Ya karena itu satu-satunya cara untuk bertahan melawan virus. That's it. Kalau daya
33:53 tahan tubuh lu aman ya lu akan aman. Tapi kan faktanya saat itu kan orang yang berusaha untuk ng gimana ya ee ini jelasinnya gini nih ini buat teman-teman dokter ya biar tahu karena yang nonton dirimu kan enggak hanya penikmat keuangan ya aku akan jelaskan poov-nya biar general netral ini agak sulit nih harus mikir omongannya jadi gini kalau kita tuh memberikan statement bahwa COVID itu mengerikan, itu kan niatnya niatnya kan COVID itu mengerikan akan membunuh banyak orang dan ini naik lagi tahun ini naik lagi dan itu sebenarnya bisa dibreak Engak apa-apa. Iya. Sudah naik lagi. Sudah naik lagi. Makanya gua mau penting banget nih buat naik lagi. Jadi ee ada dua pilihan cara dokter untuk mengedukasi. Oke. Cara pertama adalah kamu akan memberitahukan bahwa oke COVID itu mengerikan. Oke hati-hati.
34:40 Oke. Nah sekarang aku mengcounter. Oke memang mengerikan. Caranya gimana cara ngelawannya? Ayo kasih tahu cara ngelawannya. Terus mereka kan akan mengontor. Ya kamu harus ini ya. Masa kita di rumah enggak ngapa-ngapain. 2 tahun men. Tapi gini, itu saat itu kan. Nah, akhirnya kan aku menjawab dengan cara netral yaitu ya sudah kita jaga dan tubuhnya aja berujung diujat. Oke, sampai sekarang aku akan menjawab dengan pilihan yang sama. Covinnya tuh ada memang ada dan itu akan terus naik turun kayak kurva coy. Kayak yang kenapa kok naik ya karena ada mudik, karena mobilitas, karena ini kemarau, karena musim lagi jelek dan virus itu kalau humidity-nya tinggi, perkembangan akan tinggi dan dia akan bermutasi terus. Jadi Covid itu enggak akan pernah hilang.
35:26 dan pasti akan satu sesi naik dan satu sesi pasti turun. Ya, itu sama kayak TBC. TBC itu dari dulu sampai sekarang ada terus. Iya. Cuman gara-gara kemarin ada Bill Gates Mo di sini heboh semua. Oke. Iya kan? Kan kan kesal kan aku tuh kayak kenapa harus dihebohin dari dulu juga ada TBC itu enggak hilang, DBD juga enggak hilang. Sama kayak COVID itu enggak hilang. Kenapa naiknya sekarang? Ya karena mobilitas orang tuh lagi meningkat sekarang. Semakin peningkatan mobilitas ya Covid-nya akan ada. Terus solusinya gimana? Ya, masa kamu mau social distancing lagi? Enggak mungkin dong. Ya, terus apakah kita harus takut? Yang aku bingung tuh yang ditakutin tuh adalah kenapa gitu loh ya. Kan kita sudah hampir 5 tahun setelah COVID itu ya. Cara satu-satunya cuma menjaga daya tubuh deit. Jadi ya saat itu aku speak up tuh diujat beneran benaran diujat. Itu yang membuat akhirnya aku ngerasa
36:11 kayak oh ternyata enggak aku enggak sekuat itu mentalnya. Aku enggak sekuat ente ya yang bisa baca. Gua juga gua keluarin stat yang sama waktu itu dihujat juga. Aku tuh ingat staton. Aku cuma ngeluarin komen ini loh. Manganmangan masker. Intinya makan ya dokter kok menyepelekan jancuk. Aku tuh enggak ada menyepelekan sama sekali loh. Aku cuman bilang kita tuh enggak bisa ngapa-ngapain ya kan udah dituduh kanan kita terus yang vaksin. Apakah kita harus ambil vaksin? Itu kan pilihan masing-masing. Tapi kan diwajibin ad ya kan bukan salah saya yang mewajibkan. Bukan saya bukan dokter tilta yang mewajibkan. Kalau gua waktu itu orangnya kritis. Jadi ketika ada vaksin massal gua kan tahu ada beberapa perusahaan doang yang bikin jarumnya itu dan ya gua belilah sal perusahaan-perusahaannya dan untung luar biasa tapi yang menariknya dari oh untung luar biasa gua pas COVID gua untung luar biasa gua langsung pikir
36:57 beli jarum suntiknya perusahaannya bikin jarum suntiknya karena itu jarum suntik masih tiga kali kan belinya iya benar total jumlah penduduk Indonesia dikali tig jadi itu omsetnya naik luar biasa tinggia nah polio banyak hepatitis itu banyak kan sebenarnya penyakit-penyakit seperti itu. itu tuh enggak pernah dikasih sesuatu yang gratis, Dok. Itu orang bayar kan? Bayar untuk anak kecil aja vaksin pol itu bayar. Oke. Kenapa vaksin itu gratis tiga kali? Itu yang gua mikir. Logistiknya dari mana? Gua secara pengusaha ya ini uangnya dari mana? Uang siapa? Dan kenapa kenapa gratis? Itu enggak pernah masuk di gua. Lu polyo dibiarin mati kok. Mereka enggak pernah peduli sama lu. Jadi para elit ini menurut gua enggak pernah peduli sama kalian. Tapi kenapa yang ini dia peduli banget untuk masukin itu. Jadi dan gua ada beberapa lah teman-teman yang gua sebutnya orang kaya lah. Orang kaya treatment di saat
37:44 COVID dan orang biasa aja ini berbeda sekali, Dok. Contohnya private jet travel itu naik paling tinggi pas COVID. V perusahaan kayak freista jet segala macam tuh luar. Iya tu fake. Itu luar biasa, Dok. Kan gua punya teman-teman yang selalu naik private jet kan. Fck fak fak itu fact fake fake. Dan kayak fakta fakta sebenarnya orang kaya itu enggak terlalu terdampak Dok. kayak mereka bisa ketemu keluarganya, naik jet ke luar negeri, landing di Singapura. Jadi enggak pernah ada enggak pernah ada lockdown untuk orang kaya sebenarnya lah. Ya betul itu. Makanya kan nah apakah ini jadi pengkondisian nih untuk orang miskin nih? Makanya itu buat nurut. Karena gini menurut gua itu banyak yang lucu Dok. Contoh lift kebalik-balik ini gua tuh nanya bahkan dokter-dokter ya gua enggak mau sebut nama enggak enak banyak anganggap ini konyol dokter Indonesia dan dokter luar negeri. Apa sih lift itu begini ke belak pantat-pantatan? Saya saya enggak ikutin. Terus misalnya ada yang di depan
38:31 itu makan dikasih apa namanya kayak penjara itu dikasih plastik-plastik. Dikasih plastik. Nah, itu menurut gua mereka yang bikin ini bukan mikir ini untuk kesehatan sih, buat lucu menurut gua. Karena ketika lu udah punya semua uang di dunia yang lu pengin kontrol kan, lu pengin lihat, oh ini nurut enggak? Compli test menurut gua COVID itu siapa yang nurut siapa yang enggak. Jadi lu pantat-pantatan ya di lif itu lucu banget loh, Dok. Sumpah mereka benar-benar kayak ikutin loh. Kan gua tiap kali ke mall gua kayak ini orang-orang tolol ya begitu. Terus ketika gua berdiri tengah ada yang bilang ada yang kadang toel gua kan bilang kayak ini ikutin Mas enggak mau saya kamu suruh bikin saya ikutin. Dan gua di luar kamera Dok gua enggak pernah pakai masker. Jadi di luar kamera ada yang bilang, "Oh Timoti dulu pernah ada di apa pakai masker di kamera." Itu karena teman-teman gua tuh suruh gua pakai. Itu pun turun-turun kan. Karena
39:17 di kamera waktu itu sangat enggak lazim Dok. Kalau di kamera habis. Aku habis pasti siapapun lah. Siapapun pasti habis tuh. I tapi gua sebenarnya ketika gua jalan-jalan ke Bali ini personal gua gak pernah pakai masker kita masih bikin party di villa masih tapi itu kan statement yang memang dikeluarin oleh beberapa banyak orang sebenarnya bahwa yang dirugikan dari COVID itu sebenarnya adalah orang kaum menengah ke bawah menengah dan ke bawah iya dan itu yang yang kita spikap kan sebagai dokter gitu loh. Jadi dokter dulu tuh kebagi dua. Kita bicara blak-blakan ya. Jadi dokter saat itu kebagi dua. Aku ingat banget. Dan itu menghancurkan ee dokter kebagi dua dan itu menghancurkan ee lumayan image personal branding yang ngebuat akhirnya aku kayak kayaknya enggak bisa kalau kita tuh terlalu speak up, terlalu
40:03 brutal gitu. I ini beneran itu alasan kenapa kok Tirta berubah kan di podcast karena kan kamu ngomong duluan. Jadi aku akan ngomong duluan. Alasan berubah paling fatal ya aku merasa bahwa kalau kita speak up menjadi diri kita di Mesos itu kadang orang lain tidak bisa menerima diri kita. Oke, secara ilil secara real. Dan saat itu dokter kebagi dua. Ada dokter yang memang sangat saklek. Kita lihat sampai sekarang pun ketika COVID naik ya postingannya akan kayak gitu terus ya kan. Pastingannya akan kayak gitu terus. Tapi ada dokter yang juga berpikir ya kalau mereka kaum menengah ke bawah ini enggak disuruh kerja mereka tuh cuman punya dua pilihan. Mati karena COVID atau mati karena kelaparan. Udah decit itu aku kan ngomong itu ke mereka. Aku tuh masih ingat banget aku ngomong sama seniorku. Kalau edukasi kita kayak gini terus mereka cuman mati karena dua hal. Kalau enggak mati karena kelaparan,
40:48 mati karena COVID. Udah ya mereka mesti akan milih yang mati karena COVID. Iya. Karena setidaknya kan untung-untungan. Alah paling nanti ketularan. Kalau ketularan juga belum tentu mati. Tapi kalau mati kelaparan enggak makan itu pasti. Maka mereka memilih yang kedua kan. Ya sudah kita berisiko kita cari uang 925 terserah. Yang penting kita adaptasi new normal ending-nya kan kita akan ketularan juga. Benar ya? Iya. Tapi kalau kita edukasi kedua itu masih dihujat tim. Hmm. Hm. Lah itu kan endingnya aku. Aku tuh di cancel ini ya. Aku masih ingat banget, aku masih ingat banget nih. Aku masih ingat banget dan itu aku memaafkan tapi enggak akan pernah melupakan. Aku tuh ingat banget edukasi ee mengenai ee mangan-mangan masker terus viral dan aku kepergok nongkrong di kafe Hollywing. Oh ya kan
41:35 investmu kamu kan aku diujat itu aku diujat habis di situ. Oke. 1 tahun kemudian semua orang ngikutin yang hujat kan. I dan itu aku dua kali itu dihujat. pertama kali aku setelah setelah kayak gitu ee aku edukasinya dan aku edukasinya tidak saklek loh. Aku edukasi bilang aku dihujat gara-gara nong rangkulan sama temanku di Hollyw. Aku ingat banget. Terus kedua aku dihujat gara-gara edukasi mangan-mangan masker. Hm. 1 tahun kemudian orang lakuin semua. Semua ya. Dan itu gara-gara diujat itu ada dua brand besar itu nge-cancel jobku sepihak. Sepihak nyet. Sepihak. Jadi benar-benar udah DP-nya diambil, Mas. Kita enggak perlu. Oh, wow. Itu masih ingat banget aku. Aku masih ingat 20. Jadi ini sistematis kan sebenarnya. Apakah itu cancelnya netizen
42:21 beneran atau sistemnya cuman aku keselnya saat itu cuma satu adalah 1 tahun kemudian orang melakukan apa yang aku lakukan. Nah, dari pengalaman lu waktu itu Dok itu menurut lu sistematis. Oh, yang kalau itu sistematis. Itu kan alasan pengalaman atau netizen. Kalau menurut gua bukan cuma netizen biasa begini. Enggak. Kalau itu tuh sistematis kan. Enggak. Aku masih ingat banget itu Hollywing sama aku ngupdate I dan saat itu itu aku bisa jujur ya bisa tanya sama Ivan. Ivan itu manggil aku untuk diskus rapat ini enaknya mau diapain? Apakah kita kita tuh mau colollaps aparel terus kita akan menjual aparel ini terus nanti kita membagikan nasi bungkusnya Hollyw. Saat itu Hollywing ngeluarin nasi. Yuk kita terus habis meeting minum rangkulan ambyar coy. Hmm. Ambyar itu 2 hari 2 malam habis.
43:07 Dan yang hujat aku kau tahu siapa? Siapa dokter? Oke. Padahal waktu itu sama Ivan tuh pengin bagi-bagi makan. Karena gua ingat Ivan zaman itu dia pengin bagi-bagi nak itu sama aku sama baju yang buat baju nakes kan. Lah ya itu jadi buat teman-teman yang enggak tahu Holly Wings tuh supply banyak sekali makanan ke semua rumah sakit. Itu dan saat itu aku habis habis tanya Ivan habis itu berdua habis dan aku sama Hollywing tuh posisi bingung ee aku nyalahin adminnya adminnya minta maaf. Aku masih ingat adminnya minta, "Dok, kami enggak ngiracknya segede ini. Aku ingat caption-nya do aja golewing kamu kapan gitu." Nah, itu caption-nya kan. Akhirnya saling menyalahkan. Cuman aku kesalnya tuh edien semua orang melakukan dan itu lebih parah. Dan pas aku keluar Jakarta itu kayak enggak ada COVID. Itu yang buat aku tambah dongkol. Habis itu kan aku dongkol kan. Okelah setengah aku skip, aku ngaku salah, terus aku
43:53 direlawan tuh dicopot. Gara-gara kejadian itu aku enggak jadi relawan lagi. Wah, keos banget lah habis itu walaupun sehubunganku sama Ivan tetap membaik ya. Dan itu aparel masih ada, masih deadstok. Jadi kalau mau beli enggak apa-apa. Dan saat itu kita bingung gitu dan setengah tahun kemudian kita tuh traveling ke luar Jakarta tuh kayak enggak ada apa-apa. Nah, ini ini menarik nih. Karena gua juga pertama kali mata gua kebuka ketika waktu COVID kan ya. K gua sama teman-teman gua sih enggak mau di sini ya karena lockdown kan kita kabur ke Bali akhirnya gak ada. Nah di Bali itu unik sekali teman-teman mereka itu jadi benci karena mereka juga disuruh lockdown sama kan tapi orang Bali itu punya pikiran yang berbeda sama orang-orang Jakarta. Jadi pas gua ngomong sama sopir gua, "Beli kok enggak pakai enggak pakai masker." Ah persetan lah. Maksudnya ini kayak begini karena mereka ngerasa makannya mereka mau
44:38 dimatiin sama ini nih. Terus mereka ngerasa oh gua enggak peduli bagus mati aja karena gua enggak bisa makan di mereka. Benar benar kan daripada bagus mati aja gua katanya gitu. Iya daripada enggak bisa mati kelaparan ya mending ya mending kena Covid. Jadi yang ke brandw itu cuman orang Jakarta sebenarnya. Orang di Bali itu enggak ada yang kena propagandanya itu. Mereka buka semua kok masker. Ya, itu yang aku kesal tuh kenapa ya? Terus aku dicap pada waktu itu ada satu statement di Twitter itu aku ingat banget itu ngeselin banget. Aku masih ingat ada sejawatku bilang, "Gelarnya aja dokter tapi attitude-nya ternyata aslinya tidak menghargai orang-orang yang mati karena COVID." Wah, itu kesal banget aku sama statement itu. Aku ingat itu. Itu framingnya jelek. gitu. Framingnya jelek dan itu tweetnya viral dan itu yang ngeluarin dokter di Twitter aku masih ingat namanya DR R akunya hilang karena
45:24 kemarin kena kasus kena karma kau kan. Nah jadi pada waktu itu hanya karena aku saat itu ke edukasi aku apa waktu itu meeting sama Ivan terus ke framing yang mana akuin aku udah ke framing itu aku dihabisin sampai aku diframing bahwa aku tidak menghargai yang mati karena COVID. Oh, disangkutin. Sangkutin gara-gara nih orang-orang kayak kamu nih dokter tapi gara kamu malah mengajari orang nongkrong. Kamu tidak marga yang mati karena COVID. Wah, buset itu framingnya aku bingung tuh balasnya gimana. Hm. Sistematis kan framingnya ya. Framingnya bayangin kamu bayangin kamu tuh duduk ya nongkrong bertiga minum terus ada Ivan sama timnya senang-senang. Terus tiba-tiba pagi-pagi kamu diframing orang kayak kamu itu dokter nongkrong itu kamu di margai
46:10 orang yang mati karena COVID. Buset, aku tuh enggak ada menghujat orang yang wafat karena COVID. Aku berbela sukawal karena COVID. Tapi kan masa kita entapi virus itu. Iya. Setengah. Terus 202 kesal kan 2021 aku masih ingat orang melakukan apa yang ngelakuin. Persis persis coy. Heeh. Persis. Empat kali lebih parah. Dan EDN adalah ada yang mention loh kok semua jadi Tilta Hollywing semua lah kan. Terus akhirnya di 2025 orang melakukan apa yang ku lakuin olahraga. Nih asal buat kalian tahu kenapa aku olahraga. Ini adalah counter opini dari 2020. Aku masih konsisten mengedukasi dan walk. Kalau kata Pak D
46:56 walk the talk not only talk the talk tuh benar. Karena dari 2020 solusiku adalah makan olahraga masker dan aku laku sampai 2025. Nah, jadi benar kalau disebut sistematis aku sempat dongkol saat itu karena 2 hari 2 malam remuk terus financeku tuh hancur. Woh, itu hancur. Jadi selama 2021 sampai 2022 itu aku super bleeding. Jadi ini yang gua rasa teman-teman enggak tahu dan ini enggak cuma terjadi sama dokter Titta. Mungkin dokter Titra yang terjadi di Indonesia. Tapi di luar negeri banyak dok dokter yang kayak dokter yang punya bisnis lain. Jadi ketika dia keluarin opini tentang COVID virologis tuh ada yang terkenal virologis top. bisnis lainnya dihancurin dari belakang dengan cara tadi misalnya dia punya kalau dokter ti brand deal kan dia punya bisnis yang lain dihancur pakai cara yang lain mereka tuh punya caranya untuk oh ya lakukan ini secara sistematis jadi kalau orang keuangannya dijepit dan dari
47:42 depan cancel culture-nya dijepit pasti nyerah kan akhirnya bahkan lu waktu sempat diam juga kan akhirnya sampai sekarang kan sekarang sekarang sampai sekarang karena saat itu tuh wah itu benar sesuatu yang kalian enggak akan mau rasain karena tiap hari baca komen tuh enggak enak Padahal aku tuh hanya mengedukasikan. Intinya gini, kamu tuh enggak akan bisa menghindari COVID ini. Iya. Ya kan? Enggak bisa. Dia bukan bilang enggak ada virusnya kok ada. Aku kan bilang kita tuh bukan bilang virus ini enggak ada. Kita tuh selalu bilang virus ini ada. Cuman kita tuh enggak bisa menghindar orang kita enggak bisa lihat kok. Iya. Nah, kita cuman punya pilihan tuh tiga. Eder kita menjaga daya tubuh tetap bekerja. Deadit. Kita enggak bisa di dalam rumah terus terus takut kayak sekarang COVID tiba-tiba naik. Ini kan naik nih. Nih hari ini aku enggak tahu ini taying kapan ya? Setuju. Iya. Nak ah cepat ini cepat se tiba-tiba naik dar ini kan naik nih berita naik menjelang
48:27 kurban naik terus kita mau ngapain pertanyaanku kalau dokter-dokter terus kita mau ngapain iya apakah kita harus lagi kayak dulu duduk di rumah deitus waspada kan enggak benar apakah kita dengan cara kita mengedukasi dengan cara yang sama itu akan membuat COVID hilang terus DBD hilang enggak kita cuman akhirnya adalah menjaga tubuh dejit karena kalau ditanya tanya sama semua dokter obat penanganan virus apa bukan antibiotik ya cuman dia bet total dikasih suplai protein, vitamin B3 t bengek 5 hari dia akan gejala membaik. Kalaupun dia meninggal itu ametaminnya karena ada komorit yang memberatkan dan saat itu kamarnya penuh. Jadi sebenarnya COVID itu membuka bahwa fasilitas kesehatan kita kemarin itu kamarnya penuh i cukup tidak memadai tidak memadai gitu loh. Jadi kalau mau pasiennya aman, fasilitasi memadai.
49:14 Bayangin ICU-nya cuma empat, pasiennya 100 ya sudah pasti empat hidup sisanya wafat loh. Nah ini pertanyaan terakhir, Dok. Mungkin buat K yang COVID-Covid ini mungkin pertanyaan terakhir waktu karantina Dok, gua juga punya banyak teman yang suka keluar masuk sini ya. Ini seru nih karantina nih. Karantina ni kalau orang yang menengah tadi kita ngomong menengah ke atas sampai ke bawah deh. Bahkan bukan menengah, menengah ke atas sampai ke bawah. Ini mereka disuruh di tempat khusus. Tapi kalau yang di atas banget ini hotel bintang lima terus keluar dari belakang. Kalau yang intinya ya kenapa bisa begitu? Kalau emang real. Kalau itu aku enggak bisa jawab. Oke. Telak itu karena aku enggak tahu ya. Tapi aku bisa jawab. Memang COVID ini enggak berpengaruh apapun di orang yang sangat kaya. Kita ngomong di Singapura deh. Enggakak bukan bukan di Jakarta deh. Di Singapura bisa
49:59 begitu. Kita ambil kesimpulan pokoknya satu bahwa COVID ini enggak berpengaruh ke orang yang sangat kaya. Itu kesimpulan yang aku percaya sampai sekarang. Karena aku melihat justru karena COVID ini orang kaya tambah kaya. Oke. Aku melihatnya itu dan aku membaca artikel itu. Jadi kayak oke COVID itu justru membuat orang yang kaya itu jadi tambah kaya. Oke. Ekstrem kayanya. Enggak, enggak masuk akal-uler kayanya itu. Jadi enggak masuk akal. Iya. Eh, itu yang pertama tuh. Jadi aku merasa yang terdampak karena COVID ini adalah orang menengah ke bawah dan itu real. Orang-orang yang sangat kaya ini itu benar-benar enggak terdampak sama sekali dan bahkan tambah kaya. Contoh paling simpel, penjualan e-commerce tertinggi itu pas COVID. Oh, iya. Amazon naik semua pas COVID. Ini ini setuju ya? Setuju. Perjualan tertinggi paling gacor itu pas gacor tu kan. Perjualan
50:44 tertinggi pas COVID itu semua adalah bisnis digital. valuasinya enggak masuk akal. Iya. Terus penjualan enggak masuk akal, free shipping, promo enggak masuk akal. Itu semua terjadi COVID. Yaitu orang kaya baru. Sementara orang menengah ke bawah yang bisnisnya biasa-biasa aja itu yang kedampak. Makanya bleedingnya tuh enggak selesai-selesai sampai sekarang kan sampai sekarang enggak selesai-selesai. Sampai sekarang sampai sekarang enggak selesai. Tapi kalau orang-orang yang super kaya dia enggak akan kedampak. Benar katamu yang ke mana-mana superjet. Terus habis itu karantinya di hotel bintang lima dikasih makanan bintang lima. Kan ada tuh kalau enggak salah hotel bintang lima yang nnya di Narantina wilayah. Ada. Ada ada. Ada. Ada. dia COVID karantina di hotel bintang 5. Nah, yang enggak punya uang piye ya? Itu kan yang kita teriakkan dari kemarin. Tapi mungkin orang-orang baru berani ngomong ee sekarang dari kan COVID naik lagi. Terus ditambah kemarin yang paling aku krusial tuh kenapa Mas
51:31 Tirta enggak speak up mengenai uji coba vaksin TBC? Iya. Ya itu sesuatu yang enggak penting. Enggak penting. Enggak penting. Kenapa? Karena kenapa harus pick up? Ya yang ngedealin itu bukan dokternya ya. K tanya sama yang ngedeilin, tanya sama pemerintahnya gitu. Jangan tanya sama kita. Terus ini COVID naik lagi terus kita harus ngapain? Ya enggak ngapa-ngapain. Ngaso aja kan udah udah biasa aja. Udah biasa aja kau enggak usah ngapa-ngapain. Kayak emang TBC ini ada dari dulu ada sudah ada vaksinnya BCG kamu sudah menghadapi itu. Kenapa harus panik? Ya kamu panik karena kamu baca berita deit aslinya tuh enggak ada biasa-biasa aja gitu loh. Hidup normal 925 cari kerja cari uang deit. Kita tuh sudah susah sekarang ee dengan persaingan dan lay di mana-mana. Jadi kayaknya ditambah dengan isu COVID yang naik lagi ini kayaknya bisa membuat
52:16 orang panik. Oke, ini gua ada menuik sesuatu yang gua baru kayaknya 3 4 bulan ini pelajari, Dok. Jadi, gua baru karena mungkin pengaruh dari teman-teman juga, teman-teman gua tuh banyak yang semuanya sehat-sehat sebenarnya gua tuh paling enggak sehat lah di antara pergaulan gua ini. Gua paling enggak sehat. Teman-teman gua tuh semua suka lari, suka gym, suka hit. Olahraga. Olahraga gua cuman basket, itu pun waktu SMA dan sekarang sudah enggak pernah olahraga lagi. Ya paling gym seminggu sekali lah gitu. Itu kan mager-mageran. Jadi, longevity itu apakah kita sekarang itu di tahap yang teknologinya itu udah bisa untuk antiaging atau belum? Wah, ini menarik nih. Karena penelitian-penelitian tuh ada alasan kenapa kok sekarang ee teknologi yang terbarukan di Health itu penelitian mengenai stem cell? Bisa dijawab dan
53:02 prediksimu benar. Jadi, ee longevity di dalam usia ini akan menjadi sebuah isu terkini. Memang betul. Dan akhirnya ada dua pendapat di sini. Longevit yang pertama dia itu hidupnya dengan straight age aku bilang jadi ya menjauhi minum. Terus dia hidup tanpa rokok. Dia sangat clean eating olahraga tiap hari. Yang kedua itu dia fokus ke penelitian stem cell. Stemell ini kan sebenarnya penelitian dan anti-aging yang sudah dikembangkan di beberapa negara dan akan menjadi futur dari health. Dan itu jawabanmu benar. Iya. Nah, jawabanku adalah what if kalau kita bisa melakuin dua-duanya. Kalau di Indonesia untuk stem sendiri itu masih jarang ya. Ada beberapa klinik dari rumah sakit yang sudah ada tapi tidak Korea Selatan, Taiwan, Inggris dan
53:48 kawan-kawan sama Jepang. Jadi jawabannya itu benar. Kenapa kok orang olahraga? Karena ya endingnya adalah ini kembali lagi pas pandemi mereka tahu bahwa oh orang meninggal karena COVID rata-rata punya comorbit. Jadi mereka akhirnya ketakutan untuk comorbid ini kan jadinya mereka menjaga dengan healthy lifestyle gitu. Ivan aja lari kan sampai mereka buat semua itu aktif sayap putih cofe. Oh iya iya sayap suci koffe bikin bikin buat lari lari lagi. Itu adalah plot twist tidak aku menduga tiba-tiba buat event olahraga. Siawi. Karena gua juga bilang ke Ivan dan anak-anak menurut gua tren ke depannya akan berubah Dok. Jadi tren ke depannya tuh bukan cuman minum tuh udah enggak keren zaman sekarang. Yang keren tuh lari naik sepeda, main pedal tuh. Yang keren tuh itu. Jadi udah setuju udah mulai shifting. Nah ini pertanyaan gua. Pernah dengar Brian Johnson enggak ya? Nah, Bran Johnson kan punya misi dia
54:34 orang yang sangat kaya tadinya bikin startup sudah exit. Terus dia misinya gak untuk enggak pernah mati kan. Betul. Jadi dia itu bikin yang namanya blueprint. Jadi dari blueprint ini menurut dia yang pertama paling penting tuh tidur. I tidur habis itu makan kalau gua enggak salahul habis nutrisi yang masuk tuh. Jadi dia kontrol gini kalau makanan dia bukan apa yang dia pengin makan tapi apa yang organnya sebenarnya pengin makan. Jadi dia tanyanya terbalik tuh. Betul. Karena menurut dia organ tuh ada umurnya. Iya, betul. Jadi kalau lu bisa atur umur organnya itu lu bisa hidup basically lu bisa delay aging-nya. Jadi dia delay aging 0,67. Enggak tahu kalau dia benar atau salah kan. Jadi basically dia jadi manusia yang paling banyak dites semuanya ini untuk longevity. Karena tikus sekarang sudah bisa terbukti hidup lebih panjang sekarang. Iya. Tikus tuh sudah bisa.
55:22 Menurut lu mungkin enggak manusia itu bisa perpanjang anti perlambat seperti itu? Bisa dengan teknologi sekarang ya. Karena aku melihat sendiri ya masalahnya. Jadi, oh melihat sendiri. Iya, jadi melihat sendiri. Jadi, karena gua lagi pengen jadi penasaran gua jadi penasaran. Aku akan ngomong di tiga hal ini pertanyaan menarik. Aku enggak pernah ya namanya aku sudah menduga akan muncul pertanyaan-pertanyaan aneh kayak gitu. Asuk dia susah lagi jawab. Jadi ee itu jawaban benar banget si Bri tuh. Jadi dia bilang kan kalau enggak salah yang terakhir itu stres. Jadi di Oh iya. Jadi punya keluarga punya keluarga teman-teman. Jadi keluarga atau teman. Jadi dia bilang yang pertama tuh tidur. Betul. Tidur itu adalah saat si organ itu recovery. Makanya kan aku selalu bilang orang yang shift malam itu sudah satu langkah di belakang orang lain. Oh,
56:07 aku kan bilang gitu saat itu bahwa orang yang shift malam, kerja di waktu malam, shift-sif malam itu kita sudah satu langkah di belakang orang yang bisa tidur saat malam. Karena ketika malam recovery organ kita itu maksimal. Jadi ibaratnya kalau richars dia maksimal. Recovery saat siang tuh benar tapi enggak semaksimal malam. Dia bilang kedua makan yang dibutuhkan oleh tubuh. Itu yang dikeluar-karin sama orang. H lu bisnis apa paling laku di Indonesia? Makanan manis kan? Minuman manis kan? Itu racun kan? Itu memperpendek umur. Karena kita tuh sudah makan gula dari nasi terus kau tambahin sama minuman manis. Tapi faktanya orang Indonesia es teh jumbo sama kopi susu gula aren itu adalah dua minuman yang paling laris di Indonesia. Tapi gua itu kopi susu gula aren tuh apa sih yang diminum itu? Gua gua jujur ya kalau kopinya enggak amerikan gua enggak bisa kupah kopi
56:53 kasih gula. Iya gua gak gua enggak bisa gulanya. Jadi gulanya dari susu laktos. Iya, itu sama gula tambahan. Bukannya enggak enak kayak kopi harusnya rasanya enggak pakai gul. Tapi orang Indonesia tuh suka manis. Oh, makanya pas aku lihat industri apapun yang di Indonesia laku yang kaya tuh pasti este manis. Pantes Dok gua tuh kadang ke kafe ya yang biasa gua enggak datangin gua
…