0:00 Dan saudara, selama 6 bulan dia meninggal karena sakit kanker katanya. Ternyata mengagetkan di tubuhnya tidak ditemukan satu benih kanker sedikit pun. Ini kisah nyata Bapak Ibu. Jadi dia meninggal yang katanya karena kanker tidak ada kanker di tubuhnya. Berarti saya mau tanya sama Bapak Ibu menurut Bapak Ibu dia matinya kenapa? Ketakutan kan? Setelah beberapa bulan dilakukan eksperimen, kaget sekali. Ketika mereka diinterview 12-12-nya bilang begini, mereka merasakan badan mereka fit. Bahayanya pikiran 6 bulan mati beneran
0:46 tanpa kanser hanya karena ketakutan. Orang-orang yang eksperimen betul-betul mengalami fisiknya sehat karena membayangkan. Karena itu pikiran sangat berbahaya. Saya mau kasih contoh Bapak Ibu ya. Yang namanya ketakutan tuh ngeri. Ini kisah nyata. Ada seorang anak muda di Amerika. Dia badannya beberapa waktu terakhir itu mengalami apa? Enggak enak badan lah. Biasa yang namanya orang gak enak badan ya. Betul ya. Dia cek ke dokter. Bapak Ibu tahu apa yang dialami waktu cek ke dokter?
1:31 Dokter mengatakan kamu terkena kanker dan umurmu tinggal 6 bulan. 6 bulan. Singkat cerita, 6 bulan kemudian jitu nih dokter dia meninggal. Keluarganya bingung karena ana ini gak pernah cerita gitu loh. Sampai akhirnya ketika dia meninggal mereka menemukan bagaimana anak ini periksa ke dokter dan divonis kanser dan sebagainya. Kemudian mereka bingung kok enggak ada bukti dan data yang jelas bahwa anak ini terkena kanker. Lalu mereka meminta supaya tubuh anak ini diutopsi.
2:17 Dan saudara, selama 6 bulan dia meninggal karena sakit kanker katanya. Ternyata mengagetkan di tubuhnya tidak ditemukan satu benih kanker sedikit pun. Ini kisah nyata Bapak Ibu. Jadi dia meninggal yang katanya karena kanker tidak ada kanker di tubuhnya. Berarti saya mau tanya sama Bapak Ibu. Menurut Bapak Ibu, dia matinya kenapa? Ketakutan kan? Ini bahayanya kalau Bapak Ibu sampai ketakutan seperti itu, takut besok gak bisa makan, takut kerjaan gimana, takut gimana gimana, bahaya sampai 6 bulan benar-benar mati karena ketakutan. Nah, ada sebuah contoh yang lain lagi menunjukkan bahwa ketakutan itu sangat
3:03 berbahaya. Jadi, pagi ini gak boleh takut. Saya berdoa di hari kemerdekaan jemaat GBI Shalom merdeka dari rasa takut. Amin. Takut gak dapat jodoh. Takut loh. Iya kan loh sudah ketawa-ketawa yang gak dapat jodoh. Belum dapat. Belum dapat. Belum dapat. Bukan gak dapat ya. Belum dapat. Takut enggak dapat jodoh. Aduh gimana umur sudah tambah kok belum ada yang lirik-lirik apalagi PDKT. Aduh gimana takut pekerjaan gimana? Kok kondisi tambah sepi? Kok kondisi tambah susah? Takut di PHK, perusahaan lagi susah. Gimana kalau saya yang dijadi dipilih untuk di PHK? Takut segala macam. Hati-hati. 6 bulan meninggal
3:48 tanpa kanser. 6 bulan karena apa? Takut. Ada sebuah percobaan yang baru beberapa tahun lalu dilakukan oleh sebuah universitas besar di Amerika. Percobaannya seperti ini. Keren banget. Mereka me apa ya? Memakai 12 orang yang berbeda-beda dari berbagai latar belakang. 12 orang melakukan sebuah eksperimen. Eksperimennya seperti ini. Nah, ini boleh nih anak-anak muda yang mau coba eksperimen ini. Eksperimennya begini. Mereka disuruh membayangkan. Membayangkan cuman membayangkan. Gampang kan? Mereka disuruh membayangkan secara
4:35 rutin, secara rutin beberapa bulan gitu loh, dua atau 2 bulan atau 3 bulan saya lupa. Mereka membayangkan apa? Pergi ke gym. Bayangkan. Jadi jalan buka pintu gym-nya, pintu apa? Fitness-nya. Terus kemudian datangin alat barbel misalnya ya, misalnya 5 kilo ambil. Jadi mereka bayangin bayangin tuh sampai gini ambil barbelnya lalu angkat lah. Waktu imajinasi rasakan. Rasakan beratnya barble. Jadi bukan cuman bayangin doang, tapi rasakan beratnya
5:20 barbel. Bayangin diangkat. Kan 5 kilo ndak mungkin gini ya. Ah ini bukan bayangin saudara. Ini bukan bayangin. Bayangin benar-benar rasakan di aliran darahmu lah. Rasakan di otot-ototmu. Kamu seperti mengangkat barbel 5 kilo. Dibayangin lakukan berapa kali? Misalnya 10 kali. bayangin. Nah, ini mereka disuruh seperti ini. Setelah beberapa bulan dilakukan eksperimen, kaget sekali. Ketika mereka diinterview 12-12-nya bilang begini, mereka merasakan badan
6:06 mereka fit. Tapi kalau itu kan subjektif ya. Benar enggak? enggak terima yang percobaan. Mereka melakukan pengukuran masa otot 12 orang ini dan mengejutkan masa otot mereka naik 13%. Cuman bayangin saya mau bayangin kurus kurus belum pernah, Pak. Belum pernah belum sempat, Pak, membayangkan sibuk pelayanan, Pak. Tapi waktu saya mendengar hasil penelitian ini, saya terkejut, Bapak, Ibu. Kekuatan
6:53 membayangkan seperti itu. Ini orang dunia loh, orang dunia melakukan percobaan bisa ternyata seperti itu loh, Pak. Lalu Anda bilang begini, "Kalau gitu enak gitu aja, Bu. Enggak usah repot-repot ke fitness loh. Anda coba aja. Coba membayangkan ngangkat barbel 5 kilo. Gampang gak bayangin doang? Enggak. Karena apa? Karena kepikiran kita sudah cenderung biasa liar. Iya gak? Nanti bayangkan ngangkat barbel tiba-tiba bayangin ayam goreng. Lupa gini enggak jalan, gak jalan eksperimennya. Ya kan? Jadi kalau ini benar-benar yang membuat saya terkesan cuman membayangkan bisa ngaruh ke fisik
7:40 cuman membayangkan bisa sungguh-sungguh menjadi real. Bayangkan tiap hari yang Anda bayangkan tanggal tua enggak nututin ini tanggal deadline mati aku. Mampus aku. Bayangkan terus melakukan beberapa bulan apa enggak mati beneran. Bahayanya pikiran 6 bulan mati beneran tanpa kanser hanya karena ketakutan. Orang-orang yang eksperimen betul-betul mengalami fisiknya sehat karena membayangkan. Karena itu pikiran sangat berbahaya.
8:26 Saya berdoa apapun yang Anda takutkan pagi ini, berhati-hatilah apa yang kau takutkan. Kata kitab Ayub. Kita buka yuk. Kitab Ayub pasal 3 ayat 25. Saya berdoa ini cukup menakutkan buat saudara supaya Anda tidak main pikiran yang aneh-aneh. Yuk, kita baca sama-sama. 1 2 3. Karena yang berimaku yang mendatangku. Ayub mengalami dia takut anak-anaknya bikin dosa. Makanya dia rajin sekali bikin ibadah tiap hari membangun mespa karena
9:12 ketakutan, bukan karena cinta Tuhan. Apa yang terjadi akhirnya? Anak-anaknya betul-betul hidup di dalam dosa. Anak-anaknya akhirnya hilang semuanya. Ayub takut. Bapak, Ibu hati-hati. Ada seorang datang kepada saya. Saya takut mati, Bu. Hati-hati malah cepat mati. Saya takut enggak dapat jodoh. Hati-hati. Katakan yang jomblo-jomblo sama-sama jomblo, jangan takut. Kamu pasti laris manis kayak kacang goreng. Bilang begitu, Saudara. Sama yang jomblo-jomblo. Kalau yang sebelahnya tahu, sebelahnya jomblo, sentuh dan bilang begini toel. Dia bilang gini, "Jangan takut kamu laris manis kayak kacang goreng sampai orang itu ndak
9:57 tahan benar-benar ngejarin kamu. Luar biasa." Nah, amin, Saudara. Jadi, ini apa yang kita takutkan, apa yang kita pikirkan itu yang terjadi kata Amsal. Apa yang kita takutkan itu bisa sungguh-sungguh menjadi menimpa kita. Itu kata kitab Ayub. Berarti setuju ya, bahwa hari ini yang namanya takut bahaya sekali.