BAWEL CEREWET NGELUH NGOMEL MENGGERUTU - PETER GUNTUR

Peter Guntur www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Khotbah ini membahas tentang kebiasaan buruk yang menghalangi berkat Tuhan, khususnya kebiasaan mengeluh dan tidak bersyukur seperti yang dilakukan bangsa Israel. Pentingnya menjaga perkataan dan menggunakannya untuk memberkati orang lain serta memuliakan nama Tuhan ditekankan.

  • Jaga lidah dan perkataan.
  • Bersyukur dalam segala kondisi.
  • Gunakan perkataan untuk memberkati dan memuliakan Tuhan.

Pendahuluan

Khotbah ini membahas kebiasaan buruk yang menghalangi bangsa Israel memasuki tanah perjanjian, yang juga menjadi peringatan bagi orang Kristen di akhir zaman. Salah satu kebiasaan buruk yang sering tidak disadari adalah perkataan yang tidak terkontrol, seperti mengomel, menggerutu, dan tidak bersyukur.

Kendalikan Mulutmu

Seringkali konflik dan masalah muncul karena ketidakmampuan mengendalikan lidah dan bibir. Bangsa Israel sering mengeluh dan tidak bersyukur meskipun telah melihat kemuliaan Tuhan. Mulut seharusnya digunakan untuk memberkati orang lain dan memuliakan nama Tuhan, bukan untuk mengeluh dan mengomel. Orang Kristen harus bisa mengendalikan diri dan tidak menjadi orang yang cerewet dan suka komplain.

Akibat Bersungut-sungut

Dalam 1 Korintus 10:10, diingatkan untuk tidak bersungut-sungut seperti yang dilakukan bangsa Israel sehingga mereka dibinasakan. Orang yang suka mengomel, menggerutu, dan mengeluh disebut "bajingan" dalam Alkitab. Bilangan 16:41-49 menceritakan bagaimana bangsa Israel bersungut-sungut kepada Musa dan Harun, yang membuat Tuhan murka dan hendak menghancurkan mereka.

Kuasa Perkataan

Firman Tuhan dalam Bilangan 14:28 menyatakan bahwa apa yang kita katakan akan terjadi. Mulut memiliki kuasa untuk mendatangkan hidup dan mati. Oleh karena itu, mulai hari ini, kita harus berbicara yang baik, bahkan ketika melihat hal yang buruk. Alih-alih mengomel dan mengeluh, kita harus memperkatakan janji Tuhan dan hal-hal positif.

Hati yang Penuh Firman

Perkataan yang keluar dari mulut berasal dari hati. Jika hati diisi dengan firman Tuhan, maka perkataan yang keluar juga akan menjadi berkat. Menjadi orang Kristen harus serius dan mengalami perubahan karakter. Lidah dan bibir harus digunakan dengan kuasa dan otoritas untuk menyampaikan firman Allah.

Konsekuensi Negatif dan Peringatan

Kebiasaan buruk berbicara negatif tentang orang lain akan berdampak buruk pada hidup kita. Bangsa Israel yang mengeluh dan menggerutu mengalami konsekuensi berupa kematian di padang gurun. Jika kita menjaga lidah dan bibir, kita akan mencapai garis akhir dengan baik dan menerima berkat besar dari Tuhan. Mulut harus digunakan untuk memberkati dan memuliakan nama Tuhan.

Bersyukur dalam Segala Hal

Salah satu kebiasaan buruk adalah kurang bersyukur dan tidak menikmati berkat Tuhan. Padahal, Tuhan sangat baik kepada kita. Kita harus bersyukur karena masih hidup dan memiliki tujuan dari Tuhan. Hidup ini bukan untuk mengomel, melainkan untuk melakukan kehendak Tuhan.

Dampak Perkataan dan Tindakan Sederhana

Hidup kita harus menjadi berkat dan memberi dampak bagi banyak orang, bukan hanya berisi komplain dan keributan. Kita harus merenungkan firman Tuhan setiap hari agar hidup kita semakin berdampak dan berotoritas. Dalam kondisi apapun, jangan pernah mengeluh atau mempertanyakan Tuhan.

Pentingnya Menjaga Perkataan

Hati-hati dengan lidah dan bibir, karena perkataan yang diucapkan dalam kemarahan dapat diingat seumur hidup dan menyebabkan kepahitan. Lidah yang pendek dapat menghancurkan atau membangun seseorang. Kita harus lebih suka berbicara yang baik daripada yang buruk.

Mulut yang Diurapi

Mulut kita harus penuh dengan hikmat, pengertian, pujian, dan pengagungan untuk Tuhan. Dalam kondisi apapun, jangan pernah mengeluh atau mempertanyakan Tuhan. Tuhan selalu menyertai, memberkati, dan menuntun kita.

Hidup yang Memberkati

Hidup kita harus digunakan untuk menjadi berkat bagi banyak orang dan janji Tuhan harus terjadi dalam hidup kita. Kita harus memiliki kuasa dan otoritas sebagai orang percaya. Meskipun sudah tua, Tuhan tetap ingin memakai hidup kita untuk menjadi berkat. Lakukan kebaikan setiap hari, minimal tiga kebaikan.

Kebiasaan Baik dan Bersyukur

Melakukan hal-hal sederhana dengan baik setiap hari akan menjadi kebiasaan. Jika kita terbiasa melakukan hal yang baik, kita tidak akan mengeluh atau mengomel, melainkan selalu bersyukur kepada Tuhan. Bersyukurlah atas kesehatan, makanan, pakaian, dan segala berkat yang Tuhan berikan.

Berdoa dengan Bersyukur

Jangan hanya mengeluh dan mengomel saat berdoa. Belajarlah untuk hidup memberi diri kepada Tuhan, bersyukur, dan menikmati apa yang Tuhan sediakan. Tuhan tetap baik dan memberikan yang terbaik. Tuhan ingin membawa kita naik ke level yang berbeda.

Kebahagiaan dan Bersyukur

Seringkali kita tidak bahagia karena tidak pernah bersyukur, terutama saat menghadapi hal-hal buruk. Bersyukurlah bahkan saat dituduh, difitnah, atau tidak punya uang. Nikmati hidup dengan bahagia dan jangan pernah komplain, bahkan dalam kondisi buruk sekalipun.

Kesetiaan dalam Ujian

Dalam kondisi sulit, jangan pernah mempertanyakan Tuhan. Tuhan tetap baik dan akan memulihkan kita. Ujian mengajarkan kita untuk rendah hati. Jika doa belum dijawab, bukan berarti Tuhan tidak mendengar, melainkan Dia melihat respon hati kita.

Penyembahan

Sesi penyembahan dan pujian kepada Tuhan.

Doa

Doa memohon kemampuan untuk berjalan dalam kesucian dan kekudusan, serta menjadi orang kesayangan Tuhan.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Ada kebiasaan-kebiasaan buruk yang menghalangi bangsa Israel masuk ke tanah perjanjian. Dan itu diulang lagi di 1 Korintus pasal yang ke-10 itu sebagai peringatan kita untuk orang Kristen yang hidup di akhir zaman. Itu banyak sekali peringatan di 1 Korintus pasal yang ke-10. Salah satunya saya mau bahas ini supaya kita tidak mengikuti apa yang pernah dilakukan oleh bangsa Israel. Coba sekarang kita lihat di 1 Korintus pasal yang ke-10. Ini sebenarnya banyak sekali, tapi kita baca di ayat yang ke-10-nya. Salah satu kebiasaan buruk yang seringki ada dalam hidup kita tanpa kita sadari. Karena persoalan itu kebanyakan biasanya dalam kehidupan kita tuh munculnya tidak jauh dari hidung kita. 2 senti di

0:46 bawah hidung. Apa itu? Hah? Mulutmu seringkiali jadi trouble loh. Kita konflik dengan orang, kita ribut dengan orang, kita enggak cocok dengan orang lain karena kita enggak bisa kontrol dan kendalikan lidah bibir kita. Kita ngomong serampangan dan ujungnya itu mendatangkan malapetaka buat diri kita sendiri. Bangsa Israel juga mengalami yang sama. Mulutnya isinya ngomel, gerutung, ngeluh, dan tidak pernah bersyukur. Padahal dengan mata kepalanya sendiri mereka melihat kemuliaan Tuhan loh. Tapi kita harus belajar bersyukur dalam kondisi apapun. Amin. Amin. Mulutmu dipakai untuk jadi berkat buat orang lain. Katakan, "Mulut saya." Mulut saya untuk memberkati orang lain. Orang lain jadi berkat

1:32 untuk orang lain dan mempermuliakan nama Tuhan. Kita harus bisa kendalikan ini. Kalau tidak kita menjadi orang Kristen yang cerewet, bawel, ngeluh. Komplain terus sama suami, komplain sama anak, komplain sama tetangga, komplain sama anjing dan kucing enggak nurut. Komplain juga digebukin sampean. Tapi kita menjadi orang yang bisa mengendalikan diri, menguasai diri dengan baik. Bangsa Israel isinya komplain terus. Di 1 Korintus pasal yang ke-10 mulai ayat yang ke-10. Dan janganlah bersungut-sungut seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut. Mati gara-gara mulutnya ngomel gerutu. Alkitab bilangan katakan orang-orang yang suka ngomel grutu ngeluh itu disebutnya orang-orang bajingan. Ya, ada

2:18 loh kata dalam bajingan, dalam Alkitab. Coba sekarang kita lihat kita lihat di Bilangan pasal yang ke-16 ayat 41 sampai 49. Tapi pada keesokan harinya bersungut-sungutlah segenap orang Israel pada Musa dan Harun. Kata mereka, "Kamu telah membunuh umat Tuhan." Ketika umat itu berkumpul melawan Musa dan Harun dan mereka memalingkan mukanya arah kemahtemuan. Maka kelihatlah awan itu menutupi, tampaklah kemuliaan Tuhan. Lalu pergilah Musa dan Ar kemah pertemuan itu. Maka berfirmanlah Tuhan, ayat yang keempat-empat-nya. Maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa, pergilah di tengah-teng supaya kuhancurkan mereka dalam sekejap mata. Akhirnya apa? Tolong please jangan ngomong, jangan ngobrol kalau ibadah ya. Fokus sama Tuhan. Mungkin kalian kalau tempat

3:04 ibadah lain boleh ngobrol. Di sini tidak boleh ngobrol. Fokus sama saya. Kalian di sini dididik, diajarin supaya bertumbuh jadi orang yang berbeda. Amin. Amin. Tersinggung. Bagus. Kalau tersinggung nanti enggak doain makan kalau tersinggung. Coba sekarang kita lihat lihat di Bilangan pasal 14. Katakanlah kepada mereka, "Demi aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan bahwasanya seperti yang kamu katakan di hadapanku," perhatikan ya, seperti apa yang kamu katakan di hadapanku, lihat ini. Demikianlah akan kulakukan kepadamu di padang gurun ini. Hati-hati loh dengan lidah, bibirmu loh. Kamu ngomong apa itu yang akan dilakukan Tuhan. Makanya kata Alkitab, mulut kita itu berkuasa sekali.

3:50 Hidup dan mati kita dikuasain oleh lidah. Tergantung kita ngomong apa loh. Hidup dan mati kita dikuasai lidah. Siapa menggemakannya akan makan buahnya. Kita menggemakan apa? Ngomong yang baik, kita tua yang baik. Ngomong yang buruk, kita tua yang buruk. Katakan amin. Amin. Mulai hari ini ngomong yang baik saja. Sekalipun kita ngelihat enggak baik. Coba bayangin kalau kita ngelihat orang buruk, kelakuannya jelek, bencno, ngeselin jengkelin nyakitin kita kebiasaan ngomong apa? Burung. Harusnya yang kita lihat, kita perkatakan adalah perkataan yang baik. Janji Tuhan terhadap Dia. Tuhan mau pakai dia, Tuhan mau urapin dia, Tuhan mau ubahkan. Kalau kita ngomong itu, Tuhan akan lakukan itu. Amin. Tapi kebanyakan kita ngomongnya ngomel, gerut ngeluh. Dan ujungnya apa? Lihat

4:36 ini. Bangsa Israel ngomel, ngel gerut dan ngomong enggak kar enggak ada bersyukurnya. Dikasih daging, dikasih minta daging, dikasih daging. Makan sampai keluar dari hidungnya masih ngomel, grutu terus. Ini orang isinya komplain terus, mulutnya jahat. Apa yang kita katakan dari lidah bibir itu berasal dari hati loh. Hatimu sekarang diisi apa? Di sini diisi firman. Makanya keluarnya harus firman. Katakan amin. Jadi orang Kristen tuh harus serius ikut Tuhan. Enggak ada main-main orang. Jadi orang Kristen harus berubah karakternya. Tidak boleh main-main. Saya ikut Tuhan tidak main-main. Saya mau pakai lidah bibir saya penuh kuasa dan otoritas. Saya pengin menjadi penyampai penyambung lidahnya Allah. Sehingga apa yang saya katakan A terjadi, B terjadi sesuai

5:22 dengan apa kata firman Tuhan. Ada pepatah Jawa bagus sekali sabdopandi ratu. Apa yang dikatakan menjadi hukum dan ketetapan ada kuasanya dalam lidah bibir kita lah. Isinya komplain, ngeluh, grutung, ngomel, enggak bersyukur sama Tuhan. Jadi kebiasaan buruk, kebiasaan ngomong jelek tentang orang lain. Itu yang akan terjadi dalam hidupmu. Dan mulai hari ini harus berubah. Bangsa Israel ngeluh, ngerutu, ngomel. Lihat apa yang terjadi dan bangkai-bangkaimu akan berantaran, yakni semua orang di antara kamu dicatat semua tanpa terkecuali yang berumur 20 tahun ke atas karena kamu telah bersungut-sungut kepadaku. Bangsa Israel yang umurnya 20 tahun ke atas mati di padang gurun enggak masuk tanah perjanjian. Harusnya semua bangsa Israel masuk ke tanah perjanjian menikmati apa yang Tuhan janjikan. Sama seperti hidup

6:09 Bapak, Ibu semuanya di tempat ini. Kalau kamu jalan sesuai dengan ketetapan Tuhan, kamu jaga lidah birimirmu, kamu akan masuk finish well, finish strong. Kamu akan menerima jatah yang besar yang Tuhan siapkan dalam hidupmu. Tapi kalau kamu enggak jaga lidah bibirmu, ini salah satunya loh dosanya orang Israel ini sebagai peringatan orang Kristen di akhir zamannya mulut nih. Masih banyak lagi nih di 1 Korintus pasal yang ke-10 dosa ni bangsa Israel berontak dan lain sebagainya ragus seraka dan tamak. Kita belajar dari lidah bibir kita saja. Mulutmu harus dipakai jadi berkat buat banyak orang untuk mempermuliakan nama Tuhan. Katakan amin. Amin. Kalau enggak, engkau enggak akan terima jatah yang besar dari Tuhan. Itu jadi kebiasaan buruk seperti yang Pak Nur khotbahkan. Salah satu kebiasaan yang kurang bersyukur, ngomel, gerutu, enggak

6:56 pernah menikmati apa yang Tuhan berikan. Padahal Tuhan terlalu baik sama kita. Kita lihat beberapa tahun yang lalu kan banyak tetangga kita meninggal dipanggil Tuhan kan gara-gara pandemi kan. Betul apa enggak? Betul. Kita bersyukur sampai hari ini hidup kan. Bersyukur apa tidak bisa? Apakah Tuhan selesai dengan hidup kita? Belum selesai. Tuhan punya maksud dan tujuan. Kenapa hidup sampai hari ini? Bukan untuk ngomel, bukan untuk gerut untuk melakukan apa yang Tuhan tetapkan dalam hidup kita. Sampai garis akhir kita akan didapati menjadi orang-orang yang berkenan di hadapan Tuhan. Hidupmu akan jadi berkat bagi banyak orang. Memberi dampak bagi banyak orang. Bukan isinya komplain terus ribut kanan tetangga kanan kiri kamu piar anjing anjingmu stres karena kamu sering mau

7:42 melel-omelin kurus bisa stroke anjingnya malahan kalau diomel-omelin karena bosnya cerewetnya bukan main makanya Alkitab harus kita renungkan, kita lakukan setiap hari supaya hidup kita ini semakin hari semakin memiliki dampak dan otoritas yang besar. Amin. Amin. Dalam kondisi apapun tanya istri saya, saya gak pernah ngeluh. tanya never. Dan saya gak pernah maki orang dengan kata-kata binatang. Saya enggak pernah ngomong kotor dalam lidah bibir saya. Saya jagain lidah bibir saya begitu rupa. Dari masa kecil Tuhan sudah persiapkan saya orang-orang seb saya sebaya saya itu kan saya enggak boleh gaul sama anak-anak kampung itu sekalipun saya tinggal di kampung saya suruh belajar enggak boleh ngomong kotor, enggak boleh ngomong semang ternyata Tuhan pakai orang tua saya itu

8:28 ngajarin saya itu punya tata krama dan etika untuk ngomong yang baik. Orang itu banyak waktu kecil teman-teman sebaya saya itu anak-anak sekarang itu ngomongnya itu ngomong kotor tuh orang Jawa sebutnya miso-misuh. Setiap daerah kan punya kata kata-kata apa itu namanya tuh? Kata-kata kotor masing-masing kan. Mau Jawa, mau luar Jawa, mau Batak, mau apapun juga punya kata-kata makian yang berbeda. Saya tidak pernah dan tidak pernah ngomong apapun. Dan ternyata Tuhan persiapkan suatu hari saya jadi hamba Tuhan sampai real. Hari ini hal yang sama terjadi dalam hidupi, Bapak, Ibu. Mulutmu dipakai memberkati orang lain. Hati-hati dengan lidah bibir kita. Kita ngomong 5 menit lupa dengan ngomong nada marah maki-maki, teriak-teriak. Yang kita omongin bisa ingat seumur hidupnya dan bisa kepahitan.

9:14 Kita yang ngomong lupa. Hati-hati kita meski kendalikan lidah, bibir kita. Lidah kan hanya ini. Hanya pendek doang kan. Tapi ini bisa menghancurkan. Ini juga bisa membangun seseorang. Ini bisa membuat orang itu semakin kokoh, teguh, atau membuat orang itu hancur berantakan. Dan kebanyakan kita lebih suka ngomong yang buruk daripada ngomong yang jelek. Tapi di sini gak ada. Di sini ngomongnya baik semua. Amin. Amin. Ini mulutnya ini mulutnya yang penuh dengan hikmat dan pengertian. Haleluya. Mulut ibu-ibu yang diurapi Tuhan. Amin. Diurapi. Amin. Mulutnya penuh dengan firman Tuhan. Amin. Enggak ada yang

10:01 enggak ada. Mulutnya penuh dengan kata-kata hikmat, pujian, pengagungan untuk Tuhan. Haleluya. Dalam kondisi apapun jangan pernah ngeluh, jangan pernah ngomel, jangan pernah mempertanyakan Tuhan. Saya sama istri saya itu pernah di titik terendah. Orang lain gak tahu kondisi kita. Yang tahu Tuhan dan kita berdua. Hanya ada beberapa orang dekat aja tahu. Kita tidak pernah ng jalan sama Tuhan. Kita buktikan kok sejak tahun 96 sampai hari ini saya dari laut baru melayani itu jadi hamba Tuhan. Tuhan tidak pernah meninggalkan. Tuhan selalu berkati. Tuhan selalu cukupi. Tuhan selalu tuntun. Tuhan maunya bawa kita naik level ke level yang berbeda.

10:47 Amin. Coba lagi kalau kita berjalan dengan firman setiap hari dia tidak pernah meninggalkan. Bapak-bapak, Ibu-ibu tahu enggak? Hidupmu harusnya dipakai untuk jadi berkat bagi banyak orang. Harusnya janji Tuhan terjadi dalam hidupmu. Alkitab katakan kamu tumang tangan orang sakit, orang sakit akan disembuhkan. Orang lumpuh berjalan, orang buta melihat, orang buta makan. Anak muda kelihatannya kalian ya. Kita doa orang lumpuh melihat orang buta berjalan. Hah? Mulai mulai nangkap kayaknya ini kita doa orang buta melihat orang lumpuh berjalan. Bukan orang buta berjalan, orang lumpuh melihat. Iya memang itu enggak terjadi apa-apa. Artinya

11:34 kita harusnya memiliki kuasa dan otoritas loh. Harusnya setiap orang percaya. Alkitab katakan itu janji kepada semua orang kan. Alkitab di kitab Yohanes katakan kalau kamu percaya kepadaku, kamu akan melakukan hal yang lebih besar yang pernah aku lakukan di muka bumi ini. Tapi nyatanya orang Kristen enggak ke mana-mana. Saya ajarin di tempat ini Bapak Ibu akan melakukan hal-hal yang besar. Loh, Pak, aku sudah tua. Aku aku enggak bisa ngapa-ngapain. Aku sudah tua. Aku enggak tahulah apa yang harus kuk kerjakan. Jalan sama Tuhan. Di sisa umur yang Tuhan percayakan, Tuhan mau pakai hidupmu jadi berkat. Enggak bisa khotbah ngomong baik dengan tetanggamu, ngomong baik dengan temanmu, enggak bisa memberkati banyak orang. Kamu bisa kok kasih Aqua.

12:19 Kasih makan secukupnya memberkati. Enggak bisa memberkati. Kamu teguhkan, kamu doakan setiap orang pakai hidupmu jadi berkat. Tadi Pak Nur ajarin loh satu hari minimal melakukan satu kebaikan. Tapi kita punya prinsip moto lebih powerful lagi. Satu hari kita minimal melakukan tiga kebaikan. Kamu senyum kanan kiri coba lihat senyum kamu sudah berbuat baik enggak ini? Coba kamu besengut mencucu mulutmu, mencucu matamu, mendelik-mendelik gitu ya. Apa yang terjadi itu? Hah? Oh, ini orang darah tinggi kali ya. Terus nanti jalan keluar ketemu security bilang "Hei Pak." Kan orang dihormatin, dihargai. Datang ke toilet ada OB bersihin.

13:06 Makasih ya, Mas. Dia merasa senang loh kerjanya daripada heh jorok ini apa segala macam terus makan nanti makan bakso. Ini baksonya enggak enak ini. Apa nih? Dilempar panci loh lama-lama ngomong kayak gitu. Betul apa enggak? Terus sama tetangga ngelihat isinya ribut sama tetangga. Oh ini berisik itu geger enggak? Tapi kalau sama tetangga gimana kabarmu? Tuhan memberkati ya. Gimana bisnis lancar? Baik, Bapak gimana kabarnya? Baik, enak angkat omong pakai mulut ini jadi berkat. Hal yang sederhana lakukan setiap hari itu jadi kebiasaan nanti. Bayangin kalau kita terbiasa melakukan hal yang baik, kamu tidak akan pernah ngeluh, ngomel, dan grutu. Kamu isinya bilang thank you terus sama Tuhan. Tuhan terima kasih engkau baik, kau luar biasa, kau dahsyat. Terima kasih buat kesehatan setiap hari. Terima kasih buat

13:53 makanan hari ini. Terima kasih buat baju bagus ini. Itu bajunya warna-warni. Seder dilihat mata. Baju saya juga ngejreng ini. Enak dilihat mata. Rambut juga enggak acak-acakan. Makan juga kenyang kita setiap hari. Sudah bersyukur itu bangun tidur enggak encoit matik. Udah thank you. Loh pernah kita bangun tidur enggak bisa gerak itu sakitnya bukan main. Waktu asam urat saya lagi kambuh itu bangun tidur rasanya teriak pengin jerit. Enggak bisa jalan lagi. Kalau kita bangun tidur sampai hari ini sehat tidak kekurangan satu apapun. Thank you sama Tuhan. Jangan grutu ngomel. Duit nipis ngomel. Tagihan jatuh tempo enggak punya duit ngomel. IPL naik terus ngomel. Isimu ngomel e surga. Lihat kalau berdoa

14:41 isinya nangis-nangis. Tuhan kok baik. Tapi tiap hari kamu ngomel. Kalau berdoa berjujur Tuhan berkati aku. Berkati aku. Berkati aku. Malaikat sampai bingung. Ini nangis sambil grutu opo to? Terjemahin malaikat ini doane anakmu angel iki kat isinya nangis ngomel ngutu ngeluh komplain terus sama Tuhan belajar hidup memberi diri sama Tuhan bersyukur menikmati apa yang Tuhan sediakan. Amin. Mau diapa-apain Tuhan tetap baik. Amin. Dia tetap memberikan yang terbaik. Tahu enggak? Tuhan pengin perjalanan hidup kita step by step naik ke level yang berbeda. BerkatMu berbeda. Tambah umur omah, tambah hikmat. Enggak tambah bawel lagi, tidak tambah cerewet lagi, banyak

15:28 senyum. Amin. Tambah umur kita, tambah memiliki pengendalian diri dan mempersiapkan diri dan kita bisa jadi berkat bagi banyak orang dan bisa mempermuliakan nama Tuhan. Tuhan mau terus kita ditarik pada level kehidupan yang semakin menjadi serupa segambar dengan Tuhan. Amin. Amin. Kira-kira hidupmu indah enggak? Bahagiaak. Sekarang saya mau tanya, kenapa ibu-ibu dan bapak-bapak seringkiali enggak bahagia? Apa yang menjadi hidupmu enggak bahagia? Karena kamu enggak pernah bersyukur. Apalagi bersyukur waktu ngadapin hal-hal buruk enak. Waktu kamu dituduh, difitnah, dicaci maki, diperlakukan buruk, enggak punya duit, bilang, "Thank you Tuhan." Senyum. Haleluya.

16:13 Enak apa ora? Hah? Waktu lapar bilang terima kasih buat berkatmu. Angel apa tidak? Hah? Berat setengah mati. Tuhan l Tuhan enggak punya duit. Udah duit enggak ada, gas habis listrisk bunyi. Aduh tagihan jatuh tempo. Pusing itu buat ibu-ibu. Tapi di sini kan kalian diberkati semua kan. Gak ada yang kekuranganin mukanya. Muka orang diberkati semua kok. Amin. Ini enggak ada muka orang kesusahan ini. Diberkatin semua ini. Katakan amin yang nih. Bersyukur. Dak Nik tidur pakai AC adem. Mau jalan bisa jalan ke mana-mana. Mau ibadah bajunya bagus-bagus, cantik-cantik,

16:58 masih kelihatan muda. Semuanya skincarean. Eh, tidak kekurangan suatu apapun. Enjoy. Nikmatin hidup dengan bahagia. Jangan pernah komplain sekali. pun di kondisi buruk loh. Istri saya tahu persis dalam kondisi Bapak Blur saya tidak pernah mempertanyakan Tuhan. Dia bilang, "Kapan Tuhan pulih?" "Bentar lagi." "Kapan?" "Bentar lagi, sebentar lagi?" "Kok bentar lagi?" Kita punya Tuhan yang baik. Laki lu spesial, lagi lu ini hamba Tuhan. Tuhan kalau memberkati seperti membalikkan telapak tangan. Tapi kapan? Sebentar lagi 2017, 2018 kok belum? Sebentar lagi 2019 tambah bur tambah ruet. Sebentar lagi Tuhan tetap baik. 2020 malah ada COVID. Enggak bisa ke mana-mana. Tuhan tetap berkati. Benar

17:44 enggak? 2020 kita punya usaha baru malah diberkati. 2021 baru di akhir November 2021 baru Tuhan pulihkan. Lah kok lama? Lama ngajarin kita rendah hati. Tuhan tetap buat sesuatu yang baik dalam hidup kita. Karena Dialah yang baik. Kalau ada yang buruk bukan berarti Tuhan jahat sama kamu. Kalau doamu belum dijawab bukan berarti Tuhan enggak mau dengar. Tuhan lihat respon hati kita. Amin. Senang aja enjoy. Coba senyum kanan kiri. Ku berbahagia pakai kunci. Bangkit berdiri sama-sama. Samo

18:37 naro Yoku kami mengasihi-Mu. Kami mencintai-Mu

19:25 Tuhan. Roh Kudus, Roh Kudus.

20:15 sembah dia. Angkat suaramu, nyanyikan masmu. Tinggikan raja di atas segala raja Allah yang perkasa. Oh. Oh, we worship you. We adore you. We adore you.

21:19 Mia We love you. We praise you. We love you. We praise you. We praise you. We praise you. Dari hati kami keluar nyanyian yang mengasihi-Mu. Dari hati kami.

22:08 Kami naikkan mazmur yang meninggikan nama-Mu, Tuhan. Tuhan, kami mencintai-Mu Tuhan. Kami mengasihim-Mu.

23:15 Kau saja yang suci. Kau saja yang layak. Kau layak terima glori. Yesus kau Tuhan. Kau saja yang suci. Kau saja yang layak.

24:05 Kau layah terima glor hanya kau Tuhan. Terima kasih Roh Kudus. Terima kasih. Kami mengasihi-Mu Tuhan. Sungguh hati kami mencintai Engkau lebih dari apun juga. Tapi dalam kedagingan kami, kami sering

24:52 melakukan hal yang menyakiti, yang bertolak belakang dengan kehendak-Mu. Berikan kemampuan kami setiap hari untuk berjalan dalam kesucian dan kekudusan. Kami tidak mampu berjalan tanpa Engkau Roh Kudus. Pegang tangan kami, pegang hati kami. Lihat sampai kedalaman batin kami. Kami mencintai Tuhan. Kami mengasihi Engkau. Kami pengin berkemenangan setiap hari. Dapatin kami menjadi orang

25:37 kesayangan-Mu. Terima kasih. Kami mau belajar apa yang kau mau Tuhan. Terima kasih dalam nama Yesus. Haleluya. Amin. Amin. Menikmati hadirat Tuhan, merasakan Tuhan datang. Yeah.

Share

Ringkasan Video YouTube