BEBAL PEMARAH TIDAK BISA MENGUASAI DIRI - PETER GUNTUR

Peter Guntur www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang pentingnya menjaga hubungan dengan Tuhan dan mengendalikan diri dari amarah serta hawa nafsu. Orang yang memisahkan diri dari Tuhan cenderung dikuasai oleh keinginan duniawi dan menjadi bebal, sulit menerima nasihat. Selain itu, video ini juga menyoroti dampak perkataan yang tidak terkendali dan pentingnya memiliki hikmat dalam berbicara dan bertindak.

  • Pentingnya terhubung dengan Tuhan agar tidak dikuasai kedagingan.
  • Dampak buruk dari perkataan yang tidak terkendali dan pentingnya hikmat.
  • Orang bebal cenderung merusak diri sendiri dan orang lain.

Amsal 18:1-4: Bahaya Memisahkan Diri dari Allah dan Pentingnya Hikmat

Orang yang memisahkan diri dari Allah akan dikuasai oleh keinginannya dan amarahnya, sehingga sulit menerima nasihat dan cenderung menghancurkan diri sendiri. Penting untuk selalu terhubung dengan Tuhan agar tidak dikuasai oleh kedagingan dan emosi. Orang yang tidak membangun hubungan pribadi dengan Tuhan akan dikuasai oleh amarah, emosi, dan hawa nafsu, serta menjadi bebal dan sulit ditegur. Orang bebal tidak suka pada pengertian dan tidak menyadari kekurangan dirinya, sehingga terus-menerus membuat masalah dan konflik. Mereka lebih suka mengumbar emosi dan amarah, yang menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki hikmat dan pengertian.

Amsal 18:4-7: Dampak Perkataan dan Pentingnya Mengendalikan Diri

Perkataan seseorang dapat membekas dan melukai hati orang lain, bahkan jika kita sudah lupa apa yang kita katakan. Oleh karena itu, penting untuk menyaring dan menimbang perkataan sebelum diucapkan. Orang yang mulutnya tajam dan kelakuannya buruk seringkali tidak menyadari dampak negatif dari perkataannya. Sebaliknya, sumber hikmat seperti air yang mengalir dapat memberkati dan menyuburkan kehidupan. Orang yang memiliki hikmat dan pengertian akan memberkati banyak orang. Hidup dan mati dikuasai lidah, sehingga kita harus belajar menguasai dan mengendalikan diri dengan baik agar tidak menjadi batu sandungan.

Amsal 18:5-9: Konsekuensi Membela Orang Fasik dan Bahaya Berbantahan

Tidak baik berpihak kepada orang fasik dan menolak orang benar dalam pengadilan. Orang yang membela orang yang salah akan dimusuhi banyak orang. Orang bebal suka berbantah-bantahan dan merasa dirinya paling benar, padahal mulutnya sembrono. Bibir orang bebal menimbulkan pertengkaran dan berseru minta pukulan, karena apa yang kita katakan akan berbalik kepada kita. Orang bebal akan dibinasakan oleh mulutnya, dan bibirnya adalah jerat bagi nyawanya. Orang bebal sudah mengerti kebenaran tetapi tidak mau melakukannya, karena merasa dirinya benar, pintar, dan hebat.

Amsal 18:13-21: Pentingnya Mendengar dan Menguasai Diri

Perkataan pemfitnah seperti sedap-sedapan yang masuk ke lubuk hati dan menghancurkan. Kita harus menaklukkan diri sepenuhnya di hadapan Tuhan dan tidak menjadi orang yang bebal. Semakin dewasa, kita harus bisa mengoreksi hati dan menjadikan firman Tuhan sebagai pedoman. Orang yang bermalas-malasan dalam pekerjaannya menjadi saudara si perusak. Jangan memberi jawab sebelum mendengar, karena itu adalah kebodohan dan kecelaan. Dalam suatu pertikaian, pembicara pertama nampaknya benar, tetapi perlu diselidiki dari dua sisi. Saudara yang dikhianati lebih sulit dihampiri daripada kota yang kuat, karena menutup diri akibat luka dan kepahitan. Perut orang dikenyangkan oleh hasil mulutnya, sehingga kita harus menata lidah dan bibir dengan baik.

Amsal 18:20-21: Konsekuensi Perkataan dan Pentingnya Mengisi Hati dengan Firman

Perut orang dikenyangkan oleh hasil mulutnya, sehingga penting untuk menjaga perkataan agar hidup menjadi berkat. Jika kita sering konflik dengan orang lain, masalahnya mungkin ada pada diri kita sendiri, dan kita perlu bertobat dan berubah. Hidup dan mati dikuasai lidah, sehingga kita akan menuai apa yang kita tabur. Jika kita ingin berkata baik, hati kita harus diisi dengan hal-hal yang baik, seperti firman Tuhan, hikmat, dan pengertian. Dengan demikian, yang keluar dari mulut kita adalah penguasaan diri dan pengendalian diri, sehingga hidup kita menjadi berkat dan nama Tuhan dipermuliakan.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Hari ini kita akan lanjutkan kembali, kita akan belajar kebenaran firman Tuhan. Bapak, Ibu, kita akan lihat di Amsal pasal yang ke-18 mulai ayat yang pertama. Orang yang menyendiri mencari keinginannya, amarahnya meledak terhadap setiap pertimbangan. Tapi di dalam James Strong konkord diterjemahkan jauh lebih jelas dan ini akan membuat kita semakin mengerti. di Amsal 18 ayat pertama. Karena keinginan orang yang memisahkan diri dari Allah mencari dan mencampuri segala hikmat. Orang yang memisahkan diri dari Allah, orang yang tidak memiliki hubungan dengan Tuhan. Orang itu akhirnya

0:46 dikuasai oleh keinginannya, amarannya bisa meledak. Dalam setiap pertimbangan orang model kayak seperti ini tidak bisa dinasihatin, tidak bisa ditegur, isinya meledak-ledak, amarahnya menguasai, merasa dirinya paling benar, merasa dirinya paling pintar, merasa dirinya paling berkuasa, dan ujungnya malah menghancurkan. Nah, kita meski belajar terhubung dengan Tuhan, kita harus nempel dengan Tuhan. Sebab kalau kita ini gak nempel dengan Tuhan, ujungnya kedagingan kita yang menguasai. Kita dikuasai oleh emosi dan amarah kita. Orang yang tidak memiliki hubungan

1:34 pribadi yang dalam Tuhan. Orang yang tidak membangun hubungan secara pribadi dengan Tuhan, apa yang terjadi? dikuasai oleh amarah, emosi, dikuasai oleh keinginannya, dikuasai oleh hawa nafsunya, dan ujungnya menjadi orang yang bebal, yang susah ditegur dan dinasihatin. Di Amsal 18-nya ayat pertamanya, orang yang menyendiri mencari keinginan amar hanya meledak terhadap setiap pertimbangan. Orang bebal tidak suka kepada pengertian. Ternyata memang ada orang yang bebal, enggak mau belajar, sudah tahu, gak memiliki hikmat dan pengertian, tetap bebal, gak mau berubah, gak mau koreksi

2:22 diri, merasa dirinya benar, merasa dirinya oke, merasa dirinya bagus, padahal ya gak bagus, padahal ya buruk. Nah, ini yang membuat kekacauan di dalam kehidupan seseorang. enggak menyadari diri bahwa dirinya itu jelek, dirinya itu busuk, selalu bikin trouble, selalu bikin masalah ke mana pun bikin konflik terus-terusan. Karena orang bebal tidak suka pengertian, gak sadar bahwa kekurangannya, kelemahannya itu harus diperbaiki. Tapi membiarkan dirinya dikuasain semua oleh amarah dan pengertiannya sendiri. hanya suka membeberkan hatinya.

3:08 Senangnya ngumbar emosinya, ngumbar amarahnya. Yang buruk-buruk diomongi bangga kalau bisa marah, bangga kalau bisa ngamuk. Dan orang yang kayak begini ini orang yang gak punya hikmat dan pengertian sama sekali. Bapak, Ibu bisa bayangkan kalau hidupmu seperti itu, engkau akan dimusuhin banyak orang loh. Engkau akan jadi trouble. Banyak orang akan banyak orang kepahitan dengan hidupmu. Banyak orang akan konflik dengan hidupmu kalau jadi orang yang bebal, yang tidak suka pengertian, yang kalau dikasih nasihat malah marah, merasa dirinya paling benar sendiri. Nah, bila kefasikan datang, datang juga penghinaan dan cela serta cemooh. Tinggal tunggu waktu orang kayak begini ini akan suatu hari kebentur dan akan dipermalukan. Nah, kalau sampai

3:54 dipermalukan dengan keadaan kejadian yang dialami gak sadar, itu artinya sudah sangat super bebal. Apakah ada orang seperti ini? Ya ada. Justru ayat ini ditulis supaya kita ini enggak ada kebalan di dalam diri kita. Orang bebal itu suka melihat orang lain, suka melihat kelemahannya orang lain, suka melihat kekurangannya orang lain tanpa mau belajar melihat ke dalam dirinya sendiri. Orang bebal lebih suka ngomong semua tentang emosi dan amarahnya meledak-ledak dibeberkan ke semua orang dan menunjukkan orang-orang yang tidak bisa mengendalikan diri dan menguasai diri. Tinggal tunggu waktu nanti ada cela dan cemooh. Di ayat yang keempatnya, perkataan mulut orang adalah

4:40 seperti air yang dalam, tetapi sumber hikmat adalah seperti batang air yang mengalir. Perkataan seseorang itu begitu dalam sampai membekas kepada orang yang mendengarkannya. Ada orang yang kalau ngomong ketus, tajam, nyakitin, ya kelakuannya memang buruk. Dan orang-orang kayak begini ngelukai sikapnya buruk mulutnya buruk kelakuannya jelek ngelukain. Tapi dia enggak sadar dengan apa yang dikatakan nanti tahu-tahu ada orang terluka, ada tahu-tahu orang tersakitin. Nah, karena perkataan seseorang itu begitu membekas. Kadang kita ngomong dengan emosi dan amarah sebentar dan tanpa kita kontrol dan kendalikan, tanpa kita sadarin kita

5:26 marah kepada seseorang dan ternyata amarahnya itu begitu membekas kepada hatinya. Padahal 10 menit mungkin atau 30 menit atau 1 jam kemudian kita lupa dengan apa yang kita katakan. Tetapi orang yang mendengar perkataan kita itu membekas, menyakiti, dan melukai, membuat dia kecewa, membuat hilang respek dan lain sebagainya. Karena perkataan mulut orang adalah seperti air yang dalam menghanyutkan. Membuat orang itu sampai terluka dan sakit hati kepada diri kita. Jangan-jangan kalau kita ngomong tanpa disaring, tanpa ditimbang, tanpa dipikir, asal ngomong saja kata orang

6:11 Jawa asal jeplak mulutnya ngeluarin ngomong kata-kata yang tajam pun dia gak peduli. Apalagi sudah tahu mulutnya tajam, kelakuannya buruk, dia enggak sadar diri, itu namanya orang bebal. Tetapi sumber hikmat adalah seperti batang air yang mengalir. Hikmat itu akan membuat orang diberkati. Hikmat itu kalau airnya mengalir jadi jernih, bisa memberkati, bisa mengairin sawah, ladang, tumbuh-tumbuhan jadi subur. Akhirnya apa? Muncul namanya berkat, anugerah. Jadi berkat bagi banyak orang. Orang-orang yang mulutnya penuh hikmat dan pengertian akan memberkati banyak orang. Di kitab Amsal yang lain, hidup

6:59 dan mati dikuasai lidah. Siapa menggemakannya akan makan buahnya. Siapa yang ngomong akan makan buahnya. Ngomong apa? Mau ngomong buruk, ngomong baik, tetap kita sendiri yang akan buah makan buahnya. Kita sendiri yang akan menikmati buahnya itu. Makanya kita harus belajar menguasai diri dengan baik, mengendalikan diri dengan baik. Jangan sampai kita jadi batu sandungan asal ngomong. Apalagi orang Kristen, apalagi para hamba Tuhan yang sudah belajar firman, merenungkan firman, hidup menghidupin firman, harus belajar mengendalikan diri, menguasai diri, menaklukkan diri sepenuhnya di hadapan Tuhan. Jangan sampai mulut kita bikin konflik di mana-mana.

7:46 Ayat yang kelimanya, tidak baik berpihak kepada orang fasik dan menolak orang benar dalam pengadilan. Apalagi sudah tahu orang itu salah, terus kita tetap bela. Ya aku untungnya apa? Untungnya nanti kamu akan dimusuhin banyak orang. Makanya kita mesti memiliki hikmat dan pengertian. Jangan tahu orang salah dibela. Orang salah yang dinyatakan salahnya, kekurangannya supaya berubah. Jangan dibiarin terus. Kalau dibiarin malah menghancurkan. Membuat orang tersebut ngalami kebinasaan. Kita mesti belajar loh mengendalikan diri, menguasai diri. menaklukkan diri hidup benar dalam takut akan Tuhan. Sekarang kita lihat lagi bibir orang bebal menimbulkan

8:32 perbantahan. Memang orang bebal itu sukanya berantem, sukanya gontok-gontokan. Karena apa? Kok suka berbantahan? Bantah terus kalau dibilangin dikasih tahu ngeyel, ngotot benarnya sendiri. Orang-orang kayak begini memang orang bebal. Orang bebal itu biasanya ndak merasa dirinya bebal, tapi justru merasa dirinya pintar, merasa dirinya hebat, padahal bebal, sukanya berbantah-bantahan, enggak mau terima masukan, merasa diri paling oke dan hebat. Orang seperti ini adalah orang yang bebal, mulutnya ngomongnya sembrono. Bibir orang bebal menimbulkan berbantahan, dan mulutnya berseru minta pukulan. Karena apapun yang kita katakan

9:18 suatu hari akan berbalik kepada kita. Kita ngomong kasar, ngomong buruk ya kita sendiri yang akan terima. Ujungnya apa ya? Konflik. Ujungnya apa ya? Ribut. Ujungnya apa ya? Berantem. Dan kita sendiri akan terima pukulan itu. E semakin bibir bebalmu ngomong akan menimbulkan banyak kesalahan. Bibirnya orang bebal itu selalu menimbulkan pertengkaran. Bibirnya orang bebal selalu menimbulkan konflik. Bibirnya orang bebal itu tinggal tunggu waktu karena dia berseru minta pukulan dan akan benar-benar dihajar. Orang bebal dibinasakan oleh mulutnya. Orang bebal dibinasakan oleh mulutnya. Ternyata orang bebal itu memang tunggu waktu. Apa yang

10:05 dikatakannya akan membinasakan sendiri. Bibirnya adalah jerat bagi nyawanya. Kenapa sih kok ada orang bebal ini diulang berkali-kali? Orang bebal itu sudah ngerti kebenaran tapi gak mau melakukan kebenaran. Mungkin sudah bisa ngajar, mungkin sudah bisa khotbah, mungkin sudah bisa pelayanan, mungkin sudah jadi orang yang umurnya sudah dewasa tapi mulutnya bebal. Enggak mau ngerti kebenaran, sudah tahu salah dilakukan terus. Karena apa? Kok bebal? Karena merasa dirinya sendiri benar. karena merasa dirinya sendiri pintar, karena merasa dirinya sendiri hebat. Nah, orang-orang kayak begini nanti akan terjerat, terjerat masalah, terjerat konflik,

10:50 terjerat keributan. Perkataan pemfitnah seperti sedap-sedapan yang masuk ke lubuk hati. Apalagi ini perkataannya orang yang ngomong serampangan, orang yang ngomong sembrono, ini seperti sedap-sedapan. Akhirnya nanti ngapain? Masuk kelubuk hati dan menghancurkan. Kita mesti belajar loh menaklukkan diri kita ini sepenuhnya di hadapan Tuhan. Jangan jadi orang yang bebal. Enggak. Kita ini semakin dewasa ngerti firman kita harusnya bisa koreksi hati kita. Ini salah ini, ini gak tepat ini, ini gak benar ini. Akhirnya kalau kita enggak ngerti kebenaran, kita enggak bisa pegang firman Tuhan sebagai pedoman. Ketika ada orang ngomong, akhirnya kita ikutin, kita terpancing. Apa yang terjadi? ribut, berantem,

11:37 gegeran, konflik, dan lain sebagainya. Kita mesti belajar benar-benar menaklukkan diri kita. Kita mesti belajar menguasai diri kita dengan baik. Kita taklukkan diri kita sepenuhnya di hadapan Tuhan supaya semakin hari kita semakin diubahkan di dalam hadirat-Nya. Semakin hari kita mengalami Tuhan, hidup kita jadi berkat dan nama Tuhan yang dipermuliakan. Jangan sampai kita enggak ngerti kebenaran. Setiap orang yang ngomong apapun diikutin. Telinga kita tuh begitu tipis. Orang ngomong A, kita ikut A. Itu kata orang Jawa istilahnya rubuh-rubuh gedang. Orang ngomong A kita ikutin A. Orang ngomong B kita ikutin B. Orang ngomong C kita ikutin C. Dan ujungnya apa? Kacau, ruwet, bapak blur,

12:22 berantakan. Kita mau jadi orang yang memiliki pendirian yang teguh. Kita mau jadi orang yang memiliki hikmat dan pengertian. Kita mau jadi orang yang jadi berkat bagi banyak orang. Hidup kita mempermuliakan nama Tuhan. Jangan sampai kita terpancing dengan perkataan buruk orang lain. Kita harus cross check dari dua sisi supaya kita belajar ngerti penuh hikmat dan pengertian. Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi sua saudara si perusak. Apalagi orangnya malas, enggak memiliki hikmat dan pengertian. ini menjadi saudaranya perusak loh. Hati-hati kalau kita ini enggak ada kerjaan, lebih banyak nganggurnya, kita malah jadi orang yang malas. Jadi,

13:09 apapun yang harusnya kita enggak komentarin, kita komentarin. Ujungnya apa? Bikin konflik. Ujungnya apa? Berantem. Ujungnya apa? Ribut. Ujungnya apa? Gegeran. Menunjukkan kebodohan saja. Oh, kita ini sebagai orang Kristen harus memiliki hikmat. Jadi, rajin bekerja. Para suami harus rajin kerja, cukupin semua kebutuhan hidup keluargamu. Kasih fasilitas yang baik buat anak dan istrimu. Jangan malas-malasan. Orang Kristen dilarang malas. Kalau kamu malas dalam pekerjaanmu, kamu sudah menjadi saudara si perusak. Kalau tidak, kamu akan bikin trouble di mana-mana. Jangan sampai kita jadi batu sandungan. Sekarang kita lompat di ayat yang ke-13. Jikalau seseorang memberi jawab sebelum

13:57 mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya. Baru ngomong soal sudah dipotong bla bla bla bla bla. Baru istrinya ngomong sedikit sudah dipotong dihakimin. Saya pernah belajar banyak dengan hubungan saya dengan istri saya. Saya belajar banyak dalam hal ini. Kadang saya perlu mendengar keluhannya. Saya perlu mendengar apa yang diharapkan. Saya mau dengar, jangan sampai saya belum mendengar terus kasih jawaban. Itu namanya enggak ada hikmat, enggak ada pengertian. Itu kita harus mendengar dulu baru bisa memberi jawaban yang tepat. Kalau tidak kita menjadi orang yang bodoh dan akan menunjukkan kita ini jadi orang yang tercela. Enggak jadi berkat. Kita harus belajar memiliki

14:42 hikmat dan pengertian. Sikap dan tindakan kita ini jadi berkat bagi banyak orang. Jangan sampai kita ribut. Sekarang kita lompat lagi di ayat yang ke-17. Pembicara pertama dalam suatu pertikaian nampaknya benar. Orang yang ngomong dalam pertikaian yang ngomong pertama kali merasa paling benar ya tentunya pasti membela diri sendiri. Lalu datanglah yang lain dan menyelidikin perkaranya baru ketahuan. Saya ketika ngonselingin orang, saya harus mendengar dari dua sisi. Dari sisi suami seperti apa, dari sisi istri seperti apa, dan kita jali jalan tengannya. Kita enggak bisa dengarin satu sisi. Karena kebanyakan orang biasanya ketika ngomongin dirinya ya

15:28 dirinya paling benar, dirinya paling suci, dirinya paling hebat, dirinya nomor satu dan pasangannya yang salah atau orang lain yang salah. Kita harus pakai hikmat dan pengertian. Diselidikin dulu. Undian mengakhirin pertenggaran. dan menyelesaikan persoalan antara orang-orang yang berkuasa. Saudara yang dikhianati lebih sulit dihampirin daripada kota yang kuat. Ada saudara yang pernah disakitin, dikhianatin dilukai. Ini susah dihampirin karena apa? Menutup diri. Ah, terlalu luka dan pahit. Orang-orang yang kepahitan itu makanya harus pulih dari luka batinnya. Harus melepaskan pengampunan. Kalau enggak diingat-ingat keburukannya terus, diingat-ingat kejelekannya terus dan

16:13 ujungnya apa? Konflik pasti konflik. Belajar menguasai diri dengan baik. Kita harus membuka diri jadi orang yang berhikmat. Dan pertengkaran adalah seperti palang gapurapuri ini. Saya seringkiali khotbahkan ayat ini. Biasanya orang-orang yang pernah disakitin di luka itu menutup diri. Menutup dirinya dengan apa? Ngomongnya ketus, ngomongnya marah duluan, konflik dan lain sebagainya. Karena apa? Merasa dirinya benar. Merasa dirinya pernah dilukai dan disakitin dan akhirnya membela diri pembelaannya dengan pertengkaran. Makanya tidak heran ketika suami didapatin selingkuh, dia yang paling marah duluan. Atau istri didapatin selingkuh, dia yang ngomongnya paling nyakitin. Ada orang yang sudah tahu salah kalau ngomong tajam dan melukai.

16:59 Karena apa? Menutupin kelemahannya. Dia menutupin kekurangannya. Hatinya gak benar itu hatinya enggak benar dan harus diberesin di hadapan Tuhan. Nah, ini ayat yang kita baca tadi. Perut orang dikenyangkan oleh hasil mulutnya. Ia dikenyangkan oleh hasil bibirnya. Sekarang yang jadi masalahnya perkataanmu ngomong apa? Kamu pengin perutmu kenyang dengan hikmat dan pengertian. Kamu ngomong tengah hipat dan pengertian. Kamu pengin bangun koneksi yang baik dengan banyak orang. Kamu meski bangun sikap tutur kata yang baik, menghargai, menghormati orang lain. Kalau pengin hidupmu jadi berkat, engkau harus menata lidah bibirmu dengan baik. Karena perut orang dikenyangkan

17:46 oleh hasil mulutnya, ya. Dikenyangkan oleh hasil bibirnya. Kamu mengin dikenyangkan dengan kebaikan, kebajikan, jaga lidah bibirmu. Kalau kamu suka pertengkaran, kamu akan dibenci orang. Kamu akan ketemu konflik dengan siapapun. Bapak, Ibu. Perhatikan baik-baik. Kalau kita ini dengan siapapun konflik enggak cocok. Dengan si A konflik, dengan si B konflik, dengan siapapun konflik, ribut, berantem, enggak cocok dan dirimu merasa benar. Yang masalah itu bukan orang lain. Yang masalah itu dirimu sendiri. Dan engkau meski bertobat dan berubah. Kalau enggak sampai mati pun, engkau akan konflik dengan siapapun. Belajar berubah. Kalau enggak kamu kan dikenyangkan dengan kebencian, dikenyangkan dengan sakit hati, dikenyangkan dengan luka batin,

18:32 kau dikenyangkan dengan kepahitan, engau dikenyangkan dengan orang-orang yang menjayin dirimu. Karena apa? Kamu makan buah yang keluar dari lidah bibirmu itu seperti apa? Hidup dan mati dikuasain lidah. Siapa suka menggemakannya akan memakan buahnya. Mau ngomong baik, mengomong buruk akan berbalik kepada kita-kita yang akan menuainya. Kamu mau pengin ngomong baik, perkataanmu harus mulai diisi dengan hal yang baik. Kalau hatimu diisi dengan firman yang keluar, firman. Kalau di dalam hatimu diisi dengan hikmat dan pengertian, yang keluar dari Hibu adalah penguasaan diri dan pengendalian diri. Dan ujungnya apa? Hidupmu jadi berkat dan nama Tuhan dipermuliakan. Saya berdoa, apa yang kita pelajari hari ini akan mengubahkan

19:18 hidup kita. Kita jagain lidah bibir kita. Kita jagain sikap kita semakin hari semakin didapatin berkenan di hadapan Tuhan. Karena ujung dari kehidupan kita hanya pengin menyenangkan hati Tuhan. Enggak ada yang lain. Kita pengin mempermuliakan nama Tuhan dalam sikap, tindakan, dan perbuatan kita. Saya berdoa Bapak, Ibu, hidupmu semakin diberkati Tuhan dan kau semang mengerti kebenaran dan nama Tuhan dipermuliakan atas hidupmu. Amin. Tutup matamu, tutup Alkitabmu. Kita berdoa B. Terima kasih buat firman-Mu. Kami mataraikan dengan darah anak dombalah firman nempel dalam hati kami. Berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulah firman jadi kehidupan. Dan Anda mau berdoa setiap orang yang mendengarkan firman ini diubahkan, dilawat, dijamah, dan semakin diberkati Tuhan. Terima kasih ya Tuhan. Kami kembalikan

20:06 segala hormat pengagungan buat raja kami yang maha mulia. Berkati orang yang sedang sakit dan mengalami kelemahan tubuh. oleh bilur Yesus, oleh darah Yesus, jadilah engkau tahir, jadilah engkau pulih. Jadilah Engkau sehat, jadilah Engkau sembuh, dan nama Tuhan dipermuliakan atas hidup-Mu. Kami berdoa dan mengucap syukur dalam nama Yesus. Haleluya. Amen. And God bless you. Jesus name. Jesus name Jesus.

20:54 Jesus. Ibu ini sesang terima semakin semakin semakin saya lihat dalam mimpi ketika saya berdoa ada urapan buat kuasanya Jesus tenang down tahan dengan hadirat Tuhan ya. Iya.

21:39 Masih enggak tahan dengan hadirat Tuhan kuasa Jesus semakin mengalami Jesus. Biar tuan now Jesus name. Jesus ma Jesus Jesus saya lihat dalam mimpi ketika saya

22:32 naramu s niralam nam ini ya

23:21 kami mengasihi-Mu. Kami mencintai-Mu Tuhan. Roh Kudus, Roh Kudus.

24:18 n-mu sembah Angkat suaramu, nyanyikan masmu. Tinggikan raja di atas segala raja Allah yang perkasa. Oh. We worship you.

25:03 We adore you. We adore you. Mia

25:49 We love you. We praise you. We love you. We praise you. We praise you. We praise you. Dari hati kami keluar nyanyian yang mengasihi-Mu. dari hati kami. Kami naikkan mazmur yang meninggikan nama-Mu, Tuhan. Tuhan,

26:42 kami mencintai-Mu Tuhan. Kami mengasihim-Mu. Kau saja yang suci.

27:30 Kau saja yang layak. Kau layak terima glori. Yesus kau Tuhan. Kau saja yang suci. Kau saja yang layak. Kau layah

28:17 terima glori. Hanya kau Tuhan. Terima kasih Roh Kudus. Terima kasih kami mengasihi-Mu Tuhan. Sungguh hati kami mencintai Engkau lebih dari apun juga. Tapi dalam kedagingan kami, kami sering melakukan hal yang menyakiti, yang

29:02 bertolak belakang dengan kehendak-Mu. Berikan kemampuan kami setiap hari untuk berjalan dalam kesucian dan kekudusan. Kami tidak mampu berjalan tanpa Engkau Roh Kudus. Pegang tangan kami, pegang hati kami. Lihat sampai kedalaman batin kami. Kami mencintai Tuhan. Kami mengasihi Engkau. Kami pengin berkemenangan setiap hari. Dapatin kami menjadi orang kesayangan-Mu.

29:50 Terima kasih. Kami mau belajar apa yang kau mau Tuhan. Terima kasih dalam nama Yesus. Haleluya. Amin. Amin. Menikmati hadirat Tuhan, merasakan Tuhan datang. Yeah.

Share

Ringkasan Video YouTube