Ringkasan Singkat
Video ini membahas tentang Usul Baginda Ali, yang merupakan dialog antara Baginda Ali dan Rasulullah SAW mengenai syariat, tarekat, hakikat, dan makrifat. Inti dari ajaran ini adalah pemahaman bahwa diri manusia mengandung keempat tingkatan tersebut, dan mencapai makrifat berarti mencapai tingkat tertinggi pemahaman tentang Allah SWT.
- Syariat, tarekat, hakikat, dan makrifat adalah tingkatan dalam memahami Allah.
- Setiap tingkatan memiliki karakteristik, amalan, dan alamnya masing-masing.
- Tujuan akhir adalah mencapai makrifat, yaitu mengenal Allah sedekat mungkin.
Pembukaan: Usul Baginda Ali
Video ini membahas tentang Usul Baginda Ali, sebuah risalah yang berisi dialog antara Baginda Ali dan Rasulullah SAW mengenai syariat, tarekat, hakikat, dan makrifat. Pemahaman terhadap Usul Baginda Ali ini akan menyempurnakan amalan seseorang. Dalam dialog tersebut, Baginda Ali bertanya kepada Rasulullah tentang istana, kejadian, amalan, nafsu, sembahyang, pekerjaan, alam, ilmu, kebaktian, kejadian, zat, maujud, dan roh dari masing-masing tingkatan tersebut.
Istana Syariat, Tarekat, Hakikat, dan Makrifat
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa istana syariat adalah tubuh, istana tarekat adalah hati, istana hakikat adalah ruh, dan istana makrifat adalah Sir (rahasia). Ini berarti bahwa diri manusia mengandung syariat, tarekat, hakikat, dan makrifat. Seseorang yang mengenal perjalanan hingga hakikat akan mencapai tingkat ruh, dan jika mencapai makrifat, akan sampai di tingkat Sir. Kejadian syariat adalah tanah, tarekat adalah air, hakikat adalah angin, dan makrifat adalah api. Air adalah Nur Muhammad, tanah adalah badan Muhammad, angin adalah roh Muhammad, dan api adalah terang Muhammad.
Amalan Syariat, Tarekat, Hakikat, dan Makrifat
Amalan orang syariat adalah memulai dengan paksaan, orang tarekat mengerjakan segala perintah Allah, orang hakikat mengesakan zat Allah, dan orang makrifat tetap dalam zat Allah selama 24 jam. Hakikat dan makrifat adalah tingkatan yang dapat memasukkan seseorang ke dalam syahadat. Nafsu orang syariat adalah amarah yang hancur di dalam kubur, nafsu orang tarekat adalah sawiah yang kurus kering di dalam kubur, nafsu orang hakikat adalah luamah yang gemuk di dalam kubur, dan nafsu orang makrifat adalah mutmainah yang lenyap di dalam kubur.
Sembahyang Syariat, Tarekat, Hakikat, dan Makrifat
Kiblat sembahyang orang syariat menghadap Baitullah, orang tarekat menghadap Baitul Makmur di langit ketujuh, dan orang makrifat menghadap wujud Allah di mana pun ia berada. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Quran: "Ke mana pun kamu menghadap, di sanalah wajah Allah."
Pekerjaan Syariat, Tarekat, Hakikat, dan Makrifat
Pekerjaan orang syariat adalah mengucapkan syahadat, salat, puasa, zakat, dan naik haji. Pekerjaan orang tarekat adalah mentasbihkan barang yang diamalkannya. Pekerjaan orang hakikat adalah senantiasa mengesakan Allah dan menafikan yang lainnya. Pekerjaan orang makrifat adalah semata-mata tetap adanya dan sendirinya zat Allah Taala.
Alam Syariat, Tarekat, Hakikat, dan Makrifat
Alam syariat adalah alam malak (perjalanan tubuh), alam tarekat adalah alam malakut (perjalanan hati), alam hakikat adalah alam jabarut (perjalanan ruh), dan alam makrifat adalah alam laut (perjalanan Sir). Jika seseorang mencapai makrifat, ia akan sampai di Sir, yang berarti ia telah mencapai alam ketuhanan.
Ilmu dan Kebaktian Syariat, Tarekat, Hakikat, dan Makrifat
Ilmu orang syariat adalah ilmu yakin, ilmu orang tarekat adalah ilmu yakin, ilmu orang hakikat adalah ainul yakin, dan ilmu orang makrifat adalah kamalul yakin. Kebaktian orang syariat adalah tobat segala doa, kebaktian orang tarekat adalah sabar dan rida, kebaktian orang hakikat adalah syukur, dan kebaktian orang makrifat adalah ikhlas menyerahkan diri kepada Allah Taala.
Kejadian dan Zat Syariat, Tarekat, Hakikat, dan Makrifat
Syariat kejadiannya adalah af'al (perbuatan), tarekat kejadiannya adalah asma (nama), hakikat kejadiannya adalah sifat, dan makrifat kejadiannya adalah zat. Syariat itu kulit dan bulu, tarekat itu darah dan daging, hakikat itu urat dan tulang, dan makrifat itu otak dan sumsum. Makrifat bermain di otak karena otak adalah puncak dari makrifat dengan zikir tanpa suara dan huruf.
Maujud dan Roh Syariat, Tarekat, Hakikat, dan Makrifat
Syariat itu pendengaran, tarekat itu penglihatan, hakikat itu penciuman, dan makrifat itu pengasa (perasaan). Syariat itu rohani, tarekat itu roh rahmani, hakikat itu roh idafi, dan makrifat itu rabbani. Orang makrifat bermandi di Rabbani karena telah mengetahui rasa Tuhan.
Penjelasan Tambahan: Nama Allah
Allah adalah nama bagi zat yang wajib adanya. Nama Allah terdiri dari Alif, Lam, Lam, Ha, yang merupakan isyarat dari af'al, asma, sifat, dan zat. Asma, sifat, dan zat Allah meliputi seluruh penjuru. Wujud Allah tidak dapat dipisahkan, dan semuanya adalah Allah sendiri. Setiap nama tidak bercerai dari yang punya nama, dan yang punya nama itulah rahasia.
Mengenal Diri dan Tuhan
Untuk bisa melihat Allah, kita harus mengenal diri kita sendiri. Tuhan berkampai di nama, dan setiap nama tidak bercerai dari yang punya nama. Hidup kita adalah hidupnya Tuhan, dan kita hanya dipinjami hidup. Sifat diri kita adalah perakan (cermin) dari Tuhan. Manusia mengandung Nur Tuhan, diri Tuhan, dan Asma Tuhan. Orang makrifat karam di lautan ahadiat dan menjadi zat semata-mata.
Awal Agama Mengenal Allah
Awal agama adalah mengenal Allah. Kadim (dahulu adanya) adalah Tuhan, dan muhadas (yang baru adanya) adalah alam sekalian. Keduanya sangat berhampiran.
Hulul dan Ittihad
Hulul (Tuhan bertempat di dalam diri) dan ittihad (dua wujud menjadi satu) adalah paham yang sesat. Hulul berarti Tuhan bertempat di salah satu jihad yang delapan, sedangkan ittihad berarti dua wujud dicampur menjadi satu. Paham yang benar adalah wahdatul wujud, yaitu yang ada hanya Allah Taala. Setiap nama tidak bercerai dari yang punya nama, dan yang punya nama itulah yang disebut rahasia.

