0:01 [Musik] with the fans. The fan with the fans. the [Musik]
1:02 >> Halo teman-teman, kembali Jadi di podcast kita kali ini kita akan ngebahas topik yang lumayan berat nih. Kita akan ngebahas tentang kasus korupsi kuota haji. Parah banget enggak sih? Bayangin aja sudah berpuluh-puluh tahun nabung pas udah waktunya malah diambil orang kuotanya. Aku mau tanya nih ke teman-teman. Reaksi kalian dengan kasus ini bagaimana sih? >> Parah sih. Parah. >> Oh iya deh. >> Kalau aku sih langsung ngebayangin jamaah jemah yang udah lansia tuh apalagi yang umur 70-an mereka mesti
1:49 nunggu. Tapi gara-gara permainan kuarta keberangkatan mereka marah melor. Dan kita tahu haji itu ibadah sekali seumur hidup. Kalau telat bisa jadi bakalan enggak sempat. >> Aduh. ya. >> Iya sih miris banget orang-orang seperti itu. Karena kan ini urusan ibadah harusnya suci malah dijadiin ajang korupsi. >> Aduh. >> Nah, banyak yang bilang kayak gini merampas hak orang untuk beribadah itu kan lebih parah daripada sekedar korupsi uang. >> Parah. Parah siang orang. Menurut Lisa gimana? >> Aku setuju sih dan aku jadi kepikiran
2:36 sistemnya sih kok bisa lolos gitu ya. Dan haji itu kan besar banget bahkan dikelola oleh lembaga resmi. Kalau masih ada celah kayak gini berarti sistem pengawasannya dong yang rapuh. >> Kayak seolah-olah ada pentuk belakang yang sengaja dibuka. Orang dalam. Orang dalam bisa sih. >> Exactly. >> Benar. Harusnya ada mekanisme check and balance. Kalau ada data transparan bisa dicek publik. Aku yakin bakal lebih susah disalahgunakan. Dan kalau KPK maksimal mereka bisa cegah seluruh kejadian. Tapi nyatanya kasus baru terbengkel meledak. sih ditutup-tutupi
3:23 >> dan yang bikin bikin sedih nih itu kan bikin masyarakat makin pesimis ya tentang orang jadi mikir kalau urusan ibadah jadi korupsi gimana kalau urusan yang lain >> oh my god >> terus padahal kan kita butuh kepercayaan nih buat jalanin negara ini dan aku lihat KPK itu penting banget tapi seringnya baru muncul pas sudah kebakaran atau kasusnya udah naik jadi kan kita perlunya orang yang mencegah bukan yang datang saat masalahnya udah keluar Benar banget nih. Jadi kita terertarikan sama KPK. Tertarik banget sih. >> Tertarik. Terus Mas kamu bisa enggak jelasin tentang lembaga itu? >> Oke. Jadi teman-teman KPK itu berdiri pada tahun 2002. Nah dibentuk buat fokus memberantas korupsi sesuai namanya yaitu KPK Komisi Pemberantasan Korupsi. Nah,
4:12 jadi dia itu adalah lembaga independen. Tugasnya lengkap nih dari pencegahan, investigasi sampai koordinasi dengan lembaga lainnya. Nah, jadi bukan cuma nangkap orang aja nih, tapi juga membangun sistem yang anti korupsi. >> Oh. >> Nah, tapi di sini ada Aryadi nih bakal nambahin. >> Dari visinya aja KPK ini sebenarnya keren loh. Barang masyarakat nurunin korupsi buat Indonesia maju. Artinya KPK ini ee enggak bekerja sendiri. Harusnya harusnya bisa ngajak masyarakat buat ee dari pelaporan sampai e penuntasan kasusnya. Jadi dengan kerja sama ini mungkin KPK ini bisa kerjanya lebih terlihat begitu, Teman-teman. >> Oh, bagaimana?
4:59 >> Masalahnya praktiknya pasti ada intervensi dari politik nih. Jadi, datanya enggak transparan, terus aksesnya dibatasi. akan ada ee main tangannya. Terus >> di kasus dana haji ini kita bisa lihat tuh informasi penting yang disembunyikan oleh KPK. Jadi KPK ini bermain di ruangan yang gelap. Ada tapi eksekusinya itu cukup berat banget. >> Nice point. >> Coba deh kita analisis dengan kacamata Thomas Gilberd. Siapa tuh? Next point. Coba deh kita analisis dengan kacamata analisis dari Thomas
5:45 Gilbert itu tuh menyatakan bahwa masalah 80% itu dari lingkungan, 20% itu dari individu. >> Coba deh kita kulik satu-satu. Apa sih si B tadi? >> Iya. Thomas. Nah, aku ingat nih teorinya itu salah satu materi yang kita pelajari di mata kuliah landasan teknologi kinerja >> yaitu teori dari Thomas Gilbert. Nah, jadi teori yang dihadirkan oleh Thomas Gilbert itu adalah behavior engineering model atau sering kita singkat seperti band. >> Nah, jadi kalau ada masalah kinerja jangan buru-buru nyalahin individunya. Menurut Thomas Gilbert, 80% masalah itu
6:32 asalnya dari faktor lingkungan. Baru 20%-nya sisanya dari individu. Nah, jadi kalau ada organisasi atau lembaga kayak KPK yang sudah kita bahas tadi yang kurang maksimal, besar kemungkinannya bukan karena pegawainya malas atau enggak kompeten, tapi karena sistem di sekitarnya enggak mendukung. >> Oh, sama. Nah, bukan hanya itu nih. Bakal tambahkan oleh lagi nih sama teman kita Riadi. >> Oke, aku ada tambahin dikit nih. Jadi, ee Gilbert juga bagi nih faktor lingkungan itu menjadi tiga bagian. Ada informasi dan feedback, ada sumber daya dan alat, terus yang terakhir itu sama intensif dan konsekuensi. >> Oh. >> Nah, sementara dari sisi individu ada tiga juga. >> Apa?
7:17 >> Pertama itu ada pengetahuan dan keterampilan, ada kapasitas sama motivasinya. Jadi total ada enam komponen nih yang bisa kita pakai buat bedah masalah kinerja ini. Nah, kalau kita lihat kasus kuota haji ini, model ini bisa bantu ngejelasin di mana letak lubangnya atau masalahnya. >> Oh, dengan enam tadi ya. >> Iya, >> betul. Jadi intinya B Gilberd ngajarin kita untuk enggak simplifikasi masalah. Oh, >> kadang orang bilang pegawai KPK itu kurang tegas dan juga kurang kerja keras, tapi masalahnya itu bukan di orangnya, tapi di lingkungannya. >> Nah, dengan model ini kita bisa lihat secara lebih sistematis permasalahan kinerjanya.
8:06 >> Oke, ini faktor lingkungan ya, Teman-teman. Yang pertama yaitu soal data dan feedback. Idealnya KPK dapat akses penuh nih ke data dana haji. Tapi kenyataannya banyak data ditutup-tutupi. Bahkan laporan keuangan publiknya enggak mudah diakses jemaah. Jadi masyarakat pun susah jadi pengawas kayak gitu. Kalau enggak ada transparansi korupsi lebih gampang masuk kawan-kawan sekalian. Nah, yang kedua soal sumber daya dan alat. KPK ini juga sebenarnya sudah mempunyai teknologi yang cukup mumpuni loh. Nah, mulai dari sistem digital hingga forancing IT. Namun pemanfaatannya sering terkendala oleh
8:51 birokrasi antar instansi. Misalnya data dari kementerian yang enggan disinkronkan. Selain itu, jumlah tenaga ahli bidang keuangan syariah juga masih sangat terbatas. Padahal keahlian ini cukup krusial loh untuk melacak arus dana haji yang jumlahnya sangat besar. Nah, jadi yang ketiga itu insentif dan konsekuensi. Oke, jadi pegawai KPK digaji layak, namun hukuman buat koruptor masih ringan. >> Banyak yang akhirnya bebas lebih cepat. Jadi, seolah-olah itu memberikan pesan kepada publik, korupsi enggak apa-apa loh. Korup hukumannya enggak berat. itu malahan memberi dampak bahaya banget karena bisa bikin efek J hilang.
9:42 >> Dari sisi individunya, pengetahuan dan keterampilan pegawai KPK juga harus diperkuat. Mereka harus paham dengan mereka tuh paham tentang korupsi umum. Tapi kalau bicara detail tentang haji tadi, mereka masih kurang tentang aspek syariahnya tadi. Jadi harus ada manajemen kota, ada regulasi khusus. Tanpa pelatihan mereka bisa kecolongan. Penting >> pelatihan itu penting SDM. Iya, betul. >> Fasilitas dulu. Fasilitas >> fasilitas ada STM tadi juga. >> Oke, aku mau nambahin. Dan yang terakhir itu ada motivasi. Banyak pegawai dari KPK yang idealis, semangat, dan bahkan mereka rela kerja lembur. Tapi kalau tiap langkah mereka itu ditabrak oleh intervensi politik, semangatnya bisa saja menurun. Itu wajar banget sih
10:29 semangatnya. Bayangin kalau misalnya kalau mereka sudah kerja keras maksimal, tapi hasilnya dipotong sama pihak lain. Kebayang. >> Oke. Kalau aku rangkum nih masalah itu dominannya lebih ke arah lingkungannya. tadi kayak transparansi datanya minim terus sumber dayanya terbatas hukumnya terus enggak enggak tegas individunya tetap penting cuma bukan itu akar masalahnya bahkan nih kalau pegawai KPK-nya pintar semua, tapi kan kalau sistemnya bolong hasilnya kan juga kacau lintas berarti >> benar banget nih teman-teman teori Gilberg ini benar-benar nyambung dengan kasus ini. Kota Haji ini bukti nyata bahwa lingkungan itu 80% itu berpengaruh
11:14 daripada individunya. Kalau sistem dibenerin, data terbuka dan hukum dikuatin, pegawai KPK lebih maksimal. Oke, terima kasih teman-teman sudah diskusi nih pada kali ini. Semoga kita paham nih teori Thomas Gilb yang BM tadi dan juga kita peka akan realita. Oke, Teman-teman. >> Oke, Teman-teman kembali lagi di episode selanjutnya ya dengan topik-topik yang lebih menarik. Bye bye.