0:00 Bapa, dalam nama Yesus kami menyerahkan hati kami sepenuhnya kepada-Mu. Kami percaya malam hari ini Engkau memberikan hikmat, wahyu, dan pengertian kepada kami untuk kami bisa mengerti apa yang Kau mau sehingga perjalanan hidup kami semakin hari semakin diubahkan, semakin bisa menguasai diri dan mengendalikan diri dan menjadi berkat bagi banyak orang. Terima kasih Tuhan. Biar kemurahan Tuhan, pengurapan, hikmat, dan pengertian mengalir memenuhi hidup kami mulai malam hari ini dalam nama Yesus Kristus melimpah dalam kehidupan kami. Kamu belajar firman-Mu dalam nama Yesus. Haleluya. Amin. Hari ini kita akan belajar pelan-pelan, step by step supaya hidup kita ini ke mana pun kita
0:46 ditempatkan, kita bertemu dengan siapa, kita melakukan apa, tetap menjadi berkat, bukan menjadi batu sandungan. Karena banyak orang gak bisa mengendalikan dirinya dan ujungnya ketemu masalah. Banyak orang enggak bisa mengendalikan mulutnya dan ujungnya berantem dengan orang, bikin konflik. ribut, gegeran dan lain sebagainya. Karena masalah yang seringki timbul dalam hidup kita penyebabnya adalah salah omongan, salah ngomong, salah menilai, salah menghakimi. Yang paling konyol lagi kita sering pakai mulut kita bukan untuk memberkati, justru malah mengkritik, menjelekkan, merendahkan, menghakimi orang lain. Padahal itu bukan hak kita. kita bagian kita adalah berjalan setiap
1:33 hari bersama Tuhan untuk diubahkan menjadi serupa segambar dengan Tuhan. Kalau kita ini gak bisa mengendalikan lidah bibir kita, apa yang terjadi? Kita akan terlihat menjadi orang yang tanpa pengendalian diri, tanpa penguasaan diri, dan ujungnya akan ribut, akan konflik, akan saling nyakitin, dan lain sebagainya. Karena lidah bibir kita ini punya kuasa tergantung kita mau pakai untuk apa. Untuk mencatatkan kepanjangan lidah bibirnya Tuhan atau menjadi kepanjangan lidah bibirnya iblis tergantung pilihan kita. Dan semua yang keluar dari lidah bibir kita ini kan berasal dari hati kita. Hati kita isinya apa? Kalau hati kita isinya firman, kita
2:20 ini benar-benar hidup dalam kebenaran, hidup dalam takut akan Tuhan, yang pasti yang keluar dari lidah bibir kita, kita tahu bahwa hidup kita akan jadi berkat dan keluar dari mulut kita itu berkat. Tapi Bapak Ibu, banyak orang pakai lidah bibirnya merasa dirinya paling benar dan dia merendahkan dan menyakiti orang lain. Bahkan dia bisa menghakimi, merendahkan, menentukan orang itu benar atau tidak. orang itu sesat atau tidak, orang itu masuk neraka pada tidak. Itu padahal bukan bagian kita. Kalau sekarang kita lihat di Yakobus pasal yang ke kita lihat mulai ayat yang kelima. Nanti Bapak Ibu baca seluruh perikop ini akan tahu maksud dan tujuannya seluruhnya. Di
3:05 ayat yang kelima kita mulai. Demikianlah juga lidah walaupun suatu anggota kecil dari tubuh. Lidah ini kecil sekali loh. Lidah ini hanya berapa senti enggak terlalu besar tapi lihat. Namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lidah bibir kita ini menentukan kita ini mau dihormatin orang apa tidak. Ada pepatah Jawa bagus sekali. Ajining diri soko latiing rogo soko busono. Harga diri kita itu ditentukan dari perkataan lidah bibir kita. Dan kita kalau pengin lihat seseorang itu ada bobotnya atau tidak, lihat dari pembicaraannya, perkataannya. Ajak ngomong terus saja nanti keluar di dalam hatinya. Itu akan mengungkapkan siapa
3:51 dia sebenarnya. Ada orang yang gampang sekali marah, gampang sekali emosi. Ada orang yang suka sombong, angkuh, ada orang yang keras kepala. Lihat aja nanti reaksi dari keluar yang keluar dari lidah bibirnya. Lama-lama ketahuan aslinya seseorang itu apa. Nah, lidah bibir kita ini bisa dipakai Tuhan untuk menyatakan kebesaran Tuhan, menjadi representasi dari kerajaan Allah di muka bumi atau malah sebaliknya menunjukkan bahwa diri kita ini tidak ada isinya, tidak ada bobotnya. Harusnya orang Kristen itu harusnya menjadi representasi dari kerajaan Allah di muka bumi ini sehingga bisa dapat memegahkan perkara-perkara yang lebih besar supaya nama Tuhan diagungkan dan dipermuliakan. Lihatlah betapaapun kecilnya api dapat
4:37 membakar hutan yang besar. Lidah pun adalah api yang merupakan suatu dunia kejahatan. Perhatikan ya, lidah pun adalah api. Iya, itu lidah tadi merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai suatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan. sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka. Kalau mulutmu ini serampangan, sembarangan ngomong, merendahkan, nyakitin, ngomong nyelekit, kadang saya juga habis pikir dengan orang yang kadang gampang sekali menilai orang lain, menghakimi orang lain, padahal tidak kenal, tidak tahu kehidupannya, tidak tahu apa yang dia lakukan bersama
5:23 Tuhan, tahu orang itu bayar harganya seperti apa sama Tuhan. Tapi gampang orang gak tahu tapi dihakimi begitu rupa seakan-akan sudah kenal hidupnya. Nah, kita gak boleh seperti itu. Kita harus jagain lidah bibir kita ini menjadi representasi dari kerajaan Allah. Jangan sampai lidah bibir kita ini jadi senjata kejahatan yang akhirnya menguasai kita dan ujungnya menyalakan api neraka melalui diri kita. Mulutmu itu begitu berkuasa. bisa menyembuhkan orang sakit, bisa mengusir setan, bisa membangkitkan orang mati, bisa membuat orang yang hancur hati dipulihkan dan mengalami banyak hal
6:08 yang baik daripadanya daripada Tuhan. Bisa juga dengan lidah bibirmu itu bisa menghancurkan orang, bisa kepahitan sampai seumur hidupnya. Tergantung bagaimana keputusan kita hari ini memakai lidah bibir ini dipakai untuk kemuliaan Tuhan atau tidak. Kadang kita itu kadang perlu loh rekam pembicaraan kita sepanjang hari. Kita itu ngomong apa sih sebenarnya? Banyak nyakitin orang atau banyak membuat orang bahagia? Kita ngomongnya nyelekit atau tidak? Kita ini sombong atau tidak? Kita ini ngomong hal-hal yang merugikan orang lain apa tidak? Atau kita ngomong hal yang membangkitkan orang lain? Kalau yang kita omongin itu hanya merendahkan, menyakiti, menyudutkan, itu ujungnya ya lidah kita menjadi satu alat kejahatan
6:56 untuk menyakiti orang lain, bukan untuk mempermuliakan nama Tuhan. Hati-hati dengan lidah bibir kita, hati-hati dengan komentar-komentar kita di media sosial. Jangan sampai kita dikuasain media sosial dan akhirnya kita komentar dengan orang yang kita enggak kenal, orang yang kita tahu. Kita pengetahuan kita begitu dangkal, kita hakimin orang lain. Jangan sampai penghakiman kita dengan komentar kita, dengan lidah bibir kita itu bisa mendatangkan hal yang gak berkenan di hadapan Tuhan. Justru kita didapati menjadi orang yang gak berkenan dan orang yang dikomentari justru mereka adalah orang-orang yang lebih baik malahan. Jadi kita enggak boleh ngomentarin orang serampangan. Sekalipun orang itu hancur, sekalipun orang itu jatuh, kita enggak boleh komentarin serampangan. Bisa saja kita malah yang
7:43 berdosa. Waktu dia jatuh, dia bertobat, kita yang merasa benar, kita yang merasa suci, malah hakimin orang lain. Itu juga gak benar di hadapan Tuhan. Makanya kita meski pakai lidah, bibir kita ini menjadi kepanjangan lidahnya Tuhan untuk ngomong kebenaran. Makanya Injil itu berbicara kabar baik, bukan kabar buruk. segala sesuatu yang buruk, sesuatu yang jelek, yang menjatuhkan, yang menghancurkan gak usah dipikirkan, gak usah diingat-ingat, enggak usah dikatakan, tidak usah. Makanya perlu namanya pengendalian lidah bibir kita ini. Tergantung hari ini kita nih mau menyalakan api kerajaan Allah atau api neraka. Jangan sampai lidahmu menjadi suatu alat kejahatan yang mengambil di antara tempat anggota tubuh kita ini dan
8:30 ujungnya menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita sehingga ia sendiri dinyalakan oleh api neraka. Perhatikan di ayat yang keenamnya itu. Kita harus bisa menguasai diri dengan baik. Kita harus bisa menguasai lidah bibir kita. Kita jaga lidah bibir kita. Jangan ngomong yang jahat, jangan ngumpat, jangan ngomong-ngomong yang nyakitin orang lain. Belajar pakai lidah bibir untuk memberkati orang lain. Wah, sekarang kita lihat lagi di ayat yang ketujuhnya. Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-bintatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia. Tetapi tidak seorang pun yang berkuasa menjinakkan lidah. Ia adalah sesuatu yang buas.
9:17 yang tak terkuasai dan penuh racun yang mematikan. Ini lidahnya. Lidah itu begitu buas. Lebih buas dari serigala mungkin. Lebih buas dari macan harimau liar. Lebih tajam menyakitkan, beracun daripada ular kobra yang tak terkuasai. Seperti api-api itu kalau sudah besar susah dikuasai dan penuh racun yang mematikan. Hati-hati ini kamu pengin dipakai Tuhan, jaga lidah bibirmu. Jangan ngomong serampangan. Jangan ngomong sembarangan. Jangan gampang menuduh. Jangan gampang menghakimi. Jangan merendahkan orang lain. Justru buat orang lain itu diberkati. Justru pakai lidah bibirmu menyatakan kebesaran kuasa Tuhan. Pakai lidah bibir untuk mempermuliakan nama Tuhan. Menjadi
10:05 representasi dari kerajaan Allah di muka bumi ini. Belajar mengendalikan diri dengan baik. Menguasainya karena lidah bibir kita ini buas. tak terkuasai dan penuh racun. Makanya kitab Matius katakan segala sesuatu yang dari dalam hati keluar lewat lidah bibir. Yang jadi dalam hati kita itu isinya apa? Di dalam jiwamu setiap harinya kamu isi apa? Kamu isi firman, kamu isi kebenaran. Yang keluar dari lidah bibirmu adalah kebenaran dan membangkitkan orang. Membuat orang itu diberkati. Membuat orang itu bisa mengambil keputusan yang baik. Menyatakan kemuliaan Tuhan. Hidup jadi berkat bagi banyak orang dan nama Tuhan dipermuliakan. Tapi kalau isinya hanya komplain, ngeluh, ribut, gegeran,
10:51 berantem, di sisi lain cekcok silang pendapat sedikit, terak-terak histeris, terus ngelihat hal yang enggak sesuka, enggak sejalan dengan hatinya, berantem. Nah, itu yang perlu dikendalikan itu lidah bibirnya, Bapak, Ibu. Lidah bibirmu harus menyatakan kebesaran nama Tuhan. menjadi representasi dari kerajaan Allah. Tapi kalau lidah bibirmu jadi kepanjangannya setan, apa yang terjadi? Menghancurkan, melukai, menyakiti. Makanya ada orang-orang yang tajam kadang omongannya. Kadang orang gak dengerin khotbah pun selalu komentarnya buruk. Datang ibadah komentarnya buruk, ketemu orang lain komentarnya buruk. Sebenarnya yang buruk itu memang dari dalam hatinya buruk.
11:37 Makanya manifestasi lewat lidah, bibirnya. Nah, itu perlu dikendalikan, diberesin dulu. supaya nanti yang keluar itu jadi berkat. Seseorang akan dihargain dari perkataan lidah bibirnya. Ngomongnya apa? Bapak, Ibu pengin tahu hidupmu tuh ada bobotnya apa tidak? Hidupmu itu berkualitas apa tidak? Hidupmu itu ada isinya apa tidak? Lihat dari semua komentar yang keluar dari mulutmu. Ketika kamu diperlakukan buruk, apa yang keluar dari lidah bibirmu pertama kali? Ketika kamu disakitin, apa yang keluar dari lidah bibirmu pertama kali? Ketika kamu mendapatkan hal-hal yang enggak sejalan dengan keinginanmu, apa yang keluar dari lidah bibirmu? Atau kamu mendengarkan khotbahnya pendeta di mana pun juga di YouTube mungkin media sosial atau apapun atau di ibada di gereja dan
12:22 itu nyinggung perasaanmu. Kamu komentar dari lidah bibirmu apa? Itu menunjukkan sejatinya kita itu seperti apa? Tapi banyak orang gak bisa menguasai diri, mengendalikan diri. Dia ngomong cerampangan, ngomong sembarangan, ngikutin maunya sendiri. Bapak, Ibu, kalau lidah ini enggak kendalikan, kita akan menjadi orang yang bermulut tajam, menyakiti, melukai, dan jadi batu sandungan bagi banyak orang. Karena lidah itu penuh racun yang mematikan. Tergantung hari ini lidahmu mengeluarkan tetesan madu yang memberkati banyak orang. Lidah bibirmu bisa membuat orang itu dipulihkan, diberkati, dikuatkan, diteguhkan, atau malah teracuni dengan sakit hati, tersinggung, marah. Cek sendiri. Cek sendiri selama ini yang
13:09 keluar dari lidah bibir kita apa? Merendahkan orang lain atau meninggikan diri sendiri? Itu yang lebih bahaya lagi. Tinggal tunggu waktu. Kalau seseorang meninggikan diri, merasa dirinya benar, merasa dirinya hebat, merasa dirinya paling berkenan di hadapan Tuhan, tinggal tunggu waktu kejatuhannya akan cepat sekali. Kita perlu mengendalikan diri, kita perlu perlu menguasai diri, kita perlu menaklukkan diri kita ini sepenuhnya di hadapan Tuhan. Dan semakin hari kita bisa menguasai diri dengan baik. Kalau enggak kita akan menjadi orang yang buas. Ada orang-orang yang buas, mulutnya jahat sekali. Gampang komentar buruk. Nah, hati-hati itu. Apalagi di era media sosial ini banyak orang komentarnya jahat sekali. Menghakimi, menuduh, menuding, maki-maki. Padahal
13:54 enggak kenal orang yang dikomentarin itu. Gak tahu kehidupannya. Itu mulut yang buas ya gak terkendalikan. Bukan meneteskan madu itu lidah bibirnya meneteskan racun seperti orang-orang yang benar-benar hatinya busuk dan jahat dan ujungnya menjadi orang-orang yang menyakiti orang lain, melukain orang lain, melukai perasaan orang lain. Bapak, Ibu coba cek sendiri. Selama ini kalau Bapak, Ibu dapat perkataan yang buruk, dapat perkataan yang pedas nyakitin, pastikan perasaanmu seringkiali terluka di daerah jiwamu, perasaanmu di kemauanmu, di kehendakmu terluka itu di jiwa itu. Karena apa? Perkataan buruk. Nah, sekarang mulai belajar kuasain diri. Jangan pernah
14:40 pikirkan perkara buruk, perkataan buruk. Gak usah, enggak penting itu. Kalau gak nanti membuat kita terluka. Kalau kita terluka dengan perkataan buruk orang lain dan kita gak disembuhkan, di ujungnya kita akan melukai orang lain loh. Kita akan ngomong pedas orang lain. Coba perhatikan orang yang ngomongnya pedes-pedes itu perhatikan. Karena pasti dia pernah disakitin dan terluka. Karena dia terluka belum disembuhkan, dia coba melukain orang lain dengan kata-kata yang pedas yang sama yang pernah dia terima. Makanya harus beres itu harus benar dulu yang di dalam hati kita ini. Kalau tidak kita jadi orang yang terluka, kita akan cenderung melukai dan menyakiti orang lain. Kita akan cenderung merendahkan orang lain. Kita akan menjadi orang yang gampang sekali tersinggung, marah, kepahitan, komentarnya buruk. Ya, menunjukkan
15:27 sejatinya kita siapa di hadapan Tuhan. Tapi orang yang bisa mengendalikan diri, bisa menguasai, bisa menaklukkan yang buas itu, bisa menetralkan racunmu yang keluar, bukan racun dari lidah bibirmu, tapi firman dan kebenaran yang memberkati banyak orang, hidupmu ditempatkan di mana pun jadi berkat. Coba sekarang kita lihat di ayat yang keesemb dengan lidah kita memuji Tuhan Bapa kita. Dengan lidah bibir kita hari Minggu bisa memuji Tuhan. dengan lidah bibir kita, kita bisa menyembah Tuhan, kita bisa bersyukur, kita mendoain orang. Tapi lihat dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut serupa meneruput rupa Allah. Jangan
16:12 sampai kita di sisi lain datang ibadah memuji Tuhan, menyembah Tuhan, mengagungkan nama Tuhan. Tapi di sisi lain ketika kita melihat segala sesuatu yang gak sejalan dengan pikiran dan hati kita, dan kita kutukin orang lain, kita maki orang lain, kita rendahkan orang lain, kita hakimin orang lain. Bagaimana mungkin mulut yang sama di sisi lain memuji Tuhan, tapi di sisi lain memaki orang lain, mengutuki orang lain? Tidak mungkin bisa. Kalau yang di dalam hati kita ini busuk, yang keluar juga busuk. Kalau yang di dalam hati kita ini baik, yang keluar juga baik. Perhatikan ya. Dengan lidah kita memuji Tuhan Bapa kita dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah.
16:59 Apalagi menghakimi rupanya orang ee fisiknya orang itu gak benar itu gak gak baik gak berkenan. Semua diciptakan sesuai dengan kehendak Tuhan. Orang enggak bisa menolak bentuk mukanya seperti apa karena itu sudah diciptakan spesial dari tangannya Tuhan. Dan kita berhak apa menghakimi. Kalau kita menghakimi ya kita artinya menghujat Tuhan. Kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah lagi. Apalagi sesama orang Kristen saling maki karena kamu merasa rohani terus kamu melihat orang lain. Enggak sejalan dengan pikiranmu kamu maki. Saya seringkiali dimaki-maki netizen itu. Dibilang ini, dibilang itu. Ah, saya enggak terlalu pusing. Dia enggak kenal hidup saya. Gak tahu apa yang saya bark saya bayar di hadapan
17:46 Tuhan saya. belajar hidup benar. Mereka enggak tahu kehidupan sehari-hari, tapi dipanggil-manggil. Saya enggak terlalu pusing dengan orang-orang seperti itu. Makanya belajar pakai lidah bibirmu ini jadi berkat, memberkati orang lain. Kita dipanggil, dipulihkan, dijadikan serupa segambar dengan Tuhan supaya kita ini bisa jadi berkat buat orang lain. Bukan ngutukin orang lain, bukan memaki orang lain, dan merasa diri kita paling benar sendiri. Kalau sudah seperti itu, kamu bukan sejalan dengan kebenaran firman Tuhan. Justru kamu memaki, maki orang lain dan justru lidah bibirmu jadi kepanjangan mulutnya setan. Dengan lidah kita memuji Tuhan Bapa kita, dengan lidah kita mengutuk manusia yang
18:32 diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, Saudara-saudaraku, tidak boleh terjadi demikian. Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata yang air yang sama? Tidak mungkin orang itu kalau gampang hakimin orang lain, gampang mencaci orang lain, gampang merendahkan orang lain, ya gak mungkin mulutnya keluar berkat, pasti keluar kutuk, pasti mulutnya jahat, pasti mulutnya menyakiti, pasti mulutnya gak benar, hatinya juga enggak benar, hidupnya juga enggak benar. Bapak, Ibu, banyak orang kepahitan, sakit hati karena mulutnya orang Kristen gak bertobat. Justru orang Kristen yang
19:19 ngerti firman harus menjaga lidah bibirnya dengan baik, menguasainya dan menaklukkannya di dalam Kristus. Sehingga yang keluar dari lidah bibirnya adalah firman yang membangkitkan. Kita bisa menyakiti orang dengan perkataan yang buruk dan 5 menit kemudian kita lupa apa yang kita katakan. Tetapi orang yang mendengar perkataan yang menyakitkan yang keluar dari lidah bibir kita bisa seumur hidupnya kepahitan dan sakit hati. Makanya dampak dari lidah bibir kita ini begitu berkuasa sekali. tergantung yang keluar dari lidah bibirmu apa hari ini firman Tuhan atau sebalik saudara saudaraku, adakah pohon
20:05 arah dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pohon anggur dapat menghasilkan buah ara? Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar. Mata air yang asin tidak dapat mengeluarkan air yang tawar. Kalau mulutnya jahat, ya hatinya jahat. Gak mungkin jadi berkat. Sesimpel itu. Jadi banyak orang enggak bisa mengendalikan diri, enggak bisa menguasai dirinya sehingga terjebak dalam banyak hal yang membuat dia malah jatuh dalam dosa. Jagai lidah bibirmu dengan baik. Kuasai dengan baik. Jangan sampai menjadi lidah bibir yang dipakai untuk setan. Untuk memperpanjang ee suaranya setan, perkataannya setan.
20:51 Menyakiti dan melukai. Bapak, Ibu, kalau selama ini yang keluar dari lidah bibirmu menyakiti, melukai, merendahkan, bertobat dan berubah, serahkan hatimu, ambil keputusan untuk berubah dan jalan sama Tuhan dan Tuhan akan pulihkan hidupmu. Berjalan bersama Tuhan step by step hidupmu akan diubahkan. Hidupmu akan jadi berkat dan nama Tuhan akan dipermuliakan melalui hidupmu. Saya berdoa apa yang kita pelajari hari ini termatrek dalam hatimu dan kamu mengerti apa yang harus kamu kerjakan dan kamu lakukan. sekalipun loh diperhadapkan dengan hal yang enggak sejalan dengan pemahamanmu, yang enggak sejalan dengan pikiranmu, jangan mengutuk, jangan menghakimi, jaga lidah bibirmu dengan baik. Kalau engkau pengin diurapi, jaga
21:37 lidah bibirmu dengan baik. Saya bersyukur dengan didikan orang tua saya dari kecil. Lidah bibir saya itu gak pernah memaki orang. Anak-anak sezaman saya dulu, seumuran saya dulu tuh w kalau ngomong tuh kata-katanya kasar. Kata-katanya, seringkiali orang Jawa itu sering mengumpat dengan kata-kata setiap daerah itu punya umpatan masing-masing. Kata makian yang dianggap mereka biasa. Tapi saya enggak pakai mulut saya untuk ngomong kasar sampai hari ini. Saya enggak pernah ngatain orang lain. Saya mau jagain lidah, bibir saya. Ternyata didikan orang tua saya itu tanpa saya sadari mempersiapkan diri saya sampai hari ini jadi hamba Tuhan. Sekarang sekalipun saya melihat orang hancur, orang jatuh, orang nyakitin, orang lukain, saya enggak mau keluar komentar
22:22 apapun. Lebih baik saya diam. Apalagi kalau Bapak Ibu hatimu lagi marah, lagi emosi, pengin meledak-ledak, pengin jangan komentar apa-apa. Lebih baik diam. Kuasain diri dengan baik. Jangan komentar apapun dalam kondisi marah, dalam kondisi emosi. Nanti yang keluar dari lidah bibir kita menyakiti dan melukai orang lain, merendahkan orang lain. Kita makan lidah bibir kita jadi kepanjangan tangannya Tuhan menjadi berkat bagi banyak orang, memberkati banyak orang dan nama Tuhan dipermuliakan. Kita mau pakai sepanjang umur hidup kita ini, setiap kata-kata kita tuh penuh makna, penuh nilai. Orang yang mendengarkan dikuatkan, diteguhkan, dibangkitkan semangatnya. semakin mengerti kebenaran dan hidup dalam kebenaran.
23:07 Amin. Apa apapun yang kita alami hari ini, yang selama ini kita kerjakan dan perbuat, kita balik lagi sama Tuhan. Kita koreksi diri kalau bikin kesalahan dan dan hal yang buruk di masa lalu. Kita bertobat dan berubah jalan sama Tuhan. Tuhan mau pakai lidah, bibir kita jadi berkat, jadi kepanjangan mulutnya Tuhan yang memberitakan kabar baik, membangkitkan, memulihkan, menyembuhkan. Dan nama Tuhan dipermuliakan atas hidupmu, atas keluargamu, atas anak-anakMu. Jaga lidah, bibirmu. Kamu semakin keluar hikmat dan pengertian, orang akan semakin hormatin kamu. Orang semakin hargain kamu. Kamu ngomong serampangan, ngomong pecicilan, ngomong sembrono, orang enggak akan hormatin kamu. Karena dari lidah bibirmu harusnya
23:54 keluar hikmat dan pengertian dan orang diberkati. Amin. Tutup Alkitabmu, tutup matamu. Mari kita berdoa. Bapa, terima kasih buat firman-Mu. Kami materaikan dengan darah anak dombalah firman yang nembel dalam hati kami. Berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan firman jadi kehidupan dan hamba-Mu. Berdoa dalam nama Yesus. Berkati setiap orang yang mendengar firman ini. Jamah mereka, ubahkan mereka, tarik mereka dan pusat kehendakMu. Semakin diubahkan sejalan serupa, sepikir sea, sekata dengan Tuhan. proteksi, jagain dan lindungi. Terima kasih Tuhan. Kami kembalikan segala hormat, pujian, pengagungan buat raja kami yang maha mulia. Dalam nama Yesus kami berdoa dan mengucap syukur. Haleluya. Amin. And God bless you.
24:40 [Musik] nam [Musik] ini [Musik] Ya
25:26 [Musik] kami mengasihi-Mu. [Tertawa] [Musik] Kami mencintai-Mu Tuhan. Roh Kudus, [Musik] Roh Kudus. [Musik]
26:27 n-mu [Musik] sembah [Musik] Angkat suaramu, nyanyikan masmu. Tinggikan raja di atas segala raja Allah yang perkasa. Oh. [Musik] We worship you.
27:12 We adore you. We adore you. [Musik] S mia
27:58 We love you. We praise you. We love you. We praise you. We praise you. We praise you. Dari hati kami [Musik] keluar nyanyian yang mengasihi-Mu. [Musik] dari hati kami. Kami naikkan mazmur yang meninggikan nama-Mu, Tuhan. [Musik] Tuhan,
28:49 [Musik] kami mencintai-Mu Tuhan. Kami mengasih-Mu. [Musik] Kau saja yang suci.
29:38 [Musik] Kau saja yang layak. Kau layak terima glori. Yesus kau Tuhan. Kau saja yang suci. Kau saja yang layak. Kau layak
30:26 terima glor [Musik] hanya kau Tuhan. Terima kasih Roh Kudus. Terima kasih [Musik] kami mengasihi-Mu Tuhan. [Musik] Sungguh hati kami mencintai Engkau lebih dari apun juga. Tapi dalam kedagingan kami, kami sering melakukan hal yang menyakiti, yang
31:11 bertolak belakang dengan kehendak-Mu. Berikan kemampuan kami setiap hari untuk berjalan dalam kesucian dan kekudusan. Kami tidak mampu berjalan tanpa Engkau Roh Kudus. Pegang tangan kami, pegang hati kami. Lihat sampai kedalaman batin kami. Kami mencintai Tuhan. Kami mengasihi Engkau. Kami pengin berkemenangan setiap hari. Dapatin kami menjadi orang kesayangan-Mu.
31:59 Terima kasih. [Musik] Kami mau belajar apa yang kau mau Tuhan. Terima kasih dalam nama Yesus. Haleluya. Amin. Amin. Menikmati hadirat Tuhan, merasakan Tuhan datang. Yeah.