Ringkasan Singkat
Video ini membahas tentang pentingnya budaya sekolah yang aman dan nyaman untuk pembentukan karakter dan perlindungan murid. Beberapa poin utama yang dibahas meliputi:
- Peran penting Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 6 Tahun 2026 tentang budaya sekolah aman dan nyaman (BSAN).
- Pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
- Pentingnya deteksi dini potensi gangguan keamanan dan kenyamanan di sekolah.
- Pentingnya penguatan kapasitas guru dan tenaga pendidik dalam menciptakan budaya sekolah yang aman dan nyaman.
- Pentingnya pengasuhan positif di rumah untuk mendukung budaya sekolah yang aman dan nyaman.
Pembukaan
Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan sambutan dari pembawa acara. Seminar ini bertemakan budaya sekolah aman dan nyaman sebagai bagian dari pembentukan karakter dan perlindungan murid di sekolah. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia bersama Save the Children Indonesia melalui program Kreasi (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia). Program Kreasi bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan memperkuat literasi, numerasi, dan pendidikan karakter. Seminar ini akan membahas regulasi dan implementasi Permen Dikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang BSAN. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman tentang pentingnya menciptakan budaya sekolah aman dan nyaman serta mendorong kolaborasi antar berbagai pihak dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan berpihak pada anak.
Sambutan dari Save the Children Indonesia
CEO Save the Children Indonesia, Desi Kurwiani Ukar, menyampaikan bahwa pendidikan bukan hanya tentang pencapaian akademik, tetapi juga tentang memastikan setiap anak merasa aman, dihargai, dan terlindungi di lingkungan belajarnya. Program Kreasi yang didanai oleh Global Partnership for Education merupakan upaya nyata untuk mempercepat peningkatan literasi, numerasi, penguatan karakter, dan perlindungan anak melalui intervensi di lebih dari 500 satuan pendidikan di delapan kabupaten di empat provinsi. Desi mengapresiasi Permen Dikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang BSAN sebagai langkah strategis untuk memastikan sekolah tidak hanya aman secara fisik, tetapi juga secara psikologis, sosial, dan digital. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan catur pusat pendidikan (sekolah, keluarga, masyarakat, dan media) dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Laporan Kegiatan dari Kementerian Pendidikan
Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Suharti, melaporkan bahwa seminar ini bertujuan untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional dan menjadi momentum penting untuk merefleksi kembali arah pendidikan. Pendidikan tidak hanya tentang capaian akademik, tetapi juga tentang bagaimana sekolah menjadi ruang tumbuh yang aman, sehat, inklusif, dan memanusiakan bagi setiap anak Indonesia. Kegiatan ini juga sebagai wadah untuk memperkuat implementasi Permen Dikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang BSAN dan Kepmen Diktasmen Nomor 17 Tahun 2026 tentang pedoman penyelenggaraan BSAN. Seminar ini diharapkan dapat menjadi ruang berbagi praktik baik, penguatan pemahaman, serta penguatan komitmen bersama dalam melaksanakan BSAN di seluruh Indonesia.
Sambutan dari Menteri Pendidikan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Muti, menekankan pentingnya tema seminar dalam situasi saat ini, di mana sekolah belum sepenuhnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Berbagai bentuk perundungan masih terus terjadi dengan pelaku yang semakin beragam. Keberhasilan pendidikan ditentukan oleh bagaimana menciptakan lingkungan fisik dan sosial yang aman bagi anak-anak untuk belajar dengan sebaik-baiknya. Permen Dikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang BSAN sejalan dengan gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Menciptakan lingkungan sekolah yang aman tidak hanya sekadar menata lingkungan fisik, tetapi juga mengembangkan sekolah yang ramah lingkungan dan nyaman bagi murid berkebutuhan khusus.
Menteri juga menyoroti pentingnya keamanan secara sosial dan psikologis, di mana sekolah tidak menjadi ajang demonstrasi strata sosial atau kekuatan material. Perundungan sering kali bermula dari relasi kuasa antara yang kuat dan yang lemah. Keamanan secara intelektual juga penting, sehingga perankingan dan membandingkan murid satu dengan yang lain dari capaian akademik dapat menjadi penyebab perundungan. Cara melakukan pendekatan kepada murid harus berubah dengan mengedepankan nilai dan penghormatan. Dalam deep learning, kata kunci yang pertama adalah memuliakan guru, murid, dan ilmu. Budaya sekolah yang aman dan nyaman harus ditumbuhkan melalui nilai, kebiasaan, komitmen bersama, serta kolaborasi multisektor.
Sesi 1: Kerangka Regulasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman
Sesi ini membahas kerangka regulasi budaya sekolah aman dan nyaman serta upaya pencegahan dan rujukan penanganannya.
Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026
Rita Pranawati, Staf Khusus Menteri Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemertaan Pendidikan Daerah 3T, menjelaskan bahwa rasa aman dan nyaman penting bagi setiap murid agar mereka nyaman di sekolah, nyaman belajar, dan nyaman berinteraksi sehingga bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Arah dan semangat kebijakan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 adalah memperkuat promotif, preventif, dan kolaboratif. Perluasan perlindungan tidak hanya fokus pada kekerasan, tetapi juga menyeluruh di sekolah, dalam pembelajaran, di luar sekolah, hingga ruang digital. Partisipasi semesta diharapkan melibatkan warga sekolah, masyarakat, orang tua, dan semua pihak yang berkepentingan. Empat aspek nyaman meliputi spiritual, fisik, psikologis, sosiokultural, dan digital. Penanganan kolaboratif diharapkan nonlitigasi. Asas yang di-highlight dalam Permendikdasmen ini adalah humanis, komprehensif, partisipatif, kepentingan terbaik bagi anak, non diskriminatif, inklusif, keadilan dan kesetaraan gender, harmonis, serta berkesinambungan.
Pedoman Penyelenggaraan Budaya Aman dan Nyaman di Satuan Pendidikan
Rusprita Putri Utami, Kepala Pusat dan Penguatan Karakter, menjelaskan lebih detail tentang Permendikdasmen 6 2026 yang terdiri dari 7 bab dan 46 pasal. Tiga hal yang di-highlight adalah penguatan tata kelola, edukasi, dan penguatan peran seluruh warga sekolah. Penguatan tata kelola meliputi deteksi dini potensi gangguan keamanan dan kenyamanan, pembentukan tata tertib dan kode etik, serta penyusunan pos-pos kegiatan yang prosedural. Edukasi warga sekolah meliputi penguatan kapasitas kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan dalam deteksi dini, penanganan pelanggaran, dan pemahaman terhadap ragam disabilitas. Penguatan peran warga sekolah meliputi pembagian peran, manajemen kelas yang melibatkan murid, keteladanan, dan penerapan budaya positif.
Pencegahan dan Sistem Rujukan dalam Mendukung Budaya Sekolah Aman dan Nyaman
Rini Handayani, Plt. Deputi Pemenuhan Hak Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, menekankan pentingnya komitmen bersama dalam melindungi anak, karena 30% waktu anak ada di sekolah. Keterlibatan seluruh pihak menunjukkan kepedulian terhadap anak. Kementerian Pemberdayaan Perempuan ingin menjamin bahwa anak di mana pun dia berada terlindungi dan terpenuhi haknya. Hak anak adalah hak asasi manusia dalam berbagai bentuk apapun. Pemenuhan hak anak dijamin oleh negara dalam pasal 28B ayat 2 dari Undang-Undang Dasar 45 yang diratifikasi dengan meratifikasi konvensi hak anak. Pendidikan termasuk unsur pengasuhan di dalamnya, sehingga orang dewasa harus menjadi role model bagi anak-anak. Disiplin positif penting untuk mengajarkan anak melaksanakan tanggung jawabnya.
Sesi 2: Implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman
Sesi ini membahas implementasi budaya sekolah aman dan nyaman di lingkungan pendidikan.
Kerangka Perlindungan Anak dalam Menciptakan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman
Tata Sudrajat, Senior Director Advocacy Campaign and Government Relation Save the Children Indonesia, menyampaikan bahwa kekerasan dapat menjadi warisan yang terus berlanjut dari generasi ke generasi. Perlindungan anak meliputi perlindungan semua hak anak, mulai dari kelangsungan hidup, tumbuh kembang, partisipasi, hingga perlindungan dari kekerasan. Perlindungan anak dapat menjadi mainstreaming atau sektor tersendiri dengan sistem perlindungan anak yang merespon kasus. Ketika terjadi insiden kekerasan, sekolah jangan merasa sendiri karena ada sistem yang sudah ada untuk melapor. Analisis struktur menunjukkan bahwa insiden kekerasan adalah puncak gunung es dari masalah yang lebih besar, seperti kepercayaan yang salah tentang kekerasan, ketidakadilan, kemiskinan, dan risiko digital. Segitiga perlindungan anak menggambarkan tingkatan risiko yang dihadapi anak, mulai dari setiap anak, anak dari keluarga yang kesulitan, anak pelaku kekerasan, hingga anak korban kekerasan. Manajemen kasus penting untuk mengatasi trauma psikologis dan mencegah pelaku kekerasan melakukan tindakan serupa.
Membangun Kapasitas Keluarga Melalui Pengasuhan Positif dalam Mendukung Budaya Sekolah Aman dan Nyaman
Siti Nurandini, Direktur Keluarga Kita, menjelaskan bahwa lembaganya fokus pada pendidikan keluarga dengan mengedukasi para orang tua. Kurikulum dasar Keluarga Kita meliputi hubungan reflektif, disiplin positif, dan belajar efektif. Fondasi hubungan yang aman penting untuk memberikan pola kelekatan yang aman bagi anak-anak dan mencegah kekerasan. Tujuh fondasi hubungan yang aman meliputi mendengarkan anak, vulnerable, empati, memvalidasi emosi, curius, alokasi waktu, dan merancang interaksi yang menyenangkan. Disiplin positif diawali dengan unlearn miskonsepsi yang ada di kepala kita semua. Anak sejak lahir memiliki otonomi dan perlu zona aman untuk belajar dan tumbuh. Orang tua dan pendidik perlu menjadi figur otoritatif yang konsisten. Prinsip dasar pengasuhan Keluarga Kita adalah mencintai dengan lebih baik, yang disingkat menjadi CARI CARA, INGAT IMPIAN TINGGI, NERIMA TANPA DRAMA, TIDAK TAKUT SALAH, dan ASYIK MAIN BERSAMA.

