0:00 bahwa sebenarnya ilmu bumi itu yang saya nikmati di Imperial College, yang saya nikmati di eh Nottingham itu bermula dari Jawa, dari tanah Jawa sehingga menjadi ilmu pengetahuan yang kita nikmati sekarang. Cuman kan narasinya kan semua ilmu pengetahuan itu dari barat. Nah, itulah makanya kita hidup dalam apa yang disebut mental kolonial tuh sebenarnya itu. Makanya ada istilah Sunda teh Islam. Islam teh Sunda. Iya. Iya. Islam yang masuk ke tanah Sunda lebih murni karena tanahnya tanah egaliter. Hm. Apakah [mendengus] kebudayaan Sunda itu musyrik misalnya? Heeh. Well, kita bisa lihat di situ apakah betul yang dimaksud dengan menghormati sungai gunung itu artinya menyekutukan Tuhan atau menyembah menyekutukan atau menyembah Tuhan dengan
0:45 entitas lain. Enggak gitu loh. [mendengus] Nah, kepemimpinan Jawa Barat tuh saya lihat ada nyalinya, Mas. Nah, Pak KDM ada nyalinya. Kata kata KBM nih. Kata KBM ada nyali perkara orang suka enggak personalitas. Heeh. Enggak ada manusia yang sempurna. Iya. Nyali itu penting. Oke, kita ngobrol di Pak ya. [musik] Asalamualaikum sahat PR. Hadir lagi di Ngobrol di PR. Ngobrol-ngobrol yang menarik-menariklah. Hari ini kita ngobrol dengan KBM. Bukan KDM ya, tapi KBM. [tertawa] Oh, Bagus Mulyadi. Beliau youtuber, terkenal, dosen juga di luar negeri sana di Nottingham ya.
1:31 Iya, Nottingham. Ee diaspora kita yang cukup ee dikenal, sangat dikenal apalagi punya punya ee program YouTube juga ya di Chronicle itu yang hal yang menarik. Nah, kenapa kita mengundang ini? Karena beliau nama juga Kohnya kokoh ya, Koh. Bagus. Eh berarti dari Tiona, tapi dia menginisiasi sebuah apa ya? Ini sebuah momentum perjalanan penting untuk bisa Indonesia dari Jawa Barat, mulai di Jawa Barat yaitu membuat sebuah enciklopedia Sunda namanya Sunda. Dia bikin tiga jilid gitu beberapa penulis dan yang menariknya yang bikin penasaran kenapa kok malah seorang kokoh yang bikin gitu ya yang menginisiasi ee munculnya sebuah ensiklopedia Sunda.
2:16 tadi baca sekilas memang eh menarik sih di eh ensiklopedia ini tidak terlalu banyak eh gambar, tidak banyak eh ilustrasi tapi tulisan-tulisan yang memang mengarahkan bahwa Sunda itu bukan hanya sebuah suku, tapi ada nilainya di sana. Ada sebuah kebudayaan dan sebuah ideologi gitu. Nah, kita mungkin nanti ngobrol mengapa akhirnya muncul ide bikin itu. Sebenarnya ini bukan inspirasi dari saya. Setidaknya [berdehem] bukan hanya dari saya, sebenarnya ini dari Pak Grup, dari Kang Dedi gitu. Dan buku ini ditulis bersama dengan BP2D Prof. Jabar dengan penulis 7 sampai 9 tim ahli 20 jadi 20 e tim dari BP2D. Jadi ini karya bersama bersama karya bersama kolaborasi banyak pihak. Ya,
3:02 betul. Walaupun idenya itu lahir dari diskusi saya dengan Kang Dedi sekitar 1 tahun yang lalu. 1 tahun yang lalu pas Oh, berarti 2024 2025 2020 awal 2025 kasih tahu. Oh, setelah dilantik pokoknya sebelum dia dilantik. Oh, sebelum dilantik berarti akhir mungkin ya. Jadi memang sebelum bertemu dengan Kang Didi itu kalau suka lihat kanal Chronicles yang saya asuh bersama rekan-rekan atau mungkin di media-media populer lain ketika saya sebagai tamu podcast memang saya sering sekali mengangkat kearifan lokal atau warisan leluhur begitu. Jadi ini sebenarnya inspirasinya tuh pertama kali ketika saya saya ini seorang ilmuwan ilmu bumi sebenarnya. Ekak [tertawa] yaak
3:48 ya. Kalau mau ditarik benang merah, penelitiannya itu dari teknik mesin dulu ITB ya kan. Terus mesin ngambil mekanika apa? Teknik mesin. Teknik mesin ITB. S2-nya ke Taiwan itu ya? S2-nya ke Taiwan ambil fisika gitu. Nah, saya kerja sebagai peneliti itu di departemen matematik di Prancis, di departemen ilmu bumi di Imperial di London. Kemudian saya sekarang dosen teknik kimia. Oh, bingung [tertawa] fisika, ngajar matematik, dosen teknik kimia. Wah, sangat ee sangat berwarna ya. Betul. Dan berarti full ekstrak aja itu ya. Full full exak ya. Full exak. Enggak ada hubungannya sama kebudayaan sebenarnya. Lu bersentuhannya gimana? Saya tuh lagi jalan di Imperial di Royal School of Mind itu Imperial College. Kalau mungkin yang
4:33 belum tahu itu mungkin salah satu dari tiga besar institusi di bidang ilmu bumi ya, selain Stanford dan Cambridge begitu. Dan di situ banyak sampel batu-batuan diambil dari wellbore atau dari eh geothermal well dari berbagai macam ee sudut dunia gitu termasuk dari Indonesia. Saya mulai berpikir gitu bahwa banyak sekali pengetahuan di bidang geologi, di bidang saya pada waktu itu yang sebenarnya itu bermula dari Nusantara. Lalu saya gali-gali literaturnya dan saya temukan bahwa memang betul bahwa sejarahnya sayangnya di Indonesia itu enggak punya yang namanya departemen history of science atau sejarah saist of s gitu ya. Emang di negara ini biasanya ada Inggris ada. Oh
5:18 jadi dia mempelajari history of science. Maksudnya sains itu enggak tiba-tiba jatuh dari langit, tumbuh dari pohon gitu ya. bahwa ada ada asal mulanya perjalanan cara pikir orang sampai membentuk sains seperti yang kita tahu termasuk geologi. Oke. Tapi dulu itu orang geologi pasti tahu ini orang itu memaknai bumi itu enggak seperti sekarang yaitu sebagai manifestasi dari interaksi lempeng tektonik gitu bergesekan keluar magma. Heeh. Dulu itu orang memaknai bumi layaknya jeruk atau apel yang mengerut karena lama gitu ya. Heeh. He. Makin tua makinut ya. Dan ketika dia kehilangan berat atau massa dia nyembur. Nah, gunung berapi itu kayak begitu gitu.
6:04 Nah, saya temukan singkat cerita sejak abad ke-18-19 ketika Heor Camerling dan teman-temannya itu pergi ke Nusantara dan ini ada buktinya ya 7.000-an kira-kira tahun berapa itu berarti ee abad ke 18 sampai ke-20 jadi 18 17800 zaman-zaman itu yang menurut VC dan lainnya gitu ya. Iya berbarengan dengan Belanda. Nah, mereka baru tahu ketika mereka mempelajari [berdehem] fenomena geologik di Yogyakarta misalnya, bahwa ketika ada gemuruh di laut pantai selatan ya, laut selatan itu hampir selalu dibarengi oleh utusan Gunung Merapi. Nah, orang Yogyakarta itu memaknainya sebagai hubungan antar penunggu godess dan God. Jadi Noro Kidul ber
6:51 Roro Kidul dengan penunggu Gunung Merapi. Nah, barulah terbersit ide bahwa ada hubungan antara lempeng tektonik itu tuh sebenarnya ya. Ah, itu sebenarnya kan enggak pernah dengar narasi kayak gini kan. He. Bahwa sebenarnya ilmu bumi itu yang saya nikmati di Imperial College, yang saya nikmati di ee Nottingham itu bermula dari Jawa, dari tanah Jawa. Itu loh dari tadi ya, dari si Gemuruh Laut ada ee interaksi dengan gemuruh kamping. Jadi ee dipersonifikasikannya jadi nyirorok dulu dan penunggu itu ya. Iya. Orang banyak menyangka bahwa ilmu pengetahuan yang kita kenal seperti sekarang metodologinya Mas ya. Oh. meneliti batu-batuan itu dengan dimasukin ke dalam exrcity scanner di dalam laboratorium itu tuh umurnya belum lama.
7:36 Hm. Mungkin bisa ditarik ke Francis Bacen itu baru abad ke 18-19 gitu ya. Orang Jawa itu sudah tahu seismologi. Jadi mengetahui kapan ada pergerakan ee tektonik gitu ya. Karena di situs-situs yang ada intense geological manifestation itu ada sesajen. Hm. Oh, itu ada maknanya berarti ya Sajen itu? Iya, ada maknanya. Pada waktu itu kan ee fenomena itu dipersonifikasi sebagai ada penunggunya. Nah, kalau tanpa itu para naturalis dari Inggris dan Belanda bahkan dari Jerman itu enggak akan bisa ngambil data tangannya dituntun he oleh para ritualis ini gitu loh.
8:22 Sehingga menjadi ilmu pengetahuan yang kita nikmati sekarang. Cuman kan narasinya kan semua ilmu pengetahuan itu dari barat. Padahal, nah itulah makanya kita hidup dalam apa yang disebut mental kolonial tuh sebenarnya itu bukan berarti badan kita nunduk terus gitu. Bukan begitu, tapi cara pandang kita bergantung. Jadi yang dari Barat itu yang benar. Orang Indonesia memang ee takdirnya bukan mikir, kerja gitu. Kerja aja enggak usah mikir gitu. Nah, ini adalah salah satu proyek pertama dengan Gubernur Jawa Barat Pemprov Jabar untuk membalikkan narasi itu bahwa arsitektur, jurisprudensi, geologi, tekstil, seni perang, bahkan itu tuh orang Sunda kuno sudah paham bukan hanya jago bikin es [berdehem] apa
9:08 gitu, cendol doger atau makan. No, no. Kita tahu caranya berpikir. Nah, ini adalah proyek ambisius. Inilah dekolonisasi yang sebenarnya membebaskan cara pikir yang bergantung gitu loh. Ini dibalikkan lagi ke sana nanti ya. Nah, ini makanya akan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Kemudian kita akan buat beberapa diseminasi misalnya di universitas seperti termasuk universitas saya di Nottingham supaya kita bisa memberitakan kepada orang peneliti luar bahwa ini cara pandang orang Sunda yang tahu bagaimana caranya hidup berdampingan dengan gunung berapi atau mempelajari tentang siklus karbon atau mempelajari tentang tata kota, mempelajari tentang toponimi gitu ya. Ini cara pandang
9:55 leluhur kami seperti itu. Dan ini belum pernah ada. Biasanya ensiklopedia itu sifatnya ontologik aja. Maksudnya deskriptif ini apa itu apa gambarnya banyak seperti no kita mau agar supaya orang Sunda itu tahu leluhur saya, bapak moyang saya gitu kasarnya gitu ya. Itu ahli geologi ternyata ahli botani. Hm. H seperti itu. Dan dokumentasi-dokumentasi itu jarang ada di kita ya ee ketika menyusun ini gini enggak ada masuk masuk akal juga sih sebenarnya kalau kita lihat di dalam sudut-sudut universitas planologi ee hukum iya itu semuanya teorinya itu ngambil dari barat psikologi gitu ya itu semua ngambil dari barat gitu loh. Jadi wajar aja enggak pernah
10:41 ada yang seperti ini. H gitu loh. Atau mungkin ada saya enggak tahu bisa aja ya. Tapi saya belum pernah lihat gitu loh. Dan ini proyek pertama. Dan sebenarnya Nusantara itu begitu kayaknya kalau kita bicara bukan hanya konteks Sunda, Bugis di mungkin Sumatera, Ternate, Sumbawa itu mereka punya sendiri warisan leluhur. Dia memang tidak belum ter belum terdokumentasikan secara belum belum terkodifikasi. Iya. Ini bisa menjadi ee membuka kotak Pandora ya kalau saya mengatakan itu ya. Karena ini baru satu aja di Jawa Barat gitu ya, di Sunda memiliki Sunda akan mudah-mudahan sih akan menginisiasi daerah-daerah lain untuk mengangkat seperti hal ini. Permasalahannya
11:27 biasanya riset cara pikir itu bukan agenda daerah, Mas. H gitu loh. Biasanya kalau kita bilang ini riset tentang geologi orang mah lihatnya Kemendik SACH gitu. [berdehem] Rek atau Kemdickbot selalu ngelihatnya pusat atau brin di pusat ya walaupun brin punya brida gitu ya tapi ini kalau mau buka kontak Pandoranya itu tadi iya daerah itu harus punya agenda riset harus punya kepemilikan akan riset sekarang belum belum ada satu pun ee belum ada ya paling lewat brida tapi brida masih konteksnya tuh masih perputaran staf aja maksudnya harusnya gini Mas ya Unhas itu paling paham tentang ilmu nenek moyang orang Bugis atau orang ee Sulawesi.
12:13 ITB itu harus paling paham tentang warugan lemah gitu. He. Harus paham tentang arsitektur Sunda. Tapi kita belum punya identitas itu. Universitas itu lepas dari letaknya ada di mana kelihatannya enggak terlalu berhubungan dengan ilmu dari leluhur di daerah tersebut. Oh. Kalau di Inggris enggak begitu. Nottingham punya legacy di bidang coal mining karena memang dulunya miners. Iya. Southampton Pors itu di daerah pesisir memang jago maritim. Jadi benar-benar si kearifan lokal itu eh menginfluensi kampus-kampus untuk memperkuat si ke apa ya potensi-potensi daerahnya. Iya harusnya kan kan jadi dia punya identitas harusnya kampus ni kita nih belum ada gitu loh. Nah untuk menginspirasi daerah-daerah lain untuk membuat ini kan mesti ada
12:58 aktornya. Nah aktornya universitas dong kan ini kan proyek ensiklopedia yang bikin dosen semua. H dari ITB, UI, Nottingham, Monas University di Jakarta juga yang ngikut gitu loh. Banyak ini ya, banyak bidang ilmu ya, banyak. Ada matematikawan, geographers, filolog, sejarawan, multidisiplin. Oh iya. Jadi enggak enggak hanya ahli sejarah nyaput. He enggak enggak. Iya. Karena kan kalau tadi sekilas ya ada ada cerita soal geologinya ee wilayah ee Jawa Barat seperti itu ya. Terus bagaimana itu menghubungkan sebuah cerita folklor menjadi sebuah apa ya ee kejadian di alamnya seperti apa itu menyambungkannya gimana gini Mas B sekar bercerita ya bahwa ini
13:44 loh leluhur kita tahu tentang mengukur resiliensi daerah tertentu terhadap tanah longsor tapi mesti diuji kita kan enggak bisa ramai sendiri gitu lur kita hebat enggak ada yang percaya gitu kan seru sendiri gitu mesti ada bukti ya mesti ada bukti kita kan main di domain knowledge gitu ya. E orang kita kan bukan bercerita dengan terhadap orang sendiri, kita kan bercerita kepada dunia. Nah, jadi contohnya itu kenapa mesti ada geolog di dalam epistemologi Ki Sunda atau ensiklopedi Ki Sunda? Karena dia mengecek salah satu karya literatur kunonya namanya Warugan Lemah. Warugan Lemah. Warugan Lemah tuh paling cuma tiga empat lembar daun. Apa tuh? Warugan Lemah itu apa? Warugan ee warugah. Lemah tuh tanah gitu. ee warugan saya enggak tahu artinya apa. Pokoknya ilmu tentang
14:30 tanah. Oh, gitu ya. Jadi dibilang sebagai rule of thum gitu ya. Bahwa orang Sunda itu kalau bikin bangunan tanah di depannya landai ke utara, timur, barat atau selatan itu ada konsekuensinya. Ada itu di disebut ah kalau landainya ke utara turun ke utara gitu ya disebut Telaga hangsa. Indahlah pokoknya bagus. He. Kalau ke selatan ambek petaka. Oh bahaya. Heeh. Ya, barat dan timur itu enggak bagus, tapi enggak seburuk selatan. Jadi, kalau mau bangun rumah, tanahnya di depannya landai ke selatan mesti punya sesajen ngusir arwah segala macam. Orang kan anggap ini mitos. Iya. ngangap itu kayak apa musyriklah gitu ya kalau musyrik atau apa. Nah, kemudian di tahun
15:15 2019 jurnal publikasi geologi sekuler geoscience Letters dan peneliti dari Michigan University walaupun ada beberapa orang Indonesia juga itu mengukur titik-titik rawan tanah longsor di Kota Bogor. Oke. I ya. Dan memang tepat ditemukan bukan hanya bahwa yang utara paling bagus tapi berurutan. Oh. Ini enggak bisa asal ngomong kan. Heeh. Kalau memang leluhur kita bisa berpikir, dia harus bisa menyelesaikan masalah praktis. Itu bedanya. Heeh. Heeh. Dengan ensiklopedia yang sudah-sudah yang yang hanya deskriptif gitu. Kuliner kan bernya ensiklopedi yang lainnya kan bisa membahas kuliner dan gitu ya. Iya. Jadi misalnya nih, konsep tentang Patan Jala, orang Sunda tuh kalau bikin
16:00 lingkungan atau bangunan atau kota itu kiblatnya bukan seperti negara-negara kontinental, tapi kiblatnya itu mata air menghadap ke sana. Oh, iya. Atau harus bersekitaran mata air dengan bujur lintang tertentu. Oh, sampai sedetail itu ya? Sampai sedetail itu. Itu kan mesti bisa dibuktikan. maksudnya harus bisa dibuktikan bahwa itu punya efikasi untuk misalnya ground water transport atau pollut dispersion, penyebaran polusi dan itu dimodelkan salah satunya di dalam ensiklopedia itu riset saya sendiri. Oh jadi pakai komputer dan terbukti ya iya memang iya gitu loh kalau kotanya seperti ini kalau ada angin masuk polusinya seperti itu. Benar enggak kata leluhur itu yang paling bagus? Iya. Jadi gini poinnya gini konsepnya tuh
16:46 kalau kita masuk ke dalam don sains Heeh. bikin teori itu harus yang disebut falsifia, bisa dipalsukan. Maksudnya gini, Mas, teori itu kita tahu benar atau salah gimana. Bisa diuji, bisa dibuktikan salah. Jadi, ini bukan bukan gini, Mas, ya. Warisan Sunda itu bukan kayak seperti ini. Anda pasang susuk Heeh. Kalau percaya dengan sepenuh hati, jodohnya akan datang. Lu misalnya kayak gitu tuh. Terus pasang susuk di seminggu kemudian jodohnya belum datang. Ditanya, "Kok enggak datang?" Heeh. Ya, karena Anda tidak percaya sepenuh hati. Nah, teori kayak gitu tuh enggak bisa dibuktikan salah. Oh, ya kan? Tidak bisa dibuktikan salah, ya. Oke. Iya. Apa aja, mohon maaf, apa aja el bilang pasti teorinya benar. He. Enggak, enggak kayak gitu kita ngomongnya gitu loh. Ini teori serius bisa
17:33 dibuktikan salah. That's the colonization. That's that's that's eh e Sundanis eh local wisdom. kearifan luhur. Kita bicara tentang itu kayaknya banyak yang akan dibahas nih. Ee kita masuk ke segmen kedua. Apa aja sih local wisdom yang ditemukan oleh tim penyusun? Ya, ternyata ini memang tadi salah satu contohnya ya kayak warugan lemah tadi, terus bangunan menghadap ke utara dan lain-lain. Mungkin ada hal-hal lain yang bisa dibahas kembali nanti di segmen kedua. Kayaknya akan menarik nih, Teman-teman. Kenapa [mendengus] harus tebal bukunya? Memang banyak bahannya gitu. Jadi ini dibagi tiga jilid. He. Dibagi tiga jilid itu sebenarnya ada sebabnya. Jilid pertama itu bicara tentang spiritualitas gitu loh. Tentang eh sori. Jilid pertama tuh bicara
18:19 tentang alam. Alam. Oke. Warugan lemah. Itu di jilid pertama tuh tatar Sunda, sungai, gunung, laut gitu loh. Maksudnya gini, komposisi formasi batu-batuan di tanah Sunda andesitik basaltik di daerah Gunung Berapi itu terbentuknya seperti apa? itu dibahas di situ ee pokoknya tentang alam. Nah, jilid kedua itu fokus ke spiritualitas. H gitu ya, spiritualitas tentang manusianya. Bagaimana agama Islam itu masuk ke Sunda. Heeh. Jadi agama kuna orang Sunda itu seperti apa? Ee sang hang siksa kandang Karsian, proto yurisprudensi itu ada di situ. Saya kasih contoh. Misalnya gini loh
19:04 polemiknya kita ini kan dijajah oleh Belanda. Heeh. Belanda itu hukumnya kita adopsi menjadi KUHP. Iya. Yang baru diubah, baru diubah ee tahun ini baru diberlakukan ya undang-undang yang baru. Tapi masih banyak ininya. Iya. Nah, Belanda itu ngambil hukum dari Prancis karena adiknya Napoleon itu jadi raja di Belanda di The Netherlands HS ketika perang Napoleon gitu ya. Jadi Belanda tuh mengambil inspirasi hukum dari Prancis kemudian ditranslasi ke bahasa Indonesia. Nah, hukum Prancis beda sama hukum di Inggris itu namanya hukum positif gitu loh. Artinya Heeh. Artinya hukum tidak harus moral. Oke. Hukum adalah apa yang ditulis, diposit oleh manusia. Beda sama di Inggris. Di Inggris hukum
19:51 harus moral. Itu dua mazhab hukum yang berbeda. Nah, singkat cerita di dalam hukum positif tradisionalnya itu yang tertulis yang paling atas kastanya gitu loh sebagai bukti pengadilan. Walaupun enggak sesederhana itu ya, saya enggak mau ngomong di tataran level yurisprudensi seperti itu atau formalistic legal system. Tapi karena hukum yang diposit oleh manusia, dia harus punya respek terhadap apa yang tertulis gitu. Karena manusia bisa berbohong dan hukum tidak harus moral kan. Iya, gitu loh. Nah, kita mengadopsi itu dan lihat banyak masalah. Kenapa orang adat ketika bersengketa dengan pemerintah selalu kalah? Heeh. Karena dari 700 bahasa yang ada di Indonesia bukan semuanya punya landasan
20:38 tertulis. Kebanyakan bahkan itu bahasa lisan. Iya. Kalau dia bersengketa dalam framework hukum positif yang makin lama makin formalistik begitu ya, dia kalah terus. Hm. Gitu loh. Dia dia mana punya bukti kepemilikan tamah dari nenek moyang dia. Betul. Tanah adat gitu ya. Turun turun-munculun. Iya. Iya. pasti kalah terus gitu kan. Nah, itulah masalahnya. Kenapa? Karena hukum yang kita translasi dari Barat enggak cocok dengan tanah filosofis sini beberapa kebudayaan. Nah ternyata di bab kedua gitu ya tentang spiritualitas di Sanghiyang siksa kandang karsian itu ditemukan Sanghi hang siksaandarsi. Sang siksa kandang karsian
21:23 itu apa sih itu? Kitab. Kitab siksa kandang tu artinya tuh aturan buat masyarakat yang paling rendah. Siksa dapur. Oh. Siksa tuh ajaran bukan diin gitu ya. Bukan sik siksa kandang itu buat masyarakat yang paling rendah. Jadi aturan lebih bahasanya tuh jangan ini, jangan itu, jangan jangan ini gitu. Siksa dapur itu buat lebih di atas lagi kaum yang lebih terpelajar. Siksa guru itu buat dosen gitu loh, buat pertapa. Jadi itu semacam kanon kanonnya orang Sunda kayak kitabnya gitu. Nah, itu tuh punya tujuh layer sistem yurisprudensi. Sistem hukum Sunda zaman kuno dari acara paling bawah. Adigama prasasti gitu yang tertulis ee satama sampai paling atas tuh pengadilan verbal bicara bicara. H.
22:08 Jadi orang Sunda itu mengatasi masalah itu enggak sembarangan Mas. Hm. Lihat prasasti. Prasasti bisa digugurkan oleh konvensi publik, bisa oleh guru-guru, baru terakhir baru pengadilan verbal. Prosesnya panjang ya, berjinjang ya. Enggak enggak sembarangan enggak. Oh, sok silakan bercanda. Enggak, enggak begitu. Orang Sunan mikirnya sophisticated, tercerahkan sebenarnya. Tapi kan kita enggak pernah lihat hukum Indonesia tuh berinvestasi kepada hukum adat. Enggak pernah kita lihat hukum dari Indonesia. Paling hukum progresif Profesor Scipto di Undip. Tapi enggak pernah ada revolusi di bidang hukum. He. Masalahnya begini, orang Belanda punya hukum positif dia bisa, dia punya software untuk menjalankan hardware itu karena masyarakatnya skeptis.
22:55 Kita pakai hukum Belanda, tapi yang makai bukan orang Belanda. Hmm. Yang makai orang kita. Kita untuk warganya, untuk orang kita ya. Iya. Yang enggak skeptis orangnya. Jadi apa yang tertulis tidak bisa dipertanyakan lagi. Makanya orang kalau ditanya, "Kenapa kamu berbohong atau gimana?" Enggak. Buktikan aja di pengadilan. Nah, orang sering ngomong begitu tuh. Buktikan aja di pengadilan. I gitu. Mari jadi alat itu ya. Jadi alat gitu loh. Kita nenek moyang kita lebih luar biasa cara berpikirnya seperti itu kan elegan tuh Mas. itu detail ya untuk orang Fakultas Hukum melihat ensiklopedia ini berpikir dia bisa enggak kita berinvestasi akan sistem hukum yang baru jurisprudensi gitu itu di di jilid kedua kebayang jadi kan mengapa harus panjang Heeh Islam masuk tuh seperti apa misalnya
23:41 gini apakah Islam itu lebih dipengaruhi dalam asimilasinya dengan masyarakat Sunda kuno itu oleh Hindu Buddha atau oleh tarekat tasawuf iya apakah tanah spiritual Sunda ketika ke dia menerima Islam itu sama dengan Jawa. Heeh. Gitu loh. Orang Sunda lebih egaliter. Makanya ada istilah Sunda teh Islam. Islam teh Sunda. Iya. Iya. Islam yang masuk ke tanah Sunda lebih murni karena tanahnya tanah egaliter. Hm. Gitu loh. Mungkin enggak egalit sejak Mataram segala macam itu itu urusan lain gitu ya. Iya. Iya. ee Sunda itu egalit gitu loh. Dia lebih bisa menerima Islam karena ketika Islam masuk kan monoteistik, Mas. Di Sunda itu sudah ada sang tunggal, sudah ada konsep tentang
24:27 keesaan he enggak politeistik gitu loh. Ada hirat Isak dulu ya. Kit heeh. Jadi masukin mohon maaf tauhid gitu [berdehem] itu natural. Jadi emang udah ideologinya sebenarnya sudah gitu ya. ideologinya sudah kompatibel dengan Islam gitu loh. Banyak daerah-daerah yang enggak kompatibel dengan Islam karena dia punya kejawen misalnya itu lebih hostil terhadap Islam. Sunda lebih banyak dipengaruhi oleh tarekat dan tasawuf di daerah pesisir. Enggak enggak lebih banyak dipengaruhi oleh Sunda apa Hindu dan Buddha. Itu kan orang harus tahu apakah kebudayaan Sunda itu musyrik misalnya. Heeh. Well, kita bisa lihat di situ apakah betul yang dimaksud dengan menghormati sungai gunung itu artinya menyekutukan Tuhan atau menyembah menyekutukan atau menyembah Tuhan dengan
25:12 entitas lain. Enggak gitu loh. Kompatibel. Iya. Nah, itu kan membuka ini kan bukunya hanya membuka diskusi kan. Diskusinya di bidang religius tadi bisa panjang gitu. dan saya bukan orang itu ya. Itu jadi banyak ee akan menggali tulisan-tulisan baru sebenarnya kalau ini tuh sebenarnya bisa buka disiplin bahkan disiplin baru. Nah, bab tentang teknologi. Heeh. seni perang, formasi perang. Apa yang menarik di situ? Ada enggak ee yang ternyata ilmu-ilmu itu dipakai loh sampai saat ini gitu. Caranya bikin arsitektur atapnya harus ijuk gitu misalnya. Kenapa? karena ada resistensi terhadap gempa bumi itu masih bisa dipakai dan harus dipelajari oleh
25:58 teknik sipil. Hm. Teknik sipil ITB sih. Untar juga enggak apa-apa [tertawa] gitu. Harus dipelajarin gitu. Oh, ada teknik perang juga ya. Teknik perang, formasi perang yang bagus seperti apa formasi gagak formasi apa? He gitu. Itu sebenarnya bisa dipelajari di Unhan menjadi salah satu ini ya. Iya. Kayak gitu itu tapi belum. Ya, enggak tahu gimana dong. Belum gitu loh ya. Dan sumber-sumber primernya itu masih banyak yang kita belum punya. Bujangga Manik misalnya ee cerita tentang perjalanan seorang bangsawan Sunda dari Jawa ke Bali dalam prosesnya menamai 450 tumbuhan tanaman. Itu taksonomi kan
26:44 sebenarnya kan ada ada etik segala macam. Mirip-mirip sama cerita Sun Gookong pergi ke barat. Oh, sebenarnya cuman ini ke timur. Ini ke timur ya? Dari barat ke timur enggak tahu ya. Em itu kan ada di mana? Ee jadi di enggak ada dokumen enggak di sini ya? Bad di Badlane Library di Oxford. H gitu loh. Pernah ke sana berarti? Pernah ngelihat itu si belum pernah lihat. Saya belum pernah lihat kan saya bukan bidang ee filolog ya gitu. Bland library-nya saya sering lewat gitu loh. Tapi dengan ee kok bagus ngomong ini teh cerita gini kayaknya menjadi sebuah apa ya ee apa sih ilmu baru yang sangat luas dan bisa banyak diekplore oleh berbagai orang sih. Banyak banyak sebenarnya sih Mas. He.
27:30 Waktu mulai saya juga kan tadi saya bilang saya bukan orang Sunda. Saya mah diadopsi aja gitu kuliah di ITB gitu. Jadi enggak terlalu PD gitu karena ee orang tua saya bukan orang Sunda pikiran ya mungkin iya juga kali mungkin kaya akan makin kemari makin yakin bahwa eh sejak ketemu dengan Kang Hasmir, Kang Artep Kurnia, Jajang Rohmana, Adityya Gunawan itu kan orang-orang peneliti Sunda semua tuh geolog salah satunya mantan PhD studen saya orang matematik. Heeh. Orang matematik malah ya ada orang matematik ya bekas ee mahasiswa PhD saya sekarang dosen matematik di ITB. Heeh. Oh, luar biasa gitu loh. Jadi kayak tadi Mas bilang, kotak Pandora. Iya. Terbuka.
28:16 Nah, cuman mindsetnya harus di dirubah sedikit. Tadi saya bilang sedikit bahwa Indonesia tuh enggak punya departemen history of science. Dan kemudian dalam lingkup universitas orang tuh masih belum nyaman dengan yang disebut interdisipliner. H. Seorang filolog ya dalam departemen sejarah. Padahal seorang filolog harus ngerti dengan teknik. Iya. Iya. Kalau enggak gimana dia menguji ee barang-barang teknik purbakala. Heeh. Enggak ngerti teknik. Dia harus bisa bahasa lain. Dia harus bisa. Nah, kita belum belum paham tuh bahwa itu tuh penting gitu ya. Iya. Orang mesin ya udah e ngurusin karburator gitu. Orang elektro ngurusin ini, orang itu. Agak bingung dia ngelihat. Makanya orang banyak tanya ngapain sih bagus gitu. Makanya juga yang eksak banget akhirnya
29:02 bisa anclum terus ee apa ya mendalami hal ini gitu ya. Iya, enggak ada hubungannya kan kan lu bukan ahli sejarah gitu. Well, emangnya dulu ahli sejarah orang belajar sejarah kan departemen sejarah kan enggak dari purbakala ada. Hm. Dulu ahli sejarah kan engineer filosuf filsuf. Terus dibuat si ke apa temuan-temuannya dibuat dalam sebuah tulisan. Akhirnya menjadi itu ya. Iya. Orang dulu itu enggak di pimpin oleh jurusan. Orang orang dulu itu dipimpin oleh pertanyaan Leonardo da Vinci. Heeh. Dia itu engineer juga, biologis juga, filsuf juga, seniman juga gambar. Tapi bukan berarti dia dari jurusan empat itu waktu kuliah.
29:47 Dia cuma di dibimbing oleh satu pertanyaan. Dia sangat tertarik akan tubuh manusia. Tubuh manusia akhirnya dia harus jadi seniman, engineer, dan lain sebagainya. Nah, harusnya tuh universitas berpikir seperti itu baru dia bisa membuka warisan leluhur. H dia. Karena orang Sunda kuno enggak memanggil dirinya anak mesin. Oh iya. Anak elektron. Tidak mengkota-kotakkan diri ya. Yang sepembuat warugan lemah itu enggak memanggil dirinya geologis gitu loh. Hm. Tapi dia melakukan empirical study pasti. maksudnya data-datanya dia punya cuma enggak dalam jurnal paper seperti sekarang gitu loh. Nah, sistem pendidikan kita itu kan juga sekali lagi warisan dari ee sistem
30:33 universitas dari zaman ee modernitas kan gitu. Ee universitas kan liberal arts itu kan dari Barat gitu loh atau mungkin dari Maroko yang tertua Alves yang pasti bukan dari Indonesia. Hm. Gitu. Nah, itulah ee yang membuat kita tuh harus melihat ini dan harus terus-terus dibost gitu ya, di dikasih paham gitu bahwa ini hanya permulaan orang Bugis punya kitab lagaligo 1 seteng kali lipat lebih panjang dari Mahabarata. S ya isinya apa? ee perjalanan Saweri Gading ee bap ayahnya dari Lagaligo pokoknya hero heronya orang Luwu Bugis
31:20 H gitu ya. Jadi intinya ada kosmologi di situ, ada etik, ada puisi, ada figur hero, arketipal hero. Dan salah satu mungkin yang berelevansi dengan masalah kita pada hari ini adalah masalah perubahan iklim. Perubahan iklim itu orang mau tahu hubungan kita secara antropologi dengan alam itu apa. Apakah tiran, alam itu dianggap sebagai binatang buas atau manusia sebagai kanker dan alam itu sebagai perawan yang suci. Itu kan antropologen ngomongnya begitu kan. Heeh. Nah [mendengus] Lagaligo itu sudah bilang bahwa manusia itu adalah mikrokosmos dari alam semesta. Mikrokosmos. Gini ya, kalau kalau boleh secara singkat, filosofi itu barat itu kira-kira dibagi menjadi tiga babak. Satu, premodernitas. modernitas,
32:08 postmodernitas, semuanya itu turunan dari pemaknaan orang Barat terhadap apa itu manusia. Oh. Ee POV-nya dari mereka ya, POV-nya gitu. Jadi di dalam zaman premodernitas itu manusia adalah makhluk yang berdosa. Hm. Jadi sistem ekonominya apa? Ya semuanya ngikutin gereja. Hmm. Oke. Sistem kepemerintahannya apa? Semua ngikutin gereja. Tujuan hidup manusia apa? mendekatkan diri pada Tuhan karena dia berdosa. Sistem semuanya lahir dari apa itu manusia secara ontologis. Iya. Di zaman modernitas manusia bukan lagi manusia yang berdosa, tapi manusia adalah kaset kosong. Hm. Bisa di sosial ee bisa diprogram gitu. Dia lahir tanpa dosa. Makanya kapitalisme lahir dari situ, dari semangat individualisme, humanisme.
32:55 Ya kan? Di zaman postmodernitas, singkat cerita, manusia itu adalah objek kolektif. Enggak penting lagi saya ee Bagus, Mulyadi atau Mas Satria, yang penting saya tuh misalnya straight gitu ya, orang enggak LGBT atau orang kaum tertentu tertindas. Grup identitas saya yang penting. Poinnya apapun itu dari tiga babak alam itu letaknya sekunder. Hm. Manusia jadi yang pusatnya ya, Bu. Pusatnya manusia ya kan. Alam itu punya hak, punya nilai semata-mata karena dia punya guna akan manusia. Bukan sebaliknya ya. Bukan sebaliknya. Makanya dia pusing memaknai masalah perubahan iklim. H kan harus etiknya harus dibentuk kan. Kan sains enggak bisa bergerak sendiri. Harus ada landasan etik.
33:41 Nah, akhirnya kita ngikutin teorinya Albud Aldo Leopold, teorinya ekofeminisme yang lahir dari modernitas sebenarnya. Nah, singkat cerita orang Bugis sudah tahu letak alam di dalam kosmos. Manusia itu penjaga keseimbangan. Penjaga mestinya ya? Iya. Karena dia lahir dari dunia bawah laut dengan dunia atas laut. Makanya dia mohon maaf buang air kecil di sungai dia enggak mau. Enggak bisa, enggak boleh. Oh orang lihat itu sebagai mitos kan bukan itu poinnya. Saya juga tahu itu mitos. Poinnya adalah itu landasan etik. kan agak kagok gitu. Masa kita ngomong ke dunia diajarin caranya memanggil alam semesta itu ibu gitu misalnya. Iya kan? Ibu Pertiwi. Ibu Pertiwi kan kita sudah tahu. Nah orang Sunda misalnya ya tritangtu.
34:26 Heeh. Heeh. Silih asih. Silih asah. Silih asuh itu tuh intinya tuh hubungan manusia dengan alam. Silih asah asuh asih itu alam sebagai guru, sebagai orang tua, sebagai raja. Oh. Jadi sebenarnya itu bukan hanya ee hubungan interaksi di antara sesama manusia. Sili asa, sili asi sili asu. Ya kan yang banyak dimaknai itu kan itu ya bukan bukan hanya itu asuh asa-asi asih itu adalah kerjaan bapak atau ibu, kerjaan raja, kerjaan guru. Mengasah tuh guru. Kita kong dulu kayaknya ini KBM sama KDM filosofinya sudah hampir sama. [tertawa] Ini KDM nanti kita bahas di segmen ketiga. Siap. Tadi menarik. Sili asah. Silih asah. silih asah, sili asih, silih asuh. Persepsi kami, saya ya selama ini itu
35:11 hanya berhubungan antara interaksi dengan manusia tadi ee kok bagus ngomongnya malah itu justru dengan alam ya. itu dengan alam dan ini udah mirip-mirip maksudnya bukan mirip-mirip itu juga yang selalu di ee apa ya ee Pak KDM bicara soal itu ya kesundaan ee soal dengan alam dan tadi menarik bukan menyembah sebenarnya justru menghormati alam bukan menyembah itu artinya menyekutukan Tuhan ada ada yang didewakan atau disembah gitu loh ini mengkonservasi iya etos etik gitu loh e Jadi sebenarnya benang merahnya itu alam sebagai guru, ibu, dan raja. Makanya tritang tu ya.
35:57 Tritang tu Prabu Rama resi. Prabu ya raja rama apa pebisnis gitu sebagai orang tua sebenarnya. Resi sebagai ini Resi sebagai guru gitu. E teritangu itu ya ciliasa siliasu, cili asasi gitu loh. Nah, ini kan cikal bakal dari sebenarnya terias politika. Oh, gitu loh. Representatif demokrasi itu ada hubungannya ke situ. Cuma enggak pernah dibahas sampai di situ. Sistem itu pembagian kekuasaan tuh ya. Bahwa Rama tuh enggak boleh ke resesi-resihan, Prabu enggak boleh ke rama-ramaan. Pembagian konflik of jelas gitu ya. Sudah ini ya. Eh, makanya punya sistem pemerintahan asalnya dari mana sih? Enggak orang tiba-tiba bertapa,
36:42 "Dah jadi demokrasi gitu, ada DPR, ada ini." Enggak. Itu dari pergulatan sejarah dia. Misalnya di Inggris partai konservatif itu dari mana sih asalnya? Partai labor buruh itu dari mana sih? itu dari sejarah dia revolusi industri gitu loh. Bahwa ketika ada penemuan mesin uap, orang terbagi menjadi dua kelas yang bisa mengkapitalisasi itu karena dia punya modal sama orang miskin yang akhirnya jadi buruh. Nah, itu tuh betul-betul mengkarakterisasi psikologi orang Inggris sampai jadi partai politik, sampai jadi parlementary system. Iya. Kan di Inggris kan ada shadow government, presiden dipilih oleh partai. Itu tuh dari sejarahnya. Nah, ini seharusnya menjadi semacam
37:30 political science atau governance science dari orang Sunda. Pemerintahan itu sebenarnya seharusnya seperti apa? Tritang tu gitu loh. Di kitab Bugis juga sudah ada konsep tentang parlementari demokrasi gitu. Ada juga ada parlementari demokrasi bukan raja di dalam kitab lagaligo itu enggak tiba-tiba dipilih Tuhan enggak ada ada prosesnya ada dewan dari peminting adat segala macam. Montesq itu tahun berapa di Prancis bikin trias politika? Itu abad modern kita sudah tahu sekitar 500 tahun sebelumnya. Sebelum itu. Iya. Nah, ini loh maksudnya ya. Jadi semacam tanpa ada kebanggaan dan respek akan leluhur kita yang [berdehem] menganggapnya juga manusia yang
38:15 tercerahkan. Kita kalau ditanya leluhur orang Cina itu siapa? Laut Confusi. Apapun itu dia hebat umurnya sudah tua 5.000 tahun. Tanya orang India juga begitu. Leluhur kami menciptakan angka nol dan matematik sebelum orang Arab. Hm. Arabik numeral tuh dari kami katanya. Iya gitu. Orang Rusia juga berpikir begitu. Jangan sampai orang Sunda ditanya leluhurnya siapa. Enggak tahu kabayan. Nah, itu makanya ee kan personifikasi orang Sunda sekarang suka herenya iya dianggap segitu tidak yang serius. Padahal kalau ngelihat ee ngelihat ini jadi merubah semua stigma itu sebenarnya. Iya. Orang Sunda bercanda ramah itu karena dia egaliter. Bukan berarti karena dia bodoh. Iya gitu loh. Justru ee canda ketertawaan
39:01 itu adalah ee signatur dari kecerdasan sebenarnya. Betul. Orang itu melawan rasisme. Gimana sih caranya? Bercanda. Heeh. Ngelihat Sri Mulat selalu ada arketipal tuh. Orang Jawa, orang Sunda, ada koko biasanya pelit gitu. [tertawa] Saya bisa ngomong, Mas. Enggak boleh ngomong gitu atau apa orang Kabayan tuh seperti apa ya mungkin agak malas tapi banyak akal. Dia bercanda. Itu antibodi kita akan rasisme tuh sebenarnya. H bingung kan Mas? Orang punya negara sukunya begitu banyak. Iya. bisa bisa berdiri dalam payung politik yang sama relatively speaking walaupun ada sedikit pecah itu aneh loh. Nah, itulah itu jadi ee blessingnya mungkin ya. Iya. Sili asuh, silih asa, sili asih itu perlu dimaknai bukan hanya sekedar oh
39:46 kita harus mengasa, mengasihi, mengasihi. It's a deeper eh epistemology deep. Dari buku ini, dari ee perjalanan menulis ini yang paling sulit itu apa? Yang paling sulit sebenarnya dua hal menemukan yang mumpuni untuk menulis. Nah, ini saya perlu ee tegaskan lagi. Ini bukan karya saya sendiri, Mas. Ini karya banyak orang dari peneliti di BP2D di Pemprov Jabar, penulis dari atau staf ahli dari eh Monas University, ITB, banyak multidisiplin tadi ya. Nah, itu kayak ini kayaknya ini momentum inter interdisipliner tadi ya sebenarnya. Iya. ini karya bersama prosesnya hampir 1 tahun
40:33 gitu loh. Nah, ini ini sulitnya nomor satu menemukan tim yang seperti itu. Nah, kami bersyukur ada perangkat birokratik yang memungkinkan proyek ini terjadi. Heeh. Jarang soalnya ini bisa di dibuat dalam kerangka birokratik yang riweh sebenarnya. Tapi dimungkinkan karena kerja keras dari para birokrat juga yang mau mengakomodasi kesulitan ini. Kan enggak semacam pengadaan. Iya. Gitu kan. bikin buku ini kan proyek riset gitu loh. Nah, nomor dua punya pemimpin yang punya appetite. Appetite itu maksudnya apa tuh? Punya ee kemauan untuk ee mendanai ini atau meng-endorse pendanaan ini gitu loh. Dan banyak daerah-daerah lain yang enggak seberuntung orang Sunda.
41:18 [berdehem] He. Iya kan? Enggak dianggap musyrik gimana? Iya. Selesai gitu. Nah, itulah tantangannya. tantangannya. Ee saya sih sebenarnya kerjaan utama saya bukan ini. Heeh. Saya mah dosen di Inggris gitu loh. Jadi saya enggak bisa bekerja sendiri. Harus bertumpu pada kolega-kolega ini yang namanya harus disebutkan Kang Adit, Filolog, Jajang Rohmana dan lain-lain bisa dilihat. Nah, intinya ini tuh harus free akses. Berarti ini digratiskan ini ya? Gratis. Harus gratis. Oh, oke. Gitu loh. Terlalu berharga untuk dibikin mahal harganya. Heeh. Dan harusnya anak SMP, SD, SMA itu diekspos walaupun bahasanya kompleks
42:04 gitu ya. Harus bisa [berdehem] diterjemahkan dalam satu layer bahasa yang lebih sederhana. He gitu. Harus masuk dalam kurikulum. Tapi ini enggak hanya kurikulum Jawa Barat ya. Sebenarnya ini bisa masih masuk kurikulum nasional enggak? Iya harusnya. Tapi kan ee kita bicara tentang birokratic proses yang punya wewenang akan SD, SM, SMM kayak siapa? Heeh. Gitu loh. Kalau memang orang Yogyakarta punya appetite untuk bikin hal yang serupa, saya rasa dia punya budaya yang kaya juga. He gitu. Bahkan kalau kita lihat dari literatur di Perpusnas, paling banyak literatur Jawa sebenarnya. Sunda jarang. Bukan jarang tapi lebih banyak Jawa. Hmm. Gitu. Jawa literaturnya lebih banyak. Karena mungkin di Sunda lebih pada budaya bertutur mungkin dulu ya. itu ee kan Nusantara itu yang punya aksara kuno
42:49 cuman empat. Bali, Melayu, Sunda, Jawa. Heeh. Cuman empat gitu. Kalau dia enggak punya literatur kuno ee aksara kuno, literatur kunonya dari mana? Iya. He. Kalau di Melayu kan di Kepulauan Riau tuh ada Gurindam 12 tuh Raja Ali. Ali. E di Bali kuno gitu kan. Kenapa Bali mirip-mirip sama Sunda? Bujangga manik jalan dari Heeh. Sunda ke ke Bali. itu kayak perlu diper Bali mirip Sunda berarti ya ada kemiripan. Heeh. Ada kemiripan karena di situ ya karena Nah kan di sini juga udah kayak kebali-balian padahal sebenarnya si Bali yang benar mirip Sunda ya. Ada ya saya enggak tahu mana duluan [tertawa] ya. Tapi yang pasti ada hubungannya. Nah kalau kita enggak belajar tentang bujang manik mana mana tahu. Heeh.
43:34 Gitu ada bekas ee kunjungan di situ. Kayak misalnya nih prasasti sangguran. Di mana itu prasti sang? Di ee Skotlandia. Prasasi sangguran. Prasasi sangguran itu batu perdikan. Batu perdikan itu artinya batu yang ditaruh di dalam kota ketika sang raja itu membebaskan pajak dari kota tersebut. Kan orang merayakan kan pajaknya boleh diambil lagi gitu loh. Iya. Jadi batu perdikan itu kan dianggap sebagai ya cuman batu jalan aja. Itu di mana Pak? E pasis sangguran itu maksudnya di di sekitaran Kota Batu. Oh dulunya Malang sana gitu ya. Malang gitu ee di Desa Sangguran namanya. Cuman sekarang Desa Sangguran di mana enggak tahu kan. Nah, batunya itu dibawa sama Sir Thomas Ruffels. Rafles. Ya, Thomas Rafles itu anak buahnya Lord
44:22 Minto namanya yang ditugaskan Inggris untuk ke India dan ke Indonesia. Dua batu sangguran sama Pucangan. Sangguran dibawa ke Skotland, Pucangan dibawa ke India. Hm. Sangguran itu batunya, prasastinya itu sekarang jadi ya itu apa? hiasan taman di sana atau di di sana di resortnya Lord Minto. Hujan-kehujanan, panas kehujan, panas-kepanasan gitu loh. Nah, kita mau memulangkan itu tapi enggak tahu narasi di baliknya. Jadi memulangkan itu kenapa? Ya karena itu kan barang nasional kita sejarah ya. Tapi cerita itu enggak enggak ada ya enggak ada. Kenapa butuh batu sangguran? Karena kita mau mempelajari di dalam dunia antroposen di mana alam itu mulai dipengaruhi oleh kegiatan manusia. CO2-nya, temperaturnya. Kita mau tahu
45:08 hubungan manusia dengan alam itu apa? Apakah perpindahan kekuasaan kerajaan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur itu dipengaruhi oleh Gunung Merapi? Tahunya dari mana? Bisa nyambung ke sana? Ya kan di situ ada nama-namanya Raja Wawa, Empu Sindok segala macam. Nah, yang mempelajari filolognya mesti ngerti geografi geologi. Enggak semata-mata soal sejarahnya ya, tapi enggak semata-mata hafal soal bahasanya tapi iya runutan kejadian alamnya juga di sana. perpindahan kekuasaan Jawa Tengah ke Jawa Timur itu karena gunung berapi atau enggak? H gimana kita tahunya? Ya, dilihat dari recordnya kan mana recordnya ya? Di Scotland. Oh, gitu loh. He. Nah, kalau kita enggak punya narasinya itu kita terkunci dalam retorika nasionalisme yang semu gitu loh.
45:54 [berdehem] Kan barang gue balikin dong. Terus kalau dibalikin mau diapain? Kalau enggak dipelajari hanya sebagai hiasan lagi di museum kan untuk apa? Makanya yang batu pucangan di India rusak gitu. karena mungkin iklimnya enggak sebagus di Scotland gitu kan. Nah, saya bikin conference di Scotland di Glasgow saya yang danain itu tentang itu bisa dicek di saya akan tulis di itu di surat kabar di Scotland Herald Scotland bahwa orang Skotland itu memegang barang kolonial dari Indonesia. narasinya mesti dibentuk, Mas. Bahwa itu adalah kunci kita mengetahui tentang antroposen zaman epoh antroposen untuk perubahan iklim gitu loh. Kita kumpulin dokter Adam
46:39 Bobet eh Jara Sastrawan itu semua tuh eh peneliti dari Australia National University, Glasgow University dari Amerika, Peter Carry. He. E itu kita kumpulin, kita expose tapi expos-nya elegan. OSnya tuh ini ilmu kuncinya bukan untuk e saling menyalahkan ya bukan untuk untuk merebut ini itu ngambil barang ini gitu ya kita expos ini loh ilmunya belum tentu dibalikin juga bagusan di sini iya akhirnya malah tentu tahu enggak misalnya gini nih itu laga ligo itu karya apa kan rentan banget ya umurnya udah ratusan tahun itu ee dalam kertas atau lontar atau apa sih lagi atau lontar kelihatannya gitu ya saya sendiri belum pernah lihat ya aslinya ya baru lihat Ya, terjemahannya kan ada 12
47:25 jilid, baru empat yang diterjemahkan. Itu di sana mah enggak boleh masuk kan ee humiditas, temperatur, semua dijaga. Karya kita yang enggak setua itu bahkan di di Indonesia masih banyak yang bisa dipegang-pegang. Harusnya enggak boleh ya kalau gitu ya. Enggak tahu nilainya apa gitu loh. Dengar kan museum waktu itu berapa tahun yang lalu kebakaran. Iya betul gitu loh. Nah, hal-hal kayak gitulah. Jadi malah bikin khawatir ya, bikin kompleks gitu loh. Iya. barang kita dibalikin atau enggak, bisa ngerawatnya atau enggak, bisa ngerawat atau enggak kan tergantung dananya berapa. Dananya berapa, tergantung berapa penting itu. Iya. Tergantung pimpinannya menganggap itu penting atau enggak. Itu penting atau enggak. Nah, cuman masalah-masalah kayak gini tuh sering masuk ke ranah politis. Oh, perdebatan agama, musik, apa kedaerahan
48:10 pusing itu. Sampai kita bisa menghormati ilmu pengetahuan itu, kita enggak akan punya respek. H akan akan Kenapa itu penting gitu. Enggak akan bisa kita keluar dari post colonial mindset bergantung kepada orang luar kalau kita enggak punya kebanggaan. Enggak bisa kan tiba-tiba hari ini kita bilang, "Yuk, narasi kita besok Indonesia laboratorium dunia." Iya. Ih, seru sendiri begitu [tertawa] kan? Enggak enggak ada mana itunya gitu. Iya. Dari Mantong gitu kan. Kan ada sejarah gini loh, Mas. Orang orang biologi mungkin tahu ada yang disebut epigen epigenetics itu DNA. rangkaian DNA intinya begini trauma sosial
48:55 ada literatur karya sacientific literatur yang bilang bahwa trauma sosial itu bisa diteruskan dari ibu ke anak. Oh. Lewat epigen. Lewat DNA-nya. Benar. DNA-nya kita dijajah berapa tahun gitu ya. Katanya sih 350 tahun. Itu masih debatable ya. Belum selesai ditulis buku. itu. [tertawa] Anyway, e gini loh, orang ee Aceh enggak merasakan penjajahan seperti orang Sunda, seperti orang Jawa. Dia beda-beda. Orang Aceh bahkan dia merasa dijajah sama pemerintah pusat mana tahu gitu kan, bukan sama Belanda. Orang Sunda. Jadi saya enggak tahu ya. Tapi intinya kalau memang pukul rata 350 tahun itu kita dijajah, kita kalau punya anak paling umur 20.
49:40 Heeh. 350 tahun itu bapaknya saya, bapaknya saya, bapaknya saya, bapaknya saya itu baru lima kali tuh bisa 20 generasi selalu berpikir bahwa mohon maaf el sepintar apapun, sekompeten apapun kalau warna kulitnya salah enggak bakal bisa jadi apa-apa. Hm. Nerusin enggak tuh ke anak? Iya. Iya. Nerusin pasti terpatri apa ter ee ukir dalam gestur badan kita, apa ketakutan kita akan pemimpin gitu loh. Ketidakkritisan cara berpikir kita itu enggak bisa dalam sehari selesai loh Mas. Hm. tiba-tiba besok yuk langsung berubah pos kolonial yuk biar enak aja lu karena nempel di itu ya di nah nempel gitu loh
50:25 itu harus pelan-pelan dan harus lahir dari budaya yang otentik. Nah, kesundaan, kejawaan, ke Bugisan itu pun juga lama waktunya gitu loh. Itu antibodinya. Iya. Itu antibodinya. Enggak bisa difabrikasi. Heeh. dia harus lahir otentik dari Bapak saya orang Sunda. Orang Sunda teh hebat. He gitu. Buku ini kayaknya bisa menjadi pintu masuk ke sana ya. Ee orang mengubah mindset dirinya sendiri. Tidak lagi tadi DNA-nya berubah juga kan harus bertahap gitu ya. Sayangnya belum cukup buku apalah artinya gitu loh. Baru pembuka pintu paling gitu belum cukup. Iya ini jadi oase sih. Oase baru sebenarnya kalau mau dibikin gitunya
51:11 artinya iya banyak yang bakal bisa digali. Dan tadi kepimpinannya sih ee ketika KDM oke bikin buku ini gitu. Nah, iya ee KBM sendiri melihat KDM seperti apa? KBM melihat [tertawa] KDM sebagai saudara sama-sama dari Ciamis gitu. Enggak, bukan saya mah orang emm yang paling penting itu pemimpin itu yang punya tulang punggung Mas. Heeh. Ya, berani ada nyali epistemiknya gitu loh. Enggak ngikutin orang didorong oleh nilai. bukan oleh unsur-unsur politik. Itu nomor satu. Nomor dua, kita tuh paling parah tuh eksploitatif ekonomi. H makanya daerah-daerah yang paling banyak sumber daya alamnya juga paling mohon maaf paling sulit untuk ilmu pengetahuan
51:59 maju di situ. Paling banyak sumber daya paling sulit. Iya. Karena mungkin zona nyaman mungkin ya. tu ya. Kalau ditanya orang Belitung mau nambang timah atau mau jadi dokter di universitas? Insentifnya hilang karena eksploitasi ekonomik itu bukan karena dia dikutuk dalam arti harfiah bukan. Semasa masih diizinkan untuk mengambil ya mendingan gue jadi penambang ee timah ilegal ataupun legal. Nah timahnya habis. Anaknya bodoh bapaknya giginya rusak. Heeh. alamnya rusak mengamalin lagi ya. Tapi kalau pada waktu timahnya banyak ditanya mau terus enggak? Ya terus. Heeh. Sayangnya demokrasi itu hanya sebagus sistem pendidikan yang mendukungnya.
52:46 Kalau orang enggak ngerti pentingnya sekolah atau duit asalnya dari mana, enggak bisa nyetak seenak perut gitu. Siapakah siapapun yang menjanjikan subsidi pasti dipilih kan. Iya. Iya. Betul. Yaak. Semuanya dikasih gratis siapa yang enggak mau? Makanan maksudnya ya. Iya. Padahal ngambilnya dari duit dia [tertawa] juga gitu kan gitu loh. Apapun yang populis itu demokrasi itu enggak jatuh dari langit gitu loh. Itu butuh open society untuk menyokongnya. Open society itu respek terhadap institusi yang membentuk ilmu pengetahuan. Dan institusi yang membentuk ilmu pengetahuan itu enggak bisa diimpor dari Cambridge, iya Imperial, Nottingham. bikin aja ada asisten profesor, profesor, associate. Namanya aja profesor padahal mah di dalamnya militer
53:32 [tertawa] gitu loh. Di dalamnya jenderal britian makanya di pelonco orang mana boleh universitas melonco dibotakin kan saya dulu. Ah cuma dibotakin. Botakin kelihatan umurnya [tertawa] botakin kenapa? Itu kan militer di universitas yang harusnya analytical thinking supaya bisa membedah epistemologi kayak begini. Iya. Iya. Universitas ada asalnya dulunya biara monasteri di Alves, di Maroko, di Bolonya, di Ital ada landasan etiknya gitu loh. Orang enggak paham itu ya. Tiba-tiba yuk modernitas yuk yuk ilmu pengetahuan yuk. Ada asalnya. Nah, ini epistemologi ini asalnya gitu loh. Bagaimana kosmologi orang Sunda itu turunannya bisa jadi arkeologi, bisa
54:18 jadi toponimi, bisa jadi geografi, ilmu tekstil, ada dasarnya. Hm. Gitu loh. Ini ini studi yang sangat panjang di di sesi berikutnya gitu mungkin. Iya. Oh, ini adaop di berikut-berikutnya. Jadi maksudnya gini ya, mudah-mudahan kan biaya, enggak ada biaya. Saya juga enggak punya untuk membedah daerah-daerah lain gitu. Saya juga belajar. Tapi program Chronicles itu kan itu adalah sebuah perjalanan untuk menemukan mutiara-mutiara pengetahuan dari seluruh Nusantara untuk memberikan platform bagi pendidik akademisi, periset untuk kalau mau idenya didengar datang ke ke situ. Karena sekarang isinya semua mohon maaf populis.
55:03 Iya. Jadi domain long form conversation kayak gini itu memberi ruang hanya untuk yang sensasional, yang dampers aja viewers memfasilitasi bentrokan. Kalau enggak bercondak dosen itu harus dikenal idenya. Heeh. Bukan nge-prank, bukan bercanda. Boleh sih, tapi harus lebih dikenal idenya. Kan biasanya ya kaum intelektual ya harusnya jadi seperti itu resi dia resi teritang itu resi. Orang dulu pergi ke resi itu mau tanya hidup dan mati. Hm. Sekarang orang ada COVID dia nanya dosen atau enggak? Enggak atau dukun.
55:49 Itu kan poinnya kan. Demokrasi mau berdiri di situ. Dosennya enggak dihormati pemikirannya. H jatuh dari langit gitu. Nah, itu loh hal-hal delicate seperti ini itu harus punya landasan identitas dan identitas itu lokusnya ada di kebudayaan. Di kebudayaan ya. Kebudayaan. Makanya orang bilang makanya kebudayaan itu kayak Direktorat Jenderal di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi gitu. Harusnya dibalik pendidikan itu harusnya kedirektorat Jenderalan di bawah Kementerian Kebudayaan. Yang lebih luas itu budaya. He di dalamnya ada pendidikan, ada bahasa, ada kultur. Tapi kan kita ngikutin pola yang sana definisi kebudayaan itu art and heritage. H UNESCO atau apa gitu.
56:36 Kebudayaan itu lebih luas. Dan tadi kan bahasa macam-macam ya. Heeh. Kan formatnya budaya sudah adat istiadat dan lain-lain gitu ya. Bukan hanya pendidikan itu buah dari kebudayaan. Bagian ya sebenarnya bagian. Orang salah mengerti itu. Makanya lu kan bukan ee peneliti kebudayaan kok nulis-nulis psikologia susah deh. Susah mengubah main psikologi. Iya gitulah Mas. Apa pentingnya buku ini bagi anak-anak muda? Anak muda itu kalau umurnya SD, SMP, SMA gitu ya. Itu dia apa ya? Nomor satu, enggak semua orang harus
57:23 masuk ke universitas. Universitas itu barang mahal. Enggak semua orang harus masuk universitas. Sekarang kan lagi berubah-lobah nih ya. Enggak kayaknya pengin universitas itu barang mahal gitu loh. Kalau semua orang masuk ke universitas yang yang terjadi adalah ya gelarnya jadi murah harganya. Hm. Saya sebagai employer ya sudah saya nyari anak S2 aja kalau gitu gitu loh. Pendidikan dasar itu paling penting buat anak muda SD, SMP, SMA. Cara berpikir, cara ngomong, cara berbahasa itu paling penting. Di Inggris itu punya budaya yang namanya liberal arts. Liberal arts. Liberal arts. Jadi, anak kecil termasuk anak saya itu pertama kali diajarin itu caranya berpikir logik. Heeh. Berbicara, retorik, dan berbahasa gramar.
58:09 Hm. Enggak diajarin AI gitu loh. Pertama diajarin itu dulu supaya dia punya pisau bedah analitik dan kritis. Heeh. untuk menilai apakah yang chat GPT hasilkan itu logis atau enggak, bias atau enggak. Iya, gitu loh. Nah, kita itu tidak punya pisau bedah itu latah dalam jargon-jargon teknokratik. He. Yang penting electric vehicle, AI, iya semikonduktor itu semua ada turunannya tuh, Mas. Gitu ya. Enggak bisa tiba-tiba, "Yuk, kita jago AI, seakan-akan AI itu ilmu dibeli di supermarket gitu, gitu ya." Permasalahannya sekarang AI itu bisa mengeluarkan narasi apapun pisau bedahnya untuk menilai apakah itu benar atau salah. Itu tadi critical
58:55 [berdehem] thinking, analytical thinking yang dibentuk oleh grammar logic retorik. Pendi dasarnya itu sebenarnya dasarnya itu itu belum jadi budaya di Indonesia. Masih banyak hierarki ilmu pengetahuan tuh matematik paling atas, fisika ke bawah. Dulu saya jago gambar enggak ada yang senang orang tua gitu ya. Yang penting matematik dong gitu kan. [tertawa] Pentingnya episopedia ini apa? Itu memberikan dasar sejarah dan pengertian bahwa cara berpikir orang Sunda itu untuk menghadapi dunia AI itu seperti apa. Nyambung ke AI ya sebnya nyambung. Gini Mas, revolusi industri kan ada kurang lebih empat kali. Kalau EAI bisa dilihat yang kelima boleh juga. Heeh. Ee mesin uap, listrik, internet,
59:41 komputer internet gitu ya. Mesin uap itu ke listrik itu 300 tahun tuh. Heeh. Mesin listrik ke komputer atau ke internet itu cuma 30 tahun. Makin sini makin pendek ya. Dari sini ke AI itu hitungan bulan tuh. He gitu. Jadi dunia itu ke depan volatil. He. Kalau perubahan enggak masuk dari ranah SD SMP ngarepin anak universitas membuat universitas saya masuk 5 tahun. Heeh. En main Counter Strike dulu. Main enggak, Mas Bro? Iya. Main CS CS kan 5 tahun anak yang masuk universitas sekarang di zaman AI berinvestasi 4 tahun hidup dia pakai duit lagi. He.
1:00:27 Dunia 4 tahun lagi kayak apa? Kita enggak tahu. Dengan EU makin ee perubahannya cepat banget ya. Masuk ya karena makin lama makin volatil dari 300 tahun ke 30 tahun ke 3 tahun makin lamaulan besok berubah kita enggak tahu. Nah jurusan kita itu makin fragil gitu. Hm. Nah, ini memberikan dasar di cara berpikir untuk bisa beradaptasi karena sudah teruji berabad-abad gitu loh. Ini namanya konsepnya kalau mau tertarik namanya Lindy effect. Lindy effect. Lindy effect tuh sebuah daily di kota New York. Intinya bilang gini, produk non exhaustible yang enggak bisa habis ya. Bukan kayak air gitu ya, tapi kayak pensil atau mouse atau apa yang enggak yang enggak ee enggak bisa habis
1:01:12 itu. Umurnya makin panjang He. Makin panjang pula kans-nya untuk tetap bertahan. Hm. Ide itu salah satunya tuh ide itu umurnya makin panjang makin bisa dia punya kans untuk relevan di masa depan. Masuk ya. ini udah tua umurnya dan terbukti punya efikasi di dunia geologi enggak akan besok tiba-tiba obsolid enggak berlaku lagi. I dan ternyata kalau digali sangat relate sama ee kondisi-kondisi sekarang ya masih ada bisa jadi. Tapi kan saintis enggak bicara kepastian. Iya udah pasti berhasil. Belum tentu. Dulu hukum moral tuh mata ganti mata, mulut ganti mulut. Mulut ganti mulut [berdehem] gimana? potong tangan, ganti
1:01:58 tangan gitu. Emangnya kita mau bikin hukum kayak gitu lagi? Belum tentu. Kita kita mesti fair. Sence itu walaupun warisan dari Barat juga punya kegunaan. Heeh. Gitu loh. Kita mesti menguji terus. Iya, gitu. Dan ini proyek yang sangat panjang. Hm. Ini masih banyak ee akan keluar lagi buku-buku yang lain. Ini nanti akan dalam diterjemahkan ke bahasa Inggris rencananya gitu ya. Iya dong. Masa kita ngomong sama orang sendiri terus [tertawa] ya. Orang sana harus tahu kan. Iya. Iya. Berarti akan akan ada sebuah aktivasi di Inggris sana untuk membahas ini ya? Iya ya. Mudah-mudahan orang sana mau mendengar kan. Tapi kan itu fungsinya diaspora orang kayak saya. Heeh. Dan ada 30 50 30 sampai 35 orang dengan
1:02:46 posisi akademik permanen dan lebih senior gitu. He. Nah, dia harus bisa mempengaruhi universitasnya di sana supaya mau memberikan memberikan platform bagi ini. Makanya dosen Indonesia tuh harus didukung yang ada di luar negeri itu supaya dia bisa jadi ambasador, dia bisa membawa institusinya untuk memberikan ruang bagi diseminasi hal-hal seperti ini. Jadi ada kepedulian juga Indonesia ya di sana bawa-bawa nama Indonesia juga di sana gitu ya. Iya. Kita enggak ada tuh kayak gitu. Oh. Maksudnya gini, Cina tuh gimana caranya? Dia bikin Confusius Institute. Heeh. pertamanya ngajarin bahasa, lama-lama kebudayaan, lama-lama heart science, ekonomi Cina, apalah gitu. British Council, Inggris punya di Indonesia di mana-mana. Jerman punya Gote Institute, Prancis punya dulu saya kerja di Prancis
1:03:32 Alliance FES gitu ya. Enggak ada Indonesia apaak Garuda Institute enggak ada kan tuh Paparbowo harusnya ada ya harusnya ada. Harusnya ada ya. Harusnya kita tuh nasionalisme itu nyerang keluar. Mohon maaf kata-katanya kasar ya. nyerang ke luar, jangan nyerang ke dalam, gitu loh. Wah, lu enggak berbahasa Indonesia gitu. Jangan ngurusin yang itu gitu. Ngajarin orang Inggris bahasa orang itu mestinya wah LPDP buat orang gitu. LPDP tuh mestinya berpikir ke depan tuh gua gimana caranya membiayai orang Inggris untuk balik belajar tentang epistemologi Sunda di sini. Kasihan ya dia enggak tahu [tertawa] warug lemah. Kasihan ya orang. Padahal dulu dibawa dari sini ma bawa ke sana ya. Iya. itu nyali gitu loh. Nah, kepemimpinan Jawa Barat tuh saya lihat ada nyalinya, Mas.
1:04:17 Nah, Pak KDM ada nyalinya. Kata kata KBM nih. Kata K ada nyali perkara orang suka enggak personalitas. Heeh. Enggak ada manusia yang sempurna. Iya. Nyali itu penting dan nyalinya berdasar ya dia apalagi ada sisi-sisiokis Sunda mungkin juga kalau yang pasti nyali enggak bisa dibuat-buat. Heeh. Saya mau tiba-tiba bangun saya berani ah gitu. [tertawa] itu mah ee tumbuh dari lama ya gitu. Yang nilai bukan saya yang nilai ee orang Sunda. Heeh. Gitu loh. Nah, kita butuh pemimpin-pemimpin seperti itu. KDM ya mungkin ada K apa tuh KBM ya? [tertawa] KR apa sih? Oke, terakhir mungkin ada yang mau
1:05:03 disampaikan ke teman-teman di SWAT PR ini program yang panjang. He ya. Baru mulai. Baru mulai. baru mulai dan proyek dekolonisasi seperti ini belum pernah didukung secara besar-besaran, belum menjadi mazhab pemikiran. Hm. Indonesia tuh harus punya semacam matrik Mas. Heeh. Matrik pembangunan daerahnya itu sesuai dengan bioultural richness-nya, enggak? Kebudayaan dia. Jangan sampai daerah yang kayak budayanya malah paling miskin. Hm. gitu loh. Ee suku-suku di Papua misalnya paling kaya budayanya atau paling kaya biodiversitasnya, biokulturalnya justru paling miskin. Malah terjinalkan lagi ke dalam neger dia sendiri. Step kedua kita harus bikin semacam
1:05:49 indeks. Karena orang kalau di ranking itu sensitif Mas. H iya lu lebih cakep dari el gitu. Wahy enggak enak gitu kan gitu kan. Padahal lu itu sebenarnya sebagai evaluasi ya gitu kan. Nah kita harus bikin matrik. yang bahkan kasar nih mainnya ng-ranking gitu loh. Kebudayaan mana, biokultural mana yang sudah dimanifestasikan dalam level kebijakan. Belum pernah ada tuh level ranking e nasional seperti itu. Nah, ini enggak bisa dibentuk dalam semalam. Kalau misalnya praktisnya begini, kalau orang ee Sumatera, Sumatera Utara bilang, "Wah, kita secara bukan eksploitasi pemanfaatan kebudayaan
1:06:34 dan biokultural, bio ee diversitas kita itu kalah, masih kalah sama orang Bugis." Hm. Ada kemungkin ada insentif dan ada cara ada pathway untuk dia lebih baik. Ilmuwan itu mainnya harusnya di ranah seperti ini. Dia bikin matrik yang enggak bisa dibeli sama duit, akuntabel. Iya. Bukannya masuk ke dalam zona-zona populis, nyebut nama, nyebut event. Iya. Gitu. Ngebelain si anu, ngebelain si ini. Enggak boleh. Bercanda. Ilmuwan saintis itu bikin matriknya, bikin ranah epistemiknya. Hm. Harusnya seperti itu. Nah, ini enggak bisa kerja sendirian. Iya. ya bertarung di tataran intelektual mestinya kayak gini
1:07:19 harus bertarung di tataran intelektual. Terima kasih nih ee KBM atas waktunya. [tertawa] Mudah-mudahan sukses dengan ee buku-buku berikutnya termasuk dengan timnya ya. Ini sangat membuka Pandora Box ee Nusantara sebenarnya. Mudah-mudahan si Ensik Kopisani ini membuka Pandora Box eh Nusantara kebudayaan-kebudahan yang sangat kuat dengan ee ketinggian ilmunya gitu ya. Amin. Amin. Terima kasih. Mantap. Terima kasih. Thank you for [musik]
1:08:10 ngobrol di Pak ya.