Ringkasan Singkat
Video ini membahas tentang ensiklopedia Sunda yang diinisiasi oleh KBM (Koh Bagus Mulyadi) dan pentingnya menggali kearifan lokal Nusantara. Beberapa poin utama yang dibahas:
- Ilmu pengetahuan modern banyak berakar dari Nusantara, namun seringkali narasinya didominasi oleh Barat.
- Pentingnya dekolonisasi cara berpikir dan menggali warisan leluhur untuk menghadapi tantangan modern seperti perubahan iklim.
- Perlunya riset dan dokumentasi kearifan lokal di berbagai daerah di Indonesia, serta peran universitas sebagai aktor utama dalam proses ini.
- Pentingnya kepemimpinan yang memiliki visi dan keberanian untuk mendukung riset dan pengembangan ilmu pengetahuan yang berbasis pada kebudayaan lokal.
Pembukaan dan Latar Belakang Ensiklopedia Sunda
Video dimulai dengan perkenalan KBM (Koh Bagus Mulyadi), seorang youtuber dan dosen di Nottingham, yang menginisiasi pembuatan ensiklopedia Sunda. Ensiklopedia ini terdiri dari tiga jilid dan ditulis oleh tim penulis dari BP2D Prof. Jabar. Idenya lahir dari diskusi dengan Kang Dedi Mulyadi sekitar satu tahun sebelumnya. KBM sering mengangkat tema kearifan lokal dan warisan leluhur di kanal YouTube-nya, Chronicles.
Inspirasi dan Latar Belakang Keilmuan KBM
KBM adalah seorang ilmuwan ilmu bumi dengan latar belakang teknik mesin ITB, fisika dari Taiwan, dan pengalaman sebagai peneliti di departemen matematika di Prancis dan departemen ilmu bumi di Imperial College London. Inspirasi pembuatan ensiklopedia ini muncul ketika ia melihat banyak sampel batu-batuan dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, di Imperial College. Ia menyadari bahwa banyak pengetahuan di bidang geologi sebenarnya berasal dari Nusantara. Sayangnya, Indonesia tidak memiliki departemen history of science yang mempelajari asal-usul sains.
Hubungan Kearifan Lokal dengan Ilmu Pengetahuan Modern
KBM menemukan bahwa pada abad ke-18 dan 19, para naturalis Eropa yang datang ke Nusantara baru memahami fenomena geologi setelah mempelajari kearifan lokal masyarakat Yogyakarta. Contohnya, hubungan antara gemuruh di laut selatan dengan aktivitas Gunung Merapi dimaknai sebagai hubungan antara Nyi Roro Kidul dan penunggu Gunung Merapi. Dari sini, muncul ide tentang hubungan antara lempeng tektonik. Orang Jawa kuno sudah memiliki pengetahuan tentang seismologi, yang tercermin dalam sesajen di situs-situs geologis. Pengetahuan ini membantu para naturalis dalam mengumpulkan data.
Mental Kolonial dan Upaya Dekolonisasi
KBM menjelaskan bahwa narasi ilmu pengetahuan seringkali didominasi oleh Barat, sehingga menimbulkan mental kolonial. Proyek ensiklopedia Sunda ini bertujuan untuk membalikkan narasi tersebut dan menunjukkan bahwa orang Sunda kuno memiliki pemikiran yang maju di bidang arsitektur, hukum, geologi, tekstil, seni perang, dan lain-lain. Ensiklopedia ini akan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan disebarluaskan di universitas-universitas, termasuk di Nottingham, untuk memperkenalkan cara pandang orang Sunda kepada peneliti luar.
Struktur dan Tujuan Ensiklopedia Sunda
Ensiklopedia Sunda dibagi menjadi tiga jilid: alam, spiritualitas, dan teknologi. Jilid pertama membahas tentang tatar Sunda, sungai, gunung, dan laut. Jilid kedua fokus pada spiritualitas, termasuk agama kuna orang Sunda dan masuknya agama Islam. Jilid ketiga membahas tentang teknologi dan seni perang. Tujuan ensiklopedia ini adalah agar orang Sunda mengetahui bahwa leluhur mereka adalah ahli geologi dan botani.
Hukum Adat dan Sistem Hukum di Indonesia
KBM menjelaskan bahwa hukum positif yang diadopsi dari Belanda tidak cocok dengan filosofi hukum di Indonesia. Orang adat seringkali kalah dalam sengketa dengan pemerintah karena hukum positif lebih mengutamakan bukti tertulis. Padahal, banyak bahasa di Indonesia yang tidak memiliki landasan tertulis. Dalam kitab Sanghiyang Siksa Kandang Karsian, ditemukan tujuh lapisan sistem yurisprudensi yang menunjukkan bahwa orang Sunda kuno memiliki cara berpikir yang sophisticated dan tercerahkan dalam mengatasi masalah.
Islam dan Kebudayaan Sunda
KBM membahas tentang masuknya Islam ke tanah Sunda dan pengaruhnya terhadap kebudayaan Sunda. Ia menjelaskan bahwa Islam lebih mudah diterima di Sunda karena masyarakatnya egaliter dan sudah memiliki konsep tentang keesaan Tuhan. Kebudayaan Sunda lebih banyak dipengaruhi oleh tarekat dan tasawuf daripada Hindu dan Buddha.
Teknologi dan Seni Perang Sunda Kuno
KBM menjelaskan bahwa ensiklopedia ini juga membahas tentang teknologi dan seni perang Sunda kuno. Contohnya, arsitektur atap ijuk yang tahan terhadap gempa bumi dan formasi perang yang bisa dipelajari di Unhan (Universitas Pertahanan). Ia juga menyinggung tentang Bujangga Manik, sebuah cerita perjalanan seorang bangsawan Sunda yang menamai 450 tumbuhan.
Tantangan dalam Penyusunan Ensiklopedia dan Pentingnya Interdisipliner
KBM mengakui bahwa ia bukan orang Sunda dan awalnya merasa tidak percaya diri dalam menginisiasi proyek ini. Namun, setelah bertemu dengan para peneliti Sunda, ia semakin yakin akan pentingnya proyek ini. Tantangan utama dalam penyusunan ensiklopedia ini adalah menemukan tim yang mumpuni dan mengubah mindset tentang pentingnya interdisipliner. Ia mencontohkan bahwa seorang filolog harus mengerti teknik untuk menguji barang-barang purbakala.
Warisan Leluhur dan Perubahan Iklim
KBM menjelaskan bahwa Lagaligo, kitab dari Bugis, berisi tentang kosmologi, etik, puisi, dan figur heroik. Salah satu hal yang relevan dengan masalah saat ini adalah perubahan iklim. Lagaligo mengajarkan bahwa manusia adalah mikrokosmos dari alam semesta dan memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan alam. Ia juga menyinggung tentang konsep tritangtu dalam kebudayaan Sunda, yaitu hubungan manusia dengan alam sebagai guru, orang tua, dan raja.
Kesulitan dan Tantangan dalam Pembuatan Ensiklopedia
Kesulitan utama dalam pembuatan ensiklopedia ini adalah menemukan tim yang mumpuni dan pemimpin yang memiliki kemauan untuk mendanai proyek ini. KBM menekankan bahwa ensiklopedia ini harus gratis dan mudah diakses oleh semua orang, termasuk anak-anak sekolah. Ia berharap ensiklopedia ini bisa masuk ke dalam kurikulum nasional.
Perbandingan dengan Daerah Lain dan Pentingnya Aksara Kuno
KBM membandingkan Sunda dengan daerah lain di Nusantara dan menyoroti pentingnya aksara kuno. Ia menyebutkan bahwa hanya empat daerah di Nusantara yang memiliki aksara kuno: Bali, Melayu, Sunda, dan Jawa. Ia juga menyinggung tentang prasasti Sangguran yang dibawa ke Skotlandia oleh Sir Thomas Raffles dan pentingnya mempelajari prasasti ini untuk memahami hubungan manusia dengan alam di masa lalu.
Epigenetika dan Trauma Sosial
KBM membahas tentang epigenetika dan trauma sosial yang bisa diteruskan dari ibu ke anak melalui DNA. Ia menjelaskan bahwa penjajahan selama ratusan tahun telah meninggalkan trauma yang mendalam pada bangsa Indonesia dan sulit untuk dihilangkan dalam waktu singkat. Ia menekankan bahwa dekolonisasi cara berpikir harus lahir dari kebudayaan yang otentik.
Kepemimpinan dan Eksploitasi Ekonomi
KBM memuji kepemimpinan KDM (Kang Dedi Mulyadi) yang memiliki visi dan keberanian untuk mendukung proyek ensiklopedia Sunda. Ia juga menyoroti masalah eksploitasi ekonomi yang membuat daerah-daerah kaya sumber daya alam sulit untuk maju dalam ilmu pengetahuan. Ia menekankan bahwa demokrasi hanya akan berhasil jika didukung oleh sistem pendidikan yang baik dan masyarakat yang menghormati ilmu pengetahuan.
Pentingnya Pendidikan Dasar dan Liberal Arts
KBM menjelaskan pentingnya pendidikan dasar dan liberal arts bagi anak-anak muda. Ia menekankan bahwa anak-anak harus diajarkan cara berpikir logis, berbicara, dan berbahasa dengan baik. Ia juga menyinggung tentang Lindy effect, yaitu ide yang umurnya makin panjang makin relevan di masa depan.
Harapan dan Visi ke Depan
KBM berharap ensiklopedia Sunda ini bisa menjadi pembuka jalan bagi proyek-proyek dekolonisasi lainnya di Indonesia. Ia juga berharap Indonesia bisa memiliki matrik pembangunan daerah yang sesuai dengan kekayaan biokulturalnya. Ia menekankan bahwa ilmuwan harus bertarung di tataran intelektual dan membuat matrik yang akuntabel.

