0:00 Kalau kita berdoa kepada Allah, situasi enggak berubah. Badai masih ya ada di hadapan kita. Tapi ketenangan itu yang kita butuhkan di langkah awal itu. Melangkah saja dan itu mengundang Allah bersamanya ketika dia berdoa. Itu praktisnya adalah mulailah sesuatu dan konsisten dengan itu. Mulai dulu ya, Ustaz ya. Berarti mulai dulu. Iya. Tadi kan enggak percaya diri kan gitu ya. I bukan membangun dulu, tapi kita membangun konsistensi dari suatu apa yang bisa kita kerjakan itu konsisten aja dengan itu. Siapa tahu amal yang kecil, yang ringan yang kita lakukan itu menjadi modal keberanian besok hari. [musik]
0:50 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kembali lagi bersama studio hitam-hitam spesial. Balik lagi di Bincang Isu bareng sama Aska dan hari ini kita ditemenin sama Ustaz Agus. Asalamualaikum, Ustaz. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Ini pertama kali Ask ketemu sama Ustaz meskipun sering melihat sih di layar handphone ya. [tertawa] Nah, insyaallah hari ini kita bakal ngebahas tentang Endless Battle Betwe and Your Fear. Ini genzy banget temanya ya, SAS, terkait kekhawatiran tentang takut gagal dan segala macam dan bagaimana kita pengin belajar ee untuk bisa berani gitu ya. Heeh. dari surat Alanpo. Nah, he eh jadi hari ini kita sebenarnya pengin
1:36 coba ee mendalami lagi test terkait kondisi yang sebetulnya temannya sudah sering bahas ini, tapi rasanya akan selalu ada berbagai perspektif yang bisa kita perkaya lagi ya, SAS terkait ketakutan generasi sekarang akan masa depan akan ee apa yang sedang mereka hadapi saat ini. Kalau misalnya buy data sebetulnya ee kalau coba cari di Indonesia belum ada ya yang menyatakan buy angka gitu. Cuma kalau kita coba tarik US Amerika yang notaband-nya mungkin kalau secara pendek kita lihat US kan termasuk negara yang cukup maju ya. Negara yang cukup maju aja ternyata cuma 44% generasi mudanya yang percaya diri sama masa depan ya. Kara itu negara yang semac gitu ya. Apalagi kita yang masih tertatih tadi ini.
2:21 Nah, eh the question is sebetulnya mm dengan kondisi kita yang seperti ini ya, Ses. Gimana sih cara kita mengatasi ketakutan-ketakutan yang seperti ini yang bahkan seringkiali kita jadi udah kalah duluan sebelum berjuang karena ketakutan itu? Iya. Iya. Eh ya kalau kita kembali kepada pedoman hidup kita ya, guiden kita ini mungkin itu yang dijauhi ya karena ee tidak mendapatkan bimbingan itu kemudian kita mencari-cari sendiri dan di situlah munculnya banyak perasaan-perasaan tadi ya, ketakutan tadi. Mungkin sedikit ya ini tentang prinsip dalam Al-Qur'an ya. Ya. Ee
3:07 teman-teman perlu tahu membedakan ada ini sedikit gramar bahasa Arab tapi keren ya menurut saya. Ada kata benda istilahnya isim, ada kata kerja atau fi'il. Ini perbedaannya kalau sudah disebut isim dia permanen. Oke. Sesuatu yang fix gitu ya. Tapi kalau bentuknya fi'il dia masih berproses temporer gitu. Ketika Allah menyebutkan tentang ketakutan dan kesedihan, Heeh. Ya, itu digunakan jenis kata yang beda. Oh, la khaufun alaihim wala hum yahzanun. Jadi, ketika bicara tentang takut itu dengan khauf itu isim itu fix permanen.
3:52 Heeh. Artinya enggak akan hilang. Hm. Ketakutan itu enggak akan hilang. Pasti akan selada terus. Yes. Pasti akan ada. Nanti kita bahas apa sih benefitnya buat kita gitu ya. Kemudian sedangkan kesedihan itu dengan menggunakan jenis fi'il ya. Walahum yahzanun. Yahzanun itu fi'il. Oke. Dia datang dan pergi gitu. Oke. Kalau kita healing-healing hilang hilang gitu ya. Tapi balik lagi dalam kesendirian ya. Kepikiran lagi sedih lagi. Iya gitu. Menarik. Kita harus yakin bahwa Quran sudah menyampaikan hal itu. Kita tuh pasti akan diberikan ketakutan. Kalau Allah kita yakini sebagai yang maha baik, Heeh. pasti ketakutan itu baik dong
4:39 sebetulnya. Tinggal bagaimana kita menempatkannya gitu ya. Ada di mana ya menempatkan ketakutan itu, mengarahkannya ke mana gitu. itu dulu deh. Jadi prinsip utama itu pasti kita akan diberikan perasaan-perasaan takut itu. Apakah jangka pendek ya besok aku makan apa? H iya nanti habis lulus mau ngapain gitu ya. Banyak ya? Banyak gitu ya. Terus dari yang cuma besok sampai bertahun-tahun. Iya. Oh iyaallah. Sampai ketakutan mati kan. Ketakutan. Nah seperti itu. Jadi itu pasti akan kita hadapi dan tidak akan pernah bisa bebas kita. Oke, itu istilahnya peperangan yang enggak ada akhirnya kita melawan ketakutan itu gitu. Oke,
5:25 seperti itu. Dan kalau memang tadi ketakutan itu adalah sesuatu yang akan itu fix ya tadi. Ih, menarik banget ism yang emang dia pasti akan selalu ada. Fix itu. Yes. Itu berarti the question is why. Iya, betul. Jadi Allah itu mengenalkan dirinya pertama kali dengan sifat Rabb. Hm. Rab itu dia provider. dia itu caretaker. Heeh. Dia juga trainer. Trainer. Ada tiga kata kunci itu. Dan ini cara Allah mentrainer, mentraining kita itu bukan dengan hal-hal yang mudah. Hm. Ya. Tapi membuat kita harus struggle, ya. Membuat kita harus mengalami ee menghilangkan arogansi kesombongan kita.
6:12 sehingga itu panggilan untuk kembali kepada Allah. Ketakutan-ketakutan itulah yang jadi Iya betul pemantiknya gitu ya. Iya itu panggilan untuk kita kembali kepada Allah gitu. Ketakutan itu ya masalnya kalau kita enggak kenal Allah, enggak ingin balik kepada Allah itu enggak hilang-hilang itu tidak akan didampingi oleh Allah untuk berjalan dengan ketakutan itu bersama Allah. Berarti bisa dibilang ketika kita tuh ngerasa takut banget gitu ya, tapi kita saat itu misal jangan kita deh ya maksudnya seseorang gitu. [tertawa] He he. Seseorang lagi merasa takut banget tapi dia belum balik ke Allah ya dia akan terus gitu ya. Dan perasaan takut ini adalah cara Allah memanggil hamanya untuk kembali. Memanggil hambanya untuk kembali. Masyaallah. Dan jangankan kita ya itu kalau kembali ke kisah perang Badar
6:58 di Al-Anfal. Heeh. sekelas para sahabat, sekelas Rasulullah sallallahu alaihi wasallam pun itu mengalami itu ketakutan. H ya sehingga saat kembali kepada Allahnya itu dengan doa nanti teman-teman silakan buka di halaman keduanya itu ya ee istastagitsuna rbakum. Testagisu itu dia menjerit, minta bantuan ya, tapi dalam kondisi yang betul-betul hopeless, betul-betul enggak punya daya lagi gitu. Itu Rasul loh yang berdoa begitu. He bayangkan itu rasul. Heeh. Nah, ya gimana tidak dibilang takut sebelum berperang ya ketika informasi awalnya yang dihadapi itu hanya
7:43 security. Security ya. Ternyata yang dihadapi itu tiba-tiba wah pasukan militer yang lengkap amunisinya. Heeh. Heeh. Itu kan sama secara substansi kita ya. He. Wah, ini kayaknya enggak mungkin deh aku bisa ini ya. Nah, itu kan sama ya. Bahkan itu dibenci situasi perubahan dari kondisi yang nyaman yang bisa dikalkulasi. Benar. Benar. Kemudian berubah jadi sesuatu yang beyondnya. Benar. Benar. Benar. Itu dibenci. Iya. Aku iya sih aku juga ngerasa kadang kalau something out of our control di luar ekspektasi, di luar perkiraan nih ngerasa kayaknya udah he ngebayangin tiba-tiba sesuatu iya itu para sahabat loh. Heeh. Wa inna fariq minal mukminina la
8:28 karihun. Karihun itu benci enggak suka dengan suasana berubah itu. Padahal itu disebutkan di Quran juga berarti ya. Iya. Masyaallah. Itu di surat Al-Anfal. Heeh. Jadi padahal mereka sudah dijuluki mukmin. H mukmin itu isim. He. Dia udah permanen, udah stabil, udah settle. Fat-nya, keyakinannya udah udah settle ya. Tapi tetap aja situasi yang berubah itu membuat mereka benci, enggak suka. Kan sama sebetulnya. Heeh. Ini hebatnya Quran ya, Teman-teman ya. Masyaallah. Bicara tentang masa lalu tapi relate sampai sekarang. Sampai sekarang gitu ya. Apa sih yang berubah dari suasana kebatinan manusia sih? Iya. apa namanya? Kesombongan ya, kemudian
9:16 griy ya, ketamakan, Hasan ya, kepo dan sebagainya. [tertawa] FOMO ya, FOMO itu sama sebetulnya. Flexing itu juga sama. Di Quran tuh sudah diceritakan semua penyakit-penyakit manusia yang sampai nanti akhir zaman. Kepo nih ini yang jarang dibahas nih, Ustaz. Kayak [tertawa] padah kan enggak boleh juga kalau kepo-kepo aib orang gitu. Ini menarik nih. Next bahasan. Iya boleh [tertawa] langsung tercetusak tembak aja dia. Ayo fokus fokus [tertawa] fokus. Seru. Oke. Nah tadi berarti kan posisinya memang ya bahkan kalau dari ee baca buku sirah gitu dikesakan Rasulullah sampai bergetar gitu ya ketika
10:02 berdoa sama Allah. Nah, mungkin kalau kita coba tarik ke zaman sekarang kondisi seperti itu adalah kondisi di mana ketika seseorang benar-benar ee mungkin saking takutnya ngerasa udah hopeless dan benar-benar kayak Heeh. ini apa gua nyerah aja ya gitu. Ee apa sih first step yang harus dilakukan ST ketika bertemu situasi yang kita benar-benar udah ngerasa udah enggak ada daya enggak hanya dari diri sendiri mungkin udah kalkulasi ada enggak ya sebenarnya ada orang yang bisa ditolong kok rasanya kayak enggak ada gitu. Heeh. Ya, kalau kita ngambil ya menarik dari kisah itu ya ke kekinian. Heeh. Pertama memang kita kembali kepada yang maha Heeh. gitu ya. Itu kepada Allah. Heeh. Dengan doa itu kan sebenarnya itu declare bahwa aku ini udah enggak bisa
10:48 apa-apa lagi gitu ya. Tolong aku gitu ya. Nah, itu yang tadi kita bahas tastagitsuna rbakum. itu doa menunjukkan kita ini sudah membuang arogansi kita, menganggap kita masih punya kemampuan. He kita totalitas ya ee menyandarkan hanya kepada Allah dengan doa. Dari situlah akan nanti muncul keyakinan ya. Keyakinan dan nanti Allah berikan ketenangan. Nah, ini dia. Hm. Ketenangan gitu. Jadi di ayat itu kan eh fastajaba lakum rbukum anni mumidukum bialfi minal malaikati murnifin w ja'alahullahu illa busro walitatmainna
11:35 qulubukum. Itu kata Allah ya ee Allah kan gampang saja ya memberikan kemenangan ya. He ya memberikan kemenangan tapi tidak itu yang diberikan. Nah, ini catatin tidak. Itu Allah enggak langsung ngasih kemenangan, tapi Allah memberikan kabar tentang ee bantuan malaikat yang turun. Itu pun bukan penyebab kemenangan. Hm. Tapi itu memberikan rasa tenang gitu. Rasa tenang. Oke, gitu. Nah, ini kalau kita berdoa kepada Allah ya situasi enggak berubah. badai masih ya ada di hadapan kita, tapi ketenangan itu yang kita butuhkan di
12:20 langkah awal itu gitu. H ya sehingga kita melangkah saja dan itu mengundang Allah bersamanya ketika dia berdoa itu. He. Nah, itu mungkin normatif ya. Ya, tapi praktisnya praktisnya adalah mulailah sesuatu dan konsisten dengan itu. Mulailah sesuatu. Mulai dulu ya, Ustaz. Berarti mulai dulu dulu. dengan itu. Jadi bukan membangun confiden. He ya. Tadi kan enggak percaya diri kan gitu ya. Bukan membangun confiden dulu, tapi kita membangun konsistensi dari suatu apa yang bisa kita kerjakan itu konsisten aja dengan itu. Hm. Siapa tahu ya amal yang kecil, yang
13:06 ringan yang kita lakukan itu menjadi modal keberanian besok hari gitu. Oke. Nah, itu kisah tentang perang Badar tuh enggak cerita tentang hasil. Ah, menarik gitu. Bahkan bisanya yang di lulu kan. Yes. Gitu kan 300 malah. Nah, itu kagak ada. Kagak ada apa tes benar? Tapi kan kalau kita baca di ayat satu saja Heeh. Itu sudah yasalunaka anil anfal. Anfal. Mereka tuh bertanya tentang gimana sih caranya pembagian ini nih gonimah gonimah [tertawa] nih kue perjuangan nih gitu gimana? Iya ya iya kritis kritikan kan itu berarti h
13:51 justru manusia itu ketika sudah diberikan kemenang nah itu harus lebih waspada dengan me-manage kemenangan itu. I see. Dari sebelum menang sudah dikasih peringatan dan setelah menang pun juga kita tetap aware ya. Iya betul. Masyaallah. itu jadi tadilah bangun apa ya yang bisa kita kerjakan terjangkau konsisten dengan itu aja. Heeh. Heeh. Itu jadi lakukan dulu apa yang bisa dilakukan sekecil apapun. Ee aska jadi kepikiran ses. Kalau misalnya tadi pertama kan juga berdoa sama Allah gitu. Ada juga beberapa mungkin yang kadang ngerasa maybe gitu. Mereka lagi ngerasa aduh aku lagi udah banyak nih dosanya, maksiatnya. Ngerasa Heeh. ee Allah mau enggak ya gitu. He. Heeh. Oh, maksudnya aku baru datang ketika
14:37 udah kayak gini gitu. Iya iya iya iya iya. Wah, itu seru itu. [tertawa] Maksudnya itu pertempuran. Pertempuran yang disukai oleh setan. Hm. Ya. Ketika ada manusia yang mau balik kepada Allah itu [tertawa] ngerasa aku masih kotor. Kok baru hari gini ya aku balik gitu ya. Ohuh. Senang banget setan itu. [tertawa] Olha. Oh. Nah. Iya. Beneran. Jangan kamu gitu dibisikin gitu. Heeh. Gitu. [tertawa] Nah, justru di situ ya ee kalau dan teman-teman baca ya ini bukan di surah Al-Anfal ya, di surat yang lain ya itu Allah mengungkapkan begini ya. Waidza sa'alaka ibadi anni ya
15:24 fainni qorib ujibu dakwatadda id daan. Itu di Albaqarah ya 186. Nah, jadi ya ini sedikit bahasa Arab tapi ini ngejawab ya. Waidza saala. Saala itu bertanya ya dan itu menggunakan fi'il madhi. Fi'il madhi itu kata kerja yang sudah lewat. Heeh. Dan maksudnya adalah one time. Hanya sekali aja itu. H. Jadi kalau ada orang yang kembali kepada Allah barang sekali saja Heeh. Salah tuh sekali aja dia minta kembali kepada Allah itu masih diterima dan Allah katakan fainni qorib aku dekat aku enggak ke mana-mana gitu.
16:10 Masyaallah. Wah itu apa tidak membuat kita tuh ngapain lu setan gitu. [tertawa] Gua udah punyain nih gitu ya kabarnya begini gitu. Iya. Asalkan kita tahu gitu ya bahwa sebetulnya bahkan sekali meminta aja Allah langsung men iya ke mana aja lu enggak begitu kan ya Allah. [tertawa] Ayo sini sini sini gitualaka ibadian. Dan benar-benar [tertawa] ini Allah itu tidak menitipkan jawaban Heeh. Ya. Informasi melalui lisan Rasulullah. Enggak. H. Tapi langsung fainni aku ini dekat. Heeh. Enggak menitipkan jawaban. Katakan wahai Muhammad kepada yang nanya tadi, "Aku ini dekat enggak begitu?" Saking Allah tuh menunggu-nunggu sebetulnya ya. Menunggu-nunggu kita ini kapan ya kita baliknya? He.
16:56 Jadi fear ya ketakutan-ketakutan itu sebetulnya cara Allah memanggil kita. Masyaallah. Ayo kembali bersandar kepadaku, menangis kepadaku gitu ya. Curhat kepadaku. Itu cara Allah kalau kita paham dan dibimbing ya dengan nilai-nilai Quran itu. He insyaallah semua fine semua itu sebetulnya baik-baik aja gitu ya. Meskipulah badainya tuh kita uh kayaknya dari sini sini kayaknya gelap semua gitu ya. Ya, tapi di situlah ya Quran tuh ngasih bimbingan Heeh. semuanya baik ya dan Allah tuh sayang banget dengan kita gitu. Masyaallah gitu. Ini perspektif yang kayaknya masih belum banyak gitu yang angkat ya terkait takut tuh sebenarnya cara Allah manggil kita
17:41 gitu. Masyaallah. Jadi mungkin kita jadi enggak sebenci itu lagi. Mungkin pas pertama dapat masih hah gitu. Tapi semoga langsung bisa ingat gitu ya. Kan bisa jadi Allah menyiapkan medan pertempuran. Heeh. Yang kamu sebetulnya ee cocok di situ, kompatibel di situ, gitu. Punya kekuatan di situ, tapi kita menganggap itu pertempuran yang terlalu besar. Hm. Ya, Allah maha tahu dan Allah ingin ya meng-upgrade diri kita ya. Ee supaya kita tuh enggak gitu-gitu aja gitu ya. Kita naik kelaslah gitu ya. Dengan memilihkan medan pertempuran yang lebih besar. H itu yang terjadi dengan para sahabat ya. Tadinya pengin kan mengambil yang
18:26 mudah ya, rombongan ee dagang Abu Sufyan yang hanya dijaga oleh security saja gitu ya. Ternyata Allah ganti kan langsung langsung gitu. Masyaallah. Secara jumlahnya tiga kali lipat. Kekuatan amunisinya itu kan kalau boleh protes gitu ya kepada Rasulullah. Ya Rasulullah ini tadi briefingnya [tertawa] Heeh. briefingnya beda gitu ya. Kok begini gitu ya. [tertawa] Aduh ya Allah. Nah itu kuncinya itu. Mereka enggak protes meskipun benci enggak suka, tetap aja melangkah. H ya secara hitung-hitungan kayaknya enggak mungkin ini tetap aja melangkah gitu. Yang penting itu tadi konsistensi. Heeh.
19:11 Dari satu langkah, satu langkah, satu langkah. Apapun yang bisa kita lakukan dan jangan orientasinya hanya duniawi. Hm. Jangan duniawi orientasinya capek gitu. Tapi kalau kita tahu bahwa yang kita lakukan Allah melihat, mendengar dan pasti ngebalas. He. Nah, nanti ada prinsip-prinsip yang lain yang Allah janjikan. Intansurullah yansurkum. Kalau kamu menolong maka akan Allah tolong. Ya, tapi jangan mendikte Allah caranya harus dengan cara kita gitu. Enggak boleh itu mendikte begitu. Ya Allah, aku ada masalah ini, tolong selesaikan ini. Ya, enggak gitu. Tapi nanti Allah punya sudut pandang yang lebih baik untuk kepentingan kita gitu ya. Mungkin bukan itu yang
19:58 diselesaikan, mungkin juga itu masalahnya enggak selesai. Tapi kamu punya ee tangga-tangga menuju kapasitas yang lebih besar. H yang ini sih ya udah gitu enggak usah terganggu dengan yang mungkin He memang Allah sengaja gitu ya. Ya, tidak membuat kita selesai dengan masalah itu. Masyaallah. Gitu. Nah, memasion kemenangan itu mudah bagi Allah untuk memberi. Iya. Sebetulnya berarti gimana sih seharusnya kita punya pandangan ketika melihat kemenangan, keberhasilan gitu. Kalau mungkin sekarang lebih relatenya berhasil gitu ya. Kalau menang kan kita kayaknya belum perang gitu ya. Tapi kayak keberhasilan diri melawan pertarungan antar dengan diri sendiri. Betul. Betul. Ya memang kita hari ini
20:43 kan battle-nya itu beda ya. Mungkin mental. Benar. Benar. Mental battle ya. [tertawa] Aduh. Iya. Eh, ya kalau mengacu ke Al-Anfal itu Allah juga negur ya. Falam taqtuluhum wakinnallaha qtalahum w ramaita idromaita. Bukan el tuh yang ngebunuh, bukan kamu yang ngelempar, tapi kami yang ngebunuh, kami yang ngelempar. Jadi kalian tuh hanya alat saja sebetulnya. H. Jadi semua itu Allah sebetulnya yang menakdirkan menentukan gitu ya. Ya, memang sih di situ ada ee penjelasan bahwa malaikat turun
21:29 jumlahnya itu 1000 ya, alfum minal malaikati tapi catatannya murdifin. Apa itu murdifin? Dicicil sama Allah turunnya malaikat yang 1000 itu. Hm. Ya, kenapa enggak sekaligus? Kan pertanyaannya kan ya gampang. Dan Allah tuh kalau mau membantu memenangkan, enggak butuh malaikat juga bisa. Di perang yang lain kan enggak malaikat yang diturunkan tapi angin gitu kan ya pasukan Allah yang lain. Nah, kembali kepada murdifin itu kenapa harus berangsur-angsur turunnya malaikat? H Allah ingin menyaksikan hambanya itu tetap berjuang. Hm. Coba kalau uh 1000 malaikat udah aja lu aja kita duduk aja kan 1000 lawan 1000
22:15 kan sudah selesai. Tabiat manusia banget. Ustaznya enggak mau berju Allah tambahnya dikit-dikit gitu. [tertawa] Udah nih ya diturunkan mungkin cuma lima malaikat dulu. Bayangan saya ya yang nakal nih [tertawa] ya. Lima malaikat dulu. Oh cuman lima. Tapi kan tetap berjuang kan. Nah nambah lagi kan malaikatnya sampai 1000. Tujuannya apa? Allah ingin melihat kita tetap bergerak, berjuang, tapi Allah jamin akan membantu mendampingi itu. Tuhan keren banget itu. Indah banget siang Bader tuh. Iya gitu. Jadi kita enggak boleh sombong dengan capekan-capaian. Justru itu yang jebakannya gitu ya. Dengan kesombongan itu
23:00 ee senang banget tuh setan gitu. Banyak nih yang diseringin setan nih tadi udah ber [tertawa] masyaallahitu. Kalau tadi emang kan itu mention juga ini yang perlu diperhatikan juga setelah menang. Heeh. Heeh. Kalau misalnya setelah kita memenangkan pertarungan itu he ee gimana caranya untuk menjaga tadi hati kita tetap ee pada koridornya gitu. Kalau mungkin kalau dari perang Badar kan tadi perebutan gua menimah gitu. Kalau sekarang mungkin Iya. perasaan tadi ya jumawa ini karena gue gitu atau mungkin bahkan jadi flexing tadi dan segala macam penyakit hati lainnya. Inilah inilah indahnya Islam dan Quran ya. He. Jadi kita kalau bicara tentang life balance ya H itu dalam kondisi kita terpuruk gimana
23:45 ya bimbingannya gimana ketika kita tadi menang gitu ya. Nah, jadi di dalam arahan Quran itu semua fase-fase kemenangan itu harus ditutup dengan istigfar. Istigfarigfar itu ya biasanya orang kalau berhasil alhamdulillah gitu ya. Iya. Coba kalau kita salat itu kan kemenangan kita melawan hawa nafsu ya. Heeh. Salatlah yang paling gampang gitu ya. Nah, kita selesai salat jangan tanya kualitasnya ya. [tertawa] Pokoknya selesai salat aja gitu ya. Itu kayak kita ngemplong kan dan kita kayak menang sebetulnya itu pertempuran itu kan kita menangkan dengan salat. Selesai salat kita asalamualaikum
24:31 assalamualaikum. Apa yang kita apa disunahkan untuk kita baca setelah itu? Astagfirullah. Iya. Bukan alhamdulillah. Iya sih. Tapi astagfirullah. Astagfirullah. Tiga kali tuh. Hm. Itu saja sudah reminder sehari lima kali kita itu selesai kita kemenangan itu istigfar. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu dalam futah ya. Idza jaa nasrullahi wal fath waroaitanas yadkhuluna fi dinillahi afwaja. Fasabbih bihamdiabbika wastagfir. Sama perintahnya itu. Heeh. Heeh. Jangan eforia. Kemudian pestapora tapi tetap
25:18 wastagfir istigfar kepada Allah. Nabi Ibrahim Alaih Salam bagaimana tidak disebut prestasi yang luar biasa ya membangun Ka'bah, merenovasi Ka'bah itu selesai. Kemudian sampai hari ini berjuta-juta orang setiap hari ibadah di Ka'bah itu gimana? Itu prestasi yang tidak tertandingi ya amal salehnya pahalanya itu kan. Tapi kalau kita baca ending-nya, doa-doa dari Nabi Ibrahim ketika sudah selesai itu di Albaqarah lah ee 124 sampai 128 itu doanya rabbana taqobbal minna, taqobbal minna. Ya Allah terimalah ini ya innaka antami watub alaina dan
26:04 ampunilah kami. Jadi begitulah ya apa guidance-nya itu ketika kita mendapatkan kesuksesan kemenangan itu stay humble. Kemudian kita merasa ini bukan gua sendirilah tapi Allah yang hadir di situ gitu ya. Jangan-jangan dalam prosesnya ini sebetulnya kita tidak menang. H jadi menang tuh kan melawan diri sendiri kita harus menang. Oke. Heeh. Menang dalam proses. Iya. Gimana tuh, Ustaz? Ma iya. Apakah haya ya tata caranya, prosesnya itu tetap enggak itu berada dalam koridor kebaikan? Kebaikan. Tapi kalau dia culas dia itu kan tidak menang dalam proses.
26:50 Oke, gitu. Nah, makanya ada istigfar di situ. Heeh. salat kita selesainya sih menang gitu ya. Ketika selesai itu menang tapi dalam proses salatnya khusyuk atau tidak mikirin apa gitu kan. Nah, itulah istigfar fungsinya di situ ya seperti itu. Karena semuanya begitu konsepnya itu. Heeh. Selesai amal, sukses, menang ya istigfar supaya Heeh. menghilangkan ya rasa itu tadi, jumawa tadi gitu ya. Iya. Nah, dan itu kan enak sebetulnya orang yang humble itu didekati juga enak ya dia enggak [tertawa] ya itu sudah kita bahas belum ya nanti ya dua nih tadi sudah dapat ya [tertawa]
27:37 stay humble gitu aduh masyaallah mm kalau misalnya nih udah semangat nih pasti yang nonton juga kayak oke gua siap nih siap untuk menjemput kemenangan ee proses dan juga hasil mm gimana mana ketika menghadapi kegagalan, Ustaz? H ee karena itu juga adalah sebuah ee possibilities yang bisa terjadi, S. Betul, betul, betul, betul. mengelola kegagalan. Iya. Itu kan banyak ya kisah-kisah dalam Quran tuh yang Heeh. kalau kita sebut kegagalan-kegagalan itu kan kegagalan dengan Heeh. tanda kutip. Iya. Tanda kutip gitu ya. Artinya sangat-sangat manusiawi. Hm. Sangat manusiawi ya. ee kita berjuang
28:23 kemudian katakanlah gagal gitu. Itu sangat-sangat manusiawi dan Rasulullah mengalami juga. H ya Allah menegurnya iya pedas iya banget gitu ya Rasulullah ya. Ya katakanlah contoh ya ketika Rasulullah itu ee membuat targetan-targetan ya untuk oh ini nih diproyeksikan untuk ini ini gitu ya. Nah, beliau kan mendekati tokoh-tokoh nih. Heeh. Iya. Col. Kalau sekarang ya apa? [tertawa] Kol. Apa? Kol. Iya. Kol. Kol. Sayur nantinya dia. [tertawa] Iya. Sayur maksudnya kalau bahasa saya begitu. Aduh. Didekatilah ini ya. Influencer ini kan. Jadi kalau ini dapat udah ini cum dapat
29:12 enggak cuma gitu exposure segala. Apa [tertawa] itu salah dalam strategi? Enggak dong. Enggak. Betul. itu kan salah satu ikhtiar ya untuk memaksimalkan mengamplify gitu itu. Tapi ketika hal itu membuat abay h nyuekin orang-orang yang dia sebetulnya responsif dan dia sudah siap gitu. Heeh. Nah itu ditegur oleh Allah. Hm. Ditegur itu dan itu apa ya kritikan yang luar biasa Rasulullah loh apa salah aku gitu kan. ini udah benar kan secara strategi gitu kata enggak kalau itu membuat kamu ya meniadakan atau mengabaikan orang-orang yang mungkin secara kalkulasi itu jadi apa sih orang-orang ini gitu tapi kamu cuekin nah ini yang kata Allah
29:59 enggak boleh sikap-sikap begini abasa wa tawalla anjaahul a'ma ya dia kata Allah dia cemberut dia memalingkan wajah A ketika datang si buta, H orang buta datang, apa sih yang bisa diharapkan dari orang buta untuk suatu perjuangan gitu? He. Tapi karena dia itu mau dan kepengin belajar dalam hal ini Quran ya, kebaikan gitu ya, Rasulullah menganggap, "Nanti duluah lu ada jadwalnya. Ini kelas khusus ini. [tertawa] Ini kelas khusus ya. Ini kok lu Heeh itu aja ditegur." Itu kan kegagalan luar biasa. Heeh. Tapi apa yang Rasulullah lakukan? Heeh.
30:45 merubah kemudian sikap nanti kepada orang yang buta ini langsung selalu berubah. H ya. Jadi mengikuti arahan Allah itu ya gagal is oke. Kemudian berusaha memperbaiki ya dengan tentunya ee kalau bisa sesuai dengan kesalahannya gitu ya itu kan lebih bagus lagi. Tapi kalau enggak cari untuk meng-cover dan mengqada kalau istilahnya gitu. Mengqada.Oke ya. Jadi kompensasi seperti itu. Dan ee sekali lagi Allah tuh tidak menuntut kita untuk hasil kan sebetulnya. Hm. Allah enggak pernah menuntut kita untuk hasil. Enggak ada. A lot of us forgot sih pasti tentang itu. Iya gitu. Nah kita sering ngebahas ya
31:32 [tertawa] nandi dulu enggak apa bahas lagi. Waahu saufa yuro. Nanti yang akan diekspos heeh. Di layar besar itu ya. S'yan bukan natijah. Natijah itu hasil. Heeh. Kalau sayan itu usaha, effortnya. Oke. Itu yang akan diekspos di layar besar nanti di akhirat itu. Oh, kamu tuh sempat ya berusaha untuk bangun untuk subuh tuh perjuangannya bagaimana gitu ya. Meskipun sesibuk apa sampai malam kamu berusaha pasang alarm lima kali ya. Meskipun dimatikan, dimatikan, dimatikan gitu. Astagfirullah. itu itu yang akan membanggakan nanti di akhirat itu.
32:17 Bukan salatnya ikhtiar tapi ikhtiarnya itu masyaallah. Jadi kenapa kita merasa down? Karena kita ingin hasil dan kita nganggap gagal ketika enggak tercapai. Padahal Allah enggak ngelihat itu. Heeh. setiap usaha kita meskipun kita dalam kondisi sudah istirahat ya kita sudah berkeringat tapi itu hasil dari bukti nyata kita ikhtiar he keringatnya istirahatnya itu tetap akan diekspos nanti ditunjukkan itu yang akan membahagiakan wujuhu yaumaidin naimah lisaha rodiah jadi wajah-wajah yang kelihatan bahagia tu karena menyaksikan usaha-usaha usaha
33:03 yang dia lakukan di dunia itulah yang Allah tunjukkan. Masyaallah. Bukan hasil. Jadi kenapa down? Karena kita ingin mendikte Allah kan. Harusnya hasilnya sama dong dengan yang aku rencanakan. Iya. Ini sering banget kayak oh ternyata usaha mengkhianati hasil. [tertawa] Iya. Iya. Itu ukuran kita gitu. Aku tadi padahal baru mau nanya Ustaz Aska baru mau nanya ee gimana dengan orang yang berlarut-larut? Berarti harus shifting mindsetnya ya. Terkait itu betul. Nah, itu kan enggak mudah ya shifting. Benar. Benar. Justru susahnya bagian itu ya. Kalau udah tenggelam tuh kadang buat bisa naik lagi ke atasnya. Iya. Makanya Quran itu 13 tahun. Heeh. Ya. Kontennya apa?
33:48 H. Itu bukan perintah larangan. 13 tahun itu membangun mindset. Hm. 13 tahun itu wal akiratuir wa abq itu akhirat itu lebih baik lebih kekal sabbihismaabbikal a'la aa itu Allah tuh paling jadi harus nomor satu Allah itu dalam kehidupan kita 13 tahun semuanya mindset aja gitu mindset tentang hidup ini gitu ya tentang akhirat tentang nanti ada balasan tentang Allah itu sayang kepada kita mengetah Ahui ya, kita enggak tahu gitu. Nah, itu semua ya. Jadi kalau setelah selesai ini mindsetnya
34:34 baru kan turun itu regulasi-regulasi kan ada perintah larangan itu selesai dengan cepat. Heeh. Karena sudah selesai mindsetnya gitu ya. Pemahaman yang benar tentang hidup ini. Makna hidup itu apa gitu. Makna kemenangan itu apa? Ya, menang itu bukan mencapai hasil, bukan mengalahkan orang lain, tapi menang itu kalau kita tadi konsisten dalam satu kebaikan dan itu menghantarkan kita khusus khatimah gitu. Dan kita sudah punya pet masing-masing. Allah sudah menentukan. Heeh. Heeh. Ya, pet kita apa meskipun gualol ya. Gual. Guel-gel itu dari biologi kemudian
35:22 [tertawa] saya. Iya. Dari matematika ke mana? Inilah kumpulan para Astagfirullah. Tapi itu [tertawa] hebatnya Allah ya. Masyaallah. Emang Allah tuh tahu yang the best ya untuk hambanya gitu ya. Tinggal kitanya membangun keyakinan akan hal itu gitu. Itu mindsetnya. I have another question ustaz. Nih terkait tadi shifting mindset ya. Bahkan AS sendiri kadang ketika mungkin di momun sekarang contohnya atau mungkin ketika ikut kajian udah dapat, "Oh, iya harusnya gua mikir gini dari dulu dalam hidup supaya enggak overthinking, enggak mudah putus as segala macam gitu." Tapi enggak jarang ketika kita sudah ingat gitu, bahkan mungkin udah nyatat juga ketika lagi menghadapi situasinya bisa jadi enggak langsung
36:08 setek itu tuh shifting mindsetnya. Apakah ee ada kaitannya misal dengan mm banyaknya misal maksi atau terdosa yang akhirnya menghalangi proses shifting mindsetnya itu apa sih, S? Supaya tadi shifting mindset itu bisa terjadi dengan lebih mungkin lebih cepat. Itu kan bahasa kekinian ya, mindset itu ya. Heeh. Kalau bahasa yang timeless-nya dari Quran itu itu adalah nur. Hm. Nur itu cahaya. He. Dan setiap orang itu sudah Allah bekali cahaya itu. Oke. Di sini kita itu sudah Allah bekali semua orang tuh sudah ada cahayanya. Sehingga kalaupun dia itu enggak mendapatkan katakan informasi
36:55 tentang Islam, tentang Quran, dia sudah punya bekal cahaya itu. Hm. Untuk kembali kepada Allah. Heeh. Asal akalnya dipakai dan jujur dengan hasilnya itu dia akan ketemu itu. Hmm. Ya, itu semua orang sudah punya. Yang kedua adalah cahaya dari luar yang Allah turunkan itu cahaya dari luar. Kalau ketemu dengan cahaya dalam diri kita itu akan intensitasnya kan he tambah besar. Itu akan meledak gitu ya. Heeh. Meledak gitu. [tertawa] Aku enggak bisa. Aduh, mau [tertawa] coba. Nah, tadi kalau bicara tentang ee apakah ada faktor karena mungkin maksiat dan
37:42 sebagainya? Iya. Hm. Betul banget itu. Karena itu akan meredupkan h cahaya yang sudah Allah bekali. Heeh. Ya. Kemudian menghalangi cahaya luar itu masuk. Iya. Itu yang kemudian sudah tahu gitu ya. ini harus begini, tapi kenapa pas tek gitu kok enggak bisa shifting gitu? Karena itu belum belum nyambung itu ya dalam dirinya redup kemudian kehalang itu si cahayanya itu. Karena selain ilmu pengetahuan kita juga butuhkan butuh bantuan untuk ee action-nya. Heeh. Benarbenar i kan kita tahu kalau ada kulit pisang di jalan tuh bahaya. Tapi untuk take
38:27 action-nya kan benar butuh energi lagi, butuh hidayah lagi. Nah, itu yang Allah berikan ya. Makanya ee keimanan, keyakinan itu berlapis-lapis yang tidak ada ujungnya. H ya. Kenapa kita harus mengasah ketajaman kemudian nanti menambah lagi, menebalkan, meninggikan itu karena tidak ada akhirnya. Heeh. Keyakinan kita, struggle kita itu akan terus aja begitu ya. Liyasdadu imanan ma imanihim. Jadi Allah menambahkan keimanan di atas keimanan. Kayak begitu. Jadi kalau kita analogikan Allah ingin kita naik kan dikasih ujian.
39:14 ujian di atas ujian yang begitu gitu. H begitu. Kalau kita gagal di sini itu kan definisi kita gagal. Hm. Di hadapan Allah enggak ada itu definisi gagal gitu kan. Allah yang menentukan hasil itu bukan ranah kita. Heeh. Ranah kita hanya ikhtiar aja gitu. Allah yang menentukan hasil. Karena Allah belum ngasih pasti ada tujuan yang lain gitu ya. Allah masih kepengin kamu memperbaiki yang ini, yang ini, yang ini, gitu. membersihkan yang ini, yang ini, yang ini, gitu. Kalau sudah aman ya udah naik lagi gitu. Nah, kembali ke Alanfal itu kita ee diperintahkan untuk menyiapkan kan waiddu lahum. Heeh. Jadi mempersiapkan apa yang bisa kita
40:00 siapkan. Heeh. Itu perintahnya. Apa yang bisa kita lakukan? Lakukan aja gitu. Mas tatum itu sekali lagi bukan hasil, bukan capaian-capaian itu. Maka kalau misalnya ada yang bertanya, "Berti ujian untuk nambah keimanan terus itu sampai kapan berarti, Ustaz?" Sampai kita habis kuota hidup kita sampai kembali kepada Allah. Kan kita enggak mau ya kita stuck Heeh. Pada satu level kan padahal jatah usia kita masih panjang. H ya. Makanya kan Rasulullah mengajarkan kalau doa itu kita meminta surga dan surga yang paling tinggi surga firdaus gitu ya. Bagaimana mencapainya ya? Kita semenjak hidup di dunia ini kan harus terus aja begitu
40:46 kan. Ini ujian belum selesai ya ditambah lagi tambah lagi ya memang begitulah Allah menginginkannya gitu supaya kita ini dapat pahala dari kesabaran. Kalau menang dapat pahala dari rasa syukur terus ditambah ditambah naik terus kita derajat kita gitu seperti itu. Hah masyaallah. Wow. Ini ini aku yakin nih pada udah dapat quotes of the day semua nih teman [tertawa] quote of the week seminggu. Oh, the week soalnya pekan depannya sama ustaz lagi ya. Lanjut. Kan tadi kan [tertawa] du poin. Masyaallah. Ini ee aku juga Azkan benar-benar sih T tadi terkait Oh
41:33 iya. Ujian tuh salah satu bentuk cintanya Allah sama kita ya, Ustaz. Bagaimana tadi ustaz juga menyebutkan Rabb itu salah satunya adalah Heeh. Menumbuhkan ya apa? Merawat dan Iya. Iya. Mungkin teaching us gimana untuk Yes. Betul. Bisa a better person. Betul. Dan ujian adalah salah satunya. Betul. Betul. Cara yang sering enggak kita sadari. Iya. Dan sebetulnya lebih bahaya lagi kalau kita tuh dicuekin sama Allah kan. H dengan cara apa? Dilepas aja begitu. Falamasu maukiru biatahna alaihim abwaba. Oh kamu enggak mau ya dengan aku ya? Lupa ya enggak mau kembaliah. Kata Allah. Fatahna alaihim abwaba. Maka aku bukakan semua pintu-pintu dunia itu.
42:19 H kan ngeri kan? Jadi dia enggak ada tuh kegagalan, enggak ada ketakutan. Dibuka semua sama Allah dibuka pintu-pintu dunia itu. Enggak ada masalah dalam hidup dia gitu. Itu lebih mengerikan sebetulnya ya Allah. Dibandingkan Allah tuh memanggil dia kan dengan mungkin tadi musibah, ujian gitu ya. Itu cara Allah kan memanggil kita untuk ayo bersandar kepadaku gitu. H meminta kepadaku itu ya. Firaun tuh kan contoh orang yang enggak butuh enggak butuh sama Allah. H kenapa? Karena sudah dibukakan semua dunianya gitu. Enggak pernah sakit. Coba bayangkan, enggak pernah sakit
43:05 ya kekayaannya segala dia. Nah, itu yang yang harus kita khawatirkan sebetulnya tadi mindset [tertawa] itu tadi. Mungkin itu juga ya. Kalau ada yang bertanya, kenapa ya orang-orang yang jahat, orang-orang kafir sana kayak hidupnya? [tertawa] Benar, benar naik jet mulu nih. Iya, benar, benar, benar. Kitalah contoh yang simpel kita mah gitu ya, kita sudah rajin salat gitu, tapi kok gini-gini aja. Tapi sedangkan si dia [tertawa] tuh, tapi kok bisa sukses begitu gitu ya. Nah, itu kan simpel lah gitu. Heeh. Heeh. Betul. Masyaallah. J ustaz atas bincang isunya hari ini. Alhamdulillah. Seru sekali ini. Pastihan. Oh, boleh boleh. [tertawa] Ee kan tadi masuk enggak sih biar jelas.
43:52 Ee kan terkait tadi, Ustaz ya dicuekin sama Allah gitu. Heeh. Indikatornya apa, Ustaz? ee kalau kita ini beneran dicuekin atau memang karena kadang-kadang kan ngerasa h ya ee keseharian gini aja gitu kayak ujian tapi enggak ngerasa di apa enggak ngerasa diuji gitu kayak ya udah yang berat banget gitu ya ya biasa aja gitu kayak nah kadang aku juga khawatir apa memang emm apa ya keseharian terus ngerasa enggak ada yang sulit gitu dalam hidup. Apa itu tuh? Heeh. Heeh. Salah satu apakah itu kemudahan atau ujian itu. Heeh. Ya. Kembali takarannya itu kepada ee
44:40 apakah itu menjadi sarana kita untuk dekat dengan Allah enggak gitu. Kemudahan-kemudahan itu gitu. H ya. Karena kan Allah menginginkan hambanya itu mendekat, mendekat, mendekat dengan takdir apapun. Heeh. dengan suasana apapun gitu kan. Kita jangan berharap begini berdoa, "Ya Allah supaya aku tambah dekat, tolong dong gitu ya. Uji terus uji uji uji enggak kan enggak boleh begitu justru kan kita harus berdoanya berikan kemudahan-kemudahan. Heeh. Heeh. Tapi saat situasi mudah itu membuat kita semakin mudah ya untuk ya ibadah kepada Allah, untuk ngebantu orang, untuk memberikan sharing-sharing yang bermakna gitu. Insyaallah itu bukan dari bentuk
45:27 sungkunan ya, istidraj sungkunan gitu ya. Dikasih tapi menjauh. Heeh. Heeh. Ya. Tapi kalau dikasih mendekat memang itu tujuannya. Diuji mendekat itu memang tujuannya gitu. Masyaallah. Jadi Heeh. ketakutan itu sebetulnya ciri hati kita itu masih hidup. He. Masih hidup. Kita masih ada rasa takut. itu ciri hati kita masih hidup gitu ya tinggal mempertemukan tadi dengan cahaya dari luar itu supaya lebih kuat nanti bimbingannya itu langkahnya itu. Tapi kalau sudah orang enggak enggak punya rasa takut lagi, dia kan udah sebenarnya udah mati dia [tertawa] udah enggak ada rasa takut kan kayak Firaun tadi ya. Sudah enggak ada
46:13 Firaun itu gitu gitu gitu. Gimana saudara nanti ada yang mau [tertawa] Masyaallah good question banget sih tadi benar pasti banyak yang bingung. Oke. Masyaallah nih karena ramai nih sampai tim belakang juga ikut bertanya. [tertawa] Kalau ramai lanjut part 2 kan ya biasanya. Berarti insyaallah kita pasti ada. Ditunggu ya. Aku chat lagi di belakang [tertawa] Ustaz. Oke. Jazakallah khair ustaz waktunya hari ini. Insyaallah semoga bertemu lagi di kesempatan berikutnya dengan bincang isu berikutnya. Dan makasih banyak juga teman-teman yang sudah nyimak sampai akhir. Kalau ada dari teman-teman yang punya pertanyaan kayak Nandi barusan gitu ya, boleh DM kita nanti barangkali pertanya teman-teman jadi topik utama bahasan nih. Siapa tahu ternyata oh ini oke nih
46:59 buat diangkat karena relatable buat banyak orang insyaallah. Dan [musik] sampai ketemu lagi di bincang berikutnya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. [musik] [musik] Yeah.