Cerita dibalik proses pengerjaan karya kolaborasi Mickiv

Cerita dibalik proses pengerjaan karya kolaborasi Mickiv

Ringkasan Singkat

Video ini menampilkan wawancara dengan Kak Suni dari Semata, yang menjelaskan proses kreatif anak-anak dalam membuat karya seni kolaborasi. Anak-anak ditantang untuk menyelesaikan karya hingga tuntas dan dipamerkan, mulai dari membuat sketsa, diskusi ide, hingga pewarnaan. Rentang usia peserta adalah 6 hingga SMA kelas 3, dengan perbedaan pendekatan antara anak-anak yang lebih kecil dan yang lebih besar. Harapannya, karya ini dapat dipamerkan di berbagai tempat dan diapresiasi oleh lebih banyak orang, sehingga anak kecil juga dapat menikmati karya seni sejak dini. Semata terus membuka kesempatan berkolaborasi dan menciptakan program interaktif, termasuk kunjungan pameran dan diskusi dengan seniman.

  • Proses kreatif anak-anak dimulai dengan tantangan dan komitmen untuk menyelesaikan karya.
  • Rentang usia peserta adalah 6 tahun hingga SMA kelas 3, dengan pendekatan yang berbeda.
  • Harapan untuk memamerkan karya di berbagai tempat dan mengapresiasi seni sejak dini.

Proses Kreatif Anak-Anak di Semata

Kak Suni menjelaskan bahwa proses kreatif anak-anak di Semata dimulai dengan tantangan untuk membuat karya dan berkomitmen untuk menyelesaikannya hingga tuntas, yang kemudian akan dipamerkan. Mereka memulai dengan membuat sketsa, lalu berdiskusi untuk memperkuat ide dan menyampaikan pesan dalam karya kolaborasi tersebut. Proses ini melibatkan menuangkan sketsa ke dalam bentuk "mikif" (kemungkinan merujuk pada medium atau bahan tertentu), yang menjadi tantangan tersendiri karena bentuknya yang sudah tertentu. Anak-anak harus menyesuaikan atau menghubungkan ide mereka dengan bentuk tersebut.

Tantangan dan Solusi dalam Proses Pewarnaan

Dalam proses pewarnaan, anak-anak juga menghadapi kesulitan, terutama pada detail-detail tertentu. Ini menjadi tantangan yang seru dan membuat mereka belajar mencari solusi. Kak Suni mendampingi anak-anak dalam mencari solusi dan melakukan problem solving. Beberapa anak memiliki konsep yang sederhana namun detail pengerjaannya rumit, sementara yang lain memiliki ide yang banyak namun pengerjaannya lebih mudah. Proses dan waktu pengerjaan berbeda-beda tergantung pada masing-masing anak.

Perbedaan Pendekatan Berdasarkan Usia

Rentang usia peserta adalah dari 6 tahun hingga SMA kelas 3, namun mayoritas berusia 6-12 tahun. Perbedaan pendekatan terlihat jelas antara anak-anak yang lebih kecil dan yang lebih besar. Anak-anak yang lebih kecil cenderung lebih spontan dan mengekspresikan ide yang ada di benak mereka saat itu. Karakter mereka sangat terlihat dalam karya mereka, dan mereka memperlakukan karya tersebut sebagai mainan atau bagian dari ekspresi diri. Sementara itu, anak-anak yang lebih besar (kelas 5 ke atas) lebih aware dan mempertimbangkan banyak hal, sehingga kadang-kadang merasa tertekan. Mereka lebih mempertimbangkan konsep dan ide, serta memikirkan bagaimana menambahkan sesuatu yang bermakna.

Harapan untuk Pameran dan Apresiasi Seni

Kak Suni berharap karya-karya ini dapat berkolaborasi lebih lanjut dan dipamerkan di berbagai tempat, termasuk galeri di Jakarta. Tujuannya adalah agar karya dan nama anak-anak yang membuatnya dapat diapresiasi oleh lebih banyak orang. Harapannya, hal ini dapat mengajak orang untuk mengapresiasi karya seni, tidak hanya orang dewasa yang mengerti konteks kesenian, tetapi juga anak kecil yang dapat menikmati karya seni sejak dini.

Program Semata dan Kesempatan Berkolaborasi

Program Semata terus membuka kesempatan berkolaborasi dengan siapapun dan menciptakan program-program yang interaktif. Program ini tidak hanya terbatas pada ruang kelas dan mengerjakan karya di studio, tetapi juga melibatkan kunjungan pameran dan diskusi dengan seniman. Proses berinteraksi dengan seniman di ruang pameran merupakan latihan yang berharga bagi anak-anak.

Share

Summarize Anything ! Download Summ App

Download on the Apple Store
Get it on Google Play
© 2024 Summ