Ringkasan Singkat
Video ini membahas pentingnya menerima didikan, nasihat, dan teguran sebagai bagian dari pertumbuhan rohani. Orang yang bijaksana akan selalu belajar dan mengoreksi diri ketika ditegur, sementara orang yang keras kepala akan menuai akibat dari perbuatannya. Menerima teguran adalah tanda kerendahan hati dan keinginan untuk diubahkan menjadi serupa dengan Kristus.
- Menerima teguran adalah tanda kebijaksanaan.
- Keras kepala membawa pada kehancuran.
- Kerendahan hati membawa pada pemulihan dan terobosan.
Pentingnya Menerima Didikan dan Teguran
Orang yang lemah lembut akan menerima didikan, nasihat, dan teguran, sementara orang yang egois sulit untuk dinasihati. Orang bijaksana mencermati dan belajar dari teguran, mengoreksi diri dan berubah. Sebaliknya, orang bebal marah dan tidak terima ketika ditegur. Amsal 15:10 menyatakan bahwa didikan yang keras adalah bagi orang yang meninggalkan jalan yang benar, dan siapa yang membenci teguran akan mati. Orang yang mau ditegur memiliki sikap hati yang benar dan mau diubahkan.
Konsekuensi Menolak Teguran
Orang yang merasa paling benar dan keras kepala akan selalu memiliki sikap hati yang salah di hadapan Tuhan dan akan mengalami masalah dalam hidupnya. Untuk menikmati hidup yang berbahagia dan berjalan dalam kebenaran, kita harus menerima masukan yang membangun. Lebih baik ditegur oleh orang lain daripada langsung oleh Tuhan melalui kejadian yang menegur. Ketika ditegur, kita harus koreksi diri dan belajar berkaca.
Ciri-ciri Orang Keras Kepala dan Akibatnya
Didikan yang keras diperlukan bagi orang yang meninggalkan jalan yang benar, dan orang yang benci teguran akan binasa. Kebencian terhadap teguran muncul karena merasa benar, yang merupakan ciri orang bebal. Amsal 15:12 menyatakan bahwa pencemooh tidak suka ditegur dan tidak mau pergi kepada orang bijak. Pencemooh di akhir zaman sering menyerang balik ketika ditegur, membenarkan diri, dan membela diri.
Hikmat dalam Menerima Teguran
Amsal 15:32 menyatakan bahwa siapa yang mengabaikan didikan membuang dirinya sendiri, tetapi siapa yang mendengarkan teguran memperoleh akal budi. Kita harus menerima nasihat dan teguran sebagai didikan, mengakui kesalahan, dan mau berubah. Orang yang menolak teguran adalah orang bodoh dan tidak memiliki kebijaksanaan. Menerima teguran adalah tanda bahwa kita mau belajar hidup benar di hadapan Tuhan dan semakin diubahkan menjadi serupa dengan Kristus.
Akibat dari Kekerasan Hati dan Penolakan Teguran
Orang yang tegar tengkuk dan marah ketika ditegur tidak dapat dipulihkan dan akan menuai kehancuran. Apapun yang kita kerjakan akan berbalik kepada kita, seperti benih yang kita tabur. Kita akan menerima hal-hal baik jika mau belajar dari kesalahan dan kekurangan. Firman Tuhan dan orang-orang yang sayang kepada kita dapat menegur kita untuk semakin maju dan diubahkan.
Pemulihan dan Terobosan Melalui Kerendahan Hati
Belajar memiliki sikap hati yang lemah lembut dan diubahkan menjadi serupa dengan Tuhan akan membawa terobosan dalam hidup. Jika kita salah, kita harus berubah dan tidak keras kepala. Jangan sampai kejadian buruk menjadi teguran dalam hidup kita, karena konsekuensinya akan lebih mahal. Semakin hari kita harus semakin diubah menjadi serupa dengan Kristus, memiliki kerendahan hati, dan belajar dari kesalahan serta kekurangan.
Pentingnya Perubahan Hati dan Sikap
Teguran seharusnya membuat hati kita berubah, bukan tersinggung atau marah. Orang yang keras kepala akan membela diri bahkan dengan menggunakan ayat firman Tuhan, tetapi hatinya jauh dari hadapan Tuhan. Sikap hati yang lembut dan mau diubahkan akan membawa kita mengalami terobosan dan pemulihan.
Doa untuk Perubahan dan Berkat
Doa dipanjatkan agar setiap orang yang mendengar firman ini diberkati, diubahkan, dan dilawat Tuhan, mengalami praktik dan terobosan. Tuhan dimuliakan dan segala hormat, pujian, dan pengagungan dikembalikan kepada-Nya.
Pelayanan dan Urapan
Beberapa jemaat dipanggil ke depan untuk didoakan dan menerima urapan Tuhan. Urapan yang kuat dirasakan oleh mereka yang hadir, memenuhi mereka dengan hadirat Tuhan.
Penyembahan dan Pengagungan
Jemaat mengangkat suara mereka dalam penyembahan, menyanyikan mazmur dan meninggikan nama Tuhan. Mereka mengungkapkan kasih dan pengagungan mereka kepada Tuhan melalui nyanyian dan doa.
Doa untuk Kesucian dan Kekudusan
Doa dipanjatkan agar Tuhan memberikan kemampuan untuk berjalan dalam kesucian dan kekudusan setiap hari. Jemaat memohon agar Tuhan memegang tangan dan hati mereka, serta membantu mereka untuk berkemenangan setiap hari dan menjadi orang kesayangan Tuhan. Mereka ingin belajar apa yang Tuhan mau dan berterima kasih dalam nama Yesus.
Menikmati Hadirat Tuhan
Jemaat menikmati hadirat Tuhan dan merasakan kedatangan-Nya.

