0:00 belajar kembali kebenaran firman Tuhan. Bapak, Ibu, kita akan lihat beberapa ayat di kitab Amsal ini akan membuat kita ini menjadi orang yang lemah lembut, terima didikan, terima nasihat, terima teguran. Tapi beberapa orang susah sekali dinasihatin. Sudah tahu salah karena egonya, karena harga dirinya terlalu tinggi. Tidak mau ditegur, tidak mau dinasihatin. Nah, orang-orang seperti ini tinggal tunggu waktu dia akan menerima apa yang dia selama ini dia lakukan. Tapi orang yang bijaksana, dia selalu mencermati, dia selalu belajar. Ketika ditegur, dia akan belajar koreksi diri dan berubah. Tapi kebanyakan orang bebal ketika ditegur
0:46 marah, tidak terima, merasa egonya diinjak, merasa dia ndak dihargain dan diperlakukan buruk dan lain sebagainya. Tapi kita mesti pelajarin hari ini dan saya berdoa apa yang kita pelajari akan membuat kita memiliki sikap hati yang benar di hadapan Tuhan. Di Amsal 15 ayat yang ke-10, didikan yang keras adalah bagi orang yang meninggalkan jalan yang benar. Dan siapa membenci kepada teguran akan mati. Orang yang tidak mau ditegur artinya dia senang hidup dalam kesalahan, hidup dalam kebodohan dan ujung yang terima akibatnya apa? Kematian kebinasaan. Orang yang memberi hati, memberi dirinya benar di hadapan Tuhan, mau ditegur, mau
1:33 dinasihatin, orang ini memiliki sikap hati yang benar, mau diubahkan. Tapi ada orang-orang yang terlalu merasa paling benar sejagat raya, tidak mau terima teguran, tidak mau terima nasihat, orang yang keras kepala pasti akan selalu memiliki sikap hati yang salah di hadapan Tuhan. Hatinya terlalu keras, orang menyebutnya keras kepala. Ya, Bapak, Ibu, kalau engkau memiliki sikap yang seperti itu, ujungnya kamu akan terima trouble dalam hidupmu. Kau tidak akan menikmati anugerah dan kebaikan Tuhan. Justru kamu akan ngalami trouble demi trouble. Kalau engkau pengin menikmati hidup berbahagia, hidup diubahkan, berjalan dalam kebenaran, berjalan dalam anugerah dan kasih setia
2:18 Tuhan, terima semua masukan yang orang katakan yang baik itu membangun diri kita. Kalau orang merendahkan, orang menyakitin, ya gak perlu didengar. Tapi semua teguran pasti ada maksud dan tujuannya. Lebih baik kita itu ditegur oleh orang sekitar kita daripada langsung ditegur oleh Tuhan. Ada orang-orang yang memang enggak bisa ditegur, dinasihati, tentu tidak bisa. Baru dia ketemu problem, baru dia kepepet, baru dia sakit, baru dia ngalami exiden dan lain sebagainya baru belajar. Itu namanya alam yang menegur, kejadian yang menegur. Kita lebih baik ditegur orang, artinya Tuhan masih perhatikan lewat mulutnya orang. Berarti kita harus koreksi diri, kita harus belajar berkaca. Saya ini banyak
3:04 kesalahan, saya masih banyak kekurangan dan yang Tuhan pakai untuk menegur saya biasanya istri saya. Dia yang paling tahu hidup saya, paling tahu sikap, kelakuan, karakter saya. Dia tahu persis. Dan ketika ada yang salah, dia koreksi. Dan saya sangat terima sekali koreksinya itu membuat saya banyak belajar diubahkan. Tapi ada beberapa orang ketika dikoreksi tidak suka. Dia marah gak terima. Dia ngamuk, tereak, histeris. Rasanya ini gak adil. Wong aku yang benar kok. Aku yang sudah hidup benar. Aku sudah suci. Aku sudah merasa masuk surga. Kenapa kamu tegur? Kenapa kamu usilin hidupku? Kenapa kamu mau cawe-cawe atas hidupku? Dan lain sebagainya. Itu adalah orang-orang yang keras kepala. Orang yang keras kepala
3:50 tinggal tunggu dan ujungnya dia akan terima akibat yang dia akan alami. Didikan yang keras bagi orang yang meninggalkan jalan yang benar. Harus dididik memang supaya jalannya kembali benar. Dan siapa benci kepada teguran akan mati. Akan mati. Tinggal tunggu waktu saja kok. Matinya itu tidak normal. Kalau akan mati ya artinya binasa dalam berbagai hal. Karena apa? Benci terhadap teguran. Kenapa kok benci dengan teguran? Karena merasa benar. Orang merasa benar itu orang bebal. Sudah tahu salah ditegur gak terima. Sudah tahu salah membela diri dan lain sebagainya. Sekarang kita lihat lagi di Amsal 15 ayat yang ke-12. Si pencemooh tidak suka ditegur orang. Dia tidak mau
4:35 pergi kepada orang bijak. Memang pencemooah itu kan mulutnya jahat. Kalau ditegur nyerang balik. Kalau ditegur tidak terima maki balik. Ngajak berantem dan lain sebagainya. Ini memang orang pencemoh ya. Pencemoh-pencemoh di akhir zaman ini banyak sekali. Bapak, Ibu jangan termasuk golongan atau bilangan orang yang menjadi pencemoh. Ketika ditegur, dinasihatin, nyerang balik pakai firman, menyalahkan, membenarkan diri, membela diri. Ini orang-orang yang keras kepala. Ini ciri-ciri orang yang luar biasa, hatinya bebal sekali. Kita mesti belajar berubah untuk diubahkan terus. Memiliki sikap hati yang benar di hadapan Tuhan. Di Amsal 15 ayat 32. Siapa mengabaikan didikan membuang dirinya sendiri. Tetapi siapa mendengarkan teguran, dia
5:23 memperoleh akal budi. Belajar terima nasihat siapapun. Terima teguran sebagai didikan buat kita. Ketika Bapak, Ibu bikin kesalahan, sudah tahu itu salah, melanggar hukum dan peraturan yang ada. Kalau ditegur, akuin salah, aku mau berubah. Jangan sampai ketika ditegur gak terima, bela diri, nyerang balik. itu namanya orang bebal menyebutnya orang bodoh. Nah, memiliki hikmat dan pengertian. Orang-orang kayak begini ini pasti menjadi orang yang tidak memiliki kebijaksanaan dan hikmat. Tetapi orang yang terima teguran, didikan, nasihat itu adalah orang-orang yang mau terima masukan untuk diubahkan. Orang-orang yang mau belajar hidup benar di hadapan Tuhan. Semakin hari semakin
6:08 diubahkan. Semakin hari semakin diubahkan menjadi orang yang lama-lama karakternya menjadi serupa segambar dengan Kristus. Bapak Ibu bisa bayangkan ketika bikin kesalahan gak ditegur gak mau. Saya temu beberapa orang ketika ditegur gak terima marah, tereak musuhin nyerang balik. Ada beberapa orang kalau ditegur nyerang balik pakai ayat melakukan pembenaran diri. Sebenarnya hatimu itu terlalu bebal. Kamu terlalu keras kepala. Kamu merasa benar menurut cara pandangmu sendiri. koreksi diri ketika ditegur. Memang tidak enak teguran itu membuat hati rasanya terluka, membuat hati rasanya gak enak, membuat hati rasanya gak nyaman. Tapi teguran tadi membuat kita diubahkan.
6:54 Semakin hari semakin diubahkan. Semakin hari semakin diubahkan. Semakin diubahkan menjadi serupa segambar dengan Tuhan. Kalau Bapak, Ibu enggak mau ditegur, Bapak, Ibu jadi golongan orang bodoh loh. Orang-orang Israel itu sudah bikin kesalahan, ditegur, bantah, bersungut-sungut, ngeluh, akhirnya tidak masuk tanah perjanjian. Mereka binasa di padang gurun. Dan ada satu hal yang Tuhan gak bisa dipulih gak bisa pulihkan lagi adalah orang yang ketika ditegur berantem, ngajak berantem. Di Amsal 29 ayat pertama. Siapa bersih tegang leher walaupun mendapat teguran akan sekonyong-konyong diremukkan tanpa dapat dipulihkan. Satu hal yang Tuhan gak bisa pulihkan adalah orang yang tegar tengkuk. Orang yang ketika ditegur
7:40 marah, keras kepala. Ini orang yang gak bisa dipulihkan. Tinggal tunggu kehancuran saja orang seperti ini. Karena dia akan menuai apa yang dia kerjakan, apa yang dilakukan. Bapak, Ibu mesti sadarin bahwa apapun yang kita kerjakan, apapun yang kita lakukan akan berbalik kepada kita. Karena itu seperti benih yang kita sedang tabur. Bapak, Ibu akan terima segala sesuatu yang baik dalam hidupmu kalau engkau semakin mau belajar dari semua kesalahan dan kekurangan. Terimaan, didikan. Kadang firman juga menegur kita kan. Kadang banyak hal negur kita. Orang-orang yang sayang dengan kita itu teguran. menegur kita membuat kita ini semakin maju. Kalau ada kekurangan kesalahan, teguran itu membuat kita ini semakin diubahkan. Tapi ada orang-orang yang memang enggak
8:25 bisa ditegur. Kalau ditegur marah, ya tinggal tunggu kehancuran. Kalau Bapak, Ibu jadi golongan orang yang ditegur marah, artinya kamu menjadi orang yang paling bodoh di muka bumi ini. Dan kamu tidak akan bisa mengalami pemuliaan. Karena Alkitab katakan, "Siapa bersih tegang leher walaupun mendapat teguran, ditegur marah, bersih tegang leher, akan sekonyong-konyong diremukkan tanpa dapat dibolehkan lagi. Tidak akan ada pemulihan. Belajar memiliki sikap hati yang lemak lembut, diubahkan menjadi serupa segambar dengan Tuhan. Hidupmu akan mengalami break through dan terobosan. Dan saya berdoa hatimu semakin menjadi serupa segambar dengan Tuhan. apapun yang terjadi dalam hidup kita, kalau yang salah kita harus
9:13 berubah. Kalau kita dablek ngeyel, Tuhan pakai orang lain tegur. Jangan sampai kejadian menegur kamu atau semua hal buruk menjadi teguran dalam hidupmu. Itu yang ruet bayarnya mahal. Nah, kita akan terima konsekuensi yang lebih mahal lagi kalau kita enggak mau ditegur dan mau dinasihati. Saya berdoa kita semakin hari semakin diubah. kita semakin hari semakin menjadi serupa segambar dengan Tuhan, semakin belajar untuk semakin memiliki kerendahan hati dan semakin hari kita semakin menjadi serupa dengan Kristus. Karakter, sikap, tindakan dan perbuatan kita. Kita memiliki sikap hati yang lembut mau diubahkan terus. Belajar dari semua kesalahan, belajar dari semua
9:58 kekurangan, belajar dari semua hal yang gak benar di hadapan Tuhan yang kita lakukan. Kita mau berubah. Kita mau berubah dan kita mau diubahkan semakin hari semakin menjadi serupa segambar dengan Kristus. Bapak, Ibu, teguran itu membuat hati kita itu harusnya berubah. Jangan teguran yang membuat Bapak Ibu tersinggung. Kalau ditegur terhina, kalau ditegur marah. Beberapa kali saya ketemukan orang ditegur marah gak terima. Ini orang-orang yang keras kepala. Ada beberapa orang yang ditegur bela diri pakai ayat firman Tuhan. Sebenarnya hatimu itu jauh dari hadapan Tuhan. Kamu keras kepala dan hatimu tegar tengkuk sekali. Kamu akan susah diubahkan, susah dipulihkan, susah ngalami break through dan terobosan.
10:45 Sepanjang umur hidupmu kalau ditegur marah, kamu akan tetap mengalami hal yang sama. Tidak akan mengalami break through dan tetap sama dari tahun ke tahun. Saya berdoa, kita memiliki sikap hati yang lembut. Mau diubahkan terus, mau diubahkan terus, mau diubahkan terus, mau diubahkan terus. Saya berdoa Tuhan bicara dalam hatimu. Tuhan bicara dalam hidupmu. Dan hidupmu semakin dibawa mengalami break through dan terobosan. Amin. Tutup matamu. Tutup Alkitabmu. Kita berapa terima kasih buat firman-Mu kami materaikan dengan darah anak domba Allah. Firman ini nempel dalam hati kami berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan. Firman ini jadi kehidupan. Dan mau berdoa setiap orang yang mendengar firman ini diberkati Tuhan, diubahkan, dan dilawat Tuhan, mengalami praktik dan terobosan nama Tuhan dipermuliakan. Terima kasih ya Tuhan. Kami kembalikan segala hormat
11:31 pujian, pengagungan buat Raja kami yang maha mulia dalam nama Yesus. Haleluya. Amin. And God bless you. Ibu Inggrit sama suaminya maju ke depan. Pak, saya mau kecer sama Ibu. Sini sini. Ibu Hanita sama suaminya maju ke depan. Sini sini sini sini. Angkat belakangnya ya. Buka tanganmu, Pak. Kuat urapannya ya. Go. Urapan hari ini powerful sekali.
12:25 Urapan Tuhan turun ya. Go Jesus. Bu maju sini sini. Gua enggak tahan hadirat Tuhan ya. Buka tanganmu, Pak. Dua-dua. Jesus name receive the ur turun. Go Jesus. He pak sini sini sini jam ibu ya. Go. Urapan itu turun. Risip Bapak nikmati hadirat itu Tuhan. Turun. Go, go, go. Jesus name. Jesus name.
13:11 Jesus name. Bapak enggak akan tahan dengan hadirat itu. Bapak tidak akan tahan dengan hadirat itu. Dalam nama Yesus urapan-Mu Jesus name. Buka tangan. Tuhan jamah. Urapan itu turun. Memenuhi. Memenuhi. Go go go go. Bu Titik sini Bu Titik. Saya mau doain Bu Titik. Cik Sien maju ke depan. Saya mau doain Cik Sien. Tuhan lihat hatinya haus dan lapar dengan hadiratMu. Penuhi dengan hadiratMu. Go now. Risip reip
13:56 Buulan Lani. Saya mau doain Bu Lani. Sik si ya. Sini. Tuhan jamah ibu. Tuhan jamah budi. Tuhan jamah ibu. Nah risik yang di ibu ibu baju hitam. Breat upon me breat upon me breath of God. Tuhan jamah ibu ini. Jamah dalam hadiratMu. Penuhi Dia sekarang. Sekarang. sekarang. Nah, Jesus name. Jesus name.
14:48 Tuhan Jesus. Jesus saya lihat dalam mimpi ketika saya berus Jesus
15:43 ibu ini sesang terima semakin semakin semakin saya lihat Dalam mimpi ketika saya berdoa ada urapan buat kuasanya power Jesus tenang down tahan dengan hadirat Tuhan ya. Iya. masih enggak tahan dengan hadirat Tuhan. Kuasa Jesus semakin mengar Jesus name.
16:29 Biar naram nam ini
17:27 Kami mengasihi-Mu. Kami mencintai-Mu Tuhan. Roh Kudus. Roh Kudus
18:30 sembah dia. Angkat suaramu, nyanyikan masmu. Tinggikan raja di atas segala raja Allah yang perkasa. We worship you. We adore you. We adore you.
19:34 Mia We love you. We praise you. We love you. We praise you. We praise you. We praise you. Dari hati kami keluar nyanyian yang mengasihi-Mu. Dari hati kami.
20:23 Kami naikkan mazmur yang meninggikan nama-Mu, Tuhan. Tuhan, kami mencintai-Mu Tuhan. Kami mengasih-Mu.
21:30 Kau saja yang suci. Kau saja yang layak. Kau layak terima glori. Yesus kau Tuhan. Kau saja yang suci. Kau saja yang layak.
22:20 Kau layah terima glor hanya kau Tuhan. Terima kasih Roh Kudus. Terima kasih. Kami mengasihi-Mu Tuhan. Sungguh hati kami mencintai Engkau lebih dari apun juga. Tapi dalam kedagingan kami, kami sering
23:07 melakukan hal yang menyakiti, yang bertolak belakang dengan kehendak-Mu. Berikan kemampuan kami setiap hari untuk berjalan dalam kesucian dan kekudusan. Kami tidak mampu berjalan tanpa Engkau Roh Kudus. Pegang tangan kami, pegang hati kami. Lihat sampai kedalaman batin kami. Kami mencintai Tuhan. Kami mengasihi Engkau. Kami pengin berkemenangan setiap hari. Dapatin kami menjadi orang
23:52 kesayangan-Mu. Terima kasih. Kami mau belajar apa yang kau mau Tuhan. Terima kasih dalam nama Yesus. Haleluya. Amin. Amin. Menikmati hadirat Tuhan, merasakan Tuhan datang. Yeah.