Ringkasan Singkat
Video ini membahas tentang Unit 731, sebuah unit riset rahasia senjata biologis dan kimia Kekaisaran Jepang yang melakukan eksperimen mengerikan pada manusia selama Perang Dunia II. Eksperimen ini mencakup penyebaran penyakit, pembedahan tanpa bius, pemindahan organ, pengujian senjata, pembekuan ekstrem, kehamilan paksa, dan penularan penyakit seksual. Unit ini beroperasi di bawah pimpinan Dr. Shiro Ishii dan didukung penuh oleh pemerintah Jepang. Setelah perang, para petinggi unit ini diadili oleh Uni Soviet atau melarikan diri ke Amerika Serikat, di mana mereka memberikan data eksperimen mereka sebagai imbalan atas perlindungan hukum.
- Unit 731 melakukan eksperimen brutal pada manusia untuk mengembangkan senjata biologis dan kimia.
- Eksperimen termasuk pembedahan tanpa bius, pemindahan organ, dan penularan penyakit.
- Para pelaku kejahatan perang ini sebagian besar lolos dari hukuman berat.
Pendahuluan
Nessie Judge memulai video dengan membahas Unit 731, sebuah unit riset rahasia senjata biologis dan kimia Kekaisaran Jepang yang melakukan eksperimen sangat keji selama perang. Unit ini dibentuk pada tahun 1936 hingga 1945 dan melakukan eksperimen pada sekitar 14.000 manusia. Jepang terinspirasi oleh keberhasilan Nazi Jerman dalam menggunakan senjata kimia dan memutuskan untuk mengembangkan senjata biologis sendiri, meskipun ada protokol Jenewa yang melarang penggunaan senjata tersebut. Jepang percaya bahwa mereka ditakdirkan untuk menguasai Asia dan mendirikan Unit 731 di Manchukuo (Tiongkok Timur Laut) pada tahun 1935.
Fasilitas Unit 731
Unit 731 dibangun di distrik Pingfang, kota Harbin, karena lokasinya yang jauh dari Jepang dan kemudahan mendapatkan bahan uji coba. Unit ini didukung penuh oleh pemerintah Jepang dan merupakan pusat dari unit-unit militer lainnya yang melakukan eksperimen. Dari luar, unit ini dikenal sebagai Pusat Pencegahan Epidemi dan Pemurnian Air Tentara Kuantung, tetapi di dalamnya sangat berbeda. Kompleks utama unit ini luasnya sekitar 6 km persegi dan terdiri dari lebih dari 150 bangunan yang dirancang agar tahan bom. Kompleks ini dikelilingi oleh tembok tinggi dan parit dengan kawat listrik. Di tengah kompleks terdapat penjara yang dikelilingi oleh ruang penelitian dan eksperimen.
Operasi dan Staf Unit 731
Pada tahun 1936, Unit 731 mulai beroperasi secara aktif di bawah pimpinan dokter militer Shiro Ishii. Ishii memiliki visi untuk menciptakan senjata biologis yang menargetkan manusia. Jumlah staf di unit ini bertambah menjadi 3.000 orang, dan pada puncaknya mencapai 10.000 orang jika digabungkan dengan cabang-cabangnya. Unit ini melakukan eksperimen brutal pada manusia, yang dianggap sebagai salah satu yang paling mengerikan dalam sejarah.
Subjek Eksperimen
Polisi militer Jepang dan agen intel khusus ditugaskan untuk mencari manusia dari berbagai wilayah untuk dijadikan subjek eksperimen. Mereka mengambil siapa saja, mulai dari penjahat, tahanan politik, rakyat miskin, orang dengan kondisi fisik atau mental tertentu, hingga orang biasa yang dituduh melakukan kejahatan tanpa bukti. Korban berasal dari berbagai bangsa, termasuk Tionghoa, Rusia, Mongolia, Korea, dan negara-negara Barat. Unit ini tidak pandang bulu, menargetkan laki-laki, perempuan, wanita hamil, anak-anak, dan bahkan bayi yang baru lahir. Mereka yang dipilih adalah orang-orang yang sehat secara jasmani dan kemudian diberi nomor tiga digit sebagai pengganti nama mereka. Mereka diperlakukan tidak layak dan dirantai di penjara.
Eksperimen Senjata Biologis
Unit 731 melakukan penelitian dengan berbagai macam penyakit seperti pes, kolera, antraks, dan tuberkulosis. Mereka menyuntikkan penyakit-penyakit ini langsung ke subjek tes dan melakukan viviseksi (pembedahan dalam keadaan hidup) tanpa bius untuk melihat efek penyakitnya di dalam tubuh manusia. Unit ini juga membuat bom kutu dan bom penyebar bakteri yang dirancang untuk menyebarkan penyakit mematikan. Bom-bom ini digunakan untuk menyerang 11 kota di Tiongkok, menyebabkan epidemi yang menewaskan sekitar 400.000 warga sipil Tiongkok.
Eksperimen Pemindahan Anggota Tubuh
Unit 731 juga melakukan eksperimen ekstrem dengan memindahkan anggota tubuh manusia tanpa bius. Mereka mengamputasi tangan atau kaki dan memindahkan pergelangan tangan dari satu sisi tubuh ke sisi lain. Ada juga tahanan yang menjalani operasi pengangkatan lambung dan kerongkongannya disambungkan langsung ke usus. Eksperimen ini dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh tubuh manusia bisa dipaksa dan dimanipulasi serta bagaimana tubuh bereaksi terhadap luka parah.
Eksperimen Pengujian Senjata
Para subjek tes diikat di papan kayu dan dijadikan target untuk pengujian senjata. Mereka dilempar, dihantam, atau ditarget dengan bom penyebar penyakit, senjata kimia, shrapnel bomb, granat, dan flamethrower. Mereka juga diserang menggunakan bayonet atau pisau. Tujuan dari eksperimen ini adalah untuk mengetahui pengobatan dan aksi paling tepat yang harus dilakukan untuk menyelamatkan tentara yang terluka di medan perang. Setelah dijadikan kelinci percobaan, subjek tes dibedah hidup-hidup atau diotopsi untuk mencari tahu pengobatan terbaik.
Eksperimen Frost Bite
Salah satu eksperimen paling terkenal di Unit 731 adalah eksperimen frost bite. Subjek tes dibawa ke ruang terbuka dan bagian tubuhnya direndam di dalam air dingin sampai beku. Setelah dibekukan, mereka dijadikan eksperimen untuk menghangatkan kembali tubuh mereka menggunakan berbagai metode, mulai dari mendekatkan bagian yang beku ke api terbuka sampai disiram langsung pakai air panas. Dalam satu kasus, dua orang laki-laki telanjang dimasukkan ke area yang dinginnya -40 atau -50 derajat. Eksperimen ini bahkan pernah dilakukan kepada bayi yang baru lahir dengan mencelupkan jari-jarinya ke dalam es dan garam.
Eksperimen Kehamilan Paksa dan Penyakit Menular Seksual
Para tahanan perempuan yang masih berada dalam usia subur dipaksa untuk mengandung dengan berhubungan dengan tahanan laki-laki atau penjaga penjara. Unit 731 kemudian menginfeksi para tahanan dengan penyakit menular seksual seperti sifilis atau gonore. Awalnya, penyakit ditularkan melalui suntikan, tetapi kemudian mereka memaksa tahanan yang sudah terinfeksi untuk berhubungan dengan orang yang belum terinfeksi. Eksperimen ini dilakukan untuk melihat bagaimana penyakit menular antar manusia. Setelah terinfeksi, subjek tes dibedah dalam keadaan hidup-hidup di berbagai tahapan infeksi. Eksperimen ini juga dilakukan pada anak-anak yang ditangkap bersama ibunya.
Eksperimen Lainnya
Selain eksperimen-eksperimen yang telah dibahas, ada banyak eksperimen lain yang dilakukan oleh Unit 731. Beberapa tahanan tidak diberikan makan atau minum untuk melihat berapa lama tubuh manusia bisa bertahan. Ada juga eksperimen untuk melihat kaitan antara lingkungan hidup sama kondisi tubuh manusia di mana beberapa subjek tes dimasukkan ke dalam ruangan bertekanan tinggi sampai tubuh mereka hancur dari dalam. Tahanan juga dipaksa bertahan hidup dalam suhu yang sangat tinggi, dipaparkan panas ekstrem sampai mereka meleleh atau direbus hidup-hidup di dalam air panas. Bahkan ada yang dipaksa untuk tidak tidur berhari-hari hanya untuk melihat efek kehilangan tidur ekstrem terhadap mental dan tubuh manusia. Subjek tes juga disinari sinar X dalam dosis mematikan, disetrum, ditimpa dengan beban berat, dibakar, sampai dikubur hidup-hidup. Eksperimen juga dilakukan dengan menyuntikkan segala macam cairan dari hewan, air kelapa, racun ular, racun ikan fugu, dan racun tanaman berbahaya ke dalam tubuh manusia.
Akhir dari Unit 731
Unit 731 berakhir setelah Jepang menyerah di akhir Perang Dunia II. Para anggota unit diperintahkan untuk menghancurkan bukti, termasuk membakar subjek tes, menghancurkan gedung, dan meledakkan jasad-jasad. Orang-orang yang terlibat diminta untuk menghilangkan nyawa mereka sendiri menggunakan sianida. Setelah perang, para petinggi Unit 731 diadili oleh Uni Soviet atau melarikan diri ke Amerika Serikat. Uni Soviet mengadili 12 pimpinan unit 731 dan unit afiliasinya dalam sidang kejahatan perang di Kabarovsk tahun 1949. Mereka dijatuhi hukuman kerja paksa di Siberia, tetapi semuanya dibebaskan dan kembali ke Jepang sebelum 1956. Shiro Ishii dan stafnya kabur ke Amerika Serikat dan memberikan data eksperimen mereka sebagai imbalan atas perlindungan hukum. Pemerintah Jepang awalnya tidak mau mengakui eksperimen Unit 731 sampai tahun 1984 dan baru membuka sebagian dokumen terkait unit ini pada tahun 2018. Diperkirakan 14.000 orang menjadi subjek tes di Unit 731 dan tidak satu pun dari mereka selamat.

