EMOSI DAN AMARAH - PETER GUNTUR

Peter Guntur www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Video ini membahas pentingnya pengendalian diri dan penguasaan diri dalam kehidupan Kristen, terutama dalam menghadapi konflik dan situasi yang tidak menyenangkan. Respon hati yang benar di hadapan Tuhan, kemampuan untuk mengampuni, dan hidup damai dengan semua orang adalah kunci untuk menjaga kekudusan dan membangun hubungan yang lebih dalam dengan Tuhan. Sebaliknya, kemarahan dan emosi yang tidak terkendali hanya akan memperbesar kebodohan dan membawa konsekuensi negatif.

  • Pengendalian diri dan penguasaan diri penting dalam kehidupan Kristen.
  • Kemampuan mengampuni dan hidup damai dengan semua orang adalah kunci kekudusan.
  • Kemarahan dan emosi yang tidak terkendali membawa konsekuensi negatif.

Pentingnya Pengendalian Diri dalam Hubungan dengan Tuhan dan Sesama

Seringkali, hubungan kita dengan sesama menjadi penghalang dalam hubungan kita dengan Tuhan. Kita harus belajar mengendalikan diri dan menguasai diri, terutama saat menghadapi orang-orang yang mengecewakan. Respon hati kita sangat penting ketika menghadapi kejadian yang menyakitkan. Menjadi pemarah dan emosional hanya akan menghalangi kita membangun keintiman dengan Tuhan. Kekristenan kita diuji melalui konflik dengan orang lain, dan kemampuan kita menguasai diri akan menentukan kualitas hubungan kita dengan Tuhan.

Hidup Damai dan Melepaskan Pengampunan

Ibrani 12:14 menekankan pentingnya berusaha hidup damai dengan semua orang. Melepaskan pengampunan memang tidak mudah, tetapi menyimpan kepahitan hanya akan merugikan diri sendiri. Tuhan lebih tertarik pada sikap hati kita daripada sekadar ibadah yang rutin. Kita harus belajar mengendalikan diri, menguasai diri, dan menaklukkan diri sepenuhnya di hadapan Tuhan agar hidup kita berkenan kepada-Nya.

Kekudusan dan Pengendalian Diri

Tanpa kekudusan, kita tidak dapat melihat Tuhan. Oleh karena itu, kita harus belajar mengendalikan diri dan menguasai diri, serta mendedikasikan diri sepenuhnya di hadapan Tuhan. Jangan biarkan diri kita dikuasai oleh emosi negatif seperti marah, benci, dan dendam. Dengan pertolongan Roh Kudus, kita akan diubahkan menjadi semakin serupa dengan Kristus.

Kesabaran dan Pengertian

Amsal 14:29 menyatakan bahwa orang yang sabar memiliki pengertian yang besar. Kesabaran memengaruhi respon hati kita dan berasal dari pemahaman akan kebenaran firman Tuhan. Sebaliknya, orang yang cepat marah hanya membesarkan kebodohannya. Untuk menjadi orang yang penuh hikmat dan pengertian, kita harus memilih untuk sabar, meskipun tidak selalu mudah.

Jawaban Lemah Lembut dan Pengendalian Diri

Amsal 15:1 mengajarkan bahwa jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman. Dalam situasi yang tidak menyenangkan, kita harus mempraktikkan firman Tuhan dengan memberikan jawaban yang lemah lembut. Sebaliknya, perkataan yang pedas hanya akan membangkitkan amarah. Orang yang sabar dapat memadamkan perbantahan, sementara emosi yang meledak membuktikan kurangnya pengendalian diri.

Konsekuensi dari Kemarahan

Amsal 19:19 menyatakan bahwa orang yang sangat cepat marah akan kena denda. Ada konsekuensi dari setiap tindakan kita, termasuk kemarahan. Sebagai orang percaya, kita harus bisa mengendalikan diri, menguasai diri, dan bertindak tepat seperti firman Tuhan. Jika tidak, kita hanya akan menunjukkan kebodohan kita dan menanggung akibatnya.

Menjauhi Perbantahan dan Menaklukkan Diri

Amsal 20:3 mengatakan bahwa terhormatlah seseorang jika ia menjauhi perbantahan. Lebih baik mengalah sejenak dan menguasai diri daripada terpancing emosi. Jangan mengambil keputusan atau berkata apa pun saat dikuasai emosi dan amarah. Kita harus belajar menaklukkan diri sepenuhnya di hadapan Tuhan dan mendedikasikan hidup kita kepada-Nya.

Berkat Penguasaan Diri

Dengan menguasai diri, kita akan memiliki karakter yang teruji dan menjadi berkat bagi banyak orang. Orang Kristen yang dewasa memiliki sikap dan tindakan yang sesuai dengan Kristus. Kita harus terus belajar dan mendewasakan diri di hadapan Tuhan, serta tidak terpancing emosi. Dengan menaklukkan diri sepenuhnya di hadapan Kristus, kita akan melihat hal-hal ajaib yang Tuhan kerjakan dalam hidup kita.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Hari ini kita akan lanjutkan kembali. Kita akan belajar kebenaran firman Tuhan. Bapak, Ibu yang menghalangi hubungan kita dengan Tuhan seringkiali adalah hubungan kita dengan sesama kita. Karena kita diperhadapkan dengan orang-orang yang mengecewakan, orang-orang enggak sejalan dengan kita. Sehingga sikap hati kita seringki salah ketika tidak bersikap benar di hadapan Tuhan. Makanya dalam menghadapi kejadian, situasi atau apapun yang tidak menyenangkan hati kita, kita harus belajar mengendalikan diri dan menguasai diri dengan baik. Kita harus tahu bagaimana bersikap. Kita harus tahu bagaimana mengendalikan diri kita dengan baik. Jangan terpancing dengan amarah, jangan terpancing dengan emosi, jangan

0:47 hanya sekedar meluapkan emosi dan ujungnya kita sendiri yang rugi. Ujungnya kita sendiri yang mengalami banyak hal yang buruk di ujungnya kemudian hari. Bapak, Ibu, respon hati kita ini penting sekali ketika kita diperhadapkan dengan kejadian-kejadian yang merobek hati, melukain jiwa, bahkan rasanya gak nyaman, rasanya gak enak. Kita harus tahu bagaimana menempatkan diri kita dengan tepat. Kita harus tahu bagaimana menguasai diri kita dengan tepat sehingga kita tetap memiliki hati yang benar di hadapan Tuhan. Buat apa kita menjadi orang yang pemarah, emosi yang meledak-meledak, yang merasa paling

1:32 benar sendiri dan bermusuhan dengan semua orang. Bagaimana mungkin kita bisa membangun keintiman dengan Tuhan? Kekristenan kita akan diuji lewat banyak kejadian, terutama konflik dengan orang-orang di sekitar kita. Bagaimana kita menguasai diri kita dengan baik? Ibrani 12 ayat yang ke-14, berusahalah hidup damai dengan semua orang. Belajar hidup damai dengan semua orang artinya tidak ada permusuhan. Pak, bagaimana kalau ada orang itu mengecewakan, menyakiti, melukai, mengkhianati, belajar melepaskan pengampunan? Apakah mudah? Tidak mudah. Justru kalau kita enggak bisa melepaskan pengampunan, kita gak bisa berdamai dengan semua orang. Ada salah satu

2:17 follower komentar terus dia adalah orang yang menurut saya adalah orang yang kepahitan. Ah, dihianati dilukai dan susah sekali mengampuni. Tidak heran hatinya penuh dengan pahit dan luka. Toh kalau kita ini simpan kepahitan dan luka karena perlakuan buruk orang lain, kita sendiri yang rugi. Dan belum tentu orang yang menyakiti dan meluka, yang merugikan kita itu memikirkan kita. Ngapain kita mesti mikirin? Ngapain kita mesti merenungkan perlukan buruk orang lain? Bahkan orang yang memperlakukan buruk kita itu tidak pernah mengingat-ngingat kita. Ujungnya apa? Kita tidak bisa berdamai dengan diri kita sendiri. Kita gak bisa berdamai dengan Tuhan. Bagaimana mungkin kita bisa berdoa dengan Tuhan? Kita Matius katakan kalau kita mempersembahkan korban, kita ingat sesuatu terhadap sesamamu, saudaramu, kita harus

3:03 meninggalkan korban itu dulu, baru berdamai, baru setelah itu datang lagi mempersembahkan korban. Ternyata Tuhan lebih tertarik dengan sikap hati kita, dengan respon hati kita. Buat apa kita beribadah, rajin beribadah, hati kita penuh dengan pahit, luka, dan dendam. Buat apa kita membenci dengan orang-orang yang pernah melukai dan menyakiti hati kita? Padahal harusnya kita bisa melepaskan pengampunan itu. Kita harus belajar mengendalikan diri. Kita harus belajar menguasai diri. Kita harus belajar menaklukkan diri kita sepenuhnya di hadapan Tuhan, mendedikasikan sepenuhnya di hadapan Tuhan. Hidup kita akan semakin didapatin berkenan di hadapannya Tuhan. Bapak, Ibu belajar mengendalikan diri dan menguasai diri. Kalau tidak

3:51 kita enggak bisa berhidup damai dengan semua orang. Kita akan konflik, kita akan ribut, kita akan berantem. Dan ujungnya lihat ayat berikutnya. Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan. Sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan. Tanpa kekudusan kita gak bisa melihat Tuhan. Karena Tuhan itu begitu kudus. Tuhan itu begitu suci. Dia tidak bisa bersatu dengan pribadi yang najis dan kotor. Selama tinggal di bumi. Ya, kita harus belajar mengendalikan diri dan menguasai diri. Menaklukkannya kepada Kristus, mendedikasikan sepenuhnya di hadapan Tuhan. Jangan sampai kita menjadi orang yang dikuasai dengan emosi marah, benci, dan dendam. Kita harus tahu bagaimana mengendalikan

4:36 diri dengan baik. Bapak, Ibu, selama kita hidup, kita akan selalu diperhadapkan dengan kejadian-kejadian yang menyebalkan. Kita akan selalu diperhadapkan dengan hal yang buruk dalam kehidupan kita. Kita akan diperhadapkan dengan orang-orang yang menyakiti dan melukai. Tetapi kita harus bisa mengendalikan diri dengan baik. Kita harus bisa menguasainya dengan baik. Kita harus bisa menaklukkan diri kita sepenuhnya di hadapan Tuhan dan mendedikasikan sepenuhnya di hadapan Tuhan. Bapak, Ibu belajar menguasai diri supaya kita ini bisa berdoa dan menyembah Tuhan. Bagaimana kita penuh dengan kepahitan, bagaimana kita penuh dengan luka, bagaimana kita bisa menyembah Tuhan. Di sisi lain, hati kita penuh dengan kebencian, penuh dengan sakit hati. Dan kita harus bereskan

5:23 dulu. Belajar mengendalikan diri. Minta Roh Kudus untuk membimbing dan mengurapi serta membawa kehidupan kita untuk takluk dan tunduk kepada firman. Belajar sepenuhnya di hadapan Tuhan. Tidak mudah. Tapi dengan pertolongan Roh Kudus step by step kita akan diubahkan. Kita akan diubahkan semakin hari semakin menjadi serupa segambar dengan Tuhan. Semakin hari semakin menyerupai Kristus, kehidupan kita, sikap kita, tindakan kita, tingkah laku kita semakin hari semakin menyerupai Kristus. Hidup kita diubahkan menjadi orang-orang yang memiliki pengendalian diri dan penguasaan diri dengan baik. Di Amsal 14 ayat yang ke-29, orang yang sabar, besar

6:11 pengertiannya, ternyata kesabaran itu mempengaruhi respon hati kita. dibutuhkan kesabaran dan itu datangnya karena kita mengerti kebenaran firman Tuhan. Sehingga sikap kita apapun yang kita lakukan, apapun yang kita perbuat itu dasarnya harus firman. Sesuai dengan firman atau tidak, sejalan dengan firman atau tidak. Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohannya. Bapak, Ibu pengin didapati menjadi orang yang penuh hikmat pengertian? menjadi orang yang bisa menguasai diri, Bapak, Ibu harus memilih untuk sabar. Apakah enak? Tidak enak. Semua orang pengin tergesa-gesa, pengin terburu-buru. Semua orang susah

6:59 mengendalikan dirinya, tapi kita harus menjadi orang yang memiliki kesabaran, memiliki pengertian. Tapi kalau kita tidak memiliki, kita ujungnya menjadi orang yang gampang marah. Dan ternyata orang yang cepat marah, cepat emosi, meledak-meledak, perkataannya jelek, komentarnya buruk, itu hanya membuat kebodohanmu semakin besar. Orang yang gampang tersinggung, gampang marah, gampang sakit hati, meledak ledak emosinya, main fisik, kata-katanya tajam dan melukai orang lain. Ternyata ketika itu dilakukan hanya membuat tambah bodoh, tambah tidak punya pengendalian diri, tambah tidak bisa mengendalikan dirinya dengan baik, tambah tidak

7:45 menguasai dirinya dengan baik, justru menunjukkan manusia yang bebal dan bodoh sekali. Kita harus belajar bertindak tepat, bersikap tepat, semakin hari semakin diubahkan. Kalau kita bisa mengendalikan diri kita dengan baik dalam situasi yang tidak enak pun, kita bisa bersikap, bertindak, berkata-kata dengan penuh hikmat dan pengertian. Di Amsal 15 ayat yang pertama, jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman. Bapak, Ibu, kita ini harus praktik firman ketika ada situasi dan kejadian-kejadian yang tidak sejalan dengan kemauan kita, tidak sejalan dengan kehendak kita. atau kita diperhadapkan dengan

8:31 orang-orang yang menyebalkan dan nyakitin. Orang-orang yang benar-benar membuat kita itu perasanya pengin marah. Justru yang keluar dari lidah bibir kita adalah jawaban yang lemah lembut. Jawaban yang lemah lembut tadi dapat meredakan kegeraman. Ketika ada orang marah, kita ikut marah akhirnya meledak sehubungan suami istri. Yang satu marah dibalas dengan kemarahan. Ujungnya terjadi pertengkaran. dua-duanya menjadi orang yang dikuasai dengan kebodohan. Justru kalau ada yang satu marah, kita belajar mengendalikan diri, memberi jawaban yang lemah lembut. Justru jawaban yang lemah lembut itu tadi meredakan kegeraman. Tetapi perkataan yang pedas membangkit karena marah.

9:17 Banyak orang enggak bisa mengendalikan dirinya, enggak menguasai dirinya dengan baik. Ketika diperlakukan buruk, dia berkata-kata dengan kasar, berkata-kata dengan pedas, ujungnya berantem. Beberapa orang seringkiali komentar menyakitkan, komentar yang pedes, komentar yang tidak punya hikmat dan pengertian. Kadang perlu dibiarkan saja, enggak perlu ditanggapin. Karena kalau ditanggapin tambah akan membuat meledak-ledak emosinya. Gak ada gunanya ditanggapin. Justru kita harus sabar. Justru kita harus bisa menguasai diri dengan baik. Orang yang gampang marah biasanya membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yang sabar memadapkan perbantahan. Di Amsal 15 ayat ke-18,

10:03 menguasai diri, mengendalikan diri dalam situasi keadaan dalam hal yang buruk sekalipun ternyata membawa kita memiliki hikmat dan pengertian. semakin sabar, semakin bisa mengendalikan diri di akhirnya kesabaran kita bisa memadamkan perbantahan. Justru karena emosi dan marah yang meledak membuktikan tidak ada pengendalian diri, tidak ada penguasaan diri. Apalagi orang Kristen yang ngakunya rajin ibadah, terlibat pelayanan bertahun-tahun di gereja, tapi gampang marah, gampang emosi, meledak-ledak, perkataannya buruk, memaki-maki, keluar kata-kata kebun binatang. Itu bukti orang Kristen yang bodoh, tidak ada pengendalian diri, yang dikuasain emosi dan amarah, dan tinggal

10:49 tunggu waktu orang-orang kayak begini akan menikmati hasil dari apa yang dia perbuat. Diamsal 19 ayat 19, orang yang sangat cepat marah akan kena denda. Karena jikalau jika engkau hendak menolongi engkau hanya menambah marahnya. Ada konsekuensi dari semua yang kita lakukan dan kita kerjakan. Ketika kita marah, ketika kita ngambil keputusan yang salah, ketika kita bertindak buruk dan ujungnya kita sendiri yang menanggungnya. Justru kita ini sebagai orang percaya harus bisa mengendalikan diri, menguasai diri dengan baik, menaklukkan diri kita sepenuhnya di hadapan Kristus. Bertindak tepat seperti firman. Jangan bertindak sembarangan dan sembrono. Apalagi di

11:36 depan orang banyak, di jalanan, di tempat umum. Kalau kita gak bisa mengendalikan diri, kita ini hanya menunjukkan kebodohan kita. Bukti tidak ada pengendalian diri karena kita dikuasai dengan emosi dan kedagingan kita. Orang-orang seperti ini ujungnya akan kena denda. Orang yang cepat marah akan kena denda. Ada konsekuensinya. Orang yang marah di jalanan akhirnya berurusan dengan hukum. Orang yang marah dengan tetangganya beberapa tahun yang lalu ada orang marah di sekitaran lingkungan saya ini marah sampai meledak dan ujungnya. Akhirnya masuk dalam penjara karena melukai orang lain, menyakiti orang lain. Bapak Ibu, kita harus belajar menguasai diri dalam

12:21 segala hal. Kita harus bisa mengendalikan diri kita dengan baik. Kita harus bisa menguasai diri kita dengan baik sepenuhnya di hadapan Tuhan. Jangan sampai kita dikendalikan oleh emosi kita dan amarah kita. Di Amsal 20 ayat yang ketig, terhormatlah seseorang jika ia menjauhi perbantahan. Tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak. Ini yang gak gampang. Kita menjauhi perbantahan. Daging kita seringkiali terpancing untuk ngomong, terpancing untuk merendahkan, terpancing untuk marah. Tapi jauh lebih baik, jauh lebih terhormat kalau kita menjauhin perbantahan. Ngalah sebentar, tarik diri sebentar, kuasain diri. Jangan ambil

13:08 keputusan apa-apa. Jangan berkata apa-apa ketika sedang dikuasain emosi dan amarah. Justru kalau kita dikuasai dan amarah ujungnya amarah kita meledak karena kita tidak memiliki hikmat. Artinya kita jadi orang yang bodoh. Tidak bisa mengendalikan diri, tidak bisa menguasai diri. Belajar menaklukkan diri kita sepenuhnya di hadapan Tuhan. Menaklukkan sepenuhnya di hadapan Tuhan. Mendedikasikan hidup kita sepenuhnya di hadapan Tuhan. Saya berdoa apa yang kita alami, apapun kejadian yang kita alami, kita bisa menaklukkan diri kita. Kita bisa menguasai diri kita dengan baik. Kita menjadi orang yang bertindak dengan tepat, berdamai dengan semua orang,

13:54 menjaga kekudusan. Hubungan kita dengan Tuhan baik. Hubungan kita dengan Tuhan semakin dekat, semakin dalam. Orang yang konflik dengan orang lain, konflik dengan sesamanya harus dibereskan dulu. Bapak, Ibu, simpan sakit hati, kepahitan, luka batin atau apapunlah namanya, Engkau harus bereskan. Engkau harus taklukkan dirimu sepenuhnya di hadapan Tuhan. Dedikasikan sepenuhnya di hadapan Tuhan. Taklukkan dirimu sepenuhnya di hadapan Tuhan. Kau akan melihat perjalanan hidupmu di mengubahkan banyak orang. Engkau akan melihat perjalanan hidupmu akan membawa banyak orang di lawat Tuhan. Ketika kita penguasai diri, kita akan memiliki karakter yang teruji, karakter Kristus. Banyak orang yang diberkati melalui

14:40 sikap dan tindakan kita. Orang Kristen yang dewasa memiliki sikap, tindak tanduk, perbuatan sesuai dengan Kristus. Orang yang bayi rohani perlu belajar terus, perlu mendewasakan dirinya di hadapan Tuhan. Jangan pernah terpancing emosi. Kalau Bapak, Ibu terpancing emosi, engkau hanya membesarkan kebodohanmu. Ujungnya engkau akan kena denda. Akan terjadi konflik, hatimu tidak tenang, belajar ngalah. Apakah gampang? Tidak gampang. Tapi kita mesti belajar setiap hari menaklukkan sepenuhnya di hadapan Kristus. Menaklukkan diri kita di hadapan Tuhan. Kita akan melihat hal yang ajaib yang Tuhan kerjakan dalam kehidupan kita. Amin. Saya berdoa apa yang kita pelajari hari ini mengubahkan supaya kedalaman

15:25 batinmu dan hidupmu diubahkan di dalam Kristus Yesus. Tutup matamu, tutup Alkitabmu. Kita berdoa Bapa, terima kasih buat firman-Mu. Kami materaikan dengan darah, anak domba Allah firman yang nempel dalam hati kami. Berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan firman jadi kehidupan. Dan nama-Mu berdoa setiap orang yang mendengar firman ini diubahkan, dijam dan dilawat Tuhan. Terima kasih Tuhan. Kami kembalikan segala hormat pujian, pengagungan buat Raja kami yang maha mulia dalam nama Yesus. Haleluya. Amin. God bless you [Musik]

16:20 nam [Musik] ini [Musik] Y [Musik] kami mengasihi-Mu. [Tertawa] [Musik] Kami mencintai-Mu, Tuhan. Roh Kudus,

17:06 [Musik] Roh Kudus. [Musik] n-mu [Musik] sembah [Musik]

17:59 Angkat suaramu, nyanyikan masmu. Tinggikan raja di atas segala raja Allah yang perkasa. Oh. [Musik] We worship you. We adore you. We adore you. [Musik]

18:52 Mia [Tertawa] We love you. We praise you. We love you. We praise you. We praise you. We praise you. Dari hati kami [Musik] keluar nyanyian yang mengasihi-Mu. [Musik] dari hati kami.

19:41 Kami naikkan mazmur yang meninggikan nama-Mu, Tuhan. [Musik] Tuhan, [Musik] kami mencintai-Mu Tuhan. Kami mengasihim-Mu. [Musik]

20:48 Kau saja yang suci. [Musik] Kau saja yang layak. Kau layak terima glori. Yesus kau Tuhan. Kau saja yang suci. Kau saja yang layak.

21:38 Kau layak terima glor [Musik] hanya kau Tuhan. Terima kasih Roh Kudus. Terima kasih [Musik] kami mengasihi-Mu Tuhan. [Musik] Sungguh hati kami mencintai Engkau lebih dari apun juga. Tapi dalam kedagingan kami, kami sering

22:25 melakukan hal yang menyakiti, yang bertolak belakang dengan kehendak-Mu. Berikan kemampuan kami setiap hari untuk berjalan dalam kesucian dan kekudusan. Kami tidak mampu berjalan tanpa Engkau Roh Kudus. Pegang tangan kami, pegang hati kami. Lihat sampai kedalaman batin kami. Kami mencintai Tuhan. Kami mengasihi Engkau. Kami pengin berkemenangan setiap hari. Dapatin kami menjadi orang

23:10 kesayangan-Mu. Terima kasih. [Musik] Kami mau belajar apa yang kau mau Tuhan. Terima kasih dalam nama Yesus. Haleluya. Amin. Amin. Menikmati hadirat Tuhan, merasakan Tuhan datang. Yeah.

Share

Ringkasan Video YouTube