Eps 912 | DEMO, DITUNGGANGI OLEH ELITE BUSUK, KENALI CARA KERJA MEREKA : JANGAN TERPROVOKASI

guru gembul www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang penyusupan dan penunggangan aksi demonstrasi oleh pihak-pihak tertentu yang menciptakan kekacauan. Guru Gembul menjelaskan bahwa kemurnian demonstrasi masyarakat dimanfaatkan oleh pihak lain dengan kepentingan tersembunyi, yang berujung pada kerusuhan dan pembakaran fasilitas umum. Ia juga membahas berbagai teori konspirasi mengenai dalang di balik kerusuhan tersebut, serta menjelaskan taktik "fog of war" yang digunakan untuk membingungkan masyarakat dan mengalihkan tujuan demonstrasi. Guru Gembul mengajak para demonstran untuk berhati-hati dan fokus pada tujuan awal, yaitu memberantas korupsi dan menciptakan transparansi pemerintahan.

  • Demonstrasi murni ditunggangi pihak lain yang menciptakan kekacauan.
  • Taktik "fog of war" digunakan untuk membingungkan masyarakat.
  • Demonstran diajak fokus pada tujuan awal: berantas korupsi dan transparansi.

Klarifikasi dan Penegasan

Guru Gembul mengklarifikasi bahwa ia menggunakan istilah "ditunggangi" bukan "didalangi" untuk menggambarkan penyusupan dalam demonstrasi. Ia setuju bahwa demonstrasi awalnya murni dari keresahan, perjuangan, dan ketakutan masyarakat, tetapi kemudian dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu. Pemanfaatan ini menyebabkan kekacauan seperti pembakaran fasilitas umum, yang tidak mungkin dilakukan oleh demonstran biasa. Guru Gembul menekankan pentingnya membahas nalar di balik tindakan-tindakan tersebut.

Teori Konspirasi dan Provokator

Guru Gembul menyampaikan berbagai teori liar dari masyarakat mengenai provokator di balik demonstrasi. Beberapa teori menyebutkan keterlibatan "geng Solo" (Jokowi dan teman-teman) yang ingin melengserkan Prabowo, Megawati dan PDIP yang ingin menjatuhkan martabat pemerintahan, atau Prabowo sendiri yang ingin kekuasaan penuh. Ada juga teori tentang pihak asing yang ingin merongrong Indonesia. Guru Gembul tidak membenarkan teori-teori tersebut, tetapi ia mengakui banyaknya spekulasi tentang dalang di balik kerusuhan.

Taktik "Fog of War"

Guru Gembul menjelaskan taktik "fog of war" yang digunakan untuk menciptakan kerusuhan dan propaganda. "Fog of war" adalah kondisi di mana pihak yang diserang tidak tahu apa yang terjadi, siapa kawan dan lawan, serta tujuan yang jelas. Contohnya adalah penyebaran berita hoax seperti pernyataan Sri Mulyani tentang guru sebagai beban atau kenaikan gaji DPR yang fantastis. Hal ini mengalihkan fokus demonstran dari tujuan utama, yaitu mengejar koruptor, menjadi mengejar pejabat yang menyakiti hati secara emosional.

Kejanggalan dalam Demonstrasi

Guru Gembul menyoroti beberapa kejanggalan dalam demonstrasi, seperti tidak adanya aliansi yang jelas dari demonstran anarkis, logistik yang tersedia meskipun diklaim sebagai gerakan spontan, dan larangan live TikTok yang dilanggar dengan banyaknya video kekerasan beredar. Aksi-aksi tersebut juga terlihat memiliki template yang sama di berbagai daerah, yaitu pembakaran di malam hari oleh pihak yang tidak diketahui. Selain itu, beredar video tentang pengakuan provokator yang disuruh oleh perwira TNI atau FPI, yang semakin menambah kebingungan.

Perkembangan Aksi dan Imbauan

Guru Gembul mengamati bahwa aksi-aksi demonstrasi berkembang ke arah yang lebih rasis dan menyasar masalah privat. Ia menegaskan bahwa tujuan demonstran yang asli adalah mengubah anggota DPR menjadi lebih baik, bukan menjadi seburuk mereka. Guru Gembul mengimbau para demonstran untuk berhati-hati dan tidak terprovokasi, karena aksi mereka mungkin dimanfaatkan oleh pihak tertentu. Ia juga melihat adanya indikasi keberhasilan dalam meredam provokasi, karena masyarakat mulai tidak terpengaruh dan tetap beraktivitas seperti biasa.

Rekonfigurasi dan Ajakan untuk Bersatu

Guru Gembul menduga bahwa pihak provokator sedang melakukan rekonfigurasi karena gagal menciptakan rasa takut yang berlebihan. Ia mengajak para demonstran asli untuk cerdik dan mundur ketika ada provokasi, sehingga pihak yang ingin menunggangi kehilangan tunggangannya. Guru Gembul mengajak untuk bersatu dan menyepakati bahwa tujuan demonstrasi adalah memiskinkan koruptor, membuat anggota DPR tunduk pada rakyat, dan menciptakan transparansi. Ia menekankan bahwa aksi-aksi seperti pembakaran dan provokasi bukan berasal dari demonstran asli, melainkan dari provokator yang harus diperangi.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Assalamualaikum B. Selamat datang kembali di Guru Gembul Channel. Di video lampau saya tegaskan bahwa aksi demonstrasi di akhir Agustus tahun 2025 di Indonesia itu telah disusupi dan ditunggangi oleh pihak yang sangat kuat, yang sangat berbahaya sedemikian sehingga turut menciptakan risiko besar dari pembuatan konten ini. Ee dan saya ingin memberikan klarifikasi kepada baraya. Banyak di antara beray yang langsung komplain, "Pak guru, kenapa jadi buzer? Bukankah kemarin demonstrasi itu murni dari hati nurani masyarakat yang kesedihannya, kemarahannya, keresahannya berakumulasi karena ditindas oleh kelompok-kelompok pejabat yang tidak berkompeten, tetapi

0:45 mereka mengeruk uang dari negara ini." Bukankah aksi-aksi kemarin itu adalah aksi yang ikhlas, tulus, dan lurus pada jalannya? Kenapa sama Pak Guru malah difitnah bahwa dia telah ditunggangi gitu ya? Ya, saya ingin menegaskan bahwa diksi yang saya gunakan itu adalah ditunggangi bukan didalangi. Itu tentu saja adalah dua hal yang sangat berbeda secara signifikan. Jadi maksud saya adalah bahwa saya setuju bahwa selama ini tuh ada demonstrasi yang murni dari keresahan masyarakat, murni dari perjuangan masyarakat, dan murni dari rasa takut masyarakat, kecemasan masyarakat terhadap apa yang akan mungkin terjadi di masa depan. Saya yakin itu murni. Tetapi kemurnian itu

1:32 ketika dia sedang berjalan kemudian ada pihak-pihak tertentu dengan kepentingan tertentu berusaha untuk menungganginya, memanfaatkannya. Jadi saya tidak menuding mereka di e dalangi. Ee saya mengira bahwa gerakan-gerakan massa di Indonesia kemarin itu yang berjuang tulus itu malah dimanfaatkan sama pihak lain yang akhirnya menciptakan keos. Seperti yang kita lihat sekarang di mana-mana ada keos, setiap malam ada pembakaran, fasilitas umum dan sebagainya. Nah, ini kan tidak mungkin dilakukan oleh demonstran. Siapa demonstran yang punya pikiran untuk ngebakar fasilitas umum dalam situasi merekanya sendiri harus pulang pergi ke rumah untuk demo gitu? Itu itu kan nalarnya harus dibahas di situ

2:18 beraya. Dan inti intinya begini ketika saya tawarkan itu kepada masyarakat dunia maya tentang ya tentang siapa sebenarnya yang menjadi provokatornya, menjadi penyusupnya ternyata banyak sekali ee pikiran-pikiran liar dari masyarakat. Ada yang mengatakan bahwa ee pelaku atau provokator atau pihak yang menyusup terhadap demonstrasi itu adalah geng Solo, Pak Jokowi dan teman-teman. Liar sekali itu pikirannya ya. Ya, kenapa seperti itu? Karena mereka berpikir bahwa ee Pak Jokowi itu ingin segera melengserkan Pak Prabowo Subianto dari jabatan kepresidenan. Karena itu pemerintahannya harus digoyang. Biar apa? biar yang menggantikannya kelak adalah Gibran putranya sendiri. Nah, ada

3:05 pikiran liar seperti itu gitu ya. Kemudian ada yang lain yang mengatakan bahwa pelaku atau penyusup di sini itu adalah Ibu Megawati sebagai konteks ketua umum PDIP. Kenapa seperti itu? Karena ya PDIP itu kan adalah partai di luar koalisi pemerintahan dan merasa berkepentingan untuk menjatuhkan martabat pemerintahan yang sekarang. Begitu. Makanya kemarin ketika e masyarakat itu melabrak, menggeruduk dan kemudian menjarah rumah-rumah anggota DPR dan pejabat-pejabat terkait, hanya rumah Ibu Puan Maharani saja yang bertahan dan selamat dari penjarahan itu. Nah, wah teorinya konspiratif sekali gitu ya. Ya, tentu saja itu tidak

3:52 bisa dibenarkan karena memang tidak ada arahnya ke sana gitu. Tapi maksud saya adalah banyak sekali orang-orang berpikir ee berpikir liar tentang siapa sebenarnya provokatornya, siapa sebenarnya orang jahatnya. Ada juga yang berpikir bahwa pelakunya itu adalah Pak Prabowo Subianto. Jadi yang menciptakan kerusuhan ini, keos ini adalah Pak Prabowo Subianto dengan barisan militer di belakangnya. Kenapa seperti itu? Ya, karena Pak Prabowo menginginkan agar kekuasaan itu sepenuhnya ada di pihak dirinya. Entah itu untuk memberantas korupsi, entah itu untuk menghancurkan musuhnya, apapun itu, pokoknya ingin ee dia yang sepenuhnya berkuasa. Dan karena itu maka kemarin-kemarin secara paksa disahkanlah undang-undang TNI Polri yang baru yang memberikan keleluasaan tentara untuk masuk ke ranah

4:39 sipil, ke ruang sipil, dan ke peran-peran sipil. Dan kemudian sekarang diciptakan keos yang besar agar ada alasan untuk menciptakan darurat militer sehingga tentara berkuasa. ada ada teori-teori yang seperti itu gitu ya atau juga ada teori yang menjelaskan bahwa iya memang demonstran-demonstran kemarin itu diprovokasi, disusupi, ditunggangi oleh pihak asing yang tidak ingin agar Indonesia maju begitu ya. Ee ya teori yang terakhir ini ya walaupun tetap lemah tetapi ee menjadi tagline bagi pemerintahan. Termasuk Pak Prabowo percaya bahwa ada kekuatan asing yang berusaha untuk merongrong Indonesia, ada keinginan makar dan lain sebagainya. Nah, tapi eh siapa sebenarnya e

5:25 provokator itu menurut saya? Misalkan ya, saya benci mengatakan bahwa saya sebenarnya terganggu dengan pikiran bahwa jangan-jangan saya mengetahui siapa dalangnya gitu. Tapi tentu saja saya tidak akan mengatakan itu karena pengetahuan itu sebenarnya adalah pengetahuan yang sama sekali tidak terkonfirmasi. Em saya tidak akan mengatakan siapa ee provokatornya atau siapa yang menungganginya, tetapi saya ingin memberikan penjelasan kepada Baraya tentang bagaimana cara dia bergerak. Em ini di kerusuhan manaun dan ini adalah template kerjaan orang-orang militer. Kalau mereka mau menciptakan kerusuhan, kalau mereka mau menciptakan propaganda, maka hal pertama yang harus mereka siapkan itu adalah fog of war atau kabut peperangan. Apa itu kabut

6:13 peperangan? Kabut peperangan adalah sebuah kondisi di mana pihak yang diserang itu tidak tahu apa yang sedang terjadi. Tidak tahu siapa lawan mereka, tidak tahu siapa kawan mereka. tidak tahu arah tujuannya ada di mana, tidak tahu arah pulangnya ke mana, tidak tahu siapa yang mengkomando mereka, dan tidak tahu titik lokasi musuh yang harus dihadapinya itu ada di mana. Jadi kalau misalkan mau bikin perang itu ciptakan dulu fog, cipta dulu kabut yang membuat semua orang buta terhadap apa yang sebenarnya terjadi. Nah, masyarakat Indonesia sekarang itu ada di posisi itu. Kita tuh sekarang tidak benar-benar yakin dan tidak benar-benar pasti siapa kawan kita dan siapa lawan kita. Benar kan? Eh, jadi seperti kemarin aja itu Fog of War itu mulai e muncul dari

6:59 berbagai berita hoa yang luar biasanya disebarkan di media-media mainstream kita. Di antaranya adalah Ibu Sri Mulyani yang mengatakan bahwa guru adalah beban. Nah, itu kan sebenarnya hoa atau misalkan ada juga ee yang kemarin sempat membuat kita tercele ee masal gitu ya. Ee gaji DPR naik sampai R3 juta sehari dan sebagainya. Nah, itu kan sebenarnya adalah e permainan propaganda yang akhirnya mendestrak kita dan akhirnya kita tuh bingung dan akhirnya kita tuh ee terpeleset dari tujuan awal kita itu. Dan akhirnya apa? Ketika kita memulai demonstrasi maka yang kita prioritaskan itu adalah mengejar orang-orang yang menyakiti hati kita secara emosional

7:44 bukan koruptor yang seharusnya kita kejar ya gitu kan. Nah, sekarang ya kan tujuan dari demo itu adalah mengejar para koruptor itu untuk mengambil kembali aset negara, aset rakyat di yang telah mereka curi gitu. Tapi yang sekarang kita kejar justru adalah pejabat-pejabat yang secara emosional nyakitin kita. Nah, di situ kita mulai ke distrak ya. Kemudian eh fog of war yang berikutnya itu dalam demonstrasi kemarin itu kelihatan jelas banget. Misalkan ada demonstrasi, tetapi demonstrasi itu tidak diketahui dari aliansi mana. Jadi kalau misalkan kita mengamati kalau demonstran itu, demonstrasi itu pasti ada bannernya. Saya dari aliansi masyarakat anu, saya dari kelompok pecinta anu, saya dari apa. Nah, kemarin demo kemarin itu

8:31 enggak ada enggak ada yang kayak gitunya ya. Ada dari mahasiswa, ada dari buruh, ada tetapi ya mereka bubar juga ya udah jelas gitu. Tapi ada yang tidak jelas, yang demonya tiba-tiba tengah malam, yang demonya tiba-tiba anarkis. Nah, tapi mereka tuh tidak jelas. Tidak jelas dari kelompok mana. Nah, kemudian dinarasikan itu adalah kelompok spontan dari masyarakat yang sakit hati selama bertahun-tahun sehingga mereka menciptakan gerakan gitu kan. Ada narasi spontan. Tapi kalau itu spontan, lalu siapa yang menyiapkan logistik buat mereka? Kok ada logistiknya? katanya spontan tapi ada logistiknya gitu. Kalau misalkan itu resmi ya berarti dari kelompok yang mana ternyata saya cari ke mana-mana juga enggak ada yang ngaku. Jadi dari mana? Dan kemudian ada di

9:17 antara mereka yang membakar halte, ada yang membakar fasilitas umum. Saya datang ke satu bangunan yang ya ee bangunan itu sudah dibakar gitu sama masyarakat. Saya melihat bahwa pembakaran ini nampaknya bukan hanya sekedar dibakar secara spontan dari satu sisi gitu. kok sampai ludes habis gitu. Padahal itu bangunannya beton gitu, tapi ludes habis sampai semuanya gitu. Ini jelas ada sesuatu yang lebih dari sekedar gerakan spontan dari masyarakat. Ini benar-benar sudah disengaja untuk menjadi seperti itu. Nah, ini membingungkan kan. Kemudian kebingungan yang lainnya lagi itu adalah ada larangan untuk menyalakan live TikTok misalkan ya untuk bermedsos ri dalam demonstrasi dan kerusuhan yang dimaksud

10:04 itu. Oke, sekarang sudah dan orang-orang yang suka main TikTok betapa sulitnya atau bahkan sama sekali tidak bisa masuk untuk live di situ. Tapi walaupun seperti itu di media-media kita, di TikTok kita itu beranda tuh dipenuhi oleh aksi-aksi kekerasan. Nah, ini footage-nya dari mana? Kalau misalkan itu dilarang tapi di situ muncul dalam jumlah yang banyak. Siapa yang cukup rajin untuk megang HP di tengah-tengah larangan untuk bawa HP gitu. Dan kemudian yang berikutnya lagi, kenapa aksinya itu begitu template? aksinya itu pasti dilaksanakan di malam hari oleh pihak-pihak yang tidak diketahui yang tidak memiliki basis atau berafiliasi dengan kelompok tertentu dan

10:51 kemudian menciptakan kebakaran. Jadi di Makassar, di Bandung, di ee Nusa Tenggara Barat, di Jakarta, di mana ada pembakaran di malam hari. Jadi, template acaranya tuh selalu sama di situ. Nah, ini coba BEM mahasiswa, kemudian kelompok buruh dan sebagainya tanyain apakah mereka melakukannya. Tidak. Mereka sudah bubar sebelum itu. Bahkan mereka tidak ikut demo pada hari itu. Tapi kenapa ada kekerasan, kerusuhan di mana-mana? Termasuk juga ada penusukan lah di beberapa kampus. Ada aksi teror yang sangat-sangat ee radikal, tetapi tidak kita ketahui siapa pelakunya. Kemarin ada sebuah video yang dikirimkan kepada saya dari ya tokoh anu gitulah ya. Itu menunjukkan ee ada orang yang ditangkap sama polisi dan kemudian

11:38 dipaksa untuk berbicara. Kamu tuh melakukan aksi kekerasan melempar bom molotov membakar satu tempat itu disuruh sama siapa? Nah, orang itu kelihatan gemetaran dan panik dan dia mengatakan saya disuruh sama perwira TNI bintang sekian-sekian. Nah, kemudian saya menemukan video yang lain lagi yang dikirim juga oleh kawan yang lain yang menunjukkan ada provokator ditangkap sama TNI dimarahin sampai ditampar-tampar di situ di video itu. Kemudian dipaksa ngaku, "Kamu itu disuruh sama siapa? Saya disuruh FPI, disuruh Habib Anu dan sebagainya." Nah, ini kan fog of war yang dimaksud itu kita enggak tahu berita mana yang benar dan mana yang salah, gitu. Kita tuh enggak ngerti siapa yang

12:23 memprovokasi ini, tapi versi-versi berkembang jauh lebih besar tanpa ada kesempatan kita untuk memverifikasinya lebih lanjut. Bahkan sekarang aksi-aksinya berkembang ke arah yang lebih rasis. Misalkan ganyang Cina gitu atau misalkan kuasai pelabuhan, lumpuhkan bandara, kemudian bakar ini, bakar itu, dan sebagainya. Kemudian cari orang ini dan orang itu dan sebagainya sampai pada masalah-masalah yang sebenarnya sangat privat. Misalkan ayo kita main, kita ziarah rumahnya Ahmad Shahroni dan sebagainya. Itu itu bukan tujuan dari para demonstran baraya. Sumpah itu bukan sama sekali. Tujuannya itu adalah mengubah orang-orang DPR menjadi lebih baik, bukan membuat kita seburuk orang-orang DPR itu. Iya kan?

13:10 Jadi itu sama sekali. Jadi buat beraya yang demonstran, tolong pikirkan baik-baik. Kalau misalkan ada tawaran demo, kalau ada tawaran apa, tenangkan diri baraya. Sebab jangan-jangan aksi yang selama ini Baraya lakukan itu telah dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mendapatkan keuntungan hanya buat mereka sendiri saja gitu. Dan ee kita melihat bahwa aksi-aksi itu tuh sekarang berkembang pada teror-teror yang lebih tragis, kemudian pada politik identitas gitu ya, kemudian pada ee segregasi masyarakat, kemudian penekanan pada identitas tertentu dan sebagainya. Ee itu semakin menguat ke sana. cuman ee seiring berjalannya waktu nampaknya ide-ide seperti yang saya ajukan gitu ya dan teman-teman itu udah mulai kerasa dan nampaknya menunjukkan keberhasilan

13:57 dalam arti masyarakat semakin ke sini semakin tidak terprovokasi lagi gitu. Em tujuan dari kelompok yang ingin memprovokasi itu nampaknya adalah kekeosan di Indonesia untuk bisa menjalankan projek-projek mereka entah apa itu. Tetapi yang saya lihat di lapangan entah di kota yang lain tapi di Bandung yang saya lihat em mereka gagal untuk menciptakan rasa takut yang berlebihan kepada masyarakat. Masyarakat nampaknya masih ee hidup ee biasa-biasa aja, beraktivitas seperti biasa-biasa aja. Bahkan kemarin saya di Bandung kejebak macet gara-gara ada konser The Changers yang ternyata masih penuh gitu ininya. Dan warga nampaknya tidak khawatir dengan adanya yang aneh-aneh seperti itu gitu. Pasar masih dibuka dan

14:42 sebagainya. Jadi nampaknya sampai sejauh ini aksi provokator dari pihak-pihak yang saya maksud itu tidak terlalu berhasil. Dan sampai sebatas ini hari ini sepertinya mereka sudah masuk ke dalam fase ee rekonfigurasi di mana mereka itu nampaknya sedang berpikir kembali apakah kita lanjut atau tidak. Kemudian dia tuh lagi mikir nanti demagognya di mana, penjahatnya di mana dan lain sebagainya gitu. Sepertinya memang seperti itu. Makanya emm orang-orang yang memang demonstran yang asli itu cerdik sekarang ya. Jadi ketika mulai ada provokasi dan sebagainya justru malah mereka malah mundur gitu sehingga orang yang mau menunggangi kehilangan tunggangannya. Jadi ketika mereka melakukan aksi kekerasan, aksi pembakaran dan sebagainya jumlah mereka sebenarnya sedikit. Cukup sedikit sampai

15:29 pengawalnya Ibu Puan Maharani bisa mengusir mereka gitu. Mereka nampaknya tidak memiliki kekuatan. Makanya sekarang kompakan baraya sama-sama ya. Kompakan dil-dilan. Kita sepakati bersama bahwa aksi demonstrasi kita tidak pernah lebih dan tidak pernah jauh dari memiskinkan koruptor, membuat anggota DPR itu tunduk patuh kembali kepada masyarakat, kepada rakyat dan menciptakan transparansi di antara para pejabat sekitaran itu. Mau nanti tuntutannya 10, mau tuntutannya 12, itu tuntutannya itu seputar sekitar itu. Jadi kalau misalkan ada yang ngajak-ngajak sampai menyatroni rumah orang gitu ya, kemudian melakukan pembakaran, kemudian melakukan provokasi, bakar dan sebagainya itu bukan dari demonstran yang asli, tapi itu dari provokator yang justru harus kita perangi.

16:15 Semoga kita semua bisa benar-benar berhati-hati dan tolong share ini ke mana-mana agar kita semua kembali pada tujuan demonstrasi yang asli, bukan justru malah memperkeruh keadaan. Terima kasih karena sudah menyimak. Saya guru gembul. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Share

Ringkasan Video YouTube