Eps 918 | ISRAEL MENYERANG SELURUH NEGARA ARAB SEKALIGUS, MENGAPA NEGARA2 MUSLIM SELALU KALAH?

guru gembul www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Video ini membahas mengapa Israel merasa tidak takut terhadap negara-negara Muslim, meskipun jumlah umat Muslim jauh lebih besar. Guru Gembul menjelaskan bahwa Israel memahami dua kelemahan utama umat Muslim: kurangnya pemahaman dan persatuan. Ia mengajak umat Muslim untuk memperbaiki sistem pendidikan, mengejar ketertinggalan dalam teknologi dan ekonomi, serta bersatu dalam tujuan yang lebih besar daripada sekadar memperdebatkan masalah-masalah kecil.

  • Israel menyerang beberapa negara Timur Tengah tanpa reaksi signifikan dari dunia Muslim.
  • Umat Muslim terpecah belah dan sibuk dengan perdebatan internal yang tidak produktif.
  • Solusinya adalah meningkatkan pendidikan, penguasaan teknologi, dan persatuan umat Muslim.

Pendahuluan

Guru Gembul membuka video dengan membahas serangan Israel terhadap beberapa negara di Timur Tengah dalam tiga bulan terakhir. Serangan ini seolah menunjukkan kekuatan dan kesiapan Israel untuk menghadapi musuh. Reaksi dunia Muslim terhadap serangan ini dinilai lemah, hanya sebatas mengutuk atau diam, bahkan beberapa negara Muslim seperti Turki, Arab Saudi, dan Azerbaijan justru menyuplai gas alam dan minyak bumi ke Israel.

Mengapa Israel Tidak Takut pada Umat Muslim

Israel merasa kuat karena memahami kelemahan umat Muslim. Pertama, umat Muslim dianggap tidak paham apa-apa. Kedua, jika ada yang paham, mereka akan berpecah belah dan berperang satu sama lain. Contohnya, Iran dicegat Yordania saat ingin menyerang Israel, dan Arab Saudi menjadi tameng bagi Israel dari serangan Yaman. Israel, dengan populasi yang jauh lebih kecil, mampu mendominasi karena kelemahan internal umat Muslim.

Solusi: Jihad Ilmu Pengetahuan dan Perbaikan Pendidikan

Guru Gembul menekankan bahwa untuk mengalahkan Israel, umat Muslim harus mengejar ketertinggalan dalam teknologi, ekonomi, diplomasi, dan media. Hal ini dapat dimulai dengan memperbaiki sistem pendidikan di seluruh dunia Muslim. Pendidikan harus fokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, matematika, sains, ilmu sosial, psikologi, dan humaniora. Namun, upaya ini seringkali dianggap sebagai pro-Israel karena adanya infiltrasi antek-antek Zionis yang merusak pola pikir masyarakat Muslim.

Infiltrasi Zionis dan Perusakan Pola Pikir Umat Muslim

Antek-antek Zionis menyusup ke lembaga-lembaga Islam, termasuk pesantren, dan menyamar sebagai ustaz atau kiai. Mereka mengajarkan bahwa ilmu duniawi seperti matematika dan sains tidak penting karena tidak akan dibawa ke akhirat. Mereka mempropagandakan sekularisme, yaitu pemisahan antara ilmu dunia dan ilmu akhirat. Akibatnya, ketika ada yang mengajak untuk belajar sains, mereka justru dianggap sebagai pro-Zionis. Kementerian Agama pun dianggap tidak menjalankan fungsi agamanya karena dipenuhi dengan praktik intimidasi, persekusi, suap, dan korupsi.

Larangan Berpikir Kritis dan Fokus pada Masa Lalu

Para ustaz dan kiai yang terpengaruh Zionis melarang santri untuk berpikir kritis dan berbeda pendapat. Santri yang jenius dan pintar justru disuruh menyembah guru dan tidak boleh membantah. Akibatnya, umat Muslim sibuk menghafal cerita-cerita masa lalu yang belum tentu benar, sementara orang-orang Israel sibuk menata masa depan. Guru Gembul mengajak untuk berjihad dalam pengetahuan, sains, dan pemikiran, tetapi ajakan ini justru dianggap sebagai kesesatan.

Perpecahan dan Perdebatan Remeh-temeh

Israel memahami bahwa jika umat Muslim paham, mereka akan bersengketa dan berpecah belah. Umat Muslim lebih fokus pada perdebatan remeh-temeh seperti masalah kuburan, anime, gitar, aurat wanita, dan apakah Allah punya tangan dan kaki. Perdebatan ini sengaja diciptakan untuk memecah belah umat Muslim. Contohnya, perpecahan antara NU dan Wahabi karena perbedaan pendapat tentang apakah Tuhan punya wajah atau tidak. Terhadap kemaksiatan seperti korupsi dan aborsi, mereka bungkam, tetapi terhadap orang yang berbeda pemikiran, mereka langsung menyerang.

Kurangnya Reaksi terhadap Kemaksiatan dan Fokus pada Perbedaan

Guru Gembul mencontohkan bagaimana ulama dan tokoh agama bungkam terhadap korupsi, penambangan liar, dan suap dalam penerimaan polisi dan tentara. Namun, mereka sangat reaktif terhadap perbedaan pendapat dalam hal sejarah. Perpecahan seringkali terjadi karena masalah-masalah kecil dan perbedaan pemikiran. Permusuhan antara sesama Muslim bahkan lebih besar daripada permusuhan terhadap kejahatan.

Kesimpulan dan Ajakan untuk Bersatu

Guru Gembul mengajak umat Muslim untuk berjihad dalam pemahaman dan persatuan, bukan dalam hal-hal yang tidak jelas. Ia mengajak untuk memperbaiki diri dan mengikrarkan dalam hati bahwa belajar sains, ekonomi, kimia, dan matematika adalah jihad ilmu pengetahuan. Justru dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, umat Muslim bisa maju dan memberikan manfaat kepada orang lain. Israel bisa maju karena hal itu, bukan dengan memperdebatkan hal-hal yang receh.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Assalamualaikum B. Selamat datang kembali di Guru Gembul Channel. Israel kemarin menyerang Qatar dan itu adalah negara keenam di Timur Tengah dalam 3 bulan terakhir yang diserang oleh Israel. Israel seakan-akan menunjukkan kepada dunia bahwa stamina tempur mereka masih besar, kekuatan mereka masih kuat dan mereka masih siap berhadapan dengan musuh manaun yang ada di sekitar mereka. Bayangkan dalam 3 bulan mereka menyerang Tunisia, kemudian Yaman, kemudian Palestina. Tentu saja ada Lebanon. Kemudian ada Suriah dan lain sebagainya. Mereka melakukan serangan itu menginjak-injak harga diri dan marwah kaum muslimin. Seakan kaum muslimin itu tidak bisa berbuat apa-apa. Dan pada faktanya memang tidak bisa berbuat apa-apa. 2 miliar kaum muslimin di seluruh dunia sekarang tidak bereaksi

0:45 apapun kecuali reaksi-reaksi yang justru malah disetujui oleh Israel. Apa aja reaksinya? Yang pertama sekedar mengutuk. Yang kedua, diam 1000 bahasa, takut diserang. Dan yang paling epik itu adalah reaksi yang dilakukan oleh Turki, Saudi Arabia, dan Azerbaijan. Mereka ketika negara-negara muslim yang lain, negara-negara Arab yang lain diserang, yang mereka lakukan justru adalah menyuplai gas alam dan minyak bumi terhadap Israel untuk kepentingan mesin perang mereka. Luar biasa sekali. Kenapa bisa seperti itu ya? Ya, karena Israel itu begitu kuatnya walaupun kecil. Sedangkan negara-negara Arab itu sama sekali tidak berdaya, tidak memiliki marwah, tidak memiliki harga diri seperti buih di lautan. Kenapa bisa sampai seperti itu? Ya, karena sudah dijelaskan bahkan orang-orang Israel pun

1:31 sudah bisa menjelaskan kenapa hal itu bisa terjadi. Ada Mosedayan, ada Y sakrabin yang berbagai kalimat dan diksi-diksi mereka itu mengarah pada satu kesimpulan bahwa mereka tidak takut pada kaum muslimin. Mereka tidak takut kepada negara Arab karena dua hal. Pertama, orang-orang Arab itu tidak paham apa-apa. Sekalinya yang paham apa-apa, mereka akan berpecah belah. mereka akan berperang satu sama lain. Itulah yang menyebabkan mereka begitu percaya dirinya di Timur Tengah. Sebab kalau misalkan kemarin ada Iran mau nyerang di sana, dicegatnya sama Yordania. Ketika ada Yaman mau nyerang ke Israel, maka Saudi Arabia yang menjadi tamengnya. Begitu semudah itu. Jadi orang Israel bisa menjadi kuat walaupun wilayah mereka kecil dan penduduk mereka sedikit. 10 juta orang melawan 2 miliar

2:19 kaum muslimin. 2 miliar kaum muslimin tetap aja dikencingin sampai sekarang. enggak bisa ngapa-ngapain. Nah, saya mencoba untuk menjelaskan bahwa untuk bisa mengalahkan Israel sebenarnya secara teoritis itu mudah kan. Begini, Israel unggul dalam hal apa? Dalam hal teknologi perang. Mereka unggul dalam IT, mereka unggul dalam media, mereka unggul dalam propaganda, dalam diplomasi, dalam penguasaan teknologi. Nah, 2 miliar kaum muslimin sebenarnya bisa kanan mengejar itu. Kaum muslimin itu harusnya mengejar dalam teknologi. Mereka harusnya mengejar dalam ekonomi. Mereka harusnya mengejar dalam hal diplomasi. Mereka harusnya kuat dalam bikinan media dan sebagainya. Dan itu semua bisa dimulai dari hal sederhana, langkah sederhana, yaitu apa?

3:05 memperbaiki sistem pendidikan di seluruh dunia muslim. Kalau menganggap bahwa Israel itu jahat, anggaplah Israel itu memang jahat. Anggaplah Israel itu memang penjajah. Anggaplah Israel itu adalah keturunan Dajjal dan sebagainya yang harus kita lawan. Maka perlawanan kita itu harus dimulai dari mendidik agar karakter-karakter bangsa kita menjadi lebih baik. Dan akhirnya apa? Ilmu pengetahuan, teknologi harus dikembangkan. Kemudian matematika harus dikembangkan. Kemudian seluruh sains itu harus dikembangkan. Kemudian ilmu-ilmu sosial juga harus dikembangkan. psikologi dan ilmu humayornya juga harus dikembangkan dan sebagainya. Begitu kan? Tapi ketika saya ngomong seperti ini, saya justru dianggap sebagai pro terhadap Israel. Luar biasa kan? Kenapa bisa seperti itu? Ternyata antek-antek Israel, antek-antk Zionis itu sudah masuk ke lingkungan kaum muslimin dan

3:51 mereka menjadi ustaz-ustaz. Mereka menyamar jadi ulama-ulama dan mereka kemudian mempropagandakan, menghancurkan pola pikir masyarakat muslim. Guzul fikri, perang pemikiran. Coba antek-antek Zionis itu, antek-antk Israel itu itu masuk ke pesantren-pesantren jadi kiai, jadi ustaz. Kemudian kiai dan ustaz itu ngomongnya apa? Ngapain belajar matematika itu kan enggak akan dibawa ke akhirat. Ngapain juga kita belajar kimia itu kan tidak akan memberikan kita syafaat. Ngapain kita belajar ekonomi itu kan sepenuhnya adalah ilmu duniawi. Itu yang diajarkan. Kan sekularisme itu pemisahan antara dunia, ilmu dunia dan ilmu akhirat. Itu yang diajarkan. Itu yang dipropagandakan. Dan kita semua menelannya sampai ketika saya ngajak ayo kita belajar sains, saya dianggap sebagai prozionis.

4:39 Baraya satu hal yang harus dipahami adalah bahwa kita tidak paham. Israel sudah memberikan clue yang jelas. Mereka tidak takut kepada kaum muslimin karena kaum muslimin tidak paham. Ya ayo kita pahamkan tapi tetap enggak mau gitu. Karena ternyata ya itu jadi orang-orang Israel itu masuk ke dalam lembaga-lembaga, ormas-ormas keislaman di seluruh dunia lalu obrak-abrik mereka dari dalam. Makanya lihat Kementerian Agama di Indonesia semua ada di sana kecuali agama kata Gus Dur. Semua yang namanya intimidasi, persekusi, suap, korupsi dan sebagainya ada lengkap di sana semuanya kecuali agama. Tidak ada di sana. Nah, bagaimana ceritanya bisa seperti itu? Ya, karena

5:25 itu dengan atau tanpa disadari mereka berjalan bergerak berbicara sesuai dengan kepentingan dan keinginan Israel. Mereka enggak paham apa-apa. Yang paling jauh mereka lakukan itu adalah em membaca kitab kuning terus ya ditafsirkan lalu diperdebatkan begitu. Baraya coba lihat apakah pelajaran-pelajaran itu berkontribusi terhadap peradaban? Tidak. Bahkan bukan hanya tidak belajar sains, bahkan sekedar berpikir. Berpikir itu kan sebenarnya naluriah manusia. Berpikir itu sebenarnya adalah fitrah manusia. itu pun dilarang sama ustaz-ustaz, sama ulama-ulama, sama kiai, Gus, Habib yang didikan Israel itu. Jadi untuk berpikir ada santrinya yang kritis dimarahin, ada

6:11 santrinya yang berpikir berbeda dianggap nyeleneh, ada santri yang mengatakan bahwa dirinya itu bisa menjawab pertanyaan si guru. Dianggap tidak sopan, dianggap kurang adab, begitu kan. Bahkan mereka-mereka santri-santri yang sebenarnya jenius, santri-santri yang pintar dan sebagainya itu disuruh nyembah gurunya cium kaki, tidak boleh membantah, tidak boleh apa. Kamu kan masih kecil, kamu kan belum ngerti apa-apa. Kamu levelnya masih sekedar syariat, kamu belum ngerti. Ya, itu yang diajarkan kepada kita tuh itu. Dan akhirnya apa? Ketika orang-orang Israel itu sibuk untuk menata masa depannya, orang-orang muslim sibuk untuk menghafal cerita-cerita masa lalu. Bahkan ketika cerita-cerita masa lalu itu tidak bisa dipercaya. Saya lagi-lagi ngajak, "Ayo kita jihad, jihad dalam pengetahuan, jihad dalam

6:57 sains, jihad dalam pemikiran." Tetapi kata-kata saya itu justru dianggap sebagai kata-kata kesesatan saking kuatnya pengaruh Zionis terhadap para ustaz, para kiai itu. Ya, saya enggak akan sebut namanya cuman baraya pasti tahu ada di antara mereka tuh yang ngajakin supaya kalau misalkan kita ditimpa musibah, bukannya kita berpikir untuk mitigasi bencana, bukan. Tapi ayo kita berdoa. Kalau misalkan kita mau bangun masjid, bukannya kita berpikir bagaimana caranya mendapatkan uang sendiri. Mereka ngajak untuk mengemis. Bahkan ada yang secara terbuka, "Saya bangun pesantren, tolong minta sumbangan ke saya." Ya, kayak gitu. Enggak punya duit, enggak punya kemampuan manajerial, enggak punya kemampuan apa-apa. Selain ngemiss dan minta doa, hanya itu yang bisa mereka lakukan. Dan tambah satu lagi nipu orang.

7:45 Ya, baraya ya. Tapi saya ngajak kepada Barayalah, ayo kita misalkan perbaiki diri dengan mengatakan dengan ikrarkan dalam hati bahwa ketika kita belajar sains, ketika kita belajar ilmu ekonomi, ketika kita belajar ilmu kimia, ketika kita belajar ilmu matematika dan sebagainya, itu adalah jihad ilmu pengetahuan kita. Bukannya itu adalah ilmu duniawi yang tidak akan berkah itu. Justru Israel bisa maju karena itu. Justru kita bisa sukses, bisa maju, bisa memberikan manfaat kepada orang lain dengan itu. Bukannya dengan memperdebatkan hal-hal yang sebenarnya juga receh gitu. Nah, itu yang diinginkan Israel yang pertama yaitu apa? Ketidakpahaman kaum muslimin. Jadi, kami tidak takut sama orang-orang

8:30 Islam karena mereka tidak paham. Dan kedua yang ini akan akhir kita bahas, kalaupun mereka paham, mereka akan bersengketa, mereka akan berpecah belah, mereka akan ribut satu sama lain. Dan itulah kerjaan kaum muslimin sejauh ini. 2 miliar kaum muslimin tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap peradaban dunia, kecuali masa lalu yang selalu mereka gembar-gemborkan. Dan ketika mereka pun akhirnya mencoba untuk memberikan kontribusi, mereka justru malah berdebat berperang satu sama lain. Coba tandai saya tandai kata-kata saya benar atau tidak. Baraya lihat di Indonesia ada korupsi. Kaum ulama Gus Habib itu bungkam. Baraya lihat di Indonesia ada penambangan liar. Mereka bungkam. Baraya lihat itu jalur

9:18 polisi untuk jadi tentara itu banyak suap-menyuap di situnya. Mereka bungkam. Semua kemaksiatan mereka itu bungkam. Bahkan misalkan ada penambangan, mereka bukan hanya bungkam, mereka ikut-ikutan di situ. Bahkan membenarkan itu. Begitu kan? Itu yang terjadi. Tapi sekarang baraya coba ya. Baraya berbeda pendapat dalam dengan mereka dalam hal sejarah aja. Mereka akan habis-habisan mengutuk baraya, mem-framing baraya, kemudian nyebarin kejelekan baraya, semuanya dijelek-jelekin semuanya di framing begitu. Jadi kalau misalkan ada kemaksiatan mereka bungkam, tapi kalau ada orang yang berbeda pemikiran dengan mereka, mereka langsung cerita curhat begitu banyaknya. Ya begitu kan ya. Banyak yang udah jadi

10:05 korban tuh kelakuannya tuh kayak gitu mereka tuh. Nah, berpecah belah. Dan perpecahan belah itu terkait dengan masalah-masalah apa sih? Masalah yang remeh-temeh juga. Masalah kuburan itu boleh disemen atau tidak. Masalah anime itu boleh digambar atau tidak. Masalah gitar itu boleh dimainkan atau tidak. Masalah suami itu boleh menyentuh istrinya setelah berwudu atau tidak. Masalah wajah wanita itu aurat atau tidak. Apakah Allah punya tangan dan kaki. Itu aja perdebatannya, Teh. Perdebatan yang enggak pernah akan usai. Nah, itulah yang sengaja mereka ciptakan untuk jadi ajang permusuhan, ajang perpecahan. NU dan Wahabi itu pecah-pecahan. Apa sih alasan perpecahan mereka? Ya, karena perbedaan apakah Tuhan itu ada wajahnya atau tidak.

10:51 Sesimpel itu ya, perdebatan kosong yang endingnya tuh enggak pernah kita ketahui dan enggak pernah kita buktikan gitu. Kemudian ada perdebatan antara orang NU dengan orang Muhammadiyah tentang ee ini Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan ee pejabatnya dari kelompok yang mana ya? itu diperdebatkan sampai sekarang ya kayak gitulah. Jadi emm terhadap kemaksiatan yang jelas-jelas kemaksiatan soal korupsi, soal aborsi, soal apa mereka bungkam. Tapi soal ada orang yang berpikir berbeda dalam pemikiran sejarah, dalam pemikiran filsafat, dalam pemikiran teologi dan sebagainya, itu yang diributkan habis-habisan. Makanya 2 miliar kaum muslimin bukannya bersatu padu dan menciptakan peradaban yang agung. Mereka satu sama lain berperang, satu sama lain

11:36 menyerang. Bahkan permusuhan antara sesama muslim bahkan lebih besar dan lebih kuat daripada permusuhan muslim dengan kejahatan. Iya. Ya, seperti itu kan. Nah, jadi ya makanya sekarang tandai aja baraya coba kemarin yang ada pagar laut ada yang demo mahasiswa itu kaum kaum ulama Habib Gus apa itu bungkam bungkam kaum e ketika ada pelecehan seksual di tempat pendidikan ketika ada ya yang seperti itu itu juga bungkam yang mereka ributkannya itu adalah kalau misalkan ada di antara jemaah di antara salatnya itu yang kakinya tuh celananya panjang melebihi lutut atau tidak. Nah, itu yang menjadi bahan perdebatan di antara mereka tuh. Makanya orang-orang Israel PD sekali nyerang negara muslim yang

12:22 manaun mereka tuh PD karena ya udah ee ketika misalkan saya nyerang Suriah, yang lain akan diam. Ketika saya akan menyerang Palestina Arab Saudi akan mendukung saya. Biarkan nanti Arab Saudi berperang dengan Iran apa saya mah santui-santui aja dan sebagainya. Kemarin waktu ngelawan Iran kan santui-santui aja gitu maksudnya. Ya, walaupun banyak juga rudal yang tembus sampai ke Iran, tetapi lebih banyak yang dicegat di Jordania gitu ya. Lebih banyak yang dicegat di mana-mana. Dan pada waktu itu e Iran justru malah sedang diembargo oleh Arab Saudi. Misalkan Arab Saudinya nyuplai minyaknya ke Israel. Ayo beraya kita jihad dalam pemahaman dan persatuan, bukan hal-hal yang enggak jelas. Terima kasih karena sudah menyimak. Saya guru gembul. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yeah.

Share

Ringkasan Video YouTube