0:00 Assalamualaikum B. Selamat datang kembali di Guru Gembul Channel. Bagaimana rasanya hidup dalam kebohongan terus-menerus dan bagaimana seandainya itu memang benar-benar terjadi di mana informasi yang kita dapatkan dari media massa, media sosial itu ternyata justru diadakan bukan untuk memberikan kepada kita pengetahuan dan wawasan, tetapi memberikan kepada kita satu frame pola pikir tertentu, hipnosis yang mengatur pikiran kita agar kita mengarah pada satu tujuan tertentu atau agar penglihatan kita itu teralihkan dari masalah yang sesungguhnya nya memang terjadi. Bagaimana kalau seperti itu? Bagaimana kalau misalkan selama ini soal ijazah palsu Pak Jokowi itu benar atau tidak, soal apakah DPR itu harus dibubarkan atau tidak, soal apakah Indonesia harus kabur aja dulu rakyatnya
0:45 atau tidak dan sebagainya itu sebenarnya adalah pengalih dari kenyataan yang sebenarnya sekarang itu benar-benar terjadi. Yaitu apa? bahwa dalam waktu dekat beberapa tahun ke depan manusia akan punah atau sebagian besar manusia akan punah karena sebuah bencana yang kemudian diikuti oleh bencana-bencana yang lain yang sebenarnya sudah terprediksi oleh para ilmuwan dan pemerintahan global, tetapi mereka tidak memberitahukan kepada kita demi menghindari keos. Bagaimana kalau misalkan dalam waktu dekat kita memang benar-benar menjelang kiamat, tapi kita tidak tahu karena media-media secara sengaja membombardir otak kita dengan informasi-informasi yang emosional dan adiktif. Bagaimana kalau sekarang saya katakan kepada baraya bahwa menurut para
1:31 ilmuwan dalam skenario yang paling ekstrem, manusia mungkin akan memulai kepunahannya di tahun 2070. Dan setelah itu terjadi, maka manusia di seluruh dunia akan tersisa hanya 185 juta orang. Artinya 97,7% manusia di seluruh dunia akan sirna dari muka bumi. Bagaimana kalau itu memang benar-benar terjadi? Sekali lagi ini adalah skenario paling ekstrem. Tetapi betapapun demikian, ini adalah perhitungan saintis. Jadi simak videonya sampai tuntas. Yuk, kita bahas. [Musik]
2:18 Ada empat bencana yang diprediksi itu benar-benar mengancam eksistensi peradaban manusia saat ini. empat itu di antaranya adalah perkembangan AI yang tidak terkendali, kemudian perang nuklir yang mungkin saja terjadi, kemudian perubahan iklim yang tidak akan terhenti, dan berikutnya itu adalah tersebarnya patogen di seluruh bumi. Nah, empat hal ini ini adalah empat hal yang diduga oleh para ilmuwan bisa berdampak sangat masif dan menghancurkan peradaban manusia. Tetapi bahkan yang lebih buruk daripada itu adalah bahwa masing-masing dari bencana ini itu bisa berdampak menghasilkan bencana berikutnya. Jadi mereka bisa menciptakan sistem kausalitas sebab
3:03 akibat satu sama lain. Skenario yang paling mungkin adalah kurang lebihnya seperti ini. Apabila iklim tidak bisa diredam perubahannya apabila manusia masih menggunakan mobil dan motor secara serampangan. kemudian masih bakar hutan dan sampah secara sembarangan, maka yang terjadi adalah di tahun suhu bumi secara rata-rata itu akan naik 2 sampai 4 derajat Celcius. Itu adalah angka yang sebenarnya tidak terlalu besar. Tetapi bagi iklim, bagi ekosistem itu adalah hal-hal yang sangat besar. Satu hal pertama yang benar-benar akan menghajar peradaban manusia itu adalah ketika suhu yang naik itu akan menghabisi cadangan makanan manusia. di
3:51 mana wilayah-wilayah subtropis di kawasan selatan yang sangat subur dan selama ini menjadi pemasuk makanan buat manusia termasuk di India, di Cina, di Thailand, di Amerika Serikat dan sebagainya itu akan mengalami kekeringan yang luar biasa yang menyebabkan tanaman-tanaman pangan yang biasa kita tanam di sana itu tidak akan bisa ditanam lagi dan itu bisa mengancam asupan makanan kita itu sampai 40%. Ditambah lagi suhu yang menjadi semakin panas itu akan membuat manusia hidup di wilayah yang lebih sedikit karena banyak tanah-tanah yang sudah tidak lagi layak untuk huni menjadi terlalu panas, terlalu ekstrem atau suhunya terlalu fluktuatif. Ini yang menjadi masalah.
4:39 Akibatnya apa? Akibatnya nanti akan ada sekitar 3 miliar manusia yang mengungsi dari satu wilayah yang awalnya layak huni ke wilayah yang layak huni berikutnya. Yang masih layak huni berikutnya. Ya, coba misalkan kita bayangkan kalau suhu bisa naik sampai 2 sampai 4 derajat Celcius, maka London, Jakarta, New York, Tokyo, dan kota-kota di pesisiran itu sepenuhnya akan tenggelam dan tidak lagi bisa dihuni. Padahal itu adalah pusat dari populasi manusia. Pindah ke wilayah yang masih mungkin menampung, tetapi di sana sudah penuh dengan manusia. Gurun akan bertambah dua kali lipat. Lahan pertanian akan menyusut secara drastis
5:25 dan manusia akan terakumulasi ke wilayah-wilayah yang masih bisa memberikan kepada manusia jaminan kehidupan, tapi semakin hari semakin sempit. Nah, di sanalah manusia akhirnya mulai baku hantam satu sama lain untuk bisa mempertahankan hidupnya. Kompetisi untuk mendapatkan makanan itu menjadi semakin brutal karena penduduk banyak berpusat di satu tempat-tempat tertentu. Kemudian cadangan makanan turun drastis, wilayah-wilayah yang awalnya subur menjadi gurun dan lain sebagainya. Manusia benar-benar akan berkompetisi. Ada banyak di antara keluarga-keluarga yang akan meratapi kematian ayahnya. Banyak di antara ibu-ibu yang akan meratapi kematian anaknya, bayinya. Dan itu pada akhirnya hanya akan dinilai
6:11 dalam ukuran statistik. Ini belum catatan bahwa kalau suhu bumi itu sampai 2 sampai 4 derajat Celcius naiknya, maka di lautan akan mengalami pengasaman. Pengasaman itu akan menyebabkan plankton dan fitoplankton sulit sekali untuk bisa bertahan hidup. Mungkin punah. Padahal plankton dan vitoplankton itu adalah awal mula dari rangkaian rantai makanan di lautan. dia kalau dia mati maka ikan-ikan kecil akan mati. Kalau ikan-ikan kecil akan mati maka ikan yang lebih besar juga akan mati. Begitu seterusnya sampai akan terjadi pengosongan samudra. Dan pengosongan samudra dampaknya juga bisa langsung berlaku pada manusia di mana manusia akan kehilangan pasokan makanan
6:58 dari laut. Dan setelah itu terjadi, rangkaian sebab akibat berikutnya akan menjadi lebih buruk. manusia akan berkumpul di satu tempat kemudian menghabiskan sumber daya di sana dan pada masa berikutnya mereka benar-benar akan melakukan pertanian intensif dan peternakan intensif untuk bisa menyuplai bahan makanan mereka. Nah, peternakan itulah yang pada akhirnya akan menciptakan pandemi, akan menciptakan epidemi setidak-tidaknya. Karena apa? Kan selama ini pandemi yang terjadi pada manusia itu biasanya adalah hasil virus yang bermutasi yang berasal dari hewan begitu kan? Entah itu kelelawar, entah itu monyet, entah itu babi atau kambing. Pokoknya itu adalah hasil mutasi. Kenapa bisa seperti itu?
7:43 Karena interaksi antara manusia dengan hewan ternak semakin ke sini itu semakin intensif. Jadi ada virus-virus yang bisa pindah dari hewan ke manusia. Bayangkan kalau misalkan itu terjadi di masa depan di mana peternakan berhimpitan berdekatan dengan pemukiman manusia. Patogenpatogen baru itu akan bermunculan yang bisa saja menyebabkan krisis kesehatan yang sangat luar biasa. Bayangkan baraya, sekarang ini kita mengetahui bahwa virus-virus yang bisa membunuh manusia dengan cepat itu biasanya adalah virus yang sulit sekali untuk menular. Sebaliknya ada virus-virus yang begitu mudah menular, tetapi dia relatif tidak berbahaya bagi manusia. Bayangkan jika intensitas
8:30 pertemuan antara manusia dengan hewan itu menjadi semakin kuat, ada begitu banyak patogen-patogen baru yang diperkirakan akan muncul di bumi. Dan inilah yang akan menghasilkan pandemi dalam skala yang bahkan jauh lebih besar. Sekarang baraya bayangkan kalau misalkan kemarin-kemarin ada pandemi dan posisi manusia itu tersebar di antar benua, diantar pulau dan sebagainya. Manusia-manusia di masa depan itu akan terkurung di satu wilayah yang sama berdesakan di antara sesama mereka. Kalau misalkan patogen masuk ke sana, betapa besar kematian yang bisa dihasilkan dari sebuah pandemi. Kematian, kengerian, penderitaan, kesedihan, kesengsaraan, itu akan menghantui keluarga-keluarga manusia yang tersisa. Dan kalau sudah seperti
9:18 itu, apa yang terjadi? Ada AI. AI itu nanti akan menghimpun kata-kata ujaran kebencian, kata-kata kekecewaan, keresahan yang ada di media sosial dan kemudian mereka bisa saja menyalurkannya ke mana? Ke arah permusuhan. Sekarang baraya mengetahui ada begitu banyak revolusi di seluruh dunia. Ada di Indonesia tapi gagal. Ada di Nepal, ada di Prancis lagi kerusuhan sekarang. Kemarin-kemarin ada di Bangladesh, kemudian ada di Sri Lanka dan sebagainya. Nah, kenapa mereka semua itu bisa keos? Alasan paling sederhananya adalah karena mereka butuh makan, karena mereka miskin. Kalau misalkan mereka kaya raya kemudian melihat anggota dewan
10:03 mereka itu joget-joget, maka mereka hanya akan marah tanpa akan menjarah. Kalau misalkan di antara mereka itu hidupnya makmur, ketika ada orang yang korupsi, mereka akan berpikir secara rasional. Alih-alih berpikir menuntut untuk begebegitu secara berlebihan. termasuk juga pembubaran parlemen misalkan. Nah, jadi kaos itu muncul akibat apa? Akibat penderitaan yang berakumulasi dari begitu banyak manusia. Nah, itu kemudian diolah oleh AI sehingga apa? Nanti ujaran kebencian akan memunculkan kebencian yang bahkan lebih besar. Kekecewaan akan menghasilkan dampak yang bahkan jauh lebih besar. Keresahan-keresahan dari setiap masyarakat itu kemudian dipublikasikan melalui media sosial yang bisa menggerakkan masa yang bahkan lebih besar. Kita sama-sama resah. Kita sama-sama panik dalam situasi penduduk
10:50 bumi yang masih banyak ini tidak bisa ditopang oleh daya dukung bumi yang semakin lama semakin menyusut. Belum lagi panasnya kepanasan, belum lagi penyakit dan lain sebagainya. Dan ketika itulah maka kebencian antar manusia itu menjadi semakin besar. kebencian antara rakyat kecil dengan rakyat kecil yang lain, antara rakyat kecil dengan para pengusaha, pengusaha dengan pengusaha yang lain. Mereka semua berebut berkompetisi. Karena kondisinya sekarang adalah mereka sudah benar-benar berkebutuhan atas pangan yang semakin sempit, atas kehidupan yang semakin sempit. Ketika itu terjadi, maka pemerintahan-pemerintahan di seluruh dunia itu mulai berpikir untuk menginvasi wilayah lain yang masih layak untuk ditinggali. Kemudian mereka mulai
11:37 melancarkan perang dan ketika itu menyangkut negara-negara yang besar maka itu bisa saja memicu perang nuklir. Ketika satu hululdak nuklir diluncurkan sesuai dengan hukum protokol nuklir. Ketika satu diluncurkan maka yang lain akan menyusul. Ketika Amerika Serikat mengirim 10 Huldak nuklir ke Moskow, maka Moskow akan mengirim balik bahkan jauh lebih besar lagi. Dan sekarang kita mengetahui ada belasan ribu bahkan mungkin puluhan ribu Hulda nuklir di mana-mana. Ini akan menyebabkan apa? Negara-negara besar habis. Dalam 72 jam saja sejak diluncurkan akan ada 3 miliar manusia
12:25 yang punah. dan 5 miliar manusia berikutnya itu akan meninggal dunia dengan tragis dan lebih mengerikan, menyiksa dan lebih menyengsarakan karena dampak jangka panjang yang disebabkan oleh nuklir termasuk juga radiasi, kemudian juga perubahan iklim yang menjadi semakin ekstrem dan sebagainya. Sekarang gabungan antara AI kemudian perang nuklir kemudian pandemi dan perubahan iklim itu benar-benar akan menciptakan tantangan yang luar biasa buat manusia. Kalau kalau skenario paling ekstrem itu benar-benar terjadi, maka mungkin hanya akan ada sekitar 185 juta manusia di seluruh dunia. Mungkin mereka hanya akan bisa bertahan
13:10 di kawasan selatan Pasifik, kemudian di Argentina, di Patagonia, kemudian sedikit di wilayah Skandinavia dan sebagainya. Sisanya mungkin manusia akan benar-benar punah dan bahkan manusia-manusia yang masih selamat itu pun itu tidak akan bisa menjalani kehidupan modern seperti sebelumnya. Mungkin mereka akan hidup beberapa abad sebelumnya. Mereka akan menggunakan batu dan kayu. Mereka akan menggunakan alat-alat paling sederhana, pengecoran besi yang paling sederhana dan sebagainya untuk bisa bertahan hidup. Sekali lagi ini adalah skenario yang paling ekstrem tetapi yang masih bisa ditolir oleh saence. Bahwa sains
13:56 membuka kemungkinan bahwa dalam waktu dekat manusia akan mengalami hal yang seperti ini. Baraya punya dua pilihan. turut berkontribusi untuk menunda hal ini terjadi dengan mencintai lingkungan, dengan turut serta dalam pelestarian dan sebagainya. Atau baraya berpikir untuk solusi kedua. Baraya selamat satu di antara 185 juta yang selamat. Apakah memang seperti itu? Ya, di luar sains kita mengetahui bahwa film-film Hollywood pun sudah banyak sekali menceritakan naris seperti ini. Jadi, bersiap-siaplah. Terima kasih karena sudah menyimak. Saya Guru Gembul. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.