0:00 Assalamualaikum Baraya. Selamat datang kembali di Guru Gembul Channel. Menurut Baraya, manusia itu sebenarnya diciptakan sebagai makhluk monogami, poligami, atau penganut freeks. Eh, saya mengajukan di episode yang lampau bahwa pertanyaan itu sebenarnya bukan pertanyaan dangkal yang agak cabul, tapi pertanyaan itu justru adalah sebuah pertanyaan yang sangat sulit dan rumit jawabannya sehingga para ilmuwan sampai sekarang belum mencapai konklusi. Jadi, ada di antara para ilmuwan yang menganggap bahwa dalam relasi seksual evolusi biologis, manusia itu ditakdirkan untuk menjadi monogami. Ada yang mengatakan manusia seharusnya poligami. Dan ada juga yang mengatakan bahwa secara naluriah dan secara alamiah manusia itu seks bebas, terbuka dalam
0:46 relasi seksual. Nah, mana yang benar? Saya akan ajukan beberapa argumentasinya. Kita mulai dari argumentasi yang mengatakan bahwa manusia itu sebenarnya adalah makhluk monogami. Ini di antaranya dikemukakan oleh Viser ee yang menjelaskan bahwa manusia kalau dia poligami sejak awal atau seks bebas sejak awal itu pasti akan punah. Karena apa? Karena persalinan yang sangat susah dan sangat berisiko. Bayangkan manusia itu dalam hal ini adalah perempuan. Dia harus mengandung dalam masa 9 bulan. Kemudian proses melahirkannya sangat-sangat beresiko dan setelah itu harus menjaga anaknya yang tidak bisa mandiri sebelum usia 7 tahun. Nah, proses yang berkepanjangan ini tidak memungkinkan si
1:32 perempuan itu bisa bertahan hidup tanpa bantuan yang sangat intensif dari laki-laki yang melindunginya dan menafkahinya. Itu tidak mungkin. Dan karena bentuk relasinya adalah seperti ini, maka laki-laki yang memungkinkan memberikan kepadanya perlindungan intensif adalah laki-laki yang menjadi pasangan seumur hidupnya. Jadi kalau bentuk kunonya seperti ini, maka pasti manusia secara alamiah memang monogami. Coba kalau misalkan seks bebas misalkan, berarti si perempuan nanti akan melahirkan, akan reproduksi tetapi tanpa bantuan si laki-lakinya. Maka ya dia tidak akan bisa bertahan hidup. si perempuannya tidak bisa bertahan hidup, anaknya juga tidak bisa bertahan hidup. Dan kalau memang relasi secara umumnya demikian, maka dipastikan manusia akan
2:18 menjadi punah. Begitu kan? Nah, ini adalah argumentasi dari Mamang Fisher. Dan kemudian ada penguat dari WHO yang menyebutkan bahwa di zaman e paleolitikum ke mesolitikum pertengahan di antara itu, perempuan-perempuan yang melahirkan itu mengalami risiko kematian sampai 2% untuk sekali melahirkannya. Tetapi kalau terjadi secara akumulatif di mana perempuan itu akan melahirkan tentu saja seumur hidupnya tidak hanya sekali, maka potensi kematiannya itu sampai mencapai 20%. 10 sampai 20%. Artinya ada 20 perempuan dalam 100 populasi yang meninggal gara-gara proses melahirkan ditambah dengan ini itunya gitu. Nah, lagi-lagi kesimpulannya adalah seandainya tidak ada pihak yang mengayumi dan melindunginya secara
3:05 intensif, maka tidak mungkin peradaban manusia itu bisa bertahan. Dan ditambah lagi ada beberapa argumentasi yang lain, misalkan soal hormon dalam otak manusia, di mana kita itu cenderung untuk ketika sudah suka pada satu perempuan atau satu laki-laki misalkan, kita tuh cenderung mengabaikan hasrat-hasrat seksual yang muncul dari pihak yang lain. Begitu. Ya memang itu ada seperti itu kan. Makanya ada romansa di antara manusia begitu. Itu argumentasi yang pertama bahwa manusia itu cenderung untuk monogami. Tapi ada juga pernyataan yang sebaliknya bahwa manusia itu poligam. Siapa yang mengatakannya? Ya banyak. Nanti saya tunjukkan beberapa referensinya. Tetapi di antaranya yang paling jelas dan eksplisit itu adalah Mamang Baras. Ya, David Baras. E, Bapak David Baras itu
3:52 sampai mengatakan bahwa monogami itu mitos sosial. Manusia itu tidak cenderung untuk monogami, tapi cenderung untuk poligami dalam kurung poligini ya, laki-laki dengan banyak perempuan. Nah, kenapa seperti itu? Ini terlihat dari kebiasaan para pria di mana pria itu selalu memposisikan dirinya untuk bersaing dengan pria lain dalam penguasaan atas aset dan sumber daya alam. Jadi, laki-laki itu biasanya enggak cukup dengan satu rumah selalu enggak cukup dengan satu mobil dan sebagainya. dia tuh pengin menguasai sebanyak-banyaknya aset yang bisa dia jangkau. Dan ini adalah karakteristik dari makhluk-makhluk poligam. Karena untuk apa dia mendapatkan aset yang sebanyak-banyaknya? Ya, untuk mencari betina sebanyak-banyaknya dan kemudian
4:39 menghasilkan proses reproduksi perawatan anak dan membesarkan anak. Jadi, semakin banyak aset yang dia miliki, semakin berpotensi dia punya banyak anak yang bertahan hidup. Begitu kan? Nah, coba Baraya cek silakan. Para laki-laki di dunia ini itu tuh selalu giat, lebih giat untuk bekerja, selalu giat untuk bersaing dengan temannya, bahkan berani sikut-sikutan untuk mendapatkan jabatan dan atau akses terhadap ekonomi yang lebih besar. Itu karakteristiknya kan begitu. itu testosteron laki-laki memang didesain untuk seperti itu. Nah, untuk apa testosteron laki-laki dibuat seagresif itu kalau bukan untuk mendapatkan akses yang banyak dan untuk mendapatkan betina yang banyak? Itu argumentasi dari Mamang Baras gitu ya. Dan ditambah lagi dengan adanya bukti
5:26 saya mohon maaf ya testis laki-laki itu kecil yang menunjukkan bahwa di dalam rahim si sperma laki-laki itu tidak mendapatkan persaingan dari laki-laki yang lain. Makanya tesisnya enggak usah terlalu besar gitu karena tidak ada persaingan di situ. Nah, artinya apa? Artinya si laki-laki akan menghegemoni si perempuan, si betinanya dan dialah akan menjadi satu-satunya pihak yang membuahi si perempuan. Dan karena seperti itu, maka persaingan bukan terjadi di dalam rahim, tetapi terjadi di luar rahim. Begitu kan? Nah, makanya Mamang Baras kemudian mengajukan argumentasi. Semakin kaya dan berkuasa seorang laki-laki, semakin besar keinginan dan potensinya untuk memiliki lebih dari satu pasangan. Betul enggak pernyataan
6:13 itu? Dan kemudian dia juga mengajukan sebuah argumentasi bahwa ya walaupun memang 80% kultur manusia itu menjadikan pernikahan monogami sebagai arus utama, tetapi 83% kultur masyarakat di seluruh dunia juga mewajarkan poligami. Jadi oke, monogami tetapi untuk manusia yang kuat, manusia yang superior, manusia yang bisa menguasai aset dan sumber daya alam, maka biasanya dia akan menjadi poligami dan memang kecenderungan manusia untuk poligami, gitu. Jadi, monogami itu hanya untuk pria-pria yang kalah. Eh, untuk pria-pria yang kalah. Sedangkan pria-pria yang menang itu biasanya
6:58 mendapatkan jatah wanita yang lebih banyak lagi. Begitu. Itu menurut Mamang Baras gitu ya. Ini sumber-sumber referensinya bukan hanya dari Mamang Baras. Silakan Baraya cek di sini. Kemudian ada teori yang ketiga yang menyebutkan bahwa manusia itu sebenarnya tidak menginginkan adanya ikatan ee yang berlangsung lama dan permanen antara laki-laki dan perempuan. Bahwa laki-laki dan perempuan pada dasarnya tidak menginginkan adanya pernikahan dan ada embel-embel janji setianya gitu. baik poligami maupun monogami. Yang diinginkan oleh manusia itu adalah seks bebas atau relasi seksual yang lebih terbuka. Atau kalaupun misal setia pada satu pasangan itu hanya terjadi dalam kurun waktu tertentu beberapa tahun saja. Kemudian setelah kebutuhannya itu
7:43 tercukupi maka mereka terbiasa untuk bebas lagi. Itu kata Mang Christopher Ryan gitu ya. Nah dan eh Cecilia siapa gitu. Nah, menurut Mang Christopher itu e manusia itu memang harusnya memiliki relasi seksual yang terbuka dan ini terjadi secara alamiah dan dorongan biologis. Ee dari mana argumentasinya? Dari fakta bahwa baik laki-laki maupun perempuan itu tetap tertarik secara seksual pada orang lain walaupun mereka bukan pasangannya. Jadi misalkan Baraya sudah menikah, tapi Baraya tertarik kan pada lawan jenis yang lain gitu. Demikian pun sebenarnya istri baraya juga seperti itu. Ee istri baraya itu bisa aja tertarik pada lawan jenis selain dengan baraya. Karena yang yang
8:29 menjadi intinya sebenarnya bukan individunya, tetapi individu dengan atribut-atribut seksual tertentu, gitu. Jadi misalkan e baraya punya seorang istri yang istri itu bodinya sure gitu, pasar toge lah katakan begitu ya. Tapi baraya akan cenderung tertarik pada perempuan yang lain yang juga pasar toge juga gitu atau ya begitulah. Atau misalkan istri baraya cenderung suka pada baraya karena misal baraya itu memiliki proporsi tubuh yang sangat menawan gitu, lengan yang kekar gitu ya, dagu yang simetris dan sebagainya. Tapi kan dia juga bisa aja suka dan tertarik pada laki-laki yang lain walaupun kemudian dia mencoba untuk menepisnya. Nah, maksudnya adalah kalau memang monogami dan kalau memang poligami, ngapain ada respon otak untuk terus-terusan tertarik pada pihak lain,
9:17 pada ee pasangan gender yang lain walaupun tidak terikat pada hubungan sosial tertentu? Nah, itu kata Mamang Ryan. Coba jawab, gitu ya. Dan sebagai jawaban atas kritikan, beliau itu mengajukan sebuah teori bahwa sebelum manusia mengenal masa bercocok tanam, manusia itu kan hidup dalam kelompok-kelompok kecil. Dan karena itu maka ee proses membesarkan anak itu tidak diserahkan kepada pasangan, tidak diserahkan pada laki-laki dan perempuan, tetapi diserahkan pada kelompok itu. Dan karena diserahkan pada kelompok itu, nanti di situ mau soal ada perselingkuhan, soal ada hubungan ee monogami dan lain sebagainya itu tidak berpengaruh karena nanti proses
10:03 melahirkan nanti ditolong sama kelompok. Kemudian nanti mencari nafkah itu juga kelompok. Kemudian nanti melindungi keluarga yang kecil-kecil, bocil-bocil, orok-orok itu juga kelompok. Dan karena itu maka perlindungan intensif dan nafkah intensif dari seorang individu yang namanya laki-laki terhadap perempuan adalah sama sekali tidak relevan karena semuanya sudah ditopang oleh kelompok. Dan karena semuanya sudah ditopang oleh kelompok, maka laki-laki dan perempuan di dalam kelompok itu bisa saja melakukan aktivitas seksual satu sama lain secara terbuka dan bergantian. Bagaimana menurut Baraya? Menurut Baraya mana yang paling masuk akal dan paling wajar? Ini argumentasinya dan ini sumber-sumbernya. Jadi kalau misalkan Baraya mau cek ini sumber yang yang menjelaskan bahwa manusia itu harus monogami, ini sumber yang menyebutkan
10:48 bahwa manusia harus poligami, ini yang menyebutkan bahwa manusia itu secara terbuka seharusnya memang memiliki relasi seksual yang lebih liberal. Begitu. Em, silakan Baraya tulis di kolom komentar argumentasi Baraya sebenarnya Baraya termasuk pihak yang mana gitu ya. Nah, kalau saya sendiri bagaimana? Kalau saya sendiri saya tuh sebenarnya punya pikiran tapi ini sebenarnya ya jangan dianggap sebagai hasil penelitian ilmiah gitu ya. Saya tidak punya otoritas untuk itu. Tapi saya punya pandangan sendiri, punya pemikiran sendiri bahwa ee sebenarnya manusia itu jangan dipahami sebagai makhluk yang sepenuhnya terikat pada norma-norma evolusi gitu. Dan karena manusia itu adalah makhluk spesies yang menciptakan sebuah peradaban kolektif, maka manusia juga harus dilihat dalam
11:35 kemampuan mereka beradaptasi terhadap tuntutan alam dan tuntutan sosial. Dan karena itu maka relasi seksual antara laki-laki dan perempuan untuk spesies yang namanya manusia bisa aja kita lihat dalam kacamata yang lebih longgar di mana kita melihat apa yang terjadi secara faktual pada waktu tertentu, pada tempat tertentu. Tidak harus melihat kondisi alamiah manusia dalam rentang waktu yang panjang dalam kosmologi evolusi gitu. Begitu. Nah, jadi saya berpikirnya begini. Eh, kalau manusia hidup di tengah-tengah sumber daya yang sangat terbatas dan kemampuan untuk mengakses sumber daya yang terbatas juga, maka manusia akan cenderung untuk menjadi monogam karena saling
12:21 ketergantungan satu sama lain antara laki-laki dan perempuan. Tetapi ketika sumber daya melimpah dan kemampuan manusia untuk mengakses sumber daya itu besar, maka hubungan relasi gender antara laki-laki dan perempuan akan berubah menjadi patron. di mana laki-laki memiliki daya tawar yang lebih terhadap perempuan dan akibatnya mereka menjadi hegemonik dan karena itu mereka menjadi poligami. Atau ketika kondisinya moderat di antara keduanya maka mungkin manusia akan mengembangkan ee relasi seksual yang lebih terbuka dan lebih mengumumkan adanya ee perselingkuhan. Bagaimana menurut Baraya seperti itu? Ya, itu mah pandangan saya ya. Tapi kalau pandangan itu diterima, maka hasilnya akan menjadi lebih masuk akal untuk dunia modern. kan dunia modern itu yang ee kekayaan tanpa batasnya ada,
13:09 yang tidak memiliki kekayaan sama sekali juga ada, dan spektrum di antara keduanya itu juga sangat lebar dan sangat berwarna. Jadi yang poligami ada, yang monogami ada, yang percampuran seks bebas dan sebagainya juga ada. Sekarang lembaga-lembaga perkawinan juga menjadi jauh lebih beragam dan jauh lebih umum lagi gitu di mana-mana seperti itu gitu. Nah, begitu kan. Dan karena itulah maka akhirnya perselingkuhan itu menjadi sesuatu yang wajar gitu. Karena begini bar ini saya mohon maaf ya. Saya tidak membenarkan perselingkuhan tidak. Cuman dalam kesimpulan saya mungkinkah hal yang sebenarnya terjadi adalah sebagai berikut. Manusia karena dia adalah makhluk sosial yang sangat kompleks, maka karakteristiknya juga berbeda-beda. Ada yang dominan, ada yang egois, ada yang pemalu, ada yang inferior, ada yang
13:55 pemarah, ada yang tukang mendem dan lain sebagainya. Nah, karena mereka itu berbeda-beda, maka mereka itu sangat membutuhkan hubungan dengan lawan jenis yang juga memiliki karakteristik yang pas. kan karakter orang beda-beda. Nah, tapi begitu banyaknya karakter yang beda-beda, tapi mereka harus terlibat pada hubungan e antar jenis yang harus cocok gitu. Padahal kan belum tentu cocok gitu. Saya misalkan seorang yang dominan maka istri saya tuh biar cocok dia tuh harus jadi resesif gitu. Tapi gimana kalau saya menemukan yang tidak seperti itu maka tidak akan cocok dan akhirnya berantem. Nah, begitu kan. Tapi di sisi lain, manusia secara seksual itu memiliki dorongan dan keterikatan yang sangat kuat. Jadi, misal ada laki-laki
14:42 dan perempuan. Walaupun karakteristik mereka tuh sama sekali tidak cocok, tapi mereka terikat pada tempat bekerja yang sama. Akhirnya karena terjadi tempat bekerja yang sama, daya tarik seksual antar masing-masing itu menguat. Feromon dan oksitosin di sana itu berinteraksi terus-terusan secara intensif dan akhirnya apa? muncul hasrat dan saling mencintai. Karakteristik mereka beda, tapi dorongan seksual mereka mengikat mereka dan akhirnya mereka menikah. Pas sudah menikah, akhirnya mereka sadar bahwa ternyata pasangannya itu tidak cocok buat dirinya. Dan setelah itu akhirnya apa? Akhirnya mereka tidak bahagia. Dan karena itu akhirnya apa? Terjadi penderitaan yang berkelanjutan. Dan untuk bisa mengakhiri itu mereka harus melakukan perselingkuhan. Jadi perselingkuhan terjadi antara karena
15:28 karakteristik manusia beda-beda dan harus mendapatkan kecocokan. Tetapi di sisi lain mereka terikat pada hasrat seksual yang menggebu-gebu yang membuat mereka itu akhirnya menikah gitu kan. Banyak orang-orang misalkan saya pacaran 9 tahun 10 tahun gara-gara cocok. itu bukan gara-gara cocok sebenarnya. Mungkin gara-gara hasrat seksual yang saling mengikat dan akhirnya setelah menikah, setelah mereka sama-sama melampiaskan hasrat seksualnya, baru mereka tahu bahwa karakter mereka itu satu sama lain tidak cocok dan akhirnya terjadi perceraian dan atau perselingkuhan begitu kan. Nah, bisa aja seperti itu. Makanya dalam hal ini sekali lagi saya tidak membenarkan perselingkuhan itu. Cuman maksudnya perselingkuhan menjadi wajar karena di sini kita menemukan ada dua aspek yang berbeda sebagai manusia. bahwa manusia itu memiliki karakteristik
16:16 yang berbeda-beda yang harus dicocokkan dengan karakter yang yang lain juga dan di sisi lain tapi mereka secara acak harus terikat dengan hasrat yang sama gitu. Makanya dalam hal ini mau pacaran kek, mau dijodohkan tuh kek hasilnya sama. Bahwa manusia pada akhirnya berspekulasi untuk bisa mendapatkan kebahagiaan dengan pasangan dan menemukan pasangan yang tepat pada akhirnya hanya menjadi sebuah keberuntungan. yang didasarkan pada kebetulan belaka, sama sekali tidak didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan rasional. Dan itulah yang akhirnya menyebabkan lumrahnya perselingkuhan. Bagaimana menurut Baraya? Terima kasih karena sudah menyimak. Saya guru gembul. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yeah.