0:00 Assalamualaikum B. Selamat datang kembali di Guru Gembul Channel. Di tengah bencana yang terjadi di Sumatera dan penderitaan yang menimpa orang-orang teman-teman yang ada di sana. Saya ingin mengajukan sebuah opini. Kalau mungkin jangan dibantah bahwa bencana yang menimpa teman-teman kita, saudara-saudara kita di Sumatera itu sama sekali bukan bencana alam. Tapi itu adalah bencana yang disebabkan oleh kerakusan umat manusia, disebabkan oleh orang-orang yang sudah kaya tapi tidak bersyukur yang ingin menambah harta kekayaannya. termasuk bahkan dengan mengambil resiko jatuhnya korban dari pihak lain dan merusak ekosistem yang ada. Kalau baraya agak sulit untuk mencerna ini, saya ada datanya dan data ini eksklusif. Bar tidak akan dapatkan data ini di tempat yang manaun karena ini mungkin baru akan dirilis akhir tahun ini atau awal tahun depan. Cek,
0:46 lihat datanya sebagai berikut. Bahwa penyebab bencana yang ada di Sumatera itu adalah deforestasi. Lihat datanya ini. Sumatera Barat tahun 2024 deforestasi yang terjadi di Sumatera Barat itu mencapai 6.360. Besar sekali. Tetapi dibandingkan dengan tahun 2025 dalam 10 bulan pertama itu angkanya naik sampai 4 kali lipat. 28.503 hektar di Sumatera Barat. Kemudian di Aceh itu 27.854 54 tahun 2025. Sedangkan tahun 2024 itu hanya 8.962 hektar. Kemudian lihat di Sumatera Utara. Sumatera Utara itu 18.152
1:35 dari sebelumnya hanya 7.300. Artinya apa? Dari angka-angka ini deverestasi itu di Indonesia naik sampai 4 kali lipat, 5 kali lipat, en kali lipat. Jadi kalau baraya mengira bahwa yang kemarin itu bencananya adalah bencana alam, sama seperti pejabat-pejabat katakan itu adalah ini siklon, ini adalah cuaca, ini adalah perubahan iklim dan sebagainya. Bukan. Kalau memang perubahan iklim atau cuaca dan sebagainya, maka tahun-tahun sebelumnya juga terjadi banjir seperti itu kan. Tapi ini faktanya adalah bahwa dalam tahun ini, tahun ini tahun 2025 itu deforestasi penggundulan hutan atau ahli fungsi hutan itu naik sampai empat kali lipat, lima kali lipat. ini datanya ada dan data ini juga bisa dipecah lagi. Misalkan di PD ini perkota kabupaten ya.
2:23 DPD itu tahun 2024 deforestasi itu hanya mencapai 182 hektar tetapi di tahun 2025 itu 1700 hektar naik 10 kali lipat di satu kabupaten saja. Di Pidijaya misalkan dari 75 hektar itu berubah menjadi 346 hektar dan seterusnya dan seterusnya ya. Ada misalkan di Kota Subulusalam yang justru kelihatannya turun gitu dari 1696 hektar misalkan diferestasi di tahun 2024 berubah menjadi hanya 305 ya. Kenapa 305? Ya karena itu adalah kota bukan kota kabupaten gitu dan lain sebagainya. Baraya bisa mengecek seperti itu. Nah ini menunjukkan apa? Menunjukkan bahwa angka-angka yang saya sebutkan tadi, data-data yang saya sebutkan tadi itu adalah data-data yang
3:09 ada di tempat kejadian bencana alam. di Aceh, di Sumatera Barat, di Sumatera Utara, begitu kan. Nah, di situ memang deforestasinya naik antara 3 sampai 5 kali lipat dalam 1 tahun. Jadi, baraya sekarang tahu kan penyebabnya apa? Nah, kalau memang mau tangkap malingnya itu Pak, saya tunjuk nih. Itu di situ kelihatan maksudnya gini, kalau itu adalah ilegal logging, maka yang ditangkap itu adalah tentara-tentara yang di sana, polisi-polisi yang ada di sana, pejabat-pejabat yang ada di sana. Karena mustahil mereka tidak tahu adanya pembalakan hutan itu sampai lima kali lipat dari sebelumnya. Mustahil mereka enggak tahu kalau itu ilegal logging. Dan kalau itu adalah legal, maka tangkap siapa yang memberikan izin kepada
3:54 perusahaan-perusahaan itu untuk melakukan pembalakan sampai empat kali lipat, lima kali lipat. Itu itu sederhana kan? Bisa dilacak. Itu orang-orangnya gampang. Dan kalau misal ada ada pejabat kemarin yang masih mengatakan bahwa ini ee kayu-kayu gelondongan yang ada di sini yang terbawa oleh banjir itu alamiah itu jatuh sendiri gitu. Nah, coba cek ini saya tunjukkan kepada baraya semua ya. Nah, tumpukan kayu-kayu ini ini diambil oleh aktivis Wahabi lingkungan itu 25 Mei 2025. Nah, kelihatan di batang toru. Nah, kayunya ini kan yang kemarin ke bawah ombak tuh kayunya yang semacam ini kan. Nah, jadi jangan ngeles lagi. Nah, kemudian ini. Ini adalah kegiatan
4:40 pertambangan PT Agin Court Resource di Batangtoru, Tapanuli Selatan. Dan ini kejadiannya apa? Ini di perbukitan, ini di daerah resapan air, ini di hulu sungai. Jadi kalau hulu sungainya pada akhirnya nanti tiba-tiba keruh, penuh dengan lumpur, banyak kayu-kayu gelondongan dan semacam itu, baraya bisa cek ini foto ini diambil 29 Mei 2025. Nah, begitu kan. Nah, cek lagi nih. Nah, ini ini tahun 2024 di mana ini di Subulussalam Aceh Februari tahun 2024. Alih fungsi hutan berubah menjadi sawit. Iya, habis-habisan kan. Nah, kemudian balik lagi ke 20 Mei tahun 2025. Di sini
5:29 ada konversi hutan menjadi hutan kayu ekaliptus di Tapanuli Selatan. Ini lagi-lagi baraya bisa cek situasi kondisinya. Ini di perbukitan, ini di daerah resapan air digundulin kayak gini. Jadi kalau nanti ada banjir jangan bilang itu adalah bencana alam, tapi ini adalah bencana kemanusiaan. Dan baraya juga bisa cek yang ini nih. Nah, ini dari teman-teman wahabi lingkungan auriga ini per tahunnya. Jadi silakan cek ya. Ah, ini adalah penggundulan hutan, alih fungsi hutan, dan konversi hutan menjadi ladang sawit. Nah, jadi kalau banjir kemarin itu ada yang nyebut itu alamiah ya tolong ya itu ini datanya
6:15 seperti ini. Saya sebut lagi ya, saya sebut lagi. Ini adalah perusahaan-perusahaan yang ee memiliki tanah berhektar-hektar di sana. Ini yang terbesarnya ya. Kita sebut Anam Anam Koto Group ada beberapa ribu hektar. Kemudian Wilmar Internasional ini sebenarnya di seluruh Indonesia tapi di Sumatera juga ada. Kemudian Sinarmas lewat lewat agribisnis food. Kemudian PTPN. Nah, BUMN juga main di situ ya, PTPN 2. Kemudian ada Astra Agrolestari itu sampai 104.000 hektar. Kemudian ada London, Sumatera itu milik Sumatera ee milik Salim Group ya itu 91.000 hektar. Kemudian Bakri Group, nah itu punya anak perusahaan namanya Sumatera Plantation itu 30.000
7:02 hektar. Kemudian Royal Golden Eagle itu ada 100.000 hektar. Kemudian Ingkasi Raya itu ada 12 ee 1000 hektar dan ada tanah milik Pak Prabowo di sana ya, bukan milik tapi tanah yang dikelola sama Pak Prabowo gitu. Di sekitar situ juga ada ya. Ee silakan cek tapi setahu saya itu kurang aktif ya. Tapi ya silakanlah aja cek seperti itu apakah benar atau tidak. Tapi yang jelas perusahaan-perusahaan yang dimaksud itu melakukan konversi lahan pengubahan hutan menjadi lahan industri deforestasi itu legal. semuanya izin dapat izin dan izinnya dari siapa? Nah, silakan cek itu apakah izinnya dari Pak Zulhas silakan cek. Tapi yang jelas dengan banyaknya deforestasi inilah yang menyebabkan mudahnya
7:47 bencana terjadi di Sumatera. Dan ini bukan hanya 10 yang saya sebut itu. Pada dasarnya pemerintah itu telah mengeluarkan sampai 1907 izin untuk tambang Minerba aktif yang mencakup wilayah 2,45 juta hektar. Wah. Dan ditambah lagi ada 271 izin pinjam untuk kawasan hutan termasuk hutan lindung. Ngeri baraya. Nah, ini maksud saya tuh begini. perusahaan-perusahaan yang saya sebutkan tadi itu, pihak-pihak yang saya sebutkan tadi itu mereka tuh dapat keuntungan besar sekali dari aktivitas mereka. Ada yang miliaran, puluhan miliaran, ratusan miliar, triliunan itu tuh ada di situ
8:33 tuh baraya. Dan ketika terjadi bencana alam, mereka ngapain? Mereka enggak kena dampaknya. Mereka enggak kena imbasnya. Karena yang kena imbasnya dari daerah hilir. Sedangkan mereka kan mainnya di hulu-hulu yang seperti itu. Nah, inilah masalahnya. Jadi kalau Pak Prabowo mau aura farming dan kemudian mengatakan akan menangkap maling-maling itu, tangkap Pak Prabowo, tangkap orang-orang itu. Itu saya sebutkan sudah di situ. Bisa perusahaannya atau bisa orang yang memberikan izin pada perusahaan-perusahaan itu. Kan Bapak juga tentu saja sudah tahu Pak Zulhas itu seperti apa ya. Jadi beliau itu adalah menteri yang sepanjang zaman reformasi adalah yang paling banyak memberikan izin konversi hutan menjadi area industri atau area ali kan. Nah, sekarang Pak Zulhas itu justru malah
9:21 ya saya mohon maaf ya mengikuti gaya Pak Jokowi gitu. Datang ke rumah-rumah kemudian bawa beras ini beras kemudian bersih-bersih rumah itu bukan tugas menteri. Itu jelas-jelas itu ya itu pencitraan cari muka doang gitu kan. Pak Zulhas itu yang memberikan izin, Pak Zulhas itu yang kemudian membuka lahan dan kemudian ada bencana yang sekarang tidak bisa dihindari dan sebagainya. Itu kan Pak Zulhasil itu berkontribusi di situ. Kenapa coba tiba-tiba datang ke warga untuk ngasih satu karung beras, dua karung beras ke sana. Jangan janganjangan seperti itulah, Pak. Jadi maksudnya ini adalah bencana, ini adalah tragedi kemanusiaan dan mungkin Bapak terlibat dalam hal itu. Jadi ee kalau kalaupun ya tidak bantu ya, kalaupun tidak bantu ya enggak usah memanfaatkan itu untuk pencitraan, Pak. Kan jahat
10:07 sekali Bapak itu orang-orang di sana tuh lagi menderita, lagi sedih kok Bapak di situ malah pencitraan. Dan yang saya paling khawatirkan itu adalah Pak Prabowo itu selama ini dan bahkan sampai sekarang kalau dapat berita, kalau dapat informasi itu tuh harus lewat orang-orangnya dulu dan orang-orang itu tuh selalu memfilter informasi gitu. Ada yang alasannya adalah biar Pak Probo enggak stres, biar enggak sakit apa segala rupa, kasih aja tuh, Pak, datanya enggak usah difilter kayak gitu. Jadi kalau ada informasi-informasi kayak gini tuh kan kadang-kadang ee e PowerPoint 10 halaman dikasihnya malah cuman li halaman. Itu pun tampilan yang baik-baik saja gitu. Pak Prabu selama ini tuh kalau ngomong ke mana-mana kita sudah membaik, alhamdulillah ini jadi kelihatan banget bahwa Pak Prabo itu tidak bisa berhubungan langsung dengan rakyatnya
10:52 dan mendapatkan informasi langsung dari mereka gitu. Nah, ini yang saya khawatirkan itu sekarang itu saya sudah tunjukkan ya. Kalau memang legal itu perusahaan-perusahaannya siapa yang ngasih izinnya silakan dicek. Kalau memang ilegal itu cari para penegak hukum di sana. Itu sudah jelas datanya. Ini saya bisa kasihin kalau mau ya nanti dikasihin gitu ya. Eh, silakan kalau mau, tetapi kita butuh tindakan tegas. Pak Prabowo, saya tagih Bapak tangkap Pak Prabowo. Tangkap orang-orang itu, Pak Prabowo. Tangkap orang-orang semacam itu. Kalau itu memang terbukti sebagai maling-maling yang memberikan kerusakan besar, dampak besar terhadap ekonomi Indonesia, terhadap infrastruktur Indonesia, tetap kemajuan Indonesia, tangkap orang-orang itu. Terima kasih karena sudah menyimak. Saya guru Gembul. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.