Eps 948 | BONGKAR DATA PEJABAT PERUSAK SUMATRA : MALING DAN OLIGARKI DI SEKITAR PRESIDEN.

Eps 948 | BONGKAR DATA PEJABAT PERUSAK SUMATRA : MALING DAN OLIGARKI DI SEKITAR PRESIDEN.

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang penyebab utama bencana yang terjadi di Sumatera, yang menurut Guru Gembul bukanlah bencana alam semata, melainkan akibat deforestasi yang meningkat pesat. Data menunjukkan peningkatan deforestasi hingga empat kali lipat di beberapa wilayah Sumatera pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Guru Gembul menyoroti peran perusahaan-perusahaan besar dan izin yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam memperparah situasi ini, serta mengkritik tindakan pencitraan yang dilakukan oleh pejabat terkait. Ia juga menyerukan tindakan tegas dari pemerintah, khususnya Prabowo Subianto, untuk menindak para pelaku perusakan lingkungan.

  • Bencana di Sumatera disebabkan oleh deforestasi, bukan hanya faktor alam.
  • Deforestasi meningkat hingga 4-5 kali lipat di beberapa daerah Sumatera pada tahun 2025.
  • Perusahaan besar dan izin pemerintah berperan dalam deforestasi.
  • Kritik terhadap pencitraan pejabat di tengah bencana.
  • Seruan tindakan tegas dari pemerintah terhadap pelaku perusakan lingkungan.

Penyebab Bencana di Sumatera: Bukan Bencana Alam

Guru Gembul membuka video dengan menyatakan bahwa bencana yang terjadi di Sumatera bukanlah semata-mata bencana alam, melainkan akibat kerakusan manusia yang menyebabkan deforestasi. Ia mengklaim memiliki data eksklusif yang menunjukkan peningkatan deforestasi secara signifikan di Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara pada tahun 2025 dibandingkan tahun 2024. Peningkatan ini mencapai 4 hingga 5 kali lipat, yang mengindikasikan adanya masalah serius dalam pengelolaan hutan.

Data Deforestasi yang Meningkat Pesat

Guru Gembul memaparkan data deforestasi di beberapa wilayah Sumatera. Di Sumatera Barat, deforestasi meningkat dari 6.360 hektar pada tahun 2024 menjadi 28.503 hektar pada 10 bulan pertama tahun 2025. Di Aceh, angka tersebut naik dari 8.962 hektar menjadi 27.854 hektar. Sumatera Utara juga mengalami peningkatan dari 7.300 hektar menjadi 18.152 hektar. Data ini menunjukkan bahwa deforestasi meningkat secara signifikan di wilayah-wilayah yang terkena bencana. Ia juga memberikan contoh spesifik di beberapa kabupaten seperti Pidie dan Pidie Jaya di mana deforestasi meningkat hingga 10 kali lipat.

Siapa yang Bertanggung Jawab?

Guru Gembul menyoroti bahwa jika deforestasi disebabkan oleh illegal logging, maka pihak yang harus ditangkap adalah aparat penegak hukum setempat yang seharusnya mengetahui aktivitas tersebut. Jika deforestasi legal, maka pihak yang harus bertanggung jawab adalah mereka yang memberikan izin kepada perusahaan-perusahaan untuk melakukan pembalakan hutan secara besar-besaran. Ia juga menyanggah pernyataan pejabat yang mengklaim bahwa kayu-kayu gelondongan yang terbawa banjir adalah fenomena alamiah, dengan menunjukkan bukti foto-foto kegiatan pertambangan dan alih fungsi hutan menjadi perkebunan sawit dan hutan kayu ekaliptus di daerah resapan air.

Perusahaan-Perusahaan yang Terlibat dan Izin Pemerintah

Guru Gembul menyebutkan beberapa perusahaan besar yang memiliki lahan luas di Sumatera dan diduga terlibat dalam deforestasi, seperti Anam Koto Group, Wilmar Internasional, Sinarmas, PTPN, Astra Agrolestari, London Sumatera, Bakri Group, Royal Golden Eagle, dan Ingkasi Raya. Ia juga menyebutkan adanya lahan yang dikelola oleh Prabowo Subianto di sekitar wilayah tersebut. Guru Gembul menekankan bahwa konversi lahan dan deforestasi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan ini legal karena memiliki izin dari pemerintah. Ia mempertanyakan peran Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), dalam pemberian izin-izin tersebut. Guru Gembul juga mengkritik tindakan Zulhas yang memberikan bantuan beras kepada korban bencana sebagai pencitraan yang tidak pantas.

Seruan Tindakan Tegas dan Kritik terhadap Informasi yang Difilter

Guru Gembul menyerukan kepada Prabowo Subianto untuk menindak tegas para pelaku perusakan lingkungan, baik perusahaan maupun pejabat yang memberikan izin. Ia juga mengkritik sistem penyampaian informasi kepada Prabowo yang seringkali difilter oleh orang-orang di sekitarnya, sehingga Prabowo tidak mendapatkan informasi yang akurat dan lengkap mengenai situasi sebenarnya di lapangan. Guru Gembul menekankan pentingnya tindakan tegas terhadap para "maling" yang menyebabkan kerusakan besar terhadap ekonomi, infrastruktur, dan kemajuan Indonesia.

Share

Summarize Anything ! Download Summ App

Download on the Apple Store
Get it on Google Play
© 2024 Summ