Ringkasan Singkat
Video ini menceritakan tentang seorang ayah yang berprofesi sebagai badut dan berjuang keras untuk membesarkan dan menyekolahkan putrinya, Nisa, hingga menjadi sarjana. Kisah ini menyoroti pengorbanan seorang ayah, pentingnya pendidikan, dan bagaimana cinta serta dukungan keluarga dapat membantu seseorang meraih impiannya.
- Perjuangan seorang ayah tunggal yang bekerja sebagai badut.
- Dukungan tanpa henti untuk pendidikan putrinya.
- Kebanggaan seorang ayah melihat putrinya menjadi sarjana.
- Pertemuan kembali dengan teman lama yang membawa kebahagiaan.
Awal Mula Kisah
Video dimulai dengan adegan seorang ibu yang telah meninggal dunia, meninggalkan seorang ayah bernama Yono yang harus membesarkan putrinya seorang diri. Yono bekerja sebagai badut untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Suatu hari, Nisa diejek oleh teman-temannya karena pekerjaan ayahnya.
Dukungan Seorang Ayah
Yono menenangkan Nisa dan menjelaskan bahwa pekerjaan sebagai badut adalah halal dan dilakukan untuk membiayai sekolahnya. Yono menekankan agar Nisa tidak perlu malu dengan pekerjaannya dan fokus pada pendidikannya.
Peran Ganda
Yono harus berperan ganda sebagai ibu dan ayah sejak istrinya meninggal. Dia harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan memastikan Nisa mendapatkan pendidikan yang layak. Yono membantu Nisa belajar dan mengerjakan tugas sekolahnya.
Hadiah untuk Nisa
Yono membelikan Nisa sebuah laptop agar dia bisa belajar dengan lebih baik di rumah. Nisa merasa terharu dengan pengorbanan ayahnya yang telah menabung lama untuk membelikannya laptop. Nisa sangat menyayangi ayahnya dan menganggapnya sebagai pahlawan.
Kebanggaan Seorang Ayah
Nisa berhasil lulus kuliah dan menjadi sarjana. Yono sangat bangga dengan pencapaian putrinya. Dia mengenakan kemeja safari kesayangannya saat menghadiri acara wisuda Nisa. Kemeja itu selalu ia pakai saat menjemput rapor Nisa waktu sekolah.
Pertemuan Tak Terduga
Saat mencetak foto wisuda Nisa, Yono bertemu dengan teman SMA-nya, Dina. Dina datang bersama putrinya, Anisa. Mereka saling menyapa dan mengenang masa lalu. Dina memuji Yono dan mengatakan bahwa dia dulu menjadi idaman di sekolah.

