0:13 Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salamikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. >> Anti korupsi. >> Kita kembali bertemu lagi di podcast politik hukum politik. Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel ini supaya terus berkembang dan menjadi pencerah bagi masyarakat kita. Kali ini ada Guru Gembul. Pak Guru, apa kabar? >> Baik-baik, alhamdulillah. >> Senang rasanya ini udah enggak asing lagi. Dulu kita ketemu Zoom. >> Iya, dulu Zoom di di kanal saya. Sekarang tukeran ya. >> Tukeran mengganti kan. >> Iya. Itulah karena apa? sama podcaster harus saling membantu kan gitu. >> Bapak bukan podcaster, Bapak penegak
0:59 hukum. >> Penegak hukum, >> penegak keadilan. >> Penegak keadilan sekarang lagi ganti topeng ya kan. Batman aja kan jadi pengusaha kalau malamnya melawan kejahatan. >> Betul. Betul. >> Gotham banyak sekali penjahatnya. >> Iya. >> Nah, tapi kan Indonesia ini kan ya belum sampai ke Gotham lah. Nah, kan >> mirip-mirip loh. >> Mirip-mirip. >> Mafianya berkuasa di pemerintahan si kan. Enggak mungkin mafia itu bermain tanpa ada pemerintahan. Itu kan hukum korupsi juga. >> Ee guru gembul kayak misalnya guru gembul lihat >> e liga korupsi Indonesia. >> Iya >> bayangin ada namanya Liga korupsi Indonesiaulumbul. >> Ada ada dan yang juaranya masih Pertamina ya. >> Pertamina Liun gituah. Nah, tapi yang menarik ya ee guru gembul ya >> hampir setiap saat ketika ada kasus terungkap ya
1:45 >> he >> ada mengkudeta klasmen kayak kayak Barcelona sama apa Real Madrid gitu kaneta nanti ada lagi peringkat en peringkat dulu >> saya ingat gembul Senturi aja >> iya itu heboh heboh banget >> heboh dan itu waktu zaman saya saya salah satu penyidik yang menangani >> kasus Senturi itu >> itu kan 6,7 triliun tambah 700 miliar itu sekitar 7,4-an. >> Iya, >> itu kan udah paling besar satu. >> Heboh banget. 6,7 triliun. >> Sekarang di 10 besar itu kayaknya sudah enggak ada. >> Iya. >> Tabaruan Krom book ya. >> Itu itu kemajuan bangsa. >> Kemajuan bangsa. >> Maju kan semakin meningkat. >> Iya. Semakin meningkat. Jadi kita berpikirnya lebih positif aja, Pak. Jadi maksudnya >> duit yang dikorupsi segitu gede dan kita
2:30 masih cukup makan. Artinya kekayaan kita tuh luar biasa, Pak. >> Iya, betul. Kan masih ada. Betul kok betul kok masih bisa makan enggak ada yang kelaparan gitu kan. >> Iya betul-betul menarik. >> Padahal korupsinya tuh sampai ribuan ratusan triliun itu. Ya ampun. Tapi ya >> karena mereka greit Pak. Nah ngomong-ngomong ya greit e rakus nih kan kan ada kemarin ada pergantian nih. >> Iya >> ada pergantian Menteri Keuangan ya. >> Heeh. >> Dari Bu Sri Mulyani yang istilahnya selama ini kita sebagai masyarakat melihatnya kan antos cebel betul gitu ya. I >> karena kan istilahnya didukung di nasional, didukung internasional ya kan badan-badan keuangan dunia gitu kan percaya gitu kan. ee tiba-tiba kemudian ee diganti ya kan digantinya pun juga e
3:18 pasca kemarin ada kerusuhan ya dan rumah beliau itu dijarah dan sekarang muncul ya yang mohon maaf saya juga belum tahu ee e beliau gitu ya walaupun ee dulu sebelumnya ketua LPS ya >> dan teman-teman saya juga ada yang kerja di sana gitu kan saya juga enggak tahu saya >> terakhir ketemu ketua LPS zaman-zaman dulu tuh waktu itu pernah ya waktu saya nangani Senturi itu kan ada yang ee apa namanya nya pas >> e waktu Senturi itu Ibu Sri Mulyani ada di situ juga kan >> Ibu Sri waktu Senturi. >> Iya iya betul. >> Jadi istilahnya kita enggak terlalu kenal tiba-tiba muncul dan kemudian saya melihat ya ee karena saya kenapa membahas beliau ya ee Pak Pubaya ya. >> Iya. ee karena saya melihat di
4:05 channel-nya Guru Gembul gitu kan membahas dia dan ini juga sesuai dengan saya lihat oh ini kan menarik ya ini kan seperti ada kita tiba-tiba ada hero baru >> ya ee beliau melakukan hal-hal yang kemudian tidak terduga tetapi mendapat perhatian masyarakat dan ini kan sebenarnya bukan yang pertama >> ya fenomena ini ya. Nah, mumpung kalau fenomena sebelumnya ya ada tokoh daerah, tokoh nasional naik dipuja-puja di Uelu i kan. E kemudian tiba-tiba >> karena satu kesalahan padahal mungkin 1000 kebaikan dia lakukan >> karena satu kesalahan kemudian jatuh ya. Nah, mumpung nih masih di tingkat di atas ya Pak ee Pak MenQ ini. Nah, kita
4:50 berharap ini jangan sampai jatuh juga. Nah, sekarang jadi guru kumpul silakan analisisnya gimana? >> Ya, bukannya kita berharap bahwa beliau bertahan. >> Oke. >> Iya, mungkin aja kita berharap beliau dijatuhkan kan. >> Loh, kenapa orang bagus kok saya lihat kebijakan-kebijakannya kan saya pengamat sospet nih. >> Oh, wah kalau ada yang istilahnya pro anti beliau wah langsung diserbu. Gimana? >> Ah, kalau saya pengamat akal pikiran. >> Oke. Akal pikiran. Jadi gini, jadi gini ee premis yang ingin saya tekankan pertama nomor satu itu adalah Pak Purbaya adalah menteri yang sangat berbahaya. >> Berbahaya? >> Sangat-sangat berbahaya. >> Buat siapa? >> Buat bangsa Indonesia. >> Wah, why? >> Karena begini, Pak Purbaya itu melanjutkan
5:35 >> tren inferioritas masyarakat Indonesia. >> Heeh. >> Jadi, maksudnya gini, Pak Purbaya itu berbahaya justru karena beliau kinerjanya baik. Oke. >> Dan bukan hanya baik, tetapi demonstratif. >> Masalah terbesar bagi bangsa di Indonesia yang inferior ini adalah setiap kita mengalami krisis, setiap kali mengalami tekanan, bencana alam dan sebagainya, maka tren yang berkembang di masyarakat adalah >> tidak di antara mereka itu yang berpikir bahwa dirinya menjadi pahlawan, dirinya menjadi solusi, dirinya berkontribusi, gitu. Tapi mereka tuh berharap ada orang lain yang jadi pahlawan, >> ada orang lain, orang terkenal, orang hebat yang bisa menyelesaikan masalah. >> Jadi dan ini itu tren dari zaman dulu misal ee dulu ada yang namanya Pak Joko
6:24 Widodo. >> Oh, Pak Joko. >> Iya. Beliau itu beliau itu dikenal sebagai orang yang anti penggusuran dan pro terhadap rakyat kecil. >> Betul. >> Itu kan yang di framing-nya kan. Dan karena itu maka dia dipuja-puji, dielu-elukan. I. >> Jadi ketika bagaimana Indonesia ke depan bisa maju kalau presidennya Jokowi begitu begitu rakyat Indonesia mencoba untuk ee berharap kepada Pak Jokowi. Lalu ketika Pak Jokowi itu mengalami periode kedua mulai ada masalah dan di akhir masa pemerintahan periode keduanya itu benar-benar dihancurkan. Orang-orang langsung, "Aduh saya sedih sekali, saya kecewa berat sama Pak Jokowi. Ternyata dia gini berbalik arah. Nanti muncul lagi KDM, KDM dipuja dan dipuji lagi
7:11 >> dan seterusnya. Nah, tren ini sekarang dilanjutkan oleh Pak Purbaya. Jadi bukan karena dia tuh jelek, justru karena beliau tuh bagus dan kebagusannya itu cukup demonstratif. >> Kemudian iya dilihat banyak orang FYP di mana-mana. Kemudian masyarakat itu selalu dan selalu saja terjebak pada hal yang sama. Mereka kemudian berharap tidak pada pihak lain, mengelu-eluhkan secara berlebihan. Saya langsung nge-fans berat sama ini dan sebagainya. Kenapa rakyat Indonesia itu enggak enggak berpikir bahwa dulu pernah dikecewakan gara-gara hal yang sama? Bisakah kita skeptis? Bisakah dukungan kita kepada Pak Purbaya itu bukan hanya sekedar dukungan kekaguman. >> Ya, kekaguman. Betul. >> Bukan hanya itu. >> Iya. >> Tapi dukungan dalam langkah nyata. Contoh misalkan misal KDM yang kemarin
7:58 gitu ya. >> Iya. >> KDM dikagumi >> betul >> karena merakyat >> dan membantu >> dan membantu langsung membantu konkritnya di lapangan. >> Lalu ketika Pak KDM itu bikin kebijakan kebersihan >> I >> rakyat yang paling mengaguminya tetap buang sampah sembarangan. >> Betul. Enggak ada tergerak enggak ada >> teladan. Jadi bukan keteladanan yang di >> bukan kekaguman aja. kagum karena kita inferior. Kita menganggap setiap ada bencana kita berharap pada pihak lain. KDM >> datang ke sebuah pasar di Bandung, kotornya luar biasa sama dia dibersihin sebersih-bersihnya. >> I tapi >> lalu dia katakan ini harus tetap bersih wahai pengagum saya yang selalu ngikutin channel saya yang apa ini harus tetap bersih. Tidak bersih. >> Jadi hanya sebatas mengagumi tapi tidak
8:45 mengikuti perintahnya. >> Iya. Karena inferior masyarakat kita tuh inferior. Jadi ada masalah kita berharap orang lain yang menyelesaikannya. >> Oke. >> Jadi coba kalau misalkan misalnya Bapak pernah lihat di Indonesia ada korban bencana alam. >> Betul. >> Kemudian datang wartawan. >> Heeh. >> Ada dialog yang template. Wartawan akan bertanya, "Pak, apa yang Bapak harapkan?" Lalu korban itu akan menjawab, "Ya, kami berharap agar pemerintah segera memberi bantuan." >> Iya. Bukannya itu lumrah ya kan? kita kan enggak bisa berbuat apa-apa nih ya kan? Sementara kita mode survival kita muncul kan >> apa yang dimunculkan ya itu berharap ada bantuan ya kan dari pihak ekstra kebalik >> bukan begitu harusnya berpikir >> kebalik masyarakat nusantara itu di
9:30 zaman dulu sebelum kekuatan seban sebelum partai politik menghegemoni pikiran kita, masyarakat kita itu adalah masyarakat gotongroyong. Ini saya bedakan ya. Jadi W dulu ya dulu misalkan ya di kampung saya >> Iya >> ada jalan rusak masyarakat inisiatif aja yuk kita perbaiki jalan >> ada jembatan runtuh Pak RT mana Pak RT Pak RT yuk kita galang kita kerja bakti sama-sama kita bikin jalan perbaiki jembatannya oke lalu datang partai politik partai politik itu menjanjikan selalu yang sama pilih kami karena kami akan memperbaiki jalan pilih kami karena kami akan memperbaiki jembatan sejak saat itulah Ketika jembatan runtuh, kami berharap agar pemerintah segera memberikan bantuan kepada kami. Atau >> kenapa enggak dirinya yang menjadi
10:16 bagian dari solusi sama seperti nenek moyang mereka? Kenapa gotong-royong kita itu menjadi hilang? Kita ada korupsi besar-besaran. Ada liga korupsi di Indonesia. >> Orang-orang yang marah-marah itu adalah orang yang masih korupsi kecil-kecilan. >> Iya. >> Jadi mereka itu tidak ber tidak marah karena ada korupsi. Mereka marah karena dirinya tidak menjadi bagian dari korupsi itu. Jadi dan kemudian mereka berharap ini korupsi segini gede Pertamina ketika datang Pak Purbaya hajar tuh Pertamina Pertamina itu ngebakar kil kita senang luar biasa. >> Betul seperti ada apa ada juru >> selamat ada Mesias ada satrio piningit. Nanti setelah satrio piningitnya turun tidak ini kita kita berharap lagi nunggu siapa lagi ya yang menjadi satrio
11:03 piningit buat kita gitu. Saya tu berusaha untuk ngajak kepada orang-orang semua. Bisakah kita mengagumi KDM tanpa harus mensakralkannya? Kita mengikuti langkah dan kebijakannya, menghormati pribadinya, dan hal-hal yang baik kita ikuti juga sebagai bagian dari pribadi kita, kita integrasikan dengan pribadi kita. Ketika kita bertemu dengan Pak Purbaya, apa yang hebat dari Pak Purbaya? Beliau ngomong ceplasceplos, celetuk langsung hajar kepada orang-orang yang diduga para penjahat di Indonesia. Kenapa enggak diikuti aja bahwa kita sebagai rakyat Indonesia kalau ada preman kita hadapi seperti itu. Ketika ada orang jahat kita hadapi seperti itu. Kita enggak ngikutin keberaniannya. Kita hanya mengagumi orangnya untuk kemudian nanti kalau kita sudah bosan kita cari satri pininget
11:50 lagi. Iyain. Berganti bosan. >> Iya. Berarti ada masanya dongerang memang di Indonesia kontemporer memang kok di Indonesia itu begitu gitu. Apakah gini artinya kan sekarang ya apakah masalah kita terlalu inferior e Pak Guru ya karena tadi ketika ada sesuatu yang bagi saya sebenarnya kan kalau bagi kita kan itu biasa aja emang kebijakan dia memang ya itulah tugas dia gitu kan tapi karena >> seb merasa dulu enggak ada begitu gitu kan ada begitu tiba-tiba wah ini loh yang saya cari bukan begitu >> iya betul enggak kekaguman itu wajar >> ya wajar betul Norm. Kagum itu wajar dan normal. >> Orang banyak yang kagum sama K-pop juga. >> Iya. >> Iya kan? >> Nah, coba kalau misalkan ada orang kagum
12:37 sama K-pop misalkan ya, kagum dia diam-diam di kamar mandinya, di kamarnya menghadap cermin dia joget L K-pop. >> Oh. Oh. Jadi sampai terlalu menginisiasi ke dalam diri dia ya kalau >> I kalau kalau kekaguman kan begitu kan. >> Jadi jal misalkan kalau saya kagum sama tokoh tertentu ya kita mencoba gitu kan. Iya, kayak dia miroring. >> Nah, kenapa kalau misalkan kita kagum pada seorang politikus, kita kagum pada penegak hukum, kita tidak menjadi seberani dia. Kenapa kita tidak menjadikan diri kita menjadi bagian dari solusi? Dia menginspirasi saya untuk memperbaiki Indonesia, maka saya pun harus menjadi bagian yang memperbaiki Indonesia. Kenapa enggak gitu loh? Kenapa kita malah wah Pak Purbaya keren, pemberani, kalau saya mah tidak berani. Kenapa gitu ya? Kalau Pak Purbaya
13:23 berani, ya kita juga harus sebagai orang yang mendukungnya ya ikut berani kayak gitu. Kenapa juga enggak gitu? Karena kalau enggak kan dia sendirian kan. Saya sudah melihat walaupun ya dia diangkat langsung oleh Pak Prabowo ya sebagai Menteri Keuangan asalnya bendaharanya negeri ini ya. Itu yang pertama. Kemudan kedua ya tentu kan kekuatan politik dia kan juga besar. Tetapi ee saya kan sudah punya pengalaman ya ketika melawan mafia, melawan orang-orang yang sudah mapan, kita kan menghajar yang dinamakan dengan zona kemapan. >> Iya. >> Dan dukungan masyarakat itu ya itu kan juga enggak akan besar ketika kemudian mendapatkan serangan balik. >> Dan Pak Purbaya itu dalam kondisi yang
14:09 tidak aman sekarang kan. >> Iya. Kenapa? Kenapa enggak aman? Ya, dia mulai senggol-senggol mafia, dia mulai senggol-senggol oligar. >> Padahal baru senggol dikit ya. >> Kalau senggol dikit bacok ya. >> Enggak. Coba coba. Maksudnya gini nih. >> Iya, paham. >> Eh, >> dia kemarin ngomong eksplisit to the point kilang Pertamina dibakar. >> Tiba-tiba >> dia dia enggak bilang media kita >> mau itu kompas, mau itu tempo, mau apa nyebutnya terbakar. >> Iya, terbakar. ini dibakar. Sebenarnya ini adalah pengetahuan umum kalangan elit. >> Iya, betul. >> Betul kan? Itu pengetahuan kalangan elit. Ada sesuatu yang kebetulan ya kan? >> Masa tiba-tiba tapi Pak Purbaya bilang dibakar. Nah, dibakar itu berarti
14:56 meniscayakan ada yang membakar. >> Ada pelaku, >> ada pelaku. Siapa yang berani membakarnya? Dipikir-pikir sih kalau kilang kebakar berarti nanti tuh negara tuh harus impor BBM dalam skala yang besar lagi. >> Jadi ke sana ya. >> Nah, kalau begitu berarti ada pihak yang diuntungkan. Siapa pihak yang diuntungkan itu? Artinya sebenarnya Pak Purbaya di sini tuh menuding langsung para mafia yang berani mengorbankan uang negara untuk impor tambahan sambil merusak lingkungan, mencemarinya dengan membakar kilang minyak. Kan begitu. Nah, ini tudingan ini kan enggak mungkin tudungan tudingan ini tuh diarahkan kepada misalkan Roma Irama gitu. Enggak mungkin diarahkan gini ketika seorang menteri yang ngomong i kan itu kan bukan peluru kosong.
15:42 >> Nah, kalau kita berdua ini kan peluru kosong. Kalau saya kan >> e hanya bicara pengalaman saya dulu ya. Karena memang guru gembul >> mereka ya ee para mafia yang yang pernah kita tangani ya itu mereka disenggol aja ngamuk. >> Iya. Apalagi ditangkepin dan akhirnya ketika ditangkepin kan kita lihat KPK dilemahkan apalagi tadi. Tapi Pak yang paling penting sebenarnya ee Pak Guru ya kita berharap Pak Purbaya juga enggak sendirian. Itu kan harusak enggak mungkin melawan musuh itu sendirian. Nah, saya takutnya adalah orang-orang yang mengagumi beliau termasuk di sosmet ketika ada apa-apa >> ya udah >> ya udah kan hanya bilang prihatin. Nah, ini kan harus kita jaga orang beliau baru berapa bulan
16:27 >> saya sudah paham nih yang beliau hadapi. Saya juga kan beliau kan masuk itu kan sendiri. >> Betul. >> Dirjennya enggak tahu siapa. >> Iya. >> Iya kan? Sekjennya siapa? >> Benar enggak? Benar enggak? Tapi tapi saya sih menduga Pak Purbaya dipilih sama Pak Prabo itu adalah ee pertama Pak Prabo itu ngerti banget soal ekonomi ya. >> Oke >> ya. Dibanding dibanding presiden-presiden kita yang sebelumnya, saya pikir Pak Prabo adalah yang paling ngerti ekonomi lah ya. >> I karena pengusaha juga. >> Heeh. Karena pengusaha juga karena putra dari begawan >> begawan ekonomi. >> Begawan ekonomi dan sebagainya. Jadi kayaknya tuh ngerti banget gitu. Nah, Pak Purbaya itu kan disenengin sama para investor, Pak, disenengin sama para pengusaha gitu. Oke. Itu kan yangang publik enggak tahu ya kan kayak saya enggak tahu loh. Karena selama ini kan kita sudah terframe ya bahwa menteri
17:15 ekonomi itu adalah orang yang disukai asing. >> Benarak kan ada mafia itu gitu. >> Iya. Artinya ketika karena apa? supaya ee ketika nanti dipercaya asing, asing enggak akan mudah untuk ee memindahkan dananya ke luar negeri atau ketika ada pertemuan-pertemuan dengan orang apa ee organisasi-organisasi ekonomi atau lembaga-lembaga keuangan sudah salaman. Eh, sudah kayak orang kenal kan bukan kamu siapa gitu kan. Nah, tapi ini kan berbeda ini benar saya lihat ini benar-benar 180 derajat gitu. >> Dan Pak Purbaya itu enggak dibawa Menko kan? >> Iya. Menteri Keuangan sekarang enggak dibawa Menko langsung dibawa Presiden langsung gitu. Jadi >> iya jadi Pak jadi awal awal tahun ini tuh kan ada peraturan baru jadi Menteri
18:00 Keuangan tuh langsung di bawah Pak Prabo. Jadi nampaknya ini >> ee Pak Pak Purbayanya mungkin tidak terlalu kenal sama Pak Prabowo, tapi Pak Prabowonya udah ngincer dari dulu nih. Apalagi misalkan >> ee kan Pak Purbaya dekat sama Pak Joko kan. H >> ya mungkin mungkin dekat sama Pak Joko digunjingkan sama banyak investor sama pengusaha gitu kemudian dilihat ya udah ini aja yang di ini naikin gitu ya dugaan saya sih seperti itu karena Pak Prabowo juga kan sebenarnya main di dunia pengusaha itu kan main beliau itu kan >> karena kan kalau gini ee saya bicara pengalaman saya enggak ada yang tiba-tiba ujuk-ujuk kemudian jadi pasti ada yang pertama yang membawa pasti sudah ada yang disebut-sebut atau memang keinginan dari presiden gitu ya. Tetapi
18:48 pasti ada semacam mulai dariam jejak ya kan mulai dari kompetensi pasti semua sudah diukur. Jadi enggak ujuk-ujuk gitu kan. Nah ini yang menurut saya kan pasti sudah dan apalagi ketika gaya-gaya beliau saya ngelihat enggak ada yang negur kok. Artinya kan oke-oke aja istana. >> Iya benar enggak dan mendukung support. Nah, ketika >> pernah ngritik MPG juga tuh makan bergizi. >> Iya. Bahkan kemarin diuduk ya guru-guru itu saya kan menarik ya bahwa ya mungkin pertama kalinya kok gubernur mendatangi gitu kan tapi saya ngelihat >> apa tenang ya kam ya orangnya ya jawab aja bahkan kemarin ketemu sama gubernur DKI bilang contohnya ini nih harusnya ya kan ketika dipotong nih bagi saya ini bagus yaiden tapi kan setidaknya tadi e
19:37 kan juga saya yakin kan beliau juga pasti orang-orang punya jadi ketua LPS ya kan LPS kan ee kalau tidak salah kan dipilih itu kan mulai proses juga kan ada proses politik dan sebagainya tetapi artinya bahwa ya beliau ketika melakukan itu apalagi setingkat menteri ya kan pasti beliau merasa ada kekuatan besar yang mendukung gitu ya. Nah, artinya ketika tindakan-tindakan beliau ini ya kalau bagi saya kan wah ini bagi saya kan ada semacam hal yang kadana kutip kalau dulu kan tabu ada menteri yang berbuat gaduh ya >> ini kan gaduh kan >> kalau zaman masa dulu kan gaduh kalau ini kan dibiarkan gitu kan ini kan berarti menarik ada misi apa sebenarnya >> tapi kalau e ini teori saya ya teori saya kan >> iya teori saya itu bahwa Pak Prabo itu
20:23 memang ee salah satu cara untuk mempertahankan kekuasaan dan melanggengkan otoritas itu adalah dengan merangkul semua pihak. >> Oh, >> semua pihak tu dirangkul. Kan beliau itu Pak berkeringat. >> Iya, semuanya kan yang enggak peringat nanti dulu lu. Betul. >> Tapi kan konsekuensinya gini, kalau semuanya dirangkul semuanya berantem, Pak. Nah. Oh, iya. Enggak bisa wadah yang sama ya. >> Enggak bisa. >> Ikan cupang aja berantem ya kan. Kalau misalkan ada ee dulu misalkan ya dulu ee dulu beliau itu kan Pak Prabo itu nyalonin diri sebagai presiden berkompetisi dengan Pak Jokowi. Iya kan? Nah, jadi ini tuh tim suksesnya itu kan sebenarnya musuhan. >> Wah, wah sadis-sadis saya lihat. >> Iya. Musuhan hujat-hujatan, ejek-ejekan, >> lapor-laporan ke polisi, >> lapor-laporan dan sebagainya. Kemudian
21:10 sama Pak Prabowo disatukan. >> Nah, ini sebenarnya timnya di belakangnya itu kan tetap berantem, Pak. >> Oh, pasti kan istilahnya kan hati yang terluka. tidak akan bisa terobati paling ya paling di belakang senyum-senyum kayak tadi cipikacipiki gitu kan tapi nusuk-nusuk ya kan gimana. >> Nah jadi pikiran saya ini teori saya jadi Pak Prabowo itu membiarkan orang-orang ee untuk bersengketa di bawahnya bahkan ee mengkompori mereka untuk tetap tetap bersengketa. >> Ini adalah gaya yang dilakukan oleh banyak pemimpin-pemimpin dunia. Jadi >> ee ada satu pemimpin di bawahnya gontok-gontokan. Biarkan mereka gontok-gontokan agar dua-duanya berharap dan minta perlindungan sama Pak Prabowo. >> Nah, jadi itu dipelihara dalam tanda
21:57 kutip ini teori saya ya. Jadi misalkan pendukung Pak Joko itu gabung sama Pak Prabowo kan sekarang ada Pak Pratikno ada apa segala rupa gitu kan. Kemudian pendukungnya yang dari Pak Prabowo sendiri itu juga gabung ke situ >> iya betul. Satu kolam sekarang. >> Satu kolam biarkan mereka berantem. biar dua-duanya ketergantungan sama Pak Prabowo begitu. Nah, Pak Purbaya ditempatkan yang saya bayangkan ya, Pak Purbaya itu ditempatkan untuk gontok-gontokan berantem sama BUMN danantara. >> Hm. >> Jadi kemarin Pak Prabo itu kan bulan Februari itu bikin Danantara. >> Kemudian Danantara itu ee itu kan sebenarnya ide bagus, ide cemerlang gitu. ee ditawarkan kepada Pak Jokowi. Pak Jokowinya tidak respon karena beliau memang latarnya bukan ini ya, bukan ekonomi, pengusaha sih, tapi bukan ee
22:44 ekonom gitu. Nah, ee mungkin Pak Jokowinya mengabaikan atau waktunya keburu habis giliran Pak Prabowo ditawarkan oh ini bagus langsung jalan. Tapi pas begitu jalan >> dan antara kegedean >> hmm besar berapa berapa triliun dia ya semua iya 14.000 asetnya dan ada 500 BUMN di bawahnya 500 sekian. Nah, karena terlalu besar ini, siapa yang bisa mengimbangi ini? >> Iya, betul. >> Pak Prabu tuh berpikir ee dia tuh harus bikin manajemen konflik di bawahnya itu tetap ada, tetap bersaing satu sama lain, tapi ketergantungan sama Pak Prabowo sebagai pemimpin negara, pemimpin otoritas. Nah, dan antara ketika menjadi terlalu besar, semakin besar, aduh ini siapa nih yang harusnya jadi ee pengimbangnya? Jadi, Danantara
23:31 tuh monster. Saya sebut di video saya tuh Danantara tuh monster. Gede banget tuh asetnya tuh luar biasa. >> Seluruh BUMN dan BUMN itu di situ tuh ada pejabat baik dan ada para mafia di situ. BUMN itu kaya dengan para mafia. Sudah nangani banyak kasus BUMN. >> Nah, coba yang misalkan liga korupsi di Indonesia itu BMN semua penuh di situ. >> Iya, betul. Karena karena e menarik ya. Jadi gini, BUMN itu guru gembul ya. >> Iya. >> Sistem anti korupsi apa yang tidak mereka punya? >> Iya. ada ISO 371 tentang sistem bibery system pengawasannya tapi itu berantakan semua ya kalau itu terkait dengan pegawai level super super apa senior manajer kena apa kepala divisi kena wah dibelah langsung >> langsung betul betul >> tapi kan di Liga Korupsi Indonesia itu
24:17 kenapa besar-besar sampai ratusan triliun karena pelakunya ada direktur utama >> iya >> kalau direktur utama selesai >> ya kan begitu jadi selesai enggak ada percuma lu ada sistem anti korupsi Lu percuma ada anti fraud gitu kan, anti kecurangan. Kalau yang nyuruh adalah direktur utama >> kayak kayak kemarin misalkan ada ada iya ada korupsi tambang timah, ada apa yang ditangkap kan bukan direkturnya, bukan apanya tapi orang-orang ininya. Nah, >> karena karena Danantara itu besar, monster dan itu bagus sebenarnya buat Indonesia tapi dipenuhi oleh para mafia. Iya. I Pak Prabowo itu mikirnya saya saya menduga gitu ya, Pak Prabowo itu mikirnya untuk melawan monster kita harus menciptakan monster. Nah, monsternya itu apa? Kementerian Keuangan. Makanya Kementerian Keuangan
25:03 dikasih otoritas lebih langsung dihubungkan secara langsung dengan Pak Prabowo, tidak melalui Kementerian >> ee Menko. Tidak usah pakai Menko, langsung aja nyambung ke situ. Nah, setelah punya otoritas langsung e jadi Pak siapapun menterinya itu langsung ngobrol sama Pak Prabowo dia Kementerian Keuangan juga menjadi overper. >> I >> kasir iya. Bendahara iya. Yang ngatur ekonomi semua Indonesia iya. Fiskal dia pegang, moneter dia pegang, pajak dia pegang, cukai dia pegang. >> Wah. akti >> dan dan dia mengawasi BUMN >> dan dia mengawasi juga Danantara. Nah, makanya jadi si Kementerian Keuangan dibenturkan sama Danantara, dibenturkan dengan BUMN biar tetap menjaga keseimbangan. Ya, saya sih mendugya seperti itu. Jadi kemudian Pak Purbaya
25:49 sekarang beliau populer bukan hanya pribadinya, personnya memang populer, tapi juga >> kewenangannya >> bukan >> apa >> ada buzernya. >> Oh, ada bazarnya. Lihat dari mana orang saya lihat kok organik semua kok. >> Coba ee ini silakan konfirmasi pernyataan saya benar atau salah. Baraya yang sebelumnya tidak suka nonton Pak Purbaya. Baraya yang sebelumnya tidak pernah lihat Kementerian Keuangan, Baraya yang sebelumnya tidak pernah ribut soal politik, hanya nonton drakor dan lain sebagainya, pas scroll di TikTok atau scroll di short YouTube, tiba-tiba ada Purbaya di situ. >> Hmm. >> Gitu enggak? >> Hm. H saya enggak sampai ke situ. >> Tapi tapi biasanya ya memang mungkin kalau saya kan ngelihat teman-teman saya ya. >> Heeh. >> Ya, teman-teman saya kan emang sekarang kita kan butuh orang yang mendobrak
26:35 >> kan selama ini kan kita hidup dalam tadi zona kenyamanan harus begini harus begini kemudian ada orang yang istilahnya mampu untuk melakukan hal yang masyarakat inginkan. >> Iya kan? Ee artinya kan enggak jadi masalah menurut saya, >> Pak. Jadi saya mohon maaf ya, Pak Purbaya itu awal muncul dia itu bagian dari kontroversi. >> Kenapa? >> Ketika dia mengatakan, "Ah, kata siapa Indonesia krisis itu cuman segelintir orang aja yang ngaku-ngaku. Itu yang 178 eh 8 + 7 dan lain sebagainya itu itu enggak masuk akal." Belah. Beliau tuh bagian dari kontroversi itu. Dan kemudian tak lama setelah itu saya mohon maaf saya klarifikasi saya kan bahasanya masih koboy dan sebagainya. Jadi beliau itu mengawali dari itu entah bagaimana ceritanya tiba-tiba menjadi
27:20 sangat-sangat media darling gitu. >> Media darling. >> Sekali lagi ya, sekali lagi bukan berarti beliau jelek, bukan berarti beliau jahat. Beliau tuh sangat baik. Beliau tuh profesional sampai sejauh ini. Cuman balik lagi bisakah kita sebagai rakyat jelata, peluru kosong yang tidak bisa apa-apa justru menempatkan diri kita itu sebagai sesuatu yang punya apa-apa dengan memberikan dukungan langsung kepada Pak Purbaya. dan dengan dan dengan mengikuti keberaniannya, keterusterangannya, transparansinya, bukan hanya gara-gara wah dia harus dikagumi sebagai e sebagai satrio piningit yang harus kita ikutin. Bukan hanya sekedar itu. Kalau kita kagum, saya sering menyarankan, kagumilah karakteristik bukan pribadinya, bukan
28:07 manusia. Manusia itu milik Tuhan. Sama seperti kita tuh semuanya tuh milik Tuhan. Kita makan, minum, bab, pipis, kita punya aib, kita punya gosip dan sebagainya itu manusia. Tapi yang harus kita kagumi itu bukan pada bagian itunya. Pada gagasan, tindakan, eksekusi. Pada ketika Pak Purbaya itu misalkan berani menentang mafia, ketika Pak Purbaya itu berani juga jadi inspirasi >> menjadi inspirasi. >> Jadi, setiap orang baik kita copy paste ke dalam diri kita sendiri. Bukan sekedar kita kagumi, kita sakralkan, kita sembah-sembah. Lalu kalau misalkan dia melakukan kesalahan, kita bela-belain. Kemudian ketika dia melakukan kebaikan kita puja-puji dan sebagainya. Bukan sekedar itu, >> tapi diri kita pribadilah yang menjadi penerus orang yang kita cintai itu. >> Betul. Siap. Mantap.
28:54 >> Agar Indonesia Jadi gini nih, Pak. Saya saya pengin ngomong di akhir lah ini mungkin ya. >> Iya. Iya. I gimana bergumul Indonesia itu masalahnya tuh banyak banget >> dalam semua hal saya lihat dunia pendidikan >> kotor luar biasa. Saya pindah ke hukum sudah bukan kotor lagi, berlumpur, bau busuk. >> Sosial, >> sosial gila. Datang ke e lembaga keagamaan banyak juga korup, lihat keartisan enggak benar. Saya ngelihat ke mana-mana itu rusak. >> Iya. >> Nah, solusi dari kerusakan masif itu apa? Perbaikan masif di semua lini. Artinya setiap satu orang dari 283 juta rakyat Indonesia harus sama-sama menjadi solusi bagi bangsa Indonesia. Jadi semuanya harus. Nah, jangan sampai ketika masalah begitu rumit, Pak Purbaya
29:41 disuruh maju sendiri, Pak KDM disuruh maju sendiri. Enggak. Kalau Baraya kagum sama Pak Purbaya, kalau Baraya kagum sama KDM, kalau Baraya kagum pada Pak Jokowi zaman dulu misalkan, ayo kita gerakkan apa yang membuat kita bangga, apa yang membuat kita suka padanya, kita copy paste masukkan ke dalam diri kita. Jadikan diri kita sebagai solusi. Jadikan kitalah yang berkontribusi. >> Jadi kita bisa melawan korupsi kecil-kecilan. >> Heeh. >> Dari misalkan mulai menegur misal ya mulai menegur ada preman yang kebut-kebutan di jalan. >> Iya. >> Kita bisa mulai melawan korupsi dengan ketika kita mau bikin SIM ke Pak Polisi, kemudian Pak polisinya minta duit kita viralkan gitu. kita bisa menjadi bagian dari kecil-kecilan itu kita ada kita
30:27 punya kita punya anak siswa dari sekolah-sekolahnya itu kemudian ngambil pungutan yang aneh-aneh kita berani untuk melaporkan >> i >> itu kan kemudian jadi solusi dari bangsa yang colabs ini yang rusak yang yang kerusakannya kemaksiatannya itu masif ini adalah kolaborasi semua pihak untuk menjadi solusi. Bukan hanya satu dua orang. >> Mantap. >> Bukan hanya Pak Purbaya. >> Betul. Kalau terlalu istilahnya kalau kita main Mobile Legends teralu >> Mobile Legend >> iya kan menggendong ya >> masa Pak Mobile menggendong seluruh Indonesia gitu kan jangan jadi betul saya sepakat harusnya ini jadi inspirasi bahwa muncul purbaya pururbaya yang lain >> iya >> i karena >> di semua lini >> di semua lini ya kita harap bahwa tadi
31:12 ee beliau konsisten kemudian juga tadi orang-orang yang ini kan jadi tadi saya katakan kenapa saat ini saya membahas supaya jangan terjadi Jadi tadi orang sudah naik kemudian tumbang gitu kan. Karena tadi >> kan enggak mudah melawan mafia kan bisa backfire-nya bisa ke diri sendiri kan. Kita contoh misalnya kayak Bang Novel >> ya kan diserang sehingga matanya hampir >> mafia tuh galak. >> Oh tadi saya bilang disenggol aja >> kita nyenggol dikit kan >> galak mereka kan. Apalagi kita berantas mengganggu kemapan uang mudah yang mereka dapatkan mereka bisa kaya ya kan dan sebagainya. Nah, ee terima kasih ee guru kita enggak bisa lama tapi enggak apa-apa ini daging semua dan tapi kita harap bahwa >> ya tadi ee muncul purbahaya-Purbahaya
31:58 baru yang istilahnya terinspirasi dari beliau ya karena saya pikir sebenarnya di Indonesia tuh banyak orang berani >> banyak >> tapi untuk actionnya itu jarang. >> Oke. Baik. Ee terima kasih ee teman-teman semua telah mengikuti dari awal sampai akhir politik hukum politik. Sekali lagi jangan lupa like, comment, and subscribe. Terima kasih. >> Salam anti korupsi.