GUS BAHA - JADILAH BOROS SUPAYA REJEKI MELIMPAH

GUS BAHA - JADILAH BOROS SUPAYA REJEKI MELIMPAH

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang kemudahan berbuat baik dan bersosialisasi dalam Islam, berdasarkan kitab Sahih Muslim. Gus Baha menjelaskan bahwa jika seseorang tidak mampu berbuat baik secara aktif, maka minimal tidak menimbulkan keburukan bagi orang lain. Selain itu, pentingnya tawadhu dan ikhlas dalam beragama juga ditekankan, serta bagaimana kebaikan yang kita lakukan pun bisa memiliki dampak negatif bagi orang lain, sehingga penting untuk saling memaafkan.

  • Jika tidak bisa berbuat baik, jangan menimbulkan keburukan.
  • Pentingnya tawadhu dan ikhlas dalam beragama.
  • Kebaikan yang kita lakukan pun bisa berdampak negatif.

Kemudahan Berbuat Baik Menurut Hadis

Gus Baha memulai dengan menjelaskan bahwa Islam itu mudah dalam hal berbuat baik dan bersosialisasi. Beliau merujuk pada kitab Sahih Muslim, salah satu kitab hadis paling otoritatif dalam Islam. Ketika Nabi Muhammad SAW ditanya tentang amal apa yang terbaik, beliau menyebutkan iman kepada Allah. Kemudian, Nabi juga menekankan pentingnya membebaskan budak sebagai salah satu misi Islam. Jika seseorang tidak mampu melakukan kebaikan yang membutuhkan biaya seperti membangun masjid atau fasilitas umum, maka Nabi menyarankan untuk membantu orang yang ahli dalam pekerjaan kreatif atau membantu orang yang tidak memiliki pekerjaan.

Menjaga Diri dari Perbuatan Buruk

Jika seseorang tidak mampu melakukan kebaikan aktif, maka Nabi Muhammad SAW memberikan panduan untuk menjaga diri agar tidak menimbulkan keburukan bagi orang lain. Keburukan ini bisa berupa kejahatan kriminal, pidana, atau hal-hal yang mengganggu orang lain. Contohnya, seseorang yang sedang sumpek tidak boleh mengganggu temannya yang sedang bekerja atau beribadah. Dalam kondisi emosi atau penat, sebaiknya seseorang menyepi (uzlah) agar tidak menyakiti orang lain. Nabi juga mengingatkan agar hakim tidak membuat keputusan saat emosi karena akan berdampak buruk.

Pentingnya Menyampaikan Ajaran Nabi Melalui Kitab

Gus Baha menekankan pentingnya menyampaikan ajaran Nabi Muhammad SAW melalui kitab-kitab yang otoritatif. Jika seorang dai atau ustaz tidak menggunakan kitab, maka ia hanya menyampaikan pikiran dan idenya sendiri, yang mungkin tidak sesuai dengan ajaran Islam. Dengan membaca kitab, umat berhak mendapatkan teladan dan sabda dari Rasulullah SAW. Beliau juga mencontohkan bahwa jika seorang bupati bercerita tentang daerahnya, mungkin tidak relevan bagi orang lain. Namun, jika seorang kiai membaca hadis, maka umat akan mendapatkan panduan dari Rasulullah SAW.

Respek Terhadap Umat Islam dengan Ilmu

Gus Baha menjelaskan pentingnya membaca umat Islam dengan ilmu usul fikih. Contohnya, ketika melihat seseorang tidur, jangan hanya dilihat sebagai orang yang meninggalkan tahajud atau wiridan, tetapi juga sebagai orang yang meninggalkan maksiat dan kriminalitas. Dengan ilmu, kita bisa lebih menghargai orang yang tidur karena ia juga melakukan kebaikan dengan tidak melakukan keburukan. Beliau mengutip ayat Al-Quran yang menyebutkan bahwa tidur adalah salah satu tanda kebesaran Allah.

Status Kehambaan di Hadapan Allah

Gus Baha menekankan pentingnya memantapkan status kehambaan di hadapan Allah. Beliau memberikan analogi tentang perbedaan antara ilmu manusia dan kekuasaan Allah. Secara materi, besi mungkin lebih kuat dari kertas, tetapi Allah bisa saja menghancurkan besi dan mengabadikan kertas. Oleh karena itu, penting untuk selalu menyandarkan segala sesuatu kepada Allah sebagai penguasa alam semesta. Beliau juga menjelaskan bahwa agama tidak anti ilmu, tetapi harus diiringi dengan keyakinan bahwa segala sesuatu tergantung pada kehendak Allah.

Tawadhu dan Ikhlas dengan Ilmu

Gus Baha menjelaskan pentingnya tawadhu (rendah hati) dan ikhlas dalam beragama. Jika seseorang tidak bisa tawadhu secara rasa, maka tawadulah secara ilmu. Contohnya, seorang kiai mungkin merasa hebat di kampungnya, tetapi ia harus sadar bahwa agama sudah ada sebelum dirinya dan di daerah lain yang tidak mengenalnya. Dengan ilmu, seseorang akan lebih tawadhu karena menyadari bahwa dirinya tidaklah penting. Begitu juga dengan ikhlas, jika tidak bisa ikhlas secara rasa, maka ikhlaslah secara ilmu. Beliau mencontohkan bahwa mengakui Allah sebagai Tuhan adalah fakta, sama seperti mengatakan kertas ini putih. Oleh karena itu, tidak perlu mengharapkan imbalan ketika mengakui Allah sebagai Tuhan.

Kebaikan yang Dievaluasi dan Saling Minta Maaf

Gus Baha menjelaskan bahwa dalam setiap kebaikan yang kita lakukan, pasti ada potensi kesalahan. Oleh karena itu, penting untuk saling meminta maaf. Beliau mengutip kitab Hikam yang menyebutkan bahwa manusia yang baik saja ada salahnya, apalagi yang sedang bermasalah. Beliau mencontohkan bahwa suami istri yang terlalu harmonis mungkin melupakan ibunya. Oleh karena itu, penting untuk mengevaluasi diri dan meminta maaf atas kesalahan yang mungkin kita lakukan. Beliau juga menceritakan tentang dua nabi yang memiliki pendekatan berbeda dalam berdakwah, yaitu Nabi Yahya yang berkawan dengan orang saleh dan Nabi Isa yang berkawan dengan orang yang tidak jelas.

Ampunan dan Persaudaraan

Gus Baha mengakhiri dengan membacakan hadis tentang orang yang memiliki hutang dan tidak bisa membayarnya di akhirat. Allah akan mengambil kebaikan orang tersebut untuk diberikan kepada orang yang dihutangi. Jika kebaikannya tidak cukup, maka kejelekan orang yang dihutangi akan diberikan kepada orang yang berhutang. Namun, Allah tidak ingin ada orang mukmin yang masuk neraka karena saudaranya. Oleh karena itu, Allah menunjukkan surga yang mewah kepada orang yang dihutangi dan mengatakan bahwa ia bisa membeli surga tersebut dengan memaafkan temannya yang berhutang. Dengan demikian, kedua orang tersebut bisa masuk surga bersama-sama. Gus Baha menekankan pentingnya memaafkan dalam syawalan agar tidak menjadi penyebab teman kita masuk neraka. Beliau juga berharap ada wali yang berhutang kepadanya dan tidak bisa membayar agar dibela oleh Allah di akhirat.

Share

Summarize Anything ! Download Summ App

Download on the Apple Store
Get it on Google Play
© 2024 Summ