0:00 Karena itu identifikasi. Jadi di surga neraka itu definisinya Allah itu yauma tabyadu wujuh. Di hari ada wajah-wajah bersinar. Watas waddu wujuh. Ada wajah-wajah yang gelap. Itu yang menjadi alasan Allah mana yang perlu masuk surga, mana yang perlu masuk nopo neraka. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah sayyidina maulana Muhammad shbi wik wasallim asmain. Nggih niki yang pertama jenengan harus matur nuwun sama Dr. Bu Nyai Aina ee berkatnya beliau punya watak memaksakan akhire [tertawa]
0:45 terus kulo cerita sedikit wau tentang beliau cerita wudu. ee wudu itu begini. Nanti di akhirat itu malaikat itu ndak secanggih Allah. Malaikat itu ora pintar-pintar banget. Loh, tentu pintar Allah Subhanahu wa wa taala. Sehingga nanti itu kata Nabi, sabda Nabi itu kalau orang wudunya sempurna, basuh wajah sempurna, tangan, kepala sempurna, itu nanti sinarnya itu terang benderang. Sehingga identifikasi kalau ini asabil yamin kanan ya kanan kalau kiri ya kiri. Jadi yang gelap gulita itu kiri yang terang benderang itu kanan kanan. Kalau wudu jenengan enggak benar
1:32 itu jenisnya yang kelap-kelip itu lah. Ini bisa kegar garuk ke mana-mana. Karena mau diikan sinarnya enggak cukup, mau dikirikan nyatanya ada sinar. Ya itu terus kata Allah ini yang jenis ini menjadi ashabul arab karena pas digaruk sama malaikat identitasnya tidak nopo jelas. Maka kata Nabi, "Inna umati yutauna yaumalqiamati guron muhajjalin." Umatku nanti dipanggil Allah itu dalam keadaan wajahnya bersinar, tangan kakinya bersinar. Terus Nabi ngendikan min asaril wudu. Semua itu efek dari wudu. Kalau wudunya sempurna, sinarnya itu sempurna.
2:19 Ah, maka nak tadi Ning Aina cerita panjang lebar tentang wudu. Jadi begini ya, wudu itu meskipun sah dalam mazhab Syafi'i ya, dalam mazhab Syafi'i itu kalau ngusap kepala itu sedikit pun itu nopo sah. Tapi kalau dalam mazhab Hanafi itu minimal itu sakon-bonan seperempat car ini apa kalau orang Jawa? mbon-bonan. Tapi yang musalsal, tapi bukan syarat sah ya, ini ideal ya. Yang musalsal sampai Rasulullah itu tertama bagi cowok kayak Gusofa ini begini. Nabi memasukkan coba pegang pegang ini ini dipegangin miknya ya. Nabi memasukkan ini dua jempol ke sini terus ini ditemukan di sini. Terus begini begini
3:06 musalsal. N musalsal ya. Ini begini. Terus ini ditempukkan gini terus begini sebelah sehingga semua kepala kita ini kena asaril wudu, kena wudu. Karena di antara identifikasi orang baik ya itu ada istilah yauma tarol mukminina wal mukminati yasuruhum baina aidihim wimihim. Nanti di akhirat itu para malaikat itu melihat ini wajahnya bersinar apa dak. Sekali bersinar langsung dikategorikan partai kanan. Kalau yang tidak bersinar partai apa? Kiri berarti partai terlarang. Terus kemudian disekat. Faduriba bainahum bisurillahu bab. Disekat. Nah,
3:52 sekat ini nanti yang menjadi pagar, Iqbal ya. Menjadi apa? Pagar yang temangsang karena kelip-kelip itu disebut asabil A'raf. Asabil A'raf itu orang kalau dimasukkan surga kuotanya enggak cukup, dimasukkan neraka. pernah ke majelisnya Ning Aina kan enggak pantes kalau diumumkan gini kan enggak pas. Para ibu-ibu yang ikut ngaji ning Aina di Arrisalah silakan masuk neraka kan enggak pas ya. Makanya penting bikin paradoks itu penting supaya kita ndak sah masuk apa? Neraka. Neraka. Makanya ada pengarang Burdah itu terkenal sekali. Pernah dengar toh kitab apa? Burdah. itu yang ngarang namanya Muhammad bin Said Albusiri namanya itu Muhammad.
4:40 Benar-benar Muhammad namanya. Beliau dalam doanya itu lucu, "Ya Allah, nama saya ini Muhammad sehingga kalau nanti engkau manggil, "Wahai Muhammad, masuklah ke neraka." Itu paradok. Engkau adalah zat yang enggak pantas bersikap apa? Paradok. Wahai Muhammad masuklah ke itu paradoks apa pas paradok. Makanya terus disunatkan punya nama yang baik supaya nanti misalnya Nah, sehingga kalau nama kita kadung misalnya nama biasa atau nama Jawa enggak apa-apa tapi nanti punya nama baru ikut majelis apa? Taklim atau majelis arrisalah. Jadi wudu itu penting sekali
5:28 karena itu identifikasi. Jadi di surga neraka itu definisinya Allah itu yauma tabyadu wujuh. Di hari ada wajah-wajah bersinar. Wataswaddu wujuh. Ada wajah-wajah yang gelap. Itu yang menjadi alasan Allah mana yang perlu masuk surga, mana yang perlu masuk nopo neraka. Nah, tentang tauhid supaya sampean gak terjebak ateis atau komunis. Saya pernah ngaji sama orang-orang Pertamina di pondoknya Gus Zofur. Gus Zofur Maimun yang ngisi beliau sama saya. Ada orang tanya, "Gus, andaikan ada orang ateis atau komunis atau non, dia sosialnya bagus tapi enggak iman sama Allah. Dia suka bersedekah, berderma.
6:14 Masa ia menjadi ahli neraka? Kayaknya kok kasihan ya. Padahal kata kitab akidah, orang yang kafir tetap masuk neraka meskipun dia baik secara apa? Sosial. Terus saya punya analogi. Analogi itu kias. Misalnya saya punya rumah ini rumah saya ada kulkas isinya buah lengkap. Ada makanan rampatan ada semua. Terus ini Gus Iqbal atau Gus Sofa ini masuk terus ibu-ibu dibagi. Ah ini silakan makan, silakan makan. Kira-kira orang itu nganggap Gusofa itu baik nyuwun sewu loh. Apa maling? Dari segi ngasihnya baik tapi yang dikasihkan milik orang.
7:02 Tidak ngakui jasahnya yang punya. Ketika Anda baik tapi ateis, oh silakan minum. Tapi kamu enggak pernah berpikir kalau itu minum ciptaannya Allah Subhanahu wa taala taala. Oh silakan silakan tempat rumahku. Memangnya bunyi gawe baik kanannya Allah Subhanahu wa taala. Masuk toh. Artinnya betapa fatalnya orang yang tidak ngakui Allah subhanahu wa taala. Ketika orang enggak ngakui eksistensi Allah ternyata dia ngamal atau berderma dengan suatu yang tidak miliknya. Tapi merasa miliknya itu buruk apa baik? Buruk. Buruk lah. Itu kenapa orang-orang yang tidak ngakui eksistensi Allah, apapun baiknya tetap kena sanksi. Itu ibarat
7:49 Gus Sofa atau Gus Iqbal ini masuk rumah saya isi kulkas disodqahkan, isi uang disodqohkan. Dari segi sodqahnya baik tapi ditangkap tuh sama Bubolwan itu dianggap pidana. itu kira-kira diapresiasi apa ditangkap? Tangkap. Tangkap. Ditangkap apa diapresiasi? Ditangkap. Ibu-ibu kalau numpang suami sedekah sama tetangga enggak pamit suami diapresiasi apa dimarahi? Nah, itu pentingnya iman sama Allah Subhanahu kalau kita iman kan kita ngasih tetangga tidak sok berjasa. Karena kita yakin uang ini milik Allah Subhanahu wa taala. Makanya saya ini termasuk kiai baik. Itu kata orang
8:35 banyak, saya ini kan termasuk kiai pintar. Tapi kenapa saya tetap tawadu? Karena saya tahu ilmu saya itu milik Allah Subhanahu wa taala. Sehingga saya gak perlu nuntut jenengan hormat saya ngesot-ngesot enggak perlu. Ya sudah begini sudah bagus. Jadi dulu itu sahabat ditanya ini cerita ini cerita nyata ibu-ibu mulai dulu kan tukang demo [tertawa] ya enggak pernah benarlah mulai dulu meang sudah gitu tapi tetap masuk surga karena nanti malaikatnya bisa didemo kalau enggak masuk surga ibu-ibu ngaji sama Nabi itu ada yang jilbabnya miring ada yang enggak pas mungkin sebagian ada yang pokoknya ada yang enggak pas mungkin nyuwun sewu ada yang sebagian pokoknya enggak pas ya pas ngaji sama Rasulullah Ya, Nabi betul Nabi sayidul awalin wal
9:21 akhirin. Bareng Umar datang ke majelis semuanya ibtadar hijab. Semuanya menata apa? Hijabnya rapi gitu. Aku yakin ini adik gak ada ni. Mungkin enggak setegang ini. Misalnya sama saya saja mungkin ibu-ibu rileks. Ini ngaji sama orang baik jadi rileks. Ketika Umar datang itu langsung ibtad semuanya nata apa jilbabnya. Umar malah tersinggung. Dasar perempuan-perempuan jelek enggak punya akhlak sama Rasulullah. Sama Rasulullah pakai jilbab enggak benar tapi sama saya malah benar. Jawabnya ibu-ibu. Karena Rasulullah itu baik. [tertawa] Karena Rasulullah itu
10:06 baik. Wa anta afadu wa akhlat. Afadu itu Anda itu orang yang sadis. Bisanya nyalah kan biasanya marah. Kamu bisa tahu kan yang mirip Rasulullah itu siapa? Yang mirip [tertawa] yang mirip Umar itu siapa? Jadi intinya itu Rasulullah itu ya punya majelis untuk perempuan. Bahkan itu punya akibat dan Nabi tetap melanjutkan. Makanya punya akibat itu sering ibu-ibu mulai dulu yang engkek ya banyak, yang caper ya banyak. Sehingga Aisyah itu cemburu. Dasar Nisaul Ansar. Caber kali Kanjeng Nabi. Iya capur Kanjeng Nabi. Untung Nabi sudah enggak ada. Kalau masih kasihan tuh kiai-kiai enggak payu jadi kiai.
10:53 Ya Nabi kan ganteng, sopan ya. Sehingga terus Aisyah cemburu, Sayidah Aisyah cemburu, terus Nabi malah muji sebaik-baiknya perempuan atau perempuan ansar tidak malu tanya urusan apa agama. Tapi Aisyah tetap melihat itu sensitif lah, cembur. Karena kadang tanyanya perempuan Ansar itu sampai urusan privat, urusan khas perempuan tentang nyelesaikan haid itu gimana, mandi dari haid gimana. Saat itu kan belum ada syariat, belum ada pondok, belum ada majelis taklim. Jadi memang yang nerangkan harus Nabi sendiri. Jadi semuanya itu ada resiko. Kalau perempuan enggak diajarin nanti enggak tahu cara bebersih, cara sesuci. Kalau diajarin istrinya cemburu. Jadi jadi kiai itu repot
11:38 ya. Terus makanya terus banyak yang kayak saya terus nganggap lucu saja. Kalau enggak dianggap serius tu repot ya. Jadi Umar ya tak teruskan lagi. Sampean tahu kan sekarang siapa yang Umar? [tertawa] Umar marah. Ya aduati anfusina. Wahai perempuan yang nakal-nakal. Harusnya Rasulullah ahaqu ayabhabna. Rasulullah itu lebih berhak kamu takut, kamu wibawa, kamu hormati. Kenapa sama saya terus? Ya karena Rasulullah itu lebih baik. Anda ini kasar. Semenjak itu. Nah, makanya terus orang hubungan dengan Allah juga sama. Kamu punya utang orang R juta atau R juta enggak bisa nyaur itu gak berani
12:23 ketemu. Tapi kamu sering melanggar perintahnya Allah itu kita istigfar ya nyaman dengan segala kesalahan kita mengadu ke Allah ya nopo nyaman. Sehingga Allah ini nyata sebagai rahman rahim itu nyata. Coba ya, Anda pakai motor teman kamu, kamu gadekan itu enggak berani ketemu. Tapi kita pakai sarannya Allah mulai oksigen, langit, bumi, semuanya kita pakai. Padahal kita sering salah, mungkin salat kita gak benar. Tapi istigfar tetap nyaman. Nyebut asma Allah ya tetap nyaman. Nyaman saking baiknya Allah Subhanahu wa taala. Sehingga tetap bikin nyaman orang-orang yang meskipun sedang tidak dekat. Makanya ada sebuah hadis qudsi ngendikan,
13:08 "Wahai Daud, Daud ini nabinya Allah. Saya dengan orang yang lari dari saya itu asfa sangat-sangat sayang." Nah, di Indonesia kebetulan tareqah itu bersanad sama hadis-hadis seperti ini. Sehingga enggak ada kita adat kiai ngecap orang yang enak. Ngecap itu mensetasi. Mungkin sebagian kita orang Indonesia masih banyak yang judi online. Mungkin banyak yang kecanduan narkoba. Sebagian kita mungkin masih korupsi. Sebagian kita masih enggak benar. Tapi karena agama ini bukan mengadili atau terus membasmi, tapi agama ini membenahi. Kalau ada jalan rusak itu dibenahin apa terus enggak dijadikan jalan? Tetap jalan tapi di benahin. Kalau rumah ada
13:54 tikus itu rumahnya dibakar apa tikusnya yang disuruh miring? E gara-gara sanad-sanad seperti itu sehingga alhamdulillah masih on aina kerengnya kayak gini itu peduli [tertawa] takut umatnya Nabi itu wudunya salah salatnya salah zakatnya salah tidak kok malah ngadili dasar bego, dasar goblok enggak dibina. Sehingga jenengan harus bersyukur dengan metode seperti ini. Meskipun yang ngeri-ngeri sedap. [tertawa] Saya, Mbak. Saya enggak bayangkan andaikan saya ini kan sudah kiai top itu kalau ke sini itu ya ya gimana gitu
14:39 loh. Tanyain anak ya tadi nyogoi kopi saya itu belum loh saya datang belum sampai 10 belum sampai 5 menit belum ada kopi loh. Engok ngaji Gus yo nggih. [tertawa] Orang nggih itu bisa saking baiknya atau saking takutnya? [tertawa] kayaknya yang kedua. Nah, jadi [tertawa] oh kanderuskan gimana? Gimana kalau enggak ditodong ngajian ditodong? Pakai mik ngamuknya pakai mik biar dengar. [tertawa] Saya itu dekat sekali sama Mbah Maruf, suaminya Ning Aina itu beda. Betul ya
15:25 Marruf itu anteng ngaji. [tertawa] Kalau sama saya itu diskusi apa? Ikya loh. Tanya ini anak-anaknya. Diskusi kitab Ikhya itu kalau sama sama Nina diajari tukaran, Gus. Harus ada RMI perempuan. Tadi saya ketemu ketua RMI pokoknya gugat terus dan saya senang. Memang perempuan itu baiknya gugat. [tertawa] Ini ada cerita. Ini cerita sanad muttasil. Saya berkali-kali cerita belum ada hukum Allah dirubah kecuali karena pemberontakan kaum nopo? Perempuan. Jadi di juz 28 itu ada surat namanya surat mujadilah. Ada yang baca surah mujadalah. Jadi ada perempuan cantik namanya itu haulah. Orang Arab itu kan hiper karena
16:10 makannya daging tidak ote-oot. Jadi hiper. Kalau kiai Jawa itu kan makannya ot-ot, tempe terus [tertawa] utang jatuh tempo. Jadi, jadi sudah error loh. Sudah masalah syahwatnya itu sudah eror. Sudah tempe, terong utangnya jatuh apa? Tempo. Kalau orang Arab itu kan makannya daging, orangnya punya uang. Ya, mungkin karena lama enggak hubungan suami istri, istrinya itu cantik, ngerti istrinya itu suci, sudah khaib, suci. Pas masih salat itu diajak diajak hubungan suami istri kan enggak mau. Setelah wiridan ya enggak mau. Terus dia marah dihar belum dicerai. Dihar itu ada satu bahasa yang setingkat talak ya semanya gitu. Ada
16:56 satu bahasa setingkat talak. Terus dia apa itu merasa gimana kok sampai gini kayak sudah dia agak kecewa dengan perilakunya sendiri. Matur Rasulullah, "Ya Rasulullah, saya ini tadi begini-begini." Nabi menjawab, "Oh, yang kamu katakan itu bimanzilati talak. Yang kamu katakan itu semakna dengan talak. Berarti istri kamu gak halal bagi kamu." Ya, lelaki yang mantuk-manduk meskipun dia itu ya eman, istrinya cantik kok hilang. Waduh, gara-gara kata itu terus kehilangan apa? istri dia kayak gimana gitu. Kehilangan istri cantik tu kan berat. Kehilangan istri jelek aja berat apalagi [tertawa] kadang ada yang jelek ngezekeni gitu.
17:42 [berdehem] Sampan Gus punya suami ganteng jugai. Medeni [tertawa] ganteng punya uang ning nak kere gak berti medeni. Karena kalau ganteng kere iku terus error ya enggak menarik ya. Wis ngoahng ngowo kayak orang walasil terus ya sudah hukumnya itu cerai. Si suami ini langsung nurut sama Nabi kelangan istri pulang kata istrinya gimana? Kata Nabi dihukumi cerai. Woh dilabrak Nabi. Ini perempuan ini [tertawa] dilabrak. Ya Rasulullah ini hukum apa? Enggak benar hukum yang kamu katakan tuh enggak benar. Ini hukum apa? Apa-apaan?
18:29 Kalau saya dicerai ketika masih cantik, enggak apa-apa. Lelaki itu sudah menghabiskan muda saya, cantik saya. Ketika cantik saya, muda saya hilang terus kamu hukumi cerai. Kalau dulu enggak apa-apa. Sekarang saya ini sudah tua. Saya ini punya anak banyak. Kalau dirawat dia mesti terlantar katut babon lain katanya. Kalau dirawat saya, saya perempuan enggak bisa cari apa? Nafkah. Kalau bikin hukum yang benar. Nabi bilang sementara hukumnya hanya gitu. Memang hanya gitu. Sementara loh itu perempuan tadi saking kacunnya bilang gini enak sama Rasulullah ya nanti engkau saya laporkan Tuhan bahwa Anda ini tidak serius kowe jadi nabi hukumnya harus dievaluasi. Nak gak perempuan enggak bisa. Dia pulang tapi perempuan ini religius.
19:18 Dia sujud berdoa, "Ya Allah, kasih tahu nabi engkau bahwa kalau bikin hukum jangan begitu." Loh, itu malaikat datang ke Rasulullah, "Mat, turut ae repot wong wedok [tertawa] turut." Saya itu berkali-kali loh ketebu ireng ditodong, "Gus siapa suruh ngaji?" Saya biasa bilang gak ya. Tapi kalau ras terkuat di dunia yang ngomong [tertawa] itu bisa masalah besar. Jadi itu Rasulullah Rasulullah nabi dikomplain. Makanya cerita itu sebagian tuh enggak benar. Katanya ada kiai cerita nanti dibidadari di surga tuh cantik-cantik. Sudah cantik enggak bawel. Sudah cantik
20:05 enggak bawel. Terus enggak minta uang belanja uang salonnya baik. Terus ada santri bilang, "Pak Kiai, Bu Nyai di belakang baru datang, tapi paling cantik yang dari dunia. [tertawa] Kok bisa hanya ada tambahan ituak [tertawa] saking takutnya." Akhirnya hukum dihar itu ndak sama dengan thab. Makanya ada surat ini sofa tahu iqbal qod samiallah qati tujadiluka Allah itu mendengar perempuan yang bantah kamu tujadiluka itu bantah komplain kayak apa perempuan hukumnya Allah aja dilawan
20:52 kondang l pok prestasinya itu hebat sinten gus ya tadi khaulah tadi [tertawa] dan penerusnya maksudnya Khaulah dan apa dan penerusnya. Tapi itu menjadi berkah. Andaikan tadi perempuan tadi gak komplain, mungkin gak ada hukum seperti itu. Jadi makanya komplain itu penting kalau sudah muqadar. Jan pernah dengar kan salat itu pertama 50 apa 5? 50. 50. Itu berkahnya Nabi Musa yang tukang komplain. Kalau gak ada komplain bisa 50. Jadi berkah komplainnya Nabi Musa itu kayak Neng Aina ndak model gini mungkin saya ndak ngaji sama-sama misalnya loh beliau berakhlak karimah kayak orang Jogja. Ngapunten Gus nak
21:39 menawi kerso ngaos nak mboten nggih mboten dadi penggalih nerek ma. [tertawa] Wah aku mesti milih enggak yakin milih kan kira-kira loh andikan enak kayak orang Jogja sesopan itu saya ngaji apa ddak? Oh nak pasti nak. Itu butuh teror. Itu butuh teror. [tertawa] Saya itu berkali-kali di Sidogiri di pondok-pondok itu kan masih keluarga itu mesti ya monggo KS nak ngaji aku mi sesok ya. Sesok enggak apa-apa engkok. Tapi kali ini ndak 5 menit. [tertawa] Jadi jadi ya tadi saya baru asik cerita-cerita sama Mbak Anwar beliau ndelok jam. Wis wayah ngaji, W.
22:27 [tertawa] Jadi sowan Mbak Anwar ya dijami. Mbak Anwar loh abahnya sendiri di tengah-tengah asing cerita yo hebat-hebat. Masyaallah. [tertawa] Semoga nanti Munkar Nakir juga takut tanya terus repot mus aina. Wis kono ning kono ning sekarep. [tertawa] Jadi Allah itu memang zat yang luar biasa. Sesuatu itu kalau didesain sesuai awalnya itu mesti bagus. Meskipun kita kadang gak cocok. Misalnya perempuan itu komplain itu ya memang Allah desain gitu. Mungkin baiknya komplain. Saya itu
23:12 sering dilapori santri-santri yang awal nikah. Gus, istri saya itu sering minta uang saya padahal saya ini orang miskin. Gimana gitu? Tak jawab, ya sudah minta lelaki lain. Wah, jangan [tertawa] langsung berarti itu ya memang sunahnya perempuan mau minta wong siapa kalau enggak sama benar. Ada yang cerita lagi, "Gus, istri saya sering marah sama saya gini gini gini. Ya sudah biar marah sama tetangga kata. Jangan Gus nanti malah gimana artinya apa?" Ya sudah desainnya perempuan itu minta sama suaminya marah itu desain yang apa? Bagus. Maka para lelaki harus nikmati itu. Harus mulai nikmati itu. Nikmati radio bobrok ini tidak harus [tertawa] karena kalau enggak didik mati ya bisa stroke to
24:02 ya. Karena nabi itu orang paling pintar di dunia itu kan Nabi Muhammad. Itu enggak enggak ada rumusnya ngadepi perempuan. Nabi pernah ngendikan ini terakhir nanti ada tanya jawab tak turuti semua. Ada nabi itu ditanya, "Gimana Nabi menghadapi perempuan?" Perempuan itu di khuliqat minilain awas dari iga yang apa? Bengkok. Kalau kamu paksakan lurus maka patah. Kalau kamu biarkan tetap apa? Bengkok. Nabi saja gak punya rumus apalagi kita. Sahabat terus piye? Ya gak piye-piye sudah gitu itu sudah diluruskan apa patah. patah dibiarkan
24:50 ya sudah begini [tertawa] kayaknya orang paling cerdas di dunia gak punya rumus kalau tentang apa perempuan berarti hebat nggih perempuan hebatheat [tertawa] ya saya itu berharap begini itu nanti kalau sudah ketemu Allah nanti di akhirat itu wis cobamu wis kenal ning aina wis cobo ustaz [tertawa] Insyaallah berkah dio ini min ahlil apa? J