Ringkasan Singkat
Video ini membahas tentang identitas nasional Indonesia, meliputi unsur-unsur pembentuknya, ciri-ciri yang melekat, tantangan yang dihadapi, dan tugas bagi mahasiswa untuk mempertahankan identitas tersebut. Identitas nasional adalah manifestasi nilai-nilai budaya yang membedakan bangsa Indonesia dari bangsa lain, dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasinya.
- Unsur pembentuk identitas nasional: suku bangsa, agama, bahasa, dan kebudayaan.
- Ciri-ciri identitas nasional: bahasa Indonesia, bendera Merah Putih, lagu Indonesia Raya, Garuda Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila, UUD 1945, NKRI, Wawasan Nusantara, dan kebudayaan daerah.
- Tantangan: lunturnya nilai gotong royong, kepatuhan hukum, nasionalisme, dan patriotisme.
Pendahuluan
Candra Cuga menyampaikan materi tentang identitas nasional sebagai bagian dari mata kuliah pendidikan kewarganegaraan. Ia menekankan pentingnya mengenal identitas diri, keluarga, dan bangsa agar setiap individu dapat memahami posisinya dalam konteks bernegara. Identitas nasional adalah upaya untuk mengenal siapa diri kita dan bangsa kita.
Unsur Pembentukan Identitas Nasional
Identitas nasional Indonesia dibentuk oleh beberapa unsur, yaitu suku bangsa, agama, bahasa, dan kebudayaan. Secara historis, identitas nasional muncul saat adanya kesadaran sebagai bangsa yang dijajah pada tahun 1908, yang dikenal sebagai masa kebangkitan nasional dengan organisasi Budi Utomo. Pembentukan identitas nasional juga dilakukan melalui pengembangan kebudayaan melalui kongres kebudayaan dan bahasa Indonesia. Secara sosiologis, identitas nasional terbentuk melalui interaksi, komunikasi, dan persinggungan budaya. Secara politis, identitas nasional tercermin dalam bendera Merah Putih, bahasa Indonesia, Pancasila, dan lagu Indonesia Raya.
Ciri-Ciri Identitas Nasional
Ciri-ciri identitas nasional Indonesia meliputi bahasa nasional, bendera negara (Sang Merah Putih), lagu kebangsaan (Indonesia Raya), lambang negara (Garuda Pancasila), semboyan negara (Bhinneka Tunggal Ika), dasar falsafah negara (Pancasila), konstitusi (UUD 1945), bentuk negara (NKRI), konsepsi Wawasan Nusantara, dan kebudayaan daerah. Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu, bendera Merah Putih yang pertama kali dikibarkan pada tahun 1928, dan lagu Indonesia Raya yang diciptakan oleh WR Supratman adalah bagian penting dari identitas nasional.
Garuda Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika
Garuda Pancasila adalah lambang negara yang sarat dengan makna filosofis. Sultan Hamid II adalah orang yang pertama kali menggambar burung Garuda, kemudian disesuaikan oleh Mohammad Hatta dan Soekarno. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika mencerminkan keberagaman Indonesia sebagai negara multikultur dan pluralis. Semboyan ini mengajarkan persatuan dalam perbedaan, di mana mayoritas tidak boleh menindas minoritas, dan sebaliknya.
Pancasila Sebagai Dasar Falsafah Negara
Pancasila adalah way of life dan pandangan dunia bangsa Indonesia. Setiap sila dalam Pancasila mengandung nilai-nilai universal yang dapat diterapkan di seluruh dunia. Sila-sila tersebut tersusun sistematis, dimulai dari Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, hingga keadilan. Pancasila menjadi dasar yang mempersatukan bangsa dan mewujudkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Undang-Undang Dasar 1945
UUD 1945 adalah konstitusi negara yang memuat banyak identitas bangsa. Indonesia adalah negara hukum yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat. UUD 1945 telah mengalami empat kali amandemen, menunjukkan sifatnya yang dinamis dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Pembukaan UUD 1945 mengakui hak kemerdekaan sebagai hak segala bangsa dan mencerminkan cita-cita negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Alinea ketiga menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah berkat rahmat Allah. Alinea keempat memuat tujuan negara, bentuk negara (republik), dan dasar negara (Pancasila).
Bentuk Negara dan Wawasan Nusantara
Indonesia memilih bentuk negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) untuk menghindari potensi munculnya raja-raja kecil yang dapat memecah belah bangsa. Konsepsi Wawasan Nusantara penting untuk dipahami sebagai cara pandang terhadap bangsa Indonesia. Kebudayaan daerah merupakan bagian dari identitas nasional yang kaya akan kearifan lokal.
Tantangan Terhadap Identitas Nasional
Tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia meliputi lunturnya nilai gotong royong, kepatuhan hukum, dan kesantunan. Nilai-nilai Pancasila belum sepenuhnya menjadi acuan sikap dan perilaku. Rasa nasionalisme dan patriotisme juga semakin menurun, tergerus oleh budaya asing. Anak bangsa cenderung lebih bangga menggunakan produk budaya asing daripada budaya sendiri, sehingga kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Tugas Mahasiswa
Mahasiswa sebagai pilar utama bangsa memiliki tugas untuk menjaga identitas nasional. Mereka harus mengenal identitas bangsanya dan mempertahankan nilai-nilai luhur. Contohnya, mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing. Candra Cuga memberikan tugas kepada mahasiswa untuk mencari strategi mempertahankan kebudayaan Indonesia agar tidak tergerus dan diklaim oleh negara lain. Tugas lainnya adalah mencari tahu apakah setiap orang Indonesia dapat mengajukan kebudayaan daerahnya sebagai kebudayaan nasional, serta apa saja tantangan yang dihadapi agar kearifan lokal tidak luntur.
Penutup
Setelah menyelesaikan tugas, mahasiswa diharapkan memahami hakikat sebagai bangsa, pentingnya identitas nasional, nasionalisme, dan patriotisme. Candra Cuga mengucapkan terima kasih atas perhatian dan partisipasi dalam pembelajaran ini.

