0:00 So, most of you guys come here because of this. Digital product is dead. Nih orang dari kemarin di story apa kan digital product is dead. Digital product is dead. Setiap kali kalau misalnya gua bikin story kayak gini pasti ada yang nanya gitu. Beneran, Bang? Bang, emang iya Bang gitu ya? Iya gitu mau gimana gitu kan. Makanya kita akan bahas secara tuntas. What's next-nya juga kita akan bahas. Karena percuma, oke, I give you it's dead. Tapi enggak ada solusi next-nya tuh kayak lu ngapain bayar segini gitu kan ke sini gitu kan. Surabaya doang. Iya. dari Surabaya buat ini doang lu keterlaluan siram kalau misalnya enggak ini kan kacau l so we're gna talk about a topic that is extremely hot right now kenapa karena gua bikin-bikin hot sendiri ya kan di eg story gua ya mungkin di hot ya di kalangan gua doang gitu kan tapi that's just what I need my own community
0:46 I don't my goal is not Rama di Indo nah nah I just want me to be able to be extremely impactful in my community but what if Just by being impactful in my own community, it can make me more millions than others yang bisa ngejual digital produk ribuan. Get what I mean? So that's one of the purpose of the session today and I'm going to prove it to you. My first question, anyone sold digital products before? Raise your hand. Really high. Really high everybody. Congrats, guys. Digital product is dead. Digital product is dead. But let's talk about it. How is it lately? Ada yang mau cerita enggak? E siapin mic ya kita ee kita share dulu mungkin tahun lalu, 2 tahun lalu
1:34 kondisinya gimana, sekarang kondisinya gimana? Yang mau share enggak? Karena kalau misalnya gua boleh ngomong jujur, productivity boy sih digital produknya kayak flow zone blueprinting gitu. Kita sih udah mulai stop jualan dari tahun lalu karena kita udah ngelihat tren ini udah dari 1 tahun sebelumnya. Kalian perhatiin aja 2 tahun lalu gua bikin program 7 hari. Oh enggak. Bahkan 3 tahun lalu gua bikin program 7 hari auto Jago Time Management 14 hari. Ingat enggak yang kita bikin yang Ricky ikut? 14 hari yang e value creator OS Challenge itu tuh sekarang 1 tahun kemudian pada bikin kayak gitu gitu kan programnya gua bikin high ticket coaching tahun depan pada bikin high ticket coaching lihat aja. Nah, we saw trends coming from years back but I want to know about you guys. Kan kalian semua players di sini gimana kondisi digital produk
2:22 kalian sekarang? Mungkin kalau misalnya gua boleh tunjuk tangan tadi kan Umar sama Iqbal udah kita ke ini panggilnya apa nih? Se oh Sefri sebenarnya kita kan terhitung pemain baru lah starter lah. New starter lah. Udah berapa lama AI Creator Labs? A Corter Labs itu belum genap 1 tahun Bro. H iya baru segitu. Eh, ini kita mungkin datanya bisa bias, tapi I still don't know. Di awal kita main itu memang angkanya sangat amat luar biasa. Sangat amat luar biasa. Compare to three digits lah. Three digit ya. Triple digit. Eh, sekarang masih di triple digit gua e to beanes. Cuma kalau dari angka ya emang turun sekitar 40-an% ya. 50
3:08 50-an itu 3 bulan terakhir itu yang gua bilang juga di story beberapa waktu lalu. Enggak cuman el, tapi teman-teman gue yang lain juga big players lah in the nich masing-masing tuh turun 30 sampai 40%. Sip. Lanjut. Exactly. Mungkin lu ada tambang kalau dari gua itu sih sama gua mau tanya kan you still e hearing e good months triple digit. Berapa banyak sekarang dari kan pasti lu udah diversifikasi nih enggak cuman digital product doang speaking engagement endorsement eh kalau boleh di-share kalau don't mind itu digital product mungkin dulu bisa jadi nomor satu sekarang nomor berapa atau kalau di comparison sama bisnis modelinen gimana revenue model lain-nya eh revenue kita paling tinggi karena kita doing service juga eh ada dua jenis coaching sama IT jadi yang kita sekarang
3:54 more focusing number one itu di IT service AI software development Em sama satu lagi coaching digital product kita as kita selalu jadi number player ketiga kita sih dari awal memang udah itu tujuannya. Thank you. Thank you for sharing Sepri. Iya mungkin mau tambik kali ya. Boleh. Eh paling bermain dengan Sefri. Eh, sekarang sih yang sangat berasa tuh paling lebih ke gaining trustnya lebih susah aja sih. Karena mungkin pemainnya makin banyak and then em pemain yang kurang baiknya juga makin banyak dan itu nyebabin teman-teman market yang belinya itu jadi mungkin terasnya turun ya karena mereka udah terlanjur, "Wah, gua kemarin belinya di sini sini sini sini nih eh yang kelas lu bakal kayak gitu juga enggak gitu." Dan akhirnya kita bakal perlu nawarin lebih banyak after sales gitu. Misalnya kayak
4:40 kita enggak nawarin yang kayak mungkin dulu mungkin 7 hari 14 hari sudah cukup kan sekarang mungkin kayak seminggu perlu tiga kali atau fulfilment lu naik lagi. Full filmentnya naik lagi terus lu harus ngedukasi market lagi. Yes. Jadi we trade more time eh dan I think not healthy lah gitu. Paling mungkin lebih ke arah sana ya kayak konsern kita. digital products is that why yang tadi Ricky sama Se bilang dan I know kebanyakan dari kalian juga akan ngerelate dengan ini. First people don't adapt. What do I mean by this? Strategi yang kita pakai di 2022 kalau misalnya kita terapin di 2025 yang sama persis yang gak bakal works. As much as I hate to say this but algorithm itself is different. Nah, people are different juga. Market sudah
5:26 makin pintar. Sekarang kita ngejual dengan cara yang sama, dia tahu gitu loh. Trust is at all time low yang kayak tadi Ricky bilang, orang beli produk di luar enggak puas dia compare-kompare sama produk kita. First mover advantage balik lagi kalau misalnya kita keekpos pertama kali sama orang ini kita enggak suka, kita akan melabeli semua orang tuh kayak gitu gitu loh. Misalnya kita pacaran pertama kali, wah ini pacar e wah cewek gua nih rese nih. Kita bakal melabel semua cewek jadi kemungkinan besar jadi rese gitu. Economy is worsening. Economy is worsening. Wah, geopolitical situation lah, segala macam lah kalau misalnya kita ngomongin specifically di Indo ya. Tapi I don't believe that this is going to be the main reason. This is not the main reason. If you if your sales decrease and you and you tell because this is the reason, it's just
6:12 kita suck. You just suck, man. Enggak, bukan karena ini. Kenapa? Karena kalau misalnya economisen kenapa iPhone 17 Pro Max laku? Enggak make sense lah. Laku habis main sold out gitu loh. Dan enggak mungkin quantitynya sedikit dong dan masih banyak yang mau PO lagi gitu loh. Ini yang paling terakhir yang kemungkinan besar menjadi kerasaan banyak orang di sini. Rise a faceless brands destroys credibility. Kita akan ngebahas secara detailnya nanti di upcoming slides. Balik lagi ya. Please remember kalau misalnya kita masih menerapkan hal yang kita lakukan di 2022, di 2025 dan kita mengexpect hal berbeda untuk terjadi itu kita yang harus introspeksi diri gitu loh. Udah enggak mungkin bisa kayak gitu lagi ya. Contoh kasusnya dulu begini nih 2022 ya.
6:59 Jualan satu produk kan harganya rata-rata segini. Ingat enggak lu? 98, 198, 298 ya. Kita bikin produk kita jual jebret laku 1000 dapat hampir R00 juta multiple three digits ya. Lumayan ya. Ini belum sama upsell, baru sama satu produk doang ya, belum sama one time over, belum sama eh cross selling, upselling ya kan. Bisa mungkin 2x, 3x gitu loh 500 juta itu quite achievable. Itu kita mengachieve itu dengan cara barusan yang gua bilang kan di sesi sebelumnya kita ada how I hit 500 million eh per month. Caranya begini, ada satu coreover di depan, di belakangnya kita tembak sama cross cell, ada upsell juga gitu loh. Caranya begitu seperti yang apa yang gua ajarin dulu gitu loh di valator accelerator ya. Nah, the question is is this still possible?
7:44 Is this still possible? Possible? Yes. Sustainable. Nah, simply begitu. So, my point is that if you want to make digital products in 2025, sustainable enggak? Belum tentu harus ngerti cara mainnya. Cara mainnya akan kita bahas. Tapi posibel enggak buat dapat duit cepat? Posibel. Tapi apakah akan bisa ngesasin lama? Belum tentu banget gitu loh kalau kita enggak ngerti cara mainnya. Kenapa? Kita harus paham jualan 1000 produk kayak tadi itu udah susah banget, Men. Zaman sekarang Add semakin mahal, customer acquisition cost naik. Kadang-kadang kalau algoritma algoritma lagi rese lagi rese. Kan kadang-kadang kita mikir gini ya, kalau share save banyak, views banyak ya enggak? Komen banyak, views banyak. Sekarang kagak
8:30 share kita udah paling tinggi tahu-tahu enggak tetap enggak naik. Apaan tuh? Kayak gitu kan udah susah zaman sekarang. Kita harus pahamin dari segi matric. I'm talking about data di sini kita semua based on industry standard dan kita ngomongin based on fakta di lapangan ya teman-teman pasti semua tahu ini. Enggak mungkin enggak ada yang tahu. Udah pintar semua. Aida awareness, interest, desire, action. Kalau kita masukin ke matric jadinya begini. Reach landing page clicks button click. Ya, di dalam landing page kita kan ada button ya kan. Button klik sama purchase ya. Ini kita matriknya segini nih. Kalau misalnya kita mau dapetin tadi 1000 sales kita harus dapat segini. Kurang lebih aja kita dapatnya 900-an sales. Belum 1000 nih. Belum nyampai 1000. Kita harus dapat bason industry
9:15 standard sekitar 5 juta views. 5 juta views. Dari 5 juta turun 2,5% LP click ya. CTR kan segitu 2,5% biasaannya. Kalau yang ngerti ads pasti udah ngerti banget. CTR 2,5% 125.000 cliks. Nah, dari 125.000 Ibu klik landing page yang di dalam itu mereka ng-scroll sampai bawah, mereka klik sampai button itu 15%-an biasa kalau misalnya bagus LP conversionnya. Nah, itu sekitar 18.000-an kita turunin lagi ke purchase 5%-an. Ini udah paling gila kan cuman sekitar segini. But the thing is 5 juta views, 5 million views, it needs to be qualified views. This is the hardest part. Kita bikin konten tiga tips supaya kita bisa dapat R juta dari EA yang datang orang-orang bocil-bocil yang kagak punya duit. Mau
10:01 gimana dapat duitnya? R.000 aja mereka bilang kemahalan. Benar enggak? Yang paling susah tuh ini. The thing is we always focus on cup of funnel. Kita jarang lihat middle sama bottom funnelnya ya. Ada yang namanya customer acquisition cost. Kita semua udah tahulah CAC lifetime value ya. Basically, customer acquisition cost itu adalah seberapa banyak uang yang harus kita keluarkan untuk mengakuisisi atau mendapatkan satu customer. Lifetime value itu satu customer nge-espend berapa banyak di kita? Program kita misalnya R8.000. Tapi kalau misalnya sampai upsell kita itu sampai R juta, kalau misalnya orang cuman beli satu course kita bilang R8.000 berarti lifetime value Rp18.000. Tapi kalau misalnya dia beli sampai R juta ya berarti live tempelnya R juta. Do not think about monthly recurring
10:46 revenue. Think about life thumbel. Itu yang paling susah. Karena kalau misalnya kita udah ngomongin info product-nya tuh udah parah banget. Ini kita agak sedikit teknis ya. Sedikit teknis ya. Please bear with me. Karena ini very important. Karena kalau misalnya kita gak ngerti ini kita bakal kemakan sama customer acquisition cost yang naik sama life value yang turun. Dampaknya gimana? Mampus kita. Kenapa? Satu produk kita jual ke orang banyak. Orang yang sama yang beli satu produk kita itu enggak bakal bisa beli produk yang sama lagi. Kebayang enggak produk lu namanya AI apa ya yang course yang paling murah? Yang paling fast track. Fast track. Fast track ya. Umar course lu yang paling laku apa namanya? Complete productivity. Complete productivity. Nah poin gua begini. Orang beli satu orang misalnya Iqbal Dioni beli complete productivity
11:32 lu gak bakal beli course yang sama lagi. Kem gak sih? Pasti akan beli course yang ber-beda. Kenapa? Karena ini bukan baju man. We're not selling t-shirts. Gua beli baju ini, gua beli 7uh biji, make sense gak? Karena gua bisa pakai tuuh hari yang berbeda gitu loh. Tapi gua beliing sama 7 kali itu gue gila men, gua buang duit itu gua donasi namanya, Bro. Gak bisa kayak gitu. Kenapa? Karena marketnya saturated. Saturated kenapa? Karena produk kita sendiri. Kebayang enggak? The market is saturated because of our own product and there is so up to be honest gitu loh. Makanya kita harus ngerti ini. Kalau misalnya kita cuma jualan low ticket doang tadi ya 198.000 enak ya se wah triple digit multiple triple digit all time high nih. Nah kadang-kadang kalau udah all time high kita ketar-ketir next manya turun turun
12:19 turun turun drop. Nah, itu yang makanya gua lakuin setiap tahun tuh gua shifting sedikit karena penyesuaian ke sini. Karena setiap kali kita udah nge-break to bisnis modelnya udah works. Oh, ternyata ini flasibo gitu loh. Ini tuh sebenarnya tuh cuman ilusi, man. Ini enggak bukannya bukannya all time. Hah, ini nih emang bakal turun lagi gitu loh. Enggak bakal bisa naik-naik. Pertanyaannya gimana cari yang ini naik naik naik terus? Ya kan? Enggak apa-apa kita naik turun naik turun tapi yang penting naik lagi naik turun naik lagi naik turun naik lagi. Jangan sampai naik turun mampus. Productivity boy hampir kayak begini dua kali. Sekarang sih luckily udah 2 tahun kita aman gitu. Nah, digital product is de ada tapinya. What I mean by this is ada komanya. Sebenarnya ini zaman-zaman gua
13:04 zaman-zaman dulu gua suka banget ng ngetroll orang begini Mar. Gua kan bilang iya iya kan ingat kan lu stop pakai tod list. Tulis list itu bullshit. Orang pikir itu titik kan tapi koma sebenarnya. Ya, marketing lah biasa. Digital product is dead. This is not a full stock. It's a comma. What I mean is actually low ticket digital product is dead. What I mean is selling only one low ticket digital product is dead. Jadi low tiketnya enggak mati. Info product industrynya enggak mati. Yang mati adalah strategi kalau misalnya kita cuma jualan satu. Masalahnya kebanyakan orang di luar sana karena Indonesia tuh masih lacking banget di infois yang ngerti cara bikin course jualannya tuh bikin cara lu bikin satu course. Kebayang engak maksud gua mereka enggak ngerti value leader, mereka enggak ngerti continuity off, mereka enggak ngerti
13:50 customer execution cost value dan lain-lain. Mereka enggak ngerti gitu loh. Jadi mereka ngajarin cara bikin satu course, jual itu course, habis itu kalau misalnya udah gak ada duit bingung ya kan. Cuman itu doang. The question is what's next? I always like to use this law of invasion. Law of inversion itu penting banget. Jadi, apapun itu yang kita tahu bakal bisa bikin kita gagal, tinggal kita balik. Contohnya gimana? Kalau misalnya kita tahu low ticket ini udah gak works. Selling one low ticket offer doesn't work. What's the next step? What's the law of inversion? Louder. It's high ticket. Tapi bukannya gua ingin mendoktrin ke teman-teman, oke, ditch low ticket, focus on high ticket. Enggak. Kenapa? Kalau misalnya lu bisa dua-duanya baguslah. Kebay gak sih? If
14:37 you can do to, it's good. Next question. Kalian pasti bakal nanya gimana cara bikin high ticket? Benar kan? Ah, susah nih high ticket dan segala macam. You will be blown away by this. Ok, this is the value leader. Kita semua udah ngerti ini semua yang ikut value creator udah ngerti ya. Jadi ada yang namanya lean magnet, ada yang namanya trip wire, ada yang namanya core offer, ada yang namanya profit maximizer, dan ada yang di atas-atasnya. Lead magnet itu apa yang gratis ya? Yang orang kasih kita nama nomor HP kita kasih mereka freeb kita dapat data mereka kita bisa nurtur lead magnet. Trip wire mirip sama lead magnet. Bedanya dia berbayar sedikit. Kenapa berbayar sedikit? Buat memisahkan intensi. Ada dua alasannya trip to exist. Satu buat memisahkan intensi orang yang freeloader sama orang yang
15:22 tertarik buat beli beneran. Itu intensi satu. Intensi kedua adalah buat number acquisition cost. Kebayang ya kalau misalnya kita gak ads, trip wire itu buat biaya ads-nya. Jadi kita net profit semua tuh ketika nanti kita udah upsell. Kalau misalnya kita enggak kalau misalnya kita mainnya leads, kita bukan main trip wire itu nanti profit kita masih kekurang sama cost lagi. Next corover. Corover ini kayak complete productivity kayak fast track kayak flow zone blueprint. Harganya sekitar R90.000-an sampai ya mungkin bisa sampai 500.000-an Corover lah. Kalau misalnya Trip tuh di bawah Rp100.000 pokoknya itu Corover. Nah, atasnya lagi profit maximizer beyond and beyond and beyond ya. How to expense strategically? Ini
16:08 yang tadi yang pertanya Anda tanya there is a exclusive material for this. There's two ways and how we can go about this in business and in life. Actually, sebenarnya sama aja, tapi we're gna talk about business first. We're gna talk about horizontal. This is how most of you guys are packaging product. Correct. Setuju, Mar. Low ticket, low ticket, low ticket, low tiket kita bundle. Biasanya kan gitu kan. Rudi gini juga nih seingat gua. Benar ya R ya. Kebanyakan kita bikin begini. Ini enggak masalah sebenarnya tapi menurut gua kurang efektif karena balik lagi effort, waktu dan energi kalau misalnya kita pakai cara ini doang enggak akan bisa eksponensial.
16:54 Sooner or later marketnya tuh juga akan mati. Kenapa? Karena cross selling capability-nya ke cap gitu loh. Pada akhirnya kita hanya menargetkan orang-orang yang bisa membeli yang segitu-segitu aja buying powernya. Kebayang enggak sih di sini per kita gimana cara kita ngapin ke orang yang bing powernya lebih lagi. Jangan beli course yang Rp100.000 beli yang R juta. Jangan beli R juta, beli yang gimana cara kita ngakses ke orang-orang yang mau bayar R juta gitu loh. Contohnya most people are doing this. This is okay. But ada cap-nya. Ada capnya. For sure, if you do this, 100 juta tuh possible. Tapi kalau misalnya kita mau aim for at least 200 juta, consistently mikir dua kali deh. Setuju enggak lu? R juta, 300 juta ngelakuin kayak begini, mungkin bulan keen ngos-ngosan. Percaya
17:41 kan gitu kan ujung-ujungnya bisa ngos-ngosan aja. Tapi most people are doing this. So, what should we do? I go vertically. Narrow. Apa ini? basically gitu loh. Kita enggak ngelakuin ini masalahnya kita semua stuck di sini semua gitu loh. Ngerti enggak sih maksudnya? Kenapa kita enggak main ke sini? Ada banyak alasan. Satu limiting belief. Gua ketemu sama salah satu teman gua, gua enggak sebut nama. Dia kaget. Ee ketemu di Jakarta. Dia orang luar Jakarta. Gua tanya, "Bro, program lu selain yang R00.000 apa aja?" "Oh, gua ada coaching, Bro, R10 juta." Dia kata, "Ee kenapa cuman R10 juta, Bro?" Lah itu mah udah kemahalan buat orang-orang. Dia bilang ini btw dia e dia ngomongin ini e marketplace sama
18:28 ngomongin ads itu mah udah kemahalan bro buat orang-orang itu aja mungkin buat beberapa dari kita jual R juta tuh susah ya. And I was like I think that's too cheap bro. Gua jual lebih mahal kok. Gua bilang dia tanya berapa RAM? You guys know my rate ya klien-kli gue. You guys know my rate kan kalian tahu kan Rudi tahu persis? Semua tahu persis rate gua berapa. dia dengar rate itu emang bisa RAM terus gua kasih lihat klien-klien gua kaget sih it's just about limiting belief karena kita enggak tahu kita enggak tahu capability itu di berapa gua kasih contoh sedikit pertama kali value creator accelerator itu ada coaching program kita ada 2 tahun lalu namanya bukan value creator accelerator
19:13 namanya millionire creator accelerator itu bahkan belum ada value creator harganya berapa R juta. Kita revamp ada high value creator dulu bukan belum value creator loh namanya high value creator itu ada high value creator accelerator HVCA itu harganya jadi Rp15 juta. Value creator kita rebrandingin lagi jadi R3 juta. Next lagi R juta. Next lagi next lagi next lagi. Sekarang ya pokoknya udah melampaui harga itu gitu loh. People are shocked. How can you sell that high ticket in a third world country? I was like, Jirala misalnya ini emang bisa ngapain gua ke US? Ya ngerti enggak sih maksud gua di Indo aja marketnya gede gitu loh. Gak usah pikir-pikir ke US dulu. If I sell this to US I can easily hit 10K per centuh bisa gitu loh.
20:00 R0 juta per client. Very possible with this with this offer. I'm totally sure with the mechanism tuh bisa gitu. Masalannya kita limiting belief aja. Kita merasa orang ini tuh buying powernya sedikit jadi kita enggak berani charge high. Coba deh charge high pasti mau orang. Tapi masalnya gini, RAM. Tapi gua udah coba, gua enggak closing. Lu sales call berapa banyak? Kalau lu sal cuman 5 orang, jangan ngomong sama gua gitu loh. At least 25 lah, 50 lah. Pasti close rate lu pasti setidaknya 10% men gitu loh. Close rate close rate 10% kita bikin over R juta deh. Misalnya 10% dari 50 orang kan udah 5 orang itu udah Rp50 juta gitu loh. Close-nya 5 orang doang. Kita kurang main volume juga aja gitu loh. Masalnya intentional volume gitu kan. Nah, my current funnel. This is my
20:46 current funnel. Balik lagi gua tanya tripo harganya berapa tadi? Di bawah Rp100.000 ya, R.000, R50.000 orang kan biasanya bikin gitu kan. This event is my trip wire. Get what I mean? You know how much you guys paid for this event, right? It's my freaking tip now. Meaning orang yang akan ke sini kalau dengan event segini aja itu trip wire tahu kan yang ke sini harganya seberapa mahal. That's positioning. That's positioning. Dan kadang-kadang kita tuh enggak perlu trip wire, kita langsung jualan high ticket juga enggak apa-apa. Karena sebelum ini ada Jar sama Rudi
21:32 sama teman-teman yang lain kan kalian udah lama ada kan e sebelum bahkan event ini ada udah berapa bulan 3 udah udah udah mau 6 bulan kan Andrew bahkan sebelum gua bikin masterm ini udah dari berapa bulan lalu dulu awal tahun ya tahun lalu bahkan belum gua bikin masterman trip kayak gini udah ada dengan cuman ada satu corover ini doang Umar juga lu juga Rick oh enggak kalau lu gara-gara challenge ya gara-gara challenge it proof tuh funnel ini works. Ricky datangnya dari funnel kayak begini. Fajar, Andrew, Rudi datangnya dari funel kayak gini gitu loh. Itu works. Bahkan kalau misalnya gua mau upsel di belakang juga bisa. Caranya banyak tinggal kita off harga yang lebih mahal dengan dream outcome
22:18 yang lebih tinggi atau cara mainnya revenue sharing. Tapi you still get my consultation. Kebayang enggak? Caranya banyak. itu cuman dua dari belasan cara yang ada. Tapi kita ngomongnya nanti karena kita masih ngomongin di sini dulu nih. Jangan di next-nya takutnya pusing nanti di sana. Nah, trust is at an all time low. Kita tadi udah bahas itu. Makanya kalau misalnya kita ngomongin digital product, kita harus mikir lebih jauh lagi. Jangan kita cuma mikirin low tiket satu biji doang. Apalagi zaman sekarang udah ada yang namanya affiliates. Whatever this is ya. Whatever this is. You guys can read this kan? Whatever this is to be honest with all my respects I think this is the biggest bullshit let me explain why. Don't get me wrong.
23:04 Can you make a lot of money with that? I would say yes. Tapi can you be sustainable with that? I would say no. Kenapa? Karena kalau misalnya tadi dengan kita brand yang ada face-nya aja kita kan butuh waktu kan segini nih ya kan dari ATH turun kan break event-nya kan segini. Kalau kita faceless jauh lebih cepat. Kebayang ya ATH-nya cepat tapi matinya lebih cepat juga. Kalau misalnya mau bukti di Indo tuh sempat rame faceless. Mereka di mana sekarang? Udah enggak ada kelihatan sama sekali. Cuma 3 bulan doang mentok-mentok 6 bulan udah habis sekarang. Udah enggak ada yang bikin kayak gitu lagi. The reason why I'm so mad is that because orang-orang di luar sana juga lagi ramai banget soal faces. Jadi gua enggak memojokkan siapapun ya di sini ya. Ini kita ngomongin skala
23:50 global nih. Info busis industry skala skala global. Big players ada satu influencer, business owner, investor besar baru beli SAS tuh software as service payment getaway yang all one payment gateway community platform. Ya kalian tahulah apa baru beli ngepromosiin bikin course gimana cara lu bisa bikin faceless products? Gua udah enggak mau beli barang dari lu lagi sih. Itu ngerusak banget. Kenapa ini ngerusak? Karena balik lagi kita harus ngerti yang namanya faceless creator mereka tuh tergerak tuh biasa karena begini. They create faceless content. Karena mereka bikin konten yang faceless mereka jadi perlu enggak ada credibility betul ya? Terus mereka memprioritaskan
24:37 uang lebih besar daripada value. Terus mereka they sell whatever. No matter how shitty it is, yang penting there is money. Terus gua pernah di counter nih. Benar juga kata teman gua Heram. Tapi mungkin bisa jadi gini sih, ini bagus juga sebenarnya faceless gua udah kayak apaan maksud gitu kan. Ini bagus juga sih faceless karena ini bisa merangkul orang-orang yang kurang PD tampil depan kamera. Orang-orang yang introvert jadi bisa berkreasi dengan faceless account. Dalam arti kayaknya enggak gitu juga deh. Lu tahu Marcel tah si Chelaish? Kalian tahu Chais gak sih? Cici introvert our past clients juga one of our best. Nanti mungkin di ini di di ini nih pop up nih trank gitu kan challish gitu kan. Nish-nya ngomongin introvert, dia ngomong depan kamera dan bro
25:24 engagementnya mampus gede banget. Tinggal ngomongin kalau ENFJ ini begini gimana ya? Kalau INTP begini, wah tinggi banget engagementnya. Main low tiket tuh gila banget juga. Kayaknya lu enggak perlu introvert buat eh enggak kayaknya lu gak perlu jadi introvert deh buat bikin faceless. I think that is not the only way out sih menurut gua. Makanya gua bilang begini, people that does this is primarily driven by money. That is not wrong. I just don't with this. Makanya kalau kaos yang tadi kalian dapat di notebook yang kalian lagi pegang, tulisannya value over everything. We prioritize things the other way, we priorize value first, then comes the money. Dampaknya apa? Kasihan customernya yang enggak hoki. Balik lagi yang kayak tadi kita ngomongin di sesi queen yang pertama. Kalau misalnya orang
26:09 terpapar digital produk mereka pertama yang mereka beli adalah dari seperti ini, mereka beli coursenya jelek, orang akan melabel, "Wah, info produk sucks nih, satu industri jadi jelek namanya." Kurang lebih begitu. This is the cycle yang kita sebenarnya enggak mau lewatin karena pada akhirnya kasihan banget orang-orang yang bikin cross 6 bulan capek-capek bayar proper equipment, proper editing, terus part course-nya udah launching kebanting sama course yang kayak begini. Terus perception-nya langsung rendah. Karena everything is about perception now. Makanya at the end it's all just about strategy and we need to choose ours. Kenapa? Kita perlu pikir cara main kita gimana. Kan kalau misalnya cara bangun bisnis kata mentor gua begini, lu pilih RAM kalau lu mau bangun bisnis ada yang
26:55 lu gede cepat terus lu exit atau enggak lu main yang mungkin duitnya enggak gede tapi sustainable banget. Jadi cara mainnya gitu. Lu dapat duit gede terus selesai atau lu mainnya mungkin duitnya kecil-kecil nih. Tapi ini sampai lu mati bakal tetap ada bisnisnya. Jadi big money once then die atau enggak small money but scales. Tinggal kita mikir kita mau yang mana. Mungkin kita bisa renungin beberapa detik. Kita lebih mau uang gede yang langsung jebret terus kita selesai kita bikin bisnis baru atau enggak kita mungkin uangnya enggak terlalu usah banyak-banyak deh. Tapi bisa ng-skill. But my proposition to you guys is that what if you can print big money that scales.
27:41 Why not both? Why not both? Why don't you have a lot of money and you can scale? Logiknya begitu kan. Why sounds good? Enggak big money and you can scale. And that is the proposition which is the next error of info business. Jadi caranya gimana? Caranya gimana? Buktinya udah banyak. Ini adalah beberapa alumni-alumni kita ya. Shoutout beberapa ada di sini juga kita sudah ngelihat. Jadi we work with people yang I don't need to talk about them just open their profiles lah gitu lah ya. This is our personal screenshots from our latest products. Jadi di sini screenshotnya udah bukan 200.000an banyak lagi ya. Ini kita highlight yang R juta karena sisa-sisanya lebih besar. Jadi kita loki-loki. Kalau misalnya
28:27 kalian perhatiin screenshot-senshot yang lain itu lebih besar sebenarnya dari R juta. So this is the part of high ticket and I'm gonna tell you guys how to actually run this. Selling a high ticket off right now is key. Why? Belum ada yang ngelakuin. Rut, lu udah belajar konten dari banyak orang kan? Enggak cuman dari gua kan? Umar juga kan? Fajar juga kan Jar? Ricky Sepri juga. Teman-teman di sini juga mungkin N juga Dion juga pasti Iqbal juga big player semua. Dina juga gitu. Kita semua udah tahu banyak orang yang ngajarin konten. Enggak cuman Rama, enggak cuman value creator. Tapi kenapa kalian datang ke sini? Kenapa enggak beli course R00.000, Rp300.000, R juta, 2 juta, R juta gitu loh. Kenapa datangnya ke sini cuma 6 jam pula gitu? Why? There's a reason.
29:15 We talk about it right now. Kita harus paham dulu high ticket itu sebenarnya definisinya apa biar kalian gak salah kaprah. Ini industri industrinya kita tuh benar-benar kita ngomong secara global ya. Makanya kita pakai USD. It's basically premium product or service that typically range from 3000 or eh 3000 to 100,000. Kita enggak usah ngomongin yang ini deh. Kita ngomongin yang 3.000 sampai 10.000 dulu. Kita ngomongin yang five figures dulu. Jangan six figures pusing. 3.000 berarti berapa? R5 juta sampai R juta. So if you sell high ticket is 50 mil. If you sell lower than high ticket don't tell me it's high ticket. Cuman maksa doang orang kayak gitu. Your biggest question how to create the
30:02 product right? Oke Ram I want transition from low ticket to high ticket. Benar enggak lu mau enggak sef? Mau. Lu mau enggak? Mau R mau enggak? How to create the product? My answer is you already have the product. Lu mau tahu enggak cara gampang bikin high ticket gimana? Harga eh misalnya harga produk Lumar Rp300.000 ya yang low yang low ticket kan Rp300.000 tuh. Kalau misalnya kita jual high ticket bisa kita easily 100 kali lipatin jadi R juta. Caranya gimana? Lu kan tadi kan punya course complete productivity kan tinggal lu tambahin sama pendampingan jadi R juta. Kebayang gak sih? You already have the you already have a
30:48 high ticket business. You just don't leverage it. Kebayang enggak sih course kita yang kita jual Rp300.000 kita tambahin pendampingan one on one kita jual jadi R juta bisa. And that is the key. Matter of fact, if you want to start a high ticket right now, you can do it. Kenapa? Orang ksnya kalian udah ada kan tadi pada tunjuk tangan udah punya digital product belum? Belum udah. Ya kan? Kita harus ngerti ini dulu. This is the delivery model ya. Jadi ada do it yourself, ada done with you, ada done for you. Done for itu gua sebut agency. Kenapa? Karena kalau misal di infoas bu bisnis atau service based bus seringkiali dan for itu agency. Sifatnya orang bayar kita, kita kerjain buat mereka semua. klien terima beres. Kalau done with you itu tuh biasanya coaching atau mentoring yang kayak Sepri kan udah lakuin, Ricky udah lakuin, Umar juga
31:34 udah lakuin coaching mentoring. Jadi basically VCA tuh ini ya R ya Jar ya VCA tuh dan with you basically ada juga do it yourself. Do it yourself tuh yang kita semua udah lakuin which is the low ticket courses ya kan kita jual ebook kita jual online courses itu do it yourself. Nah, perbedaannya kita bisa lihat sendiri di sini yang bawah itu tuh kalau misal duit yourself, it's very hard to sell but easy to deliver. Bikinnya gampang benar ya, tinggal bikin sekali, jual berkali-kali. Iming-imingnya kan gitu. Bisnis produk digital nih. And I really hate when people say produk digital. Ini cara hack buat ngebedain orang yang ngerti bisnis eh info atau enggak. Kalau ada orang sebut do you sell info. Oh, lu info ya. itu orangnya kiblatnya kalau kiblat luar negeri berarti. Tapi kalau
32:20 misalnya produk digital itu kiblatnya lu tahu kiblat Indo yang duar gitu. So if you sell low ticket product dengan iming-iming bikin sekali jual berkali-kali bisa sampai kapan? Cuma 3 bulan percuma. Ngerti gak sih maksudku? Next. Done with you. It's hard to sell. It's hard to deliver. Ini lucu ya. yang tengah-tengah malah susah dua-duanya tapi paling scalable. Nanti akan gua jelasin kenapa. Yang ini agency itu paling gampang buat kita jual, tapi paling susah buat delivernya. Kenapa gampang buat dijual? Karena kalian lebih percaya semua kita yang kerjain. Kita mampus, tapi klien happy, kita yang mampus gitu kan. So the key is simple. You already have the product, just add some personalized
33:06 touch and one on one touch to your info. Anda udah punya play with purpose, tinggal ditamin pendampingan sedikit ya kan. Eh, Dioni udah punya nih BUP kan, tinggal ditambahin coaching sedikit seminggu sekali one on one aja kayak gitu. Jadi tuh dari yang tadinya berapa? R0.000 ya. Jadi R juta. Ah, bisa ggak sih kayak gitu? Kayak gitu kurang lebih. But the catch the game is totally different. The game is totally different. It is not a game of perception. It is not a game of volume. There is a reason why semua kru-kru tuh dandanannya begitu tuh. Kenapa Aril doang yang pakai baju putih? Kenapa Rama kostumnya begini? Kenapa kalian semua ke sini ada dress code? Kenapa kita di perumahan paling
33:52 mahal di BSD? There is a reason to it. Ketika orang tahu, "Wah, Rama kemarin masterm di mana?" Di sini. Orang yang ngerti akan tahu, "Shit, ini kan perumahan paling mahal di BSD ya. Yang enggak ngerti mah biarin aja. Kenapa orang dia bukan target market gua? Kebayang enggak maksud gua? Tapi orang yang ngerti, yang punya duit tahu. Jir Linden nih perumahan paling mahal. Benar-benar enggak sih, Dinda? Ini paling mahal ya. Linden tuh perumahan paling mahal di BSD. And Rama freaking did his mastermind here. People know. People know. Who knows? The qualified customers, the qualified leads yang tahu. I don't care about orang yang gak tahu ini ya. Lu bukan ke target market gua. Kurang lebih kayak gitu. Why is game perception not volume? Boleh sambil nanya. Sor intermoezo dulu. Iya.
34:38 Eh, kalau kalau misalnya tadi gua juga pernah itu kan mereka branding juga ya, branding lah. E ya begitu. Tapi ee lu lakuin dua-duanya enggak? Maksudnya lu akan tetap em give effort buat yang bukan market lo gitu ya istilahnya. atau lu benar-benar hanya akan fokus kepada 10 orang ini yang lu tahu 10-10nya ini adalah resonance sama lu. Sedangkan yang 10.000 lainnya lu enggak resonance dan lu e enggak akan ngasih apa-apa gitu. Oke, jawaban cepatnya iya, tapi ada tapinya. Let me explain why.
35:24 Kita semua pahamin ya tofu moofu bovu ya. Gini kalau misalnya kita ngomain ke those bahkan bukan 10% bahkan not the top 1%. Actually how I see this? Kita kan sering banget ya mikir mikir tuh begini nih. Kalau misalnya kita ngomongin keuangan orang kan piramida kan orang kan sering bilang kan ini misalnya top 1% ya kan terus sisanya 99% nih ini kan top 1% s 99% I don't believe it's like that I believe this is the 99% I'm not a macroeconomist this is just how I see things ya ini sudut pandang pribadi aja gituah meaning yang di sini ini tuh enggak ada sebenarnya
36:12 So, we pick kita mau ngomong ke orang yang sini atau ngomong ke orang yang sini. Masalahnya kalau kita jual low tiket, kita akan ngomong ke orang yang sini. Ketika kita ngomong ke orang yang sini, kita harus menyesuaikan persepsi kita ke orang yang sini. Cara ngomong kita jadi kayak begitu. Cara berdandan kita jadi ngomong kayak gitu. Kita jadi perlu memperlihatkan sebuah persona yang mungkin kita enggak mau, tapi mereka suka. Jadi kita melakukan hal tersebut gitu loh. You don't see a Ferrari parked outside because I don't have a Ferrari. But I don't need a Ferrari to convince you guys to come here because you don't see my value from the Ferrari. Kebayang gak sih? That's how the 1% things kan. Basically, we don't think about the material needs. Di sini ada banyak orang-orang yang jauh
36:57 lebih sukses dari gua. Revenueya lebih tinggi dari gua. Itu gue yakin ada man di sini. Tapi kalian masih ke sini gitu loh to learn together ya. Karena we speak the same language di sini. And orang yang di sini enggak mikin dream outcome yang gila-gila. Wah beli Ferrari R miliar pertama. Enggak. Ini orang-orang di sini udah lewat R miliar gitu loh. Ngerti enggak sih maksud gua? Pilihannya kita mau ngomong ke orang sini atau ke orang sini? Nah, I choose to speak only to here. Tapi untuk kita ngomong ke sini ada strateginya. Which is this? Makanya kita harus ngerti yang namanya tofu movubov. Kalau misalnya kita ngomongin high ticket sama 1% itu tuh di sini mainnya
37:43 Movu sama BOF. Tapi kalau misalnya kita ngomongin the top eh the bottom 99% itu mereka di sini semua boleh ini baru mau jelasin. Nah, jadi gini contoh ini kan top of funnel, ini middle of funnel ini bottom of funnel. Fungsinya ini adalah awareness nih. Ini awareness yang sinifu. Orang dari enggak tahu kita jadi tahu kita. Followers banyak tuh di Tofu nih di sini. Nah, Movu itu adalah orang interest sama desire ya. Ya, Guys. Masuknya ke sini.
38:29 Ini ibaratnya kita panggilnya YTTA aja. Yang ini Movu YTTA aja. BOVU itu adalah orang yang beli, yang bisa beli produk kita. Nah, bedanya di di mana? Bikin kontennya beda banget. Kita mau nge-attract ini sama kita mau ngetrack ini tipe kontennya beda, semuanya beda. Contoh, kita bikin konten TO Mar, kita bikin konten TOfu. Tiga tips produktif yang bisa bantu kamu kelarin kerjaan 8 jam hanya dalam 4 jam. itu tofu tuh semua orang mau dari bisnisman, dari mahasiswa dari ibu rumah tangga dari orang yang kerja kantoran semua mau. Kenapa? Kecapture banyak banget. Tapi masalahnya dengan konten TOVU ini
39:14 yang sering tidak terjadi adalah ini. They don't give us qualified leads. Mereka enggak ngasih kita qualified leads di sini karena sifatnya kontennya terlalu broad gitu. Nah, itu untuk si Tofu. Makanya itulah alasan kenapa most of my content itu tuh di sini. Nanti akan ada statisticsnya juga. You will see views per activity itu all time high low. Eh, all time low. Tapi revenue ini lagi menuju all time high lagi gitu loh. Karena we speak here but kita lihat ane Movu sama Bovofu tuh di bawahnya Tofu ya guys. Awareness kan datangnya dari sini. Kebayang ya?
40:01 Ya, makanya kadang-kadang kalau mau diselipin ini bagus juga. Kenapa? Karena itles down. Orang dari sini akan turun ke bawah. Bedanya kadang-kadang Movu tuh jadi tofu. Kebayang enggak sih maksud gua Movu tuh jadi tofu most likely. Tapi seringkiali orang tuh datang dari sini. Nah, makanya kalau misalnya kita ngomongin ke sini, "We speak to the 99%". Tapi enggak apa-apa karena bisa jadi di 99% itu tetap ada 1%-nya gitu loh. Jadi diselingin aja enggak apa-apa. Tapi kalau misalnya if I focus right now, this is my 8020. Jadi this is my 20% that gives me the 80 80% of results. Itu tuh di Movus sama Bo. Kenapa? Karena mainnya high ticket. Kebayangan any question cukup boleh
40:48 ram ini hanya works di akun yang emang tofunya udah ada atau if the case the the account is still zero and then they don't have any tofu kontennya itu akan sampai enggak ke si sampai oke kalau gua jadi kalau gua enggak bangun productivity boy productivity boy hilang bilang, "Gua bakal langsung mulai dari Movubovu." Kalau gua main high ticket ya. Oke, lebih enak karena yang kebangun justru demografinya sama algoritmanya udah lebih bagus karena langsung eh langsung high qualified prospek. Tapi yang bikin jadi proactiv itu bermasalah kenapa? Makanya views-nya tuh jelek banget jadi jomplang justru tuh bisa bertolak belakang tahu. Kalau gua enggak mengedukasi kalian, kalian bisa ngelihat, "Ram, sekarang views lu aja jomplang mau ngomong apa? Ngapain lu ngomong di depan kita semua? Kan sekarang views lagi jelek gitu loh." Ngerti enggak sih? Nah, jadi bisa
41:36 bertolak belakang nih gua pakai strategi ini sebenarnya. Kalau misalnya gua mulai dari nol sebenarnya itu ideal. Jadi itows along sebenarnya emang paling enak strategi gua. Gua tuh bikin akun baru sebenarnya paling enak. Gua mulai dari nol lagi. Tapi gua mikir kalian semua follow gua di productivity boy ya udah productivity boy aja langsung. Nah gitu. Tapi jawabannya yes. It can work in a new account. Trafficnya dari mana? Organic content sama ads content. Yang penting lu ngerti kontennya bagus atau enggak. Itu dulu skill-nya harus ada. Ini konten bagus. Kalau misalnya lu tahu ini bakal bisa nge-hit dan lu ngomong konten yang bisa ngadress painpoint ICP lu, ideal customer profile lu, busa aja. Berarti enggak ngaruh ke waktunya, Ram. Maksudnya waktu yang dibutuhkan untuk conversion itu enggak ngaruh ya antara akun yang udah Do you
42:23 get what I mean? I get what you mean. Ngaruh. Ngaruh. Is it longer for new account? Anything sebenarnya everything is about trust. The reason why you know how how easy it is to sell this this mastermind 2 hari sold out. Why? Because I buil the trust over three years. Kebay maksud gu. Andrew ini semua warm prospect. Eh ini semua hot sama warm prospect. Tinggal gua toel dikit percaya gitu loh. That's the power of time gitu Ri. Tapi kalau misalnya kita mulai dari nol bisa enggak? Bisa hanya lebih lama aja. Kenapa? Karena edukasinya kita lakuin langsung, bukan sebelumnya. Kalau sebelumnya kan udah teredukasi, tapi kalau kita baru, kita jadi butuh waktu buat mengedukasi mereka aja. Itu aja sih. Anything else?
43:11 Ini good topic by the way. Thank you. Enggak untuk semua orang. You will need time for this to be honest. You will need time. Tapi the thing is makanya bisa kita delegate, kita bisa bangun tim juga. Customer success, video editor. Udah selesai. Kayaknya dua-dua itu cukup deh kalau kita mau bangun high ticket bisnis. Jadi yang nanganin klien tim kita satu orang, kita muncul sesekali. Nah, itu nanti high ticket tuh ada structur-nya juga. Apakah itu one ones? grup one coaching grup coaching beda juga Umar udah paham betul nah itu tergantung nanti kita ngestrukturinnya gimana habis ini kan ada personaliz session kita bisa ngomong-ngomong lagi
43:56 gitu tapi bukan buat semua orang yes bukan buat semua orang eh buat ini itu apakah perlu ngalami fase yang itu fase dan for you dulu gitu bikin nah itu yang gua lihat kan di gitu kan ya he mungkin dari gua jawaban cepatnya enggak tapi karena gua ngalamin itu gua jadi bisa ngambil ambil angle kebayang enggak? I freaking close down my agency yang all time high so that I can build this business. It's a good marketing material. It's a good marketing material. Rama aja agency-nya eh hit lebih dari 50.000 USD per month tapi dia nutup itu semua buat ngebangunin yang baru. Wah, berarti ini next big opportunity yang lebih bagus dong daripada bisnis 50.000 USD per month gitu loh. Tapi mungkin enggak kalau kita skip yang done for you apa emang harus sih
44:41 sebenarnya? Ee enggak apa-apa dikip. Kalau misalnya gua bisa mulai gua skip langsung. Ngapain gua agency? Enggak ketawa tuh dia udah jing Ram lu ngapain bikin agency sih gitu kata El. Tapi gini Jar I treat the experience gua belajar banget di agency. Dan one thing ini kayaknya aku pernah share ke Anda juga the thing I'm most grateful about of the agency is the people I meet. Kalau gua enggak bikin agency kemarin, gua enggak akan bisa e ketemu sebanyak orang itu. Karena literally kenapa gua close agency? kayak gua udah e gua udah e complete all the checklist deh of the ideal customer profile yang gua bisa serve. Gua udah mulai serve dari content creator. Gua udah mulai serve dari entrepreneur founder founder. Konglo udah politician juga udah. Gua mau serve siapa lagi? Kayaknya udah hit all the ideal customer
45:29 profile punya ccklist deh. Game over deh yuk kita move ke yang lain gitu simply. Karena itu kayak belajarnya udah cukup deh. Itu berarti sebenarnya untuk dapetin terust kan di situ. Nah, kalau untuk yang kita mungkin enggak pakai agensi langsung itu terasnya gimana gitu. Kan kita sebenarnya jualnya low low low low low low aja gitu. He. Dan gimana cara dapetin supaya terasa lebih tinggi di high tiket ini gitu. Perception kita bahas sampai sini ya. Oke, next material. Oke, kita lanjut dulu ya, Guys. Nah, it's a game of perception. Kenapa? Karena kita udah enggak perlu main volume lagi. Satu sale high ticket itu tuh kayak 100 low ticket. Kayang ya satu high ticket itu 100 low ticket. We 100x your business with so much leverage. Kalian udah punya coursenya
46:16 tinggal kalian tambahin pendampingan jadi man gitu. Jadi gitu. more margins, more peace and we create leverage with this. This is the proof yang kayak gua bilang, guys, tadi all time lu nih 6.000, 2000, 3.000, 5.000 banyak alasan. Satu karena emang bfu banget, mov banget. Alasan kedua karena bahasa Inggris semuanya full English. Why do I use English? Because I want to talk to people. A gini deh, orang yang bisa bayar R juta pasti orang yang bisa ngomong Inggris dong most likely gitu loh. Most likely enakin skill to US juga. That's why I use English and that's why I use USD punya ini gitu loh. Here.
47:03 Jadi satu karena emang movubu, dua emang karena Inggris, ketiga emang karena suek produk productivity bo udah 6 bulan kagak ngonten gitu karena gua ngurusin klien-klien yang lain kan. Jadi, gua baru mulai ngonten lagi. Tapi balik lagi, benar ya, ini semua dari high ticket sales ini nih. Ini btw down payment, partial payments, eh semua down payments, partial payments. Ini dulu kita lihat ya. Bedain ya. Ini views-nya nih beda nih. 5.000 nih tiketnya segini. Yang dulu viewsnya mm-an ya. Gue juga ngerti cara bikin konten viral aja. Cuman gua udah enggak mau nge-viralin kok. Jadi, it's intentional nonvirality. Apa sih? Pokoknya gua secara intensi gua emang sengaja bikin enggak viral.
47:48 Kenapa? Karena main movubovu. Tapi kalau mau bikin konten viral bisa tinggal gua bikin aja cara memanipulasi orang supaya mereka ngeri bikin konten-konten gue yang kayak dulu gitu loh. Iya, engak, Dru? Atau enggak gua tinggal bikin konten lagi. Ini adalah satu lagu yang bisa bikin kamu tertidur hanya dalam 1 menit viral. Itu fix fix 11 m, 4 m, 1 m, 1 m sales-nya begini. Flowzone blueprint. Malas banget, Men. R50.000. Yes. Strukturnya punya struktur atau strateginya secara teruk enggak untuk tadi ya konten yang buku sama ada. Kita bahas sedikit ya. Basically sebenarnya kalau misalnya tofu
48:35 kita tuh balik lagi ke tadi kita ngejar awareness. Jadi kita bikin segeneral mungkin bikin painp. Nah gini kuncinya di sini. Painp-nya besar solusinya gampang. Ini kalau boleh dicatat catat. Painpinnya besar solusinya gampang. Kalau misalnya movu bovu apalagi bovu painpnya spesifik. Solusinya spesifik gitu. Itu doang kebayang ya. Karena orang yang tofu mereka pengin masalah besar cepat-cepat selesai. Instant gratification tuh mainnya. Tapi kalau misalnya orang yang e mainnya itu tuh udah e bfu, mereka bakal mau spesifik dan spesifik. Kenapa? Karena mereka ee butuh cepat dan enggak mau ribet. Gua bayar mahal enggak
49:21 apa-apa, yang penting cepat gitu loh. Karena gini, kita tiba-tiba atap bocor. Atap bocor ada dua, ada dua solusi. Lu nelepon orang suruh kelarin, bayar mahal enggak apa-apa atau enggak lu belajar kas orang yang enggak bisa datang kasih gua instruksinya gua urusin sendiri gitu. Enggak mungkin lu beli-beli course Rp300.000 lu pelajarin dulu 11 jam itu udah keburu rembes nih rumah gitu loh. Kurang lebih gitu. Makai specificity specificity formulanya sih gitu tapi nanti ada di background setelah ini. Nah. Priming your account punya perception is key. Makanya cara ngprime-nya gimana? Kita ngomong di sini ada five senses. Tadi kita di productivity udah ngomong ya l senses ya. Kita bawa lima senses lagi karena gua suka banget sama five senses. Tapi the thing is in social
50:07 media sayangnya kalau offline bisa nih kita memanipulate lima lima sense. Mata kalian ada di lokasi ini. Kita pakai baju ini ya kan. Musik tadi ada musik ya kan. Wangi, ada wangi, ada hujan, kecium baunya ya kan? Touch, kalian megang ini, kalian megang sofa kalian, duduk kalian gimana ergonomisnya. Rasa nanti kalian akan e makan barusan chefnya datang. It's gonna be a chef prepared meal today. Five senses. Masalahnya kalau online itu enggak five senses, cuman two senses. PR-nya gimana kita bisa memanipulasi dua indra ini dengan sangat optimal di online? Itu caranya kita mainnya di sana, kita nge-hacknya di sana. Right? Kita ngomongin visual dulu. Visual. It's all about our choices of these five
50:53 things. Our choice of words, our choice of attire, our choice of color, our choice of fonts, and our choice of surroundings. Let's break it down one by one. Ini contoh script dari konten kita yang tadi yang enggak viral itu ya. Dengan sengaja kita perhatiin low CTR, adjust your automation. Kenapa gua pakai low CTR bukan how many people click? Karena gua cuman mau ngomong sama orang yang gak ngerti CTR itu apa. Karena kalau misalnya lu aja kagak ngerti itu CTR, lu udah enggak usah ngomong sama gua, lu belajarin sama orang lain aja yang ngajarin basic gitu. L I want to talk to people yang ngerti ini tuh apa. Kalau lu nanya CTR apa, Bang? Sorry, belajar sama yang lain aja deh bos. Gitu. Kenapa kita ngomong landing page instead of website? It's two totally different things. Landing page is a landing page.
51:40 Website is a website. If you don't know the difference between both, kita enggak tahu perbedaannya apa. Belajar sama orang lain. Jangan sama. Why do we use instead of rupiah? Karena kalau misalnya orang yang ee punya uang mereka sudah mikir USD. Kalau mereka enggak mikir USD mereka ngerti USD setidaknya gitu loh. Ah R.000 jir 30.000 kan segini. Ya gitulah 500 juta kayak gitu. Dan kita melabel, kita nge-call out creator founder. Inilah kenapa kita bilang we guys are creator founders, not content creator. Gua udah enggak ngomong kita content creator jual produk digital enggak lagi gitu. We sell info gitu. We creator founders. We sell info. Info tuh
52:26 industrinya looknya. Agak jiji sih sebenarnya ngelihat muka sendiri gitu. Tapi ya ini dibikinin tim gua jadi ya karena mereka sudah mendesain sangat bagus ya gua apresiasi lah ya. Kenapa outfit-nya begini? Kenapa outfitnya black and white? Btw tadi Ar bilang itu bercandai jangan dipercaya gara-gara panda enggak gitu. Bukan karena panda gitu outfitnya. Tapi why black? Why white? Ya color psychology juga black gives authority, white gives trust and purity. Contoh-contoh kayak gitu. Jadi I want to be perceived dengan bagaimana I dress juga kan. Makanya ah zaman sekarang apa sih yang colors apa sih personal color tuh laku banget. Kenapa tadi gua pakai biru buat yang awal-awal? Nah, itu ada alasannya juga
53:13 tinggal dipikirin sendiri. Tapi penting banget cara kita cara kita berdandan tuh penting banget. Zaman dulu kita bandingin nih. Ini kan sekarang nih set ya kan zaman dulu, Bro. Ini pakai kaos, Bro. Kaos yang waffel yang di TikTok yang ngharga Rp100.000 R000 itu loh. Ini juga Rp50.000. Gua enggak bohong. Ini Rp50.000. Ini polo gua beli di TikTok Shop ini Zara lah. Okelah ini Rp50.000. You know what I mean? Dan I try to shift my mindset. When I shop for clothes, it's ok deh. Gua bayar mahal. Orang pun enggak tahu. Orang pun enggak tahu itu baju apa. Tapi kalau misalnya kita tahu, "Wow, gua pakai baju R juta loh." Ngerti enggak sih? Langsung
54:00 langsung, "It's here, it's here, it's here. Gua pakai baju R juta, Bos. Itu gaji lu eh itu misalnya gaji orang em 1 bulan misalnya kayak gitu loh. Different perspective itu yang kayak gitu langsung." It's all about perception. That's why this is how we dress. This is how we present ourself. Warna penting juga ini dipick ya sama desainer kita Yuda. Jujur ini sebenarnya ada gradasi tapi gara-gara TV-nya jadi ya ini kelihatan semua hitam doang gitu kan. Tapi ada alasan kenapa kita cuman pakai monochrom ada alasan bukan karena hidup kita enggak penuh warna bukan ya. Ini juga kita cuman pakai satu font by the way. Kita cuman pakai manrope. Jadi all of this itu tuh pakai manrope. Ada alasannya juga kenapa kita pakainya sunserif bukan kita pakai serif yang kayak gitu-gitu.
54:46 Last thing, perception equals to association. Kita harus bisa mengasosiasikan diri kita dengan ideal customer profile kita punya hidup. Kita tahu target customer kita tuh suka siapa. Kalau misalnya bisa lu beli tiket master main ke dia atau enggak lu ikut conference ke dia, lu foto bareng sama dia, kebayang enggak sih dam Ricky aja bisa ketemu si ini. Gua mau ah belajar sama Ricky karena dia dia Ricky udah dekat sama ini. Kalau misalnya gua dekat sama Ricky kayaknya gua bakal bisa dekat sama ini deh gitu loh. And that is the reason why beberapa testimoni kita yang kita pilih adalah ini misalnya dan ada beberapa yang lain juga yang lagi upcoming. You guys know who this is? By the way,
55:33 boleh sombong dikit ya? Sombong dikit boleh. Find me a guy that can coach someone yang went from 15.000 followers ke 2 juta followers in just two days. Eh, berapa? 1 minggu ya. In just three days. 15.000 1000 followers ke 2 juta followers in just 3 days. If somebody can beat that record, I'm gonna pay I'm gna pay them and I'm gna learn from them. Gua jadi testimoni mereka enggak apa-apa deh. Gua gak bilang, "It's all my credit, Salsa did all the work. It's her spotlight. Yang gua milih bantu Salsa itu adalah digital productnya." Bahkan di meeting kita setelah dia viral, setelah 3 hari itu gua bilang ke
56:18 Salsa, "Salsa, it's all you. I don't take part in any of this sama sekali." gitu. L. Terus dia bilang, "Ram, tapi kan cara belajar bikin konten viral kan gua belajar sama lu juga gitu." Ya udahlah mungkin dikit-dikit gua udah berpengaruh sedikit. Tapi yang gua bisa banggain dari 3 hari itu ketransfer ke bisnis dia, bukan bisnis yang lainnya. Dia kan punya bisnis jadi dewasa kan yang e info produk yang buat eh dysfunctional family dan segala macam itu langsung three digits first launch digits langsung. That easy karena mainnya volume tapi balik lagi gitu loh. Nah, makanya ifate ourselves with these people. Murid gua kan banyak ya dulu kan gua gua kan bikin low tiket ya. Gua bikin low tiket murid gua kan 10.000 lebih ya. Kenapa yang gua highlight yang ini ini nih? Kenapa yang gua highlight yang ini ini nih? Yang lain-lain gua enggak
57:05 highlight. Ada alasannya juga. Association kita dekat sama siapa itu kita diasosiasikan sebagai apa? Gua belajar ini dari gua nge-handle klien politik. Sumpah. di page dia, dia kok fotonya sama ini ya? Padahal setiap hari sama ini. Kok yang ini enggak di ngerti enggak sih? Oh, ternyata lagi ada kasus ini. Jadi temannya ngerti enggak sih? Enggak boleh muncul du kayak gitu loh. It's association. Dan gua belajar ini karena agency Jar. Gua belajar dari klien gua yang politician tadi gitu. Kurang lebih kayak gitu. It's all about association. Makanya kita harus ngerti visual kita gimana. Enggak cuman soal visual, tapi soal audio juga. Kenapa dari tadi lagunya tuh ini team song kita on repeat nih dari tadi.
57:51 This is my music of choice. This is my sound of choice. Story gua banyak banget lagunya ini juga. Karena when I want you to look at me and hear me, you associate me with this type of vibe. Very important. Jangan tiba-tiba ini, besoknya Indonesia, besoknya Korea, besoknya Jepang, besoknya. Ngerti enggak sih? You have no branding. Intonation penting juga, Mar, boleh enggak gua kasih input buat konten lu? Karena kemarin gua e nonton konten Umar. Umar ini kalau misalnya gua pasti kan nanti kan Umar kan juga ngobrol-ngobrol brainstorm kan. Kalau misalnya gua bisa ng-twick satu konten dari Umar, editingnya udah oke, visualnya udah oke,
58:37 not bad. Yang paling penting intonation sebenarnya. Intonation plays a huge role. The rise, the lows, the pauses. Like just now, it plays a huge role gitu. Kalau misalnya kita ngomong datar dari awal sampai akhir, abs and flow. People are not gna be interested juga. Why? Because they cannot resonate in the first hand. Bahkan AI aja kadang-kadang ngomongnya lebih bagus dari kita gitu loh. Hen tuh lebih bagus loh. 11 laps lebih bagus dari kita. Like bro masa kalah sama pantes laku creator laps. Damn. Tapi more importantly dan intonation is conviction.
59:26 Conviction is the most important thing. Kalau misalnya gua bilang di sini ada yang ngerokok enggak? Ih gila enggak ada. Yes qualif semua. Nice ya. Gila gua juga enggak ngerokok. Tim gua juga sekarang udah enggak ngerokok semua ya. Iya semua tim ket gak ada yang ngerokok kecuali pot. Mana potip? Why people hate smoking so much? Orang kalau misalnya ngerokokin nanti lu mati loh kalau ngerokok. Tapi have we ever think gula tuh juga bisa bikin lebih mati. Tapi tiap hari kita minum kopi susu gulain, kita minum boba, setiap hari kita makan mie banyak, orang
1:00:12 enggak ngomong lu entar ini. Ngerti enggak sih? Tapi sekali kita ngerokok kita langsung dijudge. Padahal datanya tuh kebalikannya tahu. Smoking kills kan. Tapi tahu enggak kalau misalnya gula itu lebih membunuh kita 10 kali lipat lebih efektif daripada kita ngerokok. Tapi kita kok malah lebih kor-korin stop ngerokok. Stop ngerokok sih bukannya stop makan gula. Benar enggak? Why? Because all the facts I made just now is actually made up. Gua cuman ngarang doang. Enggak sebenarnya smoking kill. So don't smoke gitu kan maksudnya ya. Tapi gula juga memang enggak bagus. Tapi gua cuman ngarang gula 10 kali lebih berbahaya dari smoknya. I'm just making it up. But maybe for one second you believe me. Benar enggak? It's because of how I speak gitu loh.
1:00:59 Dari tadi kalau misalnya gua ngomong dengan penuh keraguan nih dari tadi nih productivity nih sampai sekarang gua ngomongin high ticket. Kalau gua ragu, gua sia-sia nih dari Jambi gua sia-sia nih dari e Surabaya dari Sidoarja ke sini gitu loh. Jauh-jauh loh kalian. What's the most important thing from all of this is this conviction of speech. Oh, ini speak minute gitu loh. Don't give me that boring bullshit gitu loh. Yang kayak ngomongnya tuh kayak gak ada auranya gitu loh. Kalau kata alpa tuh ris dikitlah skid jangan skibid gitu. That's the big difference. And ini tadi tadi I forgot who shared kayak Ana to. We need to think about branding. Most people, most agency, most coaches
1:01:44 and most orang-orang yang aku ngajar branding mereka gak ngerti ini man. Mereka tuh fokus ke personal awareness. That's what I call. You just make viral content but you don't build a personal brand, bro. Gimana lu bisa bilang lu punya personal brand tapi grade 1 sampai grade 9 semuanya beda-beda. Fontnya beda, warnanya beda, cara ngomongnya beda, look-nya beda, topiknya beda, nichnya beda. That's not branding. That's just awareness. Putting yourself out there. That's good. That's not wrong. But that's not branding. You're getting it wrong. Kalau misalnya ketika lu ngelihat sebuah brand dan lu bisa ih rama banget nih pro boy banget nih VC banget itu brand zaman-zaman dulu zaman-zaman dulu zaman-zamannya Umar Cela, Sara eh Fat
1:02:30 orang tuh pada bilang gini, "Ih gila script gua udah prot boy core banget." Kenapa? Karena dulu zaman dulu boy itu kita bikin script itu tuh negatif hook semua. Coba Mike contohin negative gimana lu sebagai script writer nih ini gua putting you on the spot ini gak disip sini Mike lu punya 5 detik untuk mikir ke depan pikirin contoh dari negatif Hook ini btw gua gak rencanain jadi dia ini benar-benar raw give me negative hook oke stop ikut seminar content creator sekarang juga karena masa depan kalian enggak akan terjamin oke negatif give me a niche ini kita enggak janjian ya will Create a negative h for you. Give me a niche. Ai polit. Ah jangan bro direkam masalahnya bro. Petsal eh pets boleh masalahnya takutnya
1:03:17 ditonton. Eh pets dulu, ya. Pets dulu baru ea ya pats. Nah ini Andrew jagonya eng masal ini. Gua juga sempat bikinin Andrewnya stop kasih anabulu makan dry food. Kalau lo enggak mau anabulu cepat mati. Kebayang enggak? AI. Percuma lu belajar AI karena bentar lagi AI akan tergantikan sama hal baru ini. Itu orang AI kan baru. Kenapa tiba-tiba ada hal yang baru lagi gitu loh. Ini yang baru lagi apa gitu. Digital product is dead. Itu aja steel proud boy harus still proud boy. Jadi anak-anak VCA zaman dulu tuh udah ngerti banget ketika
1:04:02 mereka bikin script negatif hook ya. Ini kan lu jago bangar. Ini PR boy Core nih. Prot boy core. Udah Mik, thank you. Thank you. Jadi kita harus punya personal branding itu kita tuh mau diketahuin sebagai apa? Don't just be a noise. Karena kalau misalnya kita seperti ini, berapa banyak orang yang kalian ketemu di event atau gimana followersnya 1 juta nih, tapi mereka ke mall gak ada yang tahu itu siapa. That's personal awareness. That's not personal. And let's not be like that. This is my last slide. This two are my last SL. Eh, enggak deh. Gua tadi ada tambahin materi tadi. Tadi sebelum ini gua tambahin materi gitu ya. Low ticket funnel. High ticket funnel. Biasa let's not kid ourselves. Ketika
1:04:48 kita bikin low ticket funnelnya begini doang. Kita ada awareness, kita ada call to action. Benar ya? Bisa gini nih kita bikin konten jebret ya kan? Bla bla bla. Habis itu kita call to action. Komen mau ya supaya aku bisa kirimin linknya ke DM kamu sekarang juga gitu kan. set masuk mereka klik automationnya masuk landing page ya kan mereka scroll ke bawah mereka beli kelar dan we don't give a about what they think why because they give us the money dan get off mostly orang begitu benar gak dru ya kan orang sering kali begitu lu udah beli produk gu thank you ya bye high ticket begitu mampus gitu enggak bisa kayak begitu beda awareness habis awareness le generation dulu habis le generation dulu kita harus nurture dulu tadi like time-nya yang Ricky bilang yang dari orang sampai dari orang
1:05:34 pertama kali tahu sampai closing itu nurturingnya tuh. Habis ini beda kalau misalnya di low ticket kita ada landing page. Kalau misalnya di high ticket kita tuh ada appointment setting. Ini beda. Ini total different game. Role ini doang sama role ini doang. Kalau misalnya kita jadi appointment center atau kita jadi sales closer di luar negeri, kita bisa dapat 3.000 sampai 6.000 dolar per bulan dari komission. Kalau misalnya jago banget bisa 10.000 dolar. Roll ini doang ya. Bukan kita yang punya coaching ya. Enggak. Kita ngebayar orang buat ini doang. Tapi kalau jago, kalau enggak ya udah. Next. Kita udah sales call, kita
…