0:05 Halo sahabat Kompas.com, ketemu lagi sama Mister Jambul dan sekarang Mister Jambul mulai ingin menampilkan lagi namanya Autopot, Otomotif Podcast. Nah, mungkin beberapa kalau yang udah sering ee apa namanya? Nonton di YouTube channel-nya Otomotif mungkin udah paham. Nah, kali ini Mister Jambul kedatangan tamu istimewa nih yang lagi happening dan katanya most wanted banget. Semua orang pengin ya bersyukur. Terima kasih ee ee apa namanya? Bintang tamu kita ini sudah mau hadir untuk berbagi sedikit apa namanya informasi ke kita. Mungkin bisa dikenalkan. Perkenalkan dulu Mas siapa namanya, dari mana? Silakan.
0:51 Nama saya Muhammad Ikhlas Tamrin. Iya. Saya dari Solo. Iya. Nah, Mas Ikhlas ini. Nah, ini adalah foundernya Bobi Boss. Nah, udah mulai kan tuh. Udah mulai tuh tuh tuh sudah mulai tuh. Bobi Boss ini apa? Nah, kita langsung jadi sahabatkompas.com akan mendapatkan real. Jadi ada yang ee di dunia maya nih lagi banyak yang berseliweran, Mas. Giih. Ini Bobi Boss ini beneran apa enggak? Banyak yang enggak yakin ini. Sor ya, Mas, ada yang bilang scam. Wah ini apa ya kalau bahasanya ee host saya tuh si Rarin itu yang gen-gen sekarang ini bilangnya
1:36 apa? pansos panjat sosial biar keren atau apa atau apa. Nah, tapi kalau misalnya saya lihat dari teman-teman ee reporter, banyak hal menarik yang bisa kita ambil, yang bisa kita ee gali dari Bobby Boss ini. Bobby Boss ini akhirnya ditemukan kapan, Mas? Iya, ditemukannya kapan? Ya, ee rentang waktu rentang waktu 2 3 tahun terakhir lah ya. Kan kita bicaranya panjang itu enggak? Enggak. Maksud saya mulai yang dari proses yang pertama, kedua. Oh, panjang panjang. Ee sampai yang wah ini kayaknya keren nih teknologi sama harganya. Kira-kira kalau misalnya dijual Heeh. itu ee apa namanya? Bisa masuk.
2:23 Iya. Berarti kan itu udah udah poin ee apa namanya Mas bilang tadi? Heronya. Heronya her heronya si Bobi Bos ini heronya. Akhirnya teman-teman menemukan ini nih betul yang cocok dan ini kayak apa membumi itu kapan Mas? Ya sekitar 2 tahun terakhir lah. 2 tahun terakhir ketika kita bahan baku. Du 2 tahun 3 tahun lah. Oh kenapa baru ramainya sekarang ya? Momentum makanya mahasiswa banget ya. Sama kayak wartawan juga bisa kita nyari momentum ya. Karena kita alat dukunnya sederhana saja. Saya setuju ini teori setuju. Artinya kalau kita mau social politic engineering, kita harus punya visi. Kenapa visi? Kata kuncoroingrat, kalau gak punya visi kita akan jadi gerombolan. Benar. Memang agak-agak le service ya. Tapi mau
3:09 tidak mau harus kita lakukan. Benar. Benar. Arah riset kita adalah ini semua, Mas. Ee kesehatan, air, pangan, energi. Itu arah riset kita. Jadi bukan kita sporadis melakukan ini, ini. Enggak. Jangankan soal masalah energi ini, He. Sabun aja kita pikirin, Mas. Oh, kenapa? Karena kegelisahan kita kimia bas, kita pengin natural bas supaya busa-busa itu bisa lebih bisa lebih ee terurai. H kita pikirin itu kenapa? Karena kita punya arah. Iya, iya. Iya. Maksud saya begitu ya, K. Maksudnya saya enggak mau ingin melebar ke situ, tetapi saya ingin mendefinisikan bahwa tim kami punya arah, kami punya road map. Hmm. Itu itu ya udah di jalur yang benarlah yang saya bilang. Dan tadi saya juga
3:54 setuju kalau masalah momentum juga momennya juga ya sama kita punya berita yang bagus ketika kita tidak memiliki keputusan momen berita ini kita naikin isunya atau apa di waktu yang tepat ya sudah itu akan lewat sayang gitu. Nah oke. Kenapa berpikiran sekarang waktunya memperkenalkan Bobi Boss ini? Ya, kalau sederhananya itu momentum ya. Momentum itu kan bicara apa karena BBM udah mahal terus yang kemarin variabelnya banyak ya. Variabelnya ada variabel tentang masalah agak enggak enak ya nyebut ya. Biar saya aja yang nyebut. Itulah begitu. Ada beberapa faktor kan yang swasta ya kan yang Iya itu semuanya ya. Oke berarti masuk. Nah, pertanyaan saya
4:40 yang kedua ee ada beberapa pertanyaan orang bilang, "Wah, ini etanol nih." Gini gini gini. Ah, berarti kan secara dan saya baca juga Bobi Bos dari berita teman-teman reporter di Kompas.com itu menggunakan ee bahan baku ee tumbuhan ya, jerami. Jerami tu. Kenapa jerami itu tadi? Ketika masuk ke level kedua riset kita, aspek komersil ini menjadi aspek yang ee menentukan untuk kita masuk ke level ketiga. Artinya, Mas dulu sebelumnya punya bahan baku yang banyak dong. Kan sebelum sebelum masuk ini kita jelantah juga pernah Oh, sudah nyoba bahan jelantah menyoba molases, mikroalga. Heeh.
5:25 Dan tidak hanya bicara tentang masalah bahan baku nabati. Heeh. Kami juga kan bicara tentang masalah kita kan ee gini, kita harus menarik dulu ke level atas dulu, geopolitik ee geo geo ee energi dulu. He. Mazhab energi di dunia ini ke mana nih arahnya gitu. Iya. Nah, ternyata menurut kita arahnya kan ada dua nih. He. Hari ini ee ekosistem hadap energi karena satu pertanyaan mendasarnya adalah dekarbonisasi. Yes. Maka semua negara berlomba-lomba untuk melakukan inovasi. Iya. Cina saya pikir jadi leader di listrik. Listrik. Betul. Jepang enggak mau latah di situ. Iya. Ee karena Jepang inginnya hidrokarbon. Iya. Eh apa? Hidrogen. Sori. Hidrogen. Ee hidrogen. He. Pertanyaan kita, Indonesia posisinya di mana? Hm. Ini pertanyaan di internal kita.
6:11 Iya. Apakah kita ingin ke sana? Heeh. Apakah kita ingin ke sini ke Jepang? Nah, Indonesia kan nonblok. Ada enggak nih politik? Nah, ada enggak nih kira-kira tengah-tengah gitu loh kira-kira. Oke. Oke. Tapi kan ada lagi satu lagi. Heeh. Biodiesel ya. Nabati kan itu sebenarnya. Ee iya nabati. Nabati. Nabati best. Sudah udah Brazil udah udah Brazil etanol pakai 100 100. Iya betul. Ee dia apa mesinnya ditambahin satu modul. Oke. Iya. Di Brazil ya supaya ada tambahan kalau di B. Kalau Indonesia kan kita pernah Mas di internal kita harus namain modul juga pernah juga kita. Nah, tetapi kan enggak kompatibel secara komersil. Masyarakat kita kan enggak mau ribet mahal lagi
6:58 gitu loh. Maka, maka kita tidak hanya sekedar bicara nabati base. Heeh. Tapi bagaimana kita juga berbicara baterai waktu itu di energi nih riset energi. Maka akhirnya kita punya paten dua. Paten dinati, paten di baterai. H. Ini belum kita keluarkan ya paten. Maksudnya ini diskusi soal energi. Iya. I itu tadi karena ada geo geoenergi, geopolitic energi yang sekarang ada dua mazhab ini. Nah, makanya kita fokus pada dua hal di BBM Nabati bahan bakarnya. Kenapa? Karena mau tidak mau ke depannya kan bisa jadi ke depannya mau electrical vehicle semua listrik. Iya. Berarti listrik kata kuncinya kan baterai. Nah, Indonesia tidak boleh ketinggalan dong. I maka kita juga harus riset di baterai.
7:43 Hm. Kita sudah punya paten namanya baterai serum. Hm. Sudah paten sudah rilis belah dua. Iya. Iya. Ya. Yang kedua, tetapi untuk menuju ke sana, transisi untuk menuju ke electrical vehicle itu panjang. Wah, repot banget. Repot, panjang dan segala macam. Maka sedangkan populasi kendaraan listrik itu masih ratusan juta. Hm. Enggak bisa diop walaupun sudah dikasih insentif. Iya betul. Berarti sedangkan permasalahan mendasarnya di bidang energi apa? Dekarbonisasi. Oleh karena itu, itu sudah enggak bisa ditahan lagi. Enggak bisa ditahan. Betul. Iya kan? Makin lama makin ya sudah bumi kita makin hancur nih. Betul. Nah, makanya oh sebelum ini keluar nih electrical vehicle kami tidak mau Indonesia menjadi follower. Iya setuju. Kita harus memiliki satu brand baru, identitas baru di energi baru dan terbarukan.
8:28 Hm. Maka kita harus menebatkan solusinya adalah nabati. Hm. Kita fokus di nabati. Celanta mikroalga. Kita riset semua. Entar dulu dulu situ. Oh iya. Kenapa Mas berpikiran harus nabati? Karena konsepsinya kan bisa tumbuh terinspirasi ya. Lagi-lagi kita mungkin saya pernah sampaikan ini di Quran surat Yasin. He. Saya muslim bahwa energi itu dari kayu yang warna hijau. Maka nyalakanlah kayu itu menjadi api. Api adalah energi. Kita mikir hijau. Hijau. Hijau. Berarti kan hijau sesuatu tumbuhan. Wah. Saya ngajinya enggak nyampai situ, Mas. Waktu itu bisa. Wah keren keren keren. Jadi ilmunya ke mana-mana nih. Iya. Karena kita kan diskusinya dengan
9:14 kadang dengan ahli tafsir akar kata, "Ustaz gini, Mas Ikhlas. Coba deh perhatikan kenapa Quran surat Yasin itu berbunyi bicara tentang masalah kayu yang warna hijau dan nyalakanlah api seketika api adalah energi." Berarti sederhananya semua yang warna hijau pasti energi. Semua yang warna hijau. Logiknya kan begitu. Benar juga ya. Semua yang warna hijau pasti jadi api. Pertanya kemudian level masuk ke level kedua kom murah atau enggak? Oh ya ya ya gitu. Kalau boleh tahu nih jerami ini ee bahan baku yang ke berapa nih yang akhirnya bisa masuk bisa lolos ke tahap kedua mungkin kelima keenam ya kelima atau enam itu pun juga satu kecelakaan kita itunya
10:02 kok bisa ngomong sesaat gitu loh oh nyel lagi ngobrol begini kita ngelihat Pak W jerami wae piye nah gitu uh iya tenan jerami hijau bahasa tongkronganongan gitu ya karena apa kita capek-capek serius untuk bicara ini. Misalkan nih kita riset di molases gitu ya. Ini kan kami ya mungkin orang lain bisa lebih hebat juga. Kalau kami versi molases 2 kilo bisa jadi 1 liter. 2 kilo jadi ini ini kami ya saya kan enggak tahu ya. Hitungannya beda-beda beda-eda. Kalau kami yang dan tergantung juga dari apa namanya alat pendukungnya juga. Nah kami pernah melakukan praktik seperti itu berfungsi clear lah. Berfungsi aman baguslah.
10:47 Hm. Tapi ketika saya masuk ke sini kan kita ada SOP 2 sektoral enggak bahan bakunya? Iya kan? Iya iya iya. Oh ini sektoral. Oke sektoral kita masuk lagi di harga. Harganya 1 kilo berapa nih? H rata-rata 2.000 kan ada yang 2,5. He. Berarti butuh 4.000 HP. H HP bahan bagus dong. Belum lagi manya yang lain. I belum lagi yang lain-lainnya. Iya iya iya iya. dari HP saja sudah melebihi HP produksi saya. Maksudnya HPP produksi yang kami tetapkan. Iya. Ini internal SOP kami ya. Bahan bakunya seginilah. Betul. Ini maksudnya ini internal SOP kita. Ke orang lain kan mungkin beda-beda ya. Ini internal kami. Berarti kalau kita butuh 2 kilo. 2 kilo. Heeh. Berarti kan kalau asumsikan 2.000
11:32 berarti sudah 4.000-an. Heeh. Menurut kami internal kami sudah enggak masuk. Enggak masuk. Itu baru dari bahan baku ya. Belum. Bahan baku. Belum manpower, belum listrik, belum line dan segala macam. Kami kan juga mengerti soal dan juga prosesnya juga misalnya dari jerami dia prosesnya berapa? Dari molases. Dari yang dari molases. Oh dari molases. Iya itu berapa? Terus ini berapa? Menurut kami heeh menurut kami. Wah enggak masuk nih. Kita tunda. Simpan i dot dari jerami. Kita cek jerami jumlah sawah ada berapa? Data BPS tahun 2015 ada 8,1 juta hektar. Wah iya iya iya i ya. Semua daerah ada sawah. Hampir dari Sabang sampai Muruke. Iya iya iya. Kalau kita enggak tanam jerapan padi, kelaparan dong kita. Iya kan?
12:18 Data BPS tahun 2015 kita bacanya di di internet, juta. Nomor 1 Jawa Timur, nomor 2 Jawa Barat, nomor 3 Jawa Tengah, nomor 4 Sulawesi Selatan. Itunya apa namanya? Jonggol nomor berapa? Kenapa? Jawa Barat kan? Oh Jawa Barat. I iya iya iya. Tapi memang banyak sawah di Jonggol ya? Jawa Barat kita bilnya Jawa Barat. Eh, bisa aja ngeles ini ini calon-calon politikus masa depan ini. Oh, enggak ya? Enggak, enggak. Kita enggak tetap tetap ilmuwan kita fokus di sini aja. Iya, betul. Saya setuju. Kita fokus di sini. Jadi maksud saya adalah ee ketika kita masuk ke situ Heeh. Wih, berarti enggak sektoral. Hm. Bahan bakunya. Betul betul betul. Kita masuk ke HPP. Heeh. Heeh. Setelah kita olah, mencengangkan. Loh, kok bisa kita buka 1 kilo hasilnya sekian x
13:04 liter. Hm. Ih, kok kuantitasnya banyak ya? Dari 1 kilo bisa awal nih skala ya. 1 kilo kok bisa sekian? Itu penuaan pertama. Pertama. Iya. Kita tingkatin lagi. He tingkatin konstan hasilnya. Berarti menemu menentukan sebuah rumus baru kan. Iya. Bahwa ketika bahan bakunya x hasilkan outputnya sekian. Heeh. Kita naikin ke atas. Naikin jumlah bahan bakunya. Kok konstan? Sama rumusnya. Oh, bisa bisa dimengerti? Iya. I artinya kan ini satu formulasi baru biasanya kan semakin tinggi ada penyusutan mungkin 1 liter satu entar eh 1 kilo berapa misalnya nih ya 1 kilo 1 lit begitu 2 kilo ya 1,9 L. Maka kita range
13:49 hmm dari 1 hektar itu konservatifnya berapa? Mediumnya berapa? ee optimisnya berapa, overnya berapa. Maksudnya over yakinnya gitu ya. He kita ada range makanya ketemulah angka 3.000 liter. H ketika 9 ton 1 hektar, 9 ton 1 hektar maka menghasilkan 3.000. Okelah supaya enggak kontroversi mungkin 2.000 sampai 3.000 deh. H liter dan itu output-nya bukan sekedar bensin atau solar, tapi kita tinggal pilih. Bisa jadi bensin, bisa jadi solar. Agak aneh ya. Bisa, bisa dimengerti ya. Iya. I saya lagi ee ya enggak tahu
14:35 mungkin karena keterbatasan informasi yang saya dapat bensin bisa solar. Oh berarti itu ada pemisahan ya. Ada ada bahan serumnya untuk memisahkan serum bukan memisahkan. Jadi kita kan biochemistry untuk menghasilkan Bob Bos itu biochemistry dari jerami kita lakukan dengan pendekatan biochemistry lima tahap menggunakan mesin yang kita bikin sendiri. Heeh. Setiap tahapan itu kita kasih serum. Hm. Nah, serum ini tahapan mesin dan serum ini kan bagian daripada IP kita ya. Iya. Tentu kita enggak bisa ceritakan. Nah, tetapi ketika kita lakukan tahapan itu, saya kasih contoh, Mas. Naik suhu sedikit saja berubah hasil. Oke, berarti yang Bobi Boss yang sekarang ini itu
15:22 udah bisa dikatakan formula yang udah pas ya. Nah, kalau kita puas masalah. Oh, iya pasti enggak boleh masalah. Kita belum puas. Betul. Makanya kita harus terus uji endurance yang tadi saya sampaikan, kita uji dan segala macam. Siapa tahu nanti ada ada hal yang lebih maksimal lagi. Iya, itu pasti. Kalau saya yakinlah. Tapi kami yakin dengan output hari ini. Heeh. Ee dengan output hari ini kami kok insyaallah ini kompatibel dengan mesin. Insyaallah kok ee karena kita sudah coba ke banyak orang bahkan kita kerja sama dengan pihak ketiga waktu itu. Ini waktu di uji-uji kecil dengan salah satu sekolah otomotif di Solaya. Kepala sekolahnya datang. He bilang pakai jangan pakai mobil masih
16:08 kelas dong. Harus pakai mobil saya. Kalau mobil masih kelas tahu jangan sudah dipakai apa sudah dikondisikan. Oh iya iya ya ya. Dia berusaha untuk menjadi netral. Menjadi netral. Ya udah pakai mobilnya dia. Dia pakai mobil Innova. Hm. Pakai mobil Innova dia bawa emisinya diukur sama dia. He emissinya before pakai pakai BBM sebelumnya. P4-nya berapa emisinya dijalanin dikuras terus gitu. Alhamdulillah bagus. Berapa kilo tuh, Mas? Ee enggak panjang waktu itu lebih dari Purworejo. Purworejo Jogja. Wah, bentar dong. Nyampai 60 kilo. Iya. Kalau di kita nih pengujian itu awal-awal ya. Awal-awal ya. Karena deg sekarang terakhir terakhir ya sudah kita lumayan. Maksud saya saya mau sampaikan karena
16:54 ada suasana deg-degan juga Mas kan awal-awal ya. Misalkan siapa yang mau gantiin apa kalau rusak kalau ada awal-awal ya. Kalau ada seandainya Mas, entar dulu saya tanya, Mas yakin ee produk Mas ini benar-benar kompatibel baik di mesin? Kalau Mas tadi bilang lebih irit itu pasti karena saya sudah dari ee udah ngelihat dari berbagai macam nabati itu enggak ada yang boros. He. Yang kedua ee emisi gas buangnya pasti bagus. Betul. I kan karena tidak dari apa namanya? Fosil. itu. Nah, tinggal satu nih, Mas, yang harus dipikirkan dan ini menjadi ee saya merupakan wakil lah dari teman-teman ee para pembaca. Apakah
17:42 bahan bakar ini kompatibel dan bisa digunakan ataupun tidak merusak mesin. Mesin. Iya, itu sudah pernah coba. Kita fokusnya memang ke sana. Hm. Fokusnya kita ke ke sana. Makanya kita cari istilahnya relawan-relawan gitu yang punya mobil gitu kan. Oke, cus buat sahabatkomas.com ini buat teman-teman ATPM yang lagi menyaksikan. Waduh, saya yang barah nih. Kalau saya sih yakin, tapi ya keyakinan tuh butuh bukti. Benar. Betul. Mungkin ada yang ingin merelakan mobilnya baru. Baru ya. Baru. Kita pengin kita pengin tes endurance. Harus mobil baru. Heeh. Lalu nanti menggunakan bahan bakar
18:27 Bob Boss. Heeh. Endurance 24 jam muter muter dengan kecepatan konstan. A tetapi syaratnya harus mobil baru. Makanya kita sedang lagi nyari ee istilahnya sponsor lah gitu ya. Iya iya iya. Misalkan dengan brand ini ini ATPMATPM lagi pada dengerin nih Mas. Oh subhanallah. Jadi kalau misalkan ada alhamdulillah nih kita senang banget dibantu. Iya. Tapi lewat Kompas.com ya. Siap. Nanti ee teman-teman reporter yang nguji. Kita yang nguji loh, Mas. Siap. Malah kita lebih senang. Sahabatkomat.com coba tolong tulis di komen ya. Nanti dikomen di bawah mau bensin apa solar. Tapi banyakin bensinnya ya. Iya. Jadi ee itu akan dicek 24 jam muter. Jadi bagusnya 24 jam muter. Oke.
19:12 Kendaraannya ya. Oke. Syaratnya harus baru. Mobilnya baru ya. Nanti setelah itu dilihat aja nanti mesinnya kayak gimana. Kita bongkar mesinnya. Bongkar. Silakan kita sama kita bikin kesepakatan parameter parameternya bareng-bareng gitu. Heeh. He he he. Oh pasti ada nanti ada dong. I ahli mesin Pak Kir sudah tahu lagi. Iya iya. Di sini misalnya ada gesekannya pelumasannya gimana ruang bakarnya seperti apa nanti pasti akan dibongkar. Nanti hitam atau tidak ruang bakarnya. Kalau ruang bakarnya enggak bakalan hitam sih. Iya. Enggak. Maksudnya kalau misalkan punya kita nanti bagaimana ya? Kalau ada komparasi pakai BBM yang lain. Waduh. Wah. Oke. Tapi kalau itu bagian daripada dinamika. Oke, nanti yang mau ee mengikhlaskan mobilnya untuk kita coba bareng sama Kompas.com nanti tolong hubungi. Oh,
19:59 enggak ada di sini. Hubungi aja di redaksi ee otomotivekompas.com. Lanjut lagi Mas. Iya. Ee semoga ada ya. Awas aja enggak ada. Nah, ee sekarang apa ya bilangnya tuh apa ya? Kalau misalnya ini kan sudah masuk skala ekonomi. Iya. Sudah masuk ya mungkin ee kita jangan bikin kehebohan, enggak usah nyebutin harga lah ya. Pokoknya murah lah ya. Harus, harus pokoknya di bawah yang sekarang ya. Betul. Itu visi kita kan sejak awal. Oke. Oke. Murah di bawah yang sekarang. Kenapa enggak bisa dijual? Iya. Regulasi itulah kita masuk masuk ke level ketiga. Hm. Yaitu regulasi. Oke, sekarang berarti
20:45 lagi mencoba di beberapa berita dari teman-teman ee redaksi mereka menyebutkan lagi proses ke betul kami lagi istilahnya kami mencoba untuk intens komunikasi. Kami juga sudah mendapatkan kami sudah membuka komunikasi tentunya dengan kami juga terima kasih kepada SDM yang sudah membuka komunikasi juga kepada kami. Dan ternyata yang menariknya adalah ee kamar kami itu bukan di Migas. Hm. Karena SDM menyatakan bahwa karena bahan baku kami adalah 100% nabati nabati maka kamar kita adalah di ee mana? EBTKE energi baru terbarukan. Hm. Di bawah Ibu Prof. Enia kalau enggak salah. Betul. Dirjen MBTK. Halo Prof Enia. Apa kabar? Ini bareng
21:32 baru nih. Bisa bareng-bareng kita cobain Bu. Nah, jadi tentu ketika kita ingin masuk ke sana ya kita harus mengikuti parameter-parameter yang sudah ditetapkan. Hm. Ketika kami membuka komunikasi dengan SDM, pemahaman kami mungkin koreksi salah kalau saya salah dengan apa yang kemarin kita diskusikan dengan SDM. Biogasolin ini belum ada parameternya. Hmm. Belum ada atau belum nemu? Maksudnya mungkin sudah ada tapi belum. Belum ada parameter yang ditetapkan. Oke. Belum ada parameter yang ditetapkan. Nah, jadi ini bagian daripada challenge kita. He. Ee maksud parameter belum ditetapkan adalah tatkala ini kita mau uji lab ya sudah uji labasinya dengan BBM.
22:19 Hm. BBM ya. Nah, kita mau uji lab tetapi pengin komparasinya dengan yang benar-benar biogasolah. sayangnya belum ada parameter itu. He ini pemahaman saya setelah saya diskusi koreksi mungkin kalau saya salah. Iya. Iya. Iya. Ibaratnya itu ee kal ketika kita berhadapan dengan regulasi itu akan menjadi hal yang lain. Tapi kalau misalnya ya Mas tahu kan netizen ya pokoknya gua wah ini murah nih bisa enggak jadi bensin apa segala macam. Mereka mikirnya ke situ aja cuman tidak semudah itu ya kan Rodolfo ya. Enggak. Iya karena ada ada ada pemerintah kita memang taat ya. kita memahamiul bahwa kami kan juga pengin sekali BBM ini atau Bob Boss ini tidak hanya sekedar sesaat, tapi betul-betul bisa lama gitu menjadi
23:05 legasi daripada Indonesia gitu. Betul. Betul. Memang sudah memang harus sudah saatnya kan. Iya. Dan juga ee kalau dari presiden juga me beliau sangat konsern dengan yang energi. Betul. Makanya sekarang juga lagi ramai yang bioetanol. targetnya dari Bobi Bos sendiri, Mas Ikhlas dengan tim itu bisa menyelesaikan masalah regulasi ini kira-kira kapan? Ya kalau ASDM yang bilangnya 8 bulan kan. Oh 8 bulan cepat tuh, Mas. Iya. Kalau kan kemarin kan di bawa ADSDM ya. Iya. Saya sudah pernah sudah pernah ikut dalam rangkaian untuk bikin yang kayak begitu-begitu 2 tahun. Iya. Sebenarnya sebenarnya kita berharapnya dua hal sebenarnya, Mas. He. Kalau karena kita juga bicara tentang
23:52 aspek yang ketiga nih tadi setelah komersil kita sudah dapat, kita baru melangkah ke aspek ketiga namanya ee regulasi atau political acceptability-nya bagaimana gitu. Iya. Nah, kita sebenarnya ingin mendorong dua hal. He di luar regulasi yang teknis ya. Heeh. Kita pengin sekali Presiden, Bapak kita Presiden Prabowo itu mengeluarkan instruksi presiden misalkan agar sawah itu menjadi ee tidak hanya bicara tentang e kedaulatan pangan, h tapi energi. Memang arahnya ke sana sih, Mas. Kalau yang saya kalau yang saya lihat dari ini energi beliau tuh ngomong energi energi itulah salah satu momentum tadi kan pemerintah yang baru. Betul. Nah, maksud saya adalah harap ketika itu sudah dijadikan projek nasional, projek ee strategis nasional,
24:39 he bahwa sawah itu tidak sekedar bicara tentang masalah pangan, tetapi bicara masalah energi. Ada jerami ini betul-betul bisa dimaksimalkan. Hm. Kita menentukan satu harga, jerami itu harga berapa yang bisa ditentukan sesuai parameter. Hm. Dan yang paling utamanya adalah ini juga karena saya juga mendapatkan banyak ee apa namanya? komen he bahwa kami tidak menghilangkan habituasi petani gak karena ada kekhawatir jangan-jangan ada salah satu misalkan ini beras jangan-jangan yang dijadikan enggak enggak mungkin beras kan betul kita fix adalah jeram berarti kalau jerami enggak bisa dong untuk pakan h untuk sapi kan selama ini kan ada habituasi petani tuh petani eh sori ee apa namanya peternak untuk sapi dan segala macam
25:26 justru dengan hadirnya kita, kita meningkatkan kan ee ee apa namanya value pakan itu pakan sapinya. Hm. Karena untuk menghadirkan apa tadi? Bobipos sa ee jerami itu tadi itu nanti tidak tidak kita hilangkan bahwa tidak apa petani kehilangan pakannya dari jerami. Justru bayangkan kalau 500 hektar itu bisa menghasilkan pangan hasil dari Bobby Boss itu bisa 2.400 ton. Enggak. Tapi sebentar gini, Mas. Ini prosesnya maksudnya saya ingin mengklarifikasi bahwa jangan jangan galau kayak yang tadi saya cerita tebu. Heeh. Nanti dipakai buat etanol.
26:13 Nah, gula jadi kecil jadi ngimpor nih. Iya. Betul. Maksud saya ini tidak menghilangkan habituasi daripada petani eh petani yang pemanfaatan jeraminnya adalah untuk pakan sapi. Hm. Itu nih poinnya. Justru saya ingin mengklarifikasi bahwa dengan hadirnya Bobby Gos kita ingin menaikkan value. Hm. Karena kami punya tanggung jawab bahwa kami tidak sekedar bicara tentang kedaulatan energi, tapi kami juga fokus bagaimana menghadirkan serum pangan untuk pertanian. Kami sudah punya, Pak. Bahkan kami juga sudah memiliki benih padinya. Yang ini harapannya bisa kita daftarkan nih. He. Ini sudah kita demploot ke ratusan hektar. Alhamdulillah berhasil. Maknanya apa? Visi kita kedaulatan
26:59 pangan pun kita ingin memecahkan mitos bahwa beras organik itu harus murah. Hm. Makanya kita pernah menggunakan 1 hektar ini cukup 15 liter punya kita saja. Nah, siapa yang menemukan? Bukan tim energi. Ini perlu saya sampaikan. Bukan saya kalau enggak ada ada semua ada di ada tim. Timnya profesor. Hm. Kita diskusi kami punya halaqah atau pertemuan rutin setiap hari Sabtu dengan Prof. ini h bicara jadi kritik sapu fokus kita, otak kita, kita set pangan. H tapi punya penelitian, punya data enggak Mas? Ee ee berapa hasil ini di Indonesia dengan skala besar Indonesia atau enggak usah Indonesia, pulau Jawa aja deh. He. Pulau Jawa yang dibutuhkan ee produksi
27:46 jerami itu berapa banyak, berapa ton, lalu yang digunakan untuk pakan peternak itu berapa banyak? Karena itu tergantung habituasi masing-masing daerah. kita enggak yang kira-kira aja yang sudah berlaku rata-rata kan 1 hektar itu menghasilkan jeram itu kan 9 ton. Heeh. Ada yang 12 ton kita ambillah yang konservatiflah 9 ton. Iya. Dari 9 ton itu mungkin setengahnya dipakai untuk apa namanya? Pakan peternak. Pakan setengahnya dibakar. Ada yang dijual atau g jadi ee itu tidak semua tidak semua melakukan itu. Iya. Tapi kan saya ingin mau klarifikasi bahwa jerami ini tidak kita hilangkan untuk sapi juga. Enggak. Malah justru dengan menghadirkan Bobi Bos bahan bakar.
28:31 Heeh. Maka pakan itu juga hadir. I dan value pakan ini jauh lebih baik menurut kami karena kita tambah serum pangan di situ. Hmm. Sehingga ini bisa menjadi lebih murah. Bahkan kita olah tidak hanya untuk sapi, bisa untuk juga pakan ayam, pelet, ikan dan segala macam. Bahkan limbahnya ini bisa juga untuk kertas kayak bungkus kertas itu, Mas. Bungkus kertas misalnya wartek yang warna coklat itu. Heeh. Bungkus kertas itu kan kertas kan dari kayu nih. Heeh. Kita juga bisa bikin kertas eh bungkusnya. Heeh. He. Yang menariknya bungkus ini itu kalau dimasukin ke air itu tinggal jadi pupuk bungkusnya. Oh, padahal kertas kayu itu bisa langsung
29:18 jadi pupuk. Ya, yang punya kita ya, yang jeram jer maksud saya pemanfaatannya bukan yang sekarang beredar ya. Iya. Maksudnya pemanfaatannya untuk menghasilkan Boby Boss ternyata itu menghasilkan beragam turunan produk gitu loh. Hm. Dan turunan produk ini bukan men-delete pakan tadi. Justru pakan itu hadir. Hm. Bahkan kita berkreasi bungk apa kertas tadi. Hm. Jadi misalkan kertas apa namanya? Dalam rangka go green gitu ya. He ya sudahudah pakai kertas punya kita. Hm. Dan yang menarik lagi ini, Mas, turunan dari untuk menghasilkan Boby Boss lagi itu kita juga pernah ngecoba CNG. CNG kompres natural gas atau bio CNG. Iya. Heeh. Kita pernah coba di lab kita, kita
30:06 menghasilkan ee CNG itu atau kompor ya. Kompor itu kalau pakai gas 3 melon eh sori ee gas 3 kil yang melon 3 kilo. Heeh. itu kita nyalakan api maksimal. Heeh. Dua tungku maksimal itu nyalanya 11 jam. Ini kami ya. Ini ini ee maksudnya data kita beli gas melon di Rp20.000 kita pakai nyalain kompor keluar api. Heeh. 11 jam. 11 jam nyala habis. He punya kita Heeh. 16 jam dengan api yang sama dengan kompor yang sama. Oh lebih lama harga lebih murah. Ya, itulah menyatakan saya mau bikin rencana kompor pulsa waktu itu. Pulsa itu timer
30:52 istilahnya token. Token ya, bukan bukan pulsanya yang jadi energi bukan. Enggak kan sumber energinya bisa jadi baterai, bisa jadi dari apa namanya dari ini dan segala macam. Kita cuman berpikir kenapa menghasilkan? Saya punya duit Rp10.000 bisa enggak punya energi. Ah, beli token doang. Kayak kita terinspirasi token listrik gitu. beli token masukin di kompor. Nyala lagi kompornya. Jadi bukan energinya dari pulsa, tapi energinya dari dari yang tadi. Dan itu konsepnya adalah produk turunan. Kesimpulannya apa? Mau tidak mau ketika kita ingin memproduksi Bobi Boss, pakan ada, bungkus kertas ada, banyak CNG ada. Banyak manfaatnya yang bisa di banyak manfaatnya. Itulah yang saya ee
31:38 itulah yang saya berharap bahwa sawah ini pusat pangan dan pusat energi. Oke. Oke. Oke. Ya, mungkin mudah-mudahan nih dari teman-teman istana udah ini bisa bisa manggil nih ee apa namanya ee duduk bareng ya sama Mas Ilas. Nah, Mas ee mungkin bisa jadi ini yang ee pertanyaan saya terakhir. Ee banyak yang bilang ee bahwa Bobi Boss ini scam. Banyak yang meragukan. Tapi kalau dari pemaparan Mas dan mungkin saya juga pelaku ee dulu pernah bikin dan ini semuanya logis. cuman kalau boleh jika diizinkan mungkin kami sangat pengin sekali waktu datang
32:26 ke ee pabrik atau workshop-nya dari Bobi Boss ini untuk kita bisa kasih tahu bahwa sebenarnya apapun itu ketika memang bisa dibuktikan dan sekarang sudah masuk level ee bahwa ee pendekatan yang level 3 tadi dengan pemerintahan untuk I masalah spesifikasi dan lain-lain supaya itu bisa dijual nantinya. itu memang ee ya kita juga pengin kalau memang ee apa namanya kita bisa meyakinkan para pembaca bahwa apa yang dilakukan Mas Ikhlas dengan tim ini adalah memang inovasi yang sebenar-benarnya. Enggak ada lain, enggak bukan pertama ya paling kita juga tadi Mas berani oke siapa yang mau mengikhlaskan mobilnya
33:12 itu satu. Siap. Kalau scam mungkin enggak akan berani ya kan kalau yang cuman ah mau cari sensasi doang itu enggak akan berani karena juga kita berhadapan langsung dengan perusahaan-perusahaan besar ya. Iya. Terus yang kedua, oke kita juga akan enggak banyak sih, Mas, yang pada akhirnya di podcast kita mau mengundang kami untuk lihat langsung di fasilitas atau sarana dari Bobi Boss ini kita untuk melihat bagaimana dan ee informasi yang saya dapat bahwa alat-alat yang digunakan di sana memang buatan sendiri. Ya, betul. Buatan sendiri artinya memang benar-benar dari hulu ke hilir nih Iya. Enggak ada yang apa namanya ee impor lah. Iya.
33:57 Atau mungkin adaah beberapa part ya cuman enggak semuanya gelondongan. Iya. Itu dibeli dari luar masuk ke sini tapi dibikin benar-benar sesuai dengan kebutuhan sesuai dengan ee tahapan oke yang kita rancang. Betul. Dan tahapan itu ternyata mewajibkan satu customize mesin. He gitu. Jadi ada mesin dari Cina kita bisa. Cuman ketika datang kita harus apa istilahnya oprack lagi gitu. Oh dimodif lagi dimodif. Nah apa ya istilahnya enggak enggak enggak efisien. Iya iya iya gitu loh. Tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan dibutuhkan gitu ya. Sudah lebih baik kita itu dan ternyata jauh lebih menekan harga h secara cost produksinya gitu loh. Nah jelas pertanyaannya Masnya adalah kita sangat
34:44 senang hati. Hm. Dan itulah mengapa kami berani menandatangani hari Sabtu kemarin dengan KDM. Heeh. Dengan Gubernur Jawa Barat walaupun atas nama pribadi. He. Bahwa kita dichallenge bahwa Mas Ikhlas mau enggak secara publik produksi di lembur Pakuan. Hm. Dalam skala kecil. He apa? Ini kita lagi uji coba nih di lembur Pakuan pakai mesin traktor yaitu uji coba bahan bakar yang berasal dari jarami. Ini pakarnya. Nah kan. Eh, jadi bahan bakar dari jarami sekarang akan diuji coba ke mesin diesel. Traktor I siap. Traktor traktor kan diesel kan. Heeh. Traktor diesel. Kita coba ini ke nanti berhasil. berhasil. Berarti nanti
35:31 jerami yang ada di sawah daerah Lembur Pakuan ini bisa diproses kita ekstraksi jadi ee solar atau bensin. Heeh. Oke. E solarnya tidak boleh disebut jadi bahan bakar diesel. Jadi bahan bakar setelah diesel apalagi kalau yang dua apa namanya? Empat tak bensin. Bensin. Iya. Jadi bahan bakar diser dan empat tak. Yes. Ah. Oke. Itu untuk itu saya ucapin terima kasih ya. Siap. Ini kalau ini berhasil nanti saya akan memelopori lembaga usaha yang berjalan pertama di Lemur Pakuan MOU-nya. Alhamdulillah. Nanti gunakan. Nanti sebentar lagi panen Pak. Wah, 2 minggu lagi panen. Kalau sudah panen, Pak, itu enggak usah dibuang. Oke, ya sudah 2 minggu panen kita langsung kerja sama langsung dibuat jadi bahan bakar. Siap Pak. Kurang lebih 2 minggu lagi. 2 minggu lagi nanti bahan bakar akan
36:18 diproduksi massal di Lembur Pak. Bismillah. Siap. Mo nanti ya enggak usah dulu pakai lembaga pemerintah. Lama. Siap. pakai lembaga KDM aja ya. Terima kasih. Kita bismillah siap. Makanya saya hari Sabtu tanda tangan saya langsung pulang ke Solo. Kita di Solo kita langsung meetingkan berapa minggu kita harus bikin karena harus pakai mesin baru kan di Solo di kita kan di workshop kita kan sudah mesin yang sudah kita instal. He. Dan memang itu masih dalam taraf lab. Iya. Nah, enggak mungkin kita angkut nih. Iya. Iya. Makanya saya bilang kami butuh berapa lama ee tim kita rapat dari bengkel dan segala macam. Kita lembur, kita butuh 2 sampai 3 minggu menyelesaikan mesin. He. Dan kita namakan mesin ini adalah mesin transformer. Nanti akan ada surprise.
37:04 Transformer. Iya. Avenger. Avenger kan kita memang suka itu kayak gitu. Komik ya situ ya. Komikus. Ayo kok beda lagi itu bukan. Jadi kita nanti jadikan mesin transformer ini dari Solo datang ke Lembur Pak insyaallah. Insyaallah. Kenapa enggak pakai Gatot kaca gitu? Apa gitu, Mas? Yang wayang itu loh sampean solo kan. Nah. Ya, tapi ya. Kenapa Transformer Gatot kaca Bima ketang kita enggak terbang nanti kita ilusi lagi nanti. Oh iya itu ya pakai-pakai yang bahasa-bahasa Indonesia lah ya. Ini tadi baru nyemput aja. Oh transformer. Oh iya kita ngomongnya transformer karena nanti konsepnya memang transformer tuh. Oh iya, karena makanya nanti kami mengundang ketika mesin kita sudah datang di lembur
37:49 pakuan kan sing ising. Iya betul betul betul. Kita kita harus masukin jerami proses. Kita butuh waktu. Yang jelas hari ini Heeh. kami setelah MOU dengan KDM kami lembur untuk bikin mesin baru. Satu paket ya. Heeh. He satu paket. Oh. Bukan mesinnya yang dimiliki KDM. Gak gak gak kesepakatan kan saya karena masih pakai masih standar sal kecil. Oke. Dan kami iya enggak mungkin mereka berinvestasi yang enggak mungkin berarti apa yang dipunyai sama Bob Bos. He. Dan kami meeting nih kalau kita angkut mesin kita kan masih standar itu kalau ingin cepat kan ngangkut aja selesai. He. He. Tapi nada-nadanya ee kita pengin yang bikin yang baru gitu, desain baru. Dan ini sekaligus menjadi satu piloting untuk menunjukkan bahwa
38:38 kami ingin menjadikan besok nanti di Lembur Pak insyaallah. Heeh. Bagaimana pusat-pusat produksi itu ada di seluruh wilayah Indonesia. Hm. Jadi kita yang mendekat ke sawah, sawah panen nanti pergi lagi gitu. Nah, makanya kita sedang rancang desain 3D-nya. Insyaallah. Jadi kita targetnya 3 minggu selesai. Mesin dari nol ya kita sudah beli-beli nih lemburan semua tim bengkel kita. Insyaallah ini jadi kita ee mohon doanya 3 minggu jadi mesin baru kita angkut ke Lembur Pakan, maka kita akan mentransformer mentransformasi padi menjadi bahan bakar. Kapan kita menghitung dari hari Minggu sampai itu kita mesin optimisnya 3 minggu. Heeh. Garcepnya 2 minggu. Oke. Jadi nanti pokoknya kami akan datang ke
39:25 Lembur Pakuan membawa mesin kami. Heeh. Di situ bisa dilihat bagaimana prosesnya. Oke. Jangan disebutin tanggal sahabatkompas.com terus mantengin ya di YouTube-nya. Jadi jangan lupa nanti Mas Ikhlas akan ngasih tahu ke saya tanggal segini ya Mas kalian nanti harus mantengin terus ya kan. Karena bagi saya biar seru Mas. Iya betul. Jadi nanti insyaallah apa yang kita hadirkan nanti di dengan bersama KDM I itu menjadi tanggung jawab moral kami dengan tim dan kami ingin membuktikan bahwa wajib itu Mas. Iya. Kami ingin membuktikan bahwa apa yang kami lakukan ini memang gol-nya adalah untuk ini bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat. H dan wallahi saya saya muslim. Heeh. ee saya apa namanya bukan enggak
40:12 ada niat sama sekali untuk melakukan buat apa saya melakukan itu ya enggak ada kepentingan apapun kepentingan kita cuma satu-satunya adalah bahwa visi kita tadi dari obrolan angkringan bahwa kita ingin menunjukkan bahwa ada anak-anak muda yang mencintai tulus republik ini dengan menghadirkan karya-karya tadi. Pertanyaan super penutup sebelum kita habis ya. Ini wakil nih pasti ada yang mikir-mikir nih. Seandainya H contohnya saya nih H uang saya bertebaran di mana-mana. Saya bingung mau pakai uang gimana. Wah subhanallah. Iya kan? Saya beli royalty-nya. Kalian akan saya pekerjakan di sebuah PT atau factory apa segala macam milik saya untuk memproduksi Bobby Boss itu.
40:57 Iya. kami ambil apa enggak kami membuka kolaborasi dengan siapapun dari dalam dari luar negeri. Heeh. Yang jelas visinya satu, bagaimana harganya untuk masyarakat bisa lebih murah. Heeh. Siapapun itu. Kalau boleh saya koreksi karena saya seorang editor. Boleh enggak dalam negeri aja, Mas? Kenapa boleh enggak dalam negeri aja? Betul. Maksudnya siapapun itu tuh di dalam Indonesia negeri. Iya. Jangan luar negeri ke sono. Enggak. Maksudnya di Indonesia. Karena gini, kami punya pemaknaan pasal 33 itu, pasal 33 ayat 3 itu kami punya empat pemaknaan. Iya. Dan itu menjadi rule kita. Ah bahwa bumi dan air yang terkandung dalamnya bla bla bla itu pemaknanya harus ada empat. H menurut versi kita. I saya sepakat dengan Arcandra Tahar. Hah.
41:42 Yang pertama adalah bahwa seyogyanya kekayaan alam ini dikelola oleh anak bangsa. Betul. Kedua, seyogianya menggunakan teknologi. Menggunakan teknologi anak bangsa. Yang ketiga, seyogyanya untuk mengelola kekayaan itu dengan menggunakan teknologi anak bangsa menggunakan dana dari negara kita. Ya. Dan yang terakhir apabila ee pengelolaan ini diberikan hasilnya untuk kemaslahatan. Hmm. Jadi kita empat hal ini harus kita kuasai. Iya. Iya. Iya. Teknologinya harus dari kita, dananya dari kita, oleh anak-anak kita. Iya. Dan hasilnya untuk kita. Itu menurut saya pemaknaan pasal 33 dan kami melakukan itu. Cum nah makanya kami menghadirkan teknologi kita. Betul.
42:28 Makanya kenapa kita juga oleh kita dan harapannya kita berharap ee istilahnya Indonesia melalui Kami sudah san ke Danantara. Oh, kami sudah sowan ke Danantara. Kami berharap Pak Danantara Heeh. ayo dong dibiayai gitulah kira-kira. Iya. I kami juga san karena itu yang membuktikan bahwa kami prioritasnya memang ke Indonesia. Ini agak berat nih. Nanti ujian terberat Mas Ikhlas adalah nanti ada anak bangsa juga nih yang pengin, orang kaya bangsa Indonesia yang pengin. Tiba-tiba ada dari luar negeri juga pengin naikin misalnya yang ininya sekian ee biayanya sekian triliun, yang satu ini di atasnya sedikit. Jangan sampai godek, Mas.
43:15 Iya. Jangan sampai pergi nih kayak Pak Habibi ya. Beliau kurang kurang apa ya? Di Jerman ada orang yang ingin menggaji beliau dengan harga yang sangat tinggi. Tapi dia balik lagi ke Indonesia yang akhirnya mengabdi di Indonesia. Akhirnya ee apa namanya? Dia ilmunya dan semuanya yang kayak tadi Mas bilang untuk Indonesia. Makanya tadi saya bilang oke tahapannya nanti kita akan lihat ee teman-teman Kas.com juga akan nanti di liputan kita khusus untuk melihat bahwa pembuktian bahwa Bobby Boss ini bukan hanya isapan jempol belaka atau menjadi sensasi, tapi juga ya semoga ini benar-benar terwujud nih Mas. Amin.
44:01 Dan semoga juga ada investor yang ee benar-benar ee siap untuk ee memproduksi dan kalau saya bilang ya saya orang awam ya, banyak hal-hal positif yang bisa diambil dari sini gitu kan. Jadi apa namanya semoga nih ke depannya dari tim Bobi Boss, Mas Ikhlas dan tim juga melakukan inovasi-inovasi baru. Entah yang bukan dari energi aja. Tadi kan banyak tuh. Iya. Iya. Cuman pesan saya satu, jangan lupa kabarin kompas.com, Mas. Oh siap. Ini nanti kalau sudah di KDM harus datang. Oh, iya. Saya datang nih biar ee para editor-editor ini biar ada kerjanya, Mas. Heeh. Dia kerjanya di kantor-kantor aja. Insyaallah transfernya datang.
44:46 Oh, iya. Ya, tapi entar namanya kalau bisa nama-nama Indonesia lah, Mas. Besok-besok kepikiran apa kek gitu ya yang keren-keren. Srikandi, Arjuna apa gitu ya. Kalau tadi bilang ya Transformer karena jalan darat. Kalau Gatot Kaca ya terbang ya juga sih benar juga cari aja yang inilah. Oke ee sahabat Kompas.com terima kasih sudah menyaksikan dan cukup lama dan mungkin ee memang masih ada satu lagi hal yang harus kita buktikan nih dari Mas Ikhlas nanti. Semoga ee kesempatan berikutnya kita akan diundang datang ke fasilitas atau nanti yang ke acara KDM ya, KDM. Kad langsung pengujian nih sama salah satu selepgram eh bukan bukan selepgram gubernur Jawa Barat kalau saya tahunya selepgram kita ke apa ee ke acaranya Pak
45:35 KDM ya nanti untuk membuktikan bahwa keren juga sih dari jerami sawah jerami langsung tiba-tiba keluar jadi minyak yang bisa dipakai untuk apa ee mobil Bobi Bos I Bobi Bos untuk bisa mobil diesel atau bensin. Oke. Oke. Kalau begitu terima kasih sudah menyaksikan eh otomotif.com podcast kita kali ini dan eh jangan lupa subscribe dan juga aktifkan notifikasinya supaya yang paling penting tidak ketinggalan tanggalnya. Sudah dikasih tahu tadi saya tapi untuk sahabat Kompas.com harus mantengin terus supaya enggak ketinggalan nanti acara penting Bobby Boss ini. Dan kalau saya bahasa saya itu biasanya moment of truth, Mas. Yes.
46:20 Oke, terima kasih sahabat Kom. Terima kasih Mas Iklas sudah datang. Sukses. Sukses. Terima kasih.