JOKOWI PANIK,,,!!! HENDROPRIYONO BONGKAR KETERLIBATAN BLOOMBERG DI AKSI BERDARAH 28 AGUSTUS #jokowi

Opini Alvin www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang bergabungnya Jokowi sebagai penasihat di Bloomberg New Economy dan implikasinya. Beberapa poin utama yang diangkat:

  • Pendiri Bloomberg New Economy, Michael Bloomberg, memiliki latar belakang yang kontroversial.
  • Kedekatan Jokowi dengan tokoh-tokoh seperti George Soros menimbulkan pertanyaan.
  • Dugaan keterlibatan tokoh-tokoh tersebut dalam kerusuhan di Indonesia.
  • Perbedaan pandangan antara Jokowi dan Prabowo terkait kebijakan luar negeri.

Jokowi Jadi Penasihat di Organisasi Bloomberg New Economy

Jokowi menjadi penasihat di Bloomberg New Economy, sebuah organisasi yang didirikan oleh Mikael Rubens Bloomberg. Hal ini menjadi kebanggaan bagi pendukungnya. Namun, muncul pertanyaan mengenai siapa pendiri Bloomberg New Economy dan dugaan keterlibatannya dalam kerusuhan di Indonesia dan negara lain.

Tokoh-Tokoh di Balik Layar dan Dugaan Keterlibatan

Ada dugaan keterlibatan aktor non-negara yang memiliki pengaruh besar terhadap kebijakan suatu negara. Aktor-aktor ini termasuk George Soros, George Tenet, David Rockefeller, dan Mikael Bloomberg. Mereka diduga memiliki agenda tertentu yang mempengaruhi kebijakan negara.

Jokowi dan Bloomberg New Economy

Mikael Bloomberg, pendiri Bloomberg New Economy, adalah tokoh yang disebutkan terkait bergabungnya Jokowi sebagai penasihat. Sebagai warga negara Indonesia, muncul kekhawatiran bahwa setelah pensiun, Jokowi disejajarkan dengan pebisnis dan analis Bank Dunia. Bahkan, Bloomberg hanya dianggap selevel mantan walikota New York. Di organisasi ini, Jokowi disejajarkan dengan CEO perusahaan milik George Soros, Soros Fund Management.

Kedekatan Jokowi dengan George Soros

Kedekatan Jokowi dengan pengusaha turunan Yahudi, George Soros, terlihat sejak Desember 2014. Jokowi dan Soros pernah bertemu di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan tersebut berlangsung sekitar 1 jam. Namun, Soros enggan menjelaskan isi pertemuan tersebut secara spesifik. Sofyan Jalil, yang mendampingi Jokowi, menyatakan bahwa pembicaraan lebih kepada sharing tentang masalah ekonomi dunia dan lingkungan hidup.

Dugaan Keterlibatan dalam Kerusuhan dan Pernyataan Kontroversial Jokowi

Kedekatan Jokowi dengan George Soros dan Bloomberg, serta dugaan keterlibatan mereka dalam kerusuhan, membutuhkan pembuktian. Pernyataan Jokowi yang tiba-tiba mendukung Prabowo dua periode setelah kerusuhan mengundang pertanyaan besar. Muncul spekulasi apakah ini hanya pernyataan untuk menyelamatkan diri.

Analisis Kebijakan Luar Negeri dan Perbedaan Jokowi-Prabowo

Kerusuhan di Indonesia disebut mirip dengan kejadian di Serbia, di mana Barat menginginkan pemimpin yang didukung Amerika. Prabowo dianggap tidak sesuai dengan agenda mereka karena lebih dekat dengan Rusia dan China. Indonesia menjadi sasaran color revolution. Bergabungnya Jokowi ke organisasi Bloomberg yang bekerja sama dengan George Soros menunjukkan perbedaan mendasar antara Jokowi dan Prabowo dalam kebijakan luar negeri. Soros dan Bloomberg lebih condong ke negara Barat, sementara Prabowo lebih mendukung negara Timur. Bloomberg dan Soros juga penyumbang dana perang bagi Israel, sementara Prabowo lebih mendukung kemerdekaan Palestina.

Implikasi dan Harapan

Jika terbukti Bloomberg dan Soros mendanai aksi rusuh di Indonesia, maka keberadaan Jokowi di organisasi Bloomberg adalah bentuk pembangkangan dan pengkhianatan. Aksi rusuh tersebut menimbulkan kerugian material dan korban jiwa. Diharapkan Prabowo membentuk tim independen untuk membongkar dalang di balik aksi ini. Video ini tidak menarik kesimpulan, tetapi menghadirkan fakta dan berita untuk disimpulkan sendiri oleh penonton.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Jokowi jadi penasehat di organisasi Blomberg New Economy dan itu cukup membanggakan bagi para loyalisnya. Tapi tahukah kalian siapa pendiri Bloomberg New Economy dan dugaan keterlibatannya dalam kerusuhan di akhir Agustus di Indonesia dan negara lainnya yang berakhir anarkis? Simak penjelasannya di video ini. Saya enggak lebih pintar dari kalian. Saya tidak lebih pintar tapi saya mengalami semua dan ini ada yang main gitu. pada waktunya saya bisa sampaikan namanya yang main ya itu dari sana dari luar dari luar dari luar orang yang dari luar hanya menggerakkan ee kaki tangan yang ada di dalam dan ee kaki tangan yang ada di dalam

0:46 dan ee kaki tangan yang ada di dalam dan saya sangat yakin bahwa kaki tangannya di dalam ini tidak ngerti bahwa dia dipakai itu tapi pada waktunya nanti harus dibuka. Kalau dari luar tet aktor apa nonstate aktor, Pak? Ee sebetulnya nonstate tapi pengaruhnya sangat besar kepada kebijakan dari negaranya. Kebijakannya itu langkah-langkahnya kita baca selalu pas dengan usulan dari nonstate itu. Nonstate tapi isinya George Soros, istrinya George Tenet istrinya. Tadi saya sampaikan siapa lagi? David Rockeller. Eh, Bloomber, Bloomber Bloomber ya baca sendirilah kaum kapitalis begitu

1:32 itu yang usul. Tujuannya apa, Pak? Dan Bloomberg atau nama lengkapnya Mikael Rubens Bloomberg, orang yang terakhir disebutkan oleh Hendro Priono, inilah yang mendirikan Bloomberg New Economy di mana Jokowi ikut bergabung sebagai penasehat. Sebagai warga negara Indonesia, kita semua tentu prihatin bahwa pada akhirnya setelah pensiun Jokowi hanya disejajarkan dengan para pebisnis dan analis Bank Dunia. Bahkan Mikael Bloomberg sebagai pendiri organisasi hanya selevel mantan walikota di kota New York, bukan gubernur negara bagian, bukan menteri atau pejabat tinggi lainnya di negaranya. Di organisasi ini, Jokowi disejajarkan dengan Down Fitz Patrick, CEO atau direktur utama perusahaan milik George Soros Soros Fund Management. Ya, perusahaan milik George Soros itu ternyata juga ikut bergabung dalam organisasi Blomberg. Kedekatan antara Jokowi dengan pengusaha turunan Yahudi itu terlihat sejak akhir Desember 2014.

2:18 Kita kembali ke Selasa pagi, 30 Desember 2014 lalu. Kala itu, Presiden Jokowi dan Jos Soros melakukan pertemuan siang di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan keduanya berlangsung sekitar 1 jam dengan masing-masing didampingi perwakilan. Jokowi didampingi oleh Menko Perekonomian Sofyan Jalil dan Soros didampingi oleh dua orang sekretaris pribadinya. Namun anehnya saat ditanya apa isi pertemuan dengan Jokowi, Soros lebih memilih untuk merahasiakannya. Well, I don't want to lecture about that. Saya tidak ingin menjelaskan tentang itu," ujarnya sambil tertawa di Istana Merdeka, Selasa, 30 Desember 2014. Soros hanya menjelaskan dengan Jokowi berdiskusi terkait keadaan keuangan dunia dan rencana-rencana pemerintahan

3:06 Indonesia ke depannya. Namun untuk lebih spesifiknya, Soros tidak mau memberitahu. Sementara Menko perekonomian Sofyan Zalil yang kala itu menemani Soros keluar dari dalam Istana Merdeka menambahkan pembicaraan keduanya lebih kepada sharing semata. Intinya adalah kortes call ke Presiden, kemudian sharing tentang masalah ekonomi dunia dan konsern beliau mengenai masalah lingkungan hidup," ujar Sofyan. Kedekatan antara Jokowi dan George Soros dan dugaan keterlibatan George Soros dan Bloomberg dalam aksi kerusuhan akhir Agustus lalu tentu saja butuh pembuktian. Namun pernyataan kontroversial Jokowi yang seolah tiada angin dan tiada hujan tiba-tiba menyebutkan mendukung Prabowo dua periode pasca aksi rusuh yang gagal menurunkan Prabowo juga turut mengundang pertanyaan besar. Ada apa dengan Jokowi? Kenapa harus mengeluarkan pernyataan itu

3:52 seolah Jokowi berada di barisan oposisi? Bukankah Jokowi adalah salah satu pendukung berat Prabowo? Kenapa harus mengeluarkan pernyataan yang terlihat kontraproduktif? Apakah ini hanya pernyataan menyelamatkan diri semata? Internet kejadian di Indonesia kemarin itu sama persis seperti di Serbia. Barat atau G7 itu menginginkan pemimpin atau diktator yang didukung oleh Amerika untuk memimpin Indonesia seperti Soeharto dulu. Menurut Barat, Presiden Prabowo itu tidak sesuai sama agenda mereka. Prabowo ini memilih untuk mempererat hubungan Indonesia dengan Rusia dan China dan menjadikan Indonesia menjadi negara Asia Tenggara pertama yang menjadi anggota BRI. Sehingga Indonesia ini menjadi sasaran empuk bagi melakukan color revolution atau revolusi warna. Revolusi mawar Georgia, revolusi oranya Ukraina revolusi tulip Kirgizan, revolusi Velvet Armenia, revolusi jeans Belarus. Banyak revolusi-revolusi warna

4:39 tersebut itu berhasil menumbangkan pemerintahan negara mereka. Mereka mengandalkan demo besar-besaran yang anarkis. Kekacauanlah keos. Nah, ahli dari luar negeri itu mengatakan kalau kericuan di Indonesia kemarin itu kemungkinan ditunggangi oleh NED. organisasi Barat yang sudah berinvestasi di media sejak tahun '90-an. Nah, organisasi ini sering dituduh sama negara-negara timur sebagai alat Amerika untuk melakukan pergantian rezim di sebuah negara. Ada kemungkinan juga turut campur dari Open Society Foundation milik George Soros. Kalian yang ngerti? Bergabungnya Jokowi ke organisasi milik Bloomberg yang juga bekerja sama dengan George Soros jelas memperlihatkan bahwa ada perbedaan mendasar antara Jokowi dan Prabowo dalam hal kebijakan luar negeri. Pertama, baik George Soros maupun Bloomberg adalah pengusaha Amerika turunan Yahudi yang jelas lebih condong pada negara-negara barat dibandingkan negara Timur. Sementara Prabowo yang sudah memutuskan

5:26 bergabung ke organisasi Bricks jelas terlihat lebih condong mendukung negara Timur, Rusia, Cina, dan lain-lain. Kedua, Bloomberg dan Grogisoros adalah penyumbang dana perang bagi Israel. Sementara Prabowo lebih mendukung memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Dan jika terbukti bahwa Bloomberg dan George Soros benar-benar menjadi penyandang dana bagi aksi rusuh di Indonesia akhir Agustus, maka keberadaan Jokowi di organisasi Bloomberg adalah sebuah bentuk pembangkangan pada kebijakan pemerintah dan bahkan pengkhianatan pada bangsa sendiri. Aksi rusuh akhir Agustus bukan hanya menimbulkan kerugian material yang tidak sedikit bagi negara, tetapi juga mengorbankan 10 orang nyawa warga sipil. Kita berharap Prabowo bersedia membentuk tim independen sama seperti yang dilakukan di India untuk membongkar dalang di balik aksi ini agar para pelaku dapat dihukum demi menegakkan keadilan bagi keluarga para korban dan

6:11 sekaligus mencegah agar kasus serupa tidak terulang lagi. Di sini kami tidak sedang menarik kesimpulan. Kami hanya menghadirkan fakta berita dan silakan simpulkan sendiri. Terima kasih sudah menonton. [Musik] Yeah.

Share

Ringkasan Video YouTube