Kandasnya impian para Banjingan tengik negara ini oleh Menkeu Purbaya.

Ringkasan Singkat

Video ini membahas kebijakan Menteri Keuangan Purbaya yang dianggap berani dalam menutup celah korupsi dan mengoptimalkan keuangan negara. Beberapa poin penting yang dibahas:

  • Purbaya menindak praktik pengendapan dana di berbagai lembaga dan daerah yang merugikan negara.
  • Purbaya berani melawan kepentingan oligarki dan elit politik yang selama ini menikmati keuntungan dari kebijakan yang merugikan negara, seperti industri batu bara.
  • Purbaya berupaya membersihkan praktik korupsi di Bea Cukai dan perpajakan untuk meningkatkan pendapatan negara.
  • Ada kekhawatiran bahwa Purbaya dapat di-reshuffle karena kebijakannya mengganggu kepentingan banyak pihak, sehingga masyarakat perlu memahami dan mendukung tindakannya.

Pendahuluan

Video ini membahas kebijakan-kebijakan Menteri Keuangan Purbaya yang dianggap berani dalam memberantas praktik korupsi dan mengoptimalkan keuangan negara. Kebijakan ini membuat para pejabat korup dan pihak-pihak yang selama ini menikmati keuntungan dari sistem yang tidak benar merasa terganggu. Tujuannya adalah agar masyarakat tidak lagi dicuci otaknya dan menjadi korban kelicikan oknum-oknum tertentu.

Masalah MBG (Makanan Bergizi Gratis)

Program MBG (Makanan Bergizi Gratis) menjadi sorotan karena pelaksanaannya yang dianggap bermasalah. Contohnya, anak sekolah yang sedang libur dipaksa datang ke sekolah untuk mengambil makan siang. Selain itu, ada kasus di mana makanan MBG hanya diberikan sekali seminggu, sehingga tidak efektif untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Purbaya mendeteksi adanya indikasi pengendapan dana dalam program MBG ini. Dari total anggaran 79 triliun, hanya 13 triliun yang terserap dari Januari hingga September. Pengendapan dana ini diduga untuk mendapatkan bunga, yang mana jika 66 triliun dibungakan 2% saja, bisa menghasilkan 1 triliun per bulan. Purbaya mengancam akan menarik dana yang diendapkan tersebut. Luhut Binsar Pandjaitan sempat meminta agar dana MBG tidak ditarik, namun Purbaya tetap pada pendiriannya. Tujuan Purbaya adalah agar dana tersebut segera digelontorkan ke masyarakat, misalnya dengan memberikan langsung ke rekening orang tua murid.

Pencegahan Korupsi Melalui Kementerian Keuangan

Pencegahan korupsi yang paling efektif sebenarnya berasal dari Kementerian Keuangan, karena dari sanalah sumber uang negara berasal. Menteri Keuangan memiliki kendali atas aliran dana ke berbagai kementerian, lembaga, dan daerah. Jika terjadi korupsi, aparat penegak hukum bertindak di hilir, setelah kerugian negara terjadi. Purbaya telah menutup sebagian celah korupsi, namun masih banyak "sungai" yang perlu ditutup. Contohnya, ada dana yang diendapkan oleh kementerian sebelumnya sebesar 430 triliun di Bank Indonesia (BI). Seharusnya, kas negara tidak boleh terlalu banyak isinya. Idealnya, uang yang masuk segera dibelanjakan untuk kegiatan produktif.

Ijon Peraturan dan Ketua KSSK

"Ijon peraturan" adalah praktik membuat aturan yang menguntungkan pihak tertentu. Contohnya, dalam industri batu bara, Undang-Undang Cipta Kerja menghilangkan bea ekspor batu bara, namun mengenakan pajak ekspor yang kemudian direstitusi, sehingga negara rugi 25 triliun setiap tahun. Purbaya telah menutup praktik ini. Selain itu, Purbaya kini menjabat sebagai Ketua KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan), yang memiliki kewenangan lebih besar dalam mengawasi sistem keuangan. Dulu, Menteri Keuangan setara dengan Gubernur BI, Ketua OJK, dan Ketua LPS, namun sekarang Purbaya menjadi ketua, sehingga kebijakannya lebih kuat dalam menutup celah korupsi.

Pembersihan Bea Cukai dan Perpajakan

Purbaya gencar membersihkan Bea Cukai dan departemen perpajakan, karena kedua lembaga ini merupakan sumber utama pendapatan negara. Ada indikasi bahwa banyak pajak yang tidak masuk ke kas negara. Begitu juga dengan ekspor nikel dan batu bara yang tidak tercatat dengan benar. Purbaya berupaya mengatasi masalah ini.

Resiko Purbaya dan Harapan Masyarakat

Kebijakan Purbaya berisiko besar karena dia tidak memiliki afiliasi politik yang kuat. Dia berani melawan kepentingan oligarki dan elit politik, termasuk Prabowo Subianto yang memiliki industri batu bara. Ada kekhawatiran bahwa Purbaya dapat di-reshuffle. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami dan mendukung tindakan Purbaya. Jika Purbaya di-reshuffle, masyarakat perlu bersuara untuk meminta agar dia dikembalikan ke jabatannya. Tindakan Purbaya adalah demi kepentingan rakyat, bukan demi kepentingan elit.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:01 Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sekarang kita membahas kawan-kawan apa-apa saja kebijakan Purbaya sehingga membuat para banjingan tengik di negara kita ini. Bisa-bisa dia pejabat yang baru diangkat, bisa-bisa dia oligarki, bisa juga perampok-perampok yang di luar dari sistem keuangan negara kita ini, di luar sistem pemerintahan kita ini, yang harapannya kemarin itu setelah pemilu, setelah terpilih, setelah menjabat, mendapat jabatan, diangkat ini, diangkat sana. Tujuan terakhir mereka itu enggak bisa dibohongi lagi mau memupuk kekayaannya sampai tujuh turunan. Sekarang kandas dibikin oleh Purbaya. Kandas habis. Tapi pertanyaannya apa-apa saja? Coba kita rinci sekarang. Kemudian bagaimana caranya Purbaya menutup celah dari rezeki rezeki nomplok mereka itu yang sudah direncananya dari awal-awal

0:46 karena terdeteksi oleh purbaya. Kita lihat itu. Namun pertanyaan yang berikutnya kenapa kita harus mengetahui itu? Sangat sederhana. pertama agar otak kita itu jangan dicucinya lagi. Masyarakat ini karena dicuci otaknya sehingga seakan-akan mereka mulia melakukan kejahatan-kejahatannya. Padahal kita yang diperasnya. Contoh para kreditor-kreditor di perbankan rangai kecil kur seolah-olah dibantu. Padahal itu tidak. Mereka menghisab kekayaan kalian itu kawan-kawan. Supaya kita mengerti minimal kita tidak tergiring opini kita atau jangan kita jadi korban. Kelicikan para oknum-oknum tersebut. Itu gunanya kita mengetahui kebijakan keuangan yang dilakukan oleh Purbaya itu yang menurut saya ini yang terbaik selama ada Menteri Keuangan di Indonesia. Karena begini kawan-kawan.

1:33 Orang itu dilahirkan seperti Nabi Muhammad misalnya atau Nabi Isa atau nabi-nabi sebelumnya dilahirkan pada saat memang betul-betul kacau. Nabi Muhammad dilahirkan pada saat zaman jahiliah. Nabi Isa dilahirkan pada waktu itu adalah masa-masa ya boleh dikatakan hancur-hancuran keadaan umat sekarang ini sekarang waktu itu kan. Dan Purbaya juga diangkat menjadi menteri di saat ekonomi Indonesia kan hancur-hancuran, hancur-hancuran. Dan kita harus mengetahui hal itu. Kenapa kita harus mengetahui? Lagi-lagi saya katakan, saya terangkan, saya jelaskan kepada kita semua untuk apa? Jangan kita minimal kita jangan terkiring opini kita bahwa itu hal yang terbaik yang dilakukannya. Karena nanti opini dari masyarakat ini akan membuat mereka merajal lela, akan membuat keputusan-keputusan di DPR yang ujung-ujungnya menzalimi kita juga. Itu

2:20 maksud saya. Dari mana kita mulai? Jadi kita mulai dulu dari masalah sengkarut. Masalah MBG sekarang ini anak sekolah liburan tapi dipaksa untuk mengambil makan siangnya ke sekolah. Namanya liburan ini kan sudah kacau. Sudah kacau. Sudah kacau. Ada juga di media sosial saya lihat begini. Ada ibu-ibu yang marah-marah kepada anak-anaknya karena dia raku sekali. Rupanya MBG itu dikasih sekali seminggu diantar ke rumah-rumah orang tuh di sekali sekali seminggu diantar. Dia mengingat dan menimbang mungkin biaya transportasi. Selama ini diantar ke sekolah secara global secara banyak begitu kan. Tapi sekarang diantar satu-satu ke rumahnya. Diantarlah jeruk itu tiga. Seminggu kan 7 hari atau 6 hari sekolah. Tentu di belah tiga itu satu hari setengah, 1 hari setengah. Kemudian susu satu apa? Satu kotak itu

3:07 ya. Hemat-hemat kau katanya sama anaknya ini untuk 6 minggu ini eh 6 hari ini. Hei Pak Prabowo. Katanya tolong perhatikan ini masalah MBG ini. Apa bisa sehat orang anak-anak kalau seperti ini dikali dikasihkan sekali seminggu? Apa enggak basi ya? Kalau kita pikir-pikir kan basi itu kalau nasi kemudian ayam sudah dimasak apa yang mentahnya dikasihnya oleh MBG ini percuma aja SP SPG SPPG nur-dapur yang dibuat oleh MBG itu kan yang kabar-kabarnya itu kan proyek sebenarnya ini kan ya ini yang sudah dideteksi oleh Purbaya kenapa saya katakan sudah dideteksi oleh Purbaya kita ingat Purbaya diangkat September 2025 dia menyatakan ada dana mengendap di Bank Indonesia 430 30 triliun. Ada dana mengendap di

3:52 kementerian-kementerian dan lembaga 230 triliun. Kemudian juga di daerah 230 triliun. Kementerian dan lembaga 230 triliun. Berarti di MBG ada 66 triliun yang mengendap sejak Januari sampai September. Dari mana hitungan saya? Kata Perbaya, dana untuk MBG adalah 79 triliun. Sudah diberikan 79 triliun sudah. Yang terserap cuma triliun. 79 triliun dikasihkan dari Januari baru terserap R triliun. Ada apa ini? Permainan pengendapan dana untuk mendapatkan bunga sudah diketahui oleh masyarakat umum secara luas dari dulu sampai sekarang. Ingat kata kata saya tadi, mereka berharap, kepala MBG sudah berharap ada uang di situ, ada uang endapan di situ. Kalau itu dilakukannya, karena pertanyaan kita, kenapa tidak diberikan saja ini uang ini untuk MBG? Itu kok

4:37 ditahan-tahan dari Januari sampai sekarang 66 triliun. Kalau dibungakan nih, Bang 66 triliun bunganya misalnya 2% apa enggak 1 triliun juga 1 bulan itu 1 triliun 1 bulan, Bro. Kita diangkat menjadi ketua BGN. Saya tidak mengatakan ini dia korupsi ya. Tidak. Misalnya saya kepala MBG MBGN sekarang, kepala MBG sekarang ini dan saya ingin mengembalikan uang ya mungkin ada yang mempromosikan saya menjadi kepala MBG. Ada yang promosikan misalnya ini di awang-awang kita cerita dulu kawan-kawan ada yang promosikan saya, saya harus membalikkan uangnya sama dia. Berapa membalikkan uangnya? 2 triliun. 2 bulan selesai hutang saya kan lunas hutang saya yang mempromosikan saya 2 triliun.

5:23 2% saja bunga sebulan. Kawan-kawan jangan skeptis ya. Diperbankan itu kawan-kawan kalau uang kita kecil R miliar ke bawahnya bunganya itu enggak sampai 1% sebulan itu gak sampai. Tapi kalau uang Anda itu triliunan, Anda bisa nego bunga. Bisa nego bunga sama perbankan. Saya kalau gak dikasih bunga segini sebulan, saya tak taruh uangnya sini. Saya akan taruh di tempat lain. Sangat gampang sama kita menyembah-nyembah itu perbankan. Sinilah taruh, Pak. Sinilah taruh, Pak. Sini. Apa yang Bapak inginkan? Alpad 1 bulan bisa. Bisa. Begitu begitu ceritanya kawan-kawan. Ini sudah dideteksi oleh Purbaya. Makanya dia ancam. Enggak saya tarik nanti dana yang kau endapkan, yang kau bungakan itu saya tarik nanti. Kan

6:08 sederhana sebenarnya cara berpikir purbaya. Tapi apa ujungnya luhud binar panjaitan yang dulunya adalah atasan purbaya selama sekian tahun menyatakan, "Hai menteri kewangan jangan ditarik itu dana dari MPG. Sayangnya Luhud lupa dia bukan atasan purbaya sekarang. Dia sudah independen. Purbaya malahan atasan dia sebetul-betulnya dalam konstruksi jabatan. Mana didengar Purbaya?" "Ya, biar aja kata Purbaya. Saya kasih waktu sebulan kalau gak saya tarik juga nanti. Tujuan purba kemarin itu mengelontorkan uang 200 triliun. Kan ada likuiditas yang keren di masyarakat. Tujuan dia menyentil hal itu ada 66 triliun yang diendapkan di MBG. Kalau tidak diendapkan itu gelontorkan aja ke masyarakat caranya bagaimana. Sebenarnya tujuan purbaya begitu. Dia katanya

6:55 mengelontorkan uang R triliun ke perbankan itu agar likuiditas di sistem masuk. masuk uang ke sistem di MBG itu lebih kuat lagi cara mencampakkan uang ke sistem, memasukkan uang ke sistem. Uang ke sistem maksud pabaya itu agar dompet-dompet masyarakat ini kan beruang. Ada masyarakat mendapatkan uang di dompetnya sehingga dia bisa berbelanja, ekonomi menjadi bertumbuh. Kalau orang berbelanja, orang bertransaksi, orang berjual beli. Tapi ini uang di masyarakat itu likuiditas kering itu uang di masyarakat itu kering. Gak ada uang mereka, bagaimana mereka berbelanja. Nah, sebenarnya tujuan perubahan menyentil MBG itu kemarin satu agar MBG ini yang 66 triliun ini kan mau diberikan juga ke makan siang anak-anak sekolah ini kenapa ditahan-tan begitu? Oh, katanya alasannya perangkatnya belum siap. SPPG dapur-dapur umumnya yang dipunyai kelompok ini, kelompok itu

7:40 untuk cari cuan untuk proyek belum siap masih dipersiapkan. Kenapa tidak diberikan saja ke kantong orang tua murid itu langsung minta nomor rekening murid-murid itu. Sekarang misalnya baru diberikan MBG itu 5% dari seluruh siswa-siswa di Indonesia. Masukkan 100% seluruh dari data seluruh anak-anak SD di Indonesia ini di data nomor rekening orang tuanya berikan aja sebulan misalnya Rp10.000 1 hari untuk makan siang bergizi gratis sebulan 300 kirim 300 sebulan atau kirim untuk setahun semua habiskan aja selesai. Itu kalau saya ketua MBG 2 menit selesai sama saya. Begitu datang, begitu ada nomor rekening itu kirim semua 66 triliun saya kasih semua sampai Desember. Ini punya kalian yang kemarin-kemarin yang tak dapat saya kasih lagi. Kan gampang. Uang di sistem masuk banyak uang di masyarakat kan banyak. Akhirnya mereka berbelanja kan ini yang 13 triliun ini

8:29 kan sebagian itu yang diberikan kepada anak-anak sekolah. Sebagian anak-anak sekolah bukan seluruhnya. Yang yang lain-lainnya bagaimana? dari Januari sampai sampai Desember belum ada dikasih sampai September tinggal catat nomor rekening mereka Januari kalau yang belum terima kirim duit kirim yang setahun ter kirim semua selesai masuk uang ke sistem gak akan ditarik perbaya kan sangat sederhana sebenarnya tapi ini akan kacau nah sekarang lagi masalah liburan masih dipaksa-paksakan ini artinya apa sudah terbukti ini makan korban namanya kebijakan purbaya kemarin sudah dibuktikan ya sekarang kalau MBG saya yakin ini ini ada intervensi dari Prabu kalau gak sudah habis dibikin purbaya sudah ditariknya uang MBG itu gak ada lagi sekarang libur ya gak ada uangnya lagi karena ini Desember sudah habis masa anggaran kan masa dipaksakan

9:14 menghabiskan anggaran ini yang kacau itu sudah dideteksi oleh purba yang akan datang tidak tidak akan terjadi lagi. Tapi tadi kita kan membahas apa-apa saja yang sudah dimatikan produknya oleh Purbaya, dimatikan harapan para bancingan ini oleh Purbaya. Mari kita ulas dari awal sedikit ya. Seringkas-ringkas saja. Kalau kita lihat kawan-kawan, kejahatan korupsi itu kan muaranya itu ada penutupnya sama Menteri Keuangan. Kalau aparat-aparat hukum kepolisian, kejaksaan, KPK dan lain-lain itu itu kan sudah terjadi. Sebenarnya ada fungsi KPK misalnya katanya pencegahan gak bisa gak ada fungsi KPK itu pencegahan sebenarnya masalah korupsi itu sebenarnya fungsi pencegahan yang betul-betul efektif itu dari Kementerian Keuangan. Dari sanalah sumber uangnya kan dari sana sumber uang seluruh negara ini. Ibarat itu danau.

10:01 Danau itu dikuasai oleh Purbaya, oleh Menteri Keuangan. Dia bisa tutup pintu untuk aliran airnya ke sungai mana? Sungainya banyak. Kementerian, ke daerah, ke lembaga, ke mana-mana. Itu kan Purbaya yang mengalirkannya. Dia buka pintunya, mengelontorlah air di sana. Nah, kalau air itu tidak tepat sasarannya misalnya dikorupsi, aparat keamanan kepolisian itu dimuara namanya sudah terjadi dulu. Kok gak nyampai-nyampai ini air di laut. Seharusnya airnya sampai ke rakyat, sampai ke laut sana oleh aparat ditengoknya kering. Sudah sampai di lautnya tak ada lagi. Di situlah aparat kepolisian, kejaksaan yang menangani yang efektif untuk pencegahan itu satu-satunya di Menteri Keuangan. Dia gak ada fungsi penindakan penindikan penindakan di aparat. Kalau pencegahan di aparat itu gak ada. Mana ada cerita bisa dicegah-cegah lagi. Itu yang terjadi yang sudah terjadi yang bisa

10:47 ditangani mereka. Nah, sekarang celah-celah itu, sungai-sungai itu sebagian sudah ditutup oleh Purbaya. Rupanya sungai itu terlalu banyak kemarin oleh danau itu sehingga danau itu kering. Sebentar sudah kering. Kenapa sebentar sudah kering? Sudah defisit. Defisit. Jadi ada yang sebetulnya gak perlu dialirkan. Sungai itu perlu ditutup dengan beton sekalian. Banyak sungai-sungainya. Contoh satu ada uang yang diendapkan oleh kementerian yang lalu itu R30 triliun. Sebetulnya Purbaya mengatakan begitu. 430 triliun diendapkan di BI oleh Kementerian Keuangan yang lama. Seharusnya sebagai kas negara, kas negara itu tak boleh terlalu banyak isinya. Manajemen kas negara, jangankan manajemen kas negara, manajemen kedai harian aja itu memakai prinsip itu sebenarnya. Apa itu

11:32 manajemen kedai harian? Dia menjual barang-barang harian. Ada uang masuknya. Uang masuk dari kedai harian itu apa? Penjualan dia. Uang masuk dari Indonesia ini, negara ini apa? Dari pajak dan PNBP dan lain-lain. Uang masuk. Kalau uang masuk oleh ked harian diendapkan selama bertahun-tahun, apa artinya? Tentu habis barang-barang dia. Seharusnya begitu uang masuk di kedai harian itu, dia langsung belanjakan untuk barang modal dia yang untuk dijualnya lagi. Ramai kedainya kan orang makin banyak berbelanja ke situ. Kalau dia endapkan di lacinya, uang gak, barang gak ada lagi. Siapa yang mau beli lagi barang yang gak ada apa yang mau dijual dia? Itulah yang terjadi di zaman dulu-dulu itu. Data Purbaya mengatakan uang diendapkan sampai 800 triliun setiap tahun di BI oleh Kementerian Keuangan yang lama. Dia memang tidak

12:19 secanggih, seekstrem saya mengatakan, tapi dia mengatakan gini, terendap, terendap, terendap, terendap dan begitu juga di kementerian dan lembaga kemudian di daerah-daerah. Apa di balik itu? Sekali lagi saya terangkan tak akan terjadi lagi nanti nego-nego antara Kementerian Keuangan dengan DPR. Kenapa saya katakan begitu? BI itu dibuat undang-undangnya oleh DPR untuk independen. Kalau diendapkan di BI, berarti keuntungan siapa di situ? Dan kemudian ada kawan-kawan bisa menganalisanya langsung ada korupsi CSR corporate social responsibility itu sebetulnya itemnya itu item CSR itu untuk perusahaan-perusahaan swasta. Enggak ada itu perusahaan negara itu yang punya CSR. Tujuan tujuannya adalah untuk pelayanan publik. Istilahnya CSR itu memberi sumbangan kepada publik.

13:06 Misal perusahaan swasta beroperasi di suatu tempat dia harus bangun jembatan untuk publik di situ. Kemudian memberikan sedekah kepada ee rumah yatim piatu. Tapi ini tidak. Seluruh badan negara, lembaga negara itu adalah pelayanan publik. Gak ada itu boleh ada CSR-nya. Karena seluruh job dia, seluruh pekerjaan dia itu adalah untuk melayani publik. Tapi yang lum tontong pecelnya CSR dia itu dibuat dana CSR itu sudah melanggar satu. Kemudian CSR itu diberikan kepada anggota DPR. Itu kasusnya sedang berjalin. Sekarang ini dua sudah ditangkap, dua Komisi 11 DPR. Dan menurut dua orang ini, seluruh anggota Komisi 11 itu menerima. Kawan-kawan bisa kembangkan lagi pikiran Kawan-kawan. Uang R30 triliun itu uang R800 triliun tiap tahun itu, 600 triliun tiap tahun itu bukan uangnya sedikit. Bukan uangnya sedikit dan peraturan itu

13:52 tidak bisa Menteri Keuangan mengatur Bank Indonesia. Coba bayangkan yang membuat undang-undang itu DPR dengan pemerintah. Kawan-kawan tahu gak Ijon peraturan? Ijon peraturan itu seperti ini. Ada sebuah proyek ini, ini bakal ada uang masuk. Dibuatlah aturan-aturan tertentu untuk menguntungkan mereka. Contoh yang dibongkar terakhir oleh Purbaya, masalah batu bara. Selama 5 tahun, batu bara itu merugikan negara 25 triliun industri batu bara dari Undang-Undang Cipta Kerja. Sebelumnya batuara itu sebelum tahun 2020 dikenakan biaya ekspornya. Tapi tahun 2020 dengan Undang-Undang Cipta Kerja yang dibuat oleh pemerintah dengan DPR, batubara tidak dikenakan bea tapi dikenakan pajak. Pajak ekspor. Tapi apa lacur? pajak ekspor itu bisa dikembalikan, diretribusi namanya ada

14:39 peraturannya lagi dibuat dibuat lagi oleh DPR dengan pemerintah dikembalikan jadi negara rugi 25 triliun setiap tahun itu namanya Ijon peraturan itu. Kenapa dibuat peraturan itu? Siapa yang diuntungkan? Yang diuntungkan industri batu bara. Apa tidak ada dari industri batu bara ini kembali kepada kickback namanya kepada pembuat aturan? Justru peraturan itu dibuat oleh para pemangku kepentingan negara ini merugikan negara. Sekarang siapa yang diuntungkan di situ? Jelas-jelas ini industri batuara, pengusaha batu bara dan pembuat peraturan. Sudah jelas dan itu tidak akan terjadi lagi. Sudah dikatakan jelas-jelas oleh Purbaya. Canggih katanya industri batu bara bisa dia melobi DPR dengan pemerintah. Itu kasar sebenarnya dari segi keuangan yang dikatakan oleh Purbayan. Bukan pintar dia melobi sebenarnya. Bukan canggih dia

15:24 melobi. Ada uang di Bali itu. Kalau kalian buat aturan ini sekian untuk kalian dengan uangnya banyak 25 triliun setiap tahun. Anggota DPR itu kiri-kiri itu miskin-miskin gajinya kecil katanya rakus itu barang tuh. Begitu juga ada uang mengendap rata-rata 600 triliun di Bank Indonesia. Apa yang terjadi di situ? Begitu juga 230 triliun setiap tahun di daerah-daerah dan di kementerian-kementerian. Tapi tahun berikut tidak ada lagi. Apa enggak terkencing-kencing mereka selama ini dapat misalnya saya anggota DPR dapat ijon-ijuan peraturan seperti itu dibabat oleh Purbaya. Saya biasa menerima setiap tahun itu sebesar misalnya 3 triliun misalnya. Saya pembuat aturan ini kawan. Pembuat aturan dari mana-mana masuk dari berbagai sektor. Uang mengendap di daerah, uang mengendap di BI, membuat peraturan seperti batu bara nih. Dan banyak lagi nanti itu. Hah. Sementara saya harus setor ke partai misalnya misalnya

16:11 kemudian saya duduk di jabatan tertentu di MBG saya harus keluarkan begini-begini. Besok sungai itu sudah ditutup oleh Purbaya. Kenapa? Sekarang ini Purbaya sudah dijadikan ketua KSSK namanya. Apa itu ketua KSSK? Ketua KSSK itu adalah ketua komisi sistem keuangan. Kira-kira begitu. Jadi anak buahnya itu dulu bukan bukan Menteri Keuangan yang menjadi ketuanya. Dulu mereka setara. Setaranya siapa-siapa? Menteri Keuangan, Gubernur BI, Ketua OJK, kemudian Ketua LPS. Dulu perbayakan di LPS dulu setara mereka. Sekarang sudah berbeda. Ketuanya adalah Purbaya. Jadi kebijaksanaan seluruhnya tidak bisa mengendapkan uang di BI. Semua-semuanya itu ditutup purbaya. Itu sumber utama korupsi di negara kita ini sudah ditutup

16:58 oleh purbaya. Dan kalau kita lihat belakangan ini Purbaya gencar sekali membersihkan bea, cukai dan pajak perpajakan, departemen perpajakan. Ya, itu memang sumber duit masuk negara kita ini sumber utama dari negara kita ini dari pajak. Tiba-tiba masyarakat membayar pajaknya sebenarnya 4.000 triliun. Yang masuk ke negara cuma 2.000 triliun. Itulah kira-kira itu dibersihkan oleh purbaya. Begitu juga cukai negara mengekspor nikel, negara mengekspor batu bara tapi tidak tercatat. Kenapa? Karena Bea cukai main-main di situ. Diekspor batu bara 10 ton, dicatat cuma 5 ton. Kemudian barang masuk dari luar negeri seharusnya kena pajak, malahan dikecilkan nilainya oleh Bea Cukai selama ini. Ini memang gawenya Purbaya, di bawahnya Purbaya. Dan ini

17:43 hampir semuanya kawan-kawan bermuara ke atas itu. Bermuara ke pucuk pimpinan, ke pucuk elit-elit politik dan pejabat kita. Dan ini sebenarnya resikonya sangat besar kepada Purbaya kawan-kawan. Kenapa sangat besar? Purbaya tidak mempunyai afiliasi politik. Ya, kalau dibilang kemarin itu Sri Mulyani itu bukan punya ya tak punya afiliasi politik juga sebenarnya, tapi dia mengentertain oligarki-oligarki yang notab ini adalah ketua umum partai malahan lagi kawan-kawan bisa sebut namanya mulai dari presiden sampai menteri-menterinya ketua umum partai di-entertain oleh Purbaya. Sekarang apa ceritanya? Prabowo sendiri pun kalau mempunyai industri batu bara yang dibuat PMK Peraturan Menteri Keuangan dengan membuat cukai ke Batubara itu sebenarnya

18:29 kan melukai Prabowo itu. Tapi dia tidak peduli. Ini yang membuat dia rentan nanti. Rentannya bisa-bisa dia diesavel. Ini yang kita takutkan sebenarnya. Makanya dari awal saya katakan kita harus mengerti ini apa tindakan kebijakan Purbaya sekarang ini. Tiba-tiba di 2026 dia resvel. Apa artinya bagi kita? Tentu harus kita yang meminta ya mungkin berdemo atau bagaimana lagi. Jangan sampai menteri terbaik sekarang ini dilengserkan gara-gara kepentingan tadi. Gara-gara dia menutup pintu-pintu sungai-sungai untuk uang-uang haram para politikus ini. Termasuk juga uang Prabowo dikurangi di situ tuh selama ini sebagai pengusaha batubara keluarga-keluarga dia. Dia sendiri sebagai pengusaha batu bara diuntungkan selama ini oleh negara. Malahan negara mensubsidi kepada dia. Sekarang malahan dipajaki, dicukai oleh purbaya. Cukai itu tidak bisa. BA itu

19:17 tidak bisa dikembalikan. Coba bayangkan kawan-kawan. Dan kalau ini terjadi sama kita, sama Purbaya, kita mungkin harus ya memohonlah kepada Prabu jangan diapel. Gak bisa bermohon ya terpaksalah yang lain-lain kita lakukan. Makanya kita harus mengerti yang dilakukan Purbaya itu demi rakyat, bukan demi elit-elit bancingan itu. Dan kalau Prabowo sendiri tidak mengerti ini, ya saya secara pribadi saya akan minta ya kita bersuara pendapat boleh kok, mengemukakan pendapat boleh kok, berorasi boleh kok, berdemo boleh kok, enggak dilarang berdemo. Saya nyatakan saya ingin berdemo ini kalau sempat Purbaya ini diresapel untuk kembali mendudukkan Purbaya menjadi Menteri Keuangan. Ya, itu kawan-kawan. Makanya kita harus mengerti apa yang dilakukan oleh Perbaya sekarang ini. Itu yang saya maksudkan.

20:02 Terima kasih.

Share

Ringkasan Video YouTube