KDM Kaget Sidak Pabrik AQUA di Subang, Temukan Sumber Air Gunakan Sumur Bor | NTV

Nusantara TV www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Video ini membahas sumber air yang digunakan oleh sebuah perusahaan, yang ternyata berasal dari air bawah tanah yang diambil melalui pengeboran. Diskusi mencakup kedalaman sumur, potensi dampak lingkungan seperti pergeseran tanah dan longsor, serta kerja sama dengan UGM untuk studi terkait. Selain itu, disinggung juga mengenai perizinan perusahaan dan kualitas air bawah tanah yang semakin baik seiring kedalamannya.

  • Sumber air utama berasal dari air bawah tanah yang diperoleh melalui pengeboran.
  • Perusahaan bekerja sama dengan UGM untuk studi terkait dampak lingkungan.
  • Perizinan perusahaan menjadi perhatian, terutama setelah adanya penertiban.
  • Kualitas air bawah tanah meningkat seiring dengan kedalaman sumur.

Sumber Air dan Pengeboran

Sumber air yang digunakan perusahaan berasal dari air bawah tanah, bukan air permukaan seperti sungai atau mata air. Air ini diperoleh melalui pengeboran dengan kedalaman yang bervariasi, yaitu 103 meter untuk sumber empat dan 60 meter untuk sumur dua. Sumur dua memiliki karakteristik khusus karena airnya keluar sendiri (selfing), sehingga hanya perlu penutup pipa.

Potensi Dampak Lingkungan

Diskusi mengenai potensi dampak lingkungan dari pengambilan air bawah tanah, seperti pergeseran tanah dan longsor. Lokasi sumber air yang berada di tebing dengan sawah di atasnya memiliki risiko longsor, terutama saat kemarau panjang diikuti hujan lebat. Perusahaan bekerja sama dengan UGM untuk melakukan studi terkait dampak lingkungan ini, mengingat lokasinya berdekatan dengan sumber air PDAM Subang.

Kerja Sama dengan UGM dan Kondisi Geografis

Perusahaan bekerja sama dengan UGM untuk studi terkait dampak lingkungan, terutama karena lokasi sumber air berada di daerah tebing dengan sawah di atasnya, yang rentan terhadap longsor. Kondisi ini serupa dengan kejadian longsor di daerah lain akibat kemarau panjang dan hujan lebat. Studi ini penting untuk memahami potensi risiko dan mencari solusi yang tepat.

Perizinan dan Pengambilan Air

Pembahasan mengenai perizinan perusahaan, yang baru diurus setelah adanya penertiban dan ancaman di media sosial. Terungkap bahwa ada oknum perusahaan yang mengaku hanya memiliki satu titik pengambilan air, padahal memasang lima. Semua daerah di Jawa Barat menggunakan air bawah tanah karena kualitasnya yang lebih baik, terutama yang berasal dari kedalaman lebih dari 100 meter.

Kualitas Air Bawah Tanah

Kualitas air bawah tanah yang paling bagus adalah yang paling dalam. Semakin dalam, hingga 100 meter, airnya semakin murni.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Jadi sumber air pengambilannya di mana? Ee ini tadi yang sumber yang satu sama yang bangunan sana di mana ini bangunannya? Sumur utamanya di sana apa? Jauh enggak? Ini bangunan apa itu? Sumur ada dua. Sumur ini sumur apa? Ee sumur ini produksi buat produksi. Ngambil airnya air dari sungai. Airnya dari ee bawah tanah, Pak. Oh, airnya dari bawah tanah. kan ee sipa bukan air permukaan bukan sipa. Oke. Air bawah tanahnya ngambil sumbernya dari dari dalam dibor Pak. Di bor? Oh ini dibor ngambil airnya dibor air tanah ini di bor

0:48 enggak akan ngefek pada pergeseran tanah ya. Arihan dari sifa kita dua termasuk dari pengawas. Enggak, enggak, enggak, enggak. Saya hitungan ini saya ini kan airnya dibor dikira oleh saya air permukaan. Air permukaan itu air sungai. Iya. Atau air dari mata air. Oh, jadi ini bukan air mata air ya? Tanah dalam. Tanah dalam, Pak. Tanah. Tanah dalam. Berarti kategorinya sumur pompa dalam. I kan berarti izinnya provinsi dong. Betul. Kalau air bawah tanah berapa kedalamannya? 103. Du dalam kalau yang sumber empat ya. 102 102 yang sumber empat ini 102 terus satu lagi sumur dua 60.

1:35 Oh dikira air permukaan. Kalau yang sumur dua, Pak itu seling ya? Jadi dia keluar send. He. Jadi kita hanya mau kasih cover pipa untuk dia bisa keluar. Artinya di dalam pikiran saya bahwa ini dikira oleh saya airnya adalah air mata air kemudian dimanfaatkan kan namanya air pegunungan kan. Oh, yang satu air mata air bukan bukan sama yang 60 juga air bawah tanah berarti di bor cuman itu saya plowing 100% ya selfing kalau ini kita bantu dia selfing juga cuman karena kecil kita bantu dengan ditarik nah ngefek enggak sih pada lingkungan sejauh ini masalah air ya Pak ee oh

2:21 dengan geser tanah sejauh ini sih tidak ada ini ya Pak Tidak ada komplain atau tempat atau nunggu longsor. Kalau di sana kan, Pak, ee kebetulan si tempatnya itu tebing, Pak. Yang di ee sumber dua itu tebing dan atasnya itu ee sawah. Heeh. Ini kejadian sama dengan hal yang di belakang sini ya, posisinya sama. Jadi di atas sawah, di bawahnya itu curam, di sini sungai, yang di sini juga sama. Nah, ketika kemarau panjang waktu itu tuh kan kemarau panjang ee terus hujan lebat. Nah, itu terjadi longsor seperti itu. Iya, karena kering. Betul. Nah, kalau yang di sini kebetulan sama posisinya seperti itu dan kita itu berdampingan dengan sumbernya PDAM Subang di e bawah sini gitu. Nah, ee dari jadi ee kemarin hasil studi itu ya kita juga

3:08 kan ee ada kerja sama dengan UGM ya untuk studi gitu. Kenapa ee termasuk kan air yang ee posisi sumber kita tuh memang di bawah dan di kanan awam saya enggak ngerti geologi. Saya awam orang kampung. Muhun. Cuman gunung diambil bawah tanah apa enggak geser gitu tanahnya? Kalau geser kalau daerah pendaftaran geser tanah agak enggak beresiko ini daerah pegunungan. Kalau ininya geser bisa geser enggak? Kan saya mikir itu gitu loh. Ee kan salah satu ee tesis yang hari ini terjadi adalah dulu Kaso Malang tuh enggak pernah banjir. Hari ini Kasung Malang itu banjir kan gitu loh. Berarti kan ada problem lingkungan akut yang harus segera dibenahi. Terus yang kedua,

3:55 longsor sering terjadi. Makanya longsor sering terjadi itu problemnya apa sih? apa memang hutannya yang ditebang kemudian kering ketika hujan longsor gitu loh atau memang ada ada aspek-aspek lain yang harus menjadi bahan penelitian enggak enggak nuduh di sini ya ini mah saya lagi mikir gitu loh Bu iya sama makanya kita juga kan ee penelitian tadi dengan UGM ya Pak ya gitu karena ee kebetulan tadi sumbernya itu kita di sini tebing semua tebing di atasnya sawah semua gitu itu pun terjadi di lokasi kita banyak longsoran-longsoran di tanah kita yang Oh di tanah ibu itu banyak longsoran Betul itu jadi Ibu punya tanah berapa lu perusahaan terus gimana? 3 hektar Pak perusahaan. Kalau saya mah adu paling berapa meter, Pak? Heeh. Terus ya jadi ee kita dengan UGM kan. Nah em

4:41 jadi airnya dua titik ya. Dua titik yang enggak ada titik lain ya. Soalnya banyak onnum perusahaan ngakunya satu titik pasangnya lima. Oh masyaallah. Ada yang begitu ya. Sekarang itu kan orang pada bikin izin. Setelah saya beberapa kali ngomong di media sosial ancaman baru sekarang pada bikin izin. Makanya perusahaan tuh saya lihat izinnya Mei baru. Iya Mei, Pak. Aisyah perusahaan geus ngus lila di dieu dibarang Bapak jadi gubernur cenah kan gitu loh. Jadi datatangan. Heeh. Jadi itu ya jadi ini air bawah tanah ya. Semua daerah di Jawa Barat semuanya air bawah tanah. Semua tu air bawah tanah karena memang itu kan kualitasnya yang jadi yang paling bagus tuh kualitas yang paling dalam. Jadi semakin 100 m semakin suci airnya, semakin murni maksudnya.

Share

Ringkasan Video YouTube