KEKUATAN INJIL - Ps. Ruth Julia

Ruth Julia www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang bagaimana mengalami kemerdekaan sejati, khususnya dari rasa takut, di tengah tantangan hidup. Dijelaskan bahwa kemerdekaan fisik saja tidak cukup, tetapi kemerdekaan psikis dan finansial juga penting. Pikiran memegang peranan penting dalam membentuk realitas, dan rasa takut seringkali berasal dari pikiran yang dipengaruhi oleh hal-hal negatif. Kekuatan Injil dapat digunakan sebagai senjata untuk melawan rasa takut dengan cara mengarahkan kembali pikiran kepada firman Tuhan.

  • Kemerdekaan sejati bukan hanya fisik, tetapi juga psikis dan finansial.
  • Pikiran memengaruhi realitas dan rasa takut berawal dari pikiran.
  • Injil adalah kekuatan untuk melawan rasa takut.

Pembukaan

Pembukaan dimulai dengan sapaan dan perkenalan singkat. Penulis menyampaikan bahwa ia dan keluarga tinggal di Australia, namun tidak jauh dari Bali. Ia juga menyinggung tentang perayaan kemerdekaan Indonesia dan tantangan-tantangan yang dihadapi bangsa saat ini, seperti masalah ekonomi dan politik. Penulis mempertanyakan apakah masyarakat Indonesia benar-benar telah merdeka dari berbagai masalah tersebut.

Merdeka dari Rasa Takut

Penulis menyampaikan bahwa banyak orang mengalami masalah ekonomi, seperti PHK dan perceraian, yang menunjukkan bahwa kemerdekaan finansial belum sepenuhnya dirasakan. Ia mengutip perkataan seorang mentor bahwa mengeluarkan orang Israel dari Mesir lebih mudah daripada mengeluarkan Mesir dari diri mereka. Oleh karena itu, penulis ingin membahas tentang merdeka dari rasa takut, yang seringkali dianggap sepele namun dialami setiap hari. Ia menekankan bahwa rasa takut itu ada di pikiran dan memengaruhi hati serta perkataan.

Pikiran Membentuk Realitas

Penulis mengacu pada Amsal 23:7 yang menyatakan bahwa seperti apa seseorang berpikir, seperti itulah ia akan menjadi. Oleh karena itu, untuk merdeka dari rasa takut, seseorang perlu memahami bagaimana mengendalikan pikiran. Ketika seseorang melihat kondisi ekonomi yang sulit dan memikirkan risiko-risiko yang mungkin terjadi, rasa takut akan muncul dan memengaruhi tindakan serta perkataan. Penulis menekankan pentingnya menjaga pikiran agar tidak dikuasai oleh ketakutan.

Kekuatan Injil Melawan Ketakutan

Penulis menceritakan pengalamannya saat terkunci di Australia sebagai orang asing selama pandemi COVID-19. Ia merasa stres dan takut karena masalah finansial dan keterbatasan akses perbankan. Namun, ia belajar untuk bersyukur dan melihat sisi positif dari situasi tersebut. Penulis kemudian mengacu pada Roma 1:16 yang menyatakan bahwa Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya. Ia menjelaskan bahwa Injil adalah kabar baik yang mengandung kekuatan (dunamos) untuk melawan rasa takut.

Peperangan Roh di Pikiran

Penulis menjelaskan bahwa iblis tahu akan kekuatan firman Tuhan dan berusaha membutakan pikiran manusia agar tidak dapat melihatnya. Ia mengacu pada 2 Korintus 10:5 yang berbicara tentang peperangan roh, di mana musuh yang dihadapi bukanlah manusia, melainkan roh di udara yang memengaruhi pikiran. Oleh karena itu, untuk melawan ketakutan, seseorang perlu mengarahkan kembali pikiran kepada Injil dan firman Tuhan. Medan pertempuran pertama adalah di pikiran.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Pertanyaannya adalah apakah anak-anak Tuhan bangsa Indonesia hari ini betul betul kita itu mengalami kemerdekaan? Jadi selalu segala masalah ada kebaikan Tuhan di dalamnya. Amin. Jadi kalau hari ini Anda sedang gelap, saya percaya berdoa Anda tetap bisa melihat dengan ucapan syukur. Selalu ada hal yang baik yang akan Tuhan buat. Nah, makanya bahaya sekali yang namanya ini, Bapak, Ibu. Menurut Amsal, apa yang kau pikirkan jadi seperti itulah engkau. Kami datang menghadap-Mu pagi hari ini

0:47 ya Tuhan. Kami percaya ada Tuhan di tengah-tengah kami melewati segala padang gurun, melewati segala lembah kekelaman, kami tetap percaya kami tidak pernah ditinggalkan. apapun yang sedang anak-anak-Mu hadapi hari-hari ini, kami mau hari ini kami boleh mendengar kebenaran firman-Mu dan kebenaran-Mu akan memerdekakan kami. >> Berbicara buat kami semua Tuhan. Kami siap untuk menerima segala hormat kemuliaan hanya buat Tuhan selama-lamanya di dalam nama Yesus. Haleluya. Amin. Puji Tuhan. Silakan

1:33 duduk. Bapak, Ibu, Saudara semua yang dikasihi Tuhan. Shalom Bapak Ibu. >> Shalom. >> Apa kabar semuanya? Gereja GBI Shalom. Tadi saya tanya pada Bapak Gembala, kita, "Ah, berapa lama ya kita enggak ketemu?" Katanya 7 atau 8 tahun. Masa iya ya? Ternyata waktu tidak terasa begitu cepat ya. Sekarang ee mungkin Bapak Ibu sudah ada yang tahu juga dari YouTube. Jadi sekarang kami ee tinggal di Australia tapi puji Tuhannya enggak jauh dari Bali. Jadi diper cuman 3 jam seteng. 3 jam seteng dari Australia.

2:19 Ya, tidak pernah menyangka tapi saya percaya Roma 8 ayat 28. Allah turut bekerja dalam segala sesuatu. Amin. >> Amin. >> Mau itu buruk, mau itu baik, Tuhan ikut campur dalam hidup kita. Amin. Kita hari ini ngerayakan kemerdekaan bangsa kita dari tahun 5 berarti udah ee 80 tahun ya, 80 tahun kemerdekaan bangsa Indonesia. Tapi kalau kita melihat tahun 2025 sudah berawal dari beberapa tahun belakangan ini, bangsa kita sebetulnya sedang

3:06 menghadapi sebuah challenge, tantangan, kesulitan. dari bertahun-tahun belakangan ini ada banyak sekali problem, ada banyak sekali tekanan, ada banyak sekali tantangan kehidupan yang terjadi. Salah satunya adalah soal perekonomian ya, belum lagi politik dan sebagainya. Jadi kalau kita berkata hari ini kita merayakan kemerdekaan. Tadi pagi saya mendengar lagu-lagu kemerdekaan ya. Saya ngomong sama suami saya, kita ini dari dulu, kita ini dari dulu dengerin lagu-lagu ini, nyanyi lagu-lagu ini dari kecil, tapi kita gak pernah gak pernah memahami kata perkata. Dan waktu dengar

3:52 gitu sempat terpikir di dalam pikiran saya tuh gini, kita ini sudah merdeka dari penjajah. Pertanyaannya adalah apakah anak-anak Tuhan bangsa Indonesia hari ini betul-betul kita itu mengalami kemerdekaan? Ada begitu banyak. Salah satunya aja soal ekonomi. Ada banyak tantangan. beberapa bulan terakhir sangat banyak sekali DM, WhatsApp yang konseling, konsultasi rata-rata soal ekonomi. Ada yang di PHK, ada yang mengalami kemundoran drastis, ada keluarga bercerai. Kenapa? Ujung-ujungnya karena

4:38 faktor ekonomi juga. Jadi saya melihat kita ini merdeka dari penjajah, tapi belum tentu kita masing-masing betul-betul hidup dan menikmati kemerdekaan. Salah satunya kemerdekaan soal finansial, kemerdekaan dalam perekonomian. Betul gak, Bapak, Ibu? Ada ada pernah saya dengar mentor saya pernah bilang begini, waktu orang Israel keluar dari perbudakan Mesir, i waktu orang Israel keluar dari perbudakan Mesir kelihatannya begitu dahsyat. Mengeluarkan orang Israel keluar dari Mesir itu jauh lebih mudah

5:23 daripada mengeluarkan Mesir dari dalam diri orang Israel. Maksud saya tuh gini, mereka secara fisik bebas dari perbudakan Mesir, tetapi secara psikis mereka banyak yang masih belum merdeka. Nah, pagi ini saya mau berbicara tentang merdeka dari satu hal yang kelihatannya sepele tapi semua kita ngalamin hari-hari ini, yaitu merdeka dari rasa takut, Saudara. Kita merdeka secara fisik. Indonesia merayakan lomba makan kerupuklah, lomba masukkan apa lomba bawa kelereng di sendok dan sebagainya. Tapi apapun itu kita happy-happy. Tapi saya yakin banyak sekali orang yang mukanya aja happy,

6:10 hatinya menangis ya kan. Mukanya happy-happy ya sejenak melupakanlah daripada stres ikut lomba makan kerupuk. ketahuan nanti sampai rumah ingat lagi, stres lagi, sumpek lagi. Banyak orang yang mengalam seperti itu. Kenapa? Buktinya apa? Indonesia belakangan kan banyak hashtag ya. Hashtag apa? Indonesia gelap. Hashtag apalagi? Kabur aja dulu. Mau kabur ke mana? Kabur aja dulu. Ada orang bilang, "Saya kabur ke Australia." Saya bukan kabur ke Australia, Bapak Ibu. Saya ke lok tahun 2020 saya ingat bulan Maret tanggal 4 itu terakhir kali saya ada di Bali kemudian saya berangkat ke Perd dan

6:55 sampai di Perd ee kemudian saya sudah beli tiket pulang. Tiket pulang saya itu tanggal 20 Maret tahun 2020. Tidak pernah menyangka persis 20 Maret 2020 Indonesia lockdown, Perth juga lockdown. Kita gak boleh keluar termasuk touris. Tapi touris sempat dikasih kesempatan kalian boleh keluar. Setelah keluar gak bisa masuk dulu. Sampai kapan? Batas waktu yang tidak ditentukan. Akhirnya di situlah saya memutuskan. Saya mengunci diri juga tidak keluar karena saya kalau keluar saya nak tahu bisa masuk kapan. Kalau seluruh anak dibawa keluar berarti rencana sekolah berantakan semua. Akhirnya di situlah

7:41 saya terkunci di Australia. tidak pernah menyangka di satu sisi COVID, di sisi yang lain ee kita melihat juga banyak saudara-saudara kita juga mengalami musibah dan masalah semuanya kematian dan sebagainya dilanjutkan dengan kondisi finansial. Tapi saya belajar satu hal, bersyukur di lockdown. Kenapa nangis Bu di lockdown? Banyak orang bilang begini, "Bapak, Ibu, enak ya buru di Australia ya, enak ya di luar negeri ya. Wow, duitnya banyak ya. Enak, Saudara. Memang rumput tetangga selalu lebih hijau pada waktu menjalani terkunci di Australia sebagai orang asing. Terus

8:27 terang lebih enak di Indonesia karena tidak terkena rate Australia dolar. Jadi intinya kita mau makan Rp5.000 R.000 masih nemu ya kan? Masih ketemu enggak? Kalau di Bali masih ketemu gak bisa makan R5.000. >> 5.000 itu berarti sama dengan 50 sen. Australia 50 sen enggak dapat. Parkir aja. 50 sen mau makan apa, Saudara? Jadi, sesusah-susahnya lebih enak di lockdown itu di Indonesia. Kalau kita bicara tentang Rh itu yang saya bilang, Allah turut bekerja dalam segala sesuatu.

9:15 Di satu sisi enggak enak terkunci di negeri orang, tapi gara-gara terkunci itulah kami sekeluarga mendapatkan permanen residen. Kan ceritanya begitu. Jadi selalu segala masalah ada kebaikan Tuhan di dalamnya. Amin. Jadi kalau hari ini Anda sedang gelap, saya percaya berdoa Anda tetap bisa melihat dengan ucapan syukur. Selalu ada hal yang baik yang akan Tuhan buat. Jadi pagi ini saya mau sharing tentang yang namanya merdeka dari ketakutan. Kenapa saya tadi malam tergerak sekali untuk membagikan ini? Kenapa ini kelihatannya sepele tapi hari tiap hari kita kan takut. Betul kan, Bu? Namanya

10:01 manusia kan takut, Bu. Wong punya otak, punya pikiran, Bu. Namanya manusia kan bisa khawatir. Nah, saya mau tunjukkan kepada Saudara. Kita akan melihat Amsal 23 ayat yang keet7. Amsal 23 ayat yang keet7. Ketakutan itu sebetulnya di mana sih, Bapak, Ibu, terjadinya? Di sini atau di sini, Bapak, Ibu? Coba dirasakan. Kalau Anda takut, kalau Anda khawatir, sebetulnya di sini atau di sini? Di sini atau di sini? Di sini. Betul. Dari sini turun ke sini. Dari sini keluarnya ke sini. Kan gitu toh. Dari pikiran turun ke hati. Dari

10:46 hati keluarnya ke mulut. Kan gitu kan ceritanya. Jadi kita lihat ya Amsal pasal 23 ayat 7. Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri, demikianlah Ia. Silakan makan dan minum, katanya kepadamu, tetapi ia tidak tulus hati terhadapmu. Kalimat yang pertama dari Amsal 23 ayat 7 mengatakan begini. Seperti orang membuat perhitungan itu dalam terjemahan yang lain sederhananya begini. Sebagaimana kamu berpikir, seperti apa kamu mikir, seperti itulah kamu akan menjadi. Bisa nangkap ya? Seperti apa kamu berpikir, seperti

11:32 itulah kamu akan jadi. Nah, makanya saya percaya merdeka dari rasa takut, Bapak Ibu perlu ngerti bagaimana caranya supaya kita betul-betul bisa merdeka dari yang namanya takut. Kenapa? Karena takut itu di sini. Ketika Anda mulai ngelihat kondisi ekonomi, Anda mulai mikir kemungkinan-kemungkinan resiko yang akan terjadi di depan, Anda mulai muncul di sini semua analisanya, lalu mulai takut, mulai khawatir, enggak masuk hitungan, lalu di sini tambah mendidih. Setelah di sini mendidih, kemudian keluar lewat mulut. Kita gak bisa ini, kita sulit, pertengkaran suami istri terjadi, ngomel dan sebagainya. Nah, makanya bahaya sekali yang namanya ini, Bapak, Ibu. Menurut Amsal, apa yang

12:18 kau pikirkan? Jadi seperti itulah engkau Ah

18:45 Asap dapur harus mengepul. Makan butuh terus, duit enggak ada. Jadi yang namanya stres, yang namanya takut pasti ada dong. Kita barus mengerti kalau kita mau mengalami kemerdekaan dari rasa takut, kuncinya ada kekuatan di dalam Injil. Sebagaimana kamu mikir, demikianlah kamu. Jadi, pikiran saudara diotak-atik sama iblis supaya enggak bisa melihat firman, tapi sebaliknya didistract dan diarahkan lebih kepada ketakutan. Saya mau ajak lihat pelan-pelan. Kita

19:31 buka Roma pasal 1 ayat yang ke-16. Roma pasal 1 ayat yang ke-16. Nanti saya mau bagi tips buat Bapak Ibu bagaimana yang namanya mengalami kemerdekaan dari rasa takut. Karena terus terang waktu terkunci sebagai orang asing Bapak Ibu 1 tahun pertama itu saya hampir tiap hari menangis. Kenapa? Satu enggak betah. Karena semewah-mewahnya orang melihat di luar negeri, tapi bagaimanapun dari bayi sudah di Indonesia. Jadi belum bisa merasa feel at home. Setahun pertama nangis hampir tiap hari. Yang

20:16 namanya stres, takut, bagaimana besok makan kayak seperti apa. Karena visa suami dan visa saya adalah satu saya visa turis. Kan terjebak toh visa turis dan visa suami adalah guardian. Karena anak saya di bawah usia 18 tahun waktu itu. Dua-duanya tidak boleh bekerja. Asap dapur harus mengepul. Makan butuh terus. Duit enggak ada. Jadi yang namanya stres, yang namanya takut pasti ada dong. Terus kemudian kami enggak punya akses untuk mengakses banking. Salah satu contohnya saya baru ngerti selama ini punya rekening tidak pernah diaktifkan

21:03 mobile banking-nya. Sehingga ketika sampai di Australia, Anda bawa ATM pun ndak berguna karena ATM lokal. Suami punya klik, tapi klik itu token. Siapa pernah menyangka udara dingin membuat baterainya habis? Tidak pernah tahu, Bapak, Ibu. Kalau Anda udara dingin, baterai cepat habis loh. Biasanya kalau Anda pakai handphone, baterainya bisa tahan berapa jam, itu cepat sekali habis. Bukan karena baterainya drop, tapi karena udara dingin. Nah, ketika baterai HB saya telepon, gimana caranya memperbarui token yang baterainya habis? Dia bilang,

21:49 "Anda harus ke cabang." Saya tanya, "Punya cabang gak di Australia?" "Enggak bisa." Jadi, akhirnya secara finance kami enggak punya akses untuk ngambil duit tabungan. Jadi ndak boleh kerja, makan duit tabungan juga ndak bisa. Tapi sisi positifnya duit tabungan utuh. Sisi positif. Makanya sisi positifnya, sisi negatifnya gimana? Deg-degan, Pak. Kempot-kempot, ngeri-ngeri, enak katanya kalau ikut Tuhan. Nah, di situ Bapak, Ibu saya tetap percaya kita bagaimana yang namanya ngalamin ketakutan. Yang namanya ketakutan saya sudah ngalamin

22:34 berkali-kali, ribuan kali. Tapi saya mau ngajarin Bapak Ibu bagaimana kita merdeka dari rasa takut. Coba buka Roma 1 ayat yang ke-16. Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil. Karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya. Pertama-tama orang Yahudi, tetapi orang juga orang Yunani. Alkitab bilang begini, Injil. Injil itu artinya kabar baik. I kanjil itu artinya kabar baik. Kabar baiknya dari mana? Ada di firman. Semua di Alkitab ini adalah kabar baik. Nah, menurut ayat ini ada

23:21 sebuah dunamos kekuatan di dalam kabar baik ini, di dalam firman Tuhan. Jadi, kita barus mengerti kalau kita mau mengalami kemerdekaan dari rasa takut, kuncinya ada kekuatan di dalam Injil. Nanti bagaimana cara melakukan dan mempraktikkan. Jadi kita sepakati dulu Bapak Ibu, senjata kita adalah kekuatan Dunamos yang ada di dalam firman Tuhan. Oke. Apa hubungannya Bu firman Tuhan sama mengalami ee merdeka dari ketakutan? Saudara, kalau Anda mengalami ketakutan, khawatir, pernah gak ada yang nyoba di tengking?

24:06 >> Sering? Ya bisa gak? Gak bisa, Bu. Pak, percayalah makin ditengking makin ingat. Makin ingat makin takut. Iya kan? Rasa takut pergi dalam nama Yesus. Rasa takut pergi enggak bisa, Pak, Bu. Jadi ketakutan, roh ketakutan katanya itu ternyata kita gak bisa tengking loh. Enggak bisa. Bagaimana cara mengalahkannya? kekuatan power di dalam firman Tuhan. Nah, bagaimana praktiknya? Nanti dulu. Nah, iblis tahu. Iblis tahu ada kekuatan yang dahsyat,

24:52 senjata peperangan kita yang dahsyat di firman. Tapi karena dia tahu ini yang dia lakukan. Coba buka 2 Korintus pasal yang ke-10 ayat yang kelima. Saya berusaha untuk sistematis, pelan-pelan ya, B. 2 Korintus 10 ayat yang kelima kita akan melihat iblis ngerti ada kekuatan yang dahsyat di dalam firman Tuhan. Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubohkan setiap kubu yang dibangun keangkuan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus. Iblis tahu ada kekuatan Tuhan di dalam Injil.

25:38 Caranya dia bagaimana supaya kita gak pakai itu? Dia adalah dengan membutakan pikiran. Di dalam 2 Korintus pasal 10 bicara tentang peperangan roh. Firman Tuhan ngajarkan bahwa roh yang kita hadapi bukan melawan manusia, bukan melawan darah dan daging, melawan roh di udara. Bagaimana cara roh udara bekerja? adalah dengan mempengaruhi pikiran. Amsal 23 ayat 7 tadi bilang apa? Sebagaimana kamu mikir, demikianlah kamu. Jadi, pikiran saudara diotak-atik sama iblis supaya enggak bisa melihat firman, tapi sebaliknya didistract dan diarahkan lebih kepada ketakutan. Jadi

26:24 kalau kita mau melawan ketakutan, kita harus mendistrackkan kembali pikiran balik ke Injil. Nah, kita bicara dulu ya. Kita sepakat ada kekuatan Tuhan dalam firman dan iblis tahu dia butakan kita pakai cara gimana? Medan pertempuran pertama terjadi di sini. pikiran

Share

Ringkasan Video YouTube