Ringkasan Singkat
Ceramah ini membahas tentang pentingnya bersyukur atas nikmat Allah, kisah Nabi Idris yang diangkat ke surga karena amalnya, tata cara beribadah dalam Islam, dan berbakti kepada orang tua.
- Bersyukur atas nikmat Allah yang tak terhitung jumlahnya.
- Kisah Nabi Idris yang diangkat ke surga karena amalnya yang luar biasa.
- Tata cara beribadah dalam Islam, termasuk shalat lima waktu dan wiridan.
- Pentingnya berbakti kepada orang tua sebagai wujud syukur kepada Allah.
Pembukaan
Ceramah dimulai dengan mengucapkan salam dan doa untuk para jamaah pengajian. Penceramah menekankan pentingnya bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang telah diberikan, karena nikmat Allah sangat banyak sehingga tidak dapat dihitung. Jika manusia tidak bersyukur, Allah akan memberikan azab yang pedih.
Kisah Nabi Idris
Penceramah kemudian menceritakan kisah Nabi Idris yang amalnya sangat luar biasa sehingga diangkat ke langit. Malaikat pun heran dengan amalnya Nabi Idris yang selalu berbuat baik setiap pagi dan sore. Malaikat kemudian meminta izin kepada Allah untuk mengunjungi Nabi Idris dan menguji kebaikan hatinya.
Ujian Malaikat kepada Nabi Idris
Malaikat menyamar sebagai manusia dan bertamu ke rumah Nabi Idris. Nabi Idris menyambutnya dengan ramah dan menghormatinya. Setelah tiga hari, malaikat mengajak Nabi Idris berjalan-jalan ke luar desa dan meminta jagung bakar dari ladang orang lain. Nabi Idris menolak karena bukan miliknya. Malaikat kemudian mengungkapkan jati dirinya dan Nabi Idris meminta untuk diperlihatkan surga dan neraka.
Pengalaman Nabi Idris Melihat Neraka dan Surga
Nabi Idris meminta malaikat untuk mencabut nyawanya sementara waktu untuk merasakan sakaratul maut. Setelah dihidupkan kembali, Nabi Idris meminta diantar ke neraka. Setelah melihat dahsyatnya api neraka, Nabi Idris tidak kuat dan meminta untuk kembali. Kemudian, Nabi Idris meminta diantar ke surga dan merasa sangat betah di sana. Ketika akan keluar, Nabi Idris meninggalkan sandalnya dan beralasan ingin mengambilnya kembali, namun ia tidak keluar lagi dari surga. Akhirnya, Allah mengizinkan Nabi Idris untuk tinggal di surga karena amal ibadahnya.
Syarat Masuk Surga
Penceramah menjelaskan bahwa tidak ada seorang pun yang bisa masuk surga tanpa melalui kematian terlebih dahulu. Oleh karena itu, manusia harus mempersiapkan diri dengan beribadah dan beramal saleh. Penceramah juga menekankan pentingnya melestarikan amalan-amalan baik, seperti shalat, wiridan, dan mengaji.
Keutamaan Mengaji
Penceramah menceritakan kisah seorang murid Imam Abu Hanifah yang bodoh namun tetap dikasihi Allah karena rajin mengaji. Bahkan, malaikat Munkar dan Nakir pun tidak bisa menanyainya karena ia hanya mengaku sebagai murid Imam Ahmad bin Hambal. Allah tetap memasukkannya ke surga karena keberkahannya dalam mengaji.
Menghormati Maulid Nabi Muhammad SAW
Penceramah mengingatkan bahwa saat ini masih berada dalam bulan Maulid Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak shalawat, bersedekah, dan melakukan amalan-amalan baik lainnya sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.
Meneladani Rasulullah SAW
Penceramah mengajak untuk meneladani Rasulullah SAW dalam beribadah, seperti shalat berjamaah dan wiridan setelah shalat. Penceramah juga memberikan contoh wiridan yang biasa dilakukan oleh ayahnya setelah shalat.
Larangan Meninggalkan Wiridan
Penceramah menekankan pentingnya wiridan setelah shalat dan menyebut orang yang tidak pernah wiridan seperti kera. Penceramah menceritakan pengalamannya sendiri ketika membuktikan perkataan dalam kitab tersebut dengan mengunjungi kebun binatang dan melihat bahwa kera memang tidak pernah wiridan.
Perintah Menyembah Allah SWT
Penceramah menjelaskan bahwa Allah telah memutuskan bahwa manusia harus menyembah hanya kepada-Nya. Tata cara menyembah Allah diatur dalam agama Islam, yaitu dengan melaksanakan shalat lima waktu. Penceramah juga menjelaskan tata cara shalat dalam Islam, termasuk gerakan rukuk dan sujud.
Shalat Sunnah
Selain shalat wajib, terdapat juga shalat sunnah seperti shalat Dhuha dan Tahajud. Meskipun tidak wajib, shalat sunnah memiliki keutamaan tersendiri. Allah menjanjikan akan memberikan tempat yang mulia di akhirat bagi orang yang rajin melaksanakan shalat Tahajud.
Berbakti Kepada Orang Tua
Setelah menyembah Allah, manusia juga diperintahkan untuk berbuat baik kepada kedua orang tua. Penceramah menekankan pentingnya menghormati dan berbakti kepada orang tua selagi masih hidup. Jika orang tua sudah meninggal, maka tetap bisa berbakti dengan cara mendoakannya.
Pengalaman Pribadi dengan Orang Tua
Penceramah menceritakan pengalaman pribadinya dengan orang tuanya. Suatu ketika, penceramah dimarahi oleh ayahnya tanpa alasan yang jelas. Namun, penceramah tetap menghormati ayahnya dan tidak membantah. Akhirnya, ayahnya meminta maaf karena telah memarahinya. Penceramah juga menceritakan pengalamannya ketika tidak mau bertemu dengan ayahnya selama dua tahun karena merasa sakit hati. Akibatnya, penceramah dihukum oleh Allah dengan tidak bisa tidur selama dua tahun.
Mimpi Bertemu Mbah Dalhar
Penceramah bermimpi bertemu dengan seorang kakek yang menyuruhnya makan nasi tanpa lauk hingga kenyang. Setelah itu, penceramah baru menyadari bahwa ia harus kembali berbakti kepada orang tuanya.
Kembali Berbakti
Setelah mimpi tersebut, penceramah kembali berbakti kepada ayahnya dan diminta untuk membaca kitab-kitab agama. Penceramah pun melakukannya dengan senang hati. Akhirnya, penceramah dipercaya untuk membantu ayahnya mengajar kitab.
Hikmah Berbakti
Penceramah menjelaskan bahwa hikmah dari berbakti kepada orang tua sangat besar. Dengan berbakti kepada orang tua, Allah akan memberikan ilmu yang bermanfaat dan memudahkan segala urusan. Penceramah juga menceritakan pengalamannya ketika membangun pondok pesantren atas perintah ayahnya.
Kiai Tidak Mati
Penceramah menegaskan bahwa kiai tidak mati, melainkan hanya pindah tempat ke tempat yang lebih mulia di sisi Allah. Oleh karena itu, umat Islam harus selalu dekat dengan ulama agar bisa dikumpulkan bersama mereka di akhirat.
Penutup
Penceramah mengajak para jamaah untuk mempersiapkan diri menyambut bulan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan memperbanyak ibadah dan amalan saleh. Penceramah juga mendoakan agar para jamaah selalu diberkahi dan dirahmati oleh Allah SWT.

