KHB, UAS, UAH, Quraish Shihab Itu Sesat Menyesatkan; Guru Gembul Berkicau.

KHB, UAS, UAH, Quraish Shihab Itu Sesat Menyesatkan; Guru Gembul Berkicau.

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang kekacauan berpikir Guru Gembul terkait dengan pemahaman agama, khususnya tentang akidah dan hubungannya dengan ulama. Dijelaskan bahwa kesalahan dalam akidah adalah fatal dan harus dipertanggungjawabkan. Video ini juga menyoroti pentingnya memperdalam ilmu agama agar tidak tersesat dan baru menyadarinya setelah meninggal. Selain itu, video ini juga membahas tentang asabiyah (fanatisme golongan) dalam Islam, yang mana ada yang diharamkan dan ada yang dianjurkan.

  • Kesalahan dalam akidah adalah fatal dan harus dipertanggungjawabkan.
  • Pentingnya memperdalam ilmu agama agar tidak tersesat.
  • Asabiyah (fanatisme golongan) ada yang diharamkan dan ada yang dianjurkan.

Pendahuluan

Pembukaan dengan salam dan pengantar tentang pembahasan sebelumnya mengenai kekacauan berpikir Guru Gembul. Guru Gembul menyatakan bahwa semakin dekat seseorang dengan ulama, semakin tersesat orang tersebut, namun argumen yang dibangun tidak sesuai.

Komentar dan Kedangkalan Pengetahuan Agama

Menanggapi komentar-komentar, ada yang memahami akidah sebagai hal yang penting dan tidak bisa dianggap enteng, namun ada juga yang menunjukkan kedangkalan pengetahuan agama. Hukum-hukum agama mengikat, termasuk keyakinan yang salah, meskipun tidak ada penegak hukumnya. Seseorang yang melakukan perbuatan yang mengkafirkan, maka dia kafir dalam kenyataannya, meskipun tidak sadar. Manusia seringkali tidak sadar akan perintah dan larangan Allah, dan baru tersadar setelah mati.

Saran untuk Pengikut Guru Gembul

Disarankan untuk memperdalam ilmu agama karena kesalahan dalam agama baru akan disadari setelah mati. Pembahasan video tidak harus melihat semua video Guru Gembul, cukup melihat langkah per langkah dalam berpikirnya. Jika ada satu langkah yang salah, maka cara berpikirnya salah, meskipun kesimpulannya benar, karena kesimpulan yang benar dari cara berpikir yang salah hanyalah kebetulan.

Analisis Pernyataan Guru Gembul

Pernyataan Guru Gembul semakin jauh dan tidak koheren. Guru Gembul mengatakan bahwa orang yang dekat dengan ulama pasti sesat, sementara orang yang ahli maksiat tidak akan disebut sesat jika tidak berafiliasi dengan kelompok tertentu. Yang dituding sesat adalah orang yang baik tapi dekat dengan ulama. Perlu dibedakan antara dituding sesat dan sesat dalam kenyataannya.

Ulama dan Dai

Guru Gembul tidak presisi dalam memilih diksi, misalnya mencampuradukkan antara ulama dan dai. Ulama adalah orang yang tetap ilmunya pada dirinya, sedangkan dai adalah orang yang mengajak. Untuk menjadi dai tidak harus menjadi ulama. Guru Gembul menyebutkan beberapa ulama atau dai yang dituding sesat, seperti Ustaz Abdul Somad, Ustaz Adi Hidayat, Habib Jafar, Aagim, Ustaz Khalid Basalamah, Ustaz Felix Siauw, Gus Baha, Buya Syakur, dan Quraisy Shihab.

Pembahasan Kesesatan

Jika ingin membahas kesesatan, jangan membahas penuding sesatnya, tapi bahas permasalahan yang ditudingkan kepadanya sesat. Dalam kitab-kitab ulama, yang dibahas adalah iktikad dan perbuatan. Jika membahas kesesatan, tidak membahas orangnya, tapi kebetulan orangnya ada di situ. Contohnya, kesalahan Khalid Basalamah adalah tidak memahami fikih dan ushul fikih, serta salah dalam iktikad menurut ahlul haq. Tujuannya adalah untuk menyadarkan orang-orang yang sepemikiran dengan Khalid Basalamah.

Contoh Kasus: Adi Hidayat dan Quraisy Shihab

Adi Hidayat tidak mengerti ushul fikih, namun akidahnya selamat. Toleransinya terhadap itikad Wahabiyah menjadi kekurangan. Quraisy Shihab dituding sesat karena membolehkan orang tidak berkerudung. Guru Gembul tidak teliti dalam menyebutkan kasus-kasus yang terjadi di masyarakat.

Fokus pada Pemikiran

Kelompok-kelompok yang dekat dengan ustaz-ustaz fokus pada pemikiran, bukan kemaksiatan. Guru Gembul tidak tahu bahwa kemaksiatan terbesar adalah kesalahan dalam berpikir. Aswaja memiliki format dalam berpikir agar tidak salah, yaitu ilmu mantik. Kesalahan dalam berpikir, apalagi mengenai usuluddin, adalah dosa terbesar.

Perbedaan Firkah dan Dialektika Berpikir

Umat Rasulullah akan terpecah menjadi beberapa firkah, dan yang selamat hanya satu. Kelompok-kelompok yang berbeda dilihat dari pencabangan berpikir. Setiap firkah menyalahkan satu dengan yang lain karena rasa sayang. Dialektika berpikir terjadi karena sayangnya kepada masyarakat. Jika ada yang melarang ziarah kubur, itu karena sayang, karena dalam pikirannya ziarah kubur itu memusyrikkan.

Kemusyrikan sebagai Dosa Terbesar

Kemusyrikan adalah dosa yang tidak ada ujungnya. Kesalahan berpikir adalah kemaksiatan yang paling besar. Jangan bersatu saja sebagai umat muslim jika membiarkan kemaksiatan yang paling besar. Dialektika tidak dibangun secara dewasa. Permasalahannya bukan perbedaannya, tapi ketidakdewasaan dalam menyikapi perbedaan. Dosa terbesar yang bisa dilakukan manusia adalah kemusyrikan, yang berasal dari pemikiran, bukan dari perbuatan.

Penyakit Ashabiyah

Orang Syiah bisa diusir dari kampung halamannya meskipun tidak melakukan tindakan jahat. Ini karena penyakit ashabiyah, yaitu fanatik golongan. Mereka marah karena golongan, bukan karena agama. Ketika ada korupsi haji, terorisme, atau penyimpangan seksual, semuanya diam. Permasalahannya adalah ketidakdewasaan dalam menyikapi perbedaan.

Asobiyah yang Dianjurkan dan Diharamkan

Asobiyah ada yang diharamkan dan ada yang dianjurkan. Selama beragama, pasti punya asabiyah. Jika muslim, harus melihat bahwa Islam itu yang paling baik. Setiap orang yang menganut mazhab harus mengakui bahwa mazhab yang dianutnya itu adalah mazhab yang terbaik. Asobiyah yang haram adalah tatkala ada perbedaan dalam masalah furu yang dalil-dalilnya zonniat, kemudian menganggap itu adalah perbedaan yang usuli.

Hadis tentang Qadariah

Dalam Sahih Muslim, hadis awal yang menjadi permasalahan adalah permasalahan iktikad. Ibnu Umar berlepas diri dari orang yang punya iktikad bahwa perbuatannya itu dibuat sendiri tanpa campur tangan Allah. Andai kata dia memiliki emas sebanyak gunung, kemudian dia sedekahkan di jalan Allah, maka tidak akan diterima. Menurut sebagian ulama, orang itu kafir karena iktikad, bukan karena maksiat umum.

Kesimpulan

Semua kemaksiatan ditolerir, tapi kalau pemikirannya berbeda dengan kelompoknya, itu kriminal. Gus Dur dituding sesat bukan karena korupsi, tapi karena pemikirannya dianggap liberal. Jika iktikadnya salah beserta mengerjakan seluruh kebaikan, itu tidak ada kebaikan baginya. Ustaz yang penzina, pencuri, pemabuk, tapi iktikadnya benar jauh lebih baik daripada ustaz yang iktikadnya salah tapi saleh. Orang-orang Wahabi juga berpendapat demikian. Permasalahannya di Indonesia adalah orang-orang kurang dewasa dalam menyikapi dialektika. Diharapkan orang-orang yang mengikuti Guru Gembul segera tobat.

Share

Summarize Anything ! Download Summ App

Download on the Apple Store
Get it on Google Play
© 2024 Summ