0:01 Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma sholli wasallim ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad. Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, pada kesempatan kali ini kita akan belajar dari kehidupan sosok manusia paling mulia yang Allah dan malaikatnya berkirim salam kepadanya. Innallaha wa malaikatahu yusuna alan nabi. Ya ayyuhalladzina amanu shu alaihi wasallimu taslima. Kita akan belajar dari manusia agung yang akhlaknya dipuji Allah. Wa inaka khulinim. Sesungguhnya engkau memiliki akhlak atau budi pekerti yang luhur. Kita akan mendengarkan kisah baginda Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam sejak sebelum beliau dilahirkan hingga beliau wafat. Namun sebelum itu
0:48 marilah kita sama-sama berselawat kepada Nabi. Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad waa ali sayyidina Muhammad. Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah. Sebelum kelahiran Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, mayoritas bangsa Arab mengikuti agama Nabi Ibrahim Alaih Salam, yaitu ajaran tauhid untuk beribadah hanya kepada Allah Subhanahu wa taala. Namun setelah waktu berjalan sekian lamanya, mereka mulai melalaikan hal itu. Meskipun masih ada sisa-sisa peninggalan ajaran Ibrahim. Hingga kemudian di tanah Makkah ada seseorang yang bernama Amr bin Luhai. Ia berasal dari suku Khuzaah. Orangnya sangat dihormati dan dimuliakan kaumnya karena ia dermawan, perilakunya juga baik.
1:35 Suatu ketika ia pergi ke Syam. Di sana ia melihat masyarakat menyembah berhala sebagai bentuk ibadah. Ia menyimpulkan itu adalah perbuatan baik. Maka ketika kembali ke Makkah, ia membawa satu berhala yang bernama Hubal. Ia meletakkan berhala itu di dalam Ka'bah. Lalu ia mengajak kaumnya untuk melakukan apa yang dilakukan penduduk Syam. Karena pengaruh dan kedudukannya, maka tak lama kemudian penyembahan berhala menjadi keyakinan tersendiri bagi penduduk Makkah. Kemudian dengan cepat menyebar ke wilayah Hijaz yaitu Makkah dan sekitarnya hingga kemudian menyebar luas meliputi Jazirah Arabia. Bahkan di sekitar Ka'bah terdapat ratusan berhala yang disembah. Dari sana muncullah berbagai bentuk praktik syirik, bidah,
2:21 dan khurafat di tengah masyarakat Arab. Kehidupan sosial masyarakat Arab berkelas-kelas dan bersuku-suku. Di sana terdapat pemandangan yang sangat kontras antara kaum bangsawan dengan segala kemewahan dan kehormatan yang dimilikinya dan kaum budak dengan segala kekurangan dan kehinaan yang tak terperikan. Kehidupan di antara para suku penuh dengan persaingan. Sering terjadi pertikaian karena fanatisme suku yang sangat tinggi. Setiap anggota suku pasti membela orang yang satu suku dengannya. Tak peduli perbuatannya benar ataupun salah. Sehingga terkenal ucapan di antara mereka, "Ungsur akokaiman madluman." Bantulah saudaramu. Baik dia berbuat zalim ataupun dizalimi. Perlakuan terhadap wanita sangat zalim.
3:08 Laki-laki dapat melakukan poligami tanpa batas. Mereka bebas menikahi berapa wanita sekalipun. Bahkan mereka dapat menikahi dua wanita bersaudara sekaligus. Kemudian mereka dapat menceraikan istri-istrinya tanpa batas. Tanpa alasan apapun mereka bisa menceraikan istrinya. Sementara itu, perzinahan merupakan masalah biasa. Bahkan ada suami yang memerintahkan istrinya untuk tidur dengan lelaki lain semata-mata karena ingin mendapatkan keturunan mulia dari laki-laki itu. Kelahiran anak perempuan menjadi hal yang aib bagi mereka. Bahkan dikenal di sebagian mereka istilah wa'dul banat. Menguburkan anak perempuannya hidup-hidup karena mereka malu memiliki anak perempuan. Memiliki anak perempuan
3:54 adalah aib yang merupakan cela bagi mereka. Perjudian dan minuman keras merupakan hal yang sangat lumrah dilakukan di tengah masyarakat. Bahkan mabuk-mabukan dan judi adalah kebanggaan bagi mereka. Masyarakat Arab mayoritas adalah pedagang. Sebagian kecil mereka adalah bertani dan memelihara hewan ternak. Bagi mereka mengurangi timbangan, berbuat curang, menipu adalah hal yang biasa. Karena tanpa itu semua mereka tidak akan bisa kaya. Mereka terkenal bangsa yang suka menipu. Kemiskinan sangat mewarnai kehidupan masyarakatnya. Meskipun ada sejumlah pedagang besar dan bangsawan di sana. Di tengah masyarakat yang gelap dan suram semacam itu, di tengah kehidupan sosial
4:41 yang porak-poranda, dilahirkanlah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Beliau dilahirkan pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Aal tahun Gajah bertepatan dengan tahun 571 Masehi. Beliau dilahirkan dari suku Quraisy, yaitu suku yang paling terhormat dan terpandang di tengah masyarakat Arab dari suku Quraisy. Beliau berasal dari Bani Hasyim, anak suku yang juga paling terhormat di tengah suku Quraisy. Rasulullah lahir dalam keadaan yatim karena bapaknya telah meninggal ketika ibunya mengandung usia 2 bulan. Setelah melahirkan, sang ibu membawa anak tersebut kepada kakeknya yaitu Abdul Muthalib. Betapa gembiranya sang kakek mendengar berita kelahiran cucunya lalu dibawanya bayi itu ke dalam Ka'bah. Ia
5:27 berdoa kepada Tuhan dan bersyukur kepadanya. Anak tersebut kemudian diberi nama Muhammad, nama yang belum dikenal masyarakat Arab waktu itu. Dan nama ini adalah nama yang pertama kali digunakan oleh manusia di bumi. Lalu pada hari ketujuh setelah kelahirannya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dikhitan. Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam kecil. Selain menyusu kepada ibunya, ia juga disusukan kepada Suwaibah. Suwaibah adalah budak perempuan Abu Lahab. Kemudian sebagaimana adat kebiasaan masyarakat kota waktu itu, ibunya mencari wanita pedesaan untuk menyusui putranya. Maka terpilihlah seorang wanita bernama Halimah binti Abi Zuaib. Ia berasal dari suku Saad bin Bakr yang
6:13 kemudian lebih dikenal dengan panggilan Halimah Ass'diyah. Pada awal mulanya, Halimah enggan untuk menyusui Muhammad karena Muhammad merupakan anak yatim yang tidak dapat diharapkan imbalan materi yang layak darinya. Akan tetapi ketika tidak didapatkan lagi bayi lain untuk disusuinya, maka dia pun menerima bayi Muhammad untuk disusui di perkampungan Bani Saad. Ternyata dia tidak salah pilih karena yang dia susui telah Allah persiapkan menjadi manusia paling agung di muka bumi yang akan membawa jalan terang bagi umatnya yang beriman. Maka wajar setelah itu kehidupan Halimah penuh dengan keberkahan. Demikianlah 5 tahun pertama kehidupan Muhammad dia lalui di daerah perkampungan dengan kehidupan yang masih asri, udaranya segar, yaitu lembah Bani
6:59 Saad. Hal itu tentu saja banyak berpengaruh bagi pertumbuhan Muhammad, baik secara fisik maupun kejiwaan. Pada saat Muhammad berusia 5 tahun, pada saat ia masih dalam perawatan Halimah Ass'diyah di perkampungan Bani Saad, terjadilah peristiwa besar yang sekaligus menunjukkan tanda-tanda kenabiannya kelak. Peristiwa itu dikenal dengan istilah syakus shodr, yaitu pembelahan dada. Suatu hari ketika Muhammad kecil bermain bersama teman-temannya, tiba-tiba datanglah malaikat Jibril menghampiri dan menyergapnya. Ia lalu dibaringkan, kemudian dadanya dibelah, lalu hatinya diambil. Selanjutnya dikeluarkan segumpal darah darinya. Seraya Jibril berkata, "Inilah bagian setan yang ada padamu." Kemudian hati itu dicuci di
7:45 bejana emas dengan air zamzam. Setelah itu dikembalikan ke tempatnya semula. Sementara itu, teman-teman mainnya yang lain melaporkan kejadian itu kepada Halimah seraya berkata, "Muhammad dibunuh. Muhammad dibunuh." Maka mereka bergegas menghampiri tempat Muhammad bermula. Di sana mereka mendapatkan Muhammad dalam keadaan pucat. Setelah kejadian itu, Halimah merasa sangat khawatir terhadap keselamatan Muhammad. Akhirnya ia memutuskan untuk memulangkan kepada ibunya di kota Makkah. Maka berangkatlah Halimah ke Makkah dengan berat hati dikembalikan Muhammad kepada ibunya. Setelah berapa lama tinggal bersama ibunya pada usia 6 tahun, sang ibu mengajaknya berziarah ke makam ayahnya di Yasrib. Maka berangkatlah mereka keluar dari kota Makkah menempuh perjalanan sepanjang 500 km. Mereka
8:33 ditemani oleh Ummu Aiman, dibiayai oleh Abdul Muthalib di tempat tujuan. Mereka menetap selama sebulan. Setelah itu mereka kembali pulang ke Makkah. Namun di tengah perjalanan ibunya menderita sakit dan akhirnya meninggal di perkampungan Abwa yang terletak di antara kota Makkah dan kota Madinah. Setelah ibundanya meninggal, Muhammad diasuh oleh sang kakek yaitu Abdul Muthalib. Sang kakek sangat iba terhadap cucunya yang sudah menjadi yatim piatu di usianya yang masih sangat kecil. Maka dibawalah cucunya itu ke rumahnya, diasuh dan dikasihinya melebihi anak-anaknya sendiri. Pada saat itu Abdul Muthalib memiliki tempat duduk khusus di bawah Ka'bah. Tidak ada seorang pun yang berani duduk di atasnya. Sekalipun anak-anaknya sendiri,
9:19 mereka hanya berani duduk di sisinya saja. Namun Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang saat itu masih kanak-kanak justru bermain dan duduk di atasnya. Karuan saja paman-pamannya segera mengambilnya dan menariknya. Namun ketika sang kakek melihat hal itu, beliau malah melarang mereka seraya berkata, "Biarkan dia. Demi Allah, anak ini punya kedudukan sendiri." Akhirnya Rasulullah kembali duduk di atas tempat duduk kakeknya. Diusapnya punggung cucunya itu dengan sukacita melihat apa yang dia lakukan. Tapi lagi-lagi kasih sayang sang kakek tak berlangsung lama dirasakan oleh Muhammad. Saat Muhammad berusia 8 tahun, kakeknya meninggal di kota Makkah. Namun sebelum wafat, ia sempat berpesan agar cucunya tersebut dirawat oleh pamannya dari pihak ayahnya
10:07 yaitu Abu Thalib. Kini Muhammad berada dalam asuhan pamannya yang juga sangat mencintainya. Abu Thalib merawatnya bersama anak-anaknya yang lain. Bahkan Muhammad disayangi dan dimuliakan. Begitulah Abu Thalib selalu berada di sisi Muhammad, merawatnya, melindunginya, dan membelanya. Bahkan hingga beliau telah diangkat menjadi rasul. Hal itu berlangsung kurang lebih 40 tahun. Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, pada saat Muhammad kecil berusia 12 tahun, Abu Thalib mengajaknya berdagang ke negeri Syam. Sesampainya di perkampungan Busra yang waktu itu masuk wilayah negeri Syam, mereka disambut oleh seorang pendeta bernama Buhairah. Semua rombongan turun memenuhi undangan pendeta Bahirah kecuali Rasulullah Muhammad sallallahu
10:53 alaihi wasallam. Pada pertemuan itu Abu Thalib menceritakan tentang ponakannya dan sifat-sifatnya kepada pendeta Buhairah. Setelah mendengarkan ceritanya, sang pendeta langsung memberitahukan anak tersebut akan menjadi pemimpin manusia sebagaimana yang ia ketahui ciri-cirinya dari kitab-kitab agamanya. Maka ia meminta Abu Thalib untuk tidak membawa anak itu ke negeri Syam karena khawatir di sana orang-orang Yahudi akan mencelakakannya. Akhirnya Abu Thalib memerintahkan anak buahnya untuk membawa pulang Muhammad ke Makkah. Hal itu dilakukan demi menyelamatkan jiwa Muhammad dari siksaan orang-orang Yahudi. Pada usia 15 tahun, Muhammad kecil ikut serta dalam peperangan Fijar yang terjadi antara suku Quraisy yang bersekutu dengan Bani
11:39 Kinanah melawan suku Qais Ailand. Peperangan dimenangkan oleh suku Quraisy. Pada peperangan itu, Muhammad membantu paman-pamannya menyiapkan alat panah. Setelah perang Fijar Usai diadakanlah perdamaian yang dikenal dengan istilah hilful fudul disepakati pada bulan Zulkaidah yang termasuk bulan haram di rumah Abdullah bin Ju'dan at-Taimi. Semua kabilah dari suku Quraisy ikut dalam perjanjian itu. Di antara isinya adalah kesepakatan dan upaya untuk selalu membela siapa saja yang dizalimi dari penduduk Makkah. Dan mereka akan menghukum orang-orang yang berbuat zalim sampai dia mengembalikan lagi hak-haknya. Muhammad ikut serta menyaksikan perjanjian itu. Bahkan setelah beliau menjadi rasul, beliau masih mengingatnya dan memujinya seraya berkata, "Saya telah menyaksikan
12:26 perjanjian damai di rumah Abdullah bin Ju'dan yang lebih saya cintai dari unta merah. Seandainya saya diundang lagi setelah masa Islam, maka saya akan memenuhi undangan itu. Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, masa muda Muhammad sallallahu alaihi wasallam dilalui dengan kehidupan yang sangat berat. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Muhammad menggembalakan kambing penduduk Makkah untuk mendapatkan upah. Pada usia 25 tahun, beliau memulai usaha dagang dengan modal dari Khadijah. Khadijah adalah wanita pengusaha yang kaya raya dan terpandang di Mekah saat itu. Usahanya dilakukan dengan sistem bagi hasil. Melihat kejujuran dan keluhuran budi pekerti Muhammad, Khadijah menawarkan kepada Muhammad untuk membawa barang dagangannya dan menjualnya di
13:12 negeri Syam. Muhammad menerima tawaran itu. Maka Khadijah memberikan barang-barang dagangannya yang paling utama yang tidak pernah diberikan kepada pedagang lainnya. Dia sertakan pula budaknya yang bernama Maisarah. Maisarah ditugaskan untuk menemani Muhammad sallallahu alaihi wasallam dalam perjalanan perdagangannya. Perlu diketahui bahwa Maisarah adalah laki-laki karena nama itu pada masyarakat Arab adalah nama untuk jenis kelamin laki-laki. Berbeda di masyarakat kita yang umumnya dipakai untuk nama wanita. Setelah sekian lamanya berdagang di negeri Syam, Muhammad kembali ke Makkah dengan membawa keuntungan yang berlimpah. Melihat hal itu, semakin kagumlah Khadijah dengan kepribadian Muhammad. Apalagi setelah Maisarah menceritakan tentang keluhuran budi,
13:58 kejujuran, dan kecerdasan yang disaksikan selama menemaninya. Dalam perjalanan, Khadijah seperti mendapatkan sesuatu yang selama ini dicari-cari. Karena sebagai wanita kaya raya dan terhormat, sudah banyak tokoh dan pemimpin suku yang berusaha melamarnya. Namun, belum ada yang Khadijah terima. Akhirnya masalah itu segera ia sampaikan kepada sahabatnya yaitu Nafisah binti Maniah. Tanpa menunggu lama, Nafisah segera menemui Muhammad dan memohon agar Muhammad bersedia menikahi Khadijah. Muhammad pun setuju. Ia memberitahu paman-pamannya. Lalu paman-pamannya segera menemui paman Khadijah dan melamarkannya untuk Muhammad. Setelah itu terlaksanalah akad pernikahan yang dihadiri oleh Bani Hasyim dan juga pemimpin suku Mudhar. Pada saat pernikahan itu, Muhammad berusia 25
14:45 tahun, sedangkan Khadijah berusia 40 tahun. Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, pada saat Muhammad berusia 35 tahun, kaum Quraisy sepakat untuk memugar bangunan Ka'bah yang sudah lapuk. Di mata masyarakat Quraisy, kedudukan Ka'bah sangat agung, sangat mulia. Sehingga mereka sepakat agar biaya pemugaran Ka'bah diambil dari harta yang halal saja. Mereka menolak biaya yang bersumber dari pelacuran, harta riba, dan juga dari hasil menzalimi orang lain. Pada awalnya, bangunan Ka'bah yang lama diruntuhkan. Kemudian setelah itu mereka mulai membagikan pembangunan Ka'bah berdasarkan suku masing-masing. Sehingga setiap mereka telah ditetapkan bagian mana yang akan dibangun. Ketika pembangunan sampai pada posisi Hajar
15:32 Aswad, terjadilah pertikaian antara mereka tentang siapa yang berhak meletakkan Hajar Aswad pada posisinya semula. Semua orang berkeinginan melakukannya karena kemuliaan Hajar Aswad bagi mereka. Pertentangan terus terjadi dan semakin membesar hingga nyaris terjadi pertumpahan darah di Masjidil Haram. Namun akhirnya Abu Umayyah bin Mughirah Almaghzumi menawarkan usulan supaya keputusannya diserahkan kepada orang pertama yang masuk masjid dari pintunya. Mereka pun sepakat atas kehendak Allah ternyata yang pertama kali masuk masjid adalah Muhammad. Mereka segera berseru, "Itu adalah al-Amin. Muhammad adalah orang yang dapat dipercaya. Kami rela dia yang memutuskan masalah ini. Dia adalah Muhammad." Lalu mereka menyampaikan
16:18 duduk persoalannya kepada Muhammad. Maka Muhammad meminta diambilkan selembar kain. Lalu Hajar Aswad diletakkan di tengahnya. Kemudian beliau meminta setiap suku untuk mengangkat ujung kainnya. Ketika posisi batu tersebut sudah berdekatan pada tempatnya, beliau mengambil Hajar Aswad dan meletakkannya ke tempatnya semula. Penyelesaian yang sangat tepat. Semua pihak puas menerima keputusan itu. Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, sejak awal Allah telah menyiapkan kehidupan Muhammad agar dapat menanggung misi besar yang akan dihadapinya dalam kehidupan. Karena itu di tengah kerusakan kaumnya yang sudah sangat parah, Muhammad tidak larut di dalam kerusakan itu. Bahkan beliau menampilkan kepribadian yang sangat menarik hingga diakui semua lapisan
17:03 masyarakat atas kebaikannya. Kerusakan akidah pada masa itu tidak sampai menular ke dalam diri Muhammad. Bahkan sejak kecil hal yang paling tidak ia sukai adalah menyembah berhala. Beliau enggan menghadiri upacara-upacaranya bahkan tidak bersedia memakan daging dari hewan yang disembelih atas nama berhala. Kerusakan moral yang terjadi pada masa itu tidak membuatnya terpengaruh. Muhammad lebih suka menyendiri, mengamati kehidupan manusia dan penciptaan alam yang agung ini. Kecuali jika dalam hubungan yang wajar dan tidak merusak, maka Muhammad sangat suka bergaul dengan masyarakat dengan akhlak yang terpuji. Pernah suatu kali terbertik keinginannya hendak menghadiri tontonan masyarakat Arab. Namun ketika kakinya sudah melangkah, Allah Taala
17:49 menghalangi perbuatannya untuk hadir itu dengan menjadikannya tertidur hingga esok paginya. Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah. Ketika usia Muhammad mendekati 40 tahun, beliau mulai suka menyendiri dan menghindar dari hingar-bingar kehidupan kaumnya yang penuh kesyirikan dan perbuatan nista. Berbekal sekantong makanan dan air secukupnya. Beliau sering pergi menuju Goaah Hira yang berjarak sekitar 2 mil dari kota Makkah. Dalam kesendiriannya itu, Muhammad menghabiskan waktunya untuk beribadah dan merenungi kebesaran alam di sekelilingnya serta menyadari akan adanya kekuasaan yang agung di balik semua penciptaan ini. Demikianlah hal itu Allah kehendaki baginya sebagai awal dan persiapan untuk menerima sebuah misi besar yang akan merubah sejarah
18:36 kemanusiaan. Karena itu jiwanya harus dibersihkan dari hiruk pikuk duniawi dengan segala kotoran yang ada di dalamnya. Hal itu berlangsung selama 3 tahun sebelum diturunkan tugas kerasulan baginya. Setelah sekian lama beliau melakukan khulwah atau menyendiri, membersihkan jiwanya dengan memperhatikan kebesaran kekuasaan Allah, maka Allah berikan beliau kemuliaan dengan mengangkatnya sebagai seorang rasul sekaligus sebagai penutup dari para nabi dan rasul. Peristiwa itu terjadi pada hari Senin tanggal 21 Ramadan, tepat saat beliau berusia 40 tahun dalam hitungan hijriah. Dan sejak saat itulah tahun kenabian mulai dihitung. Kejadiannya ditandai dengan hadirnya Jibril Alaihissalam. Ia datang
19:23 kepadanya dan memeluknya sebanyak tiga kali. Setiap kali memeluk, Jibril berkata, "Iqra, bacalah." Setiap kali itu pula Muhammad menjawab, "Ma ana biqori, saya tidak dapat membaca." Muhammad sangat keletihan. Ia sangat ketakutan dan panik. Setelah itu, Jibril membacakan Quran surah Alalaq ayat 1 sampai 5. Bismillahirrahmanirrahim. Iqra bismiabbikalladzi khalaq khalaqal insana min alaq. Iqra warbukal akram alladziama bilqamal insana maam yalam. Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan
20:09 Tuhanmulah yang maha pemurah yang mengajarkan manusia dengan perantara kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Kemudian Jibril pergi meninggalkannya. Muhammad yang saat ini sudah menjadi rasul, maka kita panggil Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Setelah Jibril pergi meninggalkannya, Rasulullah kembali ke rumahnya dengan badan bergemetar. Beliau keringatan. Beliau khawatir bahwa apa yang baru saja dialaminya akan mencelakakan dirinya. Kemudian beliau masuk menemui istrinya, Sayidah Khadijah seraya berkata, "Selimuti aku wahai istriku. Selimuti aku." Maka Khadijah segera menyelimuti badannya. hilanglah ketakutan dari diri Rasulullah. Kemudian beliau menceritakan kepada istrinya yang
20:55 setia tentang apa yang terjadi di dalam Kahira. Kemudian Rasulullah berkata, "Aku khawatir wahai istriku akan terjadi sesuatu pada diriku." Mendengar itu segera menenangkan dan menghibur suaminya seraya berkata. Tidak wahai suamiku, tidak sama sekali. Tuhan tidak akan menghinakanmu selamanya. Engkau adalah orang yang suka menyambung silaturahmi, membawakan dan membantu orang yang lemah, menghormati tamu, dan suka menolong dalam kebaikan. Kemudian Khadijah bersama Rasulullah
21:42 pergi ke rumah pamannya, yaitu Waraqah bin Naufal. Ia adalah orang yang banyak mengetahui isi kitab Taurat dan Injil. Orangnya sudah sangat tua dan buta. Rasulullah menceritakan apa yang terjadi. Mendengar hal itu, Waraqah tampak gembira. Kemudian Waraqah berkata, "Wahai Muhammad dan Khadijah, itu adalah malaikat Jibril yang Allah turunkan kepada Nabi Musa. Engkaulah nabi bagi umat ini. Sayang sekali seandainya saja aku masih hidup saat engkau diusir oleh kaummu nanti." Kemudian Rasulullah berkata, "Apakah mereka akan mengusir aku wahai Waraqah?" Kemudian Waraqah menjawab, "Iya wahai Muhammad, tidak ada seorang pun yang membawa seperti apa yang kamu bawa kecuali dia akan dimusuhi. Seandainya
22:28 aku mengalami masa itu, aku akan membelamu dengan sungguh-sungguh," kata Waraqoh. Namun ternyata Waraqoh meninggal dunia ketika wahyu sempat terputus beberapa lama. Yaitu setelah wahyu yang pertama diturunkan. Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah. Setelah turunnya wahyu pertama, beberapa hari lamanya tidak turun lagi wahyu selanjutnya. Hal itu membuat Rasulullah gelisah dan bersedih. Beliau terus menanti wahyu berikutnya diturunkan. Sebenarnya hal ini merupakan sarana baginya untuk menenangkan diri agar beliau sadar dengan apa yang dialami pada kali pertama menerima wahyu dan untuk meyakini bahwa beliau kini telah menjadi utusan Allah Subhanahu wa taala. Hingga kemudian pada suatu hari ketika beliau sedang berjalan, tiba-tiba
23:15 terdengar suara dari langit. Ketika beliau mencari sumber suara itu, beliau menyaksikan malaikat yang mendatanginya di Guaah Hira sedang duduk di kursi di antara langit dan bumi. Beliau kembali merasakan ketakutan yang luar biasa sampai-sampai beliau terjatuh ke atas tanah. Kemudian beliau segera pulang menemui istrinya seraya beliau mengucapkan, "Selimuti aku wahai istriku. Selimuti aku. Kemudian Khadijah menyelimuti tubuhnya. Saat itulah wahyu kedua Allah turunkan yaitu ya ayyuhal mudassir qum faanir warbaka fakabbiraka fadhir warujza fahjur w tamnum tastaksir walbbika fasbir. Surah almudassir. Hai orang yang berselimut,
24:00 bangunlah lalu berilah peringatan. Dan Tuhanmu agungkanlah dan pakaianmu bersihkanlah dan perbuatan dosa tinggalkanlah dan janganlah kamu memberi dengan maksud menerima yang lebih banyak. Dan untuk memenuhi perintah Tuhanmu, bersabarlah. Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, dengan diturunkannya ayat itu, maka tugas Rasulullah semakin jelas, yaitu untuk menyeru umatnya agar mengagungkan Allah dengan beribadah serta tunduk pada segala perintah dan ajarannya. Sejak saat itu turunlah wahyu-wahyu berikutnya menandai dimulainya sebuah perjuangan jihad tanpa henti untuk mendakwahkan serta menegakkan agama Allah di muka bumi ini. Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, fase pertama dakwah
24:47 Islam adalah dilakukan secara sirri atau sembunyi-sembunyi. Kota Makkah dijadikan sebagai tempat di mana dakwah pertama kali dilakukan. Dakwah secara sembunyi-sembunyi berlangsung selama 3 tahun pertama. Hal itu dilakukan karena kedudukan Rasulullah masih sangat lemah. Ditambah kandungan dakwah Rasulullah sangat bertolak belakang dengan keyakinan dan prinsip masyarakat yang penuh dengan nilai kesyirikan. Lapisan masyarakat yang paling pertama beliau serukan ajaran Islam tentu saja adalah keluarganya dan juga kenalan dekatnya. Itu pun beliau pilih hanya kepada mereka yang ada tanda-tanda kebaikan pada dirinya. Usaha beliau tidak sia-sia. Pada hari-hari pertama dakwah terkumpul sejumlah orang yang menerima dakwahnya dengan penuh keyakinan dan juga
25:33 penghormatan terhadap Rasulullah. Merekalah yang dalam sejarah Islam dikenal sebagai assabiquunal awalun, generasi pertama yang menerima Islam. Orang terdepan dari kelompok ini adalah istrinya sendiri yaitu Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid. Kemudian budaknya yaitu Zaid bin Haritah. Lalu sepupunya yaitu Ali bin Abi Thalib yang saat itu masih sangat kecil dan dirawat oleh Rasulullah. Kemudian sahabat dekatnya yaitu Abu Bakar As-Siddiq. Abu Bakar setelah masuk Islam langsung ikut serta berdakwah lewat usaha beliau ditambah perangainya yang terpuji serta kedudukannya yang terhormat di tengah masyarakat. Dakwahnya cepat membuahkan hasil. Tak berapa lama kemudian tercatatlah sejumlah orang yang masuk Islam lewat beliau. Di antaranya Utsman
26:20 bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, Saad bin Abi Waqqas, Thalha bin Ubaidillah. Mereka juga digolongkan sebagai generasi pertama dari karangan sahabat yang banyak berperan dalam dakwah Rasulullah berikutnya. Kemudian satu persatu masyarakat Quraisy dan orang-orang yang tinggal di Mekah mulai mengenal Islam dan masuk Islam. Mereka adalah Bilal bin Rabbah, Abu Ubaidah, Amir bin Jarrah, Abu Salamah bin Abdul Al-As'ad, Arqam bin Abi Arqam, Utsman bin Maz'un, Fatimah binti Khattab, yaitu saudara perempuan Umar bin Khattab, Khabbab bin Ard, Abdullah bin Mas'ud dan lain sebagainya. Mereka semua masuk Islam secara sembunyi-sembunyi karena Rasulullah menyampaikan dakwahnya kepada mereka secara individu dan rahasia.
27:07 Sementara itu wahyu terus diturunkan. Wahyu yang turun di kota Makkah disebut sebagai surat-surat Makiah. Umumnya pendek-pendek. Namun memiliki tekanan kuat untuk membersihkan hati dari berbagai kotoran duniawi. Sangat sesuai dengan kondisi saat itu yang menuntut kelembutan hati dan jiwa. Selain itu, wahyu yang turun banyak menggambarkan tentang surga dan neraka hingga seakan-akan terpampang di hadapan mata. Hal mana dapat menimbulkan kerinduan seseorang terhadap surga dan ketakutannya terhadap neraka. Sedikit demi sedikit lahirlah ikatan hati yang kuat di antara mereka. Kemudian lahirlah rasa ukhuwah dan tolong-menolong sehingga semakin mengokohkan iman mereka. Ritual yang sejak awal mereka lakukan adalah ibadah salat. Namun waktu
27:55 itu salat belum lima waktu. Yang mereka lakukan adalah salat dua rakaat setiap pagi dan petang. Sebagaimana firman Allah dalam surah almukmin ayat 55. Wasabbih bihamdibika bil asyi wal ibkar. Dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi. Hal itu pun tetap mereka lakukan dengan sembunyi-sembunyi supaya tidak diketahui masyarakat. Meskipun dakwah dilakukan secara sembunyi-sembunyi, namun lambat laun. Akhirnya berita tersebut sampai ke telinga orang-orang kafir Quraisy. Pada awalnya mereka tidak terlalu menghiraukan kabar itu. Mereka menganggap apa yang dilakukan Rasulullah tak berbeda dengan apa yang dilakukan oleh beberapa orang sebelumnya yang sekedar ingin menghidupkan nilai keberagaman. Akan tetapi lambat laun
28:43 lama-kelamaan mereka khawatir setelah pengaruh Rasulullah semakin lama semakin kuat dan meluas. Mulailah mereka memperhatikan dan mengawasi dakwah Rasulullah. Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah. Setelah dakwah siri atau dakwah sembunyi-sembunyi dilakukan kurang lebih 3 tahun, maka turunlah perintah untuk berdakwah secara terang-terangan atau dakwah secara jahriyah. Fase dakwah secara terang-terangan ini ditandai wahyu Allah yang berisi perintah untuk memperingatkan kalangan keluarga Rasulullah. Sebagaimana firman Allah Taala dalam Quran surah Asyuara ayat 214. asiralin. Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat. Setelah turun ayat itu, yang pertama Rasulullah
29:29 lakukan adalah mengumpulkan keluarganya dari kalangan Bani Hasyim. Maka berkumpullah sekitar 45 orang dari sukunya. Rasulullah segera menyampaikan misinya. Segala puji hanya milik Allah. Aku memujinya, memohon pertolongannya, beriman dan bertawakal kepadanya. Tiada Tuhan yang disembah kecuali Allah semata. Tiada sekutu baginya. Sesungguhnya aku adalah utusan Allah yang diutus untuk kalian secara khusus dan kepada seluruh umat manusia secara umum. Demi Allah, kalian akan mati sebagaimana kalian tidur dan kalian akan dibangkitkan sebagaimana kalian bangun dari tidur dan perbuatan kalian akan diperhitungkan. Di sana ada surga dengan kenikmatan abadi atau neraka dengan siksaan abadi. Lalu Abu Thalib berkata,
30:14 "Kami senang menolongmu wahai Muhammad. Kami juga selalu menerima nasihat-Mu dan sangat membenarkan ucapan-ucapanmu. Mereka ini anak cucu nenek moyangmu kini berkumpul dan aku salah seorang di antara mereka dan orang yang paling cepat memenuhi keinginanMu. Teruskanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Demi Allah, saya akan selalu melindungimu dan mencegah orang-orang yang akan berbuat jahat kepadamu. Hanya saja aku belum siap meninggalkan agama Abdul Muthalib." Sedangkan Abu Lahab berkata, "Sungguh hal ini merupakan aib. Cegahlah dia sebelum mempengaruhi yang lainnya." Kemudian Abu Thalib menjawab, "Abu Lahab, demi Allah, aku tetap akan melindunginya." Saudara-saudaraku yang
31:00 dirahmati Allah, dari sini Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mengetahui pembelaan Abu Thalib kepadanya meskipun dia sendiri tidak bersedia memeluk agama Islam. Maka setelah itu Rasulullah mendaki Bukit Safa. Kemudian beliau berseru, "Wahai Bani Fihr, wahai Bani Adi." Tak lama kemudian orang dari kedua bani itu berkumpul. Bahkan seseorang yang tidak berhalangan hadir mengutus seorang utusan untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi. Datang juga Abu Lahab dan Quraisy di situ. Maka bersabdalah Rasulullah, "Ya ayyuhanas, wahai manusia, bagaimana pendapat kalian seandainya aku beritahukan bahwa ada sekelompok pasukan berkuda di balik gunung ini akan menyerang kalian? Apakah
31:46 kalian akan membenarkan ucapanku?" Orang-orang kemudian serentak menjawab, "Tentu wahai Muhammad, kami mengenalmu sebagai orang yang paling jujur di antara kami." Kata mereka. Kemudian Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan untuk kalian sebelum datang azab yang sangat pedih." Abu Lahab tiba-tiba berteriak, "Celakalah engkau selama-lamanya. Untuk inikah engkau mengumpulkan kami wahai Muhammad." Pada saat itu turunlah Quran surah Alahab ayat 1. Abi binasalah kedua tangan Abu Lahab. Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, pada saat seruan dakwah Rasulullah kepada kerabatnya menjadi bahan pembicaraan masyarakat, turunlah wahyu
32:34 Allah Taala untuk mempertegas misi dakwah Rasulullah kepada seluruh masyarakat. Ayat tersebut adalah Quran surat Al-Hijr ayat 94. Bimaaru wail musyrikin. Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan kepadamu dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. Maka Rasulullah semakin mempertegas misi dakwahnya kepada seluruh masyarakat Mekah. Waktu itu beliau sampaikan segala borok kesyirikan, hakikat berhala-berhala yang disembah dan juga nilainya yang sangat rendah. Beliau menjelaskan bahwa siapa yang menyembahnya sebagai perantara antara dirinya dengan Allah Taala merupakan kesesatan yang nyata. Mendengar hal itu,
33:19 meledaklah kemarahan masyarakat Arab, seruan tauhid yang dibawa Rasulullah, dan juga pernyataan sesat atas apa yang selama ini mereka perbuat jelas-jelas membuat mereka terpengaruh. Mereka menolaknya, tak ubahnya bagaikan kilat yang menyambar kemudian melahirkan guntur dan getaran hebat di tengah-tengah mereka. Sikap dan reaksi mereka itu menunjukkan bahwa mereka sesungguhnya memahami apa yang ada di balik misi keimanan yang dibawa Rasulullah, yaitu menggugurkan semua bentuk penuhanan dan penyembahan yang selama ini telah mereka lakukan dan mereka percayai. Keimanan kepada Rasulullah dan hari akhir berarti ketundukan mereka secara mutlak terhadap ketetapan dan ajaran yang dibawa oleh Rasulullah. Tidak ada pilihan lain di
34:05 hadapan mereka. itu berarti pupusnya kekuasaan dan kesombongan yang selama ini mereka nikmati hilang juga kesempatan untuk melakukan berbagai bentuk kerendahan moral dan kezaliman yang selama ini dengan bebas mereka lakukan. Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, sedemikian besar kemarahan masyarakat Quraisy terhadap misi dakwah Rasulullah. Namun mereka tetap kebingungan mengatasinya sebab yang mereka hadapi adalah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Ia terkenal dengan akhlaknya yang mulia yang belum pernah mereka dapati orang semacam beliau dalam sejarah nenek moyang mereka. Akhirnya mereka menempuh cara diplomasi yaitu membujuk pamannya Abu Thalib. Pamannya ini dibujuk untuk mencegah dakwah Rasulullah mengingat
34:51 kedudukannya dalam diri beliau sangat dimuliakan. Namun Abu Thalib ternyata menolak permintaan mereka sehingga Rasulullah tetap dapat meneruskan dakwahnya. Setelah gagal mjuk Abu Thalib untuk mencegah dakwah Rasulullah, orang-orang Quraisy semakin kebingungan. Apalagi beberapa bulan kemudian akan datang musim haji di mana orang-orang Arab dari berbagai penjuru akan berdatangan. Mereka berpendapat bahwa Muhammad harus diberi citra negatif supaya tidak dapat menyampaikan misi dakwahnya di kalangan jemaah haji. Untuk merealisasisasisasikan hal itu, mereka pun berkumpul di rumah Walid bin Mughirah untuk bermusyawarah. Mulanya mereka mengusulkan agar Rasulullah dijuluki sebagai dukun. Tetapi hal itu ditolak oleh Walid karena menurutnya tidak ada tanda-tanda dukun pada diri
35:37 Rasulullah. Kemudian mereka mengusulkan tuduhan gila, penyair ataupun penyihir. Namun semua tuduhan itu ditolak karena tidak ada yang sesuai dengan pribadi Rasulullah dan apa yang beliau sampaikan. Setelah berembuk sekian lama, akhirnya mereka sepakat untuk menjuluki Rasulullah sebagai tukang sihir. Pada awalnya julukan itu tidak disetujui oleh Walid. Namun karena tidak ada pilihan lain lagi, maka julugan itulah yang akhirnya disepakati. Paling tidak menurut mereka, karena apa yang Rasulullah lakukan telah membuat anak berpisah dari orang tuanya, saudara berpisah dari saudara dan keluarganya, suami berpisah dengan istrinya setelah mereka memeluk Islam. Setelah mengambil keputusan tersebut, maka ketika musim haji tiba, kaum musyrikin Arab dengan
36:24 segera berjaga-jaga di setiap jalan yang menjadi pintu masuk ke arah kota Makkah dengan tujuan untuk memeringatkan setiap orang yang datang supaya tidak mendengarkan dakwah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Selain apa yang telah disebutkan di atas, masih terdapat berbagai upaya yang mereka lakukan untuk menghentikan dakwah Rasulullah. Di antaranya adalah mengejek dan menghina serta berbagai macam tuduhan yang lainnya. Kemudian yang kedua, mereka menyebarkan isu negatif dan berbagai bentuk syubhat terhadap ajaran yang dibawa Rasulullah. Mereka juga melakukan penawaran. Di antara penawaran yang mereka ajukan kepada Rasulullah adalah berupa ibadah secara bergantian. Yaitu dalam 1 tahun Rasulullah beribadah kepada Tuhan mereka. Lalu di tahun berikutnya mereka
37:10 beribadah kepada Tuhan Rasulullah. Tawaran yang sangat lucu tersebut langsung ditolak oleh Allah Taala dengan menurunkan surah Kafirun. Katakanlah wahai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah dan kamu tidak pula menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu dan untukku agamaku. Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, beberapa bulan telah berlalu, namun upaya mereka belum membuahkan hasil. Maka kaum kafir Quraisy kembali berkumpul untuk menentukan langkah berikutnya. Musyawarah yang dipimpin langsung oleh Abu Lahab itu akhirnya menyepakati cara kekerasan terhadap Rasulullah beserta para sahabatnya.
37:56 Namun untuk melaksanakan kekerasan itu tidak semua orang kafir berani melakukannya. Mengingat kedudukan Rasulullah sangat dihormati di tengah masyarakat Arab Quraisy waktu itu. Ditambah lagi perlindungan yang diberikan oleh pamannya yaitu Abu Thalib. Tokoh yang sangat disegani oleh masyarakatnya. Hanya tokoh-tokoh mereka saja yang penuh kedengkian, yang berani mengganggu Rasulullah dan sahabat-sahabatnya secara fisik seperti Abu Lahab, Abu Jahal, Ubay bin Khalaf dan lain sebagainya. Berbagai tindakan menyakitkan diterima Rasulullah dari Abu Lahab dan kawan-kawannya. Pernah pada suatu ketika Rasulullah sallallahu alaihi wasallam melakukan salat di hadapan Ka'bah. Sementara di sisi lain tokoh-tokoh kafir Quraisy sedang berkumpul. Ketika beliau sedang
38:41 bersujud, salah seorang di antara mereka mengambil isi perut unta yang baru saja disembelih kemudian dilemparkan ke atas badan Rasulullah sehingga Rasulullah tidak kuasa bangun dari sujudnya. Akhirnya datanglah Fatimah anaknya lalu dia angkat kotoran itu dari tubuh bapaknya. Adapun penyiksaan dan penindasan kepada selain Rasulullah khususnya kepada kaum lemah lebih keras dan lebih menakutkan lagi. Misalnya saja pamannya Utsman bin Affan ketika dia masuk Islam tubuhnya dimasukkan ke dalam tikar dan digulung lalu dibuatkan asap di bawahnya. Kemudian Mus'ab bin Umair setelah ia masuk Islam, ia diusir oleh ibunya dan tidak diberi makan sehingga kehidupannya menjadi sangat sengsara. Padahal sebelumnya ia dikenal sebagai
39:28 pemuda yang hidup mewah. Begitu juga dengan Bilal bin Rabbah ketika ia masuk Islam oleh tuannya yaitu Umayyah bin Khalaf Aljumahi. Dirinya diikat dengan tali di lehernya lalu diperintahkan anak-anak untuk menariknya mengelilingi Ka'bah. Bahkan lebih kejam dari itu, di suatu hari di musim panas, Bilal diseret keluar lalu dihempaskan ke tanah. Kemudian sebongkah batu besar diletakkan di atas dadanya. Kemudian mereka berucap, "Demi Tuhan, engkau akan terus seperti ini hingga mati atau engkau mau mengingkari Muhammad dan kembalilah beribadah kepada Latta dan Uza." Akan tetapi dalam kondisi itu, Bilal bin Rabah hanya mengatakan Allahu ahad, Allahu ahad, Allah yang maha esa, Allah
40:15 yang maha tunggal. Hingga kemudian datanglah Abu Bakar dan menebusnya dengan sejumlah uang untuk dimerdekakan. Kemudian Amar bin Yasir dan kedua orang tuanya ketika masuk Islam dia disiksa dengan amat keras. Beliau adalah budak pada Bani Makhzum. Orang-orang musyrik yang dipimpin Abu Jahal menyeret mereka ke padang pasir dan membiarkan mereka tersiksa di tengah terik matahari yang sangat menyengat. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam sempat melewati mereka. Beliau kemudian berpesan, "Sobron ala Yasir fainna mauakumul jannah." Sabarlah wahai keluarga Yasir. Janji untuk kalian adalah surga. Yasir adalah bapaknya Amar. Akhirnya ia meninggal karena tak kuasa menahan siksaan. Sedangkan ibunya
41:00 yaitu Sumayyah atau Ummu Amar oleh Abu Jahal ditusuk kemaluannya dengan sebilah tombak. Hingga dia gugur dan dikenal sebagai wanita pertama yang syahid dalam agama Islam. Sedangkan Amar sendiri ia terus disiksa semakin berat oleh mereka seraya berkata, "Kami tidak akan bebaskan kamu sampai kamu mencaci Muhammad atau memuji Lat dan Uzza." Amar tak kuasa menahan siksaan sehingga terucap darinya pujian terhadap tuhan-tuhan mereka karena terpaksa. Akhirnya dia menghadap Rasulullah sambil menangis dan meminta maaf. Kemudian Allah menurunkan ayatnya yaitu Quran surah An-Nahl ayat 106. Man kafaro billahi min ba'di imanihi illa man ukriha waqbuhu mutma bil iman.
41:47 Barang siapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman maka dia mendapatkan kemurkaan Allah. Kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman maka dia tidak berdosa. Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, begitu pula Khabab bin Ard, Zunairah dan sahabat-sahabat lainnya. Mereka mendapatkan berbagai bentuk siksaan atas keimanan yang telah mereka pilih. Kesimpulannya, tidak ada seorang pun dari kaum lemah yang diketahui masuk Islam kecuali mereka akan mengalami berbagai bentuk penyiksaan. Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, di antara kebijakan yang Rasulullah ambil untuk menghadapi berbagai penindasan adalah mencegah para sahabat untuk mengumumkan keislaman mereka, baik dalam bentuk ucapan maupun
42:34 perbuatan. Mereka pun diperintahkan untuk tidak berkumpul kecuali secara rahasia. Karena jika hal itu diketahui oleh orang musyrik, maka upaya beliau dalam membina dan mengajarkan Al-Qur'an dan As-Unah kepada sahabat akan terhalang-halangi. Bahkan dapat mengakibatkan benturan fisik di antara kedua belah pihak. Maka hal ini akan sangat membahayakan karena kekuatan kaum muslimin saat itu masih sangat lemah. Adapun Rasulullah sendiri, beliau terus berdakwah dan beribadah secara terang-terangan di antara orang-orang musyrik. Akan tetapi dengan para sahabatnya, beliau berkumpul secara rahasia di rumah Arqam bin Abi Arqam Al-Maksumi. Rumahnya terletak di Bukit Safa yang selama ini tidak diperhatikan oleh orang-orang musyrik. Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,
43:19 tekanan yang dilakukan oleh orang-orang kafir terhadap kaum muslimin pada pertengahan dan akhir tahun keempat kenabian masih bersifat ringan. Namun, memasuki pertengahan tahun kelima, perlakuan mereka semakin keras. Hal ini mendorong kaum muslimin untuk mencari tempat lain yang aman untuk menjaga agama mereka. Maka pada bulan Rajab tahun kelima kenabian, hijrahlah rombongan pertama dari kalangan para sahabat ke negeri Habasyah. Negeri Habasyah saat ini adalah Ethiopia. Mereka berjumlah 12 orang laki-laki dan empat orang wanita dipimpin oleh Utsman bin Affan yang didampingi istrinya yaitu Ruqayyah binti Rasulullah. Hijrah mereka lakukan berlangsung dengan selamat. Meskipun orang-orang kafir sempat mengejar mereka hingga ke tepi pantai, namun mereka sudah lebih dahulu berlayar
44:05 ke negeri Habasyah. Di negeri itu mereka hidup dengan aman dan mendapatkan perlindungan dari penguasa Habasyah. Pada bulan Syawal di tahun yang sama, mereka mendapatkan berita bahwa kaum Quraisy telah masuk Islam. Akhirnya mereka segera pulang ke kampung halamannya. Namun ketika beberapa saat menjelang tiba di kota Makkah, mereka baru tahu bahwa berita tersebut adalah hoak. Berita itu adalah berita yang keliru. Akhirnya sebagian mereka kembali ke Habasyah dan sebagian lagi mencari perlindungan dari penduduk Makkah. Setelah itu, kekejaman kaum kafir Quraisy terhadap kaum muslimin semakin menjadi-jadi. Rasulullah kembali mengizinkan para sahabat hijrah ke Habasyah untuk kedua kalinya. Maka berangkatlah rombongan kedua yang berjumlah 83 orang laki-laki dan 19
44:50 orang perempuan menuju Habasyah. Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah. Orang-orang kafir Quraisy sangat gusar ketika mengetahui bahwa kaum muslimin mendapatkan perlindungan yang aman dari Raja Habasyah. Maka mereka mengutus dua orang yang cerdas dan gigih. Mereka adalah Amr bin Ash dan Abdullah bin Rabiah. Mereka datang dengan membawa aneka hadiah yang berharga dan mahal-mahal. Mereka berusaha membujuk Raja Najasyi untuk memulangkan kaum muslimin ke suku Quraisy. Akan tetapi, berkat kebijakan Raja Najasyi dan juga kepiawaian para sahabat yang diwakili Jafar bin Abi Thalib sebagai juru bicara mereka dalam menerangkan hakikat Islam, akhirnya upaya orang-orang musyrik tersebut gagal total. Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, berbagai cara
45:36 telah diupayakan kaum kafir Quraisy untuk menghentikan dakwah Rasulullah. Namun tidak ada yang berhasil. Berikutnya mereka menggunakan cara lewat pamannya lagi yaitu Abu Thalib berupa ancaman untuk memerangi Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Karena ancaman tersebut dianggap serius, Abu Thalib segera mengutarakan kepada Rasulullah. Melihat gejala pamannya mulai lemah dan tak kuat menanggung beban, maka dengan tegas Rasulullah mengatakan, "Ya ami, wallahi lausamai yamini walqaro fi yasari amro. Wahai pamanku, demi Allah seandainya mereka letakkan matahari di tangan
46:22 kananku dan bulan di tangan kiriku supaya aku meninggalkan dakwah ini sampai Allah memenangkannya atau aku hancur bersamanya, maka aku tidak akan meninggalkannya." Mendengar jawaban tegas seperti itu, Abu Thalib kembali bersemangat melindungi keponakannya. Ia pun berkata, "Pergilah wahai ponakanku. dan sampaikanlah apa yang kamu sukai. Demi Allah, aku tidak akan menyerahkanmu kepada siapapun selama-lamanya. Saudara saudaraku yang dirahmati Allah, di lain waktu mereka kembali mendatangi Abu Thalib untuk menawarkan cara lain. Mereka datang dengan membawa seorang pemuda yang gagah dan tampan untuk diserahkan kepada Abu Thalib. Dan sebagai gantinya, ia harus menyerahkan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
47:07 kepada mereka untuk mereka bunuh. Tentu saja tawaran bodoh yang aneh itu ditolak mentah-mentah oleh Abu Thalib. Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, setelah berbagai kegagalan dialami oleh kaum kafir Quraisy, akhirnya sampailah mereka pada keputusan untuk membunuh Rasulullah. Disebutkan dalam beberapa riwayat beberapa upaya untuk membunuh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dari tokoh-tokoh Quraisy. Namun upaya-upaya mereka pun menemukan kegagalan pula karena Allah Subhanahu wa taala selalu melindungi kekasih-Nya itu. Di antara riwayat yang terkenal dalam hal ini adalah upaya Abu Jahal yang hendak melemparkan batu jika Rasulullah sedang sujud dalam salatnya. Pada hari
47:53 yang telah ditentukan sebagaimana biasa Rasulullah datang ke Ka'bah untuk salat. Kemudian sebagaimana rencana semula Abu Jahal mengambil sepongkah batu lalu menghampiri Rasulullah untuk menimpakan batu itu ke atas kepalanya. Namun tak berapa lama kemudian ia sudah kembali menemui kawan-kawannya kaum kafir yang lainnya dalam keadaan pucat pasi. Kemudian kawan-kawannya berkata, "Mengapa wahai Abdul Hakam? Mengapa wahai Abu Jahal?" Kemudian Abu Jahal menjawab, "Ketika aku akan melakukan rencanaku dan aku hampir mendekati Muhammad, ternyata ada seekor unta yang sangat besar menghalangiku. Unta itu sangat besar. Belum pernah aku melihat unta sebesar dan seganas itu. Hampir-hampir unta itu menerkamku."
48:39 Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah. Di tengah suasana yang masih penuh intimidasi dan tekanan dari orang-orang kafir Quraisy terhadap kaum muslimin, muncul harapan baru, yaitu masuknya Hamzah bin Abdul Muthalib ke dalam agama Islam. Ia adalah paman Rasulullah. Masuk Islam pada akhir tahun keenam kenabian. Hamzah masuk Islam setelah mendengar berita perlakuan Abu Jahal yang telah menganiayai Rasulullah dengan cara memukulkan sebuah batu ke kepala Rasulullah sampai mengucurkan darah. Segera saja Hamzah lelaki gagah dan terpandang di suku Quraisy yang saat itu baru saja pulang berburu. Ia langsung menemui Abu Jahal untuk membalaskan atas perlakuan kasar Abu Jahal. Setelah berhasil menemui Abu Jahal, Hamzah
49:25 segera menghardiknya. Wahai Abu Jahal, kamukah yang telah menghina ponakanku padahal aku sudah masuk dalam agamanya?" Padahal saat itu Hamzah belum masuk Islam. Kemudian Abu Jahal dipukulnya dengan busur panah sampai terluka. Hampir saja terjadi perkelahian massal karena keluarga kedua belah pihak ingin ikut campur. Namun Abu Jahal segera menghentikan hal itu seraya mengakui bahwa ia telah bersikap buruk terhadap Rasulullah. Hamzah adalah pemuda yang sangat ditakuti saat itu. Badannya tinggi besar. Hobinya adalah berburu. Bukan sembarang berburu. Hobi Hamzah adalah berburu singa. Kemudian ketika singa buruannya sudah didapatkannya, akan digendongnya di atas
50:10 punggungnya. Lihatlah betapa kuatnya Hamzah dalam pertarungan-pertarungannya. Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, secercah cahaya lain yang juga masuk ke dalam Islam adalah Umar bin Khattab. Ia juga masuk Islam pada tahun keenam kenabian. 3 hari setelah masuk Islamnya Hamzah bin Abdul Muthalib. Sebelumnya Rasulullah memang pernah memohon kepada Allah agar dia masuk Islam melalui doanya. Allahumma aizal islama biahabbi rulaini ilaika biumar ibnil Khattab a bi abi Jahlin ibni Hisyam. Ya Allah, ya Tuhanku, muliakanlah Islam dengan salah seorang dari dua orang yang lebih Engkau cintai, antara Umar bin Khattab atau Abu Jahal bin Hisyam. Ternyata Allah lebih
50:56 mencintai Umar bin Khattab daripada Abu Jahal. Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, Umar bin Khattab terkenal sebagai orang yang berwatak keras, tubuhnya tinggi tegap, kekuatannya luar biasa. Seringkiali pada awalnya sebelum masuk Islam, kaum muslimin mendapatkan perlakuan kasar dari Umar. Akan tetapi sebenarnya di dalam hati Umar sering berkecamuk perasaan yang berlawanan antara pengagungannya terhadap ajaran nenek moyang juga kesenangannya terhadap hiburan dan mabuk-mabukan dengan kekagumannya terhadap ketabahan kaum muslimin serta bisikan hatinya bahwa boleh jadi apa yang dibawa oleh Islam itu lebih mulia dan lebih baik daripada acara nenek moyang yang dia pegang.
51:42 Sampailah kemudian pada suatu hari Umar berjalan dengan pedang terhunus untuk menghabisi Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Akan tetapi di tengah perjalanan Umar dihadang oleh Abdullah An-Nahm al-Adawi seraya bertanya, "Mau ke mana engkau wahai Umar?" Kemudian Umar menjawab, "Aku mau membunuh Muhammad katanya." Kemudian Abdullah bertanya lagi, "Apakah engkau akan aman dari Bani Hasyim dan dari Bani Zuhrah jika engkau membunuh Muhammad wahai Umar?" Kemudian Umar bertanya kepadanya, "Jangan-jangan engkau sudah murtad dan meninggalkan agama asalmu." Kemudian Abdullah berkata lagi, "Maukah engkau kutunjukkan yang lebih mengagetkan dari itu wahai Umar? Sesungguhnya saudara perempuanmu dan
52:28 iparmu telah murtad dan meninggalkan agamamu. Bagaikan petir di siang bolong. Setelah mendengar hal itu, Umar langsung menuju ke rumah adiknya. Saat itu di dalam rumah tersebut terdapat Khabab bin Ard yang sedang mengajarkan Al-Qur'an kepada keduanya, yaitu kepada Fatimah, saudara perempuan Umar bin Khattab dan juga kepada suaminya. Namun ketika Khabab merasakan kedatangan Umar, ia segera bersembunyi di balik rumah. Sementara Fatimah segera menutupi lembaran Al-Qur'an. Sebelum masuk rumah, rupanya Umar telah mendengar bacaan khabab. Lalu ia bertanya, "Suara apakah yang tadi aku dengarkan dari kalian?" Kemudian mereka menjawab, "Tidak ada suara apa-apa kecuali obrolan kami berdua, kata adiknya. Umar bukanlah
53:14 laki-laki yang bodoh. Kemudian ia berkata, "Pasti kalian telah murtad meninggalkan ajaran nenek moyang kita." Ia sangat marah. Kemudian ipar Umar menjawab, "Wahai Umar, bagaimana pendapatmu jika kebenaran bukan berada pada agamamu?" Mendengar jawaban itu, Umar langsung menendang iparnya dengan sangat keras sampai-sampai ia jatuh dan berdarah. Fatimah segera membangunkan suaminya yang berlumuran darah. Namun, Fatimah pun ditampar dengan keras hingga wajahnya berdarah. Maka berkatalah Fatimah kepada Umar dengan penuh amarah, "Wahai Umar, jika kebenaran bukan terdapat pada agamamu, maka aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang disembah kecuali Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi
54:00 Muhammad adalah utusan Allah." Melihat keadaan saudara perempuannya dalam keadaan berdarah, timbullah penyesalan dan rasa malu di hati Umar. Lalu ia meminta lembaran Al-Qur'an tersebut. Namun Fatimah menolaknya seraya mengatakan bahwa Umar najis dan Al-Qur'an tidak boleh disentuh kecuali oleh orang-orang yang telah bersuci. Fatimah memerintahkan Umar untuk mandi jika ingin menyentuh mushaf tersebut. Dan Umar pun menuruti adiknya. Setelah mandi, Umar membaca lembaran itu. Lalu ia membaca, "Bismillahirrahmanirrahim." Kemudian Umar berkomentar, "Ini adalah nama-nama yang indah dan suci." Kemudian Umar membaca [Musik]
54:50 lagi Quran surah Thaha ayat 14. Sesungguhnya aku ini adalah Allah. Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali aku. Maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku. Umar berkata, "Betapa indah dan mulianya ucapan ini. Tunjukkan padaku di mana Muhammad." Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, Khabab bin Ard yang dari tadi sembunyi di dalam rumah itu tiba-tiba saja melompat. Kemudian ia berkata kepada Umar, "Wahai Umar, bergembiralah. Saya berharap bahwa doa Rasulullah pada malam Kamis yang lalu adalah untukmu. Rasulullah berdoa, "Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah seorang di antara dua yang lebih Engkau cintai, yaitu Umar bin Khattab atau Abu Jahal
55:36 bin Hisyam. Aku berharap bahwa doa Rasulullah itu untukmu wahai Umar. Rasulullah sekarang berada di sebuah rumah di kaki Bukit Safa." Saudara-saudaraku, Umar bin Khattab kemudian bergegas menuju rumah tersebut seraya membawa pedangnya. Tiba di sana, Umar mengetuk pintu. Seseorang yang berada di dalamnya berupaya mengintip lewat celah pintu. Dilihatnya ada Umar bin Khattab datang dengan garang bersama pedangnya. Segera dia memberitahu Rasulullah dan mereka pun berkumpul. Hamzah kemudian bertanya, "Ada apa?" Kemudian orang itu menjawab, "Ada Umar di depan pintu." Hamzah kemudian berkata lagi, "Umar, bukakan pintu untuknya. Jika dia datang membawa kebaikan, maka kita
56:22 sambut. Tapi jika dia datang membawa keburukan, kita bunuh dia dengan pedangnya sendiri. Rasulullah memberi isyarat agar Hamzah menemui Umar. Lalu Hamzah segera menemui Umar dan membawanya menemui Rasulullah. Setelah Umar tiba di depan Rasulullah, kemudian Rasulullah memegang baju Umar dan memegang gagang pedangnya lalu ditariknya dengan keras seraya Rasulullah berkata, "Engkau wahai Umar, akankah engkau terus begini hingga kehinaan dan azab Allah diturunkan kepadamu sebagaimana yang dialami oleh Walid bin Mughirah. Ya Allah, inilah Umar bin Khattab. Ya Allah, kokohkanlah Islam dengan Umar bin Khattab." Mendengar itu Umar menangis. Ia berkata, "Ashadu alla ilahaillallah wa ashadu anna muhammadar
57:09 rasulullah. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang disembah selain Allah dan engkau adalah Rasulullah." Kesaksian Umar tersebut disambut gema takbir oleh orang-orang yang berada di dalam rumah itu hingga suaranya terdengar di Masjidil Haram. Masuknya Islam Umar bin Khattab menimbulkan kegemparan di kalangan orang-orang musyrik. Sebaliknya disambut sukacita oleh kaum muslimin. Berbeda dengan sahabat-sahabat yang lain ketika mereka masuk Islam dengan sembunyi-sembunyi. Mereka menyembunyikan keislamannya karena takut akan dianiaya oleh orang kafir Quraisy. Maka Umar bin Khattab langsung keluar ke pemukiman masyarakat. Kemudian ia mengambil pedangnya bersamanya. Ia berkata kepada mereka, "Wahai kaum kafir Quraisy,
57:55 dengarkanlah. Aku Umar bin Khattab telah memeluk Islam. Barang siapa yang ingin istrinya menjadi janda dan ingin anak-anaknya menjadi yatim piatu, maka lawanlah aku, mendekatlah kepadaku. Tak seorang pun kaum kafir Quraisy yang berani keluar menemui Umar saat itu. Ibnu Mas'ud berkata, "Kami dulu tidak ada yang berani salat di depan Ka'bah hingga Umar masuk Islam." Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah. Setelah Hamzah dan Umar bin Khattab radhiallahu anhu masuk Islam serta jumlah kaum muslimin semakin banyak, orang-orang kafir Quraisy semakin kalangkabut. Upaya mereka untuk menghalangi dakwah Rasulullah semakin kehilangan arah. Salah satu bentuknya adalah upaya mereka dengan mengutus Utbah bin Rabiah menghadap Rasulullah
58:40 untuk menawarkan beberapa tawaran yang menurut mereka dapat menghentikan dakwah Rasulullah. Khutbah yang dikenal dengan panggilan Abu Walid menyampaikan tawaran tersebut kepada Rasulullah. Di antara tawaran-tawaran itu adalah jika Rasulullah menginginkan harta yang banyak, maka mereka akan memberikan kepadanya sehingga Rasulullah menjadi orang yang paling kaya raya di antara mereka. Dan jika Rasulullah menginginkan kekuasaan maka mereka akan menjadikan beliau penguasa di antara mereka. Namun dengan syarat Rasulullah menghentikan dakwahnya. Setelah mendengar tawaran yang disampaikan Abdul Walid hingga tuntas, Rasulullah membacakan Quran surah Fussilat ayat 1 sampai 5. Ham mim tanzilum minarahmanirrahim.
59:29 [Musik] basir wazir fa aksaruhum fahum laa yasmaun waqalu qulubuna fi akinnatim mimma taduna ilaih ha mim diturunkan dari Tuhan yang maha pemurah lagi maha penyayang kitab yang dijelas ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab untuk kaum yang mengetahui, yang membawa berita gembira, dan yang membawa peringatan. Tetapi kebanyakan mereka berpaling darinya, maka mereka tidak mau mendengarkannya. Mereka berkata, "Hati kami berada dalam tutupan yang menutupi
1:00:16 apa yang kamu seru kami kepadanya." Akhirnya Abu Walid kembali menemui kaumnya dengan membawa kegagalan. Bahkan justru dia terkagum dengan ayat-ayat yang telah dibacakan Rasulullah sehingga kaumnya menuduh Rasulullah telah menyihirnya. Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, setelah berbagai upaya mencegah dakwah Rasulullah menemui kegagalan, kaum kafir Quraisy menempuh jalan lain, yaitu memboikot kaum muslimin. Kaum kafir Quraisy bersepakat untuk membaiikot Bani Hasyim dan Bani Muthalib dengan melarang mengadakan pernikahan, jual beli, bergaul, berkunjung, dan berbicara kepada mereka. kecuali jika mereka menyerahkan Rasulullah untuk dibunuh. Kesepekan tersebut mereka tulis dalam lembaran yang digantung di Ka'bah. Akibat baik
1:01:02 itu, Bani Hasyim dan Bani Muthalib menjadi terisolir. Baik yang beriman maupun yang kafir kecuali Abu Lahab. Mereka terkurung di perkampungan Abu Thalib sejak awal Muharram tahun keetujuh kenabian. Pembaikotan semakin lama semakin keras. Makanan yang masuk atau dijual di Mekah selalu diborong oleh kaum musyrikin. Mereka mengalami kelaparan luar biasa hingga mereka hanya makan dedaunan dan kulit binatang. Setelah 3 tahun dibaikot pada bulan Muharram tahun 10 kenabian, terjadilah pembatalan pembaikotan. Hal tersebut bermula dari pertentangan di kalangan kaum kafir Quraisy sendiri antara mereka yang ingin meneruskan pembaikotan dengan mereka yang menentang pembaikotan dengan alasan bahwa yang menderita atas pembaikotan tersebut adalah sanak
1:01:48 saudara mereka sendiri. Jumlah mereka yang menentang semakin lama semakin banyak dan kemudian menjadi suara mayoritas. Di tengah pembaikotan itu, Rasulullah memberitahu Abu Thalib bahwa Allah telah mengutus rayap untuk memakan lembaran perjanjian baik tersebut hingga tersisa sedikit yang di dalamnya masih tersimpan kalimat zikir dan lafaz-lafaz Allah. Maka Abu Thalib menyampaikan hal itu kepada orang-orang kafir Quraisy seraya berkata, "Apabila Muhammad berdusta dalam ucapannya, akan kami biarkan kalian berbuat sesuka hati kalian kepadanya. Namun jika dia benar, hendaklah kalian menghentikan baikot dan kezaliman kalian kepada kami. Ketika itu, Mutim berusaha untuk merobek
1:02:34 lembaran perjanjian baikot itu. Akan tetapi, ia sangat kaget karena lembaran itu sudah dimakan oleh rayap. Yang tersisa di dalamnya hanya sebuah kalimat. Bismika Allahumma dengan namamu ya Allah. Dan apa yang padanya terdapat kata Allah tidak dimakan oleh rayap. Dengan demikian berakhirlah pembaikotan itu. Lalu keluarlah Rasulullah dari perkampungan. Sementara orang-orang musyrik telah melihat bukti-bukti kenabian yang sangat jelas. Akan tetapi mereka seperti apa yang Allah Taala katakan dalam Quran surah Alqamar ayat 2. Dan jika mereka orang-orang musyrik itu melihat sesuatu tanda mukjizat,
1:03:20 mereka berpaling dan berkata, "Ini adalah sihir yang terus-menerus." Setelah itu Rasulullah dan kaum muslimin kembali kepada kehidupan semula. Sedangkan orang-orang kafir meskipun mereka telah membaiikot lagi, namun tetap berupaya menghalangi dakwah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, setelah berlalu masa-masa pembaikotan yang sangat panjang dan masa-masa penyiksaan yang luar biasa, Rasulullah masuk lagi ke dalam masa-masa kesedihan yang tak tahu kapan akan berakhir. Tahun ini disebut sebagai Amul Husni atau tahun dukacita. Tahun dukacita ini dimulai dengan wafatnya Abu Thalib, sang paman yang selalu melindunginya. Abu Thalib mulai sering mengalami sakit. Semakin lama
1:04:07 semakin berat sakitnya. Akhirnya beliau meninggal pada bulan Rajab tahun 10 kenabian setelah 6 bulan dari peristiwa pembaikotan. Dalam riwayat yang sahih disebutkan bahwa ketika beliau sekarat, Rasulullah datang menghampirinya. Saat itu ada Abu Jahal di sisinya. Rasulullah berkata, "Wahai pamanku, ucapkanlah lailahaillallah kalimat yang dapat aku gunakan untuk membelamu di sisi Allah." Mendengar kata-kata dari Rasulullah itu, Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah berkata, "Wahai Abu Thalib, apakah engkau membenci agama Abdul Muthalib?" Berulang-ulang mereka berdua mengatakan itu hingga akhir ucapan Abu Thalib adalah, "Aku tetap berada di dalam agama Abdul Muthalib." Mendengar itu Rasulullah bersabda, "Aku akan mintakan
1:04:55 ampunan untukmu selagi aku tidak dilarang dalam hal itu." Kemudian Allah menurunkan Quran surah at-Taubah ayat 113. Makana linabi walladina amanu ayastagfiru lil musyrikin walau uli ba'di maabayana lahumah asul jahim. Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampunan kepada Allah. bagi orang-orang musyrik. Walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabatnya, sesudah jelas bagi mereka bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam. Kemudian turun lagi Quran surah Al-Qasas ayat 56. Innaka tahdi man ahbabta wakinallaha yahdi yasya.
1:05:43 Sesungguhnya engkau wahai Muhammad tidak akan dapat memberikan hidayah kepada orang-orang yang kamu kasihi. Tetapi Allah memberikan hidayah kepada yang dia kehendaki. Demikianlah Abu Thalib mati tetap dalam kekafirannya. Meskipun selama hidupnya ia selalu membela dan melindungi Rasulullah. Yang kedua adalah wafatnya Khadijah radhiallahu anha 2 bulan setelah wafatnya Abu Thalib. Berikutnya wafat pula Ummul Mukminin Khadijah alkubra radhiallahu anha. Beliau meninggal pada tahun 10 kenabian di usia 65 tahun. Sedangkan pada saat itu Rasulullah berusia 50 tahun. Khadijah adalah istri yang selalu mendampingi Rasulullah sallallahu alaihi wasallam di masa-masa terberat awal dakwah beliau. Ia korbankan diri dan
1:06:30 hartanya demi kelangsungan dakwah Rasulullah. Hal tersebut terungkap dari ucapan Rasulullah sendiri tentang Khadijah. am kafarasqasha khadijah dia beriman kepadaku ketika orang-orang kufur kepadaku. Dia membenarkanku ketika orang-orang mendustakanku. Dia menyerahkan hartanya untukku ketika orang-orang mencegah hartanya untukku. Dan Allah memberiku keturunan lewatnya sementara yang lainnya tidak mendapatkannya. Saudara-saudaraku yang
1:07:15 dirahmati Allah, matinya Abu Thalib dan wafatnya Ummul Mukminin Khadijah, kejadian itu sangat besar pengaruhnya dalam diri Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Kedua orang tersebut selama ini sangat besar. artinya dalam kehidupan Rasulullah. Sementara itu di sisi lain tekanan dan ancaman orang-orang kafir semakin gila semakin menjadi-jadi. Karena kini tak ada lagi Abu Thalib yang melindungi Rasulullah. Melihat hal itu, Rasulullah mencoba
…