Kitab Adabul Alim Walmuta'allim 1

Ringkasan Singkat

Video ini membahas kitab Adabul Alim Wal Mutaallim karya Imam Nawawi, menekankan pentingnya ikhlas, keutamaan menuntut ilmu, serta adab dalam mengajar, belajar, dan berfatwa. Biografi Imam Nawawi juga diulas, menyoroti kezuhudan dan penguasaan berbagai disiplin ilmu. Bab pertama kitab ini, tentang ikhlas, jujur, dan niat dalam amal perbuatan, dibahas secara mendalam, termasuk dalil-dalil dari Al-Qur'an dan hadis, serta perkataan ulama tentang keutamaan ilmu dan adab.

  • Pentingnya ikhlas dalam menuntut ilmu dan beramal.
  • Keutamaan ilmu dan orang yang berilmu dalam Islam.
  • Adab seorang muslim dalam berinteraksi dengan ilmu dan ulama.

Pembukaan

Video dimulai dengan pengantar tentang kitab Adabul Alim Wal Mutaallim karya Imam Nawawi, yang membahas tentang adab dalam menuntut ilmu, mengajar, dan berfatwa. Kitab ini menekankan pentingnya ikhlas dan niat yang benar dalam setiap amal perbuatan. Sumber PDF kitab ini dapat diakses melalui channel Telegram.

Biografi Imam Nawawi

Biografi Yahya bin Syar bin Mir bin Husin bin Muhammad bin Jumah bin Hizam Alfqih Asubti Annawawi, atau Imam Nawawi, diulas. Beliau dikenal sebagai Syekhul Islam dan sosok yang zuhud, tidak peduli pada dunia asalkan menjaga agamanya. Imam Nawawi menguasai berbagai disiplin ilmu seperti fikih, hadis, bahasa, dan tasawuf. Beliau sangat warak, tidak pernah menerima uang dari pemerintah dan hidup sederhana. Lahir pada tahun 631 Hijriah di kota Nawa, beliau pindah ke Damaskus dan menghafal banyak kitab dalam waktu singkat. Imam Nawawi juga dikenal karena ketaatannya dan tidak pernah menyia-nyiakan waktu untuk hal selain ketaatan.

Bab 1: Ikhlas, Jujur, dan Niat dalam Seluruh Amal Perbuatan

Bab pertama kitab ini membahas tentang ikhlas, jujur, dan niat dalam seluruh amal perbuatan. Dalil-dalil dari Al-Qur'an seperti surat Al-Bayyinah ayat 5 dan Az-Zumar ayat 2, serta hadis tentang pentingnya niat dalam setiap perbuatan, dikutip. Imam Syafi'i mengatakan bahwa hadis tentang niat mencakup 70 bab fikih dan merupakan sepertiga dari ilmu. Para ulama salaf selalu memulai kitab-kitab mereka dengan hadis ini untuk mengingatkan pentingnya meluruskan niat.

Ungkapan Orang Bijak tentang Ikhlas dan Jujur

Bagian ini membahas ungkapan orang-orang bijak tentang ikhlas dan jujur. Abul Abbas Abdullah bin Abbas mengatakan bahwa setiap orang akan memperoleh sesuai dengan kadar niatnya. Sahal bin Abdullah menyatakan bahwa orang cerdas mengkaji ikhlas, tetapi hanya mendapatkannya ketika gerakan dan diamnya hanya karena Allah. As-Sirri menekankan untuk tidak melakukan atau meninggalkan sesuatu karena orang lain, melainkan karena Allah. Al-Ustaz Abul Qasim Abdul Karim bin Hawazim Al-Qusyairi menjelaskan bahwa ikhlas adalah mengkhususkan ketaatan kepada Allah dan tidak mengharapkan pujian dari makhluk.

Keutamaan Ilmu

Bagian ini membahas keutamaan ilmu berdasarkan dalil-dalil dari Al-Qur'an dan hadis. Surat Az-Zumar ayat 9 menyatakan bahwa orang yang berilmu tidak sama dengan orang yang tidak berilmu. Surat Taha ayat 114 memerintahkan untuk berdoa agar ditambahkan ilmu. Hadis riwayat Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa barang siapa yang diinginkan Allah kebaikan, maka Allah akan memahamkannya dengan agama. Orang yang berilmu dapat memberikan manfaat kepada diri sendiri dan orang lain, seperti hujan yang membasahi bumi yang subur. Orang yang berilmu lebih ditakuti setan daripada 1000 ahli ibadah. Dunia itu terlaknat kecuali orang yang berzikir, orang alim, dan orang yang menuntut ilmu.

Perkataan Ulama tentang Keutamaan Ilmu

Bagian ini mengutip perkataan para ulama tentang keutamaan ilmu. Ali bin Abi Thalib mengatakan bahwa cukuplah sebagai kemuliaan ilmu ketika orang bodoh mengaku-aku memilikinya. Muad bin Jabal menyatakan bahwa mempelajari ilmu karena Allah adalah bentuk rasa takut, mencarinya adalah ibadah, dan menyebarkannya adalah sedekah. Abu Musa Al-Asy'ari mengatakan bahwa ulama di muka bumi seperti bintang-bintang di langit yang memberikan petunjuk. Wahab bin Munabbih berkata bahwa ilmu memberikan kemuliaan, kekuatan, kedekatan, dan kekayaan. Fudhail bin Iyad mengatakan bahwa seorang alim yang mengamalkan ilmunya akan dipanggil sebagai seorang yang besar oleh malaikat di langit.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil alamin. Wasalatu wasalamu ala asrofili iya wal mursalin nabiyana Muhammadin wa ala alihi wasahbihi ajmain. Ee segala puji kita panjatkan kepada Allah rabbul alamin. Selawat serta salam semoga tercurah pada nabi kita, nabi agung Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Baik ee para santri online yang mengikuti lewat Telegram maupun lewat YouTube. Semoga Allah jaga kita semuanya dalam kebaikan. Kita sore ini akan membahas kitab Adabul Alim Wal Mutaallim karya Imam Nawawi. Nasihat tentang pentingnya ikhlas, keutamaan menuntut ilmu, serta

0:47 adab mengajar, belajar, dan berfatwa. Nah, di sini dilengkapi ini buku yang kami pakai Post Sumber Ilmu. Nanti bisa dapati e PDF-nya. Kami foto pelan-pelan saja yang ada di channel Telegram bisa diakses atau yang ingin memesan bisa lewat software ataupun Wi Store. Judul aslinya adabul alim wal Mutaim wal mufti wal musti wafadabil ilmi. Ya, ini kar Imam Nawawi. Kita lihat pengantar penerbit. Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Selawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan untuk Rasulullah, keluarga dan para sahabat serta pengikutnya hingga hari kiamat. Allah berfirman, "Qul

1:32 yastawilladzina ylamuna walladina la ylamun." Maka sama orang-orang yang berilmu dengan orang-orang yang tidak berilmu. Azzumar ayat 9. Menuntut ilmu merupakan sebuah proses yang penting dan kewajiban setiap muslim. Dalam proses menuntut ilmu, pastilah seseorang akan menjumpai posisi di mana orang tersebut akan menjadi guru, selaku yang mengajarkan ilmu, dan ada yang menjadi murid yang menuntut ilmu. Tentunya menjadi guru dan murid bukanlah suatu yang mudah. ee terlebih lagi di akhir zaman ini adab dan etika di antara keduanya mulai diabaikan serta ditinggalkan. Nah, buku yang ada di tangan Anda ini yang kita bahas kali ini ya merupakan buah karenawi yang di

2:18 dalamnya membahas secara detail, lengkap dan terperinci tentang keutamaan menuntut ilmu, pembagian ilmu dan adab seorang guru, adab seorang murid, hingga pembahasan tentang adab dalam berfatwa maupun meminta fatwa. Nah, terus ini diterjemahkan tahun 2019 diterbitkan ya Maret 2019. Ini daftar isinya bab 1 tentang ikhlas, jujur, dan niat dalam seluruh amal perbuatan. Kemudian kedua ini fadilah menuntut ilmu. Yang ketiga macam-macam ilmu. Yang keempat adab seorang guru mualim. Kemudian adab seorang murid mutaalim. Kemudian adab guru dan murid mualim dan mutaalim. Kemudian adab dalam berfatwa.

3:16 Sekarang kita lihat biografi dari Yahya bin Syar bin Mir bin Husin bin Muhammad bin Jumah bin Hizam Alfqih Asubti menyebut bahwa Annawawi e adalah Syekhul Islam, guru kalangan ulama terakhir Muj kalangan berikutnya dan menyeru dan penyeru menuju jalan para pendahulu berarti para salafus saleh. Beliau juga ajak ee umat untuk mengikuti salafus saleh. Yahya annawawi adalah seorang pemimpin pandai menjaga keinginan diri singa yang mampu mengalahkan hawa nafsu. Sosok zuhud yang tidak peduli di dunia, terbengkalai, tak terurus, asalkan menjaga agamanya, menjadikan agamanya

4:02 tanah yang makmur, memiliki sifat zuhud, ee menerima apa adanya, ee mengikuti para pendahulu dari kalangan ahlusunah wal jamaah ataupun dalam mengerjakan berbagai kebaikan dan tidak pernah menggunakan waktunya untuk selain ketaatan. Selain itu beliau menguasai berbagai disiplin ilmu seperti fikih, matan hadis, nama-nama perawi, bahasa, tasawuf, dan disiplin ilmu lain. Syekh Samsuddin bin Fakhar al-Hambali berkata, beliau adalah seorang imam hafiz, menguasai berbagai disiplin ilmu, menulis banyak kitab ee sangat war dan zuhud, meninggalkan berbagai kenikmatan makanan yang disukai ee selain makanan yang dibawakan ayahnya seperti kue dan buah tin.

4:48 Beliau selalu mengenakan pakaian tambalan ya. Tidak pernah memasuki tempat pemandian air hangat, tidak memakan buah-buahan dan tidak pernah menerima uang satu dirham pun dari sumbangan pemerintah. Masyaallah. Berarti beliau war sekali ya di sini. Arrasyid bin Malam berkata juga ini pujian-pujian pada Imam Nawawi. Aku melihat Syekh Muhyiddin tidak pernah memasuki tempat pemandian air hangat. Mungkin dulu itu ada suatu hal yang ini kurang sekali kalau masuki pemandian air hangat. Beda mungkin dengan zaman ini ya. Hidup melarat dalam hal makanan, minuman, dan segala kondisinya. Aku mengingatkannya dari sakit yang bisa membuatnya tidak bisa beraktivitas. Lalu ia menjawab, "Si fulan berpuasa dan beribadah hingga kulitnya menghijabu." Beliau engkan memakan buah-buahan dan mentimun. Beliau berkata, "Aku khawatir

5:34 buah-buahan membuat tubuhku lembab dan membuat kantuk." Masyaallah. Beliau makan hanya sekali dalam sehari semalam dan meminum satu kali pada waktu saur. Luar biasa. Beliau lahir pada bulan Muharram tahun 631 Hijriah di kota Nawa. Ayahnya adalah penduduk asli kota tersebut. Beliau pindah ke Damaskus tahun 649 Hijriah lalu tinggal di madrasah Rohawiyah. Dia berkata, "Selama kurang lebih ee 2 tahun, aku tidak pernah berbaring di tanah dan makananku di sana hanyalah roti keras, tidak ada yang lain. Aku menghafal kitab at-Tanbi dalam waktu kurang lebih 4 bulan setengah. Aku menghafal seperempat kitab Almuhadabad

6:21 selama sisa sisa tahun itu." Masyaallah. Beliau hafal kitab atanbi kurang lebih 4 bulan setengah. Terus menghafal seperempat kitab almuhajab selama sisa tahun itu. Luar biasa. Setelah itu aku mensyarah dan mentashi di hadapan syekh kami Kamaluddin Ishak Almagribi. Aku selalu mendampinginya hingga ia merasa kagum kepadaku, mencintaiku, dan memintaku mengulang pelajarannya untuk sebagian besar jamaahnya. Pada tahun 651 Hijri aku pergi melaksanakan haji bersama ayahku. Tahun itu adalah tahun jemaah. Aku berangkat pada bulan Rajab. Lalu aku tinggal di Madinah sekitar sebulan

7:07 setengah. Ayah beliau berkata, "Ya sakit demam. Demam tidak kunjung sembuh selain pada hari Arafah." Namun demikian tidak pernah sekalipun merintih. Asubdu berkata, Syekh beliau Yasin bin Yusuf Alamarisi berkata, "Aku melihat Syekh Muhyiddin, yaitu Imam Nawawi ya dipanggil Syekh Muhyiddin. Saat berusia 10 tahun, teman-temannya memaksanya mengajak main bersama. Namun ia lari menjauhi mereka. E lalu lari menjauhi mereka sambil menangis karena dipaksa. Dia belajar Al-Qur'an di usia tersebut hingga hatiku merasa cinta kepadanya. Ayahnya menempatkan di toko. Namun demikian, ee kesibukan berjual beli tetap tidak mengganggunya untuk terus

7:53 membaca Al-Qur'an. Aku kemudian menemui guru yang mengajarinya Al-Qur'an dan aku berwasiat kepadanya agar mengajarinya dengan baik. Aku katakan kepada gurunya itu, anak itu diarabkan menjadi orang yang paling berilmu di zamannya, yang paling zuhud dan membawa manfaat bagi banyak orang. Gurunya berkata kepadanya, "Memangnya kamu ini peramal?" Aku katakan kepadanya, "Tidak, tapi Allah hanya membuatku selalu berzikir." Hal itu kemudian disampaikan kepada ayah beliau lah beliau berkeinginan kuat agar anaknya khatam hafalan Al-Qur'an. Karena saat itu beliau sudah melalui usia balig. Nah, beliau berguru kepada Rida Alburhani, syekhnya para Syekh Abdul Aziz bin Muhammad al-Anshari juga. Kepada Zainuddin bin Abdud Daim,

8:39 Imaduddin Abdul Karim Al bin Alhaastani, Zainuddin bin Khalid bin Yusuf dan Takqiyuddin bin Abul Yasar. Nah, beliau mempelajari ushul fikih dari Al-Qadi At-Taflisi menunjukkan bahwasanya penting berguru ya dan memiliki banyak guru, tidak hanya satu juga ya, jemaah sekalian. Nah, beliau belajar fikih kepada Kamal e Ishaq Almagribi, Syamsuddin Abdurrahman bin Nuh dan Izuddin Umar bin Albili. Beliau sangat bersopan santun kepada Izuddin Alarbili. Beliau selalu mengisi teko untuknya dan melayani melayaninya sukses dalam hal sepele-spele. Dalam hal sepele. Beliau membaca nahwu di hadapan Syekh Ahmad Almisri dan lainnya membaca

9:25 salah satu kitab ee karya Ibnu Malik ya. hadapannya mendengar enam kitab induk hadis almusnad almuwatha ee sunat adaru quutni syarhusunah milik albagahaw maalimut tanzil milik albagahawal yaum walila milik ibnu sunni almusnad milik asyafi'i kemudian almusnad milik addarim almusnad milik abu ya'la dan sahih ibnu abawanah masyaallah luar biasa kita baca seperti in saja kagum dengan beliau ya bagaimana beliau tadi belajar nahwu Oh, baca kitab-kitab hadis luar biasa Imam Nawai. Masyaallah. Azhabi berkata, Syekh kami Abul Hasan bin Ahar e menuturkan bahwa Syekh Muhyiddin bercerita kepadanya bahwa ia membaca 12 pelajaran di hadapan guru-gurunya setiap

10:11 hari lengkap dengan syarat dan tashih. 12 ya 12 pelajaran di hadapan guru-gurunya setiap hari lengkap dengan syarat dan tashih. Dua kali pelajaran untuk kitab Alwasit. Satu kali pelajaran kitab almuhadzab. Satu kali pelajaran kitab aljam'u bain shaihain. Satu kali pelajaran kitab Sahih Muslim. Satu kali pelajaran kitab Aluma milik Ibnu Jin, satu kali pelajaran kitab Islahul Mantiq ee milik Ibnu Assikit. ee satu kali pelajaran ilmu saraf, satu kali pelajaran ilmu ushul fikih, dan satu kali pelajaran tentang nama-nama para perawi, dan satu kali pelajaran di bidang usuluddin. Masyaallah. Ini satu hari 12 pelajaran dibaca di hadapan gurunya. Jemah anay berkata, "Aku mentaklik di

10:59 kitab-kitab tersebut dengan penjelasan yang gamblang, kata-kata yang jelas memberikan harakat huruf-hurufnya dan Allah memberkahi waktuku. Suatu ketika aku berkeinginan untuk mempelajari pengobatan. Lalu aku membeli kitab Alqanun, namun justru ee membuat hatiku gelap. Selama berapa hari aku tidak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya aku mengoreksi diri. ee lalu aku menjual kitab Alqanun hingga hatiku kembali bersinar. Nah, beliau mulai mengarang sekitar tahun 660 Hijriah. Artinya ketika beliau berusia 30 tahun. Sekitar usia 30 tahun baru beliau itu menulis buku. Selain luas ilmu dan luas pengetahuan di bidang hadis, fikih, bahasa, dan berbagai disiplin ilmu lainnya, beliau juga sosok

11:44 terdepan di bidang zuhud, teladan dan dalam sifat wara. Tiada bandingnya dalam urusan amar makruf nahi mungkar. Ee menerima rezeki ee meski hanya sedikit, menerima ketentuan Allah dengan rela hati dan Allah juga rida kepada beliau. Ee sangat sederhana dalam hal pakaian makanan ee perabotan dan sosok beliau penuh dengan ketenangan dan wibawa. Kemudian Azzahabi berkata, Azhabi berkata, Ibnu Aar berkata, "Syekh kami an-Nawawi menuturkan kepadaku bahwa beliau tidak pernah menyia-nyiakan waktu barang sesaat pun, baik pada malam maupun siang hari

12:32 tanpa kesibukan. Bahkan ketika beliau dalam perjalanan sekalipun, beliau terus seperti ini selama 6 tahun." Setelah itu beliau menyusun dan mengarang, mengajar, memberi nasihat, dan menyampaikan kebenaran. Azabi berkata, "Selain beliau sibuk dengan mujahadah diri, mengamalkan hal wara ee meski sekecil apapun mawas diri dan membersihkannya dari berbagai kotoran dan keinginan." Beliau juga seorang hafiz hadis. Menguasai ilmu-ilmu hadis, hafal perawi-perawi hadis, dan tahu mana hadis-hadis sahih. Jadi kalau kesimpulannya ya beliau ahli hadis, beliau adalah puncak di bidang pengetahuan mazhab. Beliau bernali menyampaikan pengingkaran terhadap raja-raja dan orang-orang zalim. Mengirim surat kepada mereka dan

13:19 menakut-nakuti mereka dengan Allah. Beliau memiliki surat-surat lainnya selain surat yang beliau kirimkan kepada zahir beberes terkait amar makruf. Amar makruf ketika beliau tidak bisa menemui seorang secara langsung ia mengirim surat dan berusaha melakukan upaya untuk menyampaikan nasihat kepadanya. Ibnu berkata, "Bu meluangkan seluruh waktu untuk berbagai disiplin ilmu dan mengamalkan ilmu. Beliau makan satu kali dalam sehari semalam setelah isya dan tidak menikah. secara garis besar beliau adalah kutub zamannya, pemimpin eranya, rahasia Allah di antara makhluknya dan membahas karamah beliau tentang tentu membahas karamah beliau tentu panjang lebar. Beliau berziarah ke Kuds dan Alkalil

14:05 lalu kembali dan jatuh sakit di ee di kediaman kedua orang tua beliau. Beliau wafat pada malam Rabu tanggal 14 Rajab tahun 676 Hijriah. dimakamkan di kampung alamat beli 676 dikurangi tadi lahir 631 76 6 - 1 5 7 - 3 4 45 tahun pas ya 45 tahun dia usia beliau hanya 45 tahun namun karyanya luar biasa dan perjuangan beliau dalam belajar luar biasa perjuangan dalam berdakwah juga luar biasa dan murid-muridnya juga walaupun meninggal di usia 45 tahun murid-muridnya sangat banyak yang mengambil ilmu dan memanfaatkan karya-karya beliau. Karya-karya beliau di antaranya Syarul Muhazab milik

14:50 Asyairazi. Hanya saja beliau tidak menuntaskannya. Kemudian ada Tahjibul Asma Warijal. Kemudian Minhaj Tholbin. Ini Tahjibul Asmajal. Saya pernah membahas kitab ini untuk sirah nabinya. Ada rekamannya ada di YouTube ya. Kemudian Minj Thbinq Asyarul Muslim juga. Kemudian Hilyatul Abrar yang dikenal sebagai Alarzkar. Arifin kemudian kemudian almaqid kemudian risalah tentang tauhid kemudian mana muktasarqyafiiah kemudian hadisan hadis yang lain kitab itu kami kepada orang-orang

15:36 yang kami pilih di surat 32. Nah, ini bab satu akan kita bahas besok. Ini mukadimah. Besok kita bahas ikhlas, jujur, dan niat dalam seluruh amal perbuatan. Allah berfirman, umirullahin. Dan tidaklah mereka diperintahkan kecuali agar mereka menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepadanya. Ayat 5 ayat 2. Maka sembahlah Allah dengan penuh keikhlasan. Nanti kita bahas ini dari bab pertama ya. Ikhlas. jujur dan niat dalam seluruh amal perbuatan. Kalau tadi kisah Imam Nawawi yang luar biasa. Semoga jadi ilmu yang manfaat untuk kita semuanya. Pada pertemuan kali ini, ini

16:22 pertemuan kedua kita mulai bab pertama yang dibawakan oleh Imam annawawi rahimahullah bab satu. Ikhlas, jujur, dan niat dalam seluruh amal perbuatan. Allah Taala berfirman, "Wiru liudullahahin." Dan tidaklah mereka diperintahkan kecuali agar mereka menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada Allah. Kecuali dengan mengikhlaskan ketaatan kepada Allah. Surat Alin Albayyinah ayat kelima. Dalam ayat yang lainnya lagi disebutkanudillaha muklis azzumar ayat ke maka sembah Allah dengan penuh keikhlasan. Juga dalam surat Annisa ayat

17:10 ke-1 yakuj baitihi muhajirallahiulihirikhul maut faqjr alallah. Barang siapa yang keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya sebelum sampai ke tempat yang dituju, maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Karena dia sudah berniat yang ikhlas ketika melakukan amal tersebut. Yang dimaksudkan dalam surah An-Nisa ayat 100. Kemudian di halaman yang sama ini di buku terjemahan masih di halaman 13 kami meriwayatkan dari Amirul Mukminin Umar bin alkhattab radhiallahu anhu ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah

17:57 sallallahu alaihi wasallam bersabda," [Musik] Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya. Amal perbuatan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya tiap-tiap orang mendapatkan apa yang ia niatkan. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barang siapa yang hijrahnya itu karena dunia yang ingin ia peroleh atau karena wanita yang ia nikahi, maka hijrahnya itu

18:43 kepada apa yang ia niatkan tadi, yaitu dunia yang ia cari. Berarti dia tidak diberikan pahala oleh Allah. Nah, hadis sahih yang disepakati kesahihannya dan disepakati pula kedudukan yang agung dan kemuliaannya. Ini adalah satu pondasi iman sekaligus rukun pertama yang paling kokoh. Jadi patokan kenapa kita mesti belajar dengan ikhlas di hadis tadi inat Imam Syafii rahimahullah mengatakan hadis ini masuk ke dalam 70 bab fikih. Hadis ini masuk dalam 70 bab fikih. Masyaallah. Berarti dalam banyak hal kita butuh niat yang benar. Dalam banyak hal kita butuh niat. Terus Imam

19:30 Syafi'i juga menuturkan huaulusul ilmi ia sama dengan sepertiga ilmu. Huulusul ilmi ia sama dengan sepertiga ilmu. Hal yang sama juga diungkapkan oleh ulama lainnya selain Imam Syafi'i. Hadis ini merupakan salah satu hadis yang menjadi pondasi Islam yaitu tentang niat tadi ya. Para ulama berbeda pendapat tentang jumlahnya. Ada yang mengatakan 3 emp ada yang mengatakan dua, dan ada juga yang mengatakan satu hadis yang menjadi pondasi Islam tadi ya. Kesemua hadis tersebut telah menulis kumpulkan dalam kitab Arbain. Nah, ini kitab Arbain ini yang kami kaji baik lewat kajian anak dan ada juga ee kajian yang sudah terpublish di YouTube di Rumah Sot

20:17 TV. Nah, itu semua itu membicarakan tentang pondasi ya. itu kata Imam Nawawi. Jadi mencakup 40 hadis yang perlu diketahui oleh setiap muslim yang beliau sebut kitabnya dengan kitab al-arabain annawawiyah. Ya. Terus sebab semua hadis tersebut, yaitu hadis dalam kitab Arbain itu sahih dan mencakup prinsip-prinsip dasar Islam mulai dari hal-hal pokok yang pokok, cabang ya tentang zuhud, tentang adab, akhlak yang mulia dan sebagainya. Nah, penulis mulai dengan hadis ini lantaran mengikuti para imam dan ulama kita dari golongan salaf. Semoga Allah meridai mereka. Jadi dirikan lagi yang maul hadis Abu Abdillah al-Bukhari mengawali kitab sahihnya dengan hadis ini. Sementara sekelompok kalangan salaf

21:03 meriwayatkan bahwa mereka suka menjadikan pengantar kitab-kitab dengan hadis ini guna memberikan peringatan kepada penuntut ilmu agar senantiasa meluruskan niat dan mengharapkan rida Allah semata di seluruh amal perbuatannya yang tampak ataupun yang tersembunyi. Nah, berarti di sini dalam poin ini bahwa sekelompok salaf itu meriwayatkan bahwa mereka suka menjadikan pengantar kitab-kitab dengan hadis ini, yaitu tentang hadis niat tadi. Dari al Imam Abu Said Abdurrahman bin Mahdi rahimahullah, ia berkata, "Kitaban hadis, sekiranya aku mengarang suatu kitab, aku akan awali permulaan tiap bab, setiap bab dengan hadis ini."

21:49 Masyaallah. Saking pentingnya hadis tersebut, maka bisa jadi tiap bab ditulis dengan hadis niat. Kami juga meriwayatkan darinya bahwa ia menuturkan, "Man arusif kitaban hadis." Ya, siapa yang ingin menulis suatu kitab maka hendaklah dia memulai dengan hadis ini. Nah, para santri dan para pemirsa sekalian sudah menunjukkan nih bagaimana urgensi atau pentingnya hadis ini ya. Nah, jadi ini hadis pertama yang mendorong kita supaya bisa menjaga keikhlasan. Karena hadis ini membicarakan tentang niat. Niat yang dimaksudnya adalah niat ikhlas. Kalau kaitannya dengan kita belajar, mari luruskan niat kita karena Allah. Juga meriwayatkan darinya bahwa ia menuturkan "Man

22:36 arusifa kitaban falyabda bial hadis." Kata Imam Nawawi, ya, ini para ulama itu katakan, "Barang siapa yang ingin menulis suatu kitab, hendaklah ia memulai dengan hadis ini." Yaitu tentang hadis niat yang kita bahas kemarin. Inammalu binniat. Sedangkan al Imam Abu Sulaiman Ahmad bin Ibrahim bin alkhattab alkhattabi Asyafi'i seorang imam dalam berbagai disiplin ilmu mengatakanal mutaqimuna

23:36 Syekh-syekh kami terdahulu suka mendahulukan hadis amal. Hadis tadi ya amal perbuatan tergantung pada niatnya. ini berada di depan segala sesuatu yang tampak dan bermula dari berbagai perkara agama karena adanya kebutuhan umum kepada hadis tersebut dalam seluruh bentuknya. Jadi karena hadis ini urgen maka para ulama itu sampai ingin memulai kitab-kitabnya itu dengan ee hadis innamalalu binat. Berikutnya adalah ungkapan orang-orang bij tentang ikhlas dan jujur. Nah, di sini pentingnya di sini kenapa ee ini ada dalam kitab adab guru dan murid mesti ikhlas. Abul Abbas Abdullah bin

24:21 Abbas radhiallahu anhuma menuturkan inama. Sesungguhnya setiap orang itu akan memperoleh sesuai dengan kadar niatnya. Orang itu akan memperoleh sesuai dengan kadar niatnya. Dia memperoleh ilmu juga sama berarti sesuai dengan kadar niatnya. Dia berniat bagaimana. Sedangkan Abu Muhammad Sahal bin Abdullah rahimahullah berkata. [Musik] Orang-orang

25:07 cerdas mengkaji penafsiran dari kata ikhlas, namun mereka tidak mendapatkan kecuali ketika gerakan dan diamnya dikala sendiri. Dan terang-terangan adalah hanya karena Allah. Karena Allah semata. Ia tidak bercampur dengan apapun entah itu hawa nafsu atau dunia. Asirri rahimahullah berkata, "La tammal linasian wala tatr lahumaian. Jangan melakukan sesuatu karena orang lain. Jadi kalau kita mau belajar juga jangan karena orang lain sini ya. Jangan melakukan sesuatu karena orang lain. Jangan pula meninggalkan sesuatu karena mereka. Harusnya meninggalkan sesuatu

25:52 itu karena Allah. Janganlah lupa meninggal, jangan pula meninggalkan sesuatu karena mereka. Pun jangan pula memberi dan menampakkan apapun karena mereka. Kemudian kami meriwayatkan dari Habib bin Abi Tsabit atbi'i rahimahullah bahwa dikatakan kepadanya, "Ajarkan hadis kepada kami." Maka ia menimpali hatta tajiau, sampai niat itu datang. Dari Abdullah Sufyan bin Saiduri rahimahullah [Musik] berkata, "Aku tidak pernah mengobati sesuatu yang lebih berat bagiku daripada

26:38 niatku. Sesungguhnya niat itu berbolak-balik dalam diriku." Maka kalau kita belajar juga ee keadaannya seperti itu, kita butuh meluruskan niat. Jangan-jangan kalau ee niat kita keliru hanya untuk cari dunia saja. Niatnya tidak karena Allah ya. Rusak itu ya amalan kita. Kami meriwayatkan dari Al Ustaz Abul Qasim Abdul Karim bin Hawazim Alquusiri rahimahullah dalam risalahnya yang terkenal ia menyatakan aliklasu haqiati bilqasdi wiaallahiala ikhlas adalah dengan

27:25 sengaja mengkhususkan ketaatan kepada yang maha hak yaitu Allah, yang maha benar yaitu Allah. Dan dengan ketaatannya itu ia berniat mendekatkan diri kepada Allah semata. Tidak ada hal lain seperti berbuat untuk makhluk, tidak juga untuk dipuji-puji di kalangan orang banyak. Ya, dia juga tidak menyukai pujian dari makhluk atau hal apapun selain mendekatkan diri kepada Allah. Jadi orang ikhlas tidak gila [Musik] pujian. Orang ikhlas tidak gila pujian. Dia hanya mengharapkan rida Allah. Ia melanjutkan perkataannya, alikhlasu tasfiyatul aqli an mula mati makhlukin. Ikhlas adalah membersihkan akal dari perhatian makhluk. Jadi kita bebaskan ini. Kita

28:12 hanya fokus cari rida Allah saja. Ia menambahkan, "Aku mendengar Abu Ali Addaqqa rahimahullah berkata, ikhlas adalah menjaga diri dari perhatian makhluk." Maka seorang yang ikhlas tidak memiliki sifat riah. Orang ikhlas tidak memiliki sifat ried yang jujur tidak berbangga diri. Abu Yakub Asusi rahimahullah menuturkanahidu iklasin. Ketika mereka menyaksikan keikhlasan dalam keikhlasan mereka, maka keikhlasan mereka itu membutuhkan keikhlasan lagi. Ikhlas butuh ikhlas lagi. Zunun rahimahullah berkata salasun min alamat iklasi tiga tanda

28:59 keikhlasan istiwaul madhi wami minalatiu rytilaliwabil akirati. Tanda ikhlas pertama pujian dan celaan dari orang awam dianggap sama saja. Pujian dan celaan dari orang itu dianggap sama saja. Yang kedua, tidak memperhatikan amal dalam amal yang lain. Tidak memperhatikan ya penglihatan amal fil amal ya pada amal yang lain. Jadi tidak memperhatikan pujian atau penglihatan dari orang. Ya, mungkin yang tidak memperhatikan pujian dari orang. Yang ketiga ya meminta pahala amal di akhirat. Meminta pahala amal di akhirat

29:47 dia bukan memintanya di dunia. Abu Utsman rahimahullah menuturkan ikhlas itu adalah lupa melihat kepada makhluk. Dia tidak perhatikan makhluk karena senantiasa melihat kepada sang khali. Hudzaifah almarasi rahimahullah berujar alikhlaswialdiri. Ikhlas itu adalah amal perbuatan hamba baik zahir dan batin adalah sama saja. Kemudian Abu Ali Fudil binullah berkata namanya ikhlas itu di sini

30:34 digambarkan gini meninggalkan amal karena manusia adalah riya meninggalkannya karena Allah beramal karena manusia adalah syirik sedangkan ikhlas adalah ketika Allah menjauhkan engkau dari keduanya rahimahullah mengutarakan aliklasu Ikhlas adalah ketika seorang tidak menginginkan pengganti dari amal perbuatannya baik di dunia maupun di akhirat dan tidak pula mengharapkan suatu bagian apapun dari dua malaikat yang mengawasinya. Masih lagi tentang ikhlas ini. Yusuf bin alhusin rahimahullah berkatain al yang paling berat dunia ini adalah ikhlas.

31:19 Abu man [Musik] mengatakan. Ikhlasnya orang awam itu adalah kondisi di mana hawa nafsu tidak memperoleh kesenangan di dalamnya. Sedangkan ikhlas, orang-orang khusus itu adalah keikhlasan datang kepada mereka, bukan dengan perbuatan mereka sendiri. Amal kebaikan lahir dari mereka, tapi mereka terpisah dengannya. Mereka tidak menyadari perbuatan baik mereka, tidak pula mereka punya perhatian terhadapnya. Adapun tentang jujur nanti

32:05 kita akan bahas pada kesempatan besok. Intinya kalau kita lihat ee dari pembahasan ikhlas di sini ee ikhlas itu kondisi di mana wfsu tidak memperoleh kesenangan di dalamnya. Artinya tidak senang juga kalau ada pujian begitu. Sedangkan ikhlas orang-orang khusus itu keikhlasan datang kepada mereka bukan dengan perbuatan mereka sendiri. Nah, ini ee intinya kalau kita pelajari tadi ikhlas itu seputar ya ee kita menghindarkan diri dari pujian orang lain. Tidak gila pujian hanya mengharap rida Allah saja. Maka dalam belajar demikian jadi adab yang penting yang pertama sebelum kita nanti menginjak adab-adab yang lainnya. Masih tentang ikhlas. Kita dituntut ikhlas dalam belajar. Abul Qasim Aljunaid bin Muhammad rahimahullah menyatakan ini

32:51 pembahasan terakhir kita ee tentang jujur ya. Ini tentang jujur di sini ya. Adapun tentang jujur. Adapun tentang jujur, Allah Subhanahu wa taala berfirman, "Ya ayyuhalladzina amanutlah waunu maqin." Kita diperintahkan untuk ikhlas. Selain ikhlas juga jujur. Ayatnya yang memerintahkan kita untuk jujur. Ya ayyuhalladzina amanutaqulaha waquunu [Musik] maasodqin. Wahai orang-orang yang beriman, ya bertakwalah kepada Allah dan jadilah kalian bersama orang-orang yang jujur. Jadilah kalian bersama

33:36 orang-orang yang jujur. Atubaah ayat 119. Alquusi menyatakan imul. Nah, ini pengertian jujur yang luar biasa. Jujur itu adalah tiangnya suatu perkara. Dengannya ia menjadi sempurna. Di dalamnya ada keteraturan. Dan gambaran jujur paling minimal adalah adanya kesamaan saat sendiri dan terang-terangan. Berarti poin intinya di sini jemaah sekalian. Gambaran jujur paling minimal adalah adanya kesamaan antara sendirian

34:22 dan terang-terangan. Ya, antara sendirian dan terang-terangan. Berarti antara kita beramal lagi sendirian dengan terang-terangan itu niatnya mesti sama gitu. Kalau tidak kita tidak dikatakan jujur di sini. Kami meriwayatkan dari Sahal bin Abdullah Attastari. Ia berujar kata Imam Nawawi di sini berujar Sa bin Abdul Attastari la yasummu rihat sidqi abdun dahana nafsahu a dahana ghairahu. Wangi

35:08 kejujuran tidak akan tercium. Wangi kejujuran tidak akan tercium oleh seorang hamba yang menyanjung-nyanjung dirinya atau orang lain. Masyaallah. Kita puji diri sendiri itu tidak menunjukkan ee itu menandakan kita tidak jujur. Karena apa yang biasanya kita puji untuk diri kita sendiri tidak sesuai dengan kenyataan. Begitu juga dengan orang lain. Demikian pula ini di samping itu. Ini juga menunjukkan kita mesti juga keikhlasan. Jangan sampai puji-puji diri sendiri. Akhirnya tidak sesuai dengan kenyataan dan amal kita juga tertolak di situ. Dunun rahimahullah menuturkan, Dunun rahimahullah menuturkan

35:55 asidquahi arardi win illa qahu. Kejujuran adalah pedang Allah yang tidaklah diletakkan pada sesuatu melainkan ia akan melibasnya. Kejujuran adalah pedang Allah yang tidaklah diletakkan pada sesuatu melainkan ia akan melibasnya. Jadi ee dengan kejujuran ini akan mengalahkan segalanya gitu. Kebatilan pun akan bisa dikalahkan dengan kejujuran. Walaupun memang nanti cobaannya juga tentu ada bagi orang-orang yang jujur.

36:41 Alhadis bin Asad almuhasibi rahimahullah berkata, yang itu adalah orang yang tidak peduli sekiranya setiap nilai dirinya terlihat di mata makhluk. Jadi, kita tidak mesti menampakkan kebaikan kita di mata makhluk semata-mata demi kebaikan

37:27 hatinya. Ia tidak suka bila orang-orang mengetahui kebaikan-kebaikan kecil yang ia lakukan dan ia tidak marah jika orang lain mengetahui perbuatan buruknya. Sebab bila ia membenci hal demikian, maka itu menunjukkan bahwa ia ingin orang lain memiliki keburukan lebih banyak. Dan hal semacam ini bukan bukan bagian dari tanda-tanda orang yang jujur. J seorang yang jujur itu adalah orang yang tidak peduli sekiranya setiap nilai dirinya terlihat di mata makhluk gitu. Jadi dia tidak ingin orang lain itu puji dia gitu. Dia tidak senang disanjung-sanjung

38:12 gitu. Bahkan di sini lihat ciri-cirinya bagus sekali ini diterangkan. Ia tidak suka bila orang-orang mengetahui kebaikan-kebaikan kecil yang ia lakukan. Dia punya kebaikan banyak, ada kebaikan yang jumlahnya banyak tapi mungkin ini kecil kecil kecil-kecil kalau kita kumpulkan ya banyak. Itu dia. Dia tidak suka bila orang-orang mengetahuinya. Dan jika ini ya orang lain mengetahui perbuatan buruknya, ia tidak marah. Masyaallah, ini berat banget ini. Ia tidak marah jika orang lain mengetai perbuatan buruknya. Saya jadi aibnya kebuka. Syukur-syukur Allah masih menutup aib-aib kita. Bisa jadi orang ini aibnya terbuka dan ia tidak marah. Luar biasa berarti sabarnya orang ini.

38:59 Sebila ia membenci hal demikian, maka itu menunjukkan bahwa ia ingin orang lain memiliki keburukan lebih banyak dari dirinya tentunya. Dan hal semacam ini bukan bagian dari tanda orang-orang yang sidikin, orang-orang sodqin, orang-orang yang jujur. Lalu ada perkataan lagi dari Abul Qasim Aljunaid bin Muhammad rahimahullah menyatakan seorang yang jujur di sini kalau kita ibaratkannya masih nyambung dengan ikhlas ya di sini. Ini berarti jujur dalam keikhlasan. Seorang yang jujur mampu beraktivitas dalam sehari sebanyak 40 kali. Sedangkan orang yang ria tetap

39:45 berada dalam satu kondisi yang sama selama 40 tahun.Allah. Berarti dengan jujur dalam ikhlas kita masih makin mudah untuk beramal banyak. Karena kita tidak peduli pandangan orang, pujian orang gitu. Maka bisa jadi orang belajar juga demikian. Dia belajarnya banyak, dia thaabul ilminya banyak, dia dapat ilmu banyak dan dia tidak peduli dengan pujian orang. Dapatnya banyak karena jujur dalam ikhlas. Ya, tinggal sedikit lagi. Penulis mengatakan, "Maksud ungkapan tersebut adalah seorang yang jujur senantiasa bergerak bersama kebenaran di mana pun ia berada."

40:32 Ketika keutamaan dalam agama itu berada dalam salat misalnya, maka ia akan salat. Bila kebenaran itu ada dalam duduk bersama para ulama, orang-orang saleh tamu keluarga membantu kebutuhan seorang muslim, mengobati patah hati seorang dan sebagainya, maka ia melakukan hal tersebut dan meninggalkan apa yang menjadi kebiasaannya. Demikian pula dengan puasa, membaca Al-Qur'an berzikir makan minum serius bergurau bergaul menyendiri bersantai-santai, memakai pakaian dan sebagainya. Maka di mana pun ia melihat keutamaan dalam agama semacam ini, ia akan melakukannya. Ya, tidak terikat dengan kebiasaan atau ibadah tertentu sebagaimana yang dilakukan oleh orang yang bersifat riak.

41:17 Dia tunggu orang lain dulu memuji baru kemudian dia melakukan amalan itu. Dia enggak nunggu seperti itu. Dia tidak terikat dengan orang lain. Jamaah, coba lihat Nabi sallallahu alaihi wasallam kata Imam Nawawi, di sini memiliki potret-potret tertentu dalam salat, puasa, wirid, makan, minum, berpakaian, berkendara, bergaul dengan keluarga serius bercanda gembira marah, bersikap keras, lembut dalam menolak ee kemungkaran hukuman yang beliau berikan kepada orang-orang yang berhak memberi maaf dan sebagainya sesuai dengan tempat atau pertimbangan mana yang lebih baik dalam waktu dan kondisi semacam itu. tidak diragukan lagi bahwa suatu itu berbeda-beda dalam hal tolak ukur. Jadi puasa misalnya adalah haram dilakukan pada hari raya Idul Fitri. Wajib

42:03 dilakukan sebelumnya ee dan sunah dilakukan setelahnya ya. Berarti puasa Syawal ya. Ya. Demikian pula salat dianjurkan di sepanjang waktu. Namun makruh hukumnya pada waktu-waktu dan kondisi tertentu seperti ketika menahan kencing dan buang air besar. Begitu juga membaca Al-Qur'an disunahkan. Namun makruh hukumnya ketika rukuk dan sujud. Masyaallah. Demikian pula mengenakan pakaian terbaik pada hari Jumat dan hari raya. Namun kebalikannya pada waktu meminta hujan. Tidak mesti dengan pakaian baru. Begitu pula contohcontoh lainnya yang serupa. Ini adalah cupilikan ringkas yang bisa menunjukkan seorang kepada kebenaran dan membawanya agar tetap istikamah dan menempuh jalan yang lurus. Kadilah menuntut ilmu. Begitu banyak

42:48 ayat, demikian pula hadis. dan asar yang diriwayatkan secara mutawatir. Mutawatir itu berarti lewat jalur yang banyak. Di mana dalil-dalil yang tersebut menunjukkan keutamaan ilmu, mendorong kita untuk mencari ilmu, terus bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan mengajarkan ilmu tadi. Di sini akan disebutkan sebagian kecil dari dalil-dalil tersebut. Nah, berarti Imam Nawawi sini hanya menyebutkan dalil-dalilnya sebagian kecil saja guna menjelaskan inti dari bab ini. Apa saja dalil-dalilnya? Nah, ini dalil yang pertama surat Azzumar ayat 9. Katakanlah wahai Muhammad, apakah

43:33 sama orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui? Suratzumar ayat 9. Jawabannya tentu tidak sama. Orang yang berilmu tetap lebih unggul daripada orang yang tidak berilmu. Terus dalam surah Thaha ayat 114BI zidni ilma. Katakanlah wahai Muhammad Rabbku tambahkanlah kepadaku ilmu. Tambahkanlah kepadaku ilmu. Terus di dalam ini kalau yang Azzumar ayat 9 ini menunjukkan bedanya antara orang berilmu dan tidak berilmu. Kemudian di surat Thay 114 menunjukkan bahwasanya Allah memerintahkan kepada kita untuk berdoa supaya ditambahkan ilmu. Berarti ini minta penambahan yang penting ya. minta penambahan yang penting. Terus di dalam surah Fatir ayat 28 ini juga menjelaskan keutamaan orang berilmu. Innama

44:20 yaksyallaha min ibadihi al ulama. Sesungguhnya yang takut kepada Allah dari kalangan hamba-hamba Allah adalah ulama. Menunjukkan bahwasanya yang paling takut kepada Allah adalah ulama. Makin besar ee makin besar pengetahuannya, makin berilmu dia, makin mengenal Allah, maka dia akan punya rasa takut yang besar kepada Allah. Kemudian orang yang berilmu juga ya derajatnya itu tinggi ya. Orang berilmu itu juga derajatnya tinggi. Allah tinggikan derajatnya. Dalam surat almujadilah ayat 11. Yarfaillahina amanu minkum walladina utulajat. Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Surat almujadilah ayat ke-11.

45:08 Nah, ayatnya serupa ya. Kalau yang ini, ini berarti orang berilmu derajatnya makin tinggi. Makin dia berilmu derajatnya makin tinggi. Dan orang bisa dipilih jadi imam atau ee dia jadi pemimpin karena landasan ilmu di situ memilihnya karena landasan ilmu. Ayat-ayat serupa banyak kata Imam Nawawi dan sudah diketahui bersama. Kami meriwayatkan dari Muawiyah radhiallahu anhu, ia berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Barang siapa yang diinginkan oleh Allah kebaikan, maka Allah akan memahamkannya dengan agama." Hadis riwayat Bukhari dan Muslim. Berarti kalau ingin jadi baik, maka belajarlah agama. Berarti kalau orang itu tidak belajar agama, berarti dia tidak menginginkan pada dirinya itu kebaikan.

45:54 Terus juga ada hadis dari Abu Musa, Abdullah bin Qais al-Asy'ari radhiallahu anhu. Ia berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, saya langsung baca artinya ini tentang permisalaan permisalan ilmu dengan hujan. Sesungguhnya perumpamaan petunjuk dan ilmu yang dengannya Allah mengutusku adalah seperti hujan yang membasahi bumi. Di sini disebutkan dengan istilah git. Hujan yang membasahi bumi. Ada bumi yang subur yang menerima air kemudian menumbuhkan rumput yang banyak. Ada bumi yang keras yang menahan air. Kemudian dengannya Allah memberikan manfaat kepada manusia. Ee dia bisa menampung air tapi tidak untuk dirinya sendiri. Ada tanah sifatnya seperti itu. Orang-orang itu bisa manfaatkan air tadi dengan sifat tanah tersebut. Mereka minum dari air

46:39 tersebut. Mereka minum hewan ternaknya dan bercocok tanam. Hujan juga membasahi bumi yang lain yaitu lembah yang tidak mampu menanam air dan menumbuhkan rumput. Jadi ada yang tidak bisa menampung air dan tidak bisa menumbuhkan rumput. menumbuhkan tanaman. Demikianlah perumpamaan orang yang memahami agama Allah kemudian mendapat manfaat dari apa yang aku diutus dengannya. Ia belajar dan mengajar. Dan itulah perumpamaan orang yang tidak bisa diangkat kedudukannya oleh petunjuk Allah. Agar kita menjadi baik, tidak menerima petunjuk Allah yang. Hadis riwayat Bukhari dan Muslim. Nah, di sini menunjukkan manusia berarti bagi tiga ini. Ada yang bisa menerima ilmu dan ia bisa dapat manfaat. dan orang lain pun ambil manfaat dari dia. Ini yang paling bagus. Kemudian ada

47:26 ya orang itu yang berilmu ee orang lain ambil manfaat dari dia walaupun ilmu itu kurang ia pahami. K ada yang ketiga, ada orang yang tidak mau mengambil manfaat ilmu. Intinya orang yang berilmu tentu di poin penting di sini kita pelajari adalah pasti ada manfaatnya. Entah manfaatnya untuk diri sendiri dan orang lain. Entah manfaatnya untuk orang lain walaupun kurang untuk dirinya sendiri karena mungkin dia kurang memahaminya orang lain itu yang lebih memahaminya. Dari Ibnu Mas'ud radhiallahu anhu, ia berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam [Musik]

48:21 bersabda, "ID dibolehkan hasad ya, kecuali pada dua perkara yaitu Yaitu pertama seorang yang diberi Allah harta kemudian ia membelanjakan harta tadi dalam kebenaran dan seorang yang diberi Allah hikmah kemudian ia mengambil keputusan dengannya dan mengajarkannya. Berarti di sini orang yang punya harta dan orang yang punya ilmu di sini boleh kita gibtoh. Istilahnya gibtoh artinya pengin seperti itu. Di mana ia punya harta ia manfaatkan dalam kebaikan. Ia punya ilmu juga dia manfaatkan dalam kebaikan. Nah ini yang disebut dengan gibth. Yang dimaksud dengan hasad di sini adalah gibt kata Imam Nawawi, yaitu mengangankan sesuatu yang serupa dengan orang lain. Jadi kita pengin seperti itu. Saya pengin punya ilmu sama dengan dia bisa mengajarkan orang lain. Saya

49:06 pengin punya harta, bisa punya harta dan beri manfaat pada orang lain, gitu. Itu namanya giftah. Tidak ingin nikmat orang lain hilang. Maksudnya seorang tidak sepatutnya menginginkan apa yang didapatkan oleh orang lain kecuali dalam dua hal yang mengantarkan kepada rida Allah. Karena dua hal tadi itu mengantarkan kepada rida Allah. Nah, ini juga satu keutamaan ilmu. Artinya orang yang berilmu itu boleh kita gibitah. Artinya kita boleh ingin bercita-cita seperti dia ya, mengunggulinya juga bisa gitu. Nah, ini ee prinsip dari ee orang yang mau belajar gitu. Dia pengin seperti orang lain yang lebih baik ya dan tidak pengin orang lain itu nikmatnya hil. Satu hadis lagi ini menunjukkan keutamaan ilmu lagi dari Sahal bin Saad radhiallahu anhu. Ia berkata bahwa

49:52 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda kepada Ali radhiallahu anhu. Demi Allah sekiranya Allah memberi hidayah kepada seorang melalui engkau itu lebih baik daripada mendapatkan unta merah. Berarti kita ngajarkan ilmu pada orang lain ya itu dengan dakwah itu lebih baik daripada harta istimewa di masa silam yaitu unta merah. tentang keutamaan ilmu dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, ia berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Hudaahu minal ajriahuika

50:45 [Musik] Barang siapa menyeruh kepada petunjuk, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka itu sedikit pun juga. Barang siapa menyeru pada kesesatan, maka ia mendapatkan dosa seperti dosa orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa-dosa mereka sedikit pun juga. Nah, ini hadis riwayat Muslim ya. Hadis riwayat Muslim. Ee kesimpulann dari hadis ini kalau kita mendakwahi orang tentu saja di sini dengan ilmu ya.

51:33 tentu saja itu dengan ilmu. Maka kita akan mendapatkan pahala ya kita akan mendapatkan pahala dari orang yang kita ajarkan. Nah, ini jadi keutamaan ilmu. Karena orang yang berilmu bisa memberi manfaat pada orang lain dengan ilmunya. Ya, beda kalau orang yang mengajarkan kesesatan. Dia ajarkan kesesatan, ajarkan yang salah. dia juga memberikan dampak buruk bagi dirinya, dia juga untuk orang lain. Nah, ini pentingnya ilmu di sini kita mengajarkan kebenaran, mengajarkan sesuai dengan tuntunan atau kita mengajarkan yang para ulama kita itu ajarkan. Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wasam

52:23 bersabda, jika seorang anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya seluruhnya ee terputus seluruh amalnya kecuali tiga hal. jatin waladin yadulah sedekah jariah atau ilmu yang bermanfaat dan doa anak yang saleh. Hadis riwayat Muslim. Berarti di sini ada ilmu yang manfaat ya, keutamaan ilmu yang manfaat sekaligus menunjukkan keutamaan ilmu. Terus dari Anas radhiallahu anhu, ia berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, barang siapa yang keluar dalam rangka menuntut ilmu, dia keluar

53:09 belajar, dia keluar ke tempat pengajian, dia bersabar untuk menuntut ilmu, ya, maka dia berada di jalan Allah fisabilillah. Dia dikatakan fisabilillah hatta yarj sampai ia itu kembali. Ya, ini hadis ini riwayat Tirmidzi. Imam Tirmidzi katakan hadis ini hasan. Nah, ini juga menunjukkan keutamaan ilmu karena orang yang keluar belajar sampai dia itu bersafar dia dihitung sampai nanti dia kembali dia berada fisabilillah berada di jalan Allah. Dari Abu Umam Albahili radhiallahu anhu, ia berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam [Musik] bersabda, "Keutamaan orang yang berilmu dibandingkan orang yang hanya beribadah

53:55 adalah seumpama keutamaanku dibanding orang yang paling rendah derajatnya di antara kalian." Ini keutamaan berilmu nih dibandingkan dengan orang yang hanya beribadah saja, dibanding dengan orang ahli ibadah. Ini seperti keutamaan Nabi dibanding dengan orang yang paling rendah derajatnya di antara kalian. Berarti orang berilmu itu lebih utama. Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi wasallamkan [Musik] beliahuir. Sesungguhnya Allah para malaikatnya penduduk langit dan bumi hingga semut di dalam sarangnya dan ikan

54:42 mendoakan orang-orang yang mengajarkan kepada mengajarkan kebaikan kepada manusia. Jadi ini orang yang mengajarkan kebaikan siapa? untuk orang berilmu. Maka ini pujian untuk orang berilmu. Kemudian dari Abu Said Alkudri radhiallahu anhu, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, jannah. Seorang mukmin tidak akan puas dari kebaikan yang ia dengar sampai impian tertingginya adalah surga. Hadis riwayat Tirmidzi yang mengatakan hadis ini hasan. Seorang mukmin tidak akan puas dari kebaikan yang ia dengar sampai impian tertingginya adalah surga. Ya, ini didapati kalau orang itu

55:28 berilmu, dia amalkan ilmunya maka dia akan mudah untuk masuk surga. Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Fqihun wahidun asadu min alfi abidin." Seorang yang paham dengan agama ditakuti oleh setan daripada 1000 orang ahli ibadah. Orang yang paham dengan agama lebih ditakuti oleh setan daripada 1000 orang ahli ibadah. Kemudian dari Abu Hurairah, ya ini menunjukkan keutamaan orang berilmu ya dibanding ahli ibadah karena lebih ditakuti setan. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, ia meriwayatkan hadis serupa dan ia menambahkan,

56:17 ibadu segala sesuatu itu memiliki pilar dan pilar agama ini adalah pemahaman. Dan tidaklah seorang hamba Allah itu lebih baik ketimbang pemahaman dalam agama. Ya, jadi orang yang lebih baik adalah memenuhi agama dengan baik. Juga dari Abu Hurairah radah anhu, ia berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, ini kita bahas terakhir di halaman 30 ini ya. Adunya malunatun malunun ma fiha illaikrullahi wahu waimun mutaalimun. Ya, dunia itu terlaknat. Ter terlaknat pula apa yang ada di dalamnya. Kecuali orang-orang yang mengingat Allah atau semisalnya orang alim dan orang yang menuntut ilmu. Tiga ya berarti yang selamat dari laknatnya. orang yang

57:03 berzikir mengingat Allah atau yang semisalnya yang menolong orang-orang yang berzikir. Kemudian seorang alim ya seorang alim berarti orang yang berilmu wa mutaalim dan orang yang mau yang mau belajar dia menuntut ilmu. Orang yang mau belajar dia menuntut ilmu. Ia berkata ini masih tentang keutamaan ilmu. Aku mendengar Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, malaikat infir

58:17 Barang siapa apa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga. Ini bisa jadi dengan ilmu ini langsung mengantarkan ke surga atau ilmu ini jadi ilmu pengantar untuk mengantarkan pada ilmu yang lain lantas menuju surga atau ilmu ini jalan hidayah sehingga dia masuk surga. Ini pengertian ini dari Ibnu Rajab al-Hambali dalam Jamiul Ulum Walik juga. makna surga masuk surga di sini ya seperti tadi pengertiannya e mencari ilmu sampai ee menuju surga. Yang jelas kalau dikatakan masuk surga ada dua makna. Kalau menurut Syekh Salh

59:03 ee Syekh Saleh alus Syekh ee Menteri Agama Saudi saat ini, beliau katakan masuk surga itu, ini di penjelasan kitab Thauhid kalau tidak salah di penjelasan beliau, beliau katakan masuk surga itu bisa jadi masuk surga secara langsung atau masuk surga yang tertunda karena terlebih dahulu masuk neraka. Lalu sesungguhnya para malaikat benar-benar meletakkan sayap-sayapnya kepada penuntut ilmu karena rida dengan apa yang ia lakukan. Berarti malaikat rida kepada penuntut ilmu. Ini juga sudah menunjukkan keutamaan ilmu. Sesungguhnya apa yang ada di langit dan di bumi, bahkan ikan di dalam air pun memohonkan ampunan bagi seorang yang berilmu. Berarti seorang yang berilmu juga mendapatkan doa oleh penduduk langit dan bumi sampai ikan dalam air. Kenapa disebut ikan dalam

59:50 air? Karena ikan tidak kelihatan pun juga turut mendoakannya. Keutamaan orang yang berilmu dibanding dengan dengan ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan. Ingat ya bulan kan sinarnya lebih terang kan dibandingkan dengan bintang-bintang. Bintang-bintang sinarnya untuk diri sendiri. Namun bulan masih bisa dimanfaatkan oleh manusia yang ada di bumi. Sinar bulan tadi. Sesungguhnya para ulama adalah warasatul anbiya. adalah penerus atau pewaris para nabi. Para ulama itu adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi sekali-kali tidak mewariskan dinar ataupun dirham, akan tetapi mereka mewariskan ilmu. Barang siapa yang mengambilnya, ya ini lanjutannya, maka sesungguhnya ia telah mengambil ya

1:00:37 bagian yang besar. Barang siapa yang mengambilnya maka ia sungguh telah mengambil bagian yang besar. Hadis ini riwayat Abu Daud dan Tirmidzi dan juga lainnya. Kalau di buku kami di sini dikatakan ee tahkik untuk hadis ini, komentar untuk hadis ini hasan insyaallah. Nah, dalam hal ini ada banyak hadis dan apa yang kami sebutkan ini sudah memadai. Sedangkan asar dari salaf sangat banyak dan terkenal. Tetapi kami akan memaparkan beberapa kutipan guna mengambil berkah sekaligus memberi petunjuk kepada kutipan lainnya. Jadi sekarang setelah lihat dalil-dalil, kita lihat perkataan para ulama mulai dari para

1:01:32 sahabat. Yang dimaksudkan meraih berkah di sini dari menyebutkan itu adalah ya mendapatkan kebaikan di dalamnya itu dengan dari tulisannya tapi bukan ee dari ilmunya ya. Tapi bukan dari kertas-kertasnya gitu, bukan. Maksudnya yang dimaksudkan oleh Imam Nawawi tentu seperti itu. Ini kata Syekh Ibnu Utsimin. Nah, dari Ali radhiallahu anhu beliau katakan, "Kafa bil ilmi sarofan ayat yuhsinuhu bihi. Cukuplah sebagai kemuliaan

1:02:18 ilmu. Cukuplah sebagai kemuliaan ilmu ketika orang bodoh mengaku-aku memilikinya dan senang ketika disebut sebagai orang yang berilmu. Cukuplah sebagai kemuliaan ilmu ketika orang bodoh mengaku-aku memilikinya. Dan senang ketika disebut sebagai orang berilmu. Masyaallah. Ada orang bodoh disebut orang berilmu. Cukuplah pula sebagai celaan terhadap kebodohan ketika orang bodoh menghindar dan berlepas diri darinya. Ia juga akan marah apabila dikatakan sebagai orang yang bodoh. Nih karakter kita-kita saat ini nih. Enggak mau disebut bodoh padahal kita itu bodoh. Tidak mau disebut kurang ilmu padahal kita itu kurang ilmu.

1:03:04 Ya. Maka cukuplah sebagai kemulan ilmu ketika orang bodoh itu ngaku-ngaku milikinya. Nah, orang bodoh pun mau diakui sebagai orang pintar, sebagai orang berilmu. Tanda ilmu itu mulia. Masyaallah. Ini kata-kata luar biasa ini. Ya, itu sudah menunjukkan keutamaan ilmu. Kalau tidak menunjukkan keutamaan ilmu, tentu orang bodoh tidak akan ngaku seperti itu. Nah, ini perkataan luar biasa dari Ali bin Abi Thalib. Dicatat baik-baik juga. Ada perkataan dari Muad radhiallahu anhu. ilma fna taumahu lillahi khasatun watabahu

1:03:50 ibadatun waudakaratahu tasbihun wal bahsu jihadunimahu liman la yamuhuqatun wahu liahlihibatun Dikatakan oleh Muad, "Pelajarilah ilmu." Karena mempelajarinya sendiri, mempelajarinya lillah karena Allah merupakan suatu bentuk rasa takut. Mencarinya pun ibadah, mempelajarinya pun ibadah, mencarinya pun itu ibadah, mengulang-ulangnya itu tasbih.

1:04:38 Wal bahu dia membahasnya itu adalah jihad. Dia mengajarkan pada orang yang tidak tahu itu adalah seodqah wubahun dan menyebarluaskannya. Wazlahu menyebarkannya liahlihi pada ahli ilmu itu adalah suatu bentuk ya kedekatan kepada Allah. Jadi ketika seorang itu menyebarkan ilmu ah itu suatu bentuk ibadah. Masyaallah di sini ya. Jadi mulai dari ilmu itu dipelajari sampai ilmu dicari sampai ilmu diulang-ulang muzakarah sampai ilmu itu dibahas termasuk jihad tadi ya. Sampai ilmu diajarkan pada orang yang tidak

1:05:24 tahu termasuk sedekah sampai ilmu disebarkan. itu adalah bentuk ibadah. Perkataan Muad juga sangat bagus untuk direnungkan. Kemudian Abu Musa Alulani pernah menuturkan perumpamaan ulama di muka bumi, perumpamaan ulama di muka bumi adalah seperti bintang-bintang di langit. Ulama di muka bumi ini itu seperti bintang-bintang di langit. Bila bintang-bintang itu tampak oleh manusia, maka mereka mendapatkan petunjuk. Karenanya kalau ada bintang ee

1:06:11 para nelayan masih bisa gunakan itu untuk ee petunjuk arah arah mereka itu melaut. Jika ia tidak terlihat oleh mereka maka mereka akan kebingungan. Maka layaknya ulama seperti itu, layaknya bintang-bintang di langit ini. Abu Musa Alkalani. Perkataannya juga pernah saya sebutkan di buku saya, Maha Santri. Kalau belum memilikinya, coba pelajari itu bisa pesan di riwayor ini. Bagus sekali buku ini bisa dipelajari atau dior bisa dipesan. Wahab binih. Wahab bin Munabbih

1:07:01 berkata, mahabatu wasam. Akan lain dari ilmu itu kemuliaan. Walaupun orangnya itu dari orang yang rendah, akan lahir kekuatan walaupun dari orang yang lemah akan lahir kedekatan walaupun dari orangnya yang jauh akan lahir kekayaan walaupun orangnya fakir. Akan lahir kemuliaan kendati orangnya itu hina akan lahir kewibawaan walaupun dari orang yang rendah. Akan lahir keselamatan meskipun orangnya itu bodoh. Awalnya bodoh. Maka akan datang keselamatan. Perkataan bagus juga di situ. Juga kita lihat dari perkataan Fudhail bin Iyad. Fudil bin Iyad itu

1:07:46 mengatakan ya alimun amilun biilmihi yud kabiron fi malakutis samawati. Seorang alim yang mengamalkan ilmu. Jadi dia berilmu dan mengamalkan ilmunya akan dipanggil sebagai seorang yang besar oleh malaikat-malaikat yang berada di langit. Masyaallah akan dipanggil sebagai orang yang besar oleh malaikat-malaikat yang ada di langit. Satu lagi ya, ada yang mengatakan bukankah orang menuntut ilmu itu dimohonkan ampunan oleh segala

1:08:32 sesuatu tadi seperti kita sebut dalam hadis ya. Maka bukankah demikian pula halnya dengan kedudukannya? Masyaallah kedudukannya itu begitu mulia. Kemudian ada seorang yang mengatakan lagi, "Al alalimu kal aini albati nafu daimun." Se yang berilmu itu seperti mata air tawar ya. Coba kalau ada mata air gimana? Manfaatnya itu abadi. Air itu ngalir terus orang manfaatkan. Itu kalau orang berilmu itu seperti itu. Dan seorang itu mengatakan seorang alim itu seperti pelita. Siapa yang melewatinya akan mendapatkan manfaat. Yeah.

Share

Ringkasan Video YouTube