0:21 [musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahilladzi anzalal qurana fi lailatil qadr w'ala lailatul qadriirum min alfar. Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluhu la nabi ba'dah.
1:07 Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala alihi wasohbihi ajmain. Amma ba'du. Yang saya hormati Ibu Kepala Dinas Kabupaten Pasuruan. beserta jajarannya. Yang saya hormati insan pendidik Kabupaten Pasuruan serta pemirsa radio Suara Pasuruan yang berbahagia. Bulan ini adalah bulan Ramadan. Bulan ini adalah bulan yang sangat ditunggu-tunggu, yang sangat dinanti-nantikan. Bulan penuh magfirah, penuh ampunan, penuh barokah.
1:54 Marilah di bulan Ramadan ini kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa taala yang mana di bulan Ramadan ini Allah subhanahu wa taala telah memberikan rahmat hidayah-Nya serta inayahnya kepada kita semua. Mudah-mudahan kita di bulan Ramadan ini bisa menjalankan puasa dengan sempurna. Amin. Amin ya rabbal alamin. Selawat maas salam semoga tetap tercurahkan terlimpahkan kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Mudah-mudahan kita di yaumul kiamah kelak mendapatkan syafaatnya.
2:39 Saat ini adalah bulan Ramadan. Bulan Ramadan saat ini 20 terakhir di bulan Ramadan. Ramadan merupakan fase yang ditunggu-tunggu, fase yang dinanti-nantikan. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam telah bersungguh-sungguh mengencangkan ikat pinggangnya, mengajak semua saudara-saudaranya, keluarganya untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa taala. Kenapa? Karena di bulan Ramadan ini di 20 terakhir di bulan Ramadan merupakan malam yang sangat mulia, malam yang sangat ditunggu-tunggu, yaitu malam lailatul qadar. Malam lailatul qadar adalah malam
3:28 yang sangat baik, yang sangat mulia. sampai-sampai kebaikannya itu dihitung 1000 kali lipat atau yang dikenal dengan 83 tahun nilai amal ibadah kita. Mudah-mudahan kita bisa menyontoh mencontoh apa yang dilak dilakukan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam di malam-malam lailatul qadar, di malam-malam puasa 20 terakhir di bulan Ramadan ini, terutama malam-malam ganjil, mari kita tingkatkan amal ibadah kita kepada Allah Subhanahu wa taala. memohon ampun, memohon maaf pada Allah subhanahu wa taala.
4:17 Untuk menghidupkan malam lailatul qadar, banyak sekali hal yang kita lakukan berdasarkan apa yang dianjurkan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dan para ulama. Berdasarkan hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari yaitu di Sahih Bukhari halaman 2017 yang berbunyi bismillahirrahmanirrahim takaru lailatul qadri fil witri minal asril awakir Ramadan yang artinya carilah malam lailatul qadar carilah malam lailatul qadar di 10 ganjil di bulan Ramadan di akhir bulan Ramadan.
5:05 Nah, dari sini kita bisa melihat, bisa membaca bahwasanya 10 akhir di bulan Ramadan malam-malam ganjil bisa kita hitung yaitu tanggal 21, tanggal 23, 25, 27, 29. Mari kita tingkatkan amal ibadah-ibadah kita di tanggal-tanggal tersebut, terutama malam-malam yang kita anjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa taala. Kita mencontoh perilaku Rasulullah, mensedikitkan tidur kita,
5:50 memperbanyak amal-amal ibadah yang telah dilakukan oleh Rasulullah. pemirsa Radio Suara Pasuruan yang berbahagia. Di antara yang dianjurkan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yang pertama qiyamulail mendirikan salat-salat malam. Salat malam apakah itu? Banyak ibadah-ibadah malam yang kita lakukan. di antaranya yaitu salat tarawih berjamaah, salat witir, salat tahajud. Di mana malam-malam itu yang tadinya awalnya kerjanya capek sekali di siangnya, tidurnya pulas, monggo mari kita bangun
6:38 untuk salat malam. yang kita cari adalah mendapatkan malam-malam lailatul qadar yang pahala yang pahalanya melebihi pahalanya 1000 bulan. Yang kedua yaitu melakukan salat berjamaah malam. Salat berjamaah malam, salat Isya, salat subuh. Ayo kita tingkatkan. Ayo kita tingkatkan, mensegerakan. Kenapa saya mengatakan seperti ini? Karena salat berjamaah subuh dan salat berjamaah malam yang enak-enaknya tidur pulas, kita bangun untuk melakukan salat, itulah orang-orang yang dikatakan orang yang selalu menghidupkan malam-malam Ramadan. Yang ketiga yaitu dengan melakukan
7:26 iktikaf. Iktikaf di masjid boleh di musala. Iktikaf. Iktikaf di sini mempunyai arti adalah berdiam, menang. Artinya tidak berdiam diri untuk tidur, bersenda gurau yang tidak ada manfaatnya. Tidak. Iktikaf di sini kita berdiam di masjid untuk melaksanakan suatu ibadah kepada Allah. Bermuhasabah diri, berkaca pada diri sendiri. Siapa kita? Sudah banyakkah amal yang kita lakukan untuk kebaikan-kebaikan? Mumpong di bulan Ramadan, mumpung di 10 terakhir di bulan Ramadan, mari kita tingkatkan amal ibadah kita di musala atau di masjid dengan melakukan iktikad
8:11 perbuatan-perbuatan yang baik. Bisa berselawat, bisa melakukan doa-doa yang baik, bisa melakukan tadarus-tadarus dan sebagainya. Selanjutnya dengan melakukan amalan yaitu membaca Al-Qur'an. Membaca Al-Qur'an yang biasanya one day, one jus. Kita lakukan lebih dari itu. Selagi kita mampu, selagi kita ada waktu, mari kita tingkatkan cara membaca Al-Qur'an kita. Harapannya adalah mengharapkan rida Allah di kita lakukan dengan penuh keik keikhlasan. Satu alif dilipat gandakan menjadi banyak alif sampai berpuluh-puluh ribu, 70.000 kebaikan. Subhanallah.
8:58 Mari kita lakukan semuanya itu. Mumpung kita masih ada usia, usia tidak pandang bulu. Kita diambil umur yang masih kecil, umur yang masih tua, umur yang masih muda. Kita mumpung masih ada waktu, mari kita manfaatkan usia kita karena waktu tidak bisa kembali lagi ke belakang. Alwaktu kasif, waktu bagaikan pedang. Pedang bisa menghunus kita kalau kalau perbuatan kita tidak dilakukan dengan secara baik. Yang selanjutnya kita banyak membaca doa dan istigfar kepada Allah. Itu yang kita lakukan di bulan Ramadan. Sehingga banyak kebaikan-kebaikan yang bisa kita
9:44 lakukan di bulan Ramadan selain yang saya sebutkan itu. Yang terakhir yaitu bisa kita lakukan dengan niat ikhlas lillahi taala. Kenapa lillahi taala itu kita yang tahu dengan Allah yang tahu. Manusia hanya tahu perbuatan-perbuatan kita. Kalau kita sujud, waduh orang itu kok cek khusyuk. Lah itu lihat dari segi dari segi lahir, dari segi batin. Gak tahu kalau manusia itu seseorang itu punya niat ri ataupun sumah. lah kalau sudah mempunyai niat ri ataupun sumah manusia tidak tahu yang tahu kita dengan Allahir yar sekecil zarah pun perbuatan jelek
10:30 kita tidak diniati dengan ikhlas akan tercatat sebagai kejelekan hanya itu yang bisa saya sampaikan wa akhiron ihdinasiratal mustaqim bismillahirrahmanirrahimamualaikum warahmatullahi wabarakatuh wabakatuh