0:00 Baru-baru ini kita diebohkan oleh berita tentang seorang pradaluki yang mengalami aniaya oleh teman-teman seniornya sendiri. Di sini kita belajar bagaimana tidak pernah ada tempat yang aman selain daripada Tuhan Yesus. Di tempat yang seharusnya menjadi tempat paling aman, engkau berada di antara para TNI. Dan para TNI itu adalah teman-temanmu sendiri dan berada di tengah-tengah senior yang seharusnya adalah orang-orang yang melindungi. Para TNI dilatih untuk melindungi negaranya, melindungi orang lain, melindungi teman-teman sesama TNI, dan melindungi institusinya. Tetapi justru di tempat yang seharusnya menjadi tempat paling aman. Apalagi Prada Luki tidak hanya
0:45 berada di barat militer, dia juga berada bersama dengan teman-temannya sesama TNI. Tetapi justru di situlah dia dianiaya dengan begitu sadis sampai dia meninggal dunia. Yang begitu miris adalah untuk masuk menjadi seorang TNI bukan hal yang mudah. Dan yang begitu menakutkan adalah mereka bukan diserang orang luar tetapi orang dalam. Oleh karena ada senioritas, ada kepangkatan di TNI akan sangat membahayakan nyawa apabila senioritas ini tidak diajar bagaimana saling melindungi, saling mengasihi, saling menopang, maka semua orang bisa menjadi seorang pembunuh. Mereka akan sangat mudah untuk membunuh
1:31 karena seorang junior seseorang dengan pangkat yang lebih rendah, dia tidak bisa melawan pemimpinnya. Dan teman-teman seleting dengan dia, yang sepangkat dengan dia, bahkan untuk melindungi juga tidak bisa karena mereka harus tunduk kepada seniornya. Justru inilah yang mengerikan. Karena sekalipun kamu minta tolong, tidak ada yang menolong kamu. Hanya karena mereka pangkatnya lebih rendah dari seorang senior yang menganiaya temannya. Akan lebih mudah kalau seseorang dipukuli orang lain di luar barak TNI karena dia bisa minta tolong dan orang-orang di luar dan di luar tidak ada kepangkatan. Sehingga semua orang di sekitarmu kalau mereka mampu untuk menolong, mereka
2:18 pasti akan menolongmu. Kecuali orang-orang yang menganiaya kamu mungkin mereka bersenjata sehingga sekalipun mereka ingin menolongkan mereka tetap harus waspada pada waktu mereka ingin menolongmu. Saya hanya ingin menunjukkan bahwa tempat yang paling aman pun ternyata justru menjadi tempat yang paling berbahaya selama tidak ada kasih di situ. Padahal di TNI diajarkan bagaimana mereka harus memiliki jiwa korsa. Mereka semua yang dianiaya di barak militer semuanya berpangkat prada, yaitu pangkat yang paling rendah di TNI. Yang saya itu sedih mereka semuanya itu masih muda dan kebanyakan mereka baru saja masuk di TNI. Salah satunya Prada
3:04 Luki karena dia baru saja diterima di TNI. Selain prada Luki, ada prada Yansen, ada prada Khairul, ada prada MZR, dan ada prada Yansen. Seperti apa sih jiwa korsa? Mereka diajar kesetiaan dan kebersamaan sehingga para prajurit diajar untuk saling mendukung dalam suka dan duka dan tidak meninggalkan regan tugas apalagi di medan perang. Tetapi senioritas membuat sesama teman bisa meninggalkan temannya hanya karena perintah dari atasan. Bahkan rekan sekerja sesama TNI mereka tidak bisa menolong selama yang menyiksa dan memerintahkan sebuah kejahatan dan
3:50 pembunuhan adalah seorang atasan. Kalau yang menyerang tamanmu adalah seorang musuh, maka mereka melindungimu. Tetapi kalau seorang komandan, mereka tidak bisa melindungimu. Itu sebabnya justru tempat yang tidak aman adalah di barak militer atau di dalam satuan militer itu sendiri. Di tempat yang seharusnya adalah tempat untuk kamu bisa berlindung. Padahal seorang pemimpin tugasnya adalah selain memimpin dia memberi teladan dan mereka harus bisa melindungi bawahannya. Yang kedua, jiwa korsa. Mereka diajar memiliki rasa satu tubuh atau disebut corp spirit, yaitu apa yang terjadi pada anggota dirasakan semua orang. Contohnya saling membantu
4:37 di dalam tugas dan menjaga nama baik satuan. Tetapi ada seseorang ibu yang kesaksian. Setiap kali dia datang ke barat militer, dia selalu melihat Prada Luki mencuci piring yang begitu banyak sendirian dan para teman-temannya TNI yang lain hanya melempar piring begitu saja. Dan yang selalu mengerjakan adalah Prada Luki. Tidak ada saling membantu, tidak ada bahu-membahu. Dan pada waktu beberapa orang tahu bagaimana Prada Luki dan Prada Richard dianiaya, tidak seorang pun yang membantu. Mereka semua diam karena mereka tahu yang menyuruh untuk menganiaya adalah atasan. Pertarungan yang tidak seimbang dan sangat mengerikan adalah pertarungan
5:23 antara bawahan dan seorang komandan. Karena seorang bawahan tidak boleh melawan komandan. Dia harus tetap tunduk dan diam. Sehingga sekalipun dia bisa melawan, dia tidak akan melakukan demi sumpahnya sebagai seorang prajurit. Kalau kita melihat Prada Luki tadinya, dia tadinya bekerja di minimarket. Ternyata di minimarket jauh lebih aman daripada di barak militer. Padahal seorang TNI di sanalah dia diajar untuk melindungi orang lain, melindungi temannya, melindungi satwanya, dan melindungi negaranya. Mereka itu sudah diajar menjadi seorang pahlawan yang berani berkorban untuk menyelamatkan orang lain, tetapi justru di situ banyak orang tidak selamat. Yang ketiga, jiwa
6:10 kursa adalah mereka diajar ketaatan kepada aturan dan taat kepada pimpinan. Nah, ini memang benar harus ada ketaatan kepada pimpinan. Tetapi ini juga bisa menjadi bumerang kalau pimpinannya adalah seorang yang kejam. Jiwa Korsa di sini mengajar mereka untuk tidak boleh membuat prajurit menutupi kesalahan rekannya, tetapi justru mendorong untuk memperbaiki dan menjaga kehormatan CTS. Tetapi pada kenyataannya akhirnya setiap orang menutupi kejahatan pimpinan mereka, senior mereka demi menjaga kehormatan Korps. Sehingga pada waktu
6:55 terjadi pelanggaran hukum yang dilakukan senior, semua berusaha untuk diam, semua berusaha menutupi untuk menjaga kehormatan korps. Sebenarnya kalau institusi TNI terbuka, semua yang salah dibuka, diadili dengan adil, maka kehormatan institusi TNI justru akan terjaga karena orang akan melihat yang salah adalah beberapa oknum saja. Tetapi kalau institusi TNI melindungi orang bersalah hanya untuk melindungi kehormatan korps mereka, maka orang akan melihat bahwa yang jahat adalah institusi TNI, bukan oknum. Tetapi kalau
7:42 institusi TNI terbuka dan mengadili dengan hakim, orang tidak akan pernah menyalahkan institusi TNI. yang mereka salahkan adalah oknum-oknum yang bersalah. Yang keempat, jiwa korsa melatih TNI menjaga kehormatan institusi lebih tinggi dari kepentingan pribadi. Hmm, ada bagus, tetapi sangat berbahaya. Kalau mereka melindungi rahasia negara, melindungi kehormatan negara, bagus. Tetapi menjaga kehormatan institusi lebih tinggi daripada kepentingan pribadi. Hal ini bagus selama diimbangi bahwa mereka bisa menuntut pimpinan yang
8:27 melanggar hukum. Karena kalau tidak, maka akan ada banyak pimpinan yang melanggar hukum, menganiaya anak buah demi egonya, demi kesenangan dia untuk berbuat kekejaman. Dan tidak ada seorang pun yang berani buka mulut hanya demi melindungi institusinya. Dan akibatnya di TNI karena mereka harus menjaga kehormatan korps, menjaga kehormatan institusi TNI, mereka harus merahasiakan semuanya. Bahkan pada waktu nyawanya terancam, mereka tidak akan membukanya. Sama dengan pada waktu dulu Brigadir Joshua. Brigadir Joshua adalah seorang polisi. Sekalipun dia tahu dia bakal mati, jiwanya terancam. Tetapi dia tidak
9:13 berani menceritakan kepada siapapun. Karena menjaga kehormatan institusi jauh lebih tinggi daripada menjaga nyawa sendiri. Seharusnya melindungi institusi TNI memang sangat tinggi, tetapi melindungi nyawa harus jauh lebih tinggi. Karena institusi hanya sebuah benda, tetapi manusia adalah nyawa. Jiwa korsa harus dimulai juga dengan mengajar para senior untuk melindungi anak buahnya. Anak buahnya bukan musuh. Dan para senior atau pimpinan harus diajar bagaimana mereka berani berkorban untuk bawahannya. Seorang bawahan memang harus dituntut untuk tunduk total, tetapi seorang pimpinan harus dituntut untuk
9:59 bisa melindungi bawahannya. Sehingga tidak ada lagi korban-korban yang lain yang mati sia-sia. Contohnya Prada Luki. Karena lebih mudah bagi mereka untuk melawan penjajah karena mereka bisa melawan daripada berhadapan dengan senior karena mereka tidak diizinkan untuk melawan. Bagaimana menurut kalian? Tulis di chat.