[Live Session] MD1-#01 - Pengantar Perkuliahan Manhaj Dakwah

[Live Session] MD1-#01 - Pengantar Perkuliahan Manhaj Dakwah

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang manhaj dakwah dalam Islam, meliputi definisi, pentingnya, hukum, keutamaan, rukun, dan tujuan dakwah. Selain itu, juga dibahas mengenai perbedaan antara dakwah dengan amar ma'ruf nahi munkar, serta bagaimana seorang da'i (pendakwah) seharusnya memiliki ilmu yang mendalam dan wawasan yang luas.

  • Manhaj dakwah adalah jalan yang jelas dalam mempelajari metode dakwah sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW.
  • Dakwah hukumnya wajib, bisa fardhu kifayah atau fardhu ain tergantung kondisi.
  • Tujuan dakwah adalah menyampaikan kebenaran dan menegakkan hujjah, bukan sekadar mencari pengikut.

Pembukaan

Ustadz Isnain Laharisi membuka perkuliahan manhaj dakwah dengan bersyukur kepada Allah dan menyampaikan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Beliau menjelaskan bahwa sesi ini bertujuan untuk mengulang (murajaah) pelajaran tentang manhaj dakwah. Manhaj dakwah adalah pelajaran yang berkaitan dengan ilmu dakwah. Kata "manhaj" sendiri berarti jalan yang jelas (ath-thariqul waadih).

Definisi Manhaj Dakwah

Manhaj dakwah adalah mempelajari metode dan tata cara berdakwah kepada Allah. Dalam berdakwah, terdapat tata cara dan rambu-rambu yang harus diperhatikan. Hal ini menjadi penting karena munculnya kelompok-kelompok yang menyimpang dari ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah yang memiliki metode dakwah yang berbeda dengan Nabi Muhammad SAW. Pembahasan tentang manhaj dakwah muncul setelah munculnya firqah-firqah yang berdakwah dengan metode yang menyelisihi manhaj Nabi.

Hukum Dakwah

Berdakwah hukumnya wajib secara umum. Secara lebih rinci (tafshil), ada yang wajib kifayah (jika sudah ada yang berdakwah, gugur kewajiban yang lain) dan ada yang wajib 'ain (fardhu ain) dalam kondisi tertentu. Contoh wajib 'ain adalah ketika seseorang berada di suatu tempat yang tidak ada orang lain yang memahami Islam kecuali dirinya, atau kewajiban orang tua mendakwahi anaknya. Hukum dakwah tergantung situasi dan kondisi.

Keutamaan Dakwah

Dakwah merupakan tingkatan yang mengecualikan manusia dari kerugian, sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Asr. Tahapannya adalah berilmu, beramal, kemudian berdakwah. Tidak bisa seseorang langsung berdakwah tanpa ilmu. Contohnya, Jamaah Tabligh yang langsung berdakwah tanpa ilmu, sehingga banyak dari mereka yang tidak memperhatikan masalah tauhid dan aqidah.

Manhaj Dakwah yang Benar

Manhaj dakwah yang benar adalah yang menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai rujukan utama. Rujukan dalam Islam ada yang disepakati (muttafaq alaih) yaitu Al-Qur'an, Sunnah, Ijma' (kesepakatan sahabat), dan Qiyas. Dalam memahami Al-Qur'an dan Sunnah, harus dengan pemahaman para sahabat.

Perbedaan Dakwah, Amar Ma'ruf Nahi Munkar, dan Umat Nabi

Dakwah adalah mengajak manusia secara umum untuk masuk Islam atau mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW, sifatnya umum baik pada muslim atau non-muslim. Umat Nabi ada dua macam: Ummatud Dakwah (umat yang ditujukan dakwah untuk masuk Islam) dan Ummatul Ijabah (umat yang menerima ajakan Nabi, yaitu kaum muslimin). Risalah Nabi Muhammad SAW bersifat universal, berbeda dengan nabi sebelumnya yang diutus khusus untuk kaumnya.

Tujuan Dakwah

Tujuan dakwah adalah menegakkan hujjah (bukti) kepada manusia, menerangkan kebenaran, bukan mencari pengikut sebanyak-banyaknya. Hidayah (petunjuk) ada dua jenis: Hidayatut Taufik (murni milik Allah) dan Hidayatul Irsyad (tugas manusia, menjelaskan kebenaran).

Rukun Dakwah dan Sifat Da'i

Dakwah memiliki empat rukun: Da'i (subjek dakwah), Mad'u (objek dakwah), Maudu' Dakwah (topik dakwah), dan Wasilah Dakwah (metode dakwah). Seorang da'i harus memiliki sifat-sifat seperti ikhlas, ilmu, ittiba' (mengikuti Nabi), dan wawasan yang luas (tsaqafah). Wawasan da'i ada dua: Tsaqafah Syar'iyah (ilmu-ilmu syar'i) dan Tsaqafah 'Ammah (pengetahuan umum).

Taqofatul Ammah dan Contohnya

Tsaqafatul 'Ammah meliputi pemahaman tentang budaya suatu kaum, karakteristik, 'urf (kebiasaan), dan kearifan lokal. Seorang da'i juga harus memahami perkataan atau pendapat kelompok yang menyelisihi agar bisa membantah mereka. Nabi Muhammad SAW ketika mengutus Muadz bin Jabal ke Yaman, mengingatkan bahwa ia akan menghadapi Ahlul Kitab yang memiliki karakteristik berbeda dengan orang musyrik biasa.

Sesi Tanya Jawab

Sesi tanya jawab membahas berbagai pertanyaan terkait dakwah, termasuk alasan amar ma'ruf nahi munkar tidak termasuk rukun Islam, batasan dakwah bagi wanita, pentingnya tadarruj (bertahap) dalam belajar, dan cara memperoleh wawasan tentang pendapat yang menyelisihi tanpa terkena syubhat.

Nasihat Penutup

Ustadz Isnain memberikan nasihat untuk selalu menyibukkan waktu dengan belajar karena ilmu sangat luas. Ilmu bermanfaat bagi diri sendiri, kerabat, dan sebagai petunjuk ketika terjadi fitnah. Waktu sangat berharga dan sebaiknya dimanfaatkan untuk belajar sebagai bentuk ibadah kepada Allah.

Share

Summarize Anything ! Download Summ App

Download on the Apple Store
Get it on Google Play
© 2024 Summ