[Live Session] MD1-#01 - Pengantar Perkuliahan Manhaj Dakwah

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang manhaj dakwah dalam Islam, meliputi definisi, pentingnya, hukum, keutamaan, rukun, dan tujuan dakwah. Selain itu, juga dibahas mengenai perbedaan antara dakwah dengan amar ma'ruf nahi munkar, serta bagaimana seorang da'i (pendakwah) seharusnya memiliki ilmu yang mendalam dan wawasan yang luas.

  • Manhaj dakwah adalah jalan yang jelas dalam mempelajari metode dakwah sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW.
  • Dakwah hukumnya wajib, bisa fardhu kifayah atau fardhu ain tergantung kondisi.
  • Tujuan dakwah adalah menyampaikan kebenaran dan menegakkan hujjah, bukan sekadar mencari pengikut.

Pembukaan

Ustadz Isnain Laharisi membuka perkuliahan manhaj dakwah dengan bersyukur kepada Allah dan menyampaikan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Beliau menjelaskan bahwa sesi ini bertujuan untuk mengulang (murajaah) pelajaran tentang manhaj dakwah. Manhaj dakwah adalah pelajaran yang berkaitan dengan ilmu dakwah. Kata "manhaj" sendiri berarti jalan yang jelas (ath-thariqul waadih).

Definisi Manhaj Dakwah

Manhaj dakwah adalah mempelajari metode dan tata cara berdakwah kepada Allah. Dalam berdakwah, terdapat tata cara dan rambu-rambu yang harus diperhatikan. Hal ini menjadi penting karena munculnya kelompok-kelompok yang menyimpang dari ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah yang memiliki metode dakwah yang berbeda dengan Nabi Muhammad SAW. Pembahasan tentang manhaj dakwah muncul setelah munculnya firqah-firqah yang berdakwah dengan metode yang menyelisihi manhaj Nabi.

Hukum Dakwah

Berdakwah hukumnya wajib secara umum. Secara lebih rinci (tafshil), ada yang wajib kifayah (jika sudah ada yang berdakwah, gugur kewajiban yang lain) dan ada yang wajib 'ain (fardhu ain) dalam kondisi tertentu. Contoh wajib 'ain adalah ketika seseorang berada di suatu tempat yang tidak ada orang lain yang memahami Islam kecuali dirinya, atau kewajiban orang tua mendakwahi anaknya. Hukum dakwah tergantung situasi dan kondisi.

Keutamaan Dakwah

Dakwah merupakan tingkatan yang mengecualikan manusia dari kerugian, sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Asr. Tahapannya adalah berilmu, beramal, kemudian berdakwah. Tidak bisa seseorang langsung berdakwah tanpa ilmu. Contohnya, Jamaah Tabligh yang langsung berdakwah tanpa ilmu, sehingga banyak dari mereka yang tidak memperhatikan masalah tauhid dan aqidah.

Manhaj Dakwah yang Benar

Manhaj dakwah yang benar adalah yang menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai rujukan utama. Rujukan dalam Islam ada yang disepakati (muttafaq alaih) yaitu Al-Qur'an, Sunnah, Ijma' (kesepakatan sahabat), dan Qiyas. Dalam memahami Al-Qur'an dan Sunnah, harus dengan pemahaman para sahabat.

Perbedaan Dakwah, Amar Ma'ruf Nahi Munkar, dan Umat Nabi

Dakwah adalah mengajak manusia secara umum untuk masuk Islam atau mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW, sifatnya umum baik pada muslim atau non-muslim. Umat Nabi ada dua macam: Ummatud Dakwah (umat yang ditujukan dakwah untuk masuk Islam) dan Ummatul Ijabah (umat yang menerima ajakan Nabi, yaitu kaum muslimin). Risalah Nabi Muhammad SAW bersifat universal, berbeda dengan nabi sebelumnya yang diutus khusus untuk kaumnya.

Tujuan Dakwah

Tujuan dakwah adalah menegakkan hujjah (bukti) kepada manusia, menerangkan kebenaran, bukan mencari pengikut sebanyak-banyaknya. Hidayah (petunjuk) ada dua jenis: Hidayatut Taufik (murni milik Allah) dan Hidayatul Irsyad (tugas manusia, menjelaskan kebenaran).

Rukun Dakwah dan Sifat Da'i

Dakwah memiliki empat rukun: Da'i (subjek dakwah), Mad'u (objek dakwah), Maudu' Dakwah (topik dakwah), dan Wasilah Dakwah (metode dakwah). Seorang da'i harus memiliki sifat-sifat seperti ikhlas, ilmu, ittiba' (mengikuti Nabi), dan wawasan yang luas (tsaqafah). Wawasan da'i ada dua: Tsaqafah Syar'iyah (ilmu-ilmu syar'i) dan Tsaqafah 'Ammah (pengetahuan umum).

Taqofatul Ammah dan Contohnya

Tsaqafatul 'Ammah meliputi pemahaman tentang budaya suatu kaum, karakteristik, 'urf (kebiasaan), dan kearifan lokal. Seorang da'i juga harus memahami perkataan atau pendapat kelompok yang menyelisihi agar bisa membantah mereka. Nabi Muhammad SAW ketika mengutus Muadz bin Jabal ke Yaman, mengingatkan bahwa ia akan menghadapi Ahlul Kitab yang memiliki karakteristik berbeda dengan orang musyrik biasa.

Sesi Tanya Jawab

Sesi tanya jawab membahas berbagai pertanyaan terkait dakwah, termasuk alasan amar ma'ruf nahi munkar tidak termasuk rukun Islam, batasan dakwah bagi wanita, pentingnya tadarruj (bertahap) dalam belajar, dan cara memperoleh wawasan tentang pendapat yang menyelisihi tanpa terkena syubhat.

Nasihat Penutup

Ustadz Isnain memberikan nasihat untuk selalu menyibukkan waktu dengan belajar karena ilmu sangat luas. Ilmu bermanfaat bagi diri sendiri, kerabat, dan sebagai petunjuk ketika terjadi fitnah. Waktu sangat berharga dan sebaiknya dimanfaatkan untuk belajar sebagai bentuk ibadah kepada Allah.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 irrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah wasalatu wasalam ala rasulillah waa alihi wa ashabihi waamanwalah. Para ikhwan dan akhwat mahasantri HSI Akademi hafizakumullah. Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa taala yang senantiasa melimpahkan banyak kebaikan, banyak limpahan nikmat dan rahmat yang selalu dicurahkannya kepada kita termasuk kemudahan untuk bisa bersama dalam liqok maftuh perdana kita pada perkuliahan manhaj dakwah yang insyaallah bersama guru kita alfadil Ustaz Dr. Isnain

0:45 Laharisi MA. Hafidahullahu taala. Selawat serta salam tak lupa kita curahkan kepada nabi kita yang mulia, Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi wasallam beserta keluarga, para sahabat dan juga segenap umat beliau yang istikamah mengikuti sunahnya hingga hari kiamat. Sebelum kita mulai, marilah kita semua agar dapat meluruskan niat dan hati kita hanya berharap wajah Allah Subhanahu wa taala. Alhamdulillah sudah bersama kita pemateri kita malam hari ini guru kita alfadil Ustaz Dr. Isnain Laharisi, MA. Hafidahullahu taala. Untuk itu marilah kita sapa beliau. Asalamualaikum Ustaz. Apa kabar Ustaz? Waalaikumsalam warahmatullah.

1:31 Alhamdulillah bikhair. Alhamdulillah. Nam Ustaz. Baiklah, langsung saja kita dengarkan dan perhatikan secara seksama pemaparan dari guru kita kepada Ustaz Tafadol Maskuro. Baik. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi rabbil alamin wasalatu wasalamu ala asrofilya wa imamil mursalin nabina Muhammad wa ala alihi wasohbihi ajmain. Allahumma alimna ma yanfauna wanfafna bima alamtana wazidna ilma. Tiib maha santri HSI Akademi yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Alhamdulillah kita kembali bersyukur pada Allah subhanahu wa taala atas segala nikmat yang Allah berikan kepada

2:16 kita. di antaranya kita bisa mengikuti acara ini yang mana ini merupakan ee sesi pertama dari sesi manhaj adakwah atau mata pelajaran manhaj adakwah TB. Jadi pada sesi kali ini ya kita akan sama-sama murajaah apa yang telah ee antum pelajari dari pelajaran manhaj adakwah ini ya. Tib. Jadi manhaj adakwah ini merupakan ee apa? pelajaran tentang yang berkaitan

3:05 dengan ilmu dakwah. Ilmu addakwah kata manhaj sendiri itu dalam bahasa Arab artinya atriqul wadih, jalan yang jelas. Sebagaimana Allah Subhanahu wa taala berfirman, likulin ja'alna minkum syiratan wainhaja. Dan setiap umat itu kami jadikan jalannya jalan yang jelas, yang gamblang. Jadi arti daripada almanhaj ini artinya at-harq alwadih. At thariq alwadih itu jalan yang lurus, yang jelas, yang gamblang. Adapun kata addwah

3:52 itu secara bahasa diambil dari kata daa yad'u yang memiliki beberapa makna dalam bahasa Arab. Di antaranya al-H yaitu mengajak atau memotivasi. Kemudian annida ya annida ini juga dikatakan dakwah yaitu memanggil. Ya, di antaranya dinamakan azan itu sebagai annida, yaitu dakwah dakwatun nas ila asalah. Mengajak manusia untuk salat. Ya, itu di antara beberapa di antara makna addwah. Adapun

4:38 jika digabungkan kata manhaj adakwah, yang dimaksud dengan manhaj dakwah adalah mempelajari apa metode tentang tata cara adakwah ilallah azza waalla. Karena dalam berdakwah itu ada tata caranya, ada rambu-rambunya yang harus diperhatikan dan itu dipelajari dalam pelajaran manhaj adakwah. Terlebih dengan munculnya alfiraq almukhalifah lia ahlisunah, sekte-sekta yang menyimpang atau menyelisihi ahlusunah wal jamaah. di mana masing-masing daripada sekta

5:23 tersebut memiliki metode tertentu, manhaj tertentu yang mana itu menyelisihi manhaj Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam berdakwah. Nah, maka di sinilah pentingnya kita untuk mempelajari bagaimana manhaj Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam berdakwah tayib. Kemudian terkait ee manhaj dakwah ini kalau kita melihat sejarah ya itu secara spesifik tidak ada dahulu ya em

6:09 apa pembahasan khusus tentang manhaj dakwah ini. Pembahasan tentang manhaj dakwah itu muncul setelah munculnya tadi firqah-firqah yang berdakwah dengan menggunakan metode masing-masing yang mana itu menyelisihi manhaj Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan kalau kita lihat sejarah ya, sejarah taklif alkutub wal wal ulum, munculnya ilmu seperti ilmu akidah, ilmu addakwah di antaranya ilmu fikh, ya terkhusus dalam masalah ilmu akidah ya atau ilmu dakwah itu muncul setelah tadi setelah

6:54 ee firqah-firkah itu bermunculan dan mereka memiliki metode-metode metode yang mana itu menyelisihi manhaj Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam berdakwah. Maka di situlah para ulama menulis ya dan mentaklif dalam pembahasan dakwah ini ya. Hal itu bertujuan untuk menjelaskan manhaj yang benar dalam berdakwah. Tib. Kemudian kalau kita lihat ya manhaj atau dakwah ini tentu apa dilakukan sesuai dengan apa yang telah

7:41 dilakukan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Sebelumnya kita perlu tahu bahwasanya berdakwah itu hukumnya wajib. Secara umum hukumnya wajib. Adapun secara tafsil maka ada yang sifatnya wajib kifai, ada yang sifatnya wajib aini. Yang bersifat wajib kifai maksudnya apabila sudah ada yang berdakwah maka gugur kewajiban yang lain yang mana ini merupakan sifat wujub kifai. Dan di antara hukum dakwah adalah sifatnya wujub aini. Itu fardu ain.

8:28 Dan ini memiliki keadaan tertentu. Dalam keadaan tertentu dia hukumnya wajib aini. Misalkan seorang yang ee berada di suatu tempat yang mana di tempat tersebut tidak ada orang yang memahami Islam atau memahami hukum kecuali dia. Nah, maka dalam situasi ini hukum dakwah baginya adalah wajib. Sebagaimana berdakwah juga wajib bagi seorang orang tua, seorang ayah kepada anaknya. Dia wajib mendakwahi anaknya, seorang ibu kepada anaknya. Ini hukumnya wajib

9:14 seorang guru pada muridnya. Ya. Adapun secara umum maka hukum daripada dakwah itu adalah fardu kifai. Maksudnya apabila sudah ada yang berdakwah maka itu sudah cukup sehingga yang lainnya tidak ee mengapa apabila tidak berdakwah. Jadi kalau kita melihat hukum dakwah itu tergantung daripada situasi dan kondisi. Di antara situasi tersebut ada yang hukumnya wajib dan secara umum hukumnya fardu kifayah. Tib. Dan berdakwah ini ya ini merupakan tingkatan ya

10:03 dikecualikan oleh Allah Subhanahu wa taala dari kerugian. Dalam surat Al-Asr Allah Subhanahu wa taala katakan, "Wal asri innal insana lafi khusrin illalladina amanu wailus shihat watw bilhaq watw br. Demi masa sesungguhnya manusia dalam kerugian semua manusia tanpa terkecuali kecuali orang-orang yang dikecualikan dalam ayat ini. Di antaranya adalah illalladzina amanu yaitu orang-orang yang beriman. Dan iman ini apa? Harus ada ilmunya. Tidak bisa seorang beriman dengan benar kecuali dengan ilmu yang benar. Illadzina amanu waamilus shihat.

10:48 Kemudian setelah memiliki ilmu yang benar maka tahapan berikutnya adalah alamaladzina amanu wailus shihat. Yaitu beramal dengan ilmu tersebut. Kemudian tahapan setelahnya wat tawu bil haqqi wat tawasau bisr. Setelah dia berilmu, beramal, kemudian kewajiban setelahnya adalah attawasu bil haqqi wat tawas br. Yaitu berdakwah kepada Allah subhanahu wa taala. mendakwahkan apa yang dia telah pelajari, apa yang dia amalkan, dia dakwahkan kepada orang lain. Dan dakwah ini tidak harus apa ee

11:33 bukan hanya terkhusus pada menyampaikan di masjid atau di podium. Dakwah itu sifatnya umum ya. seorang ketika me apa menasehati ya kemudian seorang orang tua yang membimbing anaknya itu juga termasuk dakwah ngajak kemudian orang apa ee ee mendapatkan hidayah dari tulisan tersebut. Ini termasuk berdakwah.

12:19 Apalagi di zaman sekarang yang mana pintu dakwah itu sangat terbuka lebar. Tayib. Jadi dakwah itu merupakan kewajiban setelah tadi tahapannya pertama berilmu, kemudian beramal kemudian berdakwah. Tidak bisa seorang langsung berdakwah tanpa ada ilmu sebelumnya. Ya, karena dakwah itu butuh juga yang namanya ilmu. Ya, makanya orang-orang yang menyelisihi manhaj ini ya seperti misalkan jamaatut tabligh ya, mereka langsung ke tahapan dakwah tanpa melalui

13:05 tahapan ilmu dulu. Akhirnya apa yang terjadi? yang terjadi adalah justru ee apa yang ada kaum muslimin berada dalam kejahilan di atas dakwah mereka. Mereka tidak tahu apa itu tauhid ya. Bagaimana beribadah kepada Allah dengan benar. Makanya kita dapati di apa jemaah-jamaah seperti jamaah tabligh dan yang lainnya yang menyisihi dakwah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kebanyakan dari mereka tidak memperhatikan masalah at-tauhid, masalah al-Aqidah. Maka terjadi tersebar kesyirikan tanpa

13:50 mereka hiraukan. Ya. Padahal masalah tauhid ini merupakan prioritas dalam berdakwah. Ya, ini ee salah satu contoh bagaimana kita dalam berdakwah harus mengikuti manhaj yang telah diajarkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Karena dakwah itu ada tata caranya, ada tahapan-tahapannya, ada rambu-rambunya yang harus kita perhatikan ya. Tidak bisa kita langsung berdakwah begitu saja ya. situ ada aturannya ya. Tayib.

14:38 Kemudian ee bagaimana kita mengetahui tentang kebenaran suatu manhaj dalam berdakwah. Ya tentu manhaj yang benar dalam berdakwah adalah manhaj yang menjadikan Al-Qur'an dan sunah sebagai rujukannya, sebagai patokannya. Dan ee rujukan dalam Islam secara umum itu ada yang sifatnya muttafaq alaiha, ada yang sifatnya mukhtalaf fiha. yang muttafaq alaiha yaitu ada tiga atau empat ya. Yang pertama Al-Qur'an, kemudian Asunah,

15:25 kemudian Al-Qias, kemudian al-ijma. Aljma dulu baru al-qias ya. Al-Qur'an, Asunah, al-ijma, al-qias. Al-qias ini ada khilaf. Ada yang mengatakan mukhtalafah, ada yang mengatakan muttafaq fiahah. Lakin jumhur ulama mengatakan bahwasanya iias termasuk al-adillah almuttafaq alaiha yang disepakati. Ya. Jadi ini barometer kebenaran itu selalu diukur dari empat hal ini. Empat dalil yang disepakati ini. Yang pertama Al-Qur'an, kemudian Asunah, kemudian al-ijma. Dan al ijma di sini yang dimaksud adalah ijmaus sahabah, ijma para sahabat ya.

16:11 Karena para sahabat adalah orang yang ee apa memahami isi daripada Al-Qur'an dan sunah. Mereka pahami persis apa yang dimaksud dengan apa ee ayat-ayat dalam Al-Qur'an dan juga dalam hadis. Karena mereka langsung menyaksikan ya ayat-ayat tersebut turun. Kemudian mereka menyaksikan ya kejadian-kejadian dan mereka hidup dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya. Jadi dalam memahami Al-Qur'an dan sunah kita harus memahaminya dengan pemahaman para sahabat dan ijma mereka merupakan hujah. Kemudian ijma setelah mereka ya ulama-ulama yang ee menelit apa

16:59 mengikuti jejak mereka itu juga hujah ya. Tapi secara al-asl, secara default yang dimaksud dengan ijma adalah ijmaus sahabah. Nam ijma adalah ijma asahabah. Kemudian setelahnya adalah al-qias. Iya. Jadi empat dalil ini merupakan dalil yang disepakati. Kemudian dalil yang diperselisihkan ya di antaranya adalah ee ulus sahabi, perkataan para sahabat. Kemudian al-urf, kemudian masalihul mursalah. E kemudian al-isthab. Ini merupakan al-adillah almukhtalaf fiha.

17:46 Namadila almukhtalaf fiha. Tib. Jadi yang menjadi inti semuanya adalah tadi Al-Qur'an dan sunah. Semua dalil-dalil yang setelahnya ijma ataupun qias ataupun aladillah mukhtalafi seperti sahabi, alistisab, masaliihul mursalah itu semuanya pada hakikatnya meruju kepada Alkitab dan sunah. Ya, jadi yang menjadi patokan pada pada asalnya adalah alkitab wasunah. Oleh karena itu, Nabi wasallam katakan, "Taraktu fikum amraini maain tamakum bihimau abadan kitabullah sunnati." Telah kutinggalkan kepada kalian dua hal, dua perkara yang mana

18:34 apabila kalian berpegang teguh dengan keduanya niscaya kalian tidak akan pernah tersesat selamanya, yaitu kitabullah wasunnati. Ini yang merupakan barometer kebenaran al-Haq. Adapun yang setelahnya itu semua merujuk kepada ini Alkitab dan juga Asunah ya. Oleh karena itu seperti misalkan ijma ijma ya apabila ijma tersebut menyelisihi kitab wasunah maka ijma tersebut tidak dianggap. Nah ijma yang dianggap adalah ijma yang apa? Sesuai dengan Al-Qur'an dan sunah. Begitu juga iias ya. Makanya di sana ada ada namanya iiasul fasid. Kias yang tidak dianggap, yang rusak. Kenapa? Karena dia

19:19 menyelisihi Alkitabus sunah. Ada qiasus sahih, ada iias al-fasid. Ya, jadi semua dalil-dalil setelah Al-Qur'an dan sunah itu semuanya merujuk kepada dua asal ini. Jadi, kita mengetahui suatu manhaj itu manhaj yang benar apabila dia merujuk kepada menjadikan Al-Qur'an dan sunah sebagai apa? ee rujukannya dan juga menjadikan ee apa para sahabat sebagai contoh apa mereka menjadikan Nabi sallallahu alaihi wasallam dan juga para sahabat sebagai contoh mereka dalam berdakwah. Tib. [berdehem] Kemudian

20:05 terkait keutamaan berdakwah ini juga sangat banyak sekali nas-nas yang menjelaskan tentang keutamaan seorang dalam berdakwah. Di antaranya Allah Subhanahu wa taala mensifati umat ini sebagai sebaik-baiknya umat. Allah subhanahu wa taala berfirman, "Kuntumir ummatin ukhrijat linas tamuna bil maruf watanhaun munkarun billah kuntum khair ummah." Di sini Allah katakan, "Kuntum khair ummah." Kalian adalah sebaik-baik umat. Ini merupakan tazkiah dari Allah Subhanahu wa taala. Dan kata kuntum itu dengan fi'il madhi yang artinya suatu

20:52 hal yang pasti yang sudah terjadi, bukan hal yang akan terjadi bukan. Tapi sudah sudah terjadi yang sudah pasti. Kuntum khair ummatin. Kalian adalah sebaik-baik umat. Kenapa disifati demikian? Sebutkan setelahnya. Tamuruna bil ma'ruf watanhaunail munkar. Karena kalian beramar makruf dan nahi mungkar. Amar ma'ruf nahi mungkar ini merupakan bagian daripada addakwah tamuruna bil marruf munkar watuna billah dan kalian beriman kepada Allah. Ya. Jadi umat ini disifati dengan sebaik-baik umat karena tadi kewajiban atau ee yang apa yang ditegakkan umat

21:40 ini adalah mereka berdakwah kepada Allah Subhanahu wa taala. dan juga ee apa perlu diketahui bahwasanya antara dakwah kemudian amar makruf nahi mungkar ini merupakan dua istilah yang sering digunakan ya dalam Al-Qur'an dalam Asunah. Sekarang apa perbedaan dari dua kata ini? Addakwah dan juga amar makruf nahi mungkar. Sudah dijelaskan juga di ee sesi enggak tahu sesi berapa ya, ada penjelasan di situ tentang perbedaan antara dakwah dan juga amar makruf nahi mungkar dan juga hisbah.

22:27 Jadi secara umum dakwah itu artinya ee mengajak ya manusia secara umum untuk apa? masuk dalam agama Islam atau mengikuti apa yang diajarkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Jadi sifatnya dakwah itu umum, ajakannya umum baik pada yang muslim atau yang nonmuslim sekalipun. Ya, itu masuknya kepada ranah dakwah. Dan umat Nabi sallallahu alaihi wasallam itu ada dua macam. Sudah kita jelaskan juga ya. Umat Nabi sallallahu alaihi wasallam ada dua macam. Yang pertama ummatul dakwah dan yang kedua adalah

23:14 ummatul ijabah. Ummatud dakwah ini maksudnya umat yang mereka ee ditujukan kepada mereka dakwah untuk masuk dalam agama Islam. Mereka namakan umatul dakwah. Ya. Kemudian jenis yang kedua adalah ummatul ijabah. yaitu mereka adalah yang istijabah terhadap dakwah Nabi sallallahu alaihi wasallam yang ee menjawab atau memenuhi panggilan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maksudnya orang-orang Islam yang telah menerima ajakan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya, jadi umat dakwah ini mencakup umat selain umat Islam dan itu luas. itu

24:01 banyak mencakup di antaranya ahlul kitab alyahud wan nasara termasuk umat dakwah kemudian mencakup ee selain ahlul kitab seperti misalkan Hindus atau Buddha ya kemudian Konghuchu misalkan atau agama-agama yang lainnya itu masuk dalam ranah ummatud dakwah. Mereka di apa? diajak ya di mereka ee dianjurkan bagi kita untuk mendakwahi mereka untuk masuk dalam agama Islam. Mendakwahkan mereka untuk memenuhi panggilan Nabi sallallahu alaihi wasallam atau ajakan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Itu merupakan jenis ummatul dakwah. Adapun ummatul ijabah

24:47 adalah kaum muslimin yang telah ee apa memenuhi panggilan Nabi sallallahu alaihi wasallam, ajakan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan ummatul al-ijabah ini ada dua. Ada yang apa? Almutiun apa? Ada jenisnya juga ya. Ummatul ijabah ada jenis-jenisnya juga. Ada yang almutiun, almunqadun yang taat kepada Allah ya perintah Allah. Ada juga yang bermaksiat kepadanya. Ini juga termasuk ummatu alijabah. Kemudian ee masuk dalam kategori ummatul ijabah juga. almunafiqun ya yang mana mereka secara zahir ya menampakkan Islam tapi secara albatin

25:36 apa ee menyembunyikannya dan nifak ini ada dua jenis ya nifaqul akbar wal asghar. Tib. Jadi intinya secara umum Nabi sallallahu alaihi wasallam itu ada dua jenis. Umatud dakwah, umatul ijabah. Makanya Allah eh Nabi sallallahu alaihi wasallam berfirman dalam sebuah hadis wasallam bersabda, "Walladzi nafsu Muhammadin biyadi la yasma bi ahadun min hadil ummah yahudiyun wala nasraniyun tumma yamut walam ymin billadzi ursiltu bihi illa min ashabil jahim." "Demi jiwaku yang berada di tangannya." "Demi zat yang jiwaku berada di tangannya." Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam. La yasma bi ahadun min hadil ummah.

26:22 Tidaklah salah seorang dari umat ini. Di sini Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan dari umat ini. Maksudnya umat beliau yang masuk secara umum baik itu ummatul ijabah atau ummatul dakwah. Ha. [batuk][berdehem] La yasma bi ahadun min hadil ummah. Tidaklah mendengar tentang kerasulanku, salah seorang dari umat ini Yahudiyun wala nasraniyun. Baik itu Yahudi maupun Nasrani. Tumma yamutu walam yukmin billadzi ursiltu bihi. Kemudian dia mati dan tidak beriman kepadaku. Kata Nabi sallahu alaihi wasallam. Illa min ashabil jahim. Kecuali dia termasuk penduduk neraka jahim. Waliyadubillah.

27:09 Ya. Jadi dalam hadis ini Nabi Sallallahu Wasam mengatakan bahwasanya di antara umatnya beliau adalah tadi di antaranya ahlul kitab ee Yahudiyun wala Nasraniun. Ahlul kitab yaitu Yahudi dan juga Nasrani. Tib. Jadi ini menunjukkan bahwa risalah Nabi sallallahu alaihi wasallam dakwahnya alai wasallam itu universal mencakup semuanya. Hal ini berbeda dengan nabi-nabi sebelumnya ya. Karena nabi-nabi sebelumnya itu diutus kepada kaumnya khasatan secara khusus. Ya. Adapun Nabi sallallahu alaihi wasallam diutus secara umum ya

27:57 sebagaimana dalam sebuah hadis disbutkan wanaal albiya yubatuna ila qumihim khasah wu ilanasi kafah. Dan para nabi dahulu diutus oleh Allah Subhanahu wa taala kepada kaumnya secara khusus, sedangkan aku diutus kepada manusia secara umum. Maksudnya risalatun Nabi sallallahu alaihi wasallam itu universal, mencakup semuanya dan semua setelah diutus Nabi sallallahu alaihi wasallam wajib hukumnya mengikuti apa yang dibawakan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Tidak dianggap orang yang mengaku mengikuti ahlul kitab sebelumnya. Seperti misalkan Nasrani dan juga Yahudi mengikuti Injil dan juga Taurat. Setelah

28:42 turunnya Al-Qur'an, setelah diutusnya wasallam itu tidak dianggap. Semuanya harus wajib mengikuti apa yang dibawakan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Karena risalahun Nabi sallallahu alaihi wasallam ini merupakan risalatul khatimah. penutup dari semua risalah-risalah sebelumnya dan juga almukammilah penyempurna dari risalah-risalah sebelumnya ya dan juga annasikhah dan juga menasak semua risalah-risalah yang ada sebelum Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Dan risalah wasallam ini merupakan risalatul khatimah ya tidak ada risalah setelahnya. Nam jadi

29:27 risalatu an Nabi sallallahu alaihi wasallam atau dakwat Nabi Sallallam itu sifatnya umum mencakup semua umat manusia siapapun dia ya apapun agamanya apapun bangsanya semua wajib hukumnya mengikuti dakwah Nabi sallallahu alaihi wasallam [berdehem] tib kemudian Ee di antara yang dibahas juga dalam manhaj dakwah ini tentang tujuan daripada dakwah itu sendiri.

30:14 Tujuan dalam berdakwah bukan kita mengajak atau mencari pengikut ya. Bukan. Tujuan daripada dakwah itu adalah kita iqamatul hujjah, menegakkan hujah kepada manusia, menerangkan kebenaran kepada manusia, menyampaikan yang hak kepada manusia. Tujuannya bukan mengikuti sebanyak-banyaknya pengikut, tidak. Akan tetapi tadi menegakkan hujjatullah, menegakkan hujahnya Allah Subhanahu wa taala menjelaskan kebenaran kepada manusia ya agar mereka itu mendapatkan hidayah. Nah, jadi ini tujuan utama bukan tujuannya mencari masa ya, bukan mencari pengikut. Nah, ini juga sebagai

31:01 pengingat bagi kita agar kenapa? Agar kita tidak bersedih ketika kita sudah lama berdakwah kemudian tidak ada pengikutnya. Ya. Dengan kita bersedih atau ee apa ee yang pada akhirnya kita bisa meninggalkan kewajiban dakwah ini ya. Nah, makanya kalau kita lihat para nabi, misalkan saja para nabi ya, Nabi Nuh Alaih Salam beliau berdakwah berapa tahun ya. Kata Allah Subhanahu wa taala ee khamsina alfasana

31:47 apa ee ayatnya itu apa? Illa khamsina aman. Alfanatin illa khamsina aman. Jadi, Nabi ee Nabi Nuh alaihi salam berdakwah 1000 kurang 50 ya 900 50 tahun. Kenapa Allah Subhanahu wa taala mengatakan alfasanatin illa khamsina aman? Kenapa tidak langsung bilang tisuah wamsina sanah? Ini menunjukkan bahwasanya jumlah atau waktu tersebut itu merupakan waktu yang cukup lama. yang sangat lama ya 950 tahun berdakwah

32:33 pada Allah Subhanahu wa taala. Ya sudah begitu anaknya sendiri justru ingkar kufur tidak mengikuti ajakan Nabi Nuh Alaih Salam. Ini merupakan ujian yang sangat besar ya. Sudah berdakwah sekian tahun, sekian ratus tahun. Kemudian pada akhirnya anaknya justru merupakan orang yang di antara orang-orang yang kufur kepada dakwahnya. Waliyadubillah ya. Nah, jadi ini menunjukkan bahwasanya tujuan berdakwah itu menyampaikan yang hak, menyampaikan yang benar, menegakkan hujah di muka bumi. Adapun urusan mendapat hidayah ini

33:19 dia di tangan Allah Subhanahu wa taala. Makanya al-hidayah itu ada dua jenis ya. Ada yang namanya hidayat ataufik, ada namanya hidayatu al-irsyad wal bayan. Hidayatul taufik ini murni milik Allah subhanahu wa taala. Allah yang memberikan taufik pada siapa yang ia kehendaki. Adapun hidayatul irsyad itu merupakan tujuan apa? Tugas manusia. Tugas seorang dai. Tugas para nabi yaitu apa? Hidayatu al-irsyad. Mereka menjelaskan yang hak, menjelaskan yang benar. mengajak kepada kebaikan itu tugas mereka itu. Mereka memberikan hidayah tapi hidayahnya hidayatu alirsyad. Adapun yang memberikan taufik itu murni milik milik Allah subhanahu wa

34:07 taala. Oleh karena itu kalau kita melihat ya para nabi-nabi ya di antara mereka ya orang-orang kerabat mereka ada yang tidak beriman pada Nabi di antaranya tadi Nabi Nuh Alaih Salam kemudian istri Nabi Luth. Hah kemudian siapa lagi ya? Bapaknya Nabi Ibrahim. Nah dan juga apa? pamannya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam itu apa? Mereka kufur ya karena Allah tidak menghendaki ya mereka belum atau tidak mendapatkan hidayat taufik dari Allah subhanahu wa taala. Nah, karena hidayatul taufik itu hanyalah milik Allah Subhanahu wa taala.

34:57 Kemudian kita juga telah menjelaskan tentang arkanud dakwah ya. bahwasanya dakwah itu memiliki rukun-rukun itu ada empat rukun. Yang pertama apa? Adai'i. Ya, subjek dakwah. Seorang yang berdakwah kepada Allah subhanahu wa taala. Yang kedua, rukun yang kedua adalah almad'u itu objek dakwah. Kemudian yang ketiga, maudu addwah, topik dakwah. Dan yang keempat adalah wasilat dakwah. Metode dalam berdakwah ini merupakan empat rukun yang harus diperhatikan dalam berdakwah

35:43 kepada Allah Subhanahu wa taala yang mana ini merupakan pondasi dalam manhaj dakwah. Misalkan rukun yang pertama, addi ilallah azza waalla. Seorang yang berdakwah tentu harus memiliki sifat-sifat yang harus dipenuhi. Di antaranya tadi alilmu. Seorang berdakwah harus memiliki ilmu dahulu. Tidak bisa dia langsung berdakwah tanpa memiliki ilmu. Kemudian sebelum ilmu itu adalah al-ikhlas. Dia harus ikhlas pada Allah Subhanahu wa taala. Ya. Kemudian ee apa? ee selain ikhlas, dia juga harus ee

36:32 mengikuti ya al-ittiba, mengikuti apa yang diajarkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya, jadi ada aspek-aspek yang harus diperhatikan bagi seorang dai ilallah azza waalla ya. Di antaranya tadi al-Ikhlas kemudian al-ilmu kemudian yakni al-ittiba ya itu mengikuti Nabi sallallahu alaihi wasallam dan juga memiliki wawasan secara umum. Karena taqofatud da'i, wawasan seorang yang berdakwah kepada Allah itu ada yang sifatnya tsqafofah syariah, ada yang sifatnya tsqofah alamah. Taqafah syariah ini yang berkaitan dengan ilmu-ilmu syari ya. Seorang dai

37:18 harus memahami setiap daripada ilmu syair tersebut. Makanya dikatakan bahwasanya seorang dai itu sebenarnya tidak ada takhasus secara spesifik. Karena apa? Seorang dai dituntut untuk mengetahui semua bidang ilmu. Walaupun dia bukan tidak harus menjadi orang yang ahli dalam bidang dalam ilmu tersebut, tapi dia harus memiliki setidaknya basic ya. daripada ilmu yang yang ee yang dia pelajari, yang mana dia akan dakwahkan, dia akan berdakwah kepada manusia dengan ilmu tersebut. Ya, jadi seorang addi itu harus memiliki terutama dalam memiliki ilmu yang mempunyai dalam ilmu syar'i ya. Baik dalam hal akidah, kemudian

38:05 dalam bahasa bahasa Arab, kemudian fikih, hadis, mustalah hadis dan yang lain sebagainya itu harus semua dipahami oleh seorang dai. Ya, kalau tidak maka ada kekurangan dalam dakwahnya. Karena seorang dalam berdakwah dia harus mengetahui semua bidang ilmu. Makanya kalau kita lihat para ulama salaf terdahulu ya mereka duatun ilallah azza waalla. Mereka adalah para addi ilallah azza waalla. Dan kita lihat mereka tidak ee apa? Tidak seperti sekarang mereka me apa? mengetahui semua cabang

38:53 ilmu, menguasai semua cabang ilmu. Ya, seperti contoh kecilnya Syekhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala. Syikhul Islam ya adalah orang yang alimun mausui. Seorang alim yang mengetahui semua bidang ilmu. Apabila berbicara tentang akidah e beliau sangat apa? Menguasainya. Apabila berbicara tentang fikih misalkan sangat menguasai fikih, khilaf-khilaf akwal para fuqaha berbicara tentang ilmu-ilmu yang bahasa Arab, beliau sangat menguasai bahasa Arab ya ini. Jadi pada asalnya itu ya khusus

39:40 ulama-ulama terdahulu yang memiliki semangat yang tinggi, mereka tidak seperti sekarang ini ya mempelajari semua bidang ilmu tanpa terkecuali. Adapun di zaman sekarang itu yang ada adalah takhassusat, mempelajari spesifik-spesifik bidang ilmu. Ya. Kenapa demikian? Karena alhimmah taktalif apa? Ee himmah. Himmah itu ee keinginan dalam belajar atau ee semangat dalam belajar itu menurun. Ya, itu sebabnya kenapa di zaman sekarang itu ada attakhassusat, ada spesialis

40:25 yang spesifik mempelajari karena sangat jarang orang yang bisa menguasai semua bidang ilmu. Sangat jarang ya. Makanya difokuskan kepada tadi bidang-bidang takhasus ya, bidang akidah, kemudian syariah dan yang lain semisalnya. Karena tadi ya himmahnya sudah melemah, himmahnya sudah menurun. Beda halnya dengan kisah-kisah salaf terdahulu yang mana subhanallah waktu mereka semuanya digunakan untuk mempelajari ilmu. Kalau kita baca sejarah-sejarah para salaf terdahulu itu sangat seakan-akan kisah mereka tuh kisah yang apa bukan kisah hakiki ya yang

41:13 ee apa kita menganggap kisah tersebut tidak pernah terjadi. Padahal itu terjadi ya dalam kehidupan para salaf ya. Kemudian contohnya juga dalam kisahnya Ibnu Jarir at-Thabari. Ibnu Jarir at-Thabari yang memiliki tafsir e jamiul ee apa? Jamiu Bayanil Quran. Jamiul Bayan fi takwil Quran. Beliau menulis tafsir itu aja berapa halaman kalau kita lihat. Tafsirnya Ibnu Jarir Thaabari itu belasan atau puluhan halaman atau ee jilid. Maksudnya bukan halaman jilid. Belasan atau puluhan jilid kalau kita lihat tergantung penerbitnya.

42:00 Kalau kita bayangkan itu gimana nulisnya coba? nulis semua itu. Makanya ketika dan [berdehem] itu pun Ibnu Jarir menulisnya setelah diringkas oleh beliau ya pada awalnya beliau katakan kepada murid-muridnya, "Saya akan menulis ya ee apa tafsir dalam jumlah sekian." Kemudian para muridnya merasa keberatan. Kata kata muridnya, "Kalau kita menulis seperti itu, maka umur kita akan habis karena saking banyaknya." Maka Ibnu Jarir pun merasa heran dan mengatakan, "Subhanallah matatil himam." Kata Ibnu Jarir, "Subhanallah sungguh telah mati apa namanya ee semangat dalam belajar."

42:47 Makanya beliau pun meringkas dan yang ada sekarang adalah yang kita lihat tafsir Ibnu Jar Thaabari itu setelah diringkas oleh beliau dan itu ada sekitar belasan atau puluhan jilid ya. Jadi ini menunjukkan bahwa [berdehem] pada asalnya itu tidak ada takhasus. adanya takhasus di zaman sekarang itu karena tadi sudah sangat jarang hampir tidak ada seorang yang bisa menguasai menguasai semua bidang ilmu ya makanya harus ada satu bidang ilmu yang dia harus kuasai. Nah, seorang dai dituntut untuk mempelajari atau menguasai secara sidaknya setiap bidang ilmu itu memiliki basicnya. Ya,

43:34 makanya dikatakan ada yang mengatakan bahwasanya ee if kullai minyai wafai minairif irifai min kulli waf minai. Ini juga sudah disebutkan ya di ee apa sesi-sesi sebelumnya yang artinya if au ta'alam kulla syai minyai. Ini menunjukkan takhasus. Ya, menunjukkan takhasus. Wif saai min kulli. Ini menunjukkan tentang eh apa? Pengetahuan umum ya. Taalam asyai e taalam kullaai minai. Ini menunjukkan apa? Takhasus. Jadi

44:20 ada suatu bidang ilmu yang kita itu bertakhasus dalam bidang tersebut. Kita tekuni ya sesuai dengan ee keinginan kita. Apa? sesuai dengan kemampuan kita yang kita apa yang kita inginkan untuk mendalami ilmu tersebut. Misalkan ilmu akidah contohnya misalnya, maka kita usahakan untuk ber ee apa? Mempelajari akidah itu secara menyeluruh, secara detail, secara taammuk, mendalam. Ini namanya takhasus yaitu taalam kullai taalam kulai minai. Ya, seperti akidah tadi mempelajari akidah secara mendalam

45:07 sehingga dia menjadi seorang yang ahli dan pakar dalam ilmu tersebut. Begitu juga ilmu yang lainnya misalkan dalam fikih misalkan ya. ini juga eh apabila seorang ingin menjadi ahli fikih, maka dia harus fokus ya perhatiannya itu dalam masalah fikih misalkan. Dan fikihnya juga ada banyak. Ada fikih Syafi'i, ada fikih Hambali, ada fikih Hanafi, ada fikih Maliki. Nah, ini juga harus yang mana yang perlu di di ditekunkan ya. Dan di negeri kita ini adalah mazhabus Syafi'i kebanyakan. Maka lebih bagusnya lagi kalau dia memahami mazhab Syafi'i.

45:54 Nah, ini contoh daripada at-takhasus ini ya. Begitu juga ilmu-ilmu yang lainnya dalam bahasa ya ataupun dalam faraid dan semisalnya. Nah, jadi seorang harus ada bidang ilmu yang dia tekuni, yang dia pelajari secara mendalam. Ini yang dikatakan dengan taalam kulla minai secara spesifik, mendalam atau spesialis. Kemudian yang kedua, taalam syai min kulli. Ini menunjukkan tentang keumuman maksudnya basic daripada setiap bidang ilmu. Misalkan dalam masalah seorang yang misalkan mengambil spesialis takhasus tadi dalam akidah misalkan. Itu bukan

46:39 berarti dia tidak boleh belajar ilmu yang lain. Tidak. justru dia dituntut untuk mempelajari fikih misalkan walaupun dia tidak harus mendalam seperti ahlut takhasus tidak akan tetapi dia setidaknya memahami secara dasar daripada fikih tersebut ya sehingga dia ketika berbicara masalah fikih dia paham kemudian juga masalah bahasa Arab bahasa bahasa Arab dia harus punya pemahaman dalam ilmu tersebut walaupun dia tidak harus menjadi seorang yang pakar bahasa kan, tapi dia dituntut untuk memahami dan mempelajari tadi ilmu bahasa Arab. Begitu juga seterusnya ya. Jadi kaidah ini taalam kulla syai minyai ya itu menunjukkan

47:26 tentang spesifik ya. Kemudian taalam syi min kulli syai menunjukkan tentang setiap bidang ilmu itu harus ada yang dipahami dan dikuasai. Itulah seorang dai ilallah azza waalla ya. dia harus tadi memiliki spesifik bidang ilmu tertentu dan juga memahami ilmu-ilmu yang lainnya. Ya. Dan juga di antara ilmu-ilmu yang harus dipahami oleh seorang dai adalah tsqofatul ammah. Jadi tsqafofah tadi ada dua. Tsqofat syariah yang mencakup ilmu syar'i ya seperti akidah, fikih, sirah, faraid. Ini maksudnya pada tsqofatus syariah yang harus ketua seorang dai. Kemudian ada namanya tsqofatul ammah

48:12 yang sifatnya umum. Dan tsqafatul ammah ini seperti misal dia memahami tentang budaya suatu kaum ya memahami tentang karakteristik urf atau budaya atau diistilahkan sekarang kearifan lokal. dia harus pahami itu karena budaya atau urf itu memiliki iktibar dalam syariat. Dia punya kedudukan tersendiri. Bahkan di antara tadi al-adil al mukhtalafi di antaranya al-urf. Ya. Jadi urf ini memiliki iktibar dalam syariat. Tentunya uruf yang tidak menyelisihi kitabus sunah ya. Jadi uruf itu harus diperhatikan juga bagi seorang dai ilallah azza waalla ya.

48:59 Di antara huruf yang misalnya huruf yang ee [berdehem] apa yang ada misalkan di negeri kita ini pakai apa ini topi nasional, kopia nasional. Ini merupakan urf di negeri Indonesia yang mana kalau kita pakai ini di negara lain itu dianggap aneh ya. Dianggap aneh karena apa? Karena masing-masing daerah, masing-masing negara itu punya uruf sendiri. Nah, seorang dai Allah azza waalla itu harus memahami ini semuanya. Memahami karakteristik dan juga memahami huruf masing-masing daerah, masing-masing negara atau ee masing-masing suku tempat. Ini apa harus diperhatikan

49:46 ya. Kemudian di antara tsaqofatul ammah juga dia harus memahami maqalat ee alfiraq maqalat au mazahib fikriyah. Ini di antara yang harus dipahami juga dia mengetahui tentang apa? Perkataan atau pendapat al-mukhalifin ya. Pendapat yang menyelisihi. maksudnya dia di samping dia mengetahui, mengenal atau memahami misalkan akidah ahlusunah wal jamaah atau manhaj ee ahlusunah wal jamaah, dia harus paham juga manhaj-manhaj yang lain yang menyelisihi agar ketika dia

50:33 berdakwah, berdiskusi, dia paham yang menjadi patokan yang menyelisihi itu apa sehingga dia bisa membantah atau ee bermunaqasyah ya. Dan ini yang dilakukan oleh Syikhul Islam Ib Taimiyah. Kalau kita lihat Syikhul Islam Taimiyah ya itu subhanallah orang yang paham tentang filsafat. Ketika membantah Ahlul Kalam, beliau membantah dengan filsafat tadi, dengan ilmu yang mereka justru lebih filsafatnya Syaikhul Islam kalau kita lihat daripada orang-orang ahlul kalam itu. Iya. Nah, ini apa menunjukkan bahwa seorang da itu harus punya wawasan tadi

51:19 tsaqafah alamah ya mengetahui ee apa perkataan atau pendapat ee yang orang-orang yang menyelisihi sehingga ketika kita berdakwah kita berjidal dengan mereka paham ya bukan bukan sekedar ee jidal yang tanpa ada asas atau landasan Iya. Ya. Kemudian juga di antara contohnya kalau kita lihat seperti misalkan Ahmad Dedat, contoh yang sekarang Ahmad Dedat itu subhanallah banyak yang masuk Islam ya melalui wasilah beliau. Apa

52:05 yang dilakukan Ahmad Daidad ketika dia ber diskusi dengan orang-orang Nasrani? Ya, berdiskusi bukan beristidlal dengan ya tentu Al-Qur'an juga sunah, tapi kebanyakan dari justru dari kitab-kitab Nasrani sendiri ya. Jadi ini menunjukkan tentang seorang dai itu harus memiliki pemahaman, pengetahuan tentang lawannya ya, audiens dakwahnya. Karena audiens dakwah itu bermacam-macam ya. Audiens dakwah itu berbagai bermacam-macam dari segi pemikiran, dari segi akidah, keyakinan. Ha, makanya seorang dai harus memahami perbedaan ini sehingga dia bisa berdakwah sesuai dengan karakteristik

52:54 audiens-nya. Nah, makanya Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika mengutus Muad bin Jabal radhiallahu taala anhu ke Yaman, apa kata Nabi sallallahu alaihi wasallam kepada Muad? Kata Nabi sallahu alaihi wasallam, "Innaka taqdumuan min ahlil kitab." Sesungguhnya engkau wahai Muad akan mendatangi suatu kaum yang mana mereka itu dari ahlul kitab. Kenapa Nabi sallallahu alaihi wasallam menyebutkan huna ahlul kitab secara spesifik? Karena ahlul kitab itu tidak seperti orang-orang musyrikin yang lainnya. Ahlul kitab itu punya ilmu sebelumnya, punya kitab sebelumnya, punya ajaran sebelumnya. Sehingga ketika berdakwah kepada mereka itu berbeda berbeda halnya dengan ketika berdakwah kepada orang-orang musyrikin secara umum. Ya,

53:41 makanya kata Nabi Sai wasallam, innaka taqdumuan min ahl kitab. Seakan-akan Nabi S. Wasallam mewanti-wanti ya memberikan agar Muad ini memberi ada persiapan ya. dalam menghadapi ahlul kitab nanti ya. Kemudian kata falakun ahah ya dan seterusnya. [berdehem] Jadi ini juga merupakan ee tuntutan bagi seorang dai agar memahami ya karakteristik seorang atau audiens dakwahnya ya dan disesuaikan dengan audiens dakwahnya. ini menuntut seorang dai untuk mengetahui tadi memiliki tqafah al-ammah. Memiliki tsqafah alamah. Karena manusia itu unik ya. Dia

54:29 memiliki beragam karakter, beragam pemikiran, beragam ee pendapat dan semisalnya. Maka seorang ketika berdakwah harus memahami keragaman tersebut ya, sehingga dia berdakwah sesuai dengan [berdehem] ee apa yang diinginkan. Ya, oleh karena itu kalau kita lihat para rasul, para rasul-rasul terdahulu itu diutus oleh Allah sesuai dengan kaumnya, sesuai dengan bahasa kaumnya. Ha. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Wama arsalna mir rasulin illa bilisanih." Dan tidaklah kami mengutus seorang rasul kecuali dengan lisan kaumnya. Tujuannya

55:15 apa? Agar dalam berdakwah itu pas dalam menyampaikan sesuai dengan bahasa yang mereka bicarakan. Tib mungkin ee karena waktu sudah cukup ya, insyaallah ee sisanya kita buka. Sesi tanya jawab. Nah, [berdehem] nam ustaz. Alhamdulillahiabbil alamin. Jazakumullahu khairan wabarakallahu fikum ustaz atas pemaparan materinya. Semoga dapat menambah ilmu kita dan semoga kita semua bisa mengamalkan apa yang telah kita pelajari. Sekarang kita bersoal jawab. Silakan bagi para mahasantri HSI Akademi yang mau

56:01 bertanya. Untuk ikhwan bisa aktifkan fitur video dan raise hand. Dan bagi akhwat dapat menuliskan pertanyaan di kolom chat yang nanti insyaallah akan kami bacakan pertanyaannya. Tafadol. Untuk yang pertama ARN 24112098 Jaka Sinu tafadol

56:48 Alhamdulillahirabbil alamin. Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Iya, Ustaz. Ee saya ingin bertanya dua hal, apakah diperbolehkan atau hanya satu saja? Ee untuk sekarang satu dulu ya, Akhi. Karena pertanyaan masuk ke kita pun banyak. Jadi kita memberi kesempatan kepada ikhwan yang lain. Untuk sementara satu aja dulu. Nanti kalau seumpama memang di belakang masih ada waktu, silakan antum bertanya kembali. Terima kasih Ustaz. Sanallahu alaikum. Ustaz yang ee pertanyaan saya begini. Di halaqah yang ketiga kita dapati pernyataan bahwa ee nahi wal mungkar itu adalah rukun ee

57:35 rukun di agama kita, gitu. Nah, apabila ada pertanyaan dari para yang kita dakwahi nanti, mengapa tidak tercantum dalam rukun Islam atau rukun iman? Maka jawaban yang memadai bagaimana ya, Ustaz? Ya, syukran jazilan. Iya. Tadi on soalnya kurang jelas. Mungkin bisa ada yangjelaskan soalnya. Oh iya saya ulangi Ustaz pada halaqah yang ketiga. HQ pada saat di materi. Iya. Hallaqah ketiga ada ee tentang ee amar makruf nahi mungkar. Ustaz di situ ada katakan bahwa itu adalah ee arkan min arkaniddin, gitu.

58:23 Nah [berdehem] sementara kita tahu bahwa di hadis Jibril itu ada ee rukun Islam dan rukun iman di situ. Tapi di ee secara surat tidak nampak ee apa namanya kata-kata amar makruf nahi mungkar gitu. Bila ada orang yang kita dakwahi nanti menanyakan bahwa aman makrum Nabi mungkar itu bagian dari rukun Islam atau rukun iman atau rukun agama ini, maka bagaimana kita cara menjelaskannya secara mewadai ya, Ustaz ya? Syukran jazin. Baik. [berdehem] Iya. Ee nam yang disebutkan dalam hadis Jibril ya

59:12 itu ketika ditanya tentang alislam ya Nabi wasam ditanya tentang Islam maka Nabi menjawab ee dengan rukun Islam yang kelima ya. Islam rasulullah tuqimahumma ramadanjal [berdehem] bait ilaibila. Kemudian ketika ditanya tentang aliman, beliau menjawab dengan aliman antum billah waaikatihi wa kutubihi waasulihi walumil akhir bilqad khairi. Jadi Nabi sallallahu alaihi wasallam ee menjelaskan Islam dengan amal azzahirah sementara aliman dengan amal albatinah. Tib berkaitan dengan pertanyaan kenapa

59:59 tidak disebutkan alamru [berdehem] bil ma'ruf w nahhi anil munkar di dalam rukun Islam atau rukun iman ini? Ya. Pertama, amar makruf nahi mungkar itu kenapa tidak disebutkan dalam rukun iman dan Islam? Karena hukum daripada amar makruf nahi mungkar bagi setiap individu itu berbeda ya. Maksudnya tidak selamanya menjadi kewajiban bagi setiap individu. Beda hal dengan alimanu apa? rukun iman atau rukun Islam tadi. Rukun Islam itu wajib setiap individu untuk

1:00:46 tadi meyakini atau mengamalkan rukun Islam yang lima atau rukun iman yang enam. Ya, wajib bagi setiap individu untuk mengamalkannya semuanya dan tidak boleh dia mengingkari salah satu darinya. Adapun amar makruf nahi mungkar, maka hukumnya itu berbeda-beda. Ada yang apa pada orang tertentu hukumnya wajib, ada yang hukumnya tidak wajib. Karena amar makruf nahi mungkar ya itu ee ada syarat-syaratnya, ada ketentuannya dan semua orang tentu ee apa

1:01:34 tidak ada pada mereka syarat dan ketentuan tersebut. Misalkan contohnya di antara maratib ingkar nahi mungkar apa? Yang pertama alkaru bilyad ya kan. Mengingkari dengan tangan. Contohnya mengingkari dengan tangan ini apakah berlaku untuk semua kaum muslimin? Tidak. Ya. Mengingkari dengan tangan itu bagi orang-orang yang memiliki kekuasaan. kemampuan. Ya, dalam sebuah had disebutkanum. Siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran maka hendaknya dia

1:02:19 merubahnya dengan tangannya. Faillam yastilisani ya. Jadi ini menunjukkan bahwa beramar makruf nahi mungkar ya di antaranya dengan melakukan dengan tangan tadi itu tidak semua orang ee memiliki kewajiban tersebut. Seperti misalkan tadi beramar makruf dengan tangan ya dan ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang memiliki kekuasaan, kemampuan seperti para pemimpin, para penguasa kepada orang tua kepada anaknya, seorang pemimpin kepada bawahannya. Ya. Adapun kaum muslimin yang lain yang apabila dia tidak mampu dengan dengan tengahnya, maka itu tidak wajib bagi dia, tidak

1:03:05 wajib dia lakukan. Justru bahkan dalam suatu keadaan apa? Haram bagi dia untuk melakukan ingkar biliyat. Karena apa? Karena justru akan menimbulkan mafsadat yang lebih besar. Ya, mafsadat yang lebih besar. Makanya kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Man roa minkum munkaralugirhu biyadi." Siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, maka hendaknya dia merubahnya dengan tangannya. Kemudian kata wasallam, "Faillam yastati fabilisani." Kalau dia tidak mampu, maka dengan lisannya. Jadi ini menunjukkan bahwasanya ada tahapannya karena semua orang tidak apa tidak ee memiliki tidak punya kemampuan untuk merubah dengan

1:03:52 tangan mereka. Faam yastati fabilisani. Kalau dia tidak mampu, maka dengan lisannya dengan cara apa? eh menyampaikan ya yang benar menasihati kemudian wasallam faillam yastqbihi kalau dia tidak mampu juga maka dengan hatinya walikaful iman. Nah makanya dari sini ketahui bahwasanya kenapa tidak dijadikan rukun seperti rukun-rukun Islamul iman? Karena tadi setiap apa masing-masing individu itu berbeda-beda. Ada yang hukumnya wajib, ada yang hukumnya tidak wajib. dia beramal makai mungkar. Ya, hukumnya amar makruf nahi mungkar itu wajib bagi yang mampu saja. Bagi yang mampu ya itu. Nah, kenapa dikatakan dia termasuk ee

1:04:41 rukun tegaknya agama ini? Ya, maksudnya rukun tegaknya agama ini maksudnya agama Islam itu tidak bisa tersebar, tidak bisa berdiri kecuali dengan amar makruf nahi mungkar. Dan itu yang yang kita lihat yang terjadi ya. Islam ini tersebar karena adanya amar makruf nahi mungkar ya. Ada yang namanya dakwah ilallah azza waalla. Nam ya. Jadi itu ya wallahuam ya. Kenapa dia tidak termasuk rukun Islam atau iman? Karena tadi apa? Dari segi kewajiban berbeda. Kalau rukun Islam dan iman itu wajib bagi setiap individu. Sementara amar makruf nahi mungkar itu tidak wajib

1:05:26 bagi setiap individu. Ya, tidak wajib bagi setiap individu. Pam ustaz. Untuk pertanyaan selanjutnya ana coba bacakan dari chat dari ART 21172039. Fita bismillah. Asanallahu ilaikum. Ustaz, izin bertanya tentang seorang wanita dalam ranah dakwah ini. Bagaimana yang benar kapasitas dan batasannya dan

1:06:12 dakwah yang terbaik bagi seorang wanita itu seperti apa? Jazakumullahu khairon. Tib. ya seorang wanita ya tentu ee dalam berdakwah dia harus memulai dariuatun

1:07:12 fiha wun anha. Setiap dari kalian adalah pemimpin dan masing-masing [berdehem] pemimpin akan ditanyakan tentang pertanggungjawaban kepimpinannya. Kemudian kata wasallam, "Wal maratu ah [menghela napas] ee riyatun fi baitiha au fi baiti ahliha." Dan seorang wanita itu merupakan pemimpin bagi keluarganya. Nah, ini merupakan tentang ranah dakwahnya dia ya yang harus dia perhatikan. Mendakwahi anaknya ee mendakwahi kerabatnya, keluarganya ya suaminya, orang tuanya. Ini yang harus di diperhatikan ya. Adapun setelahnya itu maka

1:08:00 ee itu hukumnya mustahab ya. istilah anak-anaknya, orang tuanya, kerabatnya, maka yang selainnya itu hukumnya mustahab. Ya. Dan tentu apabila dia bisa menggabungkan keduanya, ya bisa menggabungkan keduanya, mendakwahi anak, anaknya keluarganya kemudian mendakwahi orang lain, ya menjadi seorang pendakwah ini tentu lebih utama ya. Dan tidak ada larangan seorang apabila ee apa belajar kemudian dia berdakwah ya dengan syarat tadi tidak melalaikan kewajibannya sebagai seorang istri. Itu syaratnya ya. Kalau dia ingin apa jangan

1:08:49 sampai kegiatan di luar itu melalaikan dia dari kewajibannya sebagai seorang istri. Nah, makanya kalau kita lihat di antara ee apa di antara istri-istri para salaf terdahulu ya bahkan istri Nabi sallallahu alaihi wasallam itu ada yang menjadi tadi seorang ee rawi hadis itu Aisyah radhiallahu taala anha ya rawi hadis yang memberikan yang banyak meriwayat atkan hadis dari Nabi sallallahu alaihi wasallam dan apa menyampaikan hadis tersebut kepada para sahabat ya. Para sahabat di antara para sahabat ada yang mengambil dan mempelajari hadis-hadis Nabi Sallallam dari Aisyah radhiallahu taala anha.

1:09:36 Kemudian juga ada di antara ulama-ulama salaf istri-istri mereka ada yang menjadi seorang alimah ya seorang daiah ilallah azza waalla. Nah jadi hal ini bisa dilakukan apabila hak dan kewajibannya ee bisa ditunaikan ya tidak membuat dia lalai dari kewajiban sebagai seorang istri. Karena kewajiban utama seorang istri adalah mendidik anaknya ya dan juga keluarganya, mendakwahi anaknya, orang tuanya dan juga suaminya. Nah, adapun setelahnya itu ee boleh dilakukan

1:10:22 apabila hak-haknya ee bisa ditunaikan dan tidak terlalaikan. Nah, dan dalam hal kali ini seorang wallahuam. Nah, Ustaz, untuk penanya selanjutnya dari ARN144159. Farhan Nurudin tafadol.

1:11:17 Bismillah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ya, Ustaz Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Nam ahsanallahu ilaikum. Eh nah izin bertanya Ustaz Indi soal [mendengus] ee berkaitan dengan kaidah taalam kulla saiin min saaiin atau takhasus itu spesifik ilmu. Ana pernah mendengar seorang syekh berkata bahwa jika kita ingin takhasus mendalami ilmu, maka kita fokus dalam satu kitab saja gitu. Seperti [berdehem] yang pernah dilakukan

1:12:02 oleh Utsimin rahimahullah. Beliau ee fqih yang sangat dalam. mempelajari satu kitab yaitu kitab Zahadul Mustaqni karyanya Ibnu Qudama Al-Hambali. Nah, beliau di situ ee tidak hanya mempelajarinya, tapi juga menghafalnya memurajaahnya bahkan terus mendakwahkannya sehingga beliau bisa sampai tingkatan orang yang sangat f. Nah, ee sebab jika kita terlalu

1:12:51 banyak mempelajari kitab-kitab ulama itu ya menurut Syekh ini akan membuat kita bingung. akan kita membuat membuat kita kurang dalam dalam pemahamannya, kurang kuat. Nah, untuk ee seperti ini bagaimana, Ustaz? Ee pendapat antum? Barakallahu fikum. Tib. [berdehem] Iya, memang dalam belajar ya secara umum itu yang perlu kita perhatikan adalah attadarruj fi tholabil ilm au fi taalum yaitu memperhatikan tahapan-tahapan dalam belajar

1:13:36 ya. Dan tahapan-tahapan tersebut misalkan dia belajar dalam satu bidang ilmu tadi tidak pindah ke ilmu yang lainnya sampai dia benar-benar paham terhadap ilmu tersebut. Apabila dia ingin menjadi seorang ahli dalam bidang ilmu tertentu, maka dia harus fokus pada ilmu itu aja ya. dia pahami benar dengan benar baru kemudian pindah setelahnya. Jadi belajar ya secara umum tadi ada tahapan-tahapannya mulai dari yang mudah kemudian setelah itu naik ke tingkat berikutnya ya tingkat menengah kemudian naik

1:14:23 setelahnya tingkat ee advance ya. Jadi ada tingkat dasar, ada tingkat menengah, ada tingkat advance atau lanjutan. Nah, ini harus diperhatikan. Jangan baru mulai belajar langsung ke tingkat advance atau menengah. Itu enggak bakalan paham, ya. Nah, begitu juga ilmu-ilmu ini dan ini berlaku dalam ilmu agama dan juga ilmu dunia ya. Kita lihat setiap cabang ilmu itu memiliki tahapan-tahapan ini terlebih dan terkhusus dalam masalah ilmu agama ya itu ada tahapan-tahapannya. Seperti misalkan seorang yang belajar tadi fikih ya.

1:15:09 Dan kalau kita lihat para masyaikh ya syekh-syekh atau ulama-ulama terdahulu secara umum mereka belajar mengikuti ini, mengikuti tahapan-tahapan ini ya. ada tahapan-tahapannya, tahapan dasar, menengah, kemudian lanjutan ya. Nah, oleh karena itu ya kita apabila ingin memahami suatu bidang ilmu maka kita harus mengikuti tahapan ini. Belajar dari yang dasarnya, kemudian menengah, kemudian lanjutan. Contoh halnya seperti dalam bidang akidah. Contohnya dalam bidang akidah seorang apabila terlebih dia belum pernah mempelajari tentang akidah sebelumnya ya jangan saking semangatnya langsung belajar

1:15:55 apa kitab Syaikhul Islam akidah tadamuriyah wasitiyah dia enggak bakalan paham kenapa karena itu sudah tingkat lanjutan makanya dia mulai dengan kitab-kitab dasar dulu ya sebagai apa basic untuk dia. setelahnya. Nah, jangan dia pindah-pindah ke ke kitab yang lain sebelum dia memahami tadi ilmu tadi, basic tadi, ya. Kemudian begitu setelahnya ya ke tingkat menengah dan tingkat lanjutan. Dan itu yang diterapkan oleh para ulama. Adapun yang disebutkan tadi tentang ee Syekh Utsimin ya, hanya fokus kepada kitab Zadul Ma'ad itu beliau membaca

1:16:42 kitab Zarul Ma'ad apa? Setelah beliau memahami dasar-dasar mazhab Imam ee mazhab Hambali. Karena Zarul Ma'ad itu ee apa? Zarul Mustaqni, afan Zarul Mustaqni itu dalam mazhab Hambali. Jadi beliau tidak langsung ke Zadul Mustaqnis ya dari pertama kali langsung ke situ. Tidak. Tetapi sebelumnya ada kitab-kitab tentang mazhab Hambali. Kitab-kitab dasar mazhab Hambali yang sudah beliau pelajari. Kemudian ketika apa dan Zarul Mustaqin ini termasuk tingkatan menengah atau lanjutan ya. Tingkatan menengah atau lanjutan ya. Nah, kenapa beliau fokus dalam kitab Zarul Mustaqin? Karena secara umum

1:17:30 mazhab Hambali itu semua ada dibahas dalam kitab ini. Jadi, beliau fokus kepada Zarul Mustaqni ini agar beliau memahami tentang benar-benar mazhab Hambali. Ya. Dan kita tahu bahwasanya fokus itu apabila seorang fokus maka dia akan lebih paham dan lebih menguasai ketimbang dia istilahnya ee apa? bercabang-cabang perhatiannya ya. Karena bercabang-cabang ini justru melemahkan pemahamannya ya. Beda hal dengan orang yang fokus tadi. Ya, makanya e yang dilakukan tadi ya yang disebutkan bahwasanya Syekh Syekh Alutsimin itu fokus pada zarul Mustaqni

1:18:16 karena tadi beliau ingin menguasai memahami tentang mazhab apa? Al-Hambali. Dan apabila kita fokus terhadap kitab yang menjadi patokan dalam satu mazhab misalkan tadi mazhab hambali ya. Di antaranya Zarul Mustaqni. Kalau kita menguasai kitab ini, maka kitab-kitab yang lain tentang mazhab al-Hambal itu sudah dengan mudah kita pahami ya. Karena kita sudah tadi fokus dalam mempelajari ee apa mazhab Hambali dari kitab Zarul Mustaqni ya. Jadi maksudnya di sini ya seorang ee menjadikan suatu kitab yang mana

1:19:02 kitab tersebut menjadikan patokan dalam suatu mazhab. misalkan ee apa mazhab Hambali jarul Mustaqni atau misalkan dalam mazhab Syafi'i seperti ee apa banyak ya banyak kitab-kitab tentang mazhab Syafi'i. Dia cari kitab mana yang menjadi rujukan utama dalam mazhab Syafi'i. Kemudian dia fokus dalam mempelajari fikih tersebut, mazhab tersebut. Nah, dengan itu dia akan memahami secara umum karena apa? apa yang disebutkan dalam kitab tersebut itu juga ada dalam kitab yang lainnya ya disebutkan juga disyaratkan juga dalam kitab yang lainnya. Makanya kalau dia sudah memahami kitab tersebut maka dengan mudah dia akan memahami kitab-kitab yang lainnya yang berkaitan

1:19:47 dengan mazhab Syafi'i. Itu contohnya ya. Jadi intinya seorang itu dia belajar pertama harus memperhatikan tahapan tadi dari tingkat dasar menengah kemudian lanjutan dan apabila ee dia sudah melewati ini maka yang ada adalah memperdalam ilmu tersebut seperti yang dilakukan Syekh Utsimin tadi ya. Syekhin itu sudah melewati tahapan dasar, menengah, kemudian lanjutan dan beliau fokus memperdalam dalam lanjutan itu sehingga pahami betul tentang mazhab Hambali. Itu contoh salah satu contoh kecil ya, salah satu contoh kecil tentang ee apa?

1:20:33 Fokus dalam mempelajari suatu bidang ilmu. Nah, itu yang dinamakan takhasus. Jadi dia harus benar-benar cari suatu kitab yang menjadi rujukan dan dia fokus dalam kitab tersebut. Dan ini yang dilakukan oleh para salaf terdahulu ya. Para salaf terdahulu ada yang yang mempelajari suatu kitab, membaca suatu kitab itu berulang-ulang kali. Seperti misalkan kisahnya Imam Almawardi atau yang yang lainnya ya. Di antara mazhab ee ulama salaf di antara mereka kalau enggak salah Imam Mawardi ya atau yang lainnya. Wallahualam. Intinya di antara mereka ada yang membaca kitab Al-Um punya Imam Syafi'i itu sebanyak 50 kali ya diulang-ulang terus. Karena apa?

1:21:21 Seorang ketika dia fokus dalam satu bidang ilmu dan diulang-ulang terus itu justru memberi apa? Memberikan dia faedah yang dia tidak dapat di yang lainnya. ya. Ketika diulang ada faedah baru, diulang ada faedah baru dan semakin dipahami ya apa masalah-masalah dalam kitab tersebut. Nah, itu dan itu bukan hanya satu dua orang para salaf dan salaf yang lain pun demikian ya. Mereka mengulangi baca suatu kitab yang menjadi rujukan itu lebih dari bukan hanya satu dua kali ya. Seperti tadi ada yang 50 kali, ada yang 70 kali, ada yang 100 kali ya. Bahkan Syekh bin Bas juga dikisahkan bahwasanya beliau

1:22:07 mengulang-ulang kitab Sahih Bukhari itu ratusan kali bacanya Sahih Bukhari ya. Sehingga beliau punya apa ee takliqat, catatan terhadap ee Fathul Bari. ada tliknya. Maksudnya ee Ibnu Hajar rahimahullahu taala kesalahan-kesalahannya itu ditaklik oleh Syekh bin Bas. Itu di mana didapati? Dari tadi sering mengulang membaca seperti itu ya. Jadi bacaan yang disebutkan tadi ya Syekh Utsimin membaca itu itu sudah memasuki tahap menengah atau tahap lanjutan sehingga yang ada

1:22:53 adalah ee mengulang-ulangnya sehingga menjadi lebih paham. Nah, jadi dia harus ee melewati tahapan tadi, dasar, menengah, kemudian lanjutan dan tidak boleh dia apa istilahnya ee terpengaruh atau sibuk. Maksudnya tidak fokus. Dia harus fokus pada satu bidang ilmu sehingga dia benar-benar paham. Orang yang tidak fokus justru yang ada adalah pada akhirnya tidak dapat apa-apa. ya tidak memahami tentang bidang ilmu yang dia pelajari. Nah wallahuam. Nah, Ustaz, untuk pertanyaan selanjutnya dari Popi Adnan.

1:23:41 Bismillah. Izin bertanya, Ustaz. Apakah ada kitab panduan dengan bahasa Indonesia untuk manhaj dakwah? Jazakumullahu khairon. Tiib. Wallahualam. Setahu ana belum ada yang membahas secara spesifik tentang manhaj dakwah. Ada beberapa tulisan mungkin yang mana itu merupakan bagian daripada manhaj dakwah. Seperti misalkan kitab atau buku Ustaz Abdullah Zain ya.

1:24:26 Ustaz Abdullah Zain punya buku judulnya 14 contoh hikmah dalam Berdakwah. Mungkin di antara antum pernah lihat kitabnya, bukunya. Bukunya kecil ya, enggak terlalu besar. Nah, ini ini di antara ini merupakan bagian daripada manhaj dakwah ya. 14 contoh hikmah dalam berdakwah. [berdehem] Kenapa? Karena manhaj dakwah itu luas sebenarnya. Nah, yang ada di ee yang tersebar dari kitab-kitab yang ada itu, itu merupakan bagian-bagian daripada manhaj dakwah. Nah, manhaj dawas yang apa tersusun

1:25:13 secara sistematika itu adanya di di apa? Di dunia akademisi atau dunia kuliah. Dan setelah sana wallahu alam belum ada yang ee bahasa Indonesianya ya, belum ada tentang spesifik tentang manhaj dakwah ini ya. Dan [berdehem] semoga Allah mudahkan ya, mungkin nanti bisa dibuat atau ditulis tentang manhaj dakwah ini atau panduan dalam manhaj dakwah ini ya. Jadi yang ada yang tersebar ya itu bagian-bagian dari manhaj dakwah. Tidak mencakup semuanya karena memang manhaj dakwah itu luas ya. Ketika kita berbicara tentang manhaj dakwah itu sangat luas sekali. Nah, sangat luas sekali. Contohnya tadi

1:26:01 di antara bagian adalah hikmah. Hikmah dalam dakwah itu pembahasannya sangat apa? Sangat luas. Sehingga banyak buku-buku yang berkaitan dengan hikmah dalam berdakwah. Kalau dalam bahasa Arab sudah banyak ya setah sudah banyak tapi dalam bahasa Indonesia wallahualam ya. Terkhusus dalam manhaj dawa ini masih sedikit. Kalaupun ada masih sedikit ya. Kebanyakan yang ada adalah tentang akidah, tentang fikih. Ya, tapi tentang manhaj dakwah secara spesifik itu masih sedikit ya yang ana tahu tadi seperti kitab atau bukunya Ustaz Abdul Zain yang ee apa menulis tentang 14 contoh hikmah dalam berdakwah. Di situ beliau sebutkan

1:26:47 contoh apa? 14 contoh menerapkan hikmah dalam berdakwah. Ya, menerapkan hikmah dalam berdakwah. dan itu merupakan bagian daripada manhaj dakwah ini. Ya. Dan juga mungkin ada buku-buku yang lain yang bercerita tentang ee wallahu alam ya. Maksudnya dalam ee apa? Dari maksudnya dari ee buku-buku sunah maksudnya. Karena kalau buku-buku selain ahlusunah mungkin sudah ada ya. Tapi maksudnya di sini buku-buku sunah ya yang

1:27:53 dalam bahasa Arab sendiri itu banyak ya dalam bahasa Arab ee apa buku-buku tentang man salaf ini sudah banyak tapi dalam bahasa Indonesia materi yang kita sampaikan juga ini ini diambil dari berbagai macam referensi rujukan dan itu semua dalam bahasa Arab ya di antaranya risalah atau ee apa disertasi yang ditulis di Jamiah Islamiyah. Ada di antaranya juga kitab yang ditulis oleh apa ee para masyaikh yang ada di Arab Saudi dan yang lainnya ya. Kebanyakan berbahasa Arab. Tib

1:28:38 ustaz Afan ee terkait waktu Ustaz apakah antum masih berkenan kira-kira beberapa berapa pertanyaan lagi Ustaz? Satu atau dua lagi? H nanti insyaallah lanjut di kan kita punya sesi lagi ya. Sesi berikutnya tanggal berapa? Nanti masih ada di tanggal disimpan aja mungkin nanti sesi berikutnya insyaallah. Enam Ustaz ana bacakan satu ya Ustaz ya. Iya Ustaz pertanyaan dari ARN 222125 Muhammad Diaul haqq. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuham. Semoga Allah senantiasa menjaga ustaz, keluarga ustaz, tim HSI Akademi, dan

1:29:26 seluruh kaum muslimin. Afan Ustaz, izin bertanya. Untuk memperoleh wawasan dari pendapat-pendapat yang menyelisihi, apakah itu dengan belajar kepada guru atau boleh dengan membaca buku-buku pemikiran yang menyimpang? Bagaimana solusi untuk mendapatkan tqafah amah yang aman dari terkena syubhat menyimpang? Jazakumullahu khairan. Bisa diulang tadi terputus enam ustaz. Iya. Untuk memperoleh wawasan dari pendapat-pendapat yang menyelisihi apakah itu dengan belajar kepada guru atau boleh membaca buku-buku pemikiran

1:30:11 yang menyimpang. Bagaimana solusi untuk mendapatkan tqafah amah yang aman dari terkena subhat menyimpang? Jazakumullahu khairon. Tiib. [berdehem] Pertanyaan bagus ya. Jadi ee sebelum kita memahami, mempelajari tentang pemikiran-pemikiran yang menyimpang, akidah-akidah yang menyimpang, maka sebelumnya kita harus kuatkan dulu pondasi kita akidah. Jadi kita pelajari tentang akidah ya apa memahami akidah, mempelajari akidah ee apa secara mendalam memperkuat akidah kita.

1:30:58 Kemudian setelahnya kita mempelajari ini pemikiran-pemikiran daripada ee sekte-sekte yang ada ya. Nah, kalau di Jamiah Islamiyah itu ada pembahasan khusus atau materi mata pelajaran khusus tentang Maqalatul Firaq namanya. Dan juga di STDI kebetulan ee saya mengajar tentang Alfiraq ini, Maqalatul Firaq. Dan ini ee apa ee dipelajari setelah mempelajari akidah ahlusunah wal jamaah. Ya, akidah ahlusunah wal jamaah itu merupakan mata pelajaran khusus apa? Tersendiri. Kemudian pelajaran maqalatul firaq juga

1:31:45 tersendiri. Ya, jadi ada baiknya, bagusnya kita mempelajari, memahami dulu akidah ahlusunah ya. Memahaminya dengan benar. Kemudian kita mempelajari ini maqalatul firq ya. Dan maqalatul firaq ini tadi seperti yang saya katakan merupakan salah satu mata pelajaran yang dipelajari secara khusus baik di Jamiah Islamiyah ataupun di STDI ya di kulitul Imam Syafi'i ya. Jadi ee tadi seorang tidak disarankan untuk mempelajari maqalatul firaq sebelum dia memahami dan mempelajari akidah

1:32:31 ahlusunah wal jamaah. Ya, karena apa? Karena ee mempelajari maqalatul firaq ini tujuannya tadi untuk kita membantah syubhat mereka atau perkataan mereka. Dan itu tidak bisa terjadi kecuali ketika kita memahami dengan benar akidah yang sahih. Ya, dikhawatirkan orang yang [berdehem] mempelajari maqalatul firaq ini, pemikiran-pemikiran kelompok yang menyelisihi sebelum dia memahami dengan benar akidah. Hah, maka khawatir kan dia justru terpengaruh

1:33:16 dengan pemikiran tersebut. Justru terpengaruh dengan pemikiran tersebut. Ya. Jadi apabila seorang sudah mempelajari akidah dengan benar, ya sudah memiliki landasan yang kuat dalam hal akidah ahlusunah wal jamaah ya mempelajari tauhid kemudian akidah ahlusunah secara umum ya memahami [berdehem] ee dengan benar tentang akidah ahlusunah ini secara apa mendalam. Maka tidak mengapa setelah itu dia mempelajari maqalatul firaq ya. Dan maqalatul firaq ini apabila dia sudah punya ee apa landasan yang kuat, maka tidak mengapa. Insyaallah dia baca kitab-kitab para ulama yang ditulis oleh

1:34:01 ulama ahlusunah wal jamaah dalam hal alfiraq. Dan apabila apa ada suatu masalah yang dia kurang pahami, dia tanyakan ya. ditanyakan kepada para ulama atau para asatidah yang memahami dalam hal itu. Ya, itu insyaallah cukup bagi dia untuk mempelajari. Dia baca ee sendiri atau bisa juga ee apa ikut majelis para ulama. Tapi yang saya lihat ya sedikit sekali kajian-kajian yang ada itu membahas

1:34:48 tentang maqalatul firaq ya kan. Yang ada adalah pembahasan tadi akidah, pembahasan akidah secara umum ya, akidah ahlusunah. Jarang membahas tentang misalkan ini skala orang awam ya maksudnya masyarakat umum jarang membahas tentang rafidah akidahnya seperti apa, keyakinannya seperti apa, sufiah misalkan keyakinan seperti apa, hah Muktazilah Asyairah keyakinan seperti apa itu jarang. Karena mungkin ada alasannya juga karena ini justru menimbulkan takutnya khawatirkan menimbulkan apa? Keributan ya. ngajak ribut kalau orang membahas tentang firaq itu sebenarnya. Makanya yang ada itu di kalangan ee

1:35:35 apa kelas akademisi saja maksudnya di belajar di ee seperti di kulit Imam Syafi'i. Adapun untuk masyarakat umum tergantung juga ya karena tidak semua orang itu siap atau memahami tentang firaq ini ya. Jangankan tentang firq, tentang agama Islam aja masih butuh untuk diajarkan apa ee hal-hal yang lain yang lebih penting gitu yang mereka butuhkan ya.

…

Share

Ringkasan Video YouTube