[Live Session] MD1-#02 - Ringkasan Materi Manhaj Dakwah H13-26 & Tanya Jawab

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang manhaj dakwah dalam Islam, yang menekankan pentingnya mengikuti metode Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah. Beberapa poin utama meliputi:

  • Dakwah haruslah ilallah (untuk Allah), bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.
  • Dakwah harus dilakukan di atas basirah (ilmu dan bukti yang jelas).
  • Pentingnya memperbaiki akidah sebagai fondasi utama dalam berdakwah.
  • Fleksibilitas dalam metode dakwah, dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip dasar Islam.
  • Perbedaan antara mudarah (mengorbankan kepentingan dunia untuk menjaga agama) dan mudahanah (mengorbankan prinsip agama demi meraih keridaan manusia).

Pengantar Manhaj Dakwah

Pelajaran tentang manhaj dakwah jarang dibahas secara mendalam kecuali oleh Ahlussunnah wal Jama'ah. Manhaj dakwah adalah mempelajari metode Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah, yang mencakup semua aspek kehidupan, termasuk ibadah, akidah, muamalah, akhlak, dan cara berdakwah. Ayat Al-Qur'an (Qul hazihi sabili ad'u ilallah ala basiratin ana wa manittaba'ani) menjadi landasan penting dalam manhaj dakwah, menekankan bahwa jalan yang benar hanya satu dan dakwah harus dilakukan di atas ilmu (basirah).

Dakwah Ilallah dan Pentingnya Basirah

Dalam berdakwah, niat haruslah ilallah, yaitu untuk Allah SWT, bukan untuk kepentingan partai, organisasi, atau kelompok tertentu. Jalan kebenaran itu satu, seperti yang digambarkan dalam hadis tentang garis lurus yang dibuat oleh Nabi SAW. Dakwah juga harus di atas basirah, yang mencakup ilmu, argumen yang jelas, dan pemahaman terhadap apa yang didakwahkan, kondisi orang yang didakwahi, dan cara berdakwah. Seorang da'i harus memiliki ilmu tentang apa yang didakwahkan dan memahami audiens dakwahnya, serta menggunakan metode yang sesuai.

Proses Dakwah di Era Nabi dan Sahabat

Proses dakwah di era Nabi Muhammad SAW adalah fase fondasi, di mana fokus utama adalah menanamkan akidah yang benar. Ayat-ayat Al-Qur'an yang pertama kali turun banyak membahas tentang surga dan neraka, yang berkaitan dengan akidah. Aisyah RA menjelaskan bahwa jika larangan langsung seperti larangan minum khamar atau berzina diturunkan di awal, orang-orang jahiliyah tidak akan menerimanya. Ini menunjukkan pentingnya proses dalam mengubah kebiasaan dan memperbaiki akidah sebagai fondasi utama sebelum memperkenalkan hukum halal dan haram.

Perkembangan Dakwah Setelah Era Nabi

Setelah Nabi Muhammad SAW, datang generasi Khulafaur Rasyidin yang melanjutkan dakwah dengan berbagai tantangan, termasuk munculnya fitnah dan sekte-sekte yang menyimpang. Di masa Abu Bakar, orang-orang murtad diperangi karena memisahkan salat dan zakat. Utsman bin Affan menyatukan umat Islam terhadap bacaan Al-Qur'an. Setelah masa Khulafaur Rasyidin, muncul era Abbasiyah dan Umawiyah, di mana cakupan metode dakwah semakin luas dengan munculnya penulisan ilmu-ilmu seperti hadis, fikih, dan bahasa. Di era sekarang, dakwah berkembang melalui individu, organisasi, dan yayasan.

Fleksibilitas Manhaj Dakwah dan Wasilah Dakwah

Manhaj dakwah itu fleksibel dan tidak kaku. Dalam masalah uslub (gaya) dan wasail (sarana) dakwah, ada dua jenis: tauqifiyah (berdasarkan nash Al-Qur'an dan Sunnah) dan ijtihadiyah (tidak terikat dengan nash). Penggunaan media sosial dan yayasan sebagai sarana dakwah diperbolehkan selama tidak menyelisihi kaidah-kaidah umum dalam dakwah. Yayasan dan organisasi dakwah adalah wasilah yang dibolehkan, dengan hukumnya sesuai dengan tujuannya.

Mudarah vs. Mudahanah dalam Dakwah

Penting untuk membedakan antara mudarah (mengorbankan kepentingan dunia demi menjaga agama) dan mudahanah (mengorbankan prinsip agama demi meraih keridaan manusia). Mudarah diperbolehkan, sementara mudahanah diharamkan. Contoh mudarah adalah berbuat baik kepada orang tua meskipun tidak taat dalam hal syirik. Contoh mudahanah adalah basa-basi dalam hal akidah atau mengucapkan selamat Natal.

Sesi Tanya Jawab

Sesi tanya jawab membahas berbagai pertanyaan terkait dakwah, termasuk:

  • Bagaimana menjaga keikhlasan dalam berdakwah di lembaga yang memiliki perbedaan pendapat.
  • Apakah basirah (ilmu) dalam dakwah hanya untuk da'i di mimbar atau juga untuk orang yang merangkum ceramah dan menyampaikannya kembali.
  • Bagaimana sikap seorang istri yang mendampingi suami yang mengajar di lingkungan organisasi yang cenderung hizbiyah.
  • Bagaimana menilai kitab-kitab ulama kontemporer seperti karya Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas terkait manhaj salaf.
  • Curhatan seorang peserta tentang fenomena "varian Salafi" dan pentingnya memiliki pegangan yang kokoh dalam beragama.
Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:02 pelajaran manhaj dakwah ini ya mungkin apa jarang dibahas karena ee apa mempelajari manhaj dakwah tidak ada yang memiliki perhatian khusus terhadap manhaj dakwaah ini kecuali ahlusunah wal jamaah ya kecuali ahlusunah wal jamaah Jemah. Makanya kita jarang melihat ee selain ahlusunah yang mempunyai perhatian khusus terhadap pelajaran manhaj dakwah. Ya, manhaj dakwah tay. Ketika kita mempelajari manhaj

0:48 dakwah berarti kita mempelajari metode Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam berdakwah. sudah kita sepakati bahwasanya ee al-iktida mengikuti [berdehem] Nabi sallallahu alaihi wasallam itu mencakup semua hal. baik itu dalam ibadahnya, akidahnya, ya muamalahnya, akhlaknya, dan di antaranya juga cara dakwah beliau ya, Triqatul dakwah sebagaimana dalam ee apa firman Allah Subhanahu wa taala, qul hadi sabili adu ilallah ala biratin ana wabaanihanallah w ana minal musyrikin. Katakanlah bahwasanya inilah jalanku.

1:33 Adu ilallah. Yaitu berdakwah di jalan Allah Subhanahu wa taala. Ala basiratin di atas basirah. Ana wabaani aku dan juga pengikutku. Wasubhanallah w ana minal musyrikin. Dan maha suci Allah. Tidaklah aku termasuk orang-orang yang berbuat syirik pada Allah. Bab ayat ini menjadi landasan dalam hal manhaj dakwah. dalam hal manhaj addakwah di mana Allah Subhanahu wa taala katakan kepada nabinya, qul hadi sabili. Ya, katakanlah wahai Muhammad, inilah jalanku ad'u ilallah. Jadi

2:20 kata Allah Subhanahu wa taala, "Sabili di sini jalanku ya dalam bentuk tunggal menunjukkan bahwasanya [berdehem] jalan yang benar itu hanyalah satu." Ya. Dan itulah kalau kita lihat Allah Subhanahu wa taala mensifati al-Haq dalam Al-Qur'an ataupun mensifati dengan terkadang dengan cahaya ya. Kemudian [berdehem] ee apa yang menyelisihnya adalah kegelapan. Itu semuanya menggunakan bentuk kata tunggal. Ya, seperti dalam ayat ini, qul hadiahi sabili adu ilallah. Katakanlah, inilah jalanku yaitu menyeru kepada

3:05 Allah subhanahu wa taala. Nah, ini juga pelajaran penting bahwasanya dalam dakwah hendaknya kita benar-benar menjadikan dakwah tersebut ilallah yaitu untuk Allah subhanahu wa taala. Ya, ini merupakan dabit yang sangat penting karena kebanyakan ya dakwah itu ya masih belum dalam tahapan ini yaitu ilallah. Kebanyakan dakwah masih mengajak kepada partainya, kepada organisasinya, ee kepada jemaahnya, kelompoknya. Nah, ini yang harus

3:52 diperhatikan juga ya. Sementara jalan kebenaran [berdehem] itu adalah satu. Tidak ada kebenaran itu ada dua, tiga atau empat atau lebih. Makanya dalam sebuah hadis disebutkan bahwasanya Nabi sallallahu alaihi wasallam pernah membuat suatu garis lurus. Kemudian Nabi mengatakan, "Hadza sabilullah." Inilah jalannya Allah. Kemudian menggaris lagi di samping kiri kanannya garis-garis yang banyak. Kemudian mengatakan, "Hadi subul ala kulli sabilin situn yadu ilaih." Atas setiap jalan itu terdapat setan yang menyerukan ke jalan-jalan tersebut. Kemudian Nabi wasam membacakan ayat QL

4:39 hadi sabili wa mustaqiman fatbi wulfikumili. Dan bahwasanya inilah jalanku. E inilah jalan Allah azza waalla. Maka ikutilah jalan tersebut, jalan yang lurus tadi. Dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan yang banyak itu, maka niscaya jalan-jalan tersebut akan menjeruskan kalian dalam kesesatan. Iya. Kemudian kata Allah Subhanahu wa taala dalam ayat ini, qul hadili adu ilallah ala basiratin. Ini juga merupakan dabit yang sangat penting hendaknya dakwah itu

5:26 di atas basirah. Kata albasirah itu lebih umum, lebih luas jawabannya. Artinya ala ilmin wa burhanin wa dalil. Ya, di atas ilmu ya. di atas argumen yang jelas dan basirah dalam dakwah ya itu mencakup albasiratu mencakup tiga halbasiratu fima yad'u ilaih wal basiratu fi halatid dai wal basiratu fi kaifiyatid dakwah ya yang pertama albasiratu f yadu ilai

6:14 yaitu yang berkaitan dengan ee apa? Seorang yang menuntut ilmu itu harus punya ilmu dulu. Seorang yang berdakwah itu harus punya ilmu dulu. Ya, dia harus punya ilmu apa yang dia dakwahkan. itu namanya basirah. Karena tidak mungkin seorang yang berdakwah tanpa ada ilmu. Ya, makanya orang yang menyelisihi manhaj ini ya akan justru yang terjadi adalah kerusakan daripada kebaikan. Ya, apabila seorang berdakwah tanpa ilmu, yang terjadi adalah kerusakan, bukan kebaikan. Padahal dakwah itu seharusnya menjadi sarana untuk mengajak

7:01 manusia kepada kebaikan. Nam kemudian albasiratu fi ee halil mad'u. Jadi yang pertama itu berkaitan dengan seorang dai ilallah. Jadi dia harus punya ilmu yang memiliki tqafah. Sebelumnya kita sudah jelaskan. Kemudian albasiratu fi halil madu, yaitu memiliki basirah terhadap audiens dakwah. Ini juga penting ya, karena audiens dakwah itu macam-macam ya kompleks tabiatnya, pemahamannya ya yang mana ini menuntut kita untuk

7:47 memahami juga ya keadaan mereka ya. Makanya para nabi diutus sesuai dengan bahasa kaumnya. Ya. Kemudian eh Abdullah bin Masud juga pernah mengatakan, "Ma anta bimuhadditin quuman laudrikhu uquluhum illa kana liba'dihim fitnah." tidaklah engkau berbicara terhadap suatu kaum yang mana itu tidak sampai kepada pemahaman mereka ya kecuali apa yang kukan itu adalah sebuah fitnah. Justru mengadakan menimbulkan sebuah fitnah karena

8:34 apa? pemahaman mereka belum sampai apa yang disampaikan itu. Hah. Kemudian juga kata Ali bin Abi Thalib ya ee haditunas bima ya'rifun aturiduna an yukadzaballahu wa rasuluh. Berbicaralah dengan manusia dengan apa yang mereka pahami. Ya aturiduna yukadzaballahu wa rasuluh. Apakah engkau mau Allah dan rasulnya didustakan? karena tadi ya berbicara tidak sesuai dengan kapasitas pemahaman mereka. Jadi ketika kita berdakwah terhadap misalkan ee orang tua itu berbeda dengan berdakwah kepada para remaja atau anak muda ee atau anak kecil. Ketika kita

9:22 berdakwah kepada orang awam berbeda dengan ketika kita berdakwah kepada orang-orang yang sudah mengaji ya pelajar. Nah, ini diperhatikan dalam hal dakwah. Kemudian juga ketika kita berdakwah kepada komunitas muslim, berbeda halnya dengan berdakwah ketika ee apa? Ketika berdakwah ke komunitas orang-orang kafir misalkan nonmuslim. Nah, itu semuanya harus punya basirah. Kemudian yang ketiga adalah albasiratu fi kaifiyatid dakwah. yaitu memiliki basirah terhadap wasilah ya dan juga uslub yang digunakan ketika berdakwah. Itu yang dimaksud dengan albasirah

10:09 ya. Kemudian kata Nabi sallahu alaihi wasallam, kata Allah azza wa jalla dalam ayat ini, qul had sabili adu ilallah ala birtin ana wabaani. Yaitu aku dan juga pengikutku. itu para sahabat dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka. Ya. Jadi dalam berdakwah kita harus mencontohi Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam berdakwah, mencontohi para sahabat dalam berdakwah. Ya, itu yang dimaksud dengan ayat ini. Ana wamani. Ini menunjukkan bahwasanya orang yang tidak mengikuti manhaj Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam berdakwah, manhaj para sahabat, maka bukan dari bagian dari Nabi sallallahu

10:54 alaihi wasallam. Ya, karena Allah berfirman, "Ana wam itbaani, aku dan juga pengikutku berdakwah di jalan Allah." Ya. Kemudian berdakwah di atas albasirah. Maksudnya pada ayat ini, siapa yang tidak demikian, siapa yang tidak berdakwah di atas basirah, tidak di atas ilmu, e kemudian dakwahnya itu bukan untuk menegakkan agama Allah, bukan untuk fisabilillah, maka bukan dari pengikutnya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ya, karena Allah berfirman dalam ayat ini, "Ana wabaani." Ya, aku dan juga pengikutku berdakwah di jalan Allah dan di atas albasirah. Wasubhanallah w ana minal musyrikin. Dan subhanallah, maha

11:41 suci Allah, aku tidaklah termasuk orang-orang musyrikin. Tib. Jadi kalau kita lihat ya, kemudian juga kalau kita lihat marail proses dakwah yang dilakukan dari zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam sampai sekarang ini itu ada beberapa melati melewati proses ya. proses yang pertama yaitu di era Nabi sallallahu alaihi wasallam dikatakan atau disifati dengan proses fondasi ya karena ee arrisalah pertama kali turun kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam ya itu ketika di Makkah ya ini juga merupakan pondasi pertama ya

12:28 bagaimana ee Nabi sallallah alaihi wasallam dahulu berdakwah Ya. Dan kalau kita lihat sejarah Nabi Sallahuai Wasallam itu semuanya pelajaran penting bagi seorang dai. Ya, makanya kita lihat ya dalam kehidupan Nabi S. Al wasallam ada yang namanya fase Makkah, ada yang namanya fase Madinah. Dan kalau kita lihat dari semenjak Nabi sallallahu alai wasallam diangkat sebagai nabi dan rasul e itu yang pertama kali Nabi Sallallam dakwahkan adalah perihal akidah ya mempelaj apa menanamkan akidah yang benar

13:15 ya makanya Nabi sahu alaihi wasallam ketika di angkat sebagai nabi dan rasul nabi berdakwah ya yang pertama kali dakwahkan adalah mengajak kepada tauhid ya menanamkan atau memperbaiki akidah. Makanya kata Aisyah radhiallahu taala anha, inna awala ma nazala minal Quran almufassal minas suar suratun minal mufassal fihi au fihaikrul jannati. Yang pertama kali turun daripada Al-Qur'an itu adalah surah-surah almufassal. Surat Mufassal itu surat dari surat-surat pendek yang bagian belakang dari surah Qaf sampai Annas itu mufassal

14:02 ya. Dikatakan mufassal karena ee apa? Ayatnya pendek-pendek ya. Jadi kata Aisyah sesungguhnya surah atau yang pertama kali turun daripada Al-Qur'an itu surah Mufassal ya. Para ulama ada yang mengatakan yang dimaksud adalah al-alaq. Suratu al-alaq. Iqra bismibikalladzi khalaq. Kemudian juga surah almudattir. Ya. Ya ayyuh mudattir. Kum faanzir warbaka fakabbir. Kalau kita lihat ayat ini turun membahas tentang apa? Tentang akidah. Nah, contoh dalam surat almudattir. Ya ayyuhal mudattir.

14:48 Wahai orang yang berselimut. Kum faanzir bangkit dan berikanlah peringatan fakabbir agungkanlah Tuhanmu. Wiabaka fahir dan sucikanlah pakaianmu. Maksudnya mensucikan dari kesyirikan. Ya. Jadi yang pertama kali turun kata Aisyah radhiallahu anha suratun minuf mufassal fihaikrul jannati wanar. Dalam surah-surah tersebut dijelaskan tentang surga dan neraka. Ya, makanya kalau kita lihat surah-surat mufasal ini kebanyakan menjelaskan tentang apa? Surga dan neraka. Dan itu kebanyakan turun di Makkah. Kemudian kata Aisyah, "Walau anna awal ma nazal minal quran."

15:36 Yakni la tasrabul khamro laqalu la nadaul khamro abadan. A la tazu laquolu la nadaina abadan. Kalau seandainya yang pertama turun itu langsung apa? Melarang la tasrabul khamar. Janganlah kalian meminum khamar. Maka niscaya orang-orang jahiliah mengatakan abadan. Kami tidak akan meninggalkan khamar ini selamanya. Atau la taznu laqu lauzina. Janganlah kalian berzina. Niscaya mereka mengatakan, "Kami tidak akan meninggalkan zina." Kenapa? Karena hati mereka belum siap untuk menerima langsung seperti itu. Ya, larangan-larangan yang mana kebiasaan

16:23 itu sudah apa istilahnya sudah tertancap, mendarah daging dalam kehidupan mereka. Nah, ini sebenarnya pelajaran penting buat kita dalam [berdehem] merubah suatu kebiasaan itu butuh proses ya. Butuh proses. Tidak tidak bisa langsung kita mau sekejap ah langsung berubah. Tidak ya. Al-Qur'an sendiri aja apa? Memilih melalui proses. Nabi sallahu alaihi wasallam berdakwah melalui proses. Makanya awal-awal perintah yang turun dari Al-Qur'an itu menjelaskan tentang jannah wanar ya, tentang ee surga dan neraka. Dan ini

17:08 terkait dengan masalah akidah ya. Jadi kalau akidahnya sudah mantap ya, sudah kuat, sudah paham, baru setelah itu turun alhal wal haram. Ya. Jadi dalam hadis tadi kata Hasyah [berdehem] apa? Inna awal ma nazil min quran surat mufassal tumma nazala alhalalu wal haram kata Aisyah setelahnya. Ya. Kemudian setelah itu baru turun apa? penjelasan tentang alhalal wal haram. Ya, ini pelajaran yang sangat penting bagi seorang ilallah azza waalla yaitu dalam berdakwah itu butuh namanya proses. Dan yang harus pertama kali

17:56 diperhatikan adalah masalah akidah. Ini manhaj nabawi yang tidak ada tawar-menawar. Bahwasanya yang pertama kali didakwahkan diperbaiki adalah masalah akidah. bukan masalah akhlak, bukan masalah ibadah, akan tapi masalah akidah. Ini bukan berarti kita menyampingkan perihal apa ee ibadah, akhlak atau yang lainnya, tapi begitulah manhaj Nabi sallahu wasallam ketika manhaj nabawi atau manhaj rabbani ketika ingin melakukan suatu perubahan. Makanya kita lihat kebanyakan kelompok-kelompok yang menyerukan, berusaha untuk tadi langsung

18:45 misalkan ee mendirikan daulah islamiah itu mustahil terjadi terwujud kalau akidahnya belum diperhatikan. Ya. Kemudian juga ada yang menyerukan kepada akhlak ya yang baik dengan menyampingkan akidah. Itu juga manhaj yang keliru sebenarnya. Karena manhaj rabbani, manhaj nabawi dalam dakwah adalah ini memperbaiki akidah dulu. Ini merupakan manhaj yang seharusnya kita perhatikan. manhaj juga para manhaj anbiya, para nabi-nabi terdahulu ya menyerukan kepada akidah ya kemudian

19:32 juga manas Nabi sallallahu wasallam menyerukkan kepada akidah begitu juga manhaj para sahabat dan setelahnya selalu perhatian terhadap masalah akidah apalagi di zaman kita sekarang ya ini sangat krisis akidah sekali TIB Jadi ee di awal-awal Nabi sallallah wasallam berdakwah itu mengajak kepada akidah. Bahkan kalau kita lihat Nabi Sallah Alaihi Wasallam berdakwah di Makkah itu selama 13 tahun lamanya 10 tahun itu fokus terbesarnya di akidah ya. Makanya setelah itu baru turun apa?

20:18 Perintah salat ya. Perintah salat sendiri turun di tahun ke ee apa? Ke-10 atau ke-11 ya. Ketika melewati 10 tahun Nabi berdakwah mengajak kepada akidah baru turun perintah salat ya turun ee apa perintah zakat, puasa dan seterusnya. Kemudian apa? Ketika hijrah ke Madinah pun itu bukan berarti perhatian terhadap akidah putus. Tidak. Jadi akidah itu fokus terbesar intinya di Makkah. Kemudian ketika hijrah ke Madinah tetap Nabi sallallahu alaihi wasallam perhatian terhadap akidah ya.

21:06 Kemudian juga perintah-perintah lain turun setelahnya. Jadi perhatian terhadap akidah itu dari awal sampai akhir sebenarnya. Dari awal sampai akhir. Iya. [menghela napas] Kemudian ee apa [batuk] [berdehem] itu marhalah yang pertama ya. Jadi di masa Nabi sallallahu alaihi wasallam ya dan juga para sahabatnya ini merupakan masa keemasan ya dalam perihal manhaj dakwah. Makanya seorang yang ingin apa mengetahui dengan

21:54 ee benar dengan terperinci terkait manhaj Nabi dalam berdakwah ya manhaj dakwah itu hendaknya dia membaca atau mempelajari sirah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Karena semua sejarah Nabi Sallallah Wasallam itu merupakan pelajaran manhaj dakwah ya. Manhaj Adakwah Tib. Kemudian setelah Nabi sallallahu alaihi wasallam datang generasi khulafaur rasyidin. Ya, ini juga merupakan fase dalam ee berdakwah. Kita melihat bagaimana apa para khulafa rasyidin berdakwah kepada Allah kemudian terjadi apa namanya peningkatan dari sebelumnya

22:42 ya karena terjadi juga ketika itu fitnah di masa khulafa rasyidin ini ya. seperti munculnya sekte-sekte yang pertama kali ya yang menyisihi tareqah ahlusunah itu khawarij dan juga arrofidah pada masa Ali bin Abi Thalib ya itu. [berdehem] Kemudian kalau kita lihat juga di zaman Abu Bakar itu terdapat orang-orang yang murtad ya yang mana mereka memisahkan antara salat dan zakat sehingga diperangi oleh Abu Bakar. Ini juga tantangan tersendiri

23:29 dalam dakwah ya. Kata Abu Bakar, ee wallahi lau uqatilanna man faraqa baina asalah wazzak. Demi Allah, kata Abu Bakar, "Aku akan memerangi orang-orang yang memisahkan antara zakat dan juga salat." Ini kemudian juga ee dalam masanya Utsman bin Affan, beliau menyatukan umat Islam terhadap bacaan Al-Qur'an ya. Karena bacaan Quran itu ada beberapa bacaan kemudian disatukan oleh Utsman bin Affan ketika terjadi perselisihan ya. Utsman bin Affan ingin menyatukan umat Islam dengan bacaan satu ini dengan satu bacaan ya. Kemudian [berdehem] setelah masa

24:17 khulafaur rasyidin muncul ee era setelahnya yaitu masa ee apa? Abbasiyah, Umawiyah, kemudian Abbasiyah yang mana di fase ini itu lebih luas lagi apa ee cakupan metode dakwah ya. Di situ muncul penulisan apa? Ilmu-ilmu, bidang-bidang ilmu ya. di antaranya ilmu hadis, kemudian ilmu fikih, ilmu bahasa, kemudian muncul para dai atau ulama yang ee apa yang mengajak kepada asunah ya memerangi

25:04 atau membantah terhadap sekta-sekta yang menyimpang seperti Imam Ahmad, kemudian Syikhul Islam Taimiyah ya. Kemudian di era sekarang itu lebih ini lagi berkembang lagi dengan berdakwah melalui apa individu kemudian apa ee organisasi yayasan yang mana itu tidak ada sebelumnya. Nah, ini menunjukkan bahwasanya manhaj dakwah itu fleksibel, tidak kaku. Ya, manhaj dakwah fleksibel, tidak kaku. Dan dalam masalah uslub dakwah sendiri atau wasailud dakwah ya itu ada dua dua jenis yang pelajari.

25:50 Yang pertama alwasail atauqifiyah. Ada juga al-wasail al-ijtihadiyah. Ada wasilah-wasilah yang hukumnya itu taukifiah. Disebutkan dalam Al-Qur'an secara nas. Ada yang sifatnya ijtihadiah apa tidak terpaut terkait dengan nas. Ya, seperti ini, seperti wasil atau media sosial. Kemudian berdakwah melalui yasan. Ini semuanya wasilah yang mubtakarah yang dibolehkan. selama tidak tentu menyelisihi kaidah-kaidah atau ee dalil-dalil umum dalam hal dakwah.

26:36 Seperti misalkan berdakwah melalui ini ee apa media sosial atau dengan yayasan organisasi. Nah, sebagian orang mengatakan bahwa yayasan-yasan seperti ini itu bidah, tidak boleh ya. Tidak boleh. Bahkan sebagian mereka mengharamkan punya ijazah ya. Ini tentu pemikiran yang sempit yang apa tidak melihat bagaimana dakwah itu tadi fleksibel, tidak kaku ya. Dan yayasan organisasi seperti ini itu wasilah yang mubahailah mubaha wasilah yang dibolehkan. Wal wasail lahu ahkamul maqasid. Kata para ulama,

27:22 wasilah itu punya hukum sesuai dengan tujuannya. H alwasaha ahkam almaqasid ya. Jadi [berdehem] ee apa menggunakan sarana-sarana [berdehem] seperti itu dibolehkan selama tidak menyelisihi tadi kaidah-kaidah umum. Seperti misalkan ee apa dia taasub terhadap yasan tersebut atau organisasi tersebut. ini yang yang menyelisihi sebenarnya tidak boleh sudah berubah ya sudah berubah tujuannya bukan lagi fisabilillah tapi fisabili kelompoknya dalam jalan kelompoknya organisasinya

28:10 apa sektennya. Nah, ini yang tercela sebenarnya. Ini yang tercela dan ini yang dipahami sebagian orang ya seb kaum muslimin memandang bahwasanya organisasi seperti ini itu sudah menjadi seakan-akan menjadi agama tersendiri. Seperti kita sekarang di Indonesia ada namanya Muhammadiyah, ada namanya Nahdatul Ulama. Seakan-akan ini sudah menjadi agama sendiri padahal bukan. Itu wasilah sebenarnya. wasilah dalam berdakwah. Karena selain di Indonesia enggak ada Muhammadiyah, enggak ada NU. Kalau kita lihat sejarah munculnya

28:55 yayasan ini di Indonesia ya, itu apa? muasisnya, pendirinya merupakan ee orang yang pernah belajar di kota Makkah waktu itu ya, Hasyim Asy'ari dan juga Muhammad Dahlan, Ahmad Dahlan. Dan tujuan mendirikannya itu bukan untuk membuat agama baru, bukan ya akan tapi menjadi wasilah ya payung dalam dakwah. Misalnya tadi Muhammadiyah ya dan juga apa? Nahdatul Ulama ya. Jadi [berdehem] salah ketika orang menjadikan organisasi ini seperti seakan-akan

29:40 agama Islam yang seakan apa selain organisasi tersebut bukan daripada Islam atau bukan dari bukan bukan seperti itu. Ini yang tercela ya. bertaasub terhadap kelompoknya, terhadap tokohnya, terhadap organisasinya itu yang yang tercela, yang tidak boleh dilakukan. Ya, dan ini yang harus dibenarkan sebenarnya karena kebanyakan itu tadi ya menyelisihi manhaj Nabi S. Dalam dalam hal ini bukan lagi tujuannya untuk fisabilillah, tapi sudah fisabil tadi muasisnya, tokohnya, pemimpinnya atau jemahnya. Nah, ini yang harus perlu di dibenahi.

30:26 [menghela napas] Tib. ya. Jadi ee [berdehem] ee apa dalam berdakwah melalui organisasi seperti ini itu hendaknya tadi ya harus berdiri tegak di atas basisnya itu berdiri tegak di atas Al-Qur'an dan sunah dan juga pemahan

31:13 salaf. Tujuannya mengajak manusia kembali kepada kitabullah, bukan kepada apa ee kemauan atau ajakan terhadap ee tokoh pendirinya atau jemaah tertentu. Tap. Adapun yang menyisi itu, itu yang tidak boleh dilakukan. Kemudian masalah [berdehem] yang dibahas juga

32:00 i masalah almudarah wal mudahanah. Ha. Al-mudarah wal mudahanah. Al-mudarah itu artinya apa? Mengorbankan kepentingan dunia demi menjaga agama atau menunda pengingkaran untuk mencari momen yang lebih tepat. Itu namanya mudarah. Sementara almudahanah mengorbankan prinsip agama demi meraih keridaan manusia. Nah, ini juga harus diperhatikan antara mudarah dan mudahan. Mudarah itu boleh hukumnya boleh. Sementara mudahana itu muharram diharamkan. Ya, karena dua ini sangat mirip tapi

32:47 tidak sama. Mirip tapi tidak sama. Al-mudarah tadi ya diartikan mengorbankan kepentingan dunia demi menjaga agama. Contohnya apa? Contohnya dalam masalah ee berbakti kepada kedua orang tua. Tentu berbakti pada orang tua itu wajib hukumnya. Nah, dalam Al-Qur'an disebutkan ya dalam surat Alqman ayat 15 itu terdapat almudarah di situ. Kata Allah Subhanahu wa taala eh wain jahadaka ala an tusrika bima laisa laka bihi ilm fala tu'huma wasohibahuma fid

33:33 dunya ma'rufa wattabi sabila man anaba ilaih. Kalau seandainya kedua orang tuamu memerintahkan kamu untuk berbuat syirik kepadaku, fala tutihuma, janganlah engkau taat. Janganlah kamu taat. Ya, padahal tadi taat kepada kedua orang tua itu hukumnya wajib. Tapi dalam hal ini tidak diwajibkan untuk taat. Ketika apa? Dia memerintahkan atau mereka memerintahkan untuk berbuat syirik. ya, berbuat syirik kepada Allah. Nah, ini juga menjadi kaidah bahwasanya taat kepada makhluk itu berkaitan erat dengan taat kepada alkhaliq.

34:18 Selama taat tersebut tidak apa menyelisihi perintah Allah atau tidak bermaksiat kepada Allah maka itu boleh. Tapi kalau sudah terdapat penyelisihan terhadap [berdehem] perintah Allah maka itu tidak boleh. Ini hukumnya umum. Ya, makanya dalam hadisbutkan la taata limakluqin fi maksiatil kaliq. Tidak ada ketaatan terhadap makhluk dalam hal bermaksiat kepada alkaliq. Ya, ini mencakup semuanya. Di antaranya juga taat dalam terhadap penguasa. Misalkan al-hakim, al-amir. Taat kepada al-amir penguasa itu hukumnya wajib. Tapi kalau sudah menyelisihi perintah

35:04 Allah itu tidak wajib. Ya, di antaranya juga ini taat pada orang tua hukumnya wajib, hukum asal. Tapi ketika memerintahkan kepada bermaksiat kepada Allah maka tidak wajib. Ya, makanya sini Allah katakan fala tutihuma. Janganlah engkau mentaati keduanya. Wasohibhuma fid dunya ma'rufa. Iya. Ini jadi kita tidak taat kepada orang tua bukan berarti kita memasuhi mereka ya atau memutus hubungan dengan mereka. Tidak. Justru Islam mengajarkan untuk berbuat baik. Wasohibahuma fid dunya ma'rufa. Dan berbuat baik berbuat baiklah kepada keduanya ya di dunia dengan cara yang

35:52 makruf. Nah, ini ini termasuk mudarah. Jadi kita berbuat baik meskipun kita tidak taat tapi kita berbuat baik kepada mereka ya. Ini termasuk badlud dunya e liajli adin ya. mengorbankan dunia ya dengan tadi berbuat baik kepada orang tua semasa di dunia liajliddin ya untuk demi apa menegakkan agama ya tadi jadi kita tidak taat dalam hal mereka perintahkan dalam maksiat tapi kita tetap berbuat baik kepada mereka [berdehem] kemudian juga di antara mudarah yang

36:40 pernah lukan Nabi sallallahu alaihi wasallam Dalam hadis ee Nabi Sallallah Wasam mengatakan b akhul asyirah. Ya. Jadi ada seorang yang datang pada Nabi sallallahu alaihi wasallam kemudian izin untuk bertemu. Ketika orang tadi masuk, Nabi senyum ya tersenyum kemudian berkata dengan perkataan yang baik. Setelah itu, setelah orang tadi pulang, Nabi sallahu alaihi wasallam apa? Ee mengatakan bsa akhul asyirah. Ee seburuk-buruk orang ya orang ini kata kata Nabi sallallahu wasallam ya. Nah ini

37:25 apa ee merupakan dalil juga tentang mudarah bukan mudahan ya bukan mudahana. Dalam hal ini, Nabi S. Wasallam melakukan almudarah, yaitu apa? Nabi sallallahui wasallam ee bermuamalah dengan orang ini walaupun dia dikenal dengan orang yang mungkin melakukan keburukan ya. Tapi Nabi wasallam tetap bermuamalah dengan dengan orang tersebut dengan muamalah yang baik, muamalah yang hasanah ya, dengan tersenyum, berkata yang baik. Kemudian setelah itu Nabi S wasallam ee mengatakan bul akhirah untuk mewaspadai untuk mentahdir dari perbuatannya. Jadi ini bukan bentuk mudahanah ya, bukan bentuk mudahanah tapi Nabi

38:11 wasallam berm mudarah apa mudarah ya. Nabi sallallahu alaihi wasallam tidak mengorbankan ee agamanya, tapi mengorbankan dunia untuk ditegakkan agama tadi. Kemudian mudahanah ya itu mengorbankan prinsip agama demi meraih keridaan manusia. Nah, ini juga yang harus perlu diperhatikan. Mudahan itu mengorbankan agama demi dunia. Nah, contohnya apa? Ee

38:59 seperti misalkan basa-basi dalam hal akidah. Ya, ini termasuk mudahan ya. Misalkan ada yang ee apa? berbuat kesyirikan misalkan dengan dal kearifan lokal kemudian kita ikut-ikuti ya untuk apa menyemarakan kearifan lokal tersebut padahal itu merupakan kesyirikan. Ini termasuk mudahan ya termasuk mudahan ikut serta dalam atau mengorbankan masalah akidah. Hm. Membenarkan kebatilan ya membenarkan kesalahan ini termasuk mudahanah. atau ee toleransi yang mana tadi

39:48 toleransi yang mana itu mengorbankan akidah kita seperti misalkan mengucapkan selamat Natal misalkan. Nah, ini juga tidak boleh ya karena situ seakan-akan kita mengakui apa yang dilakukan itu benar ya dengan mengucapkan selamat searang kita mengatakan membenarkan apa yang mereka lakukan. I ini termasuk bentuk almudahanah. Nah, ini juga perlu diperhatikan antara mudarah almudahanah. Intinya almudarah itu tadi mengorbankan dunia untuk ditegakkannya agama ya. Dan al almudahanah itu sebaliknya mengorbankan agama untuk dunia. Almudarah itu boleh.

40:34 Sementara almudahan itu muharram tidak boleh dilakukan. Tib. Ya, mungkin ee itu ya bisa disampaikan dan waktunya insyaallah mungkin untuk tanya jawab. Baik, Nam. Ustaz, alhamdulillahiabbil alamin. Jazakumullahu khairan wabarakallahu fikum atas pemaparan materinya yang sangat bermanfaat ini. Semoga dapat menambahkan ilmu kita dan semoga kita semua bisa mengamalkan apa yang telah kita pelajari. Baik,

41:20 Ustaz. Kita bersoal jawab. Silakan bagi para mahasantri HSI Akademi yang mau bertanya. Untuk ikhwan bisa aktifkan fitur video dan rais hand. Dan bagi akhwat dapat menuliskan pertanyaan di kolom chat yang nanti insyaallah akan kami bacakan pertanyaannya. Untuk pertama tafadol kepada ARN 21139145 Sulis Tianto. Ee asalamualaikum ustaz. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. ee pertanyaan izin bertanya ee kalau kita

42:07 berdakwah di sebuah yayasan atau lembaga seang di situ mungkin ada banyak ee dai-dakilmuan yang berbeda. Ee bagaimana kita menjaga keikhlasan dalam berdakwah ketika mungkin menghadapi perbedaan pendapat. Kemudian ee ada mungkin godan-gudan yang lain juga terkait dengan sikap-sikap yang mungkin berbeda dengan kita. Bagaimana kita supaya bisa tetap lurus berdakwah ee di sebuah lembaga yang mungkin kita bisa menjikan niat untuk mengharap rida Allah Taala. Ustaz

42:54 Tayib. ee mungkin yang dimaksud tadi lembaga umum ya apa gimana lembaga apa maksudnya? Lembaga dakwah atau lembaga umum? Umum ya tadi ya? Iya. [berdehem] di lembaga ini lembaga belajar madrokat. Ee sebenarnya dakwah melalui lembaga itu seharusnya tadi ya idealnya seperti ee tujuan lembaga itu

43:42 basisnya adalah berdakwah pada Alkitab sunah sesuai dengan pemahan salaf. Sehingga kalau seperti itu insyaallah tidak ada masalah. yang menjadi masalah ketika basisnya berbeda atau ee dia punya ini kepentingan sendiri. Ini yang jadi masalah. Jadi ee [mendengus] wallahu alam tadi maksudnya lembaga seperti apa ya itu yang perlu di jelaskan mungkin lembaganya tadi maksudnya lembaga apa secara pastinya? Kalau berdakwah di misalkan di sebuah lembaga yang umum ya, lembaga yang umum

44:33 itu ee maka kembali kepada individu masing-masing. Karena memang di situ kan macam-macam apa dai yang ada di situ berbeda-beda pemahamannya atau manhajnya ya. Makanya ini kembali kepada individu masing-masing ya. Ee mungkin [berdehem] saya kurang bisa ini karena belum tahu pastinya lembaga ini masud seperti apa. Jadi intinya umumnya seperti itu. Kalau misalkan lembaganya

45:18 itu umum ya ee tadi kembali kepada individunya masing-masing. ya ee berdakwah sesuai dengan kapasitasnya, pemahamannya dan tentu tidak terpengaruh dengan orang-orang yang tadi menyelisihi manhaj dalam dakwah. [berdehem] Ya, masalahnya kalau lembaga tersebut ya adalah lembaga yang umum itu susah juga karena menyelisihi ee terkhusus lembaga tersebut bukan basisnya tadi ya, bukan basisnya

46:03 ee di atas Al-Qur'an, sunah dan juga pemahaman salaf. ini menjadi mungkin jadi masalah kali ya. [berdehem] Tib seperti sekarang misalkan contohnya kasih contoh aja nih ya. Kalau misalkan

46:48 dia berada di bawah lembaga Muhammadiyah misalkan [berdehem] ya, Muhammadiyah di situ ada apa ee di di antara Muhammadiyah sendiri ada dai-dai yang setuju dengan dakwah ee sunah misalkan. ada yang tidak setuju. Nah, ini berbeda-beda. Padahal sebenarnya Muhammadiyah itu adalah organisasi yang [berdehem] pendirinya itu merupakan tadi apa? Ee berbasis terhadap Alkitab, sunah, dan juga pemahaman salaf. Sebenarnya tidak ada perbedaan antara Muhammadiyah dengan salaf sebenarnya. Kalau kita lihat dari sejarah ya yang

47:35 menjadi masalah itu orang-orang yang mengembangkan organisasi ini ya. Karena ee yang mengembangkan atau penerus daripada organisasi ini kebanyakan di antara mereka sudah tersusupi dengan pemikiran liberal, sekuler e sehingga terjadilah perubahan. Padahal kalau kita lihat sejarahnya justru apa [mendengus] Syekh Ahmad Dahlan sendiri itu merupakan tadi ya orang yang berdakwah atau penyebar dakwah Syekh Muhammad bin Abdul Wahab di Indonesia karena gurunya sendiri itu belajar ya di Makkah waktu

48:21 itu. keduanya ya, Hasyim Asy'ari dan juga Ahmad Dahlan itu belajar sama-sama di Makkah. Tapi ber bedanya di gurunya saja. Ada guru yang ee apa yang apa ee guru-guru yang di Makkah sendiri itu juga berbeda-beda ya. Ada guru yang mengajak kepada pemahaman Asy'ari, sufi, ada yang mengajak kepada Asunah. ya. Nah, Ahmad Dahlan ini belajar kepada guru-guru yang tadi yang sudah ee apa mengikuti atau sudah ee

49:10 tidak tercampur dengan pemahaman Asy'ari, Asy'ariyah atau sufiah. Karena waktu itu di Makkah di Hijaz terutama tersebar pemahaman atau apa ee akidahnya waktu itu akidah sufi dan juga akidah Asy'ari apa dan juga sufi tersebar di situ. Kan tapi dakwah Syekh Muhammah juga sudah masuk waktu itu ya. Sudah masuk. Nah, yang di antara syekh-syekh yang apa guru-gurunya Ahmad Dahlan itu di antaranya mereka adalah yang sudah apa terpengaruh dengan dakwah Syekh Muhammad bin Abdul Wahab atau dikenal dengan dakwah islahiyah.

49:55 TB itu contohnya. Jadi kalau misalkan organisasi seperti Muhammadiyah yaah [menghela napas] ini tentu perjuangan berbeda ya. Terlebih di zaman sekarang ya orang-orang apa yang sudah terpengaruh dengan terkontaminasi dengan pemikiran sekuler atau misalnya itu kembali kepada masing-masing individu. Iya TB. [berdehem] Itu mungkin yang bisa dikatakan. Wallahualam. Nah, Ustaz, untuk penanya selanjutnya ARN 242008. Abu Hasan tafadol

50:43 [mendengus] warahmatullahi wabarakatuh. Izin ee bertanya, Ustaz. Eh, terkait dengan tadi Ustaz. Suaranya kurang jelas. Halo, Az. Bisa di jelas, Ustaz? Kurang jelas. Masih suaranya masih kecil, Akhi. kurang jelas ya. Ah,

51:28 ini sudah sudah mulai. Iya. Baik, Ustaz. ee terkait dengan ee basirah tadi, Ustaz memiliki ilmu yang sudah didakwahkan kemudian ee madunya kemudian juga wasilah ee apakah ini khusus untuk dai-dai yang ee di mimbar-mimbar atau sebagian ee bagaimana dengan misalnya kami yang belum ee apa namanya memiliki banyak ilmu tapi ingin menyampaikan dengan cara merangkum seperti ee ini ceramah dari Ustaz kita rangkum kemudian kita sampaikan ee kepada teman-teman mungkin di lingkungan kerja gitu ustaz. Bagaimana dengan seperti Ustaz? Karena secara ee keilmuan

52:13 mungkin ee mencakup tiga hal tadi mungkin belum belum memiliki tapi kita hanya merangkum dari ceramah-ceramah Ustaz yang kita dengarkan dan kita sampaikan kembali Ustaz bagaimana dengan seperti ini? Apakah ee diperbolehkan Ustaz? Tib. [berdehem] Iya. Ee tadi sudah terjelaskan tentang albasirah bahudnya memiliki ilmu dalam berdakwah. Ya. Adapun yang ditanyakan ini apabila seorang misalkan ee tidak memiliki ilmu, tapi dia mengajak dengan cara mengajak ya.

53:00 berdakwah dengan cara mengajak untuk mendengarkan atau merangkul tadi istilahnya merangkul ya. Ee ini tentu hal yang baik ya. di dalam kaidah disebutkan ee apa bahwasanya orang yang melakukan seperti ini apa merangkul itu mengambil hukum seakan-akan dia seperti berdakwah ya hukmul mubasyir seperti orang yang berdakwah Jadi tidak masalah

53:45 seperti itu. Justru bagus ya mengajak atau merangkul ya ee apa ee ini juga termasuk ajakan sebenarnya termasuk dakwah. Termasuk dakwah kenapa? Karena dia mengajak tersebut. ajakan dia itu tujuannya untuk ee mendengarkan dari apa mendengarkan dari ustaz-ustaz yang berdakwah ya. Jadi dia seperti tadi wasilah. Dia menjadi seperti wasilah agar orang-orang sekitarnya, rekan-rekannya bisa apa? Kenal dakwah juga ya, bisa

54:32 mempelajari ilmu juga ya. Ini tadi alwasail apa? ada kaidah itu. Maksudnya orang yang jadi wasilah itu bisa mendapat pahala seperti orang-orang yang melakukannya secara langsung. Jadi ini tidak masalah orang-orang maksudnya tidak ee sebenarnya tidak bertentangan dengan tadi keharusan ilmu dalam seorang addi ya. Karena dia dalam hal ini menjadi wasilah, menjadi perantara ya terhadap dakwah, menjadi perantara agar orang tersebut apa? Tercerahkan misalkan ya, terdakwahkan. Nah, jadi dia mengambil hukum alwasilah dia menjadi perantara

55:19 dalam hal ini. Bukan menjadi dai tapi menjadi perantara. Nah, ini tidak ini baik, tidak masalah. bukan berarti dia menjadi seorang dai dalam hal ini, tapi menjadi perantara. Ya, jadi eh tidak ada kontradiksi dalam hal ini. Yang dimaksud seorang dai sini maksudnya ketika dia berdakwah secara langsung terjun ya secara langsung dia menyampaikan. Adapun yang dalam hal ini bukan dia yang menyampaikan tapi jadi perantara untuk ee dalam dakwah. Dan itu tidak masalah. Ini hal yang baik sekali ya. Karena tadi orang yang menjadi perantara itu sama juga dengan dalam pahala ya, sama dengan orang yang berdakwah secara langsung ya. Makanya dakwah itu banyak sekali ee

56:07 apa caranya, cabangnya, pahalanya itu ee apa? Banyak [mendengus] untuk bisa didapatkan. Dan pahala pahala orang yang berdakwah bukan hanya terhadap orang berdakwah itu sendiri, tapi juga orang yang mendukungnya. Misalkan dengan harta, dengan tenaga misalkan. Nah, ini juga termasuk insyaallah mendapatkan pahala orang-orang berdakwah. Termasuk apa? Mendukung dalam kegiatan dakwah ya. Misalkan dalam menjadi tim teknis misalkan ya. Ini juga termasuk ya dia sedang berdakwah ya. Kemudian masing-masing punya

56:55 masing-masinglah sesuai dengan masing-masing. Selama itu tujuannya dalam kelancaran dakwah, menyebarkan dakwah ini masuk dalam dari segi pahala keutamaan dia akan mendapatkan keutamaan dakwah ya meskipun dia tidak langsung menyampaikan secara langsung. Nah, yang kita maksud tadi yang menyampaikan secara langsung ya seperti seorang ustaz misalkan ya yang apa langsung menyampaikan ke masyarakat. Nah, ini harus diharuskan dia punya ilmu dan ilmu di sini bukan berarti harus mengetahui ilmu secara terperinci secara ini. Tidak. Maksudnya ilmu yang apa? Yang walaupun itu dalam hal tertentu atau ilmunya itu

57:42 enggak harus menjadi seorang ahli ya. Tidak harus menjadi seorang ahli baru dia berdakwah. Tidak. Yang penting dia paham ya sesuai dengan pemahaman yang benar kemudian menyampaikan sesuai apa yang dia pahamkan. Ini sudah dikatakan memiliki ilmu. Makanya kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Ballighu anni walau ayah." Sampaikan dariku meskipun satu ayat. maksudnya dalam perkara yang dia pahami, yang dia ketahui secara benar itu dia dakwahkan sesuai dengan pemahaman dia, sesuai dengan apa yang dia dia pelajari, yang dia dengarkan, dia sampaikan kepada orang lain. Ini termasuk ala basirah ya. Termasuk ala basirah. Tentunya ilmu

58:27 tersebut harus ilmu yang benar ya. sudah ilmu yang ee apa dipelajari sesuai dengan tadi Al-Qur'an, sunah juga pemahaman salaf. Iya. Jadi dalam menyampaikan atau berdakwah tidak harus seorang itu menunggu jadi seorang ulama dulu atau seorang ustaz dulu misalkan ya. Tidak akan tapapi sesuai dengan apa yang dia telah pelajari dia bisa dakwahkan ya. sesuat apa sesuai dengan apa yang dia pahami dia bisa dakwahkan ya itu. Jadi intinya dia tidak ee berdakwah tanpa

59:15 tadi tanpa dia belajar atau dia pastikan ilmu tersebut dia sampaikan ya atau menyampaikan di bukan di atas ilmu misalkan seperti orang yang berbicara berfatwa ya tanpa atas dasar ilmu yang dia pelajari dia apa dengar dari ulama ya kemudian dia menyampaikan pendapat atnya ya memberikan fatwa sesuai dengan pendapatnya padahal dia belum tahu pasti tentang hukum tersebut. Ya, ini yang yang tidak boleh tercela. I kemudian seperti contohnya seperti jemah tabligh ya yang berdakwah itu tanpa ilmu tadi. Maksudnya

1:00:00 dia harus apa? Yang penting keluar dakwah ya. Yang penting keluar dakwah khuruj. 40 hari atau 2 minggu atau beberapa bulan ya. Tujuannya berdakwah kata mereka. Yang penting ajak berdakwah ya. Ajak salat. Ajak salat. Tata cara salatnya enggak tahu gimana cara salatnya. Yang penting ngajak ke masjid. Salatnya terserah mau gimanapun penting ke masjid. Ini tentu ee tidak seperti itu, ya. Karena ketika misalkan ngajak salat aja, kita harus tahu ngajak salatnya seperti apa, salatnya gimana, yang benar, salatnya gimana, wudunya gimana, ya hal-hal yang

1:00:45 membatalkan salat seperti apa, itu perlu ilmu. Iya, itu ya mungkin yang bisa disampaikan. Wallahualam. Nah, Ustaz, untuk pertanyaan selanjutnya ana coba bacakan dari chat ustaz dari ART 221095117. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ahsanallahu ilaikum. Ustazah izin bertanya. Apa sikap yang benar untuk seorang istri yang mendampingi seorang suami yang mengajar di lingkungan organisasi yang cenderung hisbiah? Tapi suami paham manhaj yang benar, hanya sekedar mengajar di lingkungan itu. Tapi sang istri tidak

1:01:31 betah karena merasa ingin punya teman-teman umahat yang sama-sama bermanhaj salaf. Sementara suami belum bisa pindah ke tempat yang lain. Mohon nasihatnya. Syukron. Jazakumullahu khairon. Iya. Ee terkait tadi organisasi yang hizbi ya. Ini perlu juga di pertegaskan Hizbi ini apakah benar-benar Hizbi atau hanya sekedar tuduhan Hizbi. Karena ada juga

1:02:18 ya orang-orang menganggap hizbi padahal tidak. Ya. Tib. Kalau misalkan benar-benar hizbi kemudian suaminya tadi paham manhaj ya dan dia bisa konsisten berdakwah di situ ya tidak terpengaruh misalkan ini sebenarnya tidak tidak masalah ya justru ini menjadi lahan dakwah dia sendiri apabila dia bisa mendakwahi orang-orang yang ada di sekitarnya h itu menjadi lahan dakwah dia. dan [berdehem] apa

1:03:03 terkadang harus seperti itu ya maksudnya ee kita lihat kapasitas diri kita kalau kita mampu berdakwah ya kemudian tidak terpengaruh ini terkadang justru insyaallah lebih baik di situ ketimbang harus pindah karena dia punya ee punya medan sendiri, lahan sendiri dalam berdakwah. Dia bisa mendakwahkan orang-orang yang ada di situ. Ya, kalau sesama komunitas kan tidak ada tantangan dakwah ya. Tidak ada tantangan

1:03:49 dakwah semua karena semuanya sudah luruslah ibaratnya sudah lurus semuanya. Beda hal dengan ketika kita berada di komunitas yang masih ada penyimpangan di situ. Ya, ini secara umum ya, masih ada kesalahan yang perlu diperbaiki. Nah, terkadang dalam situasi hal ini kebenaran kita di situ justru ya lebih baik apabila kita bisa mendakwahi mereka konsisten dengan manhaj yang kita yakini dan tidak terpengaruh. Maka dalam hal ini berada di lingkungan seperti itu termasuk insyaallah yakni baik ya maksudnya termasuk ladan dakwah dia berdakwah.

1:04:35 Karena kalau semua orang memandang harus satu komunitas, jadi siapa yang mendakwahkan nanti yang apa menyampaikan kepada orang-orang sekitar yang belum memahami apa dakwah misalkan. Tapi kalau misalkan ditakutkan itu pengaruhnya kepada diri sendiri atau pribadi atau ee keluarga ya membaur dengan lama-lama akan terpengaruh. Nah, ini mungkin perlu diperhatikan [mendengus] pertimbangkan untuk pindah dari situ tempat ya. Karena ini apa? Lingkungan

1:05:24 itu sangat berpengaruh sekali. lingkungan punya pengaruh yang sangat kuat. Hm. Iya. Jadi dengan [berdehem] begitu ya kalau kita lihat kapasitas diri kita, kalau kita mampu enggak masalah kita di situ. Tapi kalau misalkan [berdehem] dikhawatirkan akan berpengaruh ke depannya, maka itu pindah lebih baik ya. Pindah lebih baik. Iya. Wallahuam. Enam. Ustaz Alfan Ustaz terkait waktu apakah masih berkenan untuk

1:06:12 pertanyaan berapa kali? Berapa lagi kira-kira Ustaz? Mungkin dua lagi. [berdehem] Satu atau dua lagi. Enam Ustaz Ana coba dari chat satu yang dari langsung satu ya Ustaz ya. Iya. Untuk pertanyaan dari chat dari Popi Adnan. Maaf, Ustaz. Izin bertanya. Bagaimana dengan kitab Ustaz Yazid Abdul Qadir Jawas mulia dengan manhaj salaf? Apakah bisa dijadikan rujukan untuk berdakwah? Jazakumullahu khairon. Tib. [mendengus] Kitab Ustaz Abdul Qadir Jawas tentang mulia dengan manhaj salaf.

1:06:58 itu ee sifatnya umum. Sifatnya umum bukan dalam hal ee manhaj dakwah ya. Jadi itu kalau mau jadikan rujukan dalam memahami ee manhaj salaf secara umum itu tidak masalah ya, termasuk rujukan. Tapi kalau dalam masalah dakwah [berdehem] itu tidak ee bukan termasuk rujukan karena tadi sifatnya lebih umum daripada sekedar manhaj dakwah. Nah, manhaj dakwah di sini itu lebih umum lagi ya. Lebih umum lagi,

1:07:45 lebih khusus. Afan, lebih khusus bukan lebih umum, lebih khusus daripada ee tadi mulia dengan manhaj salaf. Dan kitab Ustaz Abdul Qadir ini rahimahullah ya tentang mulai dengan manis salaf itu ajakan untuk kita ee apa mengikuti manhaj mengikuti manhaj salaf ya dalam segala hal. Nah jadi harus dibedakan antara manhaj dakwah dengan manhaj asalaf secara umum. Manhaj salaf secara umum ya wajib kita ikuti dalam berbagai hal ya

1:08:30 seperti tadi yang disebutkan dalam hal ibadah akidah kemudian dakwah iya tayib. Jadi [mendengus] buku ini bagus bagi orang yang ingin mengenal manhaj salaf secara umum. Tapi dalam masalah dakwah ya, manhaj dalam dakwah, mansal dalam dakwah ini perlu pembahasan khusus. Dan dalam kitab itu wallahualam apakah ada pembahasan tentang dakwah ya dalam ee berdakwah. Saya kira itu tidak ada secara spesifik dakwah ya. yang yang ada adalah penjelasan secara global, secara umum tentang ajakan untuk mengikuti manhaj salaf atau bermanhaj

1:09:17 dengan manhaj salaf dalam segala hal. Dan ya mungkin bisa jadikan rujukan untuk lebih memahami tidak masalah insyaallah. Nah [berdehem][batuk] NZ untuk penanya terakhir ARN 172 26197 FHD Abu Fadilah tafadol. Syukran Ustaz eh asanallahu ilaikum ustazah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Izin Ustaz Anahat dari Rantau Perapat. Ustaz izin curhat sedikit ya Ustaz ya. Ana itu mengenal dakwah salaf itu tahun

1:10:04 2009 Ustaz. Setelah sebelumnya kami keluar dari Islam Jamaah Ustaz. Dari LDII dari Islam Jamaah. Dan sampai sejauh ini, Ustaz ee alhamdulillah kami berusaha untuk istikamah dan ikut HSI Abdullah Roy. Cuman Ustaz Afan Ustaz ada beberapa keganjilan yang ana lihat. Mohon maaf ya, Ustaz, ya. Selama ini ee dengan kawan-kawan kita yang mengaku bermakna salaf, Ustaz. Yang pertama ana merasa kadang-kadang kok seperti balik lagi ke LD ee ke Islam Jemah gitu, Ustaz. Kenapa? Karena ana merasa ee manhaj ini kayak di atas Islam gitu, Ustaz. Ana lihat banyak orang-orang yang lebih mendahulukan persaudaraan di atas

1:10:50 manhaj daripada di atas Islam ee ee apa namanya? akidah islamiah daripada mereka itu saudara muslim kita sendiri. Makanya mohon maaf, Ustaz sampai sejauh ini ana merasa terus pengin belajar karena ana dengar kayak ada istilah Salafi Pramuka, Salafi apa namanya tuh? Salafi varian. Mohon maaf juga seperti kemarin kan ada ustaz kita yang dari STDI Jember menyatakan Anda varian salafi apa gitu ustaz. Saking banyaknya varian salafi di Indonesia ini membuat ana bukan bingung ya merasa jadi sedih gitu ustaz karena ketika kami keluar dari LDII kami tuh dikafirkan gitu Ustaz masuk ke manhaj ee ke manhaj salaf ini malah kami juga makin ee bingung nih siapa pegangan kami gitu ustaz kan.

1:11:37 Heeh. Karena juga mohon maaf kayak di kampung sana kayaknya kalau beda ustaz juga ustaz Salafi juga kayaknya enggak ditemenin gitu. Iya. ee beda lasnah dakwah, bedalah perlakuan seperti Ustaz. Jadi ee ini betul-betul Ustaz mengganggu kami ya Ustaz ya secara pribadi juga bukan untuk melempar syubhat di forum ini, Ustaz. Jadi mohon bantuan nasihatnya, Ustaz. Jadi sehingga kami ee belajar ini menjadi mahasiswa HSI Abdullah Roi ini punya pegangan yang pegangan yang kokoh seperti itu, Ustaz. tidak termasuklah varian-varian salafi sebagaimana disampaikan oleh ustaz kita juga mohon maaf mungkin ustaz ada dengar seperti itu. Dan bagaimana sih kita menjadi mahasiswa ini yang bisa menyatukan kaum

1:12:23 muslimin sehingga enggak salah arah? Kenapa tadi ana bilang kok jadi kayak LDI lagi? Iya kalau LDI itu kalau enggak salat di masjidnya enggak diakui kan gitu. sekarang kalau enggak ngaji di tempat ustaznya atau di laznahnya ya juga tidak akan diakui. Jazakumullahu khair ustaz. Afan ini curhat ana, Ustaz mohon maaf ana tidak bisa buka video karena qadarullah ee sinyal di tempat ana kurang kurang bersih. Syukran barakallahu fikum. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Tib. [berdehem] Iya. ini mungkin menjadi ee peringatan juga buat kita

1:13:10 bahwa ee sebenarnya Islam itu sebenarnya satu i versi ini versi itu. enggak ada. Pada akhirnya Islam itu satu. Adapun penamaan manhaj atau salaf ya ahlusunah itu sebenarnya kalau kita lihat itu munculnya kapan? Akhir-akhir. Dan munculnya kenapa? karena ingin membedakan mana yang benar-benar di atas jalannya Nabi sallahu alaihi wasallam dan mana yang menyelisihi

1:13:56 sehingga sehingga muncul istilah ee salaf ahlusunah ya itu untuk membedakan dengan ahlul bidah tadi. Padahal kalau kita lihat kembali pada sejarah Islam yang pertama itu tidak ada istilah salaf, tidak ada istilah sunni ya ahlusunah tidak ada. semuanya satu Islam. Ya, kenapa demikian? Karena Islam waktu itu Islam yang murni belum ada ee apa belum terpengaruhi [berdehem] oleh pemikiran-pemikiran atau kelompok-kelompok yang ada setelahnya. Ya, makanya penamaannya Islam tidak ada waktu itu penamaan salaf atau Sunni ahlusunah.

1:14:42 Nah, di zaman sekarang dengan munculnya sekte-sekte firkah-firkah, penamaan ini ee apa muncul tadi untuk membedakan mana yang benar-benar atas jalan Nabi wasallam atau tidak. Demikian. Nah, tapi masalahnya disalah pahami sebagian orang ya menjadikan ee apa mereka menjadikan ini seakan-akan seperti sekte atau kelompok juga secara tidak langsung ya.

1:15:29 di antara ahlusunah sendiri saling berpecah belah. Ya, ini menjadi masalah sebenarnya menjadi masalah masing-masing mengklaim, masing-masing saling mentahzir ya. Padahal kalau kita lihat tidak ada seperti itu ya, hanya satu. Nah, ini menjadi catatan sebenarnya ada yang salah dalam dalam hal ini. Kenapa seperti itu? Ya, ini harus kita intropeksi lagi diri kita. Apakah benar-benar dakwah dakwah kita ini itu sesuai dengan tadi

1:16:15 fisabilillah dalam ayat tadi. Qul had sabili adu ilallah ala basirah. Adu ilallah. Apakah benar-benar ah dakwahnya itu untuk Allah, jalan Allah atau tadi kembali kepada keinginan masing-masing. I jadi ee fenomena seperti ini ya seharusnya tidak terjadi. yang seharusnya itu di antara ahlusunah saling ee mendukung, saling men-support, bukan saling berselisih. Karena ahlusunah sendiri penamaan ahlusunah wal jamaah dikatakan jemah di

1:17:02 sini apa? Karena mereka yajtamiuna alal haq, berkumpul di atas kebenaran. Beda hal dengan ahlul bidah. Disebutkan juga ahlul furqah ya. Lawan dari aljamaah adalah al-Furqah. Yaitu berselisih ya ee berpecah belah. Itu sifat daripada alfiraq yang menyelisihi ahlusunah wal jamaah. Sifat daripada ahl bidah sebenarnya. Iya. Jadi terkadang membuat orang juga bingung ya. Karena tadi apa? ada yang ee bersikap seperti ini. Padahal sama-sama ahlusunah

1:17:48 ya. Padahal sama-sama ahlusunah. Ada yang ahlusunah sendiri ada macam-macamnya, salaf sendiri ada macam-macamnya. Ada ekstrem yang berlebih-lebihan, ada yang yatasahal. Nah, ini kita harus menerapkan juga manhaj tawassut di sini wasatiah ya. Manhaj atawassut. Karena atawasut itu merupakan identitas umat ini, identitas ahlusunah wal jamaah. Kata Allah subhanahu wa taala, "Wadzalika ja'alnakum ummatan wasata." Demikianlah kami jadikan kalian umat yang wasat yang berada di tengah-tengah antara sifat ekstrem ataupun bermudah-mudahan. Ya, begitu juga dalam menghadapi

1:18:33 menanggapi hal seperti ini, ya. dalam menanggapi fenomena seperti ini harusnya kita tawasul dalam hal ini. Ya. Jadi em [berdehem] sebenarnya itu yang sangat disayangkan terjadi ya. Ee jadi [berdehem] sebenarnya tugas kita itu belajar aja, enggak usah terlalu pusingkan dalam masalah itu. Ya. Dan

1:19:21 apa seorang ketika dia mempelajari al-Haq, mencari kebenaran, dia akan mengetahui siapa orang-orang yang berada di atas kebenaran. Ya. Dan kata para sebagian salaf, taalam ee i'rifil haqrif ahlahu. A ta'alam alhaq taarif ahlahu. Pelajarilah tentang kebenaran maka engkau akan mengetahui siapa orang-orang di atas kebenaran tersebut. ya. Jadi tugas kita ya belajar ya. Kemudian masalah-masalah seperti itu misalnya seharusnya tidak diinikan juga ya, tidak dibesar-besarkan tidak di ee karena tadi

1:20:09 terkadang apa yang di ee disampaikan bisa menjadi fitnah [berdehem] kalau tidak memahami makna dari maksud daripada apa yang disampaikan ya. Jadi [berdehem] wallahualam ya ee tugas kita yaitu belajar kemudian berdoa kepada Allah subhanahu wa taala agar selalu diberikan petunjuk ya diberikan ee hidayah. Sebagaimana dalam hadis ya, Nabi sallallahu alaihi wasallam dahulu sering berdoa ya, ihdini limulifa fihi.

1:20:56 Eh, apa mengatakan Allahumma rabba Jibrail wa israil wa Mikail fair samawati wal ard wasallam ihdini limulifa fihi minal haqqi biidnik. Tunjukilah aku jalan yang lurus terhadap apa yang mereka perselisihkan. dari apa yang saya perselisihkan. Ya, jadi kita perlu juga meminta hidayah kepada Allah azza waalla agar diberikan petunjuk yang benar. Ya, petunjuk yang benar. Tib.

1:21:44 Nah, jadi dalam menyikapi hal ini harus kita bersikap tawasut ya, tidak ee ekstrem dalam menanggapinya dan juga tidak bermudah-mudahan dalam masalah ini. Nah, wallahualam. Mungkin itu yang bisa disampaikan. N Ustaz, alhamdulillah jazakumullahu khairan wabarakallahu fikum atas jawaban-jawabannya dan yang baru saja merupakan penanya terakhir yang bisa kami sampaikan dan kami mohon maaf pada seluruh mahasantri HSI Akademi yang sudah bertanya. Namun kami belum bisa menyampaikan semua pertanyaannya karena memang waktu kita yang terbatas dan insyaallah akan dibacakan di pertemuan

1:22:30 depan. Satu lagi Ustaz sebelum kita akhiri liqa maftuh sore hari ini, kiranya ada sedikit nasihat Ustaz buat kami para mahasantri HSI Akademik. Tafadol maskuram Ustaz

1:23:33 Baik, Sepertinya Ustaz sudah ee keluar dari ini. Maka mungkin ee kita bisa akhiri liqa maftuh pada sore hari ini. Para ikhwan dan akhwat maha santri HSI Akademi sebelum kita tutup semoga pertemuan kita tercatat sebagai amal saleh di sisi Allah subhanahu wa taala dan menjadi asbab turunnya rahmat, keberkahan serta ampunannya. Kita juga memohon taufik serta hidayahnya agar semua ini bisa menjadi wasilah keselamatan kita di dunia dan di akhirat kelak. Kebenaran adalah milik Allah semata dan berasal darinya. Sedangkan kesalahan datangnya dari saya. Dengan itu saya Wilto Aziz serta segenap panitia mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kekurangan

1:24:19 dari kami dalam penyajian dan apabila ada kata-kata dari kami yang kurang berkenan, kita tutup liq maftuh atau live season kita sore hari ini dengan doa kafaratul majelis. Subhanakallahumma wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik billahi taufik wal hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Share

Ringkasan Video YouTube