0:07 Sebelumnya juga ya sebelum kita jelaskan ayat ini, ayat yang ee menjadi pegangan juga yaitu firman Allah Subhanahu wa taala kepada nabinya. qul hadi sabili adu ilallah ala biratin ana wabaani wubhanallah w musrikin ini juga merupakan ayat yang paling penting dalam perkara dakwah qul hadi sabili adu ilallah katakanlah wahai Muhammad inilah jalanku adu ilallah jadi semua yang mengaku umat nabi sallallahu alaihi wasallam itu seharusnya memiliki peran dakwah
0:53 ya. Seharusnya memiliki peran dakwah dan dakwah itu seperti yang sudah kita ketahui bersama tidak terbatas hanya di masjid ya di mimbar atau di forum-forum kajian. Tidak. Dakwah itu maknanya luas dan semua orang punya peran dalam dakwah. Semua orang punya peran dalam dakwah. Makanya Allah Subhanahu wa taala katakan kepada nabinya di sini, qul hadi sabili adu ilallah ala basiratin ana wabaani. Katakanlah inilah jalanku. Adu ilallah. Aku menyeruh kepada Allah berdakwah kepada Allah ala basirah di atas basirah. Ana waman itabaani. Ya, ini sangat penting kita perhatikan. Garis
1:38 bawahi. Ana wamantabaani. Nah, aku dan juga orang-orang yang mengikutiku. Makanya kata Ibnu Qayyim rahimahullahu taala, "Man lam yad'u ilallah falaisa min umati Muhammad sallallahu alaihi wasallam." Siapa yang tidak berdakwah kepada Allah, maka bukan bagian dari umat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Karena tadi ya setiap umat ya dari umat Nabi Muhammad itu memiliki peran dakwah meskipun dalam perannya itu berbeda-beda ya, tapi pada hakikatnya semua itu punya peran dalam berdakwah. Jadi misalkan seorang ustaz misalkan ya,
2:24 dia punya peran apa? Dakwah pada ranah tertentu ya. Menjelaskan, memberikan ee apa? pemahaman yang benar ya, mengajarkan ilmu ya. Kemudian kita lihat selain ustaz ya, misalkan orang yang ee misalkan punya harta ya, dia punya medan dakwah juga yaitu berdakwah dengan hartanya ya. Misalkan membantu bangun masjid atau sekolah ya atau ee apa menyekolahkan ee apa orang-orang untuk belajar agama itu semuanya termasuk dalam daurud dakwah. Dan dengan itu akan apa namanya?
3:11 Sempurna dakwah itu. Jadi dakwah itu tidak hanya semata-mata tadi ya, hanya ke ustaz saja. Selain ustaz juga punya peran dakwah ya. Seorang pemimpin misalkan dia punya peran dakwah gimana dia bisa memimpin dengan baik ya. Berikan maslahat terhadap apa rakyatnya seorang misalkan seorang dokter misalkan ya. dia punya peran apa memberikan ee pengobatan. Kalau dia niatkan untuk kebaikan itu termasuk medan dakwah dia. Jadi masing-masing punya ranah dakwah sendiri ya. Punya ranah dakwah sendiri. Dan dakwah itu sekali lagi tidak hanya
3:58 sekedar di apa tadi? Di forum-forum masjid, di mimbar-mimbar, kajian-kajian ilmiah. Tidak. dakwah itu punya cakupan yang luas. Karena seperti yang sudah antunna atau antum pelajari juga bahwasanya dakwah itu ada macam-macamnya. Ada dakwah dengan lisan ya, dengan ada dakwah dengan apa? Bilhal, dengan keadaan kita ya. Dan terkadang addwatu bilhal, berdakwah dengan keadaan dengan perbuatan dengan akhlak yang baik itu justru memiliki dampak yang besar ketimbang berdakwah dengan lisan. Hm. Ketimbang berdakwah dengan lisan.
4:46 Dan kalau kita cermati ya apa sejarah Nabi sallallahu alaihi wasallam bagaimana beliau berdakwah ya tadi tentu Nabi sallallah alaihi wasallam berdakwah dengan dua cara ini dengan lisan atau dengan alhal ya dengan perbuatan tapi yang lebih berdampak itu kalau kita lihat apa dengan perbuatannya ya karena percuma ya berdakwah dengan lisan ya ee apa ee menggebu-gebu atau keluar-keluar dengan apa dakwah dengan lisan tapi perbuatannya justru menyelisihi perkataannya. Ya, ini akan apa namanya
5:34 berdampak negatif pada manusia. Makanya kalau kita perhatikan firman Allah Subhanahu wa taala ya, yaitu eh firman Allah kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam, walau kunta fadon golid qolbi lam fadu min haulik walau kunta fadon golidan fad min haulik. Kalau seandainya engkau wahai Muhammad ya ee fadon golid qolbi berlaku bersifat kasar ya perkataannya kasar perbuatannya kasar lamfadu min haulik niscaya mereka akan berpaling darimu.
6:20 Ini menunjukkan apa? Bahwasanya dakwah itu ya yang memiliki apa? memiliki dampak yang besar itu justru dengan perbuatan dakwatu bilhal ya dan itulah yang dilakukan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kita kenal dari keperbedaan Nabi sallallahu alaihi wasallam ya sebelum diangkat sebagai nabi beliau sudah dikenal dengan orang yang jujur ya seorang yang memiliki akhlak yang baik. Bahkan salah satu penyebab kenapa beliau itu apa berdiam diri di Gawah Hirah
7:05 sehingga turun wahyu padanya waktu itu karena tadi ya menjauh dari perbuatan kaumnya yang berbuat kemaksiatan, berbuat kemungkaran, kerusakan sehingga Nabi sallallahu alaihi wasallam itu apa ee berdiam diri di Guaah Hirah menjauhi dari kemungkaran kaumnya tadi. sehingga turun wahyu. Jadi Nabi sallallahu alaihi wasallam itu dari sebelum diangkat sebagai nabi sudah dijaga oleh Allah subhanahu wa taala dan juga dikenal dengan akhlak yang baik. Makanya tidak heran kalau Nabi sahu alaih wasallam mengatakan innama buitu liutammima makarimal akhlaq. Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik. Ya. Jadi di antara tujuan Nabi sallallahu
7:51 alaihi wasallam diutus pada umat manusia di antara tujuan utamanya yang paling penting adalah al-akhlak. Akhlak yang baik. Menyempurnakan akhlak yang baik. Dan juga seringki Allah Subhanahu wa taala itu mengkaitkan antara perkara akhlak dengan perkara aliman. Ya, seperti firman Allah Subhanahu wa taala misalkan, manana yukminu billahi wal yaumil akhir falyakl khairon yusmut. Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam. Dalam hadis yang lain juga, manana yumminu billahi wal yaumil akhir falyukrim jarahu falyukrim diifahu.
8:39 Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia memuliakan tetangganya atau jangan dia menyakiti tetangganya dan juga dia memuliakan tamunya. Jadi banyak sekali nas-nas yang mengkaitkan antara perkara akhlak dengan iman. Karena sebenarnya antara iman dengan akhlak itu berbanding lurus ya, berjalan berbanding lurus. Nah, kalau misalkan ada yang menyelisihi itu berarti ada yang salah ya, baik dari dalam hal imannya atau dalam hal akhlaknya ya. Jadi perkara ee akhlak ini itu terkadang tadi justru
9:27 memiliki dampak yang sangat besar ya berdakwah dengan akhlak yang yang baik. Walaupun dia tidak mengucapkan satu kalimat ya, tapi ketika orang-orang melihat ya dia misalkan bermuamalah, jual beli, tidak pernah berbuat ee apa namanya? Algis curangan misalkan ya. kemudian ee tidak pernah berdusta, selalu menepati janji itu tanpa berkata-kata pun orang sudah terpengaruh ya sudah ee apa namanya secara tidak langsung apa antum sudah mengajak mereka untuk berbuat seperti itu. Tib. Jadi situlah mengapa hah Allah
10:15 Subhanahu wa taala pertegaskan hal ini terhadap nabinya. Walau kunta fadon golid qolbi lamad min haulik. Karena perkataan yang kasar, akhlak yang buruk itu justru terkadang menutup jalan kebaikan. Menghalangi orang dari atau ee iya tadi penghalang bagi manusia untuk mendapatkan kebenaran. Dan inilah yang dipahami oleh orang-orang kafir, orang-orang Barat. Ya, kalau kita lihat orang-orang Barat itu mereka mengapa selalu memberikan apa? Gambaran yang menyeramkan, gambaran yang buruk terhadap Islam. Ya, karena tadi apa? Mereka ingin
11:03 menghalangi manusia dari masuk atau iya masuk dalam agama Islam. Karena kita tahu bahwasanya di di negara-negara barat ya itu sempat ada sampai sekarang ya insyaallah ada gerakan orang-orang yang masuk Islam itu sangat banyak. Makanya dimunculkanlah tadi framing atau image seakan-akan ee Islam itu sangat menakutkan. Makanya ada istilah Islam fobia ya itu tujuannya apa? untuk menghalangi mereka yang ingin masuk Islam. Karena apa? Orang-orang di Barat sana meskipun mereka secara agama mungkin agama Nasrani ya, tapi pada hakikatnya mereka
11:49 tidak seakan-akan tidak percaya pada agama. Ya walaupun identitasnya Nasrani tapi secara realnya mereka tidak percaya dengan agama. Kenapa? Karena yang mereka dapati agama itu itu ya agama yang sudah ee apa berubah ya yang mana tidak memenuhi kebutuhan manusia, tidak sejalan dengan fitrah manusia. Kalau kita lihat sejarah antara bagaimana perseteruan orang-orang Barat dahulu dengan agama nasrani mereka itu sangat panjang sekali sehingga mereka memusuhi agamanya ya sehingga ada gerakan ee apa seperti misalkan Almaniyah gerakan untuk menjauhkan agama dari lini
12:35 kehidupan dunia. Kenapa? Karena tadi agama yang mereka dapatkan itu tidak memenuhi kebutuhan manusia. tidak sejalan dengan fitrah manusia. Justru bertentangan dengan fitrah manusia karena agamanya agama Nasrani. Makanya kalau kita katakan sebenarnya Almaniah atau sekularisme, liberalisme yang mana itu memisahkan agama dari kehidupan dunia itu cocok buat agama selain agama Islam. Karena agama mereka agama muharraf, agama yang sudah berubah, yang sudah di banyak sekali perubahan. Berbeda dengan Islam ya. Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah, sesuai dengan apa ee maslahat ya. Justru mendatangkan maslahat kepada
13:21 manusia. Tidak bertentangan dengan fitrah manusia. Ya, tidak bertentangan dengan fitrah manusia. Makanya orang-orang Barat khususnya ketika mereka mengenal tentang Islam justru mereka mendapatkan yang selama ini mereka cari. Ya, mereka banyak yang masuk apa dalam agama Islam. sampai sekarang ya kalau kita lihat karena itu tadi agama Islam adalah agama yang sesuai dengan rasio manusia, sesuai dengan fitrah manusia, memenuhi kebutuhan manusia. Itulah agama Islam. Tayib. Kemudian kalau kita lihat juga di antara tadi ya
14:07 ayat yang ee Allah perintahkan kepada Nabi Nabi sallallahu alaihi wasallam yaitu udu ila sabilbika bil hikmati wal mauidatil hasanah wadilum billati ahsan. Dari sini kita bisa melihat ada tiga ee poin utama dalam dakwah itu. Dalam ayat ini ya diambil dari ayat ini yaitu apa? Udu ila sabilibika bil hikmah. Ini subhanallah ayat yang saya kenakan ee merangkum semua tadi metode atau manhaj dakwah. yaitu
14:53 bilikmati walah wad ahsan pertama dengan alhikmah. Apa itu hikmah? Hikmah adalah seperti yang sudah antum pelajari atau antuna pelajari yaitu menempatkan sesuatu pada tempatnya. Dan itu maknanya sangat luas ya. Maknanya sangat luas. Jadi kalau kita praktikkan dalam hal dakwah, hikmah itu menuntut kita untuk memahami keadaan manusia. Jadi dalam dakwah itu tidak kita tidak hanya pelajari tentang apa? ilmu ya. Tapi juga kita harus dituntut
15:40 mempelajari tentang keadaan manusia karakteristik manusia sosiologi manusia. Nah, makanya di sini butuh yang namanya hikmah ya. Karena tadi hikmah itu ya apa? membuat kita atau memaksa kita, menuntut kita untuk memahami keadaan manusia. Dan itu sudah antum pelajari ya. Misalkan berdakwah kepada orang tua ya yang sudah berumur misalkan. Berbeda dengan berdakwah kepada anak kecil. dari segi bahasanya beda, pendekatannya juga berbeda.
16:26 Begitu juga berdakwah kepada pemuda, remaja itu juga pendekatannya berbeda ya. Dan sudah antum pelajari juga bahwasanya ee apa? Asnaful mad'in macam-macam audiens dakwah ya, baik itu ummatul ijabah atau ummatul dakwah ya. Jadi banyak sekali karakter-karakter beragam manusia ya yang mana itu menuntut kita untuk memahami karakter mereka dan melakukan pendekatan sesuai dengan karakter mereka. Dan itulah butuh namanya hikmah ya. Dan hikmah itu tadi ya
17:12 apa? kita berdakwah kepada mereka dengan pendekatan yang sesuai ya dengan pendekatan yang sesuai. Kemudian yang kedua ya setelah hikmah ee ya dan hikmah ini ya itu berbeda ya. maksudnya berbeda-beda antara satu kaum dengan kaum yang lain atau suatu masa ya. Setiap masanya berbeda-beda. Subhanallah. Ini termasuk ayat yang aljamiah ya yang mencakup semuanya.
17:58 Maksudnya setiap zaman itu punya masa sendiri, punya cara tersendiri ya itu makanya sini Allah katakan bil hikmah. Nah, kemudian yang kedua adalah almauidal hasanah. Almauid hasanah adalah dengan apa? Memperingatkan ee tentang surga dan neraka. Ha, karena tadi orang itu beragam, bermacam-macam karakternya. Ada yang kita menyampaikan sekali dia langsung apa namanya tersadarkan. Ada yang tidak cukup sekali, harus berulang ulang, ulang terus. Hah. Baru
18:45 pada akhirnya tersadarkan. Bahkan ada yang tersadarkan sebelum dia meninggal. Hah. Itu jadi karakter manusia itu berbeda-beda. Nah, beragam. Kemudian yang ketiga adalah wajadilum bati yahsan. Nah, yang ketiga ini itu bagi orang-orang yang ee apa namanya? Dia tidak langsung menerima ya dan juga tidak ee sudah di sering di di apa diperingatkan tapi tidak juga tersadarkan. Makanya butuh yang namanya aljidal billati ahsan. Karena dia apa? menolaknya dengan logika dia, argumen
19:33 dia. Makanya kita diperintahkan untuk apa? Untuk mendakwahi mereka dengan argumen juga. Tapi ketika kita mendakwahi mereka dengan argumen, ya seperti misalkan berdiskusi atau berdebat dengan mereka ya itu dengan cara yang al-ahsan di sini kata Allah Subhanahu wa taala, wajadilhum billati hiya ahsan dengan cara yang baik. Dan perlu kita ketahui bahwasanya tujuan daripada berdebat sebenarnya itu bukan tujuannya untuk mencari kemenangan sebagaimana yang dipahami oleh kebanyakan orang ya. Tujuan berdebat ya siapapun itu dengan siapapun itu bukan untuk mencari kebenaran atau mencari
20:21 kemenangan akan tapi untuk menjelaskan apa? yang hak menjelaskan kebenaran, menyampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami itu tujuannya. Bukan tujuannya mencari tadi kemenangan. Siapa yang menang, siapa yang kalah, itu bukan bukan tujuan daripada debat. Kenapa? Karena kalau kita lihat dalam sejarah Nabi sallallahu alaihi wasallam misalkan itu kurang apa Nabi sallallahu alaihi wasallam menyampaikan argumen terhadap orang-orang musyrikin akan tapi apa kata Allah Subhanahu wa taala hah mereka ee apa tidak mengindahkan argumen-argumen
21:07 tersebut karena tadi dalam hati mereka ada penuh menutup yang menutup telinga mereka. Ya. Jadi maksudnya apa? Maksudnya tujuan berdebat, tujuan berdiskusi itu untuk menyampaikan apa? Alhujjah. Menjelaskan al-hujjah. Menyampaikan yang hak. Ya, bukan untuk mencari kemenangan. Nah, ini harus yang perlu di pahami dan perlu diluruskan ya. Tib. Itu merupakan tiga hal yang perlu diperhatikan dalam dakwah juga ya. Alhikmah wal mauidah
21:53 wa al jidal billatihi ahsan. Dan ini sebenarnya kalau kita lihat maratib dalam menyampaikan dakwah. Hah. Hikmah itu maksudnya tadi dengan sekali kita ingatkan, kita perintahkan langsung diker apa ee dia sadar, dia kerjakan dengan kesadarannya. Ada orang yang tadi apa perlu berulang-ulang kali ya perlu mengingatkan tentang ee surga dan neraka baru dia tersadarkan. Ada orang yang hikmah dengan maid hasanah tidak mampan. Harus dengan cara tadi mengajak dia diskusi ya. me apa ee berdebat dengan dia dengan cara yang baik sehingga apa yang ada di benaknya selama ini syubhat yang terkait dalam
22:41 hatinya itu bisa dipatahkan ya bisa di dipatahkan dan dalam masalah jidal ini tentu tidak sembarang orang sebenarnya eh apa yang cocok untuk berdebat. Karena berdebat itu sebenarnya ee makanya kalau kita lihat para ulama salaf terdahulu itu jarang mereka berdebat. Karena apa? Debat itu sebenarnya tidak ada sedikit manfaatnya. Kalaupun tidak ada manfaatnya, sedikit manfaatnya. Ya, makanya kita lihat para ulama salaf terdahulu jarang diriwayatkan dari mereka itu masalah debat ini ya. Maksudnya kita jarang mendengar mereka
23:27 berdebat dengan ee ahlul bidah misalkan dengan yang lain. Kenapa? Karena tadi hah apa? Tujuan berdebat itu bukan mencari kemenangan. Dan terkadang hah terkadang dalam berdebat misalkan walaupun kita punya punya kebenaran tapi dalam berdebat misalkan kita kita kalah kalah ini dengan lawan kita ya maksudnya ee debat kita meskipun kita punya kebenaran ini justru ee memberikan efek yang negatif ya memberikan efek yang negatif ibarat orang yang punya pedang.
24:14 Hm. Pedangnya tajam, tapi dia tidak bisa menggunakan pedang itu. Percuma ya kan? Punya pedang tajam tapi tidak bisa menggunakan, tidak bisa ada gunanya. Nah, itu yang dikhawatirkan. Makanya Imam Malik ya ketika apa ada orang yang mengajak debat kepada Imam Malik. Imam Malik tidak meladeni. Ya, karena tadi kata Imam Malik, kalau saya berdebat dengan kamu kemudian ee saya punya argumen yang kuat ya dan orang-orang mempercayai maksudnya kebenaran bersama saya. Kemudian ada orang lain lagi datang, dia punya argumen yang lebih kuat. Orang lain
25:00 mengikuti itu. Kemudian ada orang lain lagi apa? Berdebat dan punya argumen yang kuat. Dia mengikuti yang paling kuat. Jadi apa? Jadi patokan tuh bukan kebenaran lagi. Akan tapi tadi yang orang yang pintar debat ya, pintar berkata-kata ya, pintar ee me apa ee apa memainkan kata-kata. Ini yang sering kita lihat dalam ahlul bidah. Mereka dalam jidal itu terkadang tadi ya dalam berbicara seakan-akan meyakinkan padahal yang mereka ee bicarakan itu misalkan tidak ada
25:45 dalilnya atau hal yang salah misalkan ya. Tapi dengan tadi cara dia menyampaikan itu justru mengelabui orang bahwasanya itulah yang benar. Ini yang ini yang yang apa? bahaya. Makanya kata dalam sebuah hadis ya kalau kalau ya kalau enggak salah dalam sebuah hadis dikatakan inna minal bayani lasron. Inna minal bayani lasron. Sesungguhnya di antara penjelasan manusia pembicaraan atau ee tadi albayan ee apa di kalau di Indonesiakan ya argumen atau kata-kata kata-kata orang itu sihran merupakan bentuk sihir. Kenapa Nabi
26:31 sallallahu alaihi wasallam menamakan sihran inna minal bayani sihron? Karena tadi bisa mensir orang meskipun yang dia katakan salah. Hah. Tapi bisa seakan-akan menggambarkan itulah yang benar. Nah, ini ini yang harus dipahami sebenarnya ya. Makanya kita jarang mendengar ulama-ulama salaf itu tadi berdebat apalagi dengan ahlul bidah ya. Karena yang dicari dengan ahlul bidah itu bukan kebenaran sebenarnya tapi pembenaran atas bidah mereka. Itu yang menjadi masalah. Jadi dalil-dalil dipaksakan mendukung apa yang mereka lakukan. Padahal sudah jelas sebenarnya. Tayib.
27:17 Iya. Kemudian ee di antara yang sudah dipelajari juga ee ee iya masalah ee prioritas atau awaliyatud dakwah dan juga tadaruj ini juga penting dalam dakwah ya, yaitu ee mengedepankan al-aham fal aham ini juga merupakan
28:04 apa hal penting dalam dakwah. yaitu memprioritaskan skala prioritas ya. Dan skala prioritas dalam Islam ini apa? Masalah akidah. Hah. Masalah akidah. Dan ini yang di diabaikan oleh orang-orang sekarang kebanyakan mereka mengabaikan masalah-masalah akidah. Ya, padahal masalah akidah ini merupakan hal yang pokok. ya merupakan manhaj para nabi dan rasul. Baik. Jadi ee mengabaikan perkara akidah itu sebenarnya
28:51 menyelisihi manhaj alanbiya dan juga menyelisihi manhaj Nabi sallallahu alaihi wasallam dan juga manhaj salaf. Ya, mengabaikan perkara akidah. Dan akidah itu luas sebenarnya. Hm. akidah itu bukan hanya sekedar ee syirik, tauhid, bukan. Justru akidah itu adalah kehidupan seluruhnya itu adalah akidah. Hah. Dan Ibnu Qayyim mengatakan bahwasanya Al-Qur'an dari awal sampai akhir semuanya tentang akidah, semuanya tentang tauhid. Ya, jadi itu orang-orang yang mengabaikan masalah ini, mereka telah menyelisihi manhaj an Nabi sallallahu alaihi wasallam dan juga para asalaf.
29:37 Kemudian setelah akidah baru hal-hal yang terpenting yang lainnya ya. Dan itu kita bisa ngambil pelajarannya dari kisah Nabi sallallahu alaihi wasallam ya. Ketika Nabi berdakwah misalkan ya, fatrah Makkiah, fatrah madaniyah itu semuanya yang menjadi prioritas adalah masalah akidah. Misalkan di Makkah ya 10 tahun mendakwahkan akidah kemudian setelah itu turun syariat baru turun syariat. Nah, ini sebenarnya pelajaran buat buat kita semuanya. Kemudian ketika di Madinah pun perkara akidah tidak dilupakan. Tetap Nabi sallallahu alaihi wasallam peringatkan akidah. Bahkan sampai menjelang wafatnya Nabi sallallahu alaihi wasallam masih memperingatkan masalah akidah. Nah,
30:24 dalam hadis yang masyhur yang kita ketahui yaitu Nabi sallallahu alaihi wasallam mewanti-wanti umatnya tadi dari menjadikan kuburan para nabi sebagai masjid. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, laknatullah alal yahudi wasarah itaku qubur anbiya masajid. Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadikan masjid mereka apa? Kuburan ee nabi mereka sebagai masjid. Jadi kalau kita lihat dari awal sampai akhir kehidupan seorang muslim dalam kehidupan seorang muslim itu sebenarnya tidak terlepas dari hal akidah. Ya itu bahwasanya ee yang memasukkan seorang ke dalam Islam apa? Syahadatu alla ilahaillallah.
31:12 Begitu juga ketika seorang di akhir hayatnya ya apabila dia mengucapkan lailahaillallah khis min qolbihi kata Nabi wasallam dakhalal jannah. Siapa yang mengatakan lailahaillallah sampai akhir hayatnya dengan ikhlas ya maka kata Nabi wasallam dakhala al jannah. Ini menunjukkan bahwasanya perkara akidah itu dari kita lahir sampai kita wafat nanti tidak terlepas dari masalah akidah. Tib. Iya. Kemudian kita juga sudah
32:00 pelajari tentang bagaimana kita menimbang ee apa dalam berdakwah kita harus memperhatikan atau yang dikenal dengan ee manajemen risiko dakwah. Manajemen risiko dakwah ya. Jadi kita harus memperhatikan kaidah-kaidah yang berlaku ya. Di antaranya seperti misalkan mencegah kerusakan itu lebih utama dari meraih maslahat sekunder. Ya, jalbul maslahah ha eh dar'ul mafasid muqaddamun ala jalbil masalih. Darul mafasid muqaddam ala jalbi almash. Jadi menghindari fitnah lebih utama dari
32:49 meraih maslahat. sekunder. Contohnya seperti apa? Seperti kisah Nabi sallallahu alaihi wasallam ya dari ee apa tidak menghancurkan Ka'bah ya karena Nabi sallallam ingin pada waktu itu ingin mengembalikan Ka'bah pada bangunan Nabi Ibrahim. Tapi Nabi mengurunkan niatnya karena ini memperhatikan kaidah ini. Ah yaitu darul mafasid muqaddam ala jalbil masaleh. Me apa? Menghindari fitnah atau ee darul mafasid. menjauhi mafsadat ya me apa istilahnya mewaspadai
33:36 mafsadat itu lebih diutamakan daripada mendatangkan maslahat. Nah, kalau kita lihat dari ee sikap Nabi tadi ya, yang mana Nabi mengurungkan niatnya ya, darul mafasid di situ Nabi sallallah alaihi wasallam ee mencegah mafsadat yang kemungkinan akan muncul yaitu apa mafsadatnya? Maaf syariadnya tadi orang-orang Quraisy waktu itu yang baru masuk Islam ya akan murtad. Kenapa? Karena mereka kalau melihat Nabi menghancurkan Ka'bah itu hal yang apa menurut mereka kemungkaran yang sangat besar. Karena Ka'bah itu sudah
34:21 diagungkan sebelum diutusnya Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya, sebelum diutusnya Nabi wasallam itu orang-orang musyrikin sudah mengagungkan Ka'bah. Ha, makanya setiap ada keputusan yang besar mereka selalu pasang keputusan tersebut atau iklankan keputusan tersebut dan menggantungkan di Ka'bah. Ha, makanya ada namanya mualaqatus saba ya. Ada mualaqat asaba atau mualaqat al-asyra. Ada bait-bait syair yang digantungkan di Ka'bah. itu menunjukkan tentang pengagungan mereka terhadap Ka'bah ya. Jadi pengagungan mereka tuh sudah lama sebelum Nabi sallallahu alai wasam diutus. Nah, ketika mereka misalkan
35:08 melihat Nabi menghancurkan Ka'bah, padahal tujuannya untuk mengembalikan seperti bangunan awal ya yang dibangun oleh Nabi Ibrahim. Ya, walaupun tujuannya itu bagus, tapi kalau misalkan mendatangkan mafsadat maka hal itu ditinggalkan ya. Jadi Nabi sallallahu alaihi wasallam tidak jadi atau mengurungkan niatnya untuk tadi merenovasi Ka'bah seperti dengan bangunan Nabi Ibrahim. Nah, ini merupakan kaidah penting dalam dakwah ya. Ini juga butuh pemahaman yang yang jauh ya. Seorang dai itu punya pemahaman yang lebih jauh. Maksudnya dari segi maslahat dan juga manfaat ini ya. Dan
35:54 ini penerapannya butuh tadi butuh ee pemahaman yang jauh ya. kemudian ee memahami keadaan sekitar itu harus dipahami. Kemudian ee kita juga sudah pelajari bahwasanya dalam berdakwah itu ya sebenarnya dakwah itu bukan paksaan ya. dakwah itu bukan paksaan. Dan tujuan kita berdakwah itu bukan mencari pengikut, ya. Tujuan kita berdakwah adalah menyampaikan apa? Al-Haq. Menyampaikan yang ee yang
36:41 benar, ya. Menyampaikan agama Allah Subhanahu wa taala. meskipun ee banyak orang misalkan tidak mengikuti atau mengindahkan seruan kita, tapi tugas kita adalah apa? Menyampaikan. Tugas kita adalah menyampaikan dan itulah yang ditekankan oleh Allah Subhanahu wa taala kepada nabinya. Ya, banyak sekali ayat-ayat yang mengatakan bahwasanya apa? Bahwasanya tugasnya nabi itu adalah menyampaikan. Hah. Makanya kata Allah Subhanahu wa taala, "La iqraha fiddin." Tidak ada paksaan dalam agama. Tidak boleh memaksakan orang ya dalam agama ini. Makanya kata Allah, "La iqraha la iqraha
37:29 fiddin qod tabayyanar rusdu minal gha." Karena apa? Agama Islam itu tidak perlu dipaksa karena sudah jelas ya. Qabayus min. Mana yang benar, mana yang salah. Itu sudah jelas. Cara akal manusia sudah bisa dipahami. Ha, mana yang benar, mana yang salah. Tinggal manusianya saja yang mana yang mau diikuti. I Tib. Dan juga sudah kita pelajari tentang bahwasanya hidayah itu ada dua ya. Hidayah attaufik wa hidayatu alirsyad. Ya, hidayatut taufik itu milik Allah subhanahu wa taala. Maksudnya Allah yang
38:14 memberikan taufik kepada siapa yang dikehendaki. Adapun hidayatul irsyad itu milik manusia, milik para nabi dan juga orang-orang yang mengikuti Nabi sallallahu alaihi wasallam. Nah, hal ini terlihat jelas pada kisah Abu Thalib, paman Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya, orang yang paling dekat dengan Nabi sallallahu wasallam yang membela Nabi sallallahu alaihi wasallam selama hidupnya. Hah? Tapi meninggalnya apa? Meninggalnya dalam keadaan kafir. Ini juga pelajaran penting ya. bahwasanya ee seorang meskipun dia itu kebaikannya di dunia selama dia hidup di dunia itu kebaikan berbuat baik tapi dia masih
39:01 kafir itu percuma. Hm. Itu percuma. Tidak ada manfaatnya. Makanya nikmatul iman ini nikmat yang sangat besar sekali ya. Yang terkadang kurang disadari oleh kita sebagai seorang mukmin. Karena nikmatul iman itu bukan hanya perkara masalah di di dunia sampai di akhirat nanti ya. Sampai di akhirat nanti. Berbeda dengan orang-orang yang belum mendapatkan nikmat ini ya. Seperti kalau tadi Abu Thalib ya meskipun di masa hidupnya berbuat baik ya membela Nabi sallallahu alaihi wasallam e kemudian ee apa menjadi tameng.
39:49 dari keburukan orang-orang musyrikin sampai meninggalnya ya, tapi tidak beriman ya percuma. Makanya Nabi sallallahu alaihi wasallam di antara syafaat yang khusus diberikan kepada beliau yaitu apa? Meringankan azabnya Abu Thalib. Bukan membebaskan ya. Meringankan itu merupakan syafaat khusus buat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Selain Nabi tidak bisa. Ya, karena orang-orang kafir itu meskipun dia selama hidup dunia dari awal lahir sampai dia meninggal berbuat kebaikan ketika dia mati tempatnya di neraka. Waliyadzubillah. Itu jadi di antara keistimewaan Nabi S.
40:35 Al wasallam, syafaat khusus buat Nabi S. Wasallam itu mendoakan agar diringankan azabnya Abu Thalib. Dan seringan-ringannya azab penduduk neraka ya seperti yang digambarkan. Dalam sebuah hadis ya disebutkan dalam sebuah hadis bahwasanya tadi dia memakai ee alas kaki yang panas kemudian ee meleleh sampai kepalanya. Itu tidak bisa dibayangkan ya gimana panasnya apa api neraka. Waliyadubillah. Itu azab yang paling ringan. Bagaimana lagi azab yang di atas itu ya? Waliyadzubillah. Tib.
41:21 Iya. Ini juga sebenarnya pelajaran penting ya, bahwasanya dalam Islam itu tidak ee apa? Nasab itu bukan hal yang utama. Sebagian orang bangga ya, misalkan para habib ya, dia bangga keturunan Nabi. Wallahualam. Apakah benar dia keturunan Nabi atau tidak. M ee kalaupun benar yang menjadi patokan bukan nasabnya, akan tapi seberapa dia mengikuti ajaran Nabi sallallahu alaihi wasallam. Makanya kata para ulama hadis yang sesungguhnya menjadi keluarga Nabi itu sebenarnya
42:06 pengikutnya yang mengikuti sunah Nabi itu bukan dari segi nasabnya. Hah. Bukan dari segi nasabnya. Kalau nasabnya apa? Dari keturunan Nabi, tapi perilakunya hah tidak mengikuti Nabi sallallahu alaihi wasallam, percuma. Contohnya ini Abu Thalib, paman Nabi sallallahu alaihi wasallam. Abu Lahab ya orang yang nasabnya itu apa dengan Nabi sallallahuaihi wasallam ya termasuk nasab yang dari suku Quraisy ya, dari suku Bani Hasyim. Tapi percuma kalau tidak ada keimanan di situ. Ya, makanya Abu Thalib orang yang ee
42:51 memiliki nasab yang tinggi tapi tempatnya di neraka. Sementara Bilal hah seorang budak Habasyi, tempatnya Nabi sallallahu alaihi wasallam mendengar ee suara sendalnya itu di surga. Jadi ini yang menjadi patokan itu bukan bukan nasab sebenarnya ya. Orang-orang berbangga dengan nasab itu sebenarnya tidak ada manfaatnya. Hm. Tidak bisa memberikan syafaat juga kalau dia tidak mengikuti Nabi sallallahu alaihi wasallam, tidak mengikuti sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Makanya kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Ya lau anna Fatimah saraqat laqat yadaha." Kalau seandainya Fatimah
43:37 bintu Muhammad, anaknya Muhammad itu mencuri, maka laqat yadaha aku akan aku sendiri yang memotong tangannya. Ya, jadi yang apa hubungan yang paling kuat sebenarnya adalah hubungan tadi agama, bukan hubungan ee nasab. Ya, makanya para ahlul hadis ya di antara mereka mengatakan ketika kita mengucapkan selawat Allahumma sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad. Di antara keluarga Nabi Muhammad adalah pengikutnya. Ya, yang kita diperintahkan untuk berselawat kepada Nabi S wasallam. Ya Allahumma sholli ala Muhammad. Ya Allah ee apa?
44:26 Berselawatlah kepada ee apa? Muhammad. Nah, berselawatnya Allah kepada Muhammad itu maksudnya Allah menyebutkan Nabi Muhammad itu apa? Menyebutkan ee Nabi Muhammad di ee para malaikat yang tinggi. Ha, jadi selawat kita kepada Nabi ya, kaum muslimin kepada Nabi itu merupakan doa. Ha, berselawat maksudnya berdoa kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kemudian selawat malaikat kepada Nabi juga merupakan doa dan istigfar. Ya maksudnya para malaikat beristigfar kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam dan selawat Allah kepada nabinya itu maksudnya
45:12 menyebutkan nabi itu di hadapan para malaikat yang tinggi. Makanya dalam ayat disebutkan, innallaha wa malaikatahu yushalluna alan nabi. Ya ayyuhalladzina amanu shallu alaihi wasallimu taslima. Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya berselawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Jadi masing-masing selawat itu apa? Menurut berbeda ya. Selawat kita kaum muslimin terhadap Nabi Muhammad maksudnya berdoa. Kemudian selawat para malaikat kepada Nabi itu maksudnya beristigfar termasuk juga doa dan selawat Allah itu maksudnya menyebutnya di hadapan para malaikat yang tinggi TIB.
46:17 Kemudian dalam dakwah juga perlu diperhatikan tadi apa? Harus balance. B maksudnya ee tidak continue sehingga orang itu bosan ya. Akan tapi dia harus memperhatikan ini sifat ee kebosanan manusia. Hal ini seperti yang dilakukan oleh Ibnu Mas'ud radhiallahu taala anhu. Ha, kata Ibnu Mas'ud, kana Nabi wasallam yatakwaluna bil mauidah makofatamata al Nabi sallallahu alaihi
47:03 wasallam ketika memberikan nasihat kepada kita itu yatakwaluna mencari momen-momen tertentu ya hari-hari tertentu tidak setiap saat. Ya, misalkan dalam sepekan itu satu kali 1 hari ya ada kemudian 2 hari ada apa ee nasihat yang disampaikan pengajian misalkan. Nah, jadi tidak apa namanya ee continue terus-menerus karena nah ini juga di antara keindahan Islam ya. Islam itu tadi seperti yang ana sebutkan, saya sebutkan di awal memperhatikan kondisi manusia ya. Di antaranya ini dalam menyampaikan nasihat
47:49 berdakwah. Harus dalam menyampaikan nasihat atau berdakwah itu memperhatikan kondisi manusia. Tidak ee kita apa berdakwah itu secara terus-menerus sehingga mereka lama-lama bosan. Meskipun di awal mereka bersemangat tidak masalah. ya misalkan setiap hari pun enggak masalah kita kita apa siap jelek seperti itu juga. Nah, jadi Islam itu memperhatikan kondisi kejiwaan manusia karena secara tabiat manusia itu punya rasa bosan. Ha, makanya kata Nabi S. Wasallam apa? Ahabbul a'mali ilallah adwamuha wa inqal.
48:34 Sebaik-baik amalan yang dicintai oleh Allah adalah yang dilakukan terus-menerus tapi kontinue. Walaupun sedikit. Hah. Walaupun sedikit. Itulah kenapa dicintai oleh Allah? Karena tadi walaupun sedikit dikerjakan tapi kontinue. Ketimbang orang yang apa di awalnya menggebu, di akhirnya berdebu. Ah, awalnya dia semangat luar biasa. misalkan belajar, oh masyaallah ee semangat nya menggebu-gebu, tapi tadi ya itu tidak bertahan lama karena manusia itu
49:21 punya sifat tadi tabiat ee bosan atau capek. Nah, inilah yang diperhatikan oleh Islam. Makanya kata Nabi S wasam apa terhadap salah seorang sahabat saya lupa namanya. Kalau enggak salah Ibnu Umar atau Ibnu Mas'ud kata Nabi S wasallam eh la takun mla fulan wahai siapa sahabatnya lupa. Jangan kalau enggak salah Ibnu Umar ya atau yang lainnya jangan jadi seperti fulan kana yaakumulil tumma taraka yang dulunya dia rajin tahajud di awal-awal e hampir setiap malam dia tahajud dan juga sekali tahajud misalkan langsung 11 rakaat 13 rakaat tumma taraka kemudian dia
50:09 meninggalkannya Nabi Sallahi Wasallam katakan apa jangan seperti itu ya mentang-mentang yang dalam waktu apa ketika datang waktu semangatnya dia masyaallah rajin ya sehingga dia melakukan ibadah-ibadah yang apa pada hakikatnya itu ee memberatkan dia sebenarnya. Karena yang menjadi patokan itu bukan seberapa besar dia kerjakan, tapi seberapa lama bertahan ibadah dilakukan tersebut. Makanya tadi terakhir Nabi sallam mengatakan inna ahabulali adwuh inq. Sebaik-baik atau yang amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang dikerjakan terus-menerus walaupun sedikit. H
50:59 karena itu yang lebih bermanfaat. Itu yang lebih bermanfaat bagi seorang muslim. Dan juga Allah Subhanahu wa taala katakan apa? Allah berfirman, em ee banyak nas-nas yang yang mengajukan kita untuk selalu beribadah. Maksudnya ee pandangan Islam itu bukan hanya pada waktu itu saja kan, tapi ke depannya terus-menerus dikerjakan. Nah, karena ibadah ini itu sifatnya terus-menerus ya. Maksudnya dia tidak ada masa expire-nya ibaratnya gitu ya. Tidak ada masa oh kalau sudah sampai sini ibadahku selesai. Tidak. Ibadah itu sampai mati
51:46 sampai meninggal. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Wa'budub rabbaka hatta ya'tiyakal yaakin. Dan sembahlah Tuhanmu. Ibadahlah kepada Tuhanmu sampai datang kepadamu keyakinan." Keyakinan sini maksudnya kematian. Bukan keyakinan yang dipahami oleh orang-orang sufi ya yang mengatakan bahwasanya Islam itu ada tiga derajat. Yang pertama ee apa ee syariat, makrifat, hakikat. Nah, hakikat itu maksudnya keyakinan bukan. Bukan seperti itu. Keyakinan adalah kematian. dikatakan keyakinan karena itu hal yang pasti ya. Kematian adalah
52:32 hal yang pasti tidak bisa dielak gitu. Kalau sudah datang waktunya, ajalnya tidak ada yang bisa menolak. Makanya dikatakan keyakinan. Inilah bahasa Quran. Subhanallah. Dia bahasanya itu apa? Dalam sekali. Jadi wabudbaka hattaakal yaakin dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu alyaakin kematian. Kemudian juga dalam ayat yang lain wala tamutunna illa wa antum muslimun dan janganlah kalian mati kecuali dengan Islam. Ya, TB. Ya, mungkin itu yang bisa di sampaikan
53:18 pada malam hari ini. Mungkin sekarang kita buka sesi tanya jawab. Fadol kalau ada yang mau bertanya. Nah, Ustaz, alhamdulillahiabbil alamin. Jazakumullahu khairan wabarakallahu fikum atas pemaparan materinya yang sangat bermanfaat. Semoga dapat menambahkan ilmu kita dan semoga kita semua dapat mengamalkan apa yang telah kita pelajari. Silakan bagi para mahasantri HSI Akademi yang mau bertanya untuk ikhwan bisa aktifkan fitur video dan raise hand. Dan bagi akhwat dapat menuliskan pertanyaan di kolom chat yang nanti insyaallah akan kami bacakan pertanyaannya. Tafadol.
54:09 Fadol untuk ikhwan bisa rais hand jika ingin bertanya. Enam dari sirun Muyasirun tafadol suara antum belum belum keluar. Ah, halo. Asalamualaikum warahmatullahi
54:55 wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah, Ustaz ee Afan terkait dengan ee ketika kita berdakwah dengan harus memperhatikan ee audiens dan ini kaitannya dengan berdakwah di media sosial. Ustaz, ada materi-materi yang kita harus sampaikan secara umum dan ada juga mungkin materi-materi yang sifatnya lebih khusus bagi mereka yang betul-betul sudah ee lebih detail mempelajari sunah. Nah, ketika kita berdakwah di media sosial, di akun kita, bagaimana kita kemudian membatasi itu, Ustaz? maksudnya ee kita susah untuk memfilter karena ketika kita posting
55:40 sesuatu itu akan tersebar secara luas, Ustaz. Sedangkan ee manhaj dakwah yang sudah kita pelajari bahwa materi atau dakwah yang kita sampaikan harus sesuai dengan pemahaman audiens kita. Mungkin itu sedikit pertanyaan, Ustaz. Jazakallahu khairan. Tib. Iya. Memang di zaman sekarang ini punya apa ee potensi dan juga punya ee tantangan tersendiri dalam dakwah.
56:25 potensinya itu dia dengan adanya medsos zaman sekarang teknologi yang berkembang itu mempermudah kita untuk berdakwah ya di mana pun kita berada ya. Karena dengan satu kali klik misalkan satu kali share itu langsung tersebar di seluruh dunia yang mana ini tidak ada sebelumnya. maksudnya ee apa kemudahan-kemudahan seperti ini ini tentu potensi atau manfaat dalam dakwah di era sekarang. Nah, tantangannya tadi disebutkan bahwasanya ketika kita
57:12 berdakwah di medsos itu tidak bisa memfilter ya karena kita tidak tahu background basic orang-orang di Mesos itu seperti apa ya kan karena dia terbuka untuk umum semua bisa mengakses. Makanya yang bisa dilakukan. Nah, wallahuam ya. Jadi di dalam ee menyampaikan di medsos ya terkhusus yang mana kita lihat pengikutnya atau orang-orang kebanyakan di Mesos itu apa orangnya. Apakah mereka orang-orang yang sudah belajar sunah misalkan paham belajar agama atau orang awam yang
58:00 ya apa di medsosnya saya kenakan kelihatan apa namanya ee pakar tapi padanya tadi sebaliknya ya. Jadi yang bisa dilakukan wallahuam apa kita menyampaikan hal-hal yang secara umum saja. Maksudnya yang itu bukan membutuhkan ee apa bukan hal-hal yang membutuhkan pembahasan secara khusus ya. Kita menyampaikan hal-hal yang umum. Hah. Dan itu yang dibutuhkan sebenarnya ya. Tidak perlu kita membicarakan hal-hal yang
58:48 khusus misalkan didik dalam metsos. Nah, yang jadi masalah yang apa penentuan mana yang khusus, mana yang umum ini perlu di dilihat juga. Hah. perlu dilihat juga bisa jadi menurut antum itu perkara yang khusus, tapi menurut orang lain itu bukan perkara yang khusus. Nah, ini jadi polemik juga sebenarnya menjadi polemik. Iya. Jadi ee kebanyakan orang di Mesos itu tadi ya, apalagi netizen Indonesia ya, pintar
59:33 berkomentar tapi pada kosong. Hm. itu yang sebenarnya ee apa di Mesos tuh kar-kar ya seakan-akan pakar ahli tadi pada agaknya tidak seperti itu ya. Jadi di Mesos kita nyampaikan aja hal-hal yang jelas ya yang wadih ya hal-hal perkara-perkara yang minal ee minat tsawabit, perkara-perkara yang jelas yang usul. Hah. Itu insyaallah tidak masalah. Nah, ee adapun perkara tadi yang antum maksudkan khusus itu seperti apa? Dilihat dulu seperti apa perkara yang antum menurut antum itu khusus.
1:00:19 Ya, contohnya mungkin saya berikan contoh tadi yang bertanya siapa? Contohnya yang khusus itu seperti apa? mungkin ee perkara-perkara yang menjadi perdebatan sengit di media sosial Ustaz Cait masalah ee apa namanya tahdir-tahdiran mungkin apakah itu yang paling banyak kadang menjadi dilema juga gitu Ustaz? Hal-hal yang spesifik itu kan mestinya mungkin untuk orang-orang yang betul-betul sudah ee paham. Tapi ternyata kita lihat di media sosial, takdir-tahdir itu begitu terbuka sehingga orang yang baru hijrah pun
1:01:04 kaget gitu, Ustaz. Iya. Oh, itu maksudnya. Iya. Ini sebenarnya ee masalah juga ya perkara tahzir-tahziran itu sebenarnya bukan konsumsi publik sebenarnya. Ada ee ini juga ada sebenarnya ada kaidah-kaidahnya dalam masalah hajr w tahajir ya. Itu ada kaidahnya dan ee Syekh Ibrahim kalau enggak salah punya kitab masalah ini. Qawaid fil hajr e fi alhajr. Qawaidul hajr. Kaidah-kaidah dalam menghajar. Ya, dalam menghajar itu maksudnya menghajar dalam bahasa Arab ya, bukan dalam bahasa Indonesia. Menghajar itu
1:01:51 dalam bahasa Arab artinya tadi ee mentahzir, mentahzir dari orangnya atau majelisnya. Itu ada kaidah-kaidahnya. Dan apa ee yang menjadi masalah tahdir di Indonesia terutama di antara ahlusunah sendiri itu justru di antara ahlusunah. Hah? di antara ahlusunah saling tahzir. Padahal pada asalnya tahzir itu untuk ahlul bidah. Hah, bukan bukan di antara ahlusunah. Ini menjadi permasalahan sebenarnya di antara ee ahlusunah sendiri. Dan ini subhanallah bukan hanya di
1:02:37 Indonesia, tapi Indonesia ini lebih unik lebih ibaratnya lebih ributlah, lebih ramai ya. Di negara-negara lain ada, tapi enggak seramai di Indonesia. enggak sehebo Indonesia. Nah, nah masalah ee tahzir mentahzir ini tadi terkhusus di antara ahlusunah ini sebenarnya bukan konsumsi publik sebenarnya. Apalagi orang-orang yang belum memahami sunah ya, belum mempelajari atau baru belajar misalkan, mereka akan mungkin kaget dengan adanya seperti itu ya. Jadi menurut saya wallahualam itu bukan
1:03:23 terutama di antara harus sunah sendiri ya bukan konsumsi publik. Hah. Tidak perlu dibesar-besarkan dan juga tidak perlu saling ribut sebenarnya. Maksudnya kalau apalagi orang-orang yang baru belajar misalkan ya, yang baru belajar ya itu tidak perlu ikut dalam dalam hal itu. Maksudnya ikut meramaikan atau berbicara dalam hal itu. Tidak. Fokus saja kepada belajar. Hah. Ini yang menjadi masalah. Orang-orang ee yang baru belajar justru ikut juga berbicara masalah tahir tahir tadi. Ha. Sehingga masalah itu meluas
1:04:10 apa ee tersebar menjadi besar. Makanya kata para ulama ya, para salaf terdahulu kata mereka, "Lau sakata man la ya'lam laqallal khilaf." Ha, kalau seandainya orang yang tidak mengetahui ya itu diam h laqal khilaf, maka perselisihan itu akan sedikit. Maksudnya apa? Maksudnya orang-orang yang bukan ranahnya dia ya atau justru tidak punya ilmu dalam hal itu. Dia mereka diam tidak usah ikut ikut-ikutan
1:04:56 membicarakan hal itu, mengambil peran dalam hal itu, berbicara membicarakan itu. Laqal khilaf. Kalau mereka diam, maka perselisihan itu akan sedikit sebenarnya tidak tidak menjadi besar. Yang menjadi besar itu apa? Karena tadi mereka berbicara masalah apa? Tahzirment mentahzir kemudian ikut ee apa ee berbicara ikut berdebat dalam hal itu. Padahal itu tadi ya yang menjadi kewajiban dia sebenarnya.
1:05:43 mempelajari tentang hal-hal yang lebih penting daripada itu. Ya, ada orang yang cara wudu dan salatnya aja mungkin Allah benar apa enggak ya, sudah khatam apa belum belajarnya. langsung dia berbicara tadi masalah tahdir dan tahdir. Nah, ini apa? Ee sebenarnya sangat disayangkan terjadi seperti itu di kalangan ahlusunah ya. Karena pada hakikatnya tahzir itu untuk ahlul bidah. Benar-benar ahlul bidah, bukan di antara ahlusunah. H di antara ah sunah itu justru
1:06:29 sebaliknya yang ada adalah seharusnya bersatu. Hah? Karena di antara ciri khas ahlusunah wal jamaah. Kenapa dinamakan ahlusunah wal jamaah? Hah? Karena mereka bersatu. Kata jemaah di situ maksudnya apa? Bersatu di atas kebenaran. Dia bersatu di atas alkitab wasunah. Karena dengan kitab wasunah itu bisa bersatu ya. Selain itu tidak bisa bersatu. Makanya kata Allah Subhanahu wa taala, watasimu bihablillahi jamian w tafarqu. Dan beriktisamlah kalian, berpegang teguhlah kalian dengan ee apa? Watasim bihamblillah. Dengan tali Allah. Tali Allah maksudnya apa? Al-Qur'an dan sunah. Wala tafarqu. Dan janganlah
1:07:15 kalian berpecah belah. Makanya di antara ciri khas ahlusunah sebenarnya itu bersatu di atas kebenaran, bersatu di atas alkitab wasunah. bukan berpecah belah. Karena berpecah belah itu sendiri merupakan ciri khas ahlul bidah. Hah. Di antara ciri khas ahlu bidah. Makanya sangat disayangkan sekarang terjadi perselisihan tahzirment mentahzir dan alhamdulillah ada ulama yang mengingatkan tentang hal ini ya. Banyak juga di antara ulama yang menyerukan untuk bersatu di antara ahlusunah. Di antaranya Syekh Abdul Muhsin Alabbad rahimahullahu taala. Beliau punya kitab risalah tentang hal ini, yaitu rifqon
1:08:00 ahlusunah biahlah. Hendaknya ahlusunah itu saling berkasih sayang sebenarnya antara ahlusunah dengan ahlusunah. Tapi subhanallah itu tadi ya em andil setan juga sebenarnya setan itu makanya disebutkan dalam hadis apa kata Nabi sallallahu alaihi wasallam initana ya isa anudah musuna fi jairatil arab wakin fahr bainahum suungguhnya setan itu sudah putus asa untuk mengadu domba manusia di Jazirah Arab. Ya, dia putus asa. Nah, apa yang
1:08:46 dilakukan? Ah, in in inna eh initan qodbul musallun. Setan itu sudah putus asa dari ee apa? An ya'budahul musallun. Dia mengajak orang-orang untuk menyembah dia atau ya maksudnya dalam hal ibadah dia putus asa memalingkan orang dari hal ibadah. Hah. Memalingkan kaum mukminin dari hal ibadah itu dia putus asa. Ibaratnya sudah mentoklah enggak ada cara lain. Nah cara yang paling ampuh bagi dia apa? Walakin fit tahrisi bainahum. Dengan cara tadi tahrisy. Tahris itu maksudnya memunculkan perselisihan di antara mereka. Nah, itu ibaratnya setan bangga
1:09:32 ya melihat di antara seperti misalkan ahlusunah saling berselisih. Ini sebenarnya menjadi PR kita semuanya ya. Gimana caranya di antara ahlusunah itu tidak berselisih dan ee sebenarnya ini kembali dalam konteks pemahaman khilaf sebenarnya. Dalam memahami khilaf itu seperti apa menyikapinya. Nah, ini yang yang ana lihat mungkin kurang ya memahami atau menyikapi perbedaan atau khilaf. Hah. Sehingga tadi muncul tahzir mentahzir karena mungkin kurang memahami atau menyikapi khilaf itu dengan ee dengan benar. Sebagaimana para salaf
1:10:18 terdahulu menyikapi alkhilaf. Ini di antara ahl sunah ya. Adapun di antara ahlul bidah itu sudah jelas ya. Mereka ahlul bidah. Hah, jelas bidahnya. Yang menjadi masalah di antara ahlusunah sendiri. Ini sebenarnya polemik juga yang terjadi di Indonesia. Dan sikap kita gimana? Nah, sikap kita bagaimana kita harus tahu bagaimana para salaf dahulu menyikapi perbedaan di antara mereka. Terkhusus antara ahlusunah dengan ahlusunah. Ya, ini konteksnya dalam ahlusunah dengan ahlusunah. Ya, sebenarnya itu tidak saling mentahzir sampai saling ini tidak seperti itu sebenarnya. Hah,
1:11:04 makanya kita lihat ulama-ulama terdahulu mereka berselisih tapi perselisihan mereka tidak mengantarkan pada saling tahzir, saling mengucilkan, saling tidak seperti itu ya. antara Imam Syafi'i, Imam Ahmad bin Hambal ee kemudian Abu Hanifah, Imam Malik itu saling berselisih. Tapi perselisih perselisihan ee tidak mengantarkan pada tahzim tahzir atau saling mengucilkan atau saling menghujat. Tidak. Justru dalam lingkup persaudaraan. Dalam lingkup. Nah, ini yang harus yang terlupakan dari kita sebenarnya ya. Kita mengaku manhaj apa? pengikut salaf, tapi tadi perbuatannya tidak mencerminkan
1:11:52 dari perbuatan salaf tersendiri. Ya, karena apa? Ee mengikuti salaf apa? Mengikuti sunah salaf saleh itu tidak sebatas dalam hal akidah. Ini tadi sudah ana jelaskan di awal juga. Tidak sebatas dalam hal akidah saja. dalam segala hal, dalam akhlaknya, dalam ibadahnya, dalam akidahnya, dalam muamalahnya itu harus e semuanya udkulu fisilmi kafa harus semuanya, bukan hanya dalam akidah saja. Nah, ini ya yang menjadi ee masalah atau PR juga yang bagi ee para
1:12:38 addi ahlusunah di Indonesia. Ya, semoga Allah subhanahu wa taala menyatukan mereka di atas kebenaran itu. Wallahuam nam. Ustaz, ana bacakan pertanyaan dari akhwat dari ART 17230042, Rahma Sofia. Ahallahu ilaikum. Ustaz izin bertanya. Bagaimana kita memilih uslub dan wasilah dakwah yang tepat bagi qarib karabat yang kebanyakan terjatuh ke dalam kebidahan dan bagaimana agar silaturahmi tetap terjalin? Jazakumullahu khairan. Tib. Memang ini hal yang
1:13:25 ee sering kita dapati juga ya. Masih ada di antara kerabat kita yang tadi belum mendapatkan hidayah sunah. Heeh. Nah ee terkait bagaimana cara mendakwahkan mereka, pertama kita doakan jangan ee lupa untuk kita doakan mereka agar mendapatkan hidayah. Dan doa ini subhanallah punya sebelum kita melakukan dakwah secara yang lain, kita lakukan berdakwah apa? berdoa dulu kepada Allah subhanahu wa taala. Karena tadi ya kembali lagi kita
1:14:12 memahami bahwasanya hidayah itu ada dua macam. Ada hidayatul taufik, ada hidayatul irsyad. Hah hidayatul taufik ini penting kita ketahui. Nah, salah satunya tadi apa aplikasinya seperti ini. Kalau ada kerabat kita yang belum mengenal sunah misalkan masih ini. Nah, itu kita apa yang kita lakukan? Kita do apa? kita lakukan ee dengan pendekatan memahami dua hidayah ini ya, yaitu memahami hidayah taufik bahwasanya hidayah milik Allah Subhanahu wa taala. Cara kita memintanya adalah dengan berdoa kepada Allah ya. Berdoa agar Allah memberikan dia hidayah untuk bisa memahami sunah. Dan ini efeknya luar biasa doa itu ya. Jangan pernah menganggap remeh perkara
1:14:59 doa. Nah. Iya. Jadi itu yang bisa dilakukan pertama doa. Kemudian baru setelah itu hidayatul irsyad ya. Jadi hidayatul taufik tadi kita berdoa. Hidayatul irsyad kita menjelaskan. Nah cara menjelaskannya gimana? Banyak. Bisa dengan cara minimal kita dakwatu bilhal. Dakwatu bilhal. Dakwat bilhal maksudnya kita menampakkan akhlak yang baik ya. menghubungkan tali silaturahmi tetap apa ee menyambung tali silaturahmi ya kemudian berbuat baik kepada merekalah berbuat ihsan kepada mereka dengan begitu sudah cara kita berdakwah secara tidak langsung ya
1:15:47 dan ini sebenarnya kembali kepada bagaimana dia melihat kondisi kerabatnya tersebut dan cara apa yang sesuai karena masing-masing orang tu berbeda-beda. Ya, kembali lagi tadi kepada ee tahapan dalam berdakwah. Kan ada yang cukup dengan hikmah dia sadar, dia paham, dia terima. Ada yang tidak cukup dengan hikmah harus dengan mauidah hasanah dengan cara kita menyampaikan apa ancaman atau juga targib w tarhib. Targhib dan tarhib. Targhib itu ee apa? Keutamaan-keutamaan kita sebutkan, keutamaan-keutamaan dan juga ancaman-ancaman ya. Tarhib itu ancaman. Targhib artinya ee keutamaan.
1:16:32 Nah, ada orang yang dengan hikmah tidak mampan, dengan mauidah tidak mampan. Nah, yang ketiganya dengan cara aljidal bilati asan. Tapi ini tahapannya panjang ya. Maksudnya dalam hikmah sendiri itu banyak sekali macam-macam caranya. Hikmah itu ee gimana kita memahami pertama karakter kerabat tadi dan kira-kira apa yang bisa membuat dia apa menerima. Dan itu kembali lagi macam apa beda-beda orang tuh beda-beda pendekatannya pendekatannya berbeda-beda. Ada dengan cara ee tadi berbuat ihsan kemudian ee apa?
1:17:19 ee ee mengajak dia misalkan ee mendengarkan ceramah tentang ustaz-ustaz sunah atau memberikan buku atau yang lainnya. Jadi ee itu kembali ke ke tadi bagaimana memahami orang tersebut dan cara yang cocok itu seperti apa. Itu perlu pemahaman ee melihat kondisi orang tadi ya. Dan ee di antara mungkin ee strateginya tadi apa? kita arahkan misalkan dengar kajian
1:18:06 ustaz-ustaz yang diterima secara umum oleh masyarakat ya atau disenangi oleh kebanyakan mungkin kita bisa arahkan ke situ atau arahkan ke misalkan ikuti saluran tertentu yang situ ada kajian dan itu terjadi ya seperti misalkan apa yang ee banyak orang yang kenal Sunah itu dari Raja, dari TV Raja atau dulu radio Roja, sekarang sudah ada TV-nya. Dari pelosok-pelosok ya mereka mengenal sunah dari TV Raja. Ah ini juga menjadi salah satu wasilah, salah satu cara ya untuk bagaimana mereka mengenal sunah. Nah, jadi
1:18:53 penanganannya itu beda-beda. Tergantung kita harus melihat kondisinya seperti apa dan mencari pendekatan yang cocok seperti apa. Itu masing-masing orang berbeda. Tapi yang pertama tadi jangan lupa mendoakan karena doa itu merupakan silahul mukmin, senjata setiap mukmin dan harus ya ini merupakan wajib hal yang wajib kita lakukan. Karena tadi hidayah itu ada dua jenis. Nah, doa ini untuk meminta kepada Allah memberikannya hidayatul taufik. Kemudian baru setelahnya hidayatul irsyad kita berusaha dengan berbagai cara ya pendekatan untuk mengajak dia kepada sunah. Nah, dan perlu diingatkan
1:19:42 juga bahwasanya ketika seorang sudah mengenal sunah misalkan, bukan berarti dia memutuskan langsung ya mentang-mentang di antara kerabatnya masih melakukan bidah, langsung dia putus hubungannya. Tidak seperti itu juga. Hah. Akan tapi kita tadi tetap saling menyambung tali silaturahmi, berbuat kebaikan dan ihsan kepada mereka itu tetap berjalan. Nah, makanya Allah Subhanahu wa taala ee ee dalam Al-Qur'an apa kata Allah terhadap apa? Seorang anak yang orang tuanya memerintahkan untuk apa? Untuk berbuat syirik. Kata Allah, "Wain jaha
1:20:31 bihi ilmun falauma fid dunyafah." Kalau seandainya kedua orang tuamu itu memaksamu untuk apa? Anusrika bi maaaka biilm. Memaksamu untuk berbuat syirik kepadaku. Fala tuuma. Jangan kau taat pada mereka. Tapi kata Allah apa? fid dunya marufa. Nah, ini yang mungkin jarang diperhatikan sebagian orang ya. Meskipun Allah Subhanahu wa taala melarang kita untuk mentaati mereka ya. Karena karena apa? Pada asalnya, nah ini juga kaidah ya. Taat kepada makhluk apa?
1:21:17 Taat kepada iya kepada orang-orang yang wajib kita taati itu ada batasannya selama tidak berbuat maksiat kepada Allah Subhanahu wa taala. Karena kaidahnya apa? La thaata limakluqin fi maksiatil khaliq. Tidak ada ketaatan bagi makhluk dalam hal yang menyelisihi atau bermaksiat kepada khaliq. Ini berlaku pada semuanya. Pada pemimpin misalkan pemimpin yang memerintahkan maksiat tidak wajib. Padahal taatulatil umur wajib mentaati. ee ulil amri secara umum, secara asal itu wajib. Tapi ketika dia memerintahkan kemungkaran, kemaksiatan itu tidak wajib ditaati. Tidak wajib ditaati. Begitu juga orang tua secara asal itu wajib.
1:22:02 Tapi ketika dia memerintahkan untuk berbuat syirik, maka tidak wajib. Nah, tapi kata Allah apa? Wasohibhuma fid dunya ma'rufa. Akan tetapi berbuat baiklah, tetap berbuat baik pada keduanya di dunia dengan cara yang makruf. Nah, ini yang jarang dipahami ya. Jadi meskipun kita tidak taat tapi kita tetap apa? Kita tetap berbuat kebaikan kepada mereka. Ber hal yang makruf. Hah. Makruf kata para para ee ulama yang ee apa makruf itu maksudnya ini kata yang apa ini juga ya yang mencakup makna yang luas. Makruf itu maksudnya apa yang diketahui baik oleh
1:22:51 Allah dan juga manusia. Maksudnya secara uruf, secara uruf manusia itu adal hal yang baik. Ha, secara urfnya Allah dan rasulnya itu baik dan juga secara uruf manusia itu juga baik. Ya. Jadi meskipun kita tidak taat kepada mereka karena mereka memerintahkan kemaksiatan atau berbuat syirik apa dalam ayat ini seperti ini, kita tetap wajib untuk apa? Berbuat kebaikan kepada mereka. Bahkan dalam hal orang-orang kafir, misalkan orang-orang musyrikin, ya Allah perintahkan kita untuk berbuat baik kepada mereka meskipun mereka orang-orang orang kuffar, orang-orang kafir, orang musyrik. Kata Allah
1:23:36 Subhanahu wa taala, "La yanakumullahu ee apa dalam ayat ituai." Ya Allah tidak melarang orang-orang yang apa? Melarang kalian untuk berbuat baik kepada orang-orang yang orang-orang kafir, orang musyrik ee yang tidak berbuat zalim kepada kalian. Maksudnya ihsan secara asar, berbuat baik itu berlaku secara apa? kepada semua manusia, baik itu yang muslim maupun yang kafir. Hm. Itu tib mungkin itu yang bisa dikatakan. Wallahualam. N Ustaz ee afan Ustaz terkait waktu ee kira-kira antum masih berkenan berapa pertanyaan lagi Ustaz?
1:24:23 Satu aja lagi ya. Enam Ustaz. Satu ya Ustaz ya. Iya. TB ini mungkin penanya terakhir yang bisa kami sampaikan dari ARN 2411209 Jaka Sininung. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustaz. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahirabbil alamin. Ee betapa luar biasa materi ini sehingga sebenarnya saya ada ratusan pertanyaan yang ingin saya sampaikan. Masyaallah. Hanya ada satu ee prioritas. Kemudian ee
1:25:08 mungkin akan saya sampaikan satu pertanyaan saja, Ustaz. Dalam dalam kiatnya untuk berdakwah kan masing-masing lapisan dakwah atau medan ee mat yang akan kita dakwah itu beda-beda. Ada usianya, ada jenis kelaminnya, ada latar belakang pendidikannya, gitu. Nah, pertanyaan saya, Ustaz, apakah sudah ada literatur literatur dari kami dari kita ee ahlusunah yang memang memfokuskan khusus di situ? ada untuk dakwah untuk kalangan profesional, dakwah untuk kalangan wanita, dakwah untuk kalangan ee orang ee kampung atau dakwah untuk kalangan pejabat negara, dakwah untuk ee militer
1:25:55 misalnya gitu, Ustaz. Apakah ada kira-kira seperti itu? Kemudian kalau boleh saya tambah satu lagi ya, Ustaz, ya. Maaf, ya. Nah, ee terus kemudian saya tertarik sekali dengan e materi antum yang itu, Ustaz. Contohnya Hasan Albana itu dia berhasil mengumpulkan banyak sekali orang. Tapi ustaz mengatakan bahwa kalau latar belakangnya atau basic-nya bukan dari tauhid dulu, akidah dulu, maka mereka sebenarnya berkumpul tapi sebenarnya bercerai-berai gitu. Nah, apakah tidak ada? Apakah bukan bukan bukannya ada sesuatu kiat? mereka dikumpulkan dari background yang berbeda-beda kemudian diolah kemudian didakwahi sehingga mereka ee menerima tauhid gitu ya.
1:26:42 Apakah tidak seperti itu, Kak? Mohon maaf saya pikir itu. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Tib yang pertama terkait ee pengkhususan tadi ya, pengkhususan sesuai dengan latar belakang. ya ee wallahualam mungkin sudah ada dilakukan oleh individu mungkin individu tapi secara kelompok mungkin belum terlihat tapi secara individu mungkin sudah ada ya dan ee kita berhusnuzan aja kepada para asat ustaz-ustaz kita yang terjun di
1:27:29 jadi mereka sebenarnya ee paham masalah ini ya. Misalkan ee cara mendakwahi pemerintah misalkan ya itu tentu berbeda ee cara mendakwahi mereka ya. Mungkin ada di antara mereka yang mengirim surat misalkan atau japri atau apa ke staf khusus kita tidak tahu karena tidak nampak ya. mereka mungkin melakukannya tidak secara terang-terangan dan memang ee ini kita berhusnuzun menunjukkan tentang keikhlasan mereka ya. Jadi tidak perlu ditampakkan hal-hal seperti itu. Jadi secara individu mungkin sudah dilakukan oleh sebagian ustaz dalam memahami ee apa mendakwahkan tadi
1:28:17 mengkhususkan ee apa berdakwah sesuai dengan latar belakang. maksudnya sebagian saya sudah memperhatikan ini. Tapi secara secara kelompok kolektif atau organisasi atau apa ya secara majemuk gitu maksudnya ini belum kelihatan mungkin ya belum ee kelihatan tapi secara amaliah sebenarnya sudah diterapkan insyaallah sudah diterapkan iya Tayib. Kemudian yang kedua ya.
1:29:04 Yang kedua tadi tentang apa? Yang Hasan Albana tadi tuh kasusnya Hasan Albana itu. Antum di mana? Lihat atau dengar? di di materi yang tadi itu di materi ke berapa tadi? 36 atau 38 Ustaz ya, maaf saya lupa itu ininya mereka mengumpulkan ada orang apa ee Sufi, kemudian ada lagi ada Syiah atau kelompok-kelompok yang lain Oh, Hasan Alanah. Hasan Albannah. Iya. Ya. Jamatul Ikhwan Muslimin ya. Heeh. Heeh. Iya betul. Nah, terus Mas antum gimana ini yang menjadi? Nah, mereka kan sudah berkumpul di situ. Apakah karena dengan kekuasaan hasbana mereka didakwahi tauhid dulu kemudian dibersihkanlah gitu sehingga
1:29:51 mereka menerima melalui tauhid akidah tauhid menjadi ahlusunah gitu. Ustaz, yang mendakwahkan tauhid ke mereka siapa? Ee tadi tuh yang ee orang-orang dari ahlusunah Ustaz. Oh, maksudnya orang-orang ahlusunah mendakwahi mereka. Nah, mendakwahi mereka dengan cara ikut situ apa? sekedar mendakwahkan gitu ya. Ee Ind, saya yakin mereka punya tempat apakah di Mesir atau di Sudan saya lupa. Wallahu alam. Di Mesir. Di mana? Di setiap negara ada tapi induknya di Mesir. Oh. Nah, Ustaz. Nah, di di pusat mereka itu mereka diajak diskusi gitu. Kemudian disampaikan bahwa ee Rasulullah itu berdakwahnya seperti ini. Kalian
1:30:37 sebenarnya langkahnya sudah jauh di sini. ini harusnya dimulai dari awal lagi gitu. Maksud saya apakah kira-kira peluang seperti itu bisa terbuka, Ustaz? Maksudnya ajak mereka berdiskusi atau debat atau gimana? Iya betul. Iya. tadi ee sebenarnya sudah ada ulama-ulama ahlusunah yang masyaallah mendakwahi mereka dan itu tadi ada yang bersifat ee mengirim surat secara pribadi. Ada yang apa menulis tulisan ah ada yang menulis tulisan. Jadi apa para ulama ahlusunah itu menulis
1:31:25 sanggahan atau penjelasan yang benar seperti apa, yang salah seperti apa. Dari misalkan tadi jemah Ikhwan Muslim itu sudah banyak buku-buku yang membahas masalah itu. Hah. Dan juga sudah ada yang mendakwahkan secara langsung para ulama ahlusunah. Tapi tadi ya masalah hidayah itu kembali kepada ee Allah Subhanahu wa taala. Kadang tugas kita kan hanya menyampaikan ya kan bukan maksa mereka untuk keluar dari jamaatul ikhwan muslimin ikut ahlusunah. Enggak. Kita tidak punya hak di situ. Haknya kita, tugas kita adalah menjelaskan saja mana yang salah, mana yang benar. Itu perkara sudah ada, sudah ada yang menjelaskan, sudah ada yang menyampaikan ya ulamausunah
1:32:11 seperti itu. Iya. Nah wallahuam. Masyaallah. Iya. Ustaz, alhamdulillahiabbil alamin. Jazakumullahu khairan wabarakallahu fikum atas jawaban-jawabannya dan yang baru saja merupakan penanya terakhir yang bisa kami sampaikan. Dan kami mohon maaf pada seluruh mahasantri HSI Akademi yang sudah bertanya. Namun kami belum bisa menyampaikan semua pertanyaannya karena memang waktu kita yang terbatas. Satu lagi, Ustaz. Sebelum kita akhiri liqa maftuh malam hari ini, kiranya ada sedikit nasihat buat kami para mahasantri HSI Akademi. Tafadol Maskuro.
1:33:00 Iya. ee tadi jadi dalam kita hendaknya selalu memegang tadi kaidah dari Nabi sallallahu alaihi wasallam ee ahabul a'mali ilallahi adwamuha wainqal ini kita terapkan dalam segala hal sebaik-baik yang dicintai amalan yang dicintai oleh Allah adalah adwamuha wa inqal jadi yang prioritasnya itu adalah konsistennya bukan bukan jumlahnya ya ada wamuha inqal konsisten tapi sedikit itu lebih dicintai ya ketimbang banyak tapi apa terputus ini berlaku dalam setiap hal dalam hal ibadah dalam belajar belajar pun apalagi belajar ya belajar
1:33:47 itu tidak bisa langsung sekaligus kita memahami suatu masalah dalam satu waktu kata para ulama salaf man romal ilma jumlatan dahahahu jumlah siapa yang mengharapkan ilmu dalam satu waktu dia dia ingin kuasai dalam satu malam misalkan, maka begitu juga ilmu itu akan pergi meninggalkan dia semuanya. Jadi menuntut ilmu tuh butuh kesabaran. Ada tahap waktunya, hah ada masanya ya. Jadi sedikit apa syaian fasyaian ya. ee Imam Assyaukani atau San'ani kalau enggak salah pernah mengatakan bahwasanya ilmu itu diambil dengan sedikit-sedikit ya seperti sungai yang besar itu asalnya
1:34:35 dari apa? Dari dari kumpulan-kumpulan percikan air sehingga menjadi sungai yang besar. Ya. Jadi apa? ee menuntut ilmu butuh kesabaran dan juga mempelajari ilmu itu syaian
…